Chapter 4
- Don't Share Your Smile –
Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Choi Siwon
Kyumin, Simin
Drama, Romance, Angst, Hurt/Comfort
Rating T
Typo(s), YAOI, Boy Boy, MPREG
All casts belong to themselves, I do not own them, but I own this story exactly. Yah, although my fic is not as great as another author's but the story originally come from my mind. So, do not try to say this fanfiction is yours!
Once again, DON'T LIKE DON'T READ!
.
.
.
.
.
Sungmin yang melihat Kyuhyun datang, segera menundukkan kepalanya tidak berani meliat kearah Kyuhyun, apalagi menatapnya. Walaupun Sungmin tahu bahwa sekarang Kyuhyun sedang menatapnya dari depan.
Kyuhyun yang terus berjalan menuju tempat duduknya disebelah Sungmin, tiba-tiba berhenti tepat disamping Lee Sungmin tanpa menoleh kearahnya dan berkata, tepatnya berbisik pada Sungmin.
.
.
"Perjalanan ke sekolah yang menyenangkan. Bukankah begitu, Minnie-ah."
.
.
DEG! Kata-kata itu. Apa maksudnya? Itulah yang dipikirkan Sungmin. Sungmin tidak mengerti mengapa Kyuhyun berkata seperti itu. Perjalanan apa yang dimaksud Kyuhyun. Ia tadi berkata 'sekolah'?
Sungmin terus menunduk. Ia berpikir terus, terus dan terus. Pernyataan Kyuhyun terus menerus berputar di otaknya. Hingga akhirnya Sungmin menemukan jawabannya. Siwon. Ya, Siwon. Kyuhyun tahu bahwa ia tadi pergi ke sekolah dengan Siwon.
Rasa kaget, takut, panik, bercampur menjadi satu. Ia tidak peduli dengan apa yang sedang diterangkan oleh Seonsaengnim di depan kelas. Yang dipikirannya sekarang hanya satu. Kyuhyun. Mengapa semenjak Kyuhyun datang, hidupnya tidak tenang. Ditambah kejadian kemarin yang membuatnya jijik dan takut padanya.
Tapi, entah kenapa Sungmin merasa aneh. Mengapa Kyuhyun ingin tahu sekali siapa itu Siwon. Apa Kyuhyun tahu kalau Sungmin menyukai Siwon? Tapi, apa urusannya kalau Sungmin menyukai Siwon. Toh, Kyuhyun bukanlah seseorang yang penting baginya. Haha. Yah, Lee Sungmin.. hanya Kyuhyun yang tahu dari pertanyaanmu itu.
.
.
.
Dering bel sekolah pun berbunyi. Menandakan bahwa ini saatnya istirahat. Murid-murid lain pun berhamburan keluar kelas untuk pergi ke cafeteria sekolah. Menyisakan dua orang namja di kelas. Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin.
Sungmin yang menyadari dirinya hanya seorang diri berdua bersama Kyuhyun, ingin cepat-cepat pergi dari kelas. Scene saat ia hanya berdua saja dengan Kyuhyun kemarin, datang begitu saja dipikiran Sungmin. Dimasukkannya kembali barang-barangnya kedalam tas. Setelah selesai, dilangkahkan kakinya keluar kelas.
Namun, sebelum dirinya mencapai pintu kelas, tiba-tiba Sungmin merasakan pergelangan tangannya digenggam erat, seperti mencegahnya untuk pergi. Bersamaan dengan itu, datang suara dari belakang Sungmin. Ya, suara itu. Dalam, datar, tapi mencekam di telinga Sungmin. Suara bass indah milik seseorang yang 'menemani'nya didalam kelas ini. Siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun.
"Lee Sungmin, ingatlah. Bahwa aku tidak akan berdiam diri sampai sini saja. Karena apa yang aku inginkan harus menjadi milikku. Dan kau tahu, apa—ah, ani.. siapa yang aku inginkan?—"
TAP!
Pernyataan, ah, bukan.. tepatnya pengakuan dari Kyuhyun secara tidak langsung, terpotong dengan adanya seseorang berdiri tepat didepan pintu kelas. Dan Kyuhyun tidak suka melihatnya.
"Ah, Sungmin-ssi. Apa kau sibuk? Dan.. apa kau tidak lapar? Aku ingin mengajakmu ke cafeteria. Tapi, sepertinya kau sedang.. sibuk," Siwon yang melihat kearah pergelangan tangan Sungmin, yang notabene sedang seara terang-terangan digenggam langsung oleh Kyuhyun.
Sungmin yang menyadari Siwon melihat kearahnya, segera melepaskan atau tepatnya menghempaskan tangannya dengan tangan Kyuhyun. Kyuhyun yang awalnya melihat Siwon dengan death glare-nya langsung mengarahkan pandangannya kearah Sungmin. Kyuhyun merasa berani sekali Sungmin memperlakukannya seperti itu.
Sungmin sadar bahwa Kyuhyun tengah memperhatikannya atau tepatnya menatapnya tajam. Namun, hal itu sama sekali tak digubrisnya. Karena yang paling penting sekarang Siwon jangan sampai salah paham padanya.
Hei, Lee Sungmin. Bahkan Siwon bukanlah namjachingumu. Mengapa kau susah-susah mempermasalahkannya? Haha.
.
"Ah, a-aniyo. Aku tidak sibuk sama sekali, Siwon-ssi. Bahkan aku sekarang juga mau pergi kesana," Sungmin berjalan menuju kearah Siwon, dan berhenti tepat didepan Siwon. Sedangkan Siwon yang mendengar jawaban dari Sungmin, tersenyum simpul memperlihatkan lesung pipinya.
"Oh, baiklah kalau begitu. Kajja."
Baru Sungmin dan Siwon hendak melangkahkan kakinya menuju cafeteria, entah sejak kapan Kyuhyun sudah berada dibelakang Sungmin untuk pergi keluar dari kelas. Namun, satu kata dari Kyuhyun yang ditujukan untuk Sungmin, membuat Sungmin berhenti terdiam seketika.
"… yaitu KAU, Sungmin-ssi. INGATLAH itu."
.
.
.
Selama diperjalanan menuju ke cafeteria, Sungmin terlihat diam saja seperti tengah memikirkan sesuatu yang sangat berat. Siwon yang melihatnya, merasa penasaran terhadap apa yang tengah Sungmin pikirkan.
"Sungmin-ssi, kau kenapa? Apa kau biak-baik saja? Katakan saja padaku bila kau ada masalah," kata Siwon. Sedangkan yang ditanyai diam membisu tidak menjawab.
Siwon yang akhirnya merasa tidak enak lalu menepuk-nepukkan tangannya ke pundak Sungmin. Dan hal itu berhasil membuat Sungmin berjengit kaget menerima sesuatu yang datang secara tiba-tiba.
"A-Ah, a-ani. Aku baik-baik saja, Siwon-ssi. Tenang saja," Sungmin pun memberikan Siwon senyum simpulnya. Siwon yang melihat itu hanya bisa tersenyum balik kepada Sungmin. Yah, walaupun Siwon tahu bahwa senyum itu seperti dipaksa. Tapi, karena Siwon merasa kalau Sungmin memang tidak ingin memberitahu saat ini, mau bagaimana lagi.
Namun, apa yang sudah diucapkan Sungmin jauh dari apa yang sebenarnya. Sungmin berbohong. Ya, Sungmin berbohong kepada Siwon. Ia sedang tidak baik-baik saja saat ini. Dan itu semua karena kata-kata Kyuhyun yang baru saja diucapkannya tadi.
"Lee Sungmin, ingatlah. Bahwa aku tidak akan berdiam diri sampai sini saja. Karena apa yang aku inginkan harus menjadi milikku. Dan kau tahu, apa—ah, ani.. siapa yang aku inginkan?—"
"… yaitu KAU, Sungmin-ssi. INGATLAH itu."
Dan kata-kata itu sekali lagi berhasil membuat Sungmin semakin takut terhadap Kyuhyun. ia sungguh tidak bisa berpikir apa-apa lagi.
.
.
.
TAP. TAP. TAP.
Suara langkah kaki seseorang terdengar menggema di koridor sekolah. Seorang namja tampan, dengan kulit pucat dibalik seragam yang dikenakannya. Rambut brunette-nya yang bebas, diterpa angin yang memasuki koridor sekolah melewati kaca jendela, tetap tak membuat status ketampanannya hilang begitu saja. Ditambah mata itu. His dark-brown eyes. Jangan tanyakan sudah berapa yeoja, bahkan namja yang telah terjebak kedalamnya. Kyuhyun. Cho Kyuhyun tepatnya.
"Shit! Kenapa berani sekali kau menghempaskan tanganku, Lee Sungmin!" Kyuhyun menambahkan, "Ini pasti gara-gara namja sialan itu."
Kyuhyun tidak peduli beteriak seperti layaknya orang gila di koridor sekolah. Karena memang dipikirannya hanya ada Lee Sungmin. Namja yang dicintainya, yah.. itu menurut Kyuhyun. Dia terus berjalan dengan pasti sambil berpikir bagaimana caranya agar Sungmin dapat menjadi miliknya.
Memang Kyuhyun akui, kalau ia sekarang tidak mau bergerak terlalu terburu-buru. Karena ia tahu bahwa bahwa Sungmin juga bukanlah namja murahan yang sering ia temui di club-club malam. Dan itulah yang membuatnya tambah mencintai Sungmin.
Dikeluarkannya device kotak berwarna hitam miliknya. Dia ingin menghubungi seseorang. Ditekannya nomor yang ia yakini tepat untuk seseorang yang akan melakukan hal yang ia inginkan sekarang.
"Cepat carikan aku informasi mengenai Lee Sungmin. Oya, dan jangan lupa carikan juga aku informasi tentang Choi Siwon. Kau mengerti?"
"….."
"Good."
Senyuman, tepatnya seringaian kembali ia keluarkan demi seseorang yang bernama Lee Sungmin. Satu langkah berhasil dilaksanakannya, entah berapa langkah lagi yang menanti dibelakang.
Kembali Kyuhyun melangkahkan kakinya entah kemana. Karena memang dari awal ia tidak berniat pergi kemana pun, kalau saja Siwon tidak mengganggunya dengan Sungmin.
Namun, entah mendapat dorongan darimana, langkah kaki Kyuhyun menuju ke sebuah tempat. Cafeteria. Haha, mungkin instingmu atau bahkan rasa cintamu itulah yang membimbingmu kakimu untuk pergi kesana, Cho Kyuhyun-ssi.
.
.
.
Setelah sampai didepan pintu cafeteria, Kyuyun segera masuk tanpa basa-basi. Ia tidak menghiraukan tatapan maupun bisikan-bisikan yang diarahkan kepadanya. Ya, Kyuhyun tahu bila mereka semua tengah membicarakan dirinya. Seperti biasa mereka kagum dan terpesona pada ketampanan Kyuhyun bak Devil Prince itu.
Matanya memandang ke berbagai arah guna mencari seseorang. Haha, kalian pasti tahu siapa orang yang dimaksud, bukan? Benar sekali. Sungmin lah orangnya.
Matanya terus mengedar ke sudut cafeteria, namun tidak kunjung ditemukannya. Salahkan betapa luasnya dan banyaknya orang didalam sana. Hingga akhirnya terdengar suara dua orang namja dari arah samping Kyuhyun, sedang berbisik membicarakan sesuatu yang Kyuhyun tak suka mendengarnya.
"Hei, kau tahu? Mengapa Choi Siwon bisa bersamanya? Sejak kapan mereka bersama? Padahal namja 'nerd' itu tidak pantas sama sekali untuk Siwon!"
"Molla. Tapi kalau dilihat-lihat daritadi Sungmin lah yang menempel terus padanya. Dasar pela—"
SRET!
Perkataan namja itu pun terpotong, tepatnya dipotong oleh Kyuhyun. Ckck. Maka dari itu, janganlah kalian berani berdialog tentang Lee Sungmin didepan seorang Cho Kyuhyun. Camkan itu.
"Katakan.. cepat katakan dimana mereka berada," desis Kyuhyun didepan persis namja tadi. Kerahnya pun tak segan-segan Kyuhyun tarik untuk memperlihatkan betapa tidak sukanya Kyuhyun tentang topik mereka.
"M-Maksudmu?"
"Namja 'nerd' yang kau bilang tadi dengan namja sialan itu," jelas Kyuhyun masih dengan memegang erat kerah namja yang sudah terlihat ketakutan itu. Kyuhyun tidak peduli apakah banyak yang melihatnya atau tidak. Karena dia adalah Cho Kyuhyun, dan tak ada seorang pun yang Kyuhyun takuti.
"D-Disa..na," kata namja tersebut sembari menunjuk dimana posisi Sungmin and Siwon sekarang. Sedangkan Kyuhyun yang melihatnya pun segera melepaskan tarikannya pada kerah namja tersebut.
Senyuman pun ia berikan padanya. Yah, walaupun kalian bisa bilang itu tak sepenuhnya bisa disebut senyuman. Dirapikannya kerah namja tersebut, seperti hendak membersihkannya dari debu yang ada.
Kyuhyun pun berjalan kembali mencari tempat duduk yang sekiranya bisa dengan jelas melihat baby-nya, namun sebelum itu, Kyuhyun berbalik kearah namja tersebut dan berbisik, "Oya, sebaiknya kalian berkaca pada diri kalian sendiri sebelum mengatai orang lain pelacur. Karena kalian sendiri lebih dari sekedar itu. Arraseo?"
.
.
.
Bel tanda berakhirnya jam istirahat hampir beberapa menit lagi. Dan suasana cafeteria pun sudah tak seramai tadi ketika pertama kali. Siwon yang memang berbeda kelas dengan Sungmin pun kembali lebih awal ke kelasnya daripada Sungmin. Sedangkan Sungmin pun baru mau kembali ke kelas sekarang.
Namun, sebelum Sungmin kembali ke kelasnya, ia hendak pergi ke restroom dahulu. Ketika Sungmin keluar dari cafeteria, ia tak menyadari ada Kyuhyun yang mengikutinya. Bahkan megikutinya sampai ke restroom.
Setelah Sungmin melakukan hal yang sudah semestinya untuk dilakukan di restroom, tiba-tiba pintu terbuka, datanglah Kyuhyun dari arah luar. Sungmin yang menyadari itu adalah Kyuhyun, segera cepat-cepat mencuci tangannya dan pergi keluar.
Namun, belum sempat Sungmin meraih knot pintu, ia merasakan –lagi- pergelangan tangannya digenggam erat oleh Kyuhyun. Sungmin yang panik pun mulai gemetaran. Ia tak ingin kejadian buruk itu menimpanya lagi.
"K-Kyuhyun, a-apa yang kau lakukan?! Je-bbal lepaskan aku.." lirih Sungmin gemetar. Posisinya sekarang sangatlah susah untuk lepas. Karena Kyuhyun tadi mendorong tubuhnya sehingga membentur dinding kamar mandi.
Kyuhyun yang melihat Sungmin gemetar seperti ini langsung menciumnya tanpa ragu. Mata Sungmin pun terbuka lebar karena perlakuan Kyuhyun ini. Bayangan kelam itu pun semakin kuat berputar dipikiran Sungmin.
Kyuhyun terus memperdalam ciumannya, namun karena Sungmin memang dari awal sudah gemetaran dan memberontak, maka ciuman itu pun tak berlangsung lama. Napas dari keduanya terdengar didalam ruangan tersebut.
Kyuhyun yang sadar terdapat air mata keluar dari mata Sungmin, segera menghapusnya dengan lembut. Sungmin pun tetap diam begitu saja dengan perlakuan Kyuhyun yang bisa dibilang lembut ini. Karena Sungmin memang sudah shock dengan semua yang terjadi secara tiba-tiba tersebut.
"Tenang saja, Min. Aku tidak akan melakukan apapun kepadamu. Ini hanya peringatan saja untukmu bila kau sama sekali tidak mendengar apa mauku. Tetapi, apabila kau memang benar-benar tak menggubris kata-kataku tadi.. aku tidak tahu selanjutnya apa yang akan kulakukan padamu, Min. Ingatlah itu, Minnie-ah."
Sungmin yang mendengar perkataan Kyuhyun itu pun hanya bisa diam dan pergi dari tempat tersebut. Air matanya yang terus mengalir keluar, asal dihapusnya dengan seragamnya. Ia tidak mengerti sama sekali kenapa hal ini terjadi padanya secara tiba-tiba.
.
.
.
.
.
TBC
Annyeong haha maaaaap telat banget -_- salahkan pada ujian saya ckck
Maap buat Kyumin moment nya yg belum ada, adanya cuma Kyuhyun jealous terus o.O
Oya, aku ingetin lagi kalo ni epep kayanya bakalan panjang fufufu
Gimana, gimana? ini epep gimana?
Yaudah deh langsung aja, special thanks to :
sitapumpkinelf, Maximumelf, deviyanti137, Guest, kyutmin, Zahra Amelia, abilhikmah, ButtCouple137, KyuMin Child Clouds, , winecouple, ammyikmubmik , Princess Pumkins ELF, maria8, AnjarHana137, HyunChan2509, riesty137, Ri Yong Kim, Guest and to you all who has been reading, following and favorite this ff :)
Yang punya akun udah aku bales di PM ^^ yang nggak udah saya baca sama resapi kok :)
Well, karena sudah mau puasa enaknya gimana yaa? *tuingtuing*
Yaudah deh, please review :) karena saya tahu kalian reader yang baik, begitu juga saya haha
and.. welcome for all of new readers ^^
sign,
winecoup137
