Pffft.
Kuroko menatap kesal keempat temannya yang sudah jelas sekali sedang menahan tawa mereka. Hanya karena kalah main jan-ken-pon sesudah makan siang tadi, Kuroko harus menanggung malu seperti ini.
"Kagami-kun, Kise-kun, Midorima-kun, Aomine-kun juga, tolong berhentilah tertawa"
"Maaf, Tetsu. Tapi kau benar-benar―pffft―lucu. Hahaha" seru Aomine yang pada akhirnya tidak bisa menahan tawanya.
Kise mengusap matanya yang berair karena menahan tawa. Midorima hanya memalingkan wajahnya sambil menutup mulut dengan punggung tangannya. Sedangkan Kagami sudah tertawa tebahak-bahak mengikuti Aomine.
Aah.. menyebalkan sekali..
.
.
Jan-ken-pon: KagaKuro Have a Child?!
By
AkariiYuko
Disclaimer: Kuroko no basuke adalah milik Fujimaski Tadatoshi-sensei, tapi plot cerita fanfic ini adalah milik author.
Genre (s): Humor dan Friendship. Sho-ai atau tidaknya saya serahkan pada imajinasi reader masing masing XD
Warning (s) : Humor yang sangat garing, typo dimana-mana, cerita yang ngaco, dan sedikit OOC sepertinya.
.
.
Chapter 1
Mereka Melupakanku!
.
Katakanlah kalau Winter Cup sudah berlalu berbulan-bulan lamanya. Dan hari ini setelah sekian lamanya tidak bertemu, tanpa disengaja Aomine yang baru saja pulang membeli sepatu basket, Kise yang baru pulang dari pemotretan, dan Midorima yang baru saja mencari lucky itemnya, bertemu dengan Kagami dan Kuroko yang baru selesai latihan dan sedang menuju Maji Burger. Dan Kise―seperti biasanya―memaksa semuanya untuk makan siang bersama-sama.
Dan di tengah acara dadakan itu, Kise mengusulkan hal aneh―seperti biasanya―. Bermain jan-ken-pon, dan yang kalah 2 kali berturut-turut harus menerima hukuman yang sudah disepakati oleh yang lainnya.
Pada akhirnya ternyata Kurokolah yang kalah. Ia heran kenapa ia bisa kalah dari yang lainnya, terutama dari Kagami yang biasanya selalu kalah dari Kuroko. Kalau kata Midorima sih, itu gara-gara Kuroko tidak membawa lucky itemnya padahal Aquarius sedang berada di posisi paling akhir hari ini.
Kuroko menghela napasnya dan menatap cermin besar dihadapannya. Dalam cermin itu terlihat sosok seseorang dengan rambut berwarna biru langit yang terurai begitu saja―menutupi sebagian besar punggungnya― sebuah bando berbentuk pita bertengger manis di atas kepalanya, tubuhnya dibalut oleh sebuah casual dress berwarna krem dengan panjang selutut―lengkap dengan sepatu yang sewarna dengan rambutnya dengan hak setinggi 3 sentimeter. Manis. Ya, memang manis kalau saja itu bukanlah bayangan dirinya sendiri. Kuroko mendengus kesal.
Tanpa dijelaskan lebih lanjut, kalian pasti sudah tahu apa hukumannya kan?
Setelah berdiskusi selama beberapa menit, Aomine, Kise, Kagami dan Midorima sepakat kalau Kuroko harus berdandan seperti wanita. Ah, sebenarnya sih hanya Aomine, Kise dan Kagami saja yang menyepakati hukuman itu secara resmi. Midorima hanya diam dan tidak ikut memberikan pendapat saat menentukan hukuman untuk Kuroko. Ia tidak peduli, saat ini yang ia pikirkan adalah segera pulang dan terpisah dari orang-orang aneh bin ajaib ini.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" suara yang sudah familiar di telinga mereka berlima menghentikan aomine, kagami dan kise yang sedang tertawa. Dengan serentak mereka menoleh ke arah belakang mereka dan mendapati sesosok pria dengan mata dwiwarna nya yang tengah menatap mereka penuh curiga.
"Akashi-kun, sudah lama tidak berjumpa" sapa kuroko sambil membungkukkan badannya sedikit.
"... Tetsuya?" ucap Akashi kaget meskipun wajahnya tetap sedingin biasanya. Kuroko mengangguk polos.
"Kenapa kau berpakaian seperti itu?"
"Ah, ini karena aku kalah main jan-ken-pon, jadi aku harus menerima hukuman dari yang lainnya" jelas Kuroko jujur.
Selama beberapa saat, Akashi hanya terdiam. Membuat Aomine, Midorima, Kise dan Kagami mulai berpikiran yang tidak-tidak.
Dalam otak mereka ada dua kemungkinan kenapa Akashi terdiam seperti itu. Kemungkinan pertama, Akashi sedang memikirkan hukuman yang pantas bagi mereka karena telah mengerjai kuroko seperti ini. Masing-masing dari menelan ludahnya gugup, semoga Akashi tidak membuat mereka harus berurusandengan gunting yang selalu ia bawa itu. Dan yang kedua... mereka berpikir... bagaimana kalau ternyata... Akashi... terpesona oleh Kuroko.
Pffft!
Tanpa sadar, mereka semua menahan tawanya saat memikirkan kemungkinan kedua. Sangat tidak mungkin sekali kan kalau seorang Akashi Seijurou seperti itu.
"Jangan berpikiran yang aneh-aneh atau aku akan menyuruh pelatih kalian unuk melipatgandakan latihan kalian selama satu minggu kedepan" ujar Akashi yang nampaknya tahu apa pikiran mereka semua. Dengan sekali gertakan, mereka pun langsung berhenti tertawa. "Tetsuya, segera ganti pakaian mu. Ryouta, Shintarou, dan Daiki, kalian ikut aku sekarang juga. Dan Taiga, kau tetap diam di situ sampai Tetsuya selesai mengganti bajunya. Jangan sekalipun berbuat yang macam-macam pada Tetsuya" pertintah Akashi.
Cih, seenaknya sekali menyuruh orang seperti itu. memangnya siapa dia. Dan lagi, apa maksudnya jangan melakukan apa-apa pada kuroko?! Memangnya dia pikir aku mau apa? Pikir kagami setelah keempat anggota kisedai pergi ke depan toko baju tersebut.
"Oi, Kuroko. Kenapa kau masih diam di situ? Cepat ganti bajumu sana" seru Kagami yang melihat kuroko masih menatap anggota kisedai yang sedang berbicara di luar toko.
"aku bingung, kenapa Akashi-kun bisa ada di sini ya?"
Kagami mengangkat alisnya yang bercabang itu. Kalau dipikir-pikir lagi, iya juga ya? Kenapa Akashi tiba-tiba saja muncul diantara mereka? Kagami sempat berpikir kalau ia akan menanyakannya pada Akashi , Ah sebaiknya tidak usah―ia tidak mau mencari masalah dengan mantan kapten bayangannya tersebut.
"Aku akan mengganti bajuku sekarang" kata Kuroko sambil mengambil pakaian dan tasnya, menyadarkan Kagami dari pikirannya.
Belum sempat Kuroko masuk ke dalam kamar ganti―
"Kaa-san, Tou-san!" seorang anak laki-laki memeluk kaki Kuroko―menghentikan langkah pemuda yang kini tengah menjadi seorang wanita tersebut.
"Eh?!" ujar Kagami dan Kuroko serempak, menatap anak laki-laki yang nampaknya baru berumur sekitar 3 tahun itu.
"K-kuroko, siapa anak itu?" seru Kagami kaget. Kuroko segera berjongkok dan menepuk kepala anak kecil tersebut.
"Apa kau terpisah dari orang tuamu? Siapa namamu?" tanya Kuroko lembut.
Alih-alih menjawab, anak itu malah menatap Kuroko dan Kagami bergantian dengan matanya yang perlahan namun pasti mulai berkaca-kaca. Lalu tiba-tiba―
"UWAAA, KAA-SAN DAN TOU-SAN MELUPAKANKU!"anak kecil itu tiba-tiba menangis dan berteriak membuat Kuroko yang sudah berkulit pucat, semakin pucat lagi warnanya. Ini adalah pertama kalinya Kuroko membuat anak kecil menangis.
Kuroko mencoba menenangkan anak itu, tapi anak itu malah menangis semakin keras. Beruntunglah toko sedang sepi saat itu. Sehingga tidak banyak orang yang memperhatikan mereka, walau tangisan anak kecil ini benar-benar keras.
Anggota Kiseki no Sedai yang kini menjadi lengkap dengan adanya Murasakibara―yang entah kenapa bisa bergabung dengan mereka― segera masuk ke dalam toko begitu mendengar tangisan anak tersebut.
"KAA-SAN, TOU-SAN, KALIAN JAHAT HUWAAA" anak itu masih belum berhenti menangis.
"O-oi! BAKAGAMI! Kau apakan tetsu hah?! Kenapa tiba-tiba ada anak kecil disini?!"
"Haah?! Apa maksudmu AHOMINE?! Dasar otak mesum! Aku tidak apa-apakan Kuroko! Dan lagi, aku tidak tahu siapa anak kecil ini!"
"Eeeh~ tapi anak itu mirip sekali dengan Kagachin dan Kurochin" ujar Murasakibara. Kagami sontak menoleh ke arah anak laki-laki itu.
B-benar. Meski tidak mau mengakuinya, tapi perkataan Murasakibara memang benar. INI MENGERIKAN!
Akashi mendekati anak itu, dan menggendongnya.
Akashi! Kau mau apakan anak itu?! semuanya memandang horror Akashi yang sedang menggendong anak tak dikenal itu.
"Berhenti menangis." ucap Akashi sambil menepuk pelan puncak kepala anak tersebut. Dibanding menghibur, kata menyuruh adalah kata yang tepat untuk menjelaskan tindakan Akashi ini. Dan anak itupun segera menghentikan tangisnya, walau masih ada isakan-isakan kecil yang keluar dari mulutnya.
Semuanya ―minus Kuroko dan Murasakibara― menganga melihat apa yang ada dihadapannya. Perintah Akashi yang absoluteitu nampaknya berlaku juga bagi anak kecil.
Akashi menurunkan anak itu dari gendongannya. Murasakibara menawarkan permen coklatnya pada anak itu supaya anak itu bisa lebih tenang. "Nah, jadi siapa namamu?"
"Kamiya Kotatsu" kata anak kecil itu sambil berusaha membuka bungkus permen yang diberikan Murasakibara. Aomine mengerutkan dahinya.
"Kenapa kau menangis?"
"Kaa-san dan tou-san melupakanku, mereka tidak mengenalku lagi. Kenapa mereka menjadi jahat seperti itu, onii-san?"
Akashi hendak menjawab pertanyaan Kotatsu namun Aomi keburu menyelanya. Akashi sudah bersiap-siap mengeluarkan gunting dan meleparnya pada Aomine sebelum melihat tampang serius Aomine.
"Hei, tadi kau bilang namamu Kamiya Kotatsu kan?" tanya Aomine yang telihat sedang memikirkan sesuatu. Anak itu mengangguk.
Kamiya. Kotatsu
"Kami dari Kagami, Ya dari tetsuya, Ko dari kuroko, ta dari taiga, dan tsu dari tetsuya juga..." ujar Aomine yang mendadak pintar merangkai kata.
Hening.
Kagami dan Kuroko merasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya. Mengerikan. Fakta yang sangat mengerikan. Lebih mengerikan dari gunting akashi, lebih mengerikan dari Murasakibara yang tiba-tiba berhenti makan, lebih mengerikan dari Aomine yang mendapat nilai sempurna dalam ujiannya.
Ya, sangat mengerikan!
"A-aku tidak percaya-ssu! Kagamicchi, aku tidak menyangka kalau kau.." Kise tidak sanggup lagi meneruskan kata-katanya.
"Apa kau yakin mereka orangtuamu?" tanya Akashi memastikan. Kamiya mengangguk. Mana mungkin kan Ia salah mengenali kedua orangtuanya.
"Akachin, lalu sekarang kita harus bagaimana?"
"Sekarang kita cari orangtua anak ini terlebih dahulu. Namun sebelum itu. Kuroko, jangan ganti pakaianmu. Kau tetap pakai pakaian itu untuk sementara ini. Biar aku yang membayarnya. Sampai orangtuanya ditemukan, kalian berpura-puralah menjadi orang tuanya."
"A-apa maksudmu?!" seru Kagami bingung.
"Akashi-kun, tapi aku tidak mau berdandan seperti ini terus" ujar Kuroko yang kembali merasa kesal.
"Kau harus seperti itu Tetsuya. Kau tidak mungkin melepas wig mu itu dan membuat anak ini kaget kalau ibunya ternyata laki-laki kan? Apa kau mau membuat keributan lagi?"
Kagami dan Kuroko sama-sama terdiam. Mereka tidak mau lagi mendengar tangisan Kotatsu yang sangat keras itu.
"Kotatsu, kau harus memaafkan orangtuamu. Mereka hanya bercanda." Ujar Akashi. Kotatsu menatapnya dengan mata yang berbinar-binar.
"Benarkah?" tanyanya memastikan. Akashi mengangguk pelan.
"Sekarang, kita berpencar untuk mencari orangtua anak ini. Sedangkan Tetsuya dan Taiga, ajaklah Kotatsu untuk berkeliling sementara kami mencari orangtuanya."
"Hee Kagamicchi licik! Aku juga ingin bersama Kurokocchi-ssu! Akashicchi, kenapa Kagamicchi harus bersama Kurokocchi!" seru kise tidak terima.
"Karena mereka adalah orangtuanya."
Lagi-lagi, Kagami dan Kuroko merasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya. "Akashi-kun, tolong jangan mengatakan hal yang membuatku merinding" protes Kuroko yang disambut anggukan dari Kise.
"Tuh, Kurokocchi saja tidak―"
"Berhenti mengeluh, dan segera laksanakan tugasmu, Ryouta" perintah Akashi yang tiba-tiba saja sudah memegang gunting kesayangannya.
"H-hai.." Kise mencicit dan segera menyusul Aomine yang sudah berjalan keluar. Yang lainnya mengikuti mereka hingga akhirnya tinggallah kagami dan kuroko yang mematung di tempatnya masing-masing. Kotatsu menatap keduanya bingung.
"Nee Kaa-san, Tou-san, ayo kita lanjutkan jalan-jalannya!" serunya riang.
"K-kuroko, bagaimana ini?" tanya Kagami pelan.
Kuroko menghela napasnya. Dan segera menggandeng tangan Kotatsu. Yang digandeng semakin melebarkan senyumnya "Apa boleh buat, kita laksanakan saja apa yang diperintahkan Akashi-kun. Ayo pergi."
Kotatsu tersenyum riang saat kuroko membawanya keluar dari toko tersebut. Sedangkan Kagami hanya melongo di tempatnya.
"Ah iya, Kagami-kun, tolong bawakan tas sekolahku ya. Tas seperti itu tidak mungkin cocok dengan pakaian seperti ini" kata Kuroko sambil melihat pakaiannya. Kagami mengumpat dalam hatinya. Sial sekali dia hari ini.
To be continued~
Omake
"Hari ini melelahkan sekali~"
"Kau benar. Tapi meskipun begitu aku sangat senang. Sudah lama kita tidak jalan-jalan berdua seperti ini"
Hening.
"Aku merasa kita melupakan sesuatu. Apa ya?"
haloo kali ini saya kembali dengan ff kagakuro haha. (padahal fanfic sebelumnya belum tamat -_-")
makasih banyak buat semuanya yang udah nyempetin buat baca ff gak jelas ini~
mind to review? :D
