Chapter 2

- Don't Share Your Smile –

Kyumin, Simin

Drama, Romance, Angst, Hurt/Comfort

Rating T+

YAOI, Boy Boy, MPREG

All casts belong to themselves, I do not own them, but I own this story exactly. Yah, although my fic is not as great as another author's but the story originally come from my mind. So, do not try to say this fanfiction is yours!

Once again, DON'T LIKE DON'T READ!

.

.

.

"..won..Si..won..ah.."

DEG! Aku pun segera melepas tautanku dengannya. Bukan karena aku takut ketahuan. Namun karena aku muak mendengar nama itu. Aku merasakan ada sesuatu yang bergetar dihatiku. Sakit sekali. Entah kenapa aku merasakan nafasku memburu. Darahku mengalir deras di dalam tubuhku.

"Enngh.."

BRAAK!

-Kyuhyun POV End-

.

.

Sungmin yang belum terbangun seutuhnya segera membuka matanya ketika ia merasakan tubuhnya terdorong membentur dinding. Ia sedikit meringis menahan sakit ketika bagian punggungnya beradu dengan kerasnya dinding. Setelah kesadarannya kembali seutuhnya, Sungmin menyadari ada seseorang yang mendorongnya dari depan. Dan orang itu tak lain tak bukan adalah Kyuhyun, murid baru yang bahkan ia sendiri tidak mengenalnya sama sekali. Ia heran mengapa Kyuhyun bisa ada disini. Dan terlebih lagi, namja ini mendorongnya secara kasar.

Setelah beberapa detik berlalu, Sungmin sadar bahwa dirinya dalam keadaan jauh dari kata 'nerd' yang biasa ia lakukan. Sungmin melirik properti 'nerd-nya' di atas meja dan segera meraihnya. Namun, cengkraman Kyuhyun sangatlah kuat sehingga ia sama sekali tidak bisa bergerak. Ia memejamkan mata dan meringis menahan sakit di bahunya.

"Yah! Apa yang kau lakukan?! Lepas!" Sungmin berusaha mendorong Kyuhyun, namun apalah daya, perbedaan kekuatan merekalah yang menghalangi. Walaupun Sungmin pernah mempelajari martial-arts, hal itu tidaklah cukup untuk menghentikan seorang Cho Kyuhyun yang diselubungi hawa nafsu.

"Siapa?" desis Kyuhyun dihadapan Sungmin langsung.

"Siapa? Apa maksudmu, Cho Kyuhyun-ssi? Tolong lepaskan aku! Kau menyakitiku" Sungmin berusaha terus untuk mendorong Kyuhyun, namun lagi-lagi Kyuhyun tidak bergeming sama sekali dari tempatnya.

"Siapa.. SIAPA NAMJA YANG BERNAMA SIWON?! KATAKAN PADAKU, LEE SUNGMIN!" Kyuhyun berteriak dan semakin didorongnya kuat bahu Sungmin. Sungmin yang mendengar hal tersebut keluar dari mulut Kyuhyun hanya bisa terdiam shock. Kenapa Kyuhyun menanyakan Siwon kepadanya.

"A-Apa maksudmu? A-Aku tidak tahu. Dan kalaupun aku tahu siapa dia, itu bukan urusanmu Cho Kyuhyun!" Sungmin menghadapkan kepalanya kearah samping kanan, karena posisinya dengan Kyuhyun sangatlah tidak enak dilihat. Apalagi ditambah wajah Kyuhyun yang terlalu dekat dengan wajahnya disertai napasnya yang hangat menerpa wajahnya. Sungmin sedikit merasakan sensasi aneh didalam tubuhnya. Dan ia tidak tahu itu apa.

"Katakan padaku, Lee Sungmin sayang. Kau tidak mau kan kalau terjadi apa-apa dengan dirimu" kata Kyuhyun tepat ditelinga Sungmin sembari tangannya mengelus lembut pipi kiri Sungmin. Sungmin yang diperlakukan seperti itu hanya bisa bergidik ngeri.

Sensasi aneh yang dirasakan Sungmin sesaat tadi hilang begitu saja dikarenakan Kyuhyun. Ya, suara bass Kyuhyun lah yang membuat bulu kuduk di tengkuk Sungmin berdiri. Suara itu. Nada itu. Sungmin tahu apa yang dimaksud Kyuhyun. Sungmin juga tahu bahwa didepannya ini adalah seorang Cho Kyuhyun, satu-satunya pewaris tahta Cho Corporation di Seoul. Dia sempat mendengar anak-anak di kelasnya membicarakan tentang Kyuhyun. Dan ia tahu bahwa Kyuhyun adalah orang yang mempunyai kuasa di sekolah ini. Bagaimana kalau Sungmin dikeluarkan dari sekolah hanya karena tidak memberitahu siapa Siwon pada Kyuhyun. Namun, Sungmin heran mengapa ia ragu untuk memberitahu siapa Siwon ke Kyuhyun. Lagipula, Siwon bukanlah siapa-siapanya Sungmin. Tetapi dia merasa bahwa Siwon dalam bahaya apabila ia memberitahunya kepada Kyuhyun.

Belum sempat Sungmin memikirkan hal tersebut lebih dalam, tiba-tiba ia merasakan dagunya ditarik dan hal yang selanjutnya terjadi membuat ia melototkan matanya. Kyuhyun menciumnya tepat dibibir ranumnya. Kyuhyun terus mencumbunya dengan kasar. Berganti arah kekanan dan kekiri, tanpa melepas seinchi pun dari bibir Sungmin.

"Emmp.. k-ka.. mmph.. lep.. ppash.." Sungmin berusaha mendorong Kyuhyun supaya melepaskannya dari ciuman kasarnya. Namun, lagi-lagi hal tersebut hanyalah sia-sia. Kyuhyun tidak bergeming sama sekali dari tempatnya. Malahan intensitas dari ciuman itu sendiri bertambah panas dengan didorongnya kuat bahu Sungmin ke dinding.

"K-Kyu.. hyun, a-ak.. ku m-mohon.." setelah dirasanya usaha awalnya sia-sia, Sungmin langsung mencoba memukul-memukul dada Kyuhyun dengan keras. Namun, kalian tahu sendiri apa hasilnya. Kyuhyun malah semakin menambah intensitas cumbuannya dengan menggigit bibir bawah Sungmin. Hal tersebut dilakukannya karena Sungmin tidak urung jua untuk membuka bibirnya saat Kyuhyun menekan-nekan lidahnya meminta akses untuk masuk. Alhasil, lidah Kyuhyun pun beradu dengan lidah Sungmin.

Ditelusurinya gua hangat Sungmin, walaupun Kyuhyun tahu Sungmin sangatlah enggan dengan semua yang sedang dilakukannya. Namun, karena Kyuhyun yang sudah diselimuti oleh hawa nafsu, hal ini pun terjadi.

"Enngh.. h-hah.. hha.. K-Kyu.. hyun.. a-aku.. " Sungmin yang sudah kehabisan nafas hanyalah bisa menangis terdiam. Ia sudah pasrah dengan apa yang sedang dilakukan Kyuhyun kepadanya. Ia merasa dirinya sangat lemah. Lemah pada dirinya sendiri juga lemah pada orang lain.

'Eomma.. maafkan Sungmin. Sepertinya aku tidak bisa menepati janjiku dengan eomma. ' pikir Sungmin. Sungmin hanya bisa mengernyit mengingat sekarang seseorang yang bahkan tidak ia kenal dengan dekat sedang melakukan hal menjijikan dengan dirinya.

Ketika lidah Kyuhyun sedang sibuk-sibuknya menelusuri lidah Sungmin, tiba-tiba terdengar suara samar-samar dari luar kelas. Kalau didengar lebih baik, suara itu berasal dari Security yang memberitahu bahwa sekolah akan segera ditutup.

Sungmin yang mendengar suara tersebut langsung tergagap panik. Bagaimana bila hal ini diketahui oleh Security tersebut. Apalagi dirinya dan Kyuhyun sedang dalam keadaan memalukan seperti ini. Bukan. Hanya Kyuhyun lah yang melakukan ini semua. Sungmin dari awal pun enggan melakukan ini semua.

"L-Lepaskan! Ak-ku mohon berhenti.." Sungmin semakin panik mendengar suara Security semakin mendekat. Dilain pihak, Kyuhyun yang mendengar Sungmin memohon padanya, hanya santai terus melanjutkan kegiatannya menghisap dan menjilat leher lulus Sungmin.

Namun, entah mendapat dorongan dan kekuatan dari mana, Sungmin akhirnya berhasil mendorong Kyuhyun menjauh darinya.

"Kubilang lepaskan Cho!"

Napas Sungmin tersengal-sengal, begitu juga dengan Kyuhyun. Terlihat air mata Sungmin mangalir turun terus-menerus dari pelupuk mata Sungmin. Kyuhyun yang melihat hal tersebut hanya diam tanpa kata. Ekspresi wajahnya tidak terbaca. Hanya Tuhan dan Kyuhyun yang tahu apa yang ada dibalik ekspresi datar tersebut.

Takut, panik, jijik bercampur menjadi satu saat ini dipikiran Sungmin. Ia tidak bisa berpikir apa-apa lagi selain segera pergi dari kelas. Ia ingin segera menjauh dari orang biadab didepannya ini. Tanpa basa-basi, Sungmin segera mengambil tasnya yang terjatuh ke lantai dan segera keluar dari kelas. Ia tidak lagi menghiraukan penampilannya yang jauh dari kata 'nerd' ini. Dirinya sudah tidak peduli lagi. Karena penampilannya saat ini jauh dari kata 'normal'. Bibir bengak, rambut berantakan, dan kancing atas yang telah terbuka sebanyak 3 kancing.

Namun, tanpa diketahui oleh Sungmin, ada seseorang jauh dibelakang Sungmin yang terdiam terpaku melihat keadaan Sungmin. Sungguh, tidak dapat dijelaskan apa arti dari ekspresi tersebut. Kaget dan takjub. Semua ekspresi tersebut seperti dicampur menjadi satu.

.

Segera setelah Sungmin pergi dari kelas, raut wajah Kyuhyun berubah menjadi sedih ataupun penyesalan. Diambilnya masker Sungmin yang tejatuh ke lantai. Selain masker, juga terdapat kacamata jeleknya yang biasa digunakan untuk menyembunyikan mata indahnya.

"Waeyo, Min? Kenapa kau harus menyembunyikan bola matamu yang indah itu." Kuremas masker milik Sungmin.

"Mianhae, Min. Aku berbuat seperti itu padamu. Padahal kau belum mengenalku dengan baik." Sesal Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa terdiam sebentar. Namun, selang bebrapa detik, Kyuhyun menambahkan, "Tapi itu karena kau tidak mau memberitahuku siapa itu Siwon. Kau menyebut namanya dan aku tidak suka nama namja lain disebut olehmu, Min. Kau seperti melindunginya dan aku tidak suka itu, Min-ah. Kau tau? Aku menyukaimu. Ah, ani. Aku rasa aku mencintaimu. Dan aku harus memilikimu seutuhnya." Kata Kyuhyun berbarengan dengan diciumnya masker Sungmin, mencoba menghirup sepuasnya aroma tubuh Sungmin yang tertinggal.

Wajah Kyuhyun yang tadinya menunjukkan rasa penyesalan, hilang begitu saja. Tergantikan dengan evil-smirknya yang entah mengapa bila kalian melihatnya, akan tetap terlihat tampan walaupun mengerikan.

"Permisi. Maaf, kelas akan segera saya tutup. Karena jam sekolah sudah selesai. Apakah ada yang perlu anda butuhkan? Atau ada yang sedang anda cari?" tanya Security.

"Ah, ani. Tadi sepertinya ada 'kelinci' masuk kedalam kelas ini. Tetapi ketika saya akan menangkapnya, kelinci tersebut telah pergi. Emm, kalau begitu.. saya permisi dulu." Kata Kyuhyun disertai dengan smirk andalannya.

Kyuhyun segera keluar kelas berlawanan arah dengan Sungmin pada saat keluar kelas tadi. Dia terus berjalan melewati lorong sekolah, sambil memikirkan bagaimana supaya ia bisa membujuk Sungmin menjadi miliknya. Kyuhyun terus berjalan menuju parkiran sekolah. Dia tidak peduli apapun atau siapapun yang melewatinya. Toh, sekarang pasti sudah tidak ada orang. Ya, itulah yang dipikirkan Kyuhyun.

Kyuhyun, tidak menyadari seutuhnya ada orang yang melewatinya. Ia hanya melirik wajahnya sekilas dan melanjutkan apa yang yang dipikirkannya tadi. Namun, tiba-tiba saat sebuah suara yang menggema di lorong kelas memnaggil sebuah nama. Kyuhyun langsung berhenti tepat ditempatnya.

"Siwon!"

Siwon segera berbalik kebelakang mengingat namanya dipanggil. Dan namja yang memanggilnya tersebut segera menghampiri Siwon melewati Kyuhyun. mereka terlihat berbincang-bincang tanpa menyadari betapa kerasnya ekspresi Kyuhyun saat ini.

Kyuhyun mengepal erat tangannya dan segera berbalik untuk melihat bagaimana wajah orang yang bernama Siwon itu. Ia tatap baik-baik wajah itu. Ia ingat baik-baik wajah itu. Itulah wajah seseorang yang namanya disebut oleh Sungminnya. Ingat baik-baik, Sungmin milik Kyuhyun. Itulah yang ada dipikiran Kyuhyun.

"Jadi kau yang bernama Siwon.." Kyuhyun menyeringai dan, "GOTCHA!" desis Kyuhyun.

.

.

.

Sungmin terus berjalan menjauh dari kelas untuk segera pulang ke apartement sederhananya. Air mata terus menggenangi matanya dan mengalir turun kebawah melewati pipinya.

"Hiks.. urrgh.." Sungmin terus menangis terisak mengingat kejadian yang baru saja dialaminya tadi. Bagaimana bisa hal ini terjadi padanya, pikir Sungmin. Tapi ia merasa beruntung karena entah darimana datangnya, ia memperoleh kekuatan untuk lepas dari orang biadab itu.

'Sungmin.. ingatlah, kau berbeda dari yang lainnya. Jadi eomma harap kau bisa menjaga baik-baik dirimu'

Tiba-tiba Sungmin teringat omongan eommanya yang beberapa tahun yang lalu. Sampai saat ini Sungmin masih bingung dengan maksud dari omongan eommanya itu. Disaat Sungmin berhenti melamun, tiba-tiba datang suara dari belakang memanggil namanya.

"Hey!"

.

.

.

.

TBC