Chapter 5
- Don't Share Your Smile –
Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Choi Siwon
Kyumin, Simin
Drama, Romance, Angst, Hurt/Comfort
Rating T+
Typo(s), YAOI, Boy Boy, MPREG
All casts belong to themselves, I do not own them, but I own this story exactly. Yah, although my fic is not as great as another author's but the story originally come from my mind. So, do not try to say this fanfiction is yours!
Once again, DON'T LIKE DON'T READ!
.
.
.
.
.
"Tenang saja, Min. Aku tidak akan melakukan apapun kepadamu. Ini hanya peringatan saja untukmu bila kau sama sekali tidak mendengar apa mauku. Tetapi, apabila kau memang benar-benar tak menggubris kata-kataku tadi.. aku tidak tahu selanjutnya apa yang akan kulakukan padamu, Min. Ingatlah itu, Minnie-ah."
Sungmin yang mendengar perkataan Kyuhyun itu pun hanya bisa diam dan pergi dari tempat tersebut. Air matanya yang terus mengalir keluar, asal dihapusnya dengan seragamnya. Ia tidak mengerti sama sekali kenapa hal ini terjadi padanya secara tiba-tiba.
.
.
.
.
.
Kurang lebih tiga minggu telah berlalu setelah kejadian terakhir Kyuhyun bersama Sungmin di kamar mandi. Memang setelah itu, Kyuhyun tidak berbuat apapun yang lebih jauh terhadap Sungmin. Karena memang Sungmin sekarang jarang terlihat kembali bersama Siwon.
Tidak dipungkiri bahwa semenjak Siwon dan Sungmin pergi berdua saja ke cafeteria, gossip tentang mereka berpacaran sudah semerbak seantero sekolah. Mereka beranggapan bahwa seorang Choi Siwon, namja tertampan, ah ralat.. tepatnya salah satu namja tertampan di sekolah itu, setelah Kyuhyun pindah sekolah, tidak pantas dengan Lee Sungmin yang notabene adalah seorang murid 'nerd' di sekolah tersebut.
Dan mungkin karena itulah, Siwon tidak berani mendekati Sungmin lagi. Haha. Apakah kalian memikir seperti itu? Ya, kalian dan Kyuhyun boleh berpikir seperti itu. Namun, sayangnya seorang Choi Siwon tidak berpikir seperti itu.
Asal kalian tahu saja, bahwa dibalik hilangnya momen antara Siwon dan Sungmin terdapat sesuatu yang tak bisa kalian pikirkan. Siwon memang sudah tidak menghampiri atau bahkan berdekatan dengan Sungmin di sekolah, namun dibalik itu semua, Siwon ternyata sering pergi dengan Sungmin sehabis pulang dari sekolah. Baik itu sore hari ataupun malam hari.
Dan oleh karena itu, hubungan Sungmin dengan Siwon semakin dekat. Bahkan hubungan mereka berlanjut dengan status Sungmin yang sudah menjadi namjachingu Siwon. Entah bagaimana Siwon bisa terjerat oleh Sungmin secepat itu. Haha. Tapi jangan tanyakan pada Kyuhyun juga, bagaimana ia bisa mencintai Sungmin secepat itu.
Sungmin yang bisa menjadi namjachingu Siwon pun sanagt senang dengan hal tersebut. Karena akhirnya namja yang ia cintai, membalas cintanya. Entah bagaimana Siwon dan Sungmin bisa menyembunyikan hubungannya didepan murid-murid lain.
Memang tak dipungkiri bahwa Sungmin kadang merasa cemburu dengan namja-namja lain yang berdekatan dengan Siwon. Namun, mau bagaimana lagi, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Toh, ia sudah menjadi namjachingu Siwon.
Siwon dari awal sudah berbicara dengan Sungmin, bahwa lebih baik Sungmin dapat bersamanya tak hanya diluar sekolah, tapi juga didalam sekolah. Karena Siwon ingin sekali berdekatan dengannya sedetik pun. Yah, walaupun mereka berbeda kelas.
Namun, karena Sungmin yang tidak mau menyusahkan Siwon, dalam artian merusak image Siwon, Sungmin melakukan itu semua. Ia lebih baik begini daripada Siwon mendapat hujatan dari seantero sekolah. Biarkan Sungmin saja yang mendapa cacian itu semua. Karena ia sudah terbiasa dari awal.
Dan dengan seiringnya waktu berjalan, Sungmin sudah melupakan kejadian tak menyenangkan yang telah diperbuat Kyuhyun kepadanya. Ia sangat berterima kasih pada Siwon, karena berkat ia, Sungmin tidak merasa takut lagi. Yah, walaupun Sungmin tidak menceritakan perihal Kyuhyun pada Siwon.
Namun, kau janganlah terlalu terlena dengan kebahagiaanmu, Lee Sungmin. Karena kau sendiri tahu bahwa Cho Kyuhyun itu bagaimana wataknya. Ya, ia tak akan menyerah dan harus mendapatkan apa yang ia inginkan.
Dan seiring dengan tidak adanya momen antara Sungmin dengan Siwon, ia bergerak maju dengan mencari segala informasi tentang Sungmin dan Siwon. Bahwa Sungmin adalah anak yatim piatu yang tinggal di apartemen yang sangat sederhana. Itupun satu-satunya yang ditinggalkan oleh orang tua Sungmin padanya. Dan Choi Siwon, ia adalah satu-satunya pewaris perusahaan Choi Corporation. Ia tahu bahwa ayah Siwon adalah saingan dari ayahnya sendiri.
Kyuhyun tahu bahwa ia bergerak sangat lamban dalam mendapatkan Sungmin. Namun, itu semua supaya rencananya untuk mendapatkan Sungmin berjalan mulus.
.
.
.
"Sudahlah, Min. Tidak apa-apa, kau melepas itu semua. Kau tidak perlu memikirkan tentang image-ku. Kalaupun misalnya ada yang mencacimu, atau bahkan hendak melecehkanmu aku akan melindungimu," kata Siwon seraya memegang lembut pipi Sungmin. Ia sekarang sedang berada di apartemen Sungmin, hendak berangkat ke sekolah.
"T-Tapi Siwon-ah—"
"Sshh, dengarkan saja apa kataku, ne? Kau akan baik-baik saja. Apa kau tidak percaya pada namjachingumu yang tampan ini?" lirih Siwon, dengan ekspresinya yang seakan dia sakit hati dengan perkataan Sungmin.
"A-Ani, Siwon-ah. Aku bukannya tidak percaya padamu. Tapi.. apa tidak lebih baik bila kita seperti ini saja? A-Aku.." Sungmin yang melihat ekspresi Siwon seperti itu, akhirnya hanya bisa menghela napas dan menurut padanya.
"Baiklah, Wonnie-ah. Aku akan mencoba melepas ini semua. Tapi, sedikit demi sedikit, ne?" tanya Sungmin pada Siwon memamerkan puppy-eyes-nya, yang mana tidak akan ada yang bisa menghadapinya.
"Haah.. baiklah, Min. Terserah apa maumu. Asal kau sudah bersedia melakukan ini demi aku," Siwon pun memeluk Sungmin dan mencium bibir Sungmin dengan lembut.
"Gomawo, Min. Saranghae."
"Ne, Wonnie-ah. Saranghae," dibalasnya ciuman lembut dari Siwon itu.
.
.
.
Sesampainya di sekolah, Siwon dan Sungmin pun berjalan keluar dari mobil Siwon berdua. Awalnya Sungmin merasa tidak enak dengan tatapan dari para murid namja di sekolah. Namun, karena Siwon terus menggenggam tangannya dengan erat, menandakan bahwa ia sangat melindungi Sungmin.
Awalnya, tatapan para namja itu karena mereka iri dengan Sungmin yang bisa bersama Siwon. Namun, hari demi hari, tatapan mereka berubah menjadi terkagum-kagum dengan perubahan yang dialami Sungmin sedikit demi sedikit seperti yang dikatakannya pada Siwon beberapa waktu yang lalu.
Pertama, Sungmin mulai menata rambutnya, bajunya dan akhirnya hingga ia melepas kacamata 'nerd' nya itu. Dan itu membuat para namja di sekolah semakin terkagum-kagum padanya. Sedangkan Siwon yang melihat itu semua semakin mendekatkan diri pada Sungmin. Karena ternyata ia tidak akan menyangka bahwa akan ada banyak yang melihat Sungmin dengan tatapan mereka, yang entah pervert atau tidak.
Sungmin, ternyata tidak merasakan apa yang dialami Siwon. Ia sangat bahagia dan bahkan berterima kasih pada mereka semua yang ada di sekolah. Karena dengan begitu Siwon semakin dekat dengannya dan semakin ingin melindunginya. Dan ia tidak perlu khawatir lagi pada dunia luar seperti yang dikatakan eomma-nya dulu. Sungmin merasa bersyukur mempunyai namjachingu seperti Siwon.
Di lain pihak, Kyuhyun tidak suka melihat itu semua. Seakan ada rasa yang tidak enak di dadanya. Jujur, Kyuhyun sakit melihat Sungmin seperti itu dengan Siwon. Melihat Sungmin menjadi namjachingu Siwon. Melihat senyum Sungmin yang ia berikan untuk Siwon. Karena ia merasa hanya dirinyalah yang pantas utnuk Sungmin. Kyuhyun berpikir bahwa dirinya bisa membuat Sungmin lebih bahagia daripada Siwon. Ya, itulah yang dipikirkan Kyuhyun.
Namun, lama-kelamaan ternyata hubungan Sungmin dengan Siwon semakin mesra saja. Dan cercaan-ercaan terhadap Sungmin pun berubah menjadi pujian karena mereka beranggapan bahwa Lee Sungmin memang pantas dengan Choi Siwon. Dan itu membuat Sungmin semakin tersenyum pada Siwon. Kyuhyun ingin sekali Sungmin bisa tersenyum padanya.
Dan hal itu membuat Kyuhyun gelap mata.
.
.
.
"Min, mian. Kau bisa pulang sendiri, kan? Karena aku ada perlu dengan ayahku. Maafkan aku. Min," ucap Siwon seraya mencium kening Sungmin dengan lembut.
"Ne, Wonnie-ah. Aku tidak apa-apa."
"Saranghae, Min." Siwon pun segera bergegas keluar dari kelas Sungmin. Sekarang memang sudah saatnya pulang sekolah. Namun, karena Sungmin ingin mengembalikan buku ke perpustakaan dahulu, maka dari itu ia pulang terlambat.
Perpustakaan sekolah pun sudah sangat sepi dari pengunjungnya. Saat Sungmin masuk ke perpustakaan pun hanya ada satu dua orang yang masih setia dengan bukunya. Namun, sekarang tinggal Sungmin seorang yang masih di dalam perpustakaan. Ia masih sibuk mengembalikan buku-buku yang dipinjamnya ke rak, karena ia melihat bahwa petugas perpustakaan itu juga segera ingin pulang, maka dari itu Sungmin membantunya.
Tanpa Sungmin sadari ada namja yang masuk ke dalam ruangan tersebut. Cho Kyuhyun. Ya, Kyuhyun. Dan Kyuhyun pun melihat penjaga perpustakaan sedang terburu-buru, ia pun menyuruh penjaga itu segera pulang saja dan meninggalkan kuncinya pada Kyuhyun. Tanpa merasa curiga, penjaga itu pun segera melesat pergi dan memberikan kuncinya pada Kyuhyun.
Kyuhyun hanya bisa tersenyum menyeringai memikirkan ini semua. Ia pun segera mengunci pintu perpustakaan dari dalam. Kau mau berbuat apa, Cho Kyuhyun?
Di lain tempat, Sungmin yang merasa sudah selesai dengan urusannya, segera beranjak kembali untuk pulang. Tetapi sebelum Sungmin sempat sampai ke depan pintu perpustakaan, ia merasa tangannya ditarik ke belakang oleh seseorang. Pada awalnya Sungmin tidak tahu siapa. Namun, setelah ia terjatuh di lantai, Sungmin langsung mebelalakkan matanya melihat Kyuhyun.
Sungmin lupa bahwa masih ada kehadiran Kyuhyun di sekitarnya. Dan tiba-tiba rasa takut yang dialami Sungmin kembali lagi.
"Kyu.. Kyuhyun, kau? Kenapa kau.. Apa yang kau laku.. emmph-" mata Sungmin terbelalak kaget dengan apa yang dirasakannya saat ini.
"Emmph.. Kyu.. ap.. emmph."
"Min, jebal Min, jangan kau umbar senyummu pada orang lain Min. Senyummu hanya untukku seorang," bisik Kyuhyun disela ciumannya.
"Mwo? Apa yang ah.. lep.. lepash Kyuhyun.. jebal.. hiks.. Kyu..hyun tolong.. "
"Tidak Min. Aku tidak akan melepaskanmu," Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya pada Sungmin. Sungmin sudah mencoba untuk melepaskan diri tapi karena perbedaan kekuatan diantara keduanya, maka jadilah Sungmin hanya meronta-ronta pasrah dalam dekapan seorang Cho Kyuhyun.
Kyuhyun menyeringai melihat sesuatu tepatnya sesorang berada dibawahnya saat ini. Takut. Sungmin merasa takut. Sekarang tidak ada siapapun yang melindunginya. Baru sekali ini saja ia menyesal mengijinkan Siwon pulang dahulu. "Hiks.. Siwon.. tolong.." isak Sungmin.
"Mwo Minnie chagi? Hemm? Apa kau merindukan orang itu eoh?" bisik Kyuhyun di telinga Sungmin yang bergetar.
"Tenanglah.. kau akan aman bersamaku," bisik Kyuhyun seraya menjilat telinga Sungmin yang memerah.
"Kyu..hyun.. aku mohon.. hiks.."
Tanpa digubrisnya, kedua tangan Sungmin langsung Kyuhyun tarik keatas kepala Sungmin. Digenggamnya erat hingga meninggalkan jejak kemerahan di pergelangan tangan Sungmin. Sungmin tak urung untuk meringis menahan sakitnya. Sedangkan tangan kanan Kyuhyun sibuk melepaskan kancing seragam Sungmin satu persatu. Karena Sungmin yang meronta-ronta, dicium dan dilumatnya kasar bibir plump Sungmin yang sudah bengkak.
"Hiks.. appo K-Kyuhyun, andwae.. aku.. ah.. aku mo.. hon Kyu.."
Sungmin hanya bisa menangis pasrah disetubuhi Kyuhyun. Ia merutuki tindakannya yang mengijinkan Siwon untuk pulang terlebih dahulu. Tangis. Sakit. Perih. Menjadi satu saat sesuatu yang asing baginya merasuki miliknya yang sangat sempit.
"Akkkkkkhhhhh…. !"
Tangis pun pecah diantara sepinya suasana sekolah. Tak seorangpun mendengar kecuali pohon-pohon bergemerisik dibalik jendela yang menjadi saksi bisu antara Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin.
.
.
.
BRAAKK !
Pintu terbuka dan tampaklah seorang namja, ah bukan, tepatnya dua orang namja dimana sang namja tampan sedang menggendong namja manis satunya dengan bridal style. Ya, Cho Kyuhyun yang sedang menggendong Lee Sungmin.
Sungmin tertidur atau entah ia pingsan disebabkan aktivitas sebelumnya, karena paksaan dari seorang saja. Cho Kyuhyun.
Tak lupa Kyuhyun mengunci pintu perpustakaan. Dengan pasti Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju parkiran sekolah. Langit sudah menyembunyikan sang raja siang dari singgasananya. Tak terasa bagi Kyuhyun setelah ia melewatkan hari indahnya bersama Sungmin, seseorang yang dicintainya selama beronde-ronde. Yang pastinya itu kemauan Cho Kyuhyun seorang.
Dibukanya pintu bagian penumpang mobil hitamnya dan dibaringkannya Sungmin perlahan. Tak lupa Kyuhyun mencium Sungmin mulai dari dahi, turun ke kelopak mata, hidung, pipi lalu turun ke bibir manisnya. Hanya mengecup sekilas tanpa adanya nafsu sedikitpun. Kyuhyun tersenyum miris melihat kondisi bibir Sungmin yang berdarah karena ulahnya tadi.
Segera dilajukannya mobil tersebut menuju apartemen Kyuhyun. Bukan apartemen Sungmin. Ya, sejak ditinggal mati oleh orangtuanya, Sungmin hidup sendiri di sebuah apartemen sederhana. Tak tega seorang Cho Kyuhyun meninggalkannya sendirian ditempat itu.
.
.
.
Dibaringkannya Sungmin diatas king size bed pink-nya. Ya, milik Sungmin karena bed ini, ah tidak, tepatnya kamar tidur ini memang didekor sendiri oleh Kyuhyun untuk Sungminnya tercinta.
Ditatapnya Sungmin dengan seksama, tampak seorang namja yang keadaannya cukup mengenaskan untuk dibilang baik-baik saja. Kyuhyun menyadari itu semua. Dia miris melihat seseorang yang dicintainya terlihat seperti sex-doll. Bibir bengkak, atau lebih tepatnya berdarah disetiap sudut bibirnya. Kancing seragam yang sudah hilang entah kemana sehingga tampaklah bercak merah keunguan yang sudah menghiasi hampir seluruh tubuh sungmin. Diam. Hening. Itulah suasana sekarang ini.
"Mianhae.. Min, maafkan aku Min, jebal.. Aku melakukan ini karena kau Lee Sungmin. Ya, karena aku mencintaimu. Tidak ada yang boleh memilikimu apalagi menyentuhmu Min. Karena kau milikku. Hanya milikku.."
Dilangkahkan kakinya ke luar kamar setelah ia mencium kedua kelopak mata dan bibir Sungmin dengan lembut. Namun selang beberapa detik, dari raut wajah sedihnya, berangsur-angsur menjadi stoic-face seperti biasa, hingga akhirnya tampaklah seringai itu.
'Ya, kau hanya milikku seorang Min. Milikku!'
.
.
.
Kicauan burung terdengar di luar sana, menandakan bahwa sang fajar telah menampakkan kilauannya. Dimana kilauannya itu telah mengganggu seseorang dari tidurnya. Dia menggeliat tak nyaman.
"Enggh.."
Dibukanya mata indah itu perlahan sampai akhirnya terbuka sepenuhnya. Ditatapnya langit-langit kamar yang terasa asing baginya. Ya, walaupun kamar ini sudah didekor sesuai dengan dirinya, namun sungguh setitik pun rasa senang tak ada dihatinya.
Diam. Terus diam memandang langit-langit kamar itu. Itulah yang dilakukan Sungmin. Hingga selang beberapa menit bulir air mengalir dari sudut mata kanan Sungmin. Dan bergantilah sekarang dengan aliran kecil membasahi pipi mulusnya.
"Hiks.. mianhae eomma.. jebal mianhae.. hiks. Aku tidak bisa memenuhi janjimu eomma. Dia .. dia bu.. bukan yang aku cintai.. hiks. Aku tidak bisa menjaganya eomma. Hiks.. tubuh ini, sudah kotor .. sudah tak ada gunanya aku menjaganya"
CKLEK!
Pintu terbuka menampakkan sesosok Cho Kyuhyun yang datang dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur lengkap dengan lauk-pauknya. Kyuhyun pun menaruh nampan yang berisi makanan itu ketika ia sadar bahwa Sungmin sudah terbangun dari tidurnya yang lelap. Yah.. itu yang ada dipikiran Kyuhyun, bukan yang ada di pikiran seorang Lee Sungmin.
"Min.. Minnie kau sudah bangun?" tanya Kyuhyun menghampiri Sungmin. Tangannya hendak menyentuh pipi Sungmin, namun sebelum itu terjadi tiba-tiba..
PLAK! Sungmin menepis kasar tangan Kyuhyun.
"..pas.. lepas Cho Kyuhyun.. LEPAS! AKU BILANG LEPAS! SINGKIRKAN TANGANMU DARI TUBUHKU CHO! AKU BILANG LEPAS!" Sungmin berteriak sejadi-jadinya. Sedangkan Kyuhyun terdiam tak sempat berpikir akan begini reaksi Sungmin terhadap dirinya. Dan Kyuhyun pun hanya bisa meninggalkan Sungmin dalam keadaan seperti itu.
"Baiklah kalau itu maumu, Min. Kau makanlah, sudah kubawakan makan untukmu diatas meja nakas itu. Kalau kau ada perlu, panggil saja. Aku ada dibawah." Kyuhyun mencoba menatapnya, namun tak bisa dipungkiri bahwa ia merasa sedih dan kecewa karena orang yang dicintainya tersebut tidak sedikitpun membalas tatapan matanya yang tulus itu. Ia pun segera keluar dari kamar.
Sungmin pun hanya menghadapkan kepalanya ke arah jendela keluar dari pandangan Kyuhyun untuknya. Ia tak sudi menatap mata itu. Mata yang sudah melihatnya penuh dengan nafsu. Mata yang sudah melihat sesuatu yang dimiliki Sungmin, yang mana hanya untuk orang yang dicintainya kelak. Ya.. Sungmin benci itu semua.
"Hiks.. maafkan aku Siwon-ah, aku tidak bisa menjaganya untukmu. Maafkan aku. Apa yang harus aku lakukan.. Apa yang harus aku katakan padamu Wonnie-ah, aku tidak sanggup.. urgh.. eomma, bagaimana ini?! Aku bingung. Aku takut. Eomma.. Siwon.. "
.
.
.
.
.
TBC
Hai, saya langsung saja disini. Maaf buat alurnya yg cepet terus jadi lambat. Buat karakternya yang seperti ini. Saya memang masih pemula terhadap beginian. Karena saya terbiasa bikin essay dan itu memang beda sekali dengan fanfiction. Tapi saya sudah berusaha dengan baik untuk membuat ini.
Oya, maaf juga karena saya nggak sempat bales review chingudeul satu-satu, tp saya sudah membacanya semua :) Kalian nggak bakal marah karena hanya tidak dibalas review nya kan haha. Saya juga senang kok, kalau kalian bisa menjadi chingu saya haha.
Special thanks to :
deviyanti137, Guest, maria8, rani, KyuMin Child Clouds, hideyatsutinielf, chu, Princess Pumkins ELF, sitapumpkinelf, winecouple, ButtCouple137, Maximumelf, mhinniemin, riesty137, abilhikmah, SPREAD JOY137, Zahra Amelia, , HyunChan2509. Dan buat semua yang sudah mengikuti ff ini ^^
Terima kasih yang udah ngasih kritik, saran, masukan, review apapun itu bentuknya. Saya terima dengan baik kok :)
Oya, selamat menjalankan ibadah puasa buat yang menjalankan :) Saya nggak tahu mau kapan lagi yang update ni ff, tp tenang aja saya nggak bakalan menelantarkan ni ff.. yah, walaupun saya masih penulis pemula, akan saya usahakan dengan baik :)
Keep review, please ^^
Sign,
winecoup137
