"Tou-san! Tou-san! Ayo banguuun!" Kotatsu terus mengguncangkan tubuh sang 'ayah'. Kagami menarik dirinya ke dalam selimut. Mengabaikan suara anak kecil yang sangat menganggu telinganya.
"Tou-san! Ada bibi berambut pendek menyeramkan di depan rumah! Dia terus mengatakan Bakagami! Bakagami! Aku takut Tou-san!"
Kagami langsung menegakkan badannya mendengar perkataan Kotatsu. Dengan mata yang memerah ―karena habis begadang semalaman― ia menatap jam dinding yang ada di kamarnya.
Pukul 09.15.
Gawat. Pikir Kagami. Ia segera bangun dan membukakan pintu apartmentnya.
Pletak!
Sebuah kipas kertas mendarat mulus di kepalanya, tepat saat pintu baru saja terbuka.
"Pelatih! Apa kau mau mencoba membunuhku?" seru Kagami sambil mengelus kepalanya yang baru saja menjadi landasan jitakan Aida.
"BAKAGAMI! Apa kau lupa kalau jam setengah sepuluh nanti kita ada pertandingan latihan dengan Kaijou?!"
"Aku ingat pelatih, tenang saja" seru Kagami sambil menguap. Rasa kantuknya belum hilang sepenuhnya meski sudah dijitak oleh Aida tadi.
"Kalau begitu cepat bersiap-siap atau aku―"
"Tou-san... bibi itu siapa?" tanya Kotatsu sedikit takut.
Riko mengedipkan matanya dua kali "Tou-san?" Ia menatap anak kecil yang mempunyai rambut sewarna dengan milik kagami, dengan mata bulat berwarna hitam, yang mengingatkan Aida pada seseorang. "Ka-Kagami s-sejak kapan..."
"Tou-san?" panggil Kotatsu yang kali ini membuat Aida menjerit sambil memukul Kagami dengan Kipas kertas yang mendadak ada di tangannya.
"T-tunggu pelatih! Aku bisa―aw! jelaskan― ini!" seru Kagami namun Aida tetap tidak menghentikan kegiatannya dan malah meneriaki kagami dengan kata Hentai, Ecchi, dan lain sebagainya.
.
.
Jan-ken-pon: KagaKuro Have a Child?!
By
AkariiYuko
Disclaimer: Kuroko no basuke adalah milik Fujimaski Tadatoshi-sensei, tapi plot cerita fanfic ini adalah milik author.
Genre (s): Humor dan Friendship. Sho-ai atau tidaknya saya serahkan pada imajinasi reader masing masing XD
Warning (s) : Humor yang sangat garing, typo dimana-mana, cerita yang ngaco.
.
Chapter 2
Menghilang adalah Keahliannya.
.
Mari kita kembali ke hari dimana Kotatsu muncul..
Setelah dihubungi Akashi beberapa menit yang lalu, Kagami dan Kuroko segera menuju tempat yang diberitahu Akashi. Kotatsu sudah tertidur pulas di punggung Kagami. Ada sedikit perasaan lega yang dirasakan oleh Kagami saat mengetahui Kotatsu sudah tertidur. Ia melirik Kuroko yang berjalan dalam diam di sebelahnya. Meski mukanya tidak pernah menunjukkan ekspresi, tapi Kagami tahu kalau partnernya itu kini sedang badmood.
"Kau kenapa?" tanya Kagami memecah keheningan.
"Aku tidak suka ini" jawab Kuroko. "Kenapa harus aku yang berpakaian seperti ini? Kenapa tidak Kagami-kun saja?" ujarnya. "Dan ini sangat melelahkan.."
"Jangan bodoh, Kuroko. Bagaimana pendapat orang-orang kalau melihat seseorang berbadan besar sepertiku memakai baju wanita? Lagipula Kotatsu menganggap kau ibunya, bukan aku."
"Ah, kau benar. Kalau kau yang memakainya, aku yakin Kotatsu dan yang lainnya akan takut melihatmu"
Kagami memandang kuroko kesal. Meski perkataannya benar, namun tetap saja itu rasanya sangat menyebalkan.
Tak lama kemudian, sekumpulan orang dengan rambut berwarna-warni mulai terlihat. Kagami dan Kuroko pun mempercepat langkahnya dan menghampiri mereka.
"Tidak ketemu?" tanya Kagami begitu mereka sampai.
"Tidak." Jawab Akashi singkat yang membuat Kuroko dan Kagami menghela napas kecewa.
"Aomine-kun. Kenapa melihat kami seperti itu?" tanya Kuroko saat melihat Aomine yang memandangi dirinya dengan tatapan yang sulit dijelaskan.
"Uh... aku tidak ingin mengatakannya, tapi rasanya... kalian berdua terlihat cocok" ujar Aomine yang sedari tadi menatap Kuroko dan Kagami. Kagami sudah bersiap berteriak protes, namun Kise mendahuluinya.
"Hee?! Bagaimana kalau denganku-ssu? Apa Kurokocchi cocok denganku?" Kise kembali berisik. Ia menarik Kuroko untuk berdiri di sebelahnya dan merangkul pundaknya.
"Tidak" jawab Aomine cepat dan memalingkan wajahnya yang membuat Kise memajukan bibirnya kesal.
"Kenapa tidak-ssu?! Padahal aku yakin kalau aku dan Kurokocchi sangat cocok!"
"Kise, kau berisik" komentar Midorima.
"Shintarou benar. Diam dan lepaskan tanganmu dari pundak Tetsuya, Ryouta. Kau masih ingin hidup kan?" Akashi kembali berujar sambil memperlihatkan death glare nya. Dengan berat hati Kise pun melepaskan tangannya. "Jika kau berisik, Kotatsu akan―"
"Ng.. Tou-san~"
Kagami menoleh dan mendapati Kotatsu yang tengah mengucek matanya. Kagami menatap tajam Kise dengan tatapan dia-bangun-dan-ini-salahmu-
"Kenapa Kagamicchi menatapku seperti itu? Aku salah apa lagi-ssu!"
Kotatsu meminta Kagami menurunkannya. Dan masih dengan setengah sadar, dia menatap orang-orang yang ada dihadapannya.
"Kau seharusnya sadar apa salahmu, Kise. Aaah! padahal aku berharap dia tidak bangun dalam waktu dekat!" seru Kagami yang diikuti anggukan Kuroko.
Sementara Kagami berdebat dengan Kise, Kuroko segera mendekati Akashi. "Lalu bagaimana sekarang, Akashi-kun? Aku tidak bisa membawanya pulang, orangtuaku sedang ada di rumah"
"Aku akan mencari informasi mengenai Kotatsu, jadi untuk malam ini Kotatsu akan tinggal di rumah Taiga. Kau tinggal sendirian kan?" Ujar Akashi setelah terdiam beberapa saat.
"T-Tunggu―"
"Baiklah kalau begitu masalah untuk hari ini selesai. Sebaiknya kita pulang sebelum hari bertambah gelap. Shintarou, Atsushi dan Daiki akan ada latihan pagi bukan? Dan Ryouta, besok kau akan mengadakan pertandingan latihan dengan Seirin. Jadi jangan biarkan tubuh kalian kelelahan" jelas Akashi.
Kuroko menghela napasnya lega. Setidaknya untuk malam ini ia tidak usah berurusan dengan Kotatsu. Ia memang menyukai anak kecil, tapi jika anak kecil itu terlalu aktif seperti Kotatsu, Kuroko tidak sanggup untuk menghadapinya.
"Dia akan tinggal di rumahmu besok, Tetsuya. Orangtuamu akan pergi selama satu minggu ke depan. Jadi selama aku belum menemukan orangtuanya, Dia akan tinggal dirumahmu."
"Ah. Baiklah..." jawab Kuroko kecewa.
"Are~ Kotachin hilang..." seru Murasakibara yang sedari tadi hanya sibuk mengunyah keripik kentangnya.
Kagami yang sedang emosi segera protes. "Apa maksudmu?! Dia jelas-jelas ada di..." Kagami melihat ke sampingnya, jeda sesaat. "...sini?!" Semuanya segera menghentikan kegiatannya masing-masing dan menatap ke tempat di samping Kagami, dimana Kotatsu berada sebelumnya.
"AAH! DIA BENAR-BENAR HILANG!" teriak Kagami frustasi.
Mereka kembali berpencar untuk mencari Kotatsu, dan butuh waktu beberapa jam untuk menemukannya yang tengah bermain dengan seorang badut. Tanpa berdiskusi apa-apa lagi, mereka segera pulang ke rumah masing-masing begitu Kotatsu sudah ditemukan.
"Kaa-san mau kemana?" seru Kotatsu begitu melihat Kuroko yang berpisah dengan mereka. Kagami menatap Kotatsu kesal. Dia terlalu peka. Batin Kagami.
"Kaa-san tidak akan pulang ke rumah?" tanya Kotatsu yang mulai menunjukkan wajah sedih.
"Hmm.. hari ini Kaa-san akan pulang ke.. rumah nenek. Jadi Kotatsu harus baik-baik dengan Tou-san ya?" jelas Kuroko, berharap Kotatsu mau mengerti. Dan beruntunglah, Kotatsu segera mengangguk begitu mendengar perkataan Kuroko.
"Baiklah Kagami-kun, sampai berjumpa lagi besok" ujar Kuroko.
Kotatsu melambaikan tangannya, dan berhenti setelah Kuroko tidak lagi terlihat.
Kagami berharap saat mereka sampai di rumahnya, Kotatsu akan segera tertidur dan tidak berbuat macam-macam. Tapi Kotatsu tidak sesuai harapannya. Begitu masuk, ia bertanya kenapa rumahnya menjadi berbeda, dan segera berkeliling ke setiap sudut rumahnya. Lalu saat melihat bola basket, Kotatsu langsung memainkannya dan melemparnya sembarangan, membuat rumah Kagami berantakan.
Setelah 3 jam, akhirnya Kotatsu tertidur di sofa akibat kelelahan, dan Kagami segera ambruk begitu selesai memindahkan Kotatsu ke kasurnya.
Anak ini benar-benar merepotkan! Siapa sih orangtuanya?! Batin Kagami kesal.
Kuroko sudah nyaris terlelap ketika ayahnya memanggilnya dan mengatakan ada kiriman barang untuknya. Sambil mengeluh―dalam hati tentunya― Kuroko keluar dari kamarnya dan menghampiri ayahnya yang sedang mengobrol dengan si pengirim barang.
"Ah, Kuroko Tetsuya-san? Akashi-sama mengirimkan barang ini untuk Anda." Ujar Pria yang terlihat berumur sekitar 30 tahunan itu. Kuroko mengambil tas yang diberikannya.
Setelah pria itu pergi, Kuroko kembali ke kamarnya dan melihat isi tas tersebut. Empat sudut siku-siku langsung muncul di keningnya. "Akashi-kun.." ujar Kuroko kesal.
Pertandingan latihan dengan Kaijou sudah berakhir sekitar setengah jam yang lalu. Kaijou menang dengan skor akhir 84 – 70. Sebenarnya Seirin bisa saja menang, namun kondisi dan suasana hati Kagami, Kuroko dan Aida sedang tidak bagus. Pertandingan mereka akan sangat kacau kalau saja tidak ada Kiyoshi saat ini.
Saat ini Kagami akan menceritakan bagaimana asal-usul anak kecil yang kini tengah bermain kejar-kejaran dengan Kise di gym Seirin. Anggota Seirin yang sama terkejutnya dengan Aida saat Kagami datang sambil membawa seorang anak kecil yang terus memanggilnya Tou-san, berkumpul di pinggir lapangan.
"Kuroko, kau saja yang bercerita" ucap Kagami, menyikut Kuroko yang duduk disampingnya.
"Tolong jangan membuatku lebih tertekan lagi, Kagami-kun" seru Kuroko. Kagami merutuk. Diantaranya semuanya, memang Kuroko lah yang seharusnya lebih tertekan. Iya kan?
Pertama, ia harus berdandan seperti perempuan, kedua ia harus dipanggil 'Kaa-san' padahal sebenarnya dia laki-laki, dan ketiga, hari ini adalah gilirannya menjaga Kotatsu―itu berarti ia harus berdandan seperti perempuan sepanjang hari setelah pulang dari sekolah nanti.
Akhirnya Kagami bercerita. Aida harus beberapa kali memukulnya karena banyak perkataannya yang sama sekali tidak berhubungan dengan kalimat sebelumnya. Faktanya adalah, Kagami sebenarnya tidak pandai menceritakan kembali sebuah kejadian. Sehingga, kejadiannya pun tidak sesuai dengan kronologisnya.
Awalnya kagami menceritakan pertemuannya dengan Kise, Midorima, dan Aomine. Lalu ia menceritakan kalau Akashi dan Murasakibara datang setelahnya. Kemudian anak kecil itu datang. Tiba-tiba alurnya mundur ke saat Kise mengajaknya makan bersama dan bermain jan-ken-pon.
"Sudah berhenti! Kuroko, kau yang bercerita!" seru Aida setelah memukul Kagami untuk yang kesekian kalinya. Kagami meringis dan Kuroko menghela napas.
Baru saja Kuroko mau memulai ceritanya―
"Tou-san! Kaa-san dimana? Aku ingin bertemu Kaa-san." Kotatsu tiba-tiba saja menghampiri Kagami. Tunggu, Dimana Kise? Anggota seirin menatap ke tengah lapangan dan mendapati Kise sudah tumbang di sana. Anak kecil menyebalkan-ssu! Batin Kise sambil berurai air mata. Sedikit flashback, setelah Kise dan Kotatsu berhenti main kejar-kejaran, mereka memutuskan untuk bermain lempar bola. Entah bagaimana caranya, Kotatsu bisa melempar bola itu dengan keras ―meski memantul terlebih dahulu― dan mengenai kepala Kise. Dan itu terus berulang selama permainan mereka berlangsung.
"Ah benar juga. Kagami, siapa istrimu?" tanya Izuki dengan tampang penasaran. Kuroko lagi-lagi merinding mendengar kata istri yang diucapkan senpainya itu.
"Tou-san! Tou-san! Kaa-san dimana?" Kotatsu terus menanyakan ibunya sementara Anggota Seirin memperdebatkan bagaimana kira-kira istri Kagami.
"U-uh... Oi Kuroko― He?! Dimana dia?" seru Kagami yang mendapati Kuroko sudah tidak ada di tempatnya.
"Aku ingin bertemu Kaa-san!" teriak Kotatsu yang kembali mengambil perhatian semua orang yang ada di sana.
Kise yang sudah 'bangun' ikut bergabung dengan Seirin. "nii-san, apa nii-san melihat Kaa-san?" tanya Kotatsu pada Kise. Kise menatap Kagami yang menggeleng-geleng cepat menandakan tidak tahu dimana Kuroko berada sekarang.
"etto... sepertinya ibumu sebentar lagi akan kesini. Jadi Kotacchi tunggu disini dulu ya?" ujar Kise.
"Kaa-san akan kesini?! Kalau begitu aku akan menunggunya di depan!" seru Kotatsu dan langsung berlari ke luar gym, meninggalkan Kise yang melongo melihatnya.
"KISE..." ujar Kagami kesal.
"Oi... apa tidak apa-apa membiarkannya keluar sendirian? Dia bisa tersesat" ujar Koganei.
Jangan bilang kejadian kemarin akan terulang lagi! Batin Kagami dan Kise bersamaan.
"KOTACCHI!/KOTATSU!"seru Kagami dan Kise sambil berlari keluar gym.
"...mereka sangat panik sepertinya" ujar Koganei tidak mengerti.
"..." ucap Mitobe. Koganei mengartikannya seperti ini: sepertinya kejadian ini pernah terjadi sebelumnya. Ia pun mengangguk mengerti. "Yosh! Kalau begitu ayo kita bantu mereka!" seru Koganei dan mengejar Kagami. Anggota seirin yang lainnya pun segera mengikuti Koganei.
Sementara itu...
Kuroko yang baru saja kembali dikagetkan dengan teman-temannya yang berlarian keluar gym. Begitu mendengar nama Kotatsu, Kuroko langsung mengerti apa yang sedang terjadi. Kotatsu menghilang lagi kan?
Momoi berjalan sambil bersenandung kecil, mendahului Aomine yang berjalan di belakangnya.
"Oi, Satsuki, kenapa aku harus ikut denganmu sih?" Ujarnya kesal.
"Karena aku ingin bertemu Tetsu-kun!" jawabnya riang.
"Itu tidak menjawab pertanyaanku!"
"Aah! Nii-san yang kemarin!" Begitu sampai di gerbang sekolah Seirin, seorang anak kecil menghampiri Aomine yang membuat lelaki berkulit tan itu menghentikan langkahnya. "Apa Nii-san melihat Kaa-san?" tanya anak kecil itu. Aomine menatap anak kecil itu. Rasanya ia pernah melihatnya.
"T-T-T-Tetsu-kun versi kecil dengan rambut merah seperti Kagamin?!"
Aomine segera menangkap tubuh Momoi sebelum tubuhnya menyentuh tanah. "Oi Satsuki!" Aomine berusaha membangunkan Satsuki namun tidak berhasil. Setelah mendengar perkataan Momoi tadi, sekarang Aomine ingat siapa anak kecil ini.
"Aah! Nee-san tidur!"
"Aomine-kun? ...Momoi-san?"
"Tetsu! Beruntunglah kau dat―" Aomine berhenti berkata saat melihat Kuroko dihadapannya. "TETSU?!" serunya kaget.
"Kaa-san!" seru Kotatsu riang dan segera menghampiri Kuroko. Kuroko mengelus kepala Kotatsu pelan.
"Momoi-san kenapa?" Tanya Kuroko.
Aomine memalingkan wajahnya yang memanas. "Pingsan" jawabnya singkat.
Kuroko memiringkan kepalanya bingung. Tidak lama setelah itu, terdengar suara ribut dari arah belakangnya.
Kise, Kagami dan tim basket Seirin sedang berlari ke arah mereka. "Aominecchi! Ternyata itu benar-benar kau! Apa kau melihat―" Kise menghentikan langkahnya saat Kuroko berbalik ke arahnya.
Hening.
Baik Kise, Kagami, ataupun anggota Seirin menatap Kuroko dengan kaget. Lagi-lagi Kuroko hanya bisa memiringkan kepalanya bingung. Apa ada yang salah dengannya penampilannya? Ia hanya memakai dress selutut berwarna putih dengan cardigan berwarna pink pastel. Pakaian yang normal untuk wanita kan? Selain itu rasanya ia tidak memakai make up, dan rambut palsunya masih sama dengan yang kemarin, hanya saja Kuroko mengikat sebagian rambutnya ke belakang dan membiarkan sisanya terurai. Ia memakai sandal―khusus wanita tentu saja― yang sewarna dengan cardigannya.
Kotatsu menarik ujung dress Kuroko, meminta digendong. Kuroko pun menggendongnya dan Kotatsu langsung memeluk leher Kuroko "Kaa-san sangat cantik!" ujarnya yang membuat wajah Kuroko sedikit memerah. Sekarang ia tahu kenapa yang lain menatapnya dengan tatapan aneh seperti ini.
...Ia nyaris melupakan fakta kalau dia laki-laki. Tentu saja berpenampilan seperti ini sama sekali tidak normal.
"Semuanya, tolong berhenti menatapku seperti itu"
"Kurokocchi kawaii!" seru Kise dan segera memeluk Kuroko yang dibalas dengan ignite pass di perutnya. Kise pun tumbang seketika.
.
.
Tim Basket Seirin menderita Shock berat.
.
.
"Kuroko... seorang ibu?"
"Kagami dan Kuroko..."
"Pantas saja aku merasa mengenali mata itu.."
"AAH, AKU TIDAK MENGERTI!"
"S-senpai... tolong jangan berpikiran yang aneh-aneh dulu" ujar Kuroko. Koganei segera mendekatinya dan memegang kedua bahunya.
"Kuroko, aku tahu badan kau sangat kecil seperti perempuan, tapi aku tidak menyangka kalau kau benar-benar perempuan"
"Senp―"
"Kuroko! Sudah berapa lama hubunganmu dengan Kagami?!" Kini giliran Izuki yang bertanya.
"..." Mitobe memandangnya dengan tatapan tidak percaya.
"Izuki senpai, Mitobe senpai―"
"Mungkin ini terlambat, tapi selamat atas pernikahanmu Kuroko!" ucap Furihata, Fukuda dan Kawahara berbarengan.
Aomine dan Kise yang sedang mengurus Momoi menatap Seirin yang mengerubungi Kagami, Kuroko dan Kotatsu. Mereka itu bodoh ya?! Batin mereka.
"Sebenarnya apa yang kalian pikirkan? Kurokocchi itu laki-laki, dan tidak ada hubungan dengan Kagamicchi, apalagi menikah." Jelas Kise berusaha meluruskan kesalahpahaman mereka.
"Benarkah itu Kuroko?" tanya Koganei.
Kuroko menghela napasnya. "Kise-kun benar."
"Kalaupun iya Kurokocchi menikah, seharusnya itu bersamaku-ssu!" ujar Kise. Sebuah bola segera melayang ke arahnya dengan kecepatan mengerikan. "G-gomen Kurokocchi.. Aku hanya bercanda-ssu" seru Kise yang berhasil menghidari bola tersebut.
"Padahal aku sudah susah-susah menceritakannya pada kalian. Tapi nampaknya kalian tidak mengingat ceritaku" ujar Kagami kesal.
"ITU KARENA KAU TIDAK PERNAH MENCERITAKAN BAGIAN KUROKO MENJADI IBU ANAK INI, BAKAGAMI!"
Plak!
Sebuah kipas kertas kembali mendarat di kepala Kagami. "Itai! Pelatih, Kau ini jahat sekali!" seru Kagami yang menyebabkan dirinya mendapatkan tendangan Aida.
"Nee Tetsu. Ngomong-ngomong darimana kau mendapatkan pakaian itu? itu berbeda dengan yang kemarin kau pakai kan?" ucap Aomine mengalihkan topik pembicaraan.
"Akashi-kun mengirimkannya padaku tadi malam."
Semuanya melongo, bahkan Mitobe sekalipun. "Mantan kapten Kiseki no Sedai benar-benar sesuatu sekali.."
Setelah Suasana sedikit tenang, Aida menyuruh Kuroko menceritakan semua kejadiannya dengan lengkap, dan berurutan. Momoi yang baru sadar beberapa menit kemudian nyaris pingsan lagi saat melihat Kuroko versi perempuan, namun Kuroko segela menjelaskannya sebelum Momoi salah paham. Momoi bergabung dengan yang lain dan mendengarkan cerita Kuroko, Kise dan Aomine pun ikut mendengarkan dan melengkapi cerita Kuroko. Sedangkan Kagami mendapat tugas untuk menjaga Kotatsu.
"Jadi ini adalah salah Aomine-kun, Ki-chan dan Kagamin ya" ucap Momoi setelah Kuroko selesai bercerita. "Ah, Midorin juga salah karena tidak menghentikannya.."
"Kenapa Momocchi menyalahkan aku-ssu!"
"Karena Ki-chan yang mengusulkan bermain jan-ken-pon, dan Ki-chan juga yang mendapat ide supaya Tetsu-kun melakukan crossdressing."
"Satsuki benar. Ini salahmu Kise"
"Aominecchi juga?! Mou~ tapi kan Aominecchi ikut menyetujui pendapatku!"
Saat itu, Kagami masuk ke dalam gym dengan tampang pucat. "O-oi, K-Kuroko.. dia menghilang lagi" ujar Kagami.
"BAKAGAMI! Kenapa bisa seperti itu?!"
"Ya.. tadi aku berniat untuk membeli minuman dan begitu aku sadar... dia sudah hilang"
Misdirection! Satu kata langsung muncul di benak anggota tim basket Seirin.
Kuroko memucat. Tolong, jangan lagi. Ucap Kuroko dalam hatinya.
"K-Kuroko! Kau tidak boleh tidur!" seru Hyuga yang melihat Kuroko langsung ambruk.
Hari itu mereka habiskan dengan mencari Kotatsu yang anehnya, tidak dapat mereka temukan di sekitar gym dan tempat kagami membeli minuman tadi. Kuroko menyarankan mencarinya di dalam sekolah. Yang lain berpikir bahwa itu mustahil, tapi pada akhirnya mereka menemukan Kotatsu yang tengah tertidur di bawah meja ruang memasak, dengan seekor kucing di pangkuannya.
Kuroko segera membangunkannya, dan begitu bangun Kotatsu langsung menghambur ke pelukan Kuroko dan menangis. Ternyata, ia mengikuti kucing itu dan berakhir dengan tersesat di dalam sekolah. Kuroko mengelus pundak Kotatsu untuk menenangkannya.
Benar-benar sosok seorang ibu yang baik! Anggota tim basket ditambah Aomine, Kise, dan Momoi menatapnya takjub.
"Melihat Tetsu-kun yang seperti ini, membuatku merasa gagal menjadi seorang perempuan." Ujar Momoi.
"Kau memang sudah gagal sedari dulu" komentar Aomine.
"Apa maksudmu Dai-chan?!"
"Kaa-san, ayo pulang.." ujar Kotatsu. Kuroko mengangguk.
"Ng... Kagami-kun" Panggil Kuroko. Kagami menoleh ke arah partnernya tersebut. "Kau harus menginap di rumahku hari ini."
"Eh?" gumam Kagami.
Hening.
"EEEH?!" semuanya berteriak ketika menyadari maksud perkataan Kuroko.
"Kau yakin Tetsu?! Bakagami ini bisa berbuat macam-macam padamu!"
"Apa maksudmu Ahomine!" balas Kagami.
"Aominecchi benar! Kalau memang Kagamicchi harus menginap di rumahmu, Aku ikut-ssu!"
"Apa yang kau pikirkan Kuroko?!" seru Hyuuga.
"Enaknya jadi Kagami. Padahal kami belum pernah berkunjung ke rumah Kuroko sebelumnya" ucap Furihata.
"Tapi aku tidak sanggup kalau harus menjaga Kotatsu sendirian. Dan yang paling penting, aku tidak bisa memasak" ujar Kuroko. Teriakan protes masih terus terdengar dan Ruang memasak itu menjadi semakin berisik. Beruntunglah saat ini sekolah sedang libur, sehingga tidak akan ada yang orang lain yang memperhatikan mereka.
Kotatsu menatap bingung orang-orang dewasa dihadapannya. Kenapa mereka bertengkar? Pikirnya. Perhatiannya segera teralihkan lagi pada kucing yang berjalan keluar ruangan, dan Ia pun segera mengikutinya kembali.
"KAU TIDAK BOLEH MENGHILANG LAGI, KOTATSU-KUN" ujar Hyuuga yang menyadari Kotatsu yang menyelinap keluar kelas. Kotatsu menatapnya ngeri. Tanpa memedulikan Kotatsu yang berkaca-kaca, Hyuuga segera mengangkat Kotatsu dan membawanya ke Kuroko dan Kagami.
"Kalian benar-benar mempunyai anak yang merepotkan" ujar Hyuuga sambil membenarkan letak kacamatanya.
"Dia bukan anak kami, Hyuga-senpai" protes Kuroko.
"Yah, sudahlah. Sebaiknya kita segera pulang sebelum Kotatsu menghilang lagi. Kagami-kun! Kau harus bisa menjaga mereka berdua! Jangan berbuat macam-macam!"
"Pelatih tenang saja. Aku bukan Ahomine yang selalu berpikiran mesum" protes Kagami. Aomine menjitak kepalanya.
"Siapa yang kau bilang mesum hah?!"
Aida mengeluarkan kembali kipas kertasnya. Aomine dan Kagami segera berhenti beradu mulut begitu melihat Pelatih Seirin yang kini level ke-ngeri-annya nyaris menyamai Akashi.
Setelah itu, mereka segera keluar dari gedung sekolah dan pulang. Kotatsu yang ada di gendongan Kagami terus mengoceh saat melihat sesuatu yang menurutnya menarik. Kuroko tetap diam sampai mereka tiba di rumah Kuroko.
Ah.. Kenapa Akashi-kun belum menghubungiku juga? Apa orangtua Kotatsu sangat sulit ditemukan? Ini lebih melelahkan dari latihan.
To be continued~
Omake
"Sayang, Handphone mu berbunyi."
"Siapa ini?"
"Halo?"
"Apa ini dengan Kamiya-san?"
"Benar, ini si―"
"Saya menemukan anak anda"
"Anak?"
...
"AAH! KOTATSU!"
Yosh! Akhirnya chapter 2 selesaai! Sebenernya gak sedikit ragu sama chapter ini, soalnya aku ngerasa makin aneh aja ceritanya X3
Balasan review untuk guest:
Guest-san: Hmm... AoKi dan MuraAka ya~ kayaknya bakalan ada deh XD. Tapi itu juga kalau idenya udah dapet dan ga mentok di tengah jalan hoho XD makasih udah baca sama review ya XD
Rarateetsuuyaa-san: itu adalah anak yang dilupakan oleh orangtuanya haha XD makasih udah baca n review ya ^^
Ah iya, buat Retatsu Namikaze-san ―dan mungkin juga yang lainnya― yang bingung sama Nama Kotatsu, ini penjelasannya:
kata 'Kami' aku ambil dari kanji Gami dari nama Kagami (gami sama kami itu sama, Cuma ada perubahan bunyi aja :3).
'Ya' dari kata Tetsuya. (seharusnya katakana, tapi aku jadinya pake kanji ya = 谷 )
'Ko' dari kanji Ko di nama Kuroko.
Nah, buat kata 'Ta' yang aku ambil dari kata Taiga, ternyata aku bikin sedikit kesalahan disini. Aku baru inget kalau Taiga itu disusun dari kanji 'dai' sama 'ga' bukan 'ta', 'i', sama 'ga'. Jadi anggap aja Taiga nya itu ditulis pake katakana jadi Ta-i-ga XD /maksa/
Buat Kata 'Tsu' aku ambil lagi dari kata Tetsuya.
Jadi beginilah bentuk nama kotatsu: 神谷 子タツ
(a/n: maaf penjelasannya ribet, aku tidak pandai menjelaskan-ssu T~T. Semoga kalian ngerti sama apa yang aku jelasin u,u)
Akhir kata, aku berterimakasih banyaaak buat semua yang sudah baca, mereview, favorit, dan follow XD
Ditunggu kritik dan sarannya buat chapter 2 ini yaa. Arigatou gozaimasu minna! *bow*
(a/n: sedikit promosi, kalau berminat, silahkan baca ff aku yang lain, 'Are we Really Dating?' dengan Pairing Kise x OC XD)
