Annyeong! Muehehe~
Sekedar mengingatkan kembali. Bi hanyalah penulis amatir nan labil yang hanya menulis segalanya yang ada di pikiran Bi dan apapun itu yang Bi suka. Sebagai remaja, Bi juga sangat sering mengalami yang namanya naik turunnya mood. Bi juga belum memiliki banyak pengalaman di dunia per-fanfiction-an. Perlu belajar itu pasti, semua orang juga pasti begitu. Maka dari itu Bi akan sangat senang jika ada yang mau membimbing Bi ataupun saling bekerjasama. Dan satu lagi, karna Bi masih amatir, Bi harap para readers tercinta memaklumi segala kekurangan yang ada di ff Bi :)
Cukup pidatonya -_- Bi malah merasa ngomong ngelantur…
.
.
.
Bi harap tidak ada Silent Riders
.
.
High XOXO by DobiBaek
.
.
Check this out!
Preview Chap. 1
Chanyeol berjalan ke kamar barunya yang akan ia tempati bersama Baekhyun dengan beribu dugaan yang bersarang di benaknya.
Jujur, begitu-begitu ia juga takut akan yang Sehun katakana tadi. Bagaimanapun ia seorang namja yang bisa saja khilaf saat melihat 'sesuatu' yang… err… You know what I mean.
Contohnya seperti kejadian tadi pagi yang sekarang menjadi bahan ejekan Sehun. Pfftt… itu konyol memang, tapi bukankah itu wajar jika berasal dari naluri seorang namja normal?
.
.
.
Chap. 2 is UP!
-ChanBaek-
_Baekhyun pov_
Tok! Tok! Tok!
"Ah! Itu pasti Chanhee. Baekhyun, kau harus menerimanya dengan terbuka! Fighting!" gumamku menyemangati diri sendiri
Cklek!
"Annyeong Baekhyun-ssi" sapanya ramah. Aku tersenyum padanya se-friendly mungkin.
"Annyeong Chanhee-ah! Panggil aku Baekki saja. Kajja masuk!" Kuambil kotak berisikan perkakas yang ia bawa dan tak lupa orangnya juga kutarik masuk.
Setelah mengunci pintu, kuletakan perkakasnya di atas 'mantan' meja Luhan. Tidak sengaja kulihat foto seorang yeoja dengan sepasang orang tua di dalam kotak perkakas Chanhee.
"Chanhee! Apa ini dirimu? Aiguu~ cantik sekali…" pujiku sambil mengambil foto tersebut.
Chanhee pun berjalan kearahku setelah ia melihat-lihat sebentar. "Cantikah? Itu noo-eh! Itu eonni-ku…" ujarnya
"Eonni? lalu kamu dimana?" tanyaku.
"Aku yang mengambil foto. Hehe~"
"Oh~ dan ini appa dan umma-mu?" tanyaku lagi. Bukan berniat kepo sih, hanya saja aku ingin mengenal Chanhee lebih dekat.
"Yup! Itu orang tuaku"
Aku tersenyum menatap foto itu. Lihatlah, wajah umma dan eonni Chanhee benar-benar mirip dengannya. Kuletakkan foto itu di sisi meja yang sekarang jadi milik Chanhee.
"Baekki, ini keluargamu?" kutolehkan kepalaku mencari keberadaan Chanhee yang ternyata sedang melihat-lihat mejaku. Foto keluargaku lebih tepatnya.
"Um, itu keluargaku. Dan itu aku, bukankah disitu aku terlihat cantik?" tanyaku hanya sekedar bercanda.
"Oh itu kau, Baekki? Kukira adikmu."
"Heehh?"
"Kau terlihat lebih…eum…mungil"
Selamat Byun Baekhyun, kau mendapat teman sekamar yang sama menyebalkannya dengan Luhan!
"Daripada kau, tiang listrik!" dengusku
"Hey, aku hanya bercanda~"
"Aku juga bercanda weekk!" balasku sambil menjulurkan lidahku.
"Oh! Kau sedang bercanda ya? Sini kuajarkan bercanda yang benar Byun Baekki…" omo! Dia mengejarku. Akupun segera lari menuju lantai atas.
"Kau curang!" protesnya.
"Aku tidak curang!" balasku
"Curang!"
"Tidak!"
"Curang!"
"Tidak!"
"Curang!"
"Baiklah aku curang… Curang dalam hal apa huh? Kurasa kita tidak memainkan apapun"
"Kau curang dalam… eumm… Karna kau tidak err… merayakan kepindahanku ke kamar ini…"
"Heehh? Astaga~ aku lupa. Baiklah, besok sepulang sekolah akan kutraktir…"
"Benarkah?"
"Iya teman sekamarku yang seperti tiang listrik~"
"Kutunggu besok!" ujarnya sambil menuju tempat tidurnya yang tepat berada di bawahku
"Arra! Tidurlah. Besok kita akan berangkat bersama" ujarku sambil menaiki tempat tidurku.
"Tentu saja kita akan berangkat bersama. Kita 'kan sekamar." Balasnya
"Kata siapa eoh? Bisa saja aku berangkat duluan dengan Luhan…"
"Tidak boleh! Teman sekamar harus selalu berangkat bersama…" apa-apaan dia membuat peraturan seperti itu?
"Iya-iya! Aku mengerti! Tidurlah, aku mengantuk…"
"Malam Byun Baekki!"
"Malam Park Chan-chan!"
"You have a new text message!"
Ah SMS, tumben sekali ada yang sms malam-malam.
Ku raih ponselku di meja nakas untuk melihat siapa yang mengirim pesan.
From : Lulu
Kau sudah melupakanku huh? Cih! Katanya setia kawan~
Posisiku sudah digantikan oleh Chanhee kah?
Kau tega sekali Baekki-ya…
"Tumben sekali dia mengirimku sms…" gumamku
"SMS-an dengan namjachingu huh?" tiba-tiba suara yang baru saja menghilang kembali lagi.
"Ne! ia sedang rindu denganku. Memangnya sepertimu? Aku yakin kau tidak memiliki namjachingu karna badan tiangmu itu…" Ledekku
"Heh smurf, aku masih bersyukur memiliki badan tinggi seperti ini. Daripada dirimu yang seperti anak sd… Kukira kau tak akan laku"
Smurf? Dia mengatai aku smurf? Apa-apan dia?
To : Lulu
Ya Tuhan Lu… Demi apapun aku bersumpah kalau lebih baik aku sekamar denganmu daripada tiang listrik ini…
Menyebalkannya 2X lipat darimu…
Oh ya, bagaimana dengan Seli?
"Hey, Baby Smurf. Kau marah?"
Sial! Sudah Smurf, baby pula. Sudahlah~ aku sedang malas berdebat dengannya.
"Ani, aku hanya sedang rindu dengan Luhan. Sudahlah, aku mengantuk…"
"You have a new text message!"
"Kalau mengantuk jangan SMS-an terus… bagaimana sih namjachingu-mu ini, Masa mengirim pesan saat sudah larut… Tidurlah, besok 'kan masih bisa dilanjutkan" omelnya
"Hm. Aku tahu." Balasku seadanya
From : Lulu
Ia sangat baik. Semalam saja kami sudah akrab…
Dia perhatian denganku.
Bagaimana dengan Chanhee?
To : Lulu
Kami juga langsung akrab.
Hanya saja, mungkin kami akan sering berdebat dengannya.
Tapi dia baik. Dia juga perhatian denganku.
Bahkan ia menyuruhku untuk segera tidur, hehe~
Good night Lu!
Send!
Hehehe~ kali ini ponselku ku silent agar si tiang itu tidak protes…
From : Lulu
Good night nae Baekki~
Oke! Cukup sekian untuk hari ini. Aku sungguh lelah…
Kuletakan ponselku ketempat asalnya. Berdoa. Pejamkan mata. Dan tak lama aku larut di alam mimpi.
.
.
.
_Normal pov_
"Euunggghhh… Hooaaammm~" lenguh seorang yeoja berperawakan mungil dari dalam selimutnya
O_O !
"Jam berapa ini? mengapa alarm-ku tidak bunyi?" heran Baekhyun langsung membelalakan matanya. Padahal aktivitas nguletnya belum tuntas.
"OMO! 20menit lagi!"
Bruakk baggh big bukk ! (Apa ini?)
Dijatuhkannya semua bantal dan guling ke bawahnya dan tepat mengenai tubuh tiang Chanhee (oke, nama orang ini labil sekali)
Baekhyun bergegas turun dari lantai atas dan langsung membuat gempa di tubuh Chanhee a.k.a Chanyeol yang baru saja akan membuka matanya.
"Ya! Ya! Ya! Berhenti menggungcangku~" protes Chanyeol saat Baekhyun tidak henti-hentinya mengguncang tubuhnya.
"Kajja!" Dengan sekuat tenaga Baekhyun menarik tangan Chanyeol dan membawanya masuk ke kamar mandi bersama. (Omo! *-*)
Cklek!
Baekhyun berhasil mengunci pintu kamar mandi.
Oh! ya tuhan…
Park Chanyeol! Sadarlah! Didepanmu sekarang ada yeoja yang berniat mandi bersamamu! Aigoo~
Baekhyun membuka hoodie-nya dan melemparkannya ke keranjang baju kotor yang berada tidak jauh dari tempat ia berdiri.
Mata Chanyeol yang tadinya 5watt langsung over load(?) ketika yeoja di depannya juga akan membuka tank top-nya.
"Stop! Stop! Stop! Baekki!" teriak Chanyeol kelabakan. Heh! Yang benar saja! Ia hampir saja kehilangan akal pikirannya jika ia terlambat sekian detik saja.
"Wae?! Kita hampir terlambat Chanhee-ah! Sudahlah, mandi bersama saja!" balas Baekhyun tidak kalah kalang kabutnya karna dikejar waktu.
Chanyeol memundurkan badannya ke arah pintu. Ia tidak menyangka Baekhyun akhirnya membuka tank-top nya.
"Baekki!" Chanyeol berteriak sekeras mungkin agar Baekhyun menghentikan aktifitasnya sebelum Chanyeol melihat semuanya. Ah! Lebih tepatnya sebelum Baekhyun membuka bra-nya. (Bi pingsan X_X)
"Mi-mian,a-aku tidak terbiasa mandi bersama orang lain…" dengan suara bergetar, Chanyeol langsung pergi keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya kembali.
"Baekki mandinya yang cepat! Tak apa hari ini aku terlambat!" teriak Chanyeol dari luar kamar mandi. Ia sudah ngos-ngosan. Keringat dingin juga sudah mengalir di pelipis Chanyeol walau terhalang oleh wig-nya. Bahkan wajahnya juga sudah pucat pasi. (fine! Bi berlebihan?)
Bentuk dan rupa tubuh Baekhyun masih terngiang di kepalanya. Ah! Bukannya Chanyeol tidak suka melihat pemandangan seperti itu. Plis deh~ Chanyeol itu normal! Tapi Chanyeol tidak memiliki orang yang kotor! Ia masih menghargai perempuan! Walaupun ia melakukan permainan gila seperti ini.
Chanyeol mendudukkan dirinya di sofa untuk sekedar menenangkan diri. Ia benar-benar merasa bersalah karna hampir melihat 'sesuatu' yang sangat berharga bagi Baekhyun atau bahkan semua perempuan. Ah! Sangat-sangat bersalah.
Oh Tuhan! Rasanya ia tidak akan bertahan walau semingu jika tinggal bersama Baekhyun dalam keadaan seperti ini. Lihat! Dalam dua hari saja, Chanyeol sudah dua kali pula mengalami hal yang ekhem! 'ganjil'.
-High XOXO-
"Baekki, mana Chanhee?" Tanya Luhan memutus obrolannya dengan Seli a.k.a Sehun saat Baekhyun memasuli kelas.
"Chanhee? Ngghh… sepertinya ia akan sedikit terlambat hari ini" jawab Baekhyun gugup
"Terlambat?" ulang Sehun
"Ya. Tadi ia menyuruhku berangkat duluan karna katanya ia akan terlambat. Padahal tadi malam ia membuat peraturan agar selalu berangkat ke sekolah bersama" ujar Baekhyun mengambil tempat duduk di samping Luhan dan di depan Sehun. Di XOXO-FIHS para siswi duduk sendir-sendiri.
"Bagaimana ia bisa terlambat?" Tanya Luhan penasaran. Tapi sebenarnya Sehunlah yang lebih penasaran, karna feeling-nya menyatakan ada yang tidak beres disini.
Baekhyun menghela berat nafasnya lalu merapikan poninya dengan wajah yang sulit diartikan. "Begini ceritanya, tadi pagi aku terlambat bangun. Aku bangun jam 7:10 karna alarm-ku ternyata mati."
"Lalu?" kepo Luhan
"Aku kalang kabut. Aku membangunkan Chanhee dan langsung menariknya ke kamar mandi untuk mandi bersama seperti apa yang biasa kita lakukan saat terlambat, Lu" melas Baekhyun ke Luhan.
"Benar firasatku. Ada yang tidak beres disini" batin Sehun. Tidak! Sehun tidak khawatir, hanya saja itu akan menjadi bahan omelan atau ledekanya ke Chanyeol nanti.
"Lanjut baek!" titah Luhan. Sepertinya ia benar-benar penasaran.
"Saat aku membuka bajuku, ia berteriak. Katanya ia tidak terbiasa mandi dengan orang lain dan… begitulah!" Baekhyun mengakhiri ceritanya dengan wajah tertekuk. Virus bad mood sedang menyerangnya.
"Salahmu juga. Mengapa kau samakan Chanhee dengan aku…" omel Luhan
"Aku panik lulu~" balas Baekhyun dengan nada frustasi-nya
Ting! Tong!
"Good morning everyone. This is time to studying. Please prepare, because the teacher will come to the class. Thank You!"
Ting! Tong!
(Wadaaww… sekolah impian~ kkk! )
Oke, sepertinya mereka terpaksa menghentikan obrolan ini. Bell sudah dibunyikan dan para siswi berhambur menuju locker untuk mengambil buku pelajaran mereka.
"Sepertinya anak itu tidak akan datang" gumam Sehun pelan
"Apa? Siapa yang tidak datang?"
"Astaga! Baek, kau mengagetkanku." Pekik Sehun mengelus dadanya. Tiba-tiba Baekhyun datang dari belakang Sehun
"Apa Chanhee tidak akan datang?" Tanya Baekhyun setelah mengambil buku dari locker dan kembali ke tempat duduknya
"Entahlah, dulu kalau ia terlambat lebih baik bolos." Jawab Sehun sembari mengangkat bahunya.
-High XOXO-
Mari kita lihat bagaimana keadaan Chanyeol saat ini…
_Chanyeol pov_
Ting!
Kulangkahkan kakiku keluar lift saat aku telah berada di lantai 3. Baguslah asrama dengan sekolahnya hanya berbeda lantai, jadi tidak akan terlalu terlambat. (Walau hasilnya terlambat juga -_-)
Isshh… seharusnya aku membolos saja kalau tahu jadinya akan seperti ini. Tapi tidak enak juga sih, masa anak baru dua hari masuk langsung bolos.
Kutelusuri koridor yang mengarah ke ruang kelas ku. Tapi sepertinya ada yang berbeda di sini. Mengapa koridor ini berbeda dengan yang kemarin? Apa jangan-jangan aku salah jalan? Aiissh… beginilah nasib anak baru.
Tap. Tap. Tap.
"Krys! Palli~ kita sudah terlambat…"
Terdengar suara derap langkah yang disusul dengan seruan seorang siswi yang menggema di koridor yang luas dan sepi ini. Sepertinya kedua siswi itu juga terlambat. Tapi sepertinya mereka berada di tikungan sana. Astaga, seluas apa bangunan ini? Benar-benar membingungkan.
Aku berbelok ke koridor kanan dan ternyata aku tepat berada di belakang kedua siswi yang juga terlambat itu. Kulihat yeoja yang berada di paling depan telah memasuki sebuah kelas. Sedangkan yeoja yang dibelakangnya masih sibuk mengurusi tasnya. Tiba-tiba yeoja dengan rambut cokelat pekat yang sibuk mengurusi tasnya tadi berbalik dan menoleh ke arahku sebelum ia memasuki kelasnya.
DEG.
Aku melihat wajah yeoja itu walau sekilas. Langkah kakiku tiba-tiba terhenti. Kulihat papan yang berada diatas pintu kelas yang dimasuki yeoja tadi.
X-C
Oh! Pantas saja aku dari tadi tidak menemukan kelasku. Aku salah lantai. Ini lantai kelas X. Ah! Yang benara saja… ini lantai 2. Padahal kelasku dilantai 3.
"Aiisshh…" Kuacak wig-ku frustasi
Tapi bukan masalah salah lantai yang membuatku frustasi.
Yeoja itu…
"Soojung? Mengapa ia ada di sini?"
-High XOXO-
Drrttt… Drrttt…
Sebuah benda persegi panjang putih nan tipis kini tengah bergetar di kantung sang empunya.
"Ck! Siapa sih yang menelepon di jam pelajaran." Gerutu Sehun menghentikan kegiatan menulisnya yang ternyata pemilik benda persegi panjang yang tak lain adalah smartphone.
Ia diam-diam mengeluarkan ponselnya dari kantung dan melihat siapa yang menghubunginya. Walaupun sebenarnya di kelas dilarang menggunakan barang elektronik.
Park Dobi
"Isshh… ngapain sih anak ini menghubungiku" gerutunya lagi
Sehun a.k.a Seli mengangkat tangan kanannya. "Chogiyo songsaengnim. Saya ingin pergi ke kamar kecil." Ujarnya kepada guru yang berada di depan kelas.
"Ya, Cepat kembali." Ujar Kim Songsaengnim
Sehun pun membungkuk sekilas lalu bergegas pergi ke toilet dengan tujuan mengangkat panggilan dari Park Dobi a.k.a Park Chanhee a.k.a Park Chanyeol (?).
"Yoboseyo. Yak, kau dimana?"
"Aku sedang di kamar asrama. Hun, bilang ke songsaeng kalau aku sakit."
"Hyung membolos? Hey, ada apa? Stress karna hampir mandi bersama yeoja huh?"
"Yak Babo! Jaga mulutmu! Aku hanya sedang bad mood."
"Kenapa? Ada masalah?"
"Saat jam istirahat kau ke kamarku. Akan kuceritakan nanti."
"Bukankah tidak boleh? Kalau ketahuan guru piket, bagaimana?"
"Isshh, bilang kau mengambil barang yang tertinggal apa susahnya sih?"
"Iya-iya… akan kuusahakan. Sudah ya, aku harus kembali ke kelas"
Pik!
Sehun pun memutuskan hubungan secara sepihak. Tanpa buang-buang waktu, ia kembali ke kelas secepatnya. Bukankah lebih baik, daripada ia dapat ceramahan dari Kim Songsaeng.
Sehun baru saja akan memegang gagang pintu toilet, ternyata ia berubah pikiran.
Ia mendekati cermin dan mengamatiti penampilannya.
"Pantas saja tidak ada yang curiga" gumam Sehun sambil tersenyum puas akan tampangnya yang benar-benar seperti seorang gadis.
Lihat saja tubuhnya yang ramping dan wajahnya yang cantik, walau tidak terlalu manis seperti Luhan dan Baekhyun. Bahkan Sehun sampai bela-belain mencukur bulu kakinya yang terlihat manly(?) demi memerankan permainan ini.
Sehun sedikit merapikan poninya yang tidak lain hanya merupakan wig.
Dengan modal tampangnya yang meyakinkan sebagai perempuan, Sehun terkadang berdoa agar tidak ada namja yang jatuh hati padanya. Itu benar-benar menjijikan kalau benar itu akan terjadi.
-ChanHun-
Chanyeol sedang memainkan smartphone-nya sembari mengusir rasa bosan yang ia rasakan untuk saat ini. Bodohnya lagi ia baru mengetahui kalau wifi di non-aktif kan saat jam pelajaran berlangsung. Cih! Salahnya sendiri memilih untuk bolos…
Cklek!
"Siapa itu?" Tanya Chanyeol spontan saat ada orang yang membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.
"Ini aku."
"Isshh, dasar babo. Mengagetkanku saja!" Cerca Chanyeol pada Sehun yang seenaknya membanting tubuh di sofa.
"Berikan aku minum hyung~ Aku mengorbankan waktu istirahatku hanya untuk menemuimu…" keluh Sehun
"Ck! Bocah menyebalkan!" cibir Chanyeol seraya berjalan menuju kulkas untuk mengambil soft drink.
"Jadi, apa alasan hyung membolos?" Tanya Sehun sambil menerima soft drink yang Chanyeol berikan
"Sudah aku bilang karna bad mood…"
"To the point sajalah hyung… waktu istirahatku tidak banyak…" keluh Sehun lagi
"Isshh… iya-iya! Jadi begini ceritanya…"
-LuBaek-
"Baek, Kau lihat Seli?" Tanya Luhan pada Baekhyun saat mereka sedang berada di kantin.
Baekhyun yang mulutnya dipenuhi oleh makanan hanya menggeleng. "Ada apa dengan Seli?" Tanya Baekhyun setelah menelah makanan yang ada di mulutnya.
"Tidak, hanya saja aku tidak melihatnya setelah bell istirahat." Jawab Luhan yang ditanggapi dengan anggukan oleh Baekhyun karna masih asik dengan makanannya.
"Ngomong-ngomong bagaimana dengan Chanhee, ya? Dia tidak turun sekolah?" gumam Luhan sambil menyeruput jusnya dengan sedotan.
Baekhyun yang teringat akan sesuatu langsung membelalakan matanya.
"Lu, aku pergi dulu ya" ujar Baekhyun terburu-buru sambil mengambil tisu untuk mengelap mulutnya.
"e-eh?! Mau ke mana Baek?" Tanya Luhan juga ikut terburu-buru menahan Baekhyun
"Sebentar saja…" ujar Baekhyun langsung berlari menjauh dari Luhan
Luhan hanya memandang sahabatnya heran. Ia mengankat bahunya dan kembali menyuruput jusnya.
-ChanHun-
"Jadi dia benar mantanmu si Soojung itu?" Tanya Sehun
"Iya, saat aku pergi ke toilet, ponselku dihubungi nomor asing…" balas Chanyeol
"Dan itu Soojung?" tebak Sehun yang mendapat anggukan dari Chanyeol
"Apa yang ia katakan?"
"Dia menanyakan aku dimana dan sedang apa. Ia juga berkata melihat yeoja yang mirip denganku…"
"Apa jawaban hyung?" Tanya Sehun menerka-nerka
"Aku bilang aku sedang di sekolah." Jawab Chanyeol santai
"Lalu yang tentang yeoja itu?"
"Haahh~ aku tidak mungkin menjawab itu Yura noona. Jadi aku bilang itu sepupuku."
Sehun pun manggut-manggut mendengar jawaban Chanyeol.
"Bagaimana dengan accident tadi pagi?" Tanya Sehun jahil
Blush~
Chanyeol mengalihkan pandangannya dari Sehun yang sedang tersenyum jahil. Mukanya memanas saat ia mengingat-ingat kejadian tadi pagi. Ah~ ia tidak bisa melupakan itu… Bahkan badan Baekhyun terbayang-bayang lagi di benak Chanyeol.
"Mulus?"
Chanyeol mengangguk
"Putih?"
Ia mengangguk lagi
"Menakjubkan?"
Lagi-lagi Chanyeol mengangguk tanpa sadar -_\
"Hyung melihat semuanya?"
Dan kali ini ini Chanyeol menggeleng kecewa -_-
"Ah! Sayang sekali~" desah Sehun kecewa masih dalam rangka 'mari meledek Chanyeol'
Astaga~ bayangkan saja, Chanyeol seperti orang terhipnotis saat ditanya Sehun. Sebegitu jauhnya kah fantasi yang ada di pikiran Chanyeol?
Tiba-tiba Chanyeol mendelik seperti orang terkejut (emang terkejut kali =_=) menyadari kebodohan dan kemesuman otaknya.
"YAK! JAGA SIKAPMU OH SEHUN!" Murka Chanyeol
Tawa Sehun meledak seketika saat melihat wajah Chanyeol yang benar-benar merah padam.
"Ahaa~ Hyung yang seharusnya jaga akal sehat hahaha~" balas Sehun masih dengan gelak tawanya.
Buggh!
Chanyeol melempar Sehun dengan bantal sofa sangking kesalnya.
"Dasar bocah!"
-High XOXO-
Baekhyun buru-buru menuju kamar asramanya, niatnya sih mau menjenguk Chanhee yang 'kata Sehun' sedang sakit.
Tapi ternyata itu semua tidak semulus pahanya #plakkz
_Baekhyun pov_
"Byun Baekhyun? Sedang apa kau di asrama?"
Sial! Bukankah itu suara Taeng songsaeng? Hhh~ guru piket nan labil itu! Aisshh… mengapa ia datang di waktu yang tidak tepaaattt!
Semoga saja mood-nya sedang bagus~
Aku pun membalikkan badanku sambil mempersiapkan batin, entah Taeng songsaeng akan marah atau tidak.
"Hehe~ Taeng songsaeng… tambah cantik aja~" ujarku dengan tawa garing
"Baenarkah? Hihihi~ Kamu tahu saja!" balasnya tersipu.
Aku mengendus sebal. Cih! Masih cantikan Baekki kali!
"Ah! Kebetulah kamu ada di sini Baekhyun. Ini, tolong serahkan berkas-berkas ini ke Kantor DikNas Seoul." Ujar Taeng songsaeng sambil menyerahkan file-file yang banyak nan berat sehingga sangat kontras dengan tubuh mungilku.
WHATZZ?
"Ja-jadi Baekki harus keluar sekolah gitu?"
Taeng songsaeng mengangguk pasti.
Sial! Sial! Siaaaalll! Baekki harus panas-panasan keluar masa? NGAAKKK!
"Bu-bukankah 5menit lagi masukan ya, songsaeng?" ujarku mencari alasan
"Itu gampaanngg… Guru piket di sini siapa?"
"Taeng songsaeng." Jawabku pasrah
"Nah! Yasudah! Mending kamu cepet-cepet pergi, trus kamu juga cepet balik ke sini…"
"Naik apa?" tanyaku
"Taxi! Ini uangnya!" Taeng songsaeng memberikan uang beberapa lembar won. Aku mengangguk dan mempoutkan bibirku.
"Apa lagi huh?" Tanya guru piket labil satu ini.
"Ongkos antarnya mana?" tanyaku usil, tapi kalau dapet beneran gak papa siihh…
"Yak! Dasar yeoja matre!" amuk Taeng songsaeng. Tuh kan, tadi aja baik-baik pas minta tolong. Sekarang galaknya bukan maiinn… =,=
"A-ampun songsaeng~ Iya-iya, Baekki berangkat sekarang. Annyeong!" aku ngacir sambil (berusaha) membawa file-file yang bueerraaattt…. Sekali -_-
Aiisshh… Sial sekali aku hari ini…
_Baekhyun pov end_
-High XOXO-
"Dari mana saja kau?" Tanya Luhan pada Sehun yang baru saja memasuki kelas. Syururlah ia tepat waktu sebelum guru datang ke kelas.
"Hosh… hosh… Aku dari asrama. Hey Lu, tolong ambilkan buku kimia-ku di locker. Aku masih lelah abis berlari…"
"Seenaknya!" cibir Luhan yang niatnya hanya bercanda
"Ayolah Lu~ masa kau tidak mau menolong teman sekamarmu…" ujar Sehun dengan wajah memelas
"Baiklah! Aku 'kan baik. Sini, ID card-mu!"
"Hehe~ Gomapta lulu yeppeo~" ujar Sehun sambil menyerahkan ID card-nya.
Luhan mengelus tengkuknya gugup. Entah mengapa panggilan 'Lulu' dari Seli (alis Sehun) berbeda jika Baekhyun yang memanggilnya. Biasanya ia langsung memarahi Baekhyun jika ia memanggilnya dengan nama 'Lulu'.
Ah! Lupakan yang tadi. Luhan mengambil ID card Sehun lalu pergi keluar kelas menuju locerk-nya dan locker Sehun.
Oke, mari kita perjelas disini. Locker di XOXO-FIHS memang menggunakan ID card sebagai kuncinya (anggep aja kaya kunci hotel gitu…). Author ngarang 'kan? Iya dong, biar serasi sama sekolahnya, Muehehe~
Locker biru yang khusus untuk buku, dengan 3tingkat. Jadi yang dapet locker paling bawah mau gak mau harus jongkok =_= . Locker buku juga dilengkapi dengan celah kecil yang berfungsi untuk mengirim benda-benda ramping(?) seperti surat atau kertas pengumuman, undangan, dst.
Oh ya, kalau kalian bertanya "jadi apa yang mereka bawa ke sekolah?".
Para siswi hanya membawa buku tugas, buku tulis serta alat tulis. Kalau ada pun mereka membawa buku-buku yang ada di locker jika diperlukan. (maksudnya buat belajar di asrama gituh…)
Back to Story~
Luhan menutup kembali locker paling atas dan paling ujung kanan yang bertuliskan nama 'Luhan' di depannya setelah mengambil buku kimia miliknya. Lalu ia berpaling ke locker yang berjarak dua locker di sampingnya yang tak lain adalah locker milik 'Seli'
Cklek! (anggep aja suara locker di buka -_- #SoundEffectGagal)
Sreet! (ini juga gagal ya tuhaann… /pundung)
Luhan menautkan alisnya ketika melihat dua amplop berwarna soft pink dan putih jatuh tersamaan dan mengnai kakinya.
"Surat?" Luhan menundukkan tubuhnya demi mengambil dua amplop tersebut.
"Hn, di locker juga ada tiga…" Luhan juga mengambil tiga amplop berwarna soft pink dengan berbagai bentuk dari locker Sehun.
"Pfftt!" Luhan menahan tawanya setelah melihat tanda hati di sisi salah satu amplop. Astagaa… surat cinta toh.
Luhan masih dengan tawa yang tertahan, mengambil buku kimia Seli dan menutup locker-nya kembali. Ia kembali ke kelas dengan membawa dua buku kimia dan lima amplop surat cinta.
Luhan meletakkan buku kimia, ID card-milik sehun- serta surat-surat cinta di atas meja sang empunya.
"Gomapta! , Hey, a-apa yang lucu? Kau habis bercanda dengan buku kimia?" heran Sehun melihat Luhan yang menahan tawanya sekembalinya ke kelas.
"Lihat yang di atas mejamu… itu semua dari penggemarmu!"
"Apa? Penggemar?" Sehun melihat amplop-amplop berwarna putih dan soft pink dengan pandangan heran.
"Emangnya ada yeoja yang suka denganku?"
"Gatau juga sih… Err… biasanya surat-surat itu dititipkan dari namja di sekolah sebelah." Tutur Luhan sembari membuka buku kimia-nya
Sehun bergidik ngeri mengetahui akhirnya ada juga namja yang suka dengannya. Sepertinya ia kena karma karna suka ngeledekin Chanyeol…
"Nanti kita buka bareng yah di asrama" bisik Luhan sambil menaik-turunkan alisnya, menggoda Sehun.
"Ck! Kau saja yang buka!" balas Sehun malas
"Eh! Ngomong-ngomong Baekhyun mana yah?" Tanya Luhan
Sehun menggeleng sekaligus mengangkat bahunya. "Tapi aku melihatnya sekilas saat dia keluar gerbang sekolah"
"Keluar sekolah? Kemana dia?" Luhan mengambil ponselnya lalu mengetikan sebuah pesan singkat dengan wajah khawatirnya.
-High XOXO-
Seorang yeoja dengan seragam sekolah XOXO-FIHS kini tengah menyeret kakinya malas sekeluarnya dari kantor DikNas Seoul dengan wajah memelas.
"Aahhh~ Lelaaahhh~" keluhnya entah pada siapa.
Byun Baekhyun yang merupakan siswi berseragam XOXO-FIHS tersebut, menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan tanpa mengetahui apa yang dicarinya.
Senyumnya mengembang seketika setelah melihat sebuah kafe di pinggir jalan. Jalan-jalan sebentar tidak ada salahnya, bukan?
Kring!
Baekhyun memasuki kafe tersebut dengan senyum sumringah. Ia duduk di di salah satu kursi yang berada di dekat jendela. Tak lama, ada seorang waitress menghampirinya.
"Chogiyo Agassi, mau pesan apa?" Tanya pelayan tersebut.
"Hmm… Strawberry juice dan Strawberry cheesecake."
"Baiklah, tunggu sebentar."
Baekhyun melihat suasanya kafe yang masih terbilang sepi. Mungkin karna ini masih jam kerja.
Kafe tersebut bernuansa klasik namun modern. Baekhyun memang tidak asing lagi dengan kafe ini. Saat oppa Baekhyun, Byun Baekboem masih ada di Korea, ia sering mengajak Baekhyun ke kafe ini. Tetapi sekarang oppa-nya tengah berada di USA untuk menimba ilmu di Harvard University (universitas masa depan Bi XD)
"Chogiyo, ini pesanan anda" ujar seorang pelayan menyajikan pesanan Baekhyun. Setelah itu ia membungkuk dan berlalu dari Baekhyun.
Baekhyun mulai meminum cariran berwarna merah muda tersebut dengan sedotan.
"Ah! Jam berapa ini?" Baekhyun berniat melihat jam tangannya tapi sejurus kemudian ia menepuk jidatnya.
"Aiissh… aku lupa bawa jam tangan" umpat Baekhyun mengingat tadi pagi ia hampir saja terlambat.
Baekhyun merogoh kantungnya demi mengambil sebuah benda keramat yang ada di dalam sana.
"Ada pesan?" Gumam Baekhyun setelah melihat layar ponselnya yang ia maksud benda keramat tadi. Pesan tersebut ternyata sudah bersarang dari stengah jam yang lalu.
From : Lulu
Baekki, eodisseo?
Ibu jari Baekhyun mulai mengetikan balasan di layar datar ponselnya.
To : Lulu
Dimana saja hehe~
Aku sedang mendapat kesempatan membolos dari Taeng Songsaeng
Kesempata dia bilang? Bukankah tadi Baekhyun malah berkata 'Kesialan'?
Setelah mengirim pesan pada Luhan. Baekhyun kembali pada niat awalnya untuk mengetahui jam berapa sekarang.
12.30
"Omo! 30menit lagi istirahat makan siang!"
Baekhyun bergegas menghabiskan makanan yang ada di hadapannya. Baekhyun memotong cake-nya dengan potongan besar. Syukurlah mulut mungilnya memiliki kapasitas yang besar.
SKIP!
Baekhyun berlari gontai dari dalam kafe setelah ia membayar.
"Kenapa tidak ada taxi yang lewat?" panik Baekhyun mencari saat mendapati di jalan raya sama sekali tidak ada taxi yang lewat.
Tetapi tidak lama kemudian, ada sedikit demi sedikit taxi yang mulai berlalu lalang.
Ia sudah melambai-lambaikan tangannya ke beberapa taxi yang lewat. Tapi sayangnya semua taxi sudah memiliki penumpang.
"Akh!" pekik Baekhyun sambil memegang perutnya yang nyeri secara tiba-tiba.
"Hari ini benar-benar hari yang sulit eoh sshh..?" desis Baekhyun sambil menahan rasa sakit di perutnya.
Mengapa ia malang sekali? Sudah begitu sulit ia mendapat taxi, ditambah lagi sakit yang tiba-tiba menyerang perutnya.
Baekhyun sendiri bingung mengapa tiba-tiba perutnya bisa sesakit ini. Memang sih bukan pertama kalinya ia merasakan. Biasanya rasa sakit ini timbul kalau 'tamunya' mau datang. Tapi entah, sakitnya lebih dahsyat dari biasanya.
Nyuutt…
Nyuutt…
Perut Baekhyun kini serasa ditusuk. Bahkan sangking sakitnya, Baekhyun sampai membungkuk seraya memejamkan matanya dan tidak bergerak sama sekali. (Maafkan Bi yang mulai over acting lagi +_+)
"Appooo…" Ringis Baekhyun karna sakit di perutnya tak kunjung hilang.
Sayup-sayup Baekhyun mendengar suara ketukan sepatu hak tinggi yang mendekatinya.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya seorang yeoja yang khawatir akan keadaan Baekhyun.
Baekhyun masih memejamkan matanya. Ia tidak mau mengaku kalau sekarang ia sedang sakit, Baekhyun tidak enak kalau harus merepotkan yeoja tersebut. Tetapi Baekhyun juga tidak bisa berbohong dan berkata ia tidak apa-apa.
"Kau mau ke rumah sakit? A-atau mau ku carikan taxi?" Tanya yeoja itu panik. Pasalnya keadaan Baekhyun sekarang semakin mengkhawatirkan. Wajah Baekhyun bahkan sudah sangat pucat.
Baekhyun menggeleng pelan. "Taxi" ujarnya dengan suara bergetar. Setelah itu Baekhyun menggigit bibirnya untuk melampiaskan rasa sakitnya.
"Sebentar, akan kucarikan taxi."
Yeoja yang kira-kira usianya 20-an tahun itu terus berteriak atau melambaikan tangannya untuk membuat salah satu taxi berhenti. Dan tidak perlu mengeluarkan usaha yang besar, salah satu taxi kini sudah berhenti di depan mereka.
"Kajja masuk, akan kuantarkan sampai sekolahmu." Perempuan itu membawa Baekhyun masuk ke dalam taxi. Bahkan dia berkata juga akan mengantarkan Baekhyun sampai sekolah. Haahh~ yeoja yang baik.
"High XOXO ajushi…" ujar yeoja itu pada ajushi yang menyupir. Jangan heran kalau ia mengetahui sekolah Baekhyun, bukankah Baekhyun masih memakai seragam?
Di dalam taxi, Baekhyun masih merasakan sakitnya yang tidak berkurang sama sekali. Raut wajahnya pun semakin mengenaskan(?)
"Bersandarlah di bahuku." Tuntun yeoja itu.
Baekhyun yang sudah tidak tahu harus apa lagi, hanya bisa menurut. Dia bahkan sudah merasa sangat beruntung ada orang yang mau repot-repot membantunya.
Baekhyun menoleh sedikit hanya untuk melihat wajah perempuan yang sudah berbaik hati menolongnya. Tapi entah mengapa, bayangan seorang yeoja yang ia kenal, berputar-putar di kepalanya-atau bahkan memenuhi kepalanya- setelah ia melihat wajah yeoja yang menolongnya.
"Chan-hee…" bisik Baekhyun lemah, bahkan sangat pelan.
Tidak lama kemudian, tidak ada lagi ringisan atau lenguhan kesakitan dari Baekhyun. Entah, mungkin ia tertidur atau pingsan.
.
.
.
_TBC_
Hm? Garingkah?
Maaf kalau mengecewakan ToT
Oh ya, Bi juga mau minta maaf kalau misalkan Bi sangat lelet untuk meng-update chapter selanjutnya. Tugas Bi numpuk~ /mewek/
Sangking numpuknya, Bi sampai gak bisa membaca ff dari author-author yang lebih berpengalaman hanya untuk sekedar mencari refrensi :'( #curcol
Dan terimakasih untuk para readers tercinta yang bersedia baca ff Bi yang Bi sendiri gak tau harus disebut apa…
Review juseyo~ kritik dan saran sangat Bi perlukan :)
-Balasan Review Chap 1-
oh luhan ; Kamshamida sudah mau baca dan review ff Bi ^^
ChanLoveBaek ; Kamshamida sudah bersedia baca den review ff abal Bi ^^
Guest ; Kamshamida chingu~ baguslah kalau suka ^^
PrincePink ; Hahaha~ Awalnya ngerasa gila juga sih sama ide sendiri… Ciyus miapah Chanyeol sama Sehun Bi nistakan wkwk… Kamshamida sudah mau mampir~
jungsssi ; HALOOOO~ Aduh segitunya~ wkwk… isenga aja buat kaya ttby. Kan untungnya gak perlu ribet-ribet jelasin alur suasana XD. Kamshamida~
kyeoptafadila ; Hai, makasih banget kalau chingu suka dengan ff Bi. Bi terhura :') wkwk~
ParkOna ; Halo, salam kenal juga~ Kamshamida sudah review… Untuk pertanyannya, mungkin uke-nya cukup Luhan dan Baekhyun aja :) Dan untuk latar Chanyeol dan Sehun akan diperjelas di chapter selanjutnya.
SHY Fukuru ; Rate M o_O ? Pengen sih~ sayangnya Bi belum cukup umur dan belum mampu untu nulis begituan. Kalo bacanya sih sering aja XD. Kamshamida~
baekchanchan ; Huuaaa~ kalau chingu suka Bi juga~ Baekhan udah unyu dari sononya… Kalo gak unyu mana mungkin Bi jadikan cast XD. Kamshamida~
adistiii ; Makasih chingu~ Heehh? Lucu? Siap-siap terkena serangan boring di chapt selanjutnya ~_~ wkwk…
BaekYeolShip ; Kamshamida sudah mau baca dan review ff Bi ^^
love panda ; Huhu~ pinginnya update cepat… Mian, mungkin Bi bakal update lelet. Karna tugas-tugas sekolah… Kamshamida sudah mau baca dan review ff Bi ^^
Guest ; Hahaha~ awalnya aneh sih… kalau itu sekolah cewe beneran, apa gak ChanBaekHunHan yang nonjol banget (tingginya). Bersyukurlah bukan Kris yang nyamar jadi yeoja :3 Kamshamida~
HyunRa ; Halo, salam kenal juga..^^ Begitulah, alur suasananya Bi samakan dengan ttby. Makasih sudah baca dan review…
indaah. cqupp ; Wow seru? Makasih~ mungkin hanya kebetulan karna Bi ngetiknya pas lagi good mood wkwk… Sekali lagi Makasih sudah mau mampir~
majey. jannah ; Kamshamida sudah baca dan review ff Bi ^^
Oh Yoon Su ; Kamshamida sudah mau mampir dan review. Dan maaf jika ff Bi mengecewakan. Bi sebenarnya sukanya Yaoi dan kurang demen sama GS. Tapi ini memang tuntutan alur. Masa iya Bi bikin ChanBaekHunHan-nya laki semua…XD ribet lagi tuh ceritanya…
DiraLeeXiOh ; Keren? Kamshamida… Hehe~ sepertinya kita sehati… Bi milih ChanHun karna memang wajahnya rada feminim walau masih feminim para uke. Sekali lagi Terima kasih~
sweetyYeollie ; HUAAA~ Bi tersunjang eh! #ralat tersanjung… Hayo, kalau chingu jadi sutradara bikini film-nya yak wkwkwk… cast-nya harus sama lho XD. Hehehe~ Makasih atas review-nya. Benar-benar membangun semangat.
XOXO3.6.5 ; Gomawo aliinnggg~ kritik dan sarannya Bi terima dengan baik. (jaim) Makasih sudah review. Nado Saranghae!
ByunnaPark ; Nyerempet M? Eumm… gimana ya? Nanti deh Bi pikirkan. Yang di atas tuh udah gemeteran Bi ngetiknya XD. Btw, Kamshamida sudah baca dan review ff labil nan gaje milik Bi ^^
adinda. ; Syukurlah ada yang suka dengan ff Bi :3 Makasih atas review dan 4jempolnya… wkwkwk~
nicha ; Aneh yak? Wkwk… Bi juga rada sulit ngebayanginnya… XD Kamshamida sudah review~
MidnightPandaDragon1728 ; Huhuhu~ Kris mau Bi jadikan apa coba? Chanyeol jadi cewe aja Bi udah mumet bayanginnya, apalagi Kris =,= Mian, mengecewakan. Untuk sekarang Bi belum terpikirkan untuk memasukan Kris sebagai cast. Dan terima kasih chingu sudah bersedia review ^^
