Chapter 3
- Don't Share Your Smile –
Kyumin, Simin
Drama, Romance, Angst, Hurt/Comfort
Rating T
Typo(s), YAOI, Boy Boy, MPREG
All casts belong to themselves, I do not own them, but I own this story exactly. Yah, although my fic is not as great as another author's but the story originally come from my mind. So, do not try to say this fanfiction is yours!
Once again, DON'T LIKE DON'T READ!
.
.
.
Sungmin terus berjalan menjauh dari kelas untuk segera pulang ke apartement sederhananya. Air mata terus menggenangi matanya dan mengalir turun kebawah melewati pipinya.
"Hiks.. urrgh.." Sungmin terus menangis terisak mengingat kejadian yang baru saja dialaminya tadi. Bagaimana bisa hal ini terjadi padanya, pikir Sungmin. Tapi ia merasa beruntung karena entah darimana datangnya, ia memperoleh kekuatan untuk lepas dari orang biadab itu.
'Sungmin.. ingatlah, kau berbeda dari yang lainnya. Jadi eomma harap kau bisa menjaga baik-baik dirimu'
Tiba-tiba Sungmin teringat omongan eommanya yang beberapa tahun yang lalu. Sampai saat ini Sungmin masih bingung dengan maksud dari omongan eommanya itu. Disaat Sungmin berhenti melamun, tiba-tiba datang suara dari belakang memanggil namanya.
"Hey!"
.
.
.
.
"Hey!" terdengar suara dari belakang yang membuat Sungmin berhenti seketika dari lari pelannya.
DEG! Suara ini, Sungmin tahu dengan jelas siapa pemilik suara ini. Ia sering mendengarnya disekolah. Dan suara inilah yang membuat hari-hari Sungmin di sekolah terasa hidup.
Tetapi tunggu dulu. Benarkah suara ini berniat memanggilnya? Itulah yang dipikirkan Sungmin sekarang. Sungmin terdiam lalu menatap kedepan untuk membuktikan bahwa tidak ada orang selain dirinya di koridor sekolah. Dan ternyata memang tidak ada seorang pun di koridor tersebut kecuali dirinya dan orang itu. Siapa lagi kalau bukan Siwon lah yang memanggilnya.
Karena terlalu senangnya Sungmin dipanggil oleh Siwon, kejadian yang telah dialaminya beberapa menit lalu sirna begitu saja. Terlebih lagi, ia tidak ingat bahwa dirinya sedang tidak dalam keadaan 'nerd' lagi.
Sungmin terdiam ditempatnya tidak berani membalikkan badannya kearah Siwon. Ia terlalu gugup. Apalagi, ditambah suara langkah Siwon yang semakin mendekat kearahnya. Sungmin pun sempat terlintas untuk pergi dari tempat itu sekarang juga, namun sayangnya ia tidak terlalu cepat untuk pergi menghindari Siwon.
Siwon lalu meraih pergelangan tangan Sungmin dan membalikkan tubuh Sungmin menghadap kearahnya. Sungmin masih terdiam menunduk ke bawah seolah-olah lantai koridor lebih menarik daripada wajah tampan di depannya ini.
Entah ada dorongan apa, Siwon penasaran dengan wajah yang tetunduk itu dan tertutup oleh rambut depannya. Dia memegang dagu Sungmin dan mengangkatnya dengan lembut serta perlahan.
Perlakuan dari Siwon yang terbilang mendadak tersebut membuat Sungmin tidak sengaja memerah pipinya. Bagaimana tidak. Siwon adalah namja yang ia cintai. Yah, walaupun Siwon tidak tahu hal itu, tapi Sungmin sudah cukup senang hanya melihatnya dari kaca jendela kelasnya.
Dan begitu Sungmin menengadahkan wajahnya menatap Siwon, Siwon pun terdiam mematung menatap Sungmin.
.
.
.
Siwon POV
Aku terus berlari mengejar namja tadi. Sial, sepertinya aku tertinggal. Aish. Tapi tunggu dulu. Sepertinya aku belum pernah melihat namja tadi. Apa dia bersekolah disini? Tapi itu jelas. Karena ia memakai seragam yang jelas-jelas sama denganku. Yah, walaupun agak sedikit berantakan menurutku.
Aku melewati koridor kedua menuju keluar gedung ini. Dan, itu dia. Akhirnya aku menemukannya. Untung saja ia melambatkan langkahnya. Langsung saja aku memanggilnya.
"Hey!" aku memanggilnya seperti itu karena aku tidak tahu siapa namanya. Kulihat dia langsung terdiam berdiri ditempatnya. Sepertinya ia mendengarku. Tapi, mengapa ia tidak segera membalikkan tubuhnya kearahku? Apa dia takut aku untuk melihat wajahku? Ah sudahlah.
Akhirnya aku memberanikan diri mendekat ke arahnya. Emm, sepertinya ia mau pergi dari sini. Namun sebelum aku kehilangan dia, kupegang pergelangan tangannya dan kuarahkan tubuhnya menghadapku.
Hei. Mengapa dia terus menunduk? Apa dia melakukan kesalahan, sampai-sampai ia tidak berani menatapku. Entah karena dorongan apa, aku mengangkat dagunya perlahan.
DEG!
Siwon POV END
.
.
.
DEG!
Ketika mata Sungmin menatapnya, Siwon tidak bisa memikirkan apapun saat itu juga. Mata itu. Ya, mata itu. Mata yang bersinar terang layaknya mata rubah di malam hari. Seperti keadaan saat ini. Mata Sungmin tetap terlihat bersinar walaupun saat ini hari sudah mulai gelap.
Tidak hanya foxy-eyes tersebut yang membuat Siwon terdiam mematung. Namun, hidung bangir itu, Pipi merahnya yang merona. Leher putihnya yan mulus. Dan jangan lupakan M shaped-lips Sungmin. Ditambah bibirnya yang masih basah dan lembab karena perbuatan Kyuhyun tadi. Hah, berterimakasihlah pada Kyuhyun, Lee Sungmin. Karena dirinya, bibirmu menjadi lebih menarik dimata Siwon, namja yang kau sukai itu.
Entah mengapa Siwon bisa melihat semua keindahan yang ada pada diri Sungmin saat ini. Padahal, hari sudah mulai gelap. Yah, walaupun koridor sekolah tidak dalam keadaan gelap gulita.
Siwon terus tediam mengagumi betapa indahnya semua yang ada pada diri Sungmin. dan lihatlah kalian. Siwon melihat Sungmin dari ujung rambut sampai turun keujung kaki, dan kembali lagi ketas.
Namun, sebelum Siwon hendak menanyakan Sungmin siapa namanya, tangan Siwon entah sengaja atau tidak, telah menyentuh pipi Sungmin. Dimana terdapat bekas aliran airmata Sungmin karena kejadian buruk tadi bersama Kyuhyun.
"Hey, apa kau habis menangis?"
Sungmin yang mendengar pertanyaan tersebut dari Siwon tiba-tiba terlhat murung. Dan kembali ia menundukkan wajahnya tidak berani menatap Siwon.
Pertanyaan yang keluar dari mulut Choi Siwon itu membuat sekelebat bayangan Kyuhyun hinggap dipikirannya. Sungmin menunduk sedalam-dalamnya. Matanya bergerak gelisah dan napasnya pun tidak beraturan. Ia tidak mau mengingat-ingat kembali kejadian tadi, tapi mengapa Siwon malah mengingatkannya kembali.
"A-Aish, H-Hey.. kau kenapa?" Siwon tercekat karena dia mendengar suara isak tangis dari namja didepannya ini. Ketika ia hendak memeluk Sungmin untuk menenangkannya, Siwon tak sengaja melirik name-tag yang menempel di seragam sebelah kanan Sungmin yang terlihat sedikit berantakan. Dan disitu tercetak, Lee Sungmin. 'Oh, jadi namanya Lee Sungmin.' batin Siwon.
"Sudahlah.. Sungmin-ssi. Ada apa denganmu? Kenapa kau seperti ini. Apa kau punya masalah? Katakana saja padaku." Serbu Siwon dengan beberapa pertanyaan. Siwon pun memeluk Sungmin yang terus terisak pelan didada Siwon.
"A-Ani. A-Aku baik-baik saja, Siwon-ssi." Ujar Sungmin sembari melepaskan pelukan Siwon padanya. Dan Siwon pun melepaskan pelukannya pada Sungmin. Karena dirasanya ia juga belum mengenal dekat dengan Sungmin.
.
.
.
Setelah mengantarkan Sungmin ke apartement sederhananya, Siwon segera kembali ke apartement mewah miliknya.
Begitu ia memasuki apartment-nya, Siwon langsung duduk begitu saja di sofa ruang tamunya. Ia merebahkan dirinya di permukaan halus sofa dan menatap ke langit-langit atap ruangan itu.
'Sungmin.. sepertinya aku pernah mendengar nama itu. Tapi kira-kira dimana aku pernah mendengarnya..' batin Siwon. Ia terus menatap langit-langit atap untuk mengingat siapa itu Sungmin.
.
.
.
"AH! Sungmin.. Lee Sungmin! Ne, Lee Sungmin si 'nerd' itu. Tapi tunggu dulu. Mengapa ia beda sekali dengan penampilannya sehari-harinya. Dia tadi terlihat.. manis." Siwon tanpa disadari tengah tersipu mengingat kembali betapa indahnya Sungmin dimatanya.
"Ah.. aku rasa aku beruntung melihatnya dalam keadaan seperti itu." kata Siwon sembari bangun dari sofa untuk beralih ke kegiatannya yang lain.
.
.
Tetapi sayangnya kau bukanlah orang pertama yang melihat keindahan dibalik 'nerd' Lee Sungmin, Siwon-ssi. Karena itu semua sudah terlebih dahulu disadari oleh satu-satunya pewaris tunggal keluarga Cho, yah.. dan orang tersebut adalah Cho Kyuhyun.
.
.
.
.
Keesokan paginya, seperti biasa Sungmin menyiapkan dirinya dengan memakai berbagai macam property 'nerd' nya. Walaupun sebelumnya tertinggal di kelas, ia masih punya cadangan untuk dipakainya.
Sebenarnya ia merasa tidak enak untuk masuk sekolah. Itu karena ia akan bertemu dengan Kyuhyun. Terlebih lagi, Kyuhyun sekelas dengannya. Dan dengan memikirkannya saja sudah membuat Sungmin merasa aneh. Antara takut, sedih, dan was-was bercampur menjadi satu.
Namun, apalah daya. Ia tetap harus melanjutkan kegiatan bersekolahnya demi lulus dari sekolah itu. Lagipula kejadian kemarin ketika bersama dengan Kyuhyun membawa dampak positif juga pada Sungmin. ia jadi bisa bertemu dan bertatap muka dengan Siwon. Yah, walaupun Siwon jadi tahu bagaimana wujud aslinya yang sebenarnya, dibalik tampilan 'nerd' nya sehari-hari.
'Tenanglah, Lee Sungmin. Tidak usah kau pikirkan orang itu.' hibur Sungmin kepada dirinya sendiri.
Segera Sungmin keluar dari apartement-nya untuk menuju ke sekolah. Ia berjalan kaki ke sekolah. Yah, itu karena jarak antara apartement-nya dengan sekolah cukup dbilang dekat.
.
.
Dilain tempat, Kyuhyun keluar dari apartement-nya dan segera naik ke mobil hitamnya. Ia melajukan mobilnya melewati arus lalu lintas di depannya. Sampai tiba-tiba ia melihat sesorang yang terasa familiar baginya sedang berjalan dipinggir jalan, memakai seragam yang sama dengannya. Lee Sungmin.
Ia pun melambatkan laju mobilnya untuk mengikuti langkah Sungmin. Asal kalian tahu bahwa menyamakan langkah kaki dengan laju mobil itu sangatlah sulit. Namun untuk Sungmin-nya, Kyuhyun rela melakukan itu.
Sebelumnya Kyuhyun ragu untuk menawarkan tumpangan pada Sungmin atau tidak. Mengingat dia kemarin telah melakukan hal yang bisa dibilang kurang ajar pada Sungmin. Namun, belum sempat Kyuhyun memutuskan akan turun dari mobil, tiba-tiba sebuah mobil silver melaju dan berhenti didepan mobilnya.
Terlebih lagi, mobil brengsek itu berhenti tepat disamping Sungmin. Dan ketika Kyuhyun tahu siapa orang yang ada di dalam mobil itu, ia sangat.. tidak senang melihatnya. Siapa lagi kalau bukan Choi Siwon.
'Hei, bagaimana bisa dia bisa mengenali Sungmin!' batin Kyuhyun marah.
Kyuhyun dapat melihat Siwon keluar dan menawarkan tumpangan pada Sungmin. Begitu Kyuhyun mengarahkan matanya ke Sungmin, ia dapat melihat Sungmin kaget dengan kehadiran Siwon didepannya. Dan jangan lupakan semburat merah yang terbentuk dibalik pipi mulusnya.
Tidak lama kemudian, Sungmin dan Siwon segera menaiki mobil Siwon untuk menuju ke sekolah. Namu, belum sempat Siwon melajukan mobilnya, tiba-tiba dari arah belakang mobil Siwon terdapat sebuah mobil hitam melaju kencang melewati samping kanan.
Dan dua orang yang didalam mobil silver pun hanya bisa kaget dan terdiam sejenak melihat hal tersebut.
.
.
.
.
"Gomawo, Siwon-ssi." Ucap Sungmin berterima kasih pada Siwon setelah ia diantar untuk sampai ke sekolah. Jujur, Sungmin sendiri kaget karena tiba-tiba seorang Choi Siwon yang terkenal di sekolahnya mau menawarinya tumpangan. Dan Sungmin merasa senang sekali dengan adanya kejadian ini.
Sungmin membuka pintu mobil dan segera keluar untuk pergi ke kelasnya.
"Ah, chakkaman—" Siwon yang hendak memanggil Sungmin hanya bisa menutup mulutnya kembali karena ternyata Sungmin sudah jauh dari jangkauannya untuk berbicaara.
"Aish, padahal aku ingin mengantarnya ke kelas.." sesal Siwon. Ia pun segera turun dari mobilnya menuju ke kelas tanpa menyadari ada seseorang didalam mobil hitam yang dilewatinya. Ya, dialah Cho Kyuhyun.
Kyuhyun berada didalam mobilnya hanya untuk menunggu kedatangan Sungmin dan namja brengsek itu, menurut Kyuhyun. Asalkan kau tahu Kyuhyun-ssi, bahwa sebenarnya yang bisa dibilang namja brengsek adalah anda sendiri Cho Kyuhyun, atas apa yang telah anda perbuat pada Lee Sungmin sehabis pulang sekolah kemarin.
.
.
.
Sungmin terdiam sejenak sebelum memasuki kelasnya. Ia lagi-lagi ragu. Lebih baik ia masuk apa membolos saja. Namun, entah mendapat dorongan darimana, Sungmin akhirnya memantapkan hatinya untuk memasuki kelas. Dia pun berharap bahwa setidaknya Kyuhyun belum masuk ke kelas. Karena ia tidak bisa berbuat apapun jika Kyuhyun ada didalam kelas.
Sungmin pun melangkahkan kakinya masuk ke kelas. Dia mengedarkan pandangannya keseluruh sudut kelas, dan seperti harapannya.. Kyuhyun tidak ada di kelas. Seperti biasa, tidak ada siapapun yang menyapanya. Yah, itu karena predikat 'nerd' nya di sekolah.
Diletakkannya tasnya diatas meja dan ia langsung duduk dikursinya. Tak berselang lama, Sonsaengnim pun datang. Murid-murid pun membungkuk untuk member salam kepadanya.
Selang beberapa detik, tiba-tiba pintu ruang kelas terbuka dengan kasarnya. Membuat seisi kelas menengok kearah suara itu. Dan tampaklah Kyuhyun yang sepertinya sedang dalam keadaan bad-mood.
Kyuhyun langsung memasuki kelas tidak peduli dengan apa yang sudah diperbuatnya. Ia tidak peduli dengan apapun yang bukan menjadi urusannya. Itulah Cho Kyuhyun. Dan tidak ada seorang pun yang berani menegur Kyuhyun.
Sungmin yang melihat Kyuhyun datang, segera menundukkan kepalanya tidak berani meliat kearah Kyuhyun, apalagi menatapnya. Walaupun Sungmin tahu bahwa sekarang Kyuhyun sedang menatapnya dari depan.
Kyuhyun yang terus berjalan menuju tempat duduknya disebelah Sungmin, tiba-tiba berhenti tepat disamping Lee Sungmin tanpa menoleh kearahnya dan berkata, tepatnya berbisik pada Sungmin.
.
.
"Perjalanan ke sekolah yang menyenangkan. Bukankah begitu, Minnie-ah."
.
.
.
TBC
Annyeong :) I'm sorry for the late-update, because I've the examinations :)
Sebelumnya maaf kalau alurnya kecepeten, tp saya emang fokus sama love at first sight nya Kyuhyun ke Sungmin. Jadinya mianhae :) Lagipula saya belumlah seorang penulis hebat seperti yang ada di fandom ini.
Emm, maaf juga kalau ni ff ntar bakalan panjang, tp nggak tahu panjangnya seberapa fufu. Ntar kalau pendek, dibilang kecepeten lagi -_-
Gomawo buat yang udah nyempetin baca, bahkan review. Saya tahu, kalian pasti bisa memilih untuk lebih baik mereview atau tidak :)
Special thanks to :
Chapter 1 :
winecouple, riesty137, SSungMine, Guest, deviyanti137, park ji hyun, KyuMin Child Clouds, Princess Pumkins ELF, Zahra Amelia, sissy, sha, Guest, TiffyMinnie, HyunChan2509, sitapumpkinelf and all who has added my story to your favorite :)
Chapter 2 :
sitapumpkinelf, deviyanti137, Zahra Amelia, Guest, Miinalee, maria8, riesty137, winecouple, ButtCouple137, HyunChan2509, Princess Pumkins ELF , KyuMin Child Clouds , , SPREAD JOY137 and to you all who has added my story to your favorite :)
Bagaimana? Saya masih butuh banyak saran dan sugesti dari kalian semua :) Oya, mian kalo tiap chapter belum bisa panjang. karena memang saya tidak ahli dalm menulis panjang-panjang -_- tp saya akan berusaha sebaik mungkin.
Last, but not the last.. masih dilanjut atau mau dihapus? Saya terserah kalian :) Kalau mau dilanjut, saya akan melanjutkan. Tapi kalo nggak, yaudah deh.. ffnya buat ayee ajaa haha
Please keep review my readers and silent readers fufufu
Sign,
winecoup137
