HALO SEMUAAAA….!
Aduh, merasa bersalah banget baru datang hari ini…
Janjinya 3minggu, ehh.. updatenya kelewatan satu bulan -_-
Maaf ya… baru bisa update sekarang.. Maaf.. banget~
Merasa bersalah banget sumpah… T.T
Syukur deh, kelanjutannya tetap di-publish.. wkwk…
Bi bingung mau ngomong apa lagi, rasa bersalah ini terlalu dalam *cielah… x_x
High XOXO by DobiBaek
.
.
.
WARNING! ; GS, Typo(s), DLDR!
.
.
.
Happy Reading!
Preview Chap. 3
Baekhyun membawa Chanyeol mendekat ke yeoja tersebut. Sejujurnya Baekhyun masih ragu karna yeoja itu membelakanginya. Tapi dari wajah yang sekilas terlihat dan tingginya yang sama membuat Baekhyun sedikit yakin.
Ia melepaskan gandengannya dari Chanyeol dan berjalan menghampiri yeoja tersebut. Meninggalkan Chanyeol yang hanya melihat dari kejauhan.
"Chogiyo…" panggil Baekhyun di belakangnya.
Akhirnya yeoja itu berbalik dan menampakkan wajah cantiknya yang tak asing lagi bagi Baekhyun. Baekhyun tersenyum pada yeoja itu, ternyata ia tidak salah orang.
Dan Chanyeol…
Ia tertegun setelah melihat wajah yeoja itu.
Sial!
Wajahnya begitu mirip dengan Chanyeol.
"Noona…"
.
.
.
Chap. 4 is UP!
-HunHan-
"H-hyung?"
Mati kau Oh Seli!
"Akkhh!" Sehun menginjak kaki Suho sekuat tenaganya melampiaskan rasa kesalnya terhadap hyung-nya yang sangan ceroboh menyebut dirinya 'hyung'.
Sehun memamerkan cengiran kudanya pada Luhan. "Hyung? Apa? Siapa? Astaga Oppa~ kau ini ternyata tidak bisa melihat adik tercintamu ini lelaki atau perempuan~" ia memukul manja lengan Suho dengan malu-malu.
"Maaf Lu, Oppaku ini memang terobsesi memiliki namdongsaeng. Bahkan aku sering dipaksa olehnya memanggil hyung…" Sehun merajuk pada Luhan. Mulai acting lagi, eoh?
"Oh… Begitu." Reaksi Luhan seadaanya membuat Sehun dan Suho bernafas lega.
"Ah! Kajja Oppa! Katanya mau mengantar kami berdua. Ayoo~" Sehun menggandeng Suho dan Luhan keluar restaurant milik keluarganya agar kesalahpahaman ini tidak berlanjut terlalu panjang.
-ChanBaek-
"Kau..-"
"Annyeong eonni~ kita bertemu lagi…" Baekhyun menyapa ramah dengan membungkukkan badannya.
"Ah… Byun Baekhyun. Bagaimana keadanmu sekarang?" balas yeoja itu pada Baekhyun.
"Ternyata eonni sudah mengetahui namaku. Oh ya, keadaan Baekhyun sudah membaik. Sekali lagi kuucapkan terima kasih."
"Tidak perlu sungkan-sungkan, Baekhyun-ah… Eonni senang kau baik-baik saja…" yeoja itu mengelus punggung Baekhyun bersahabat.
"Gomawo eonni~ Oh ya! Baekhyun belum mengetahui nama..-"
"Park Yoora. Panggil saja yura eonni. Aku mengetahui namamu dari nametag di seragammu. Salam kenal!" Yura memutus perkataan Baekhyun.
Baekhyun sempat tercengang dengan jawaban kilat Yura, namun sejurus kemudian ia mengangguk. "Salam kenal, Yura eonni!"
Tiba-tiba Baekhyun teringat akan sesuatu. Ya! Dimana Chanhee?
Ia mengerutkan keningnya sambil mencari keberadaan Chanhee yang entah pergi kemana. Ia berjinjit dan mendongakkan kepalanya untuk melapangkan menglihatannya dari banyaknya pengunjung. Tapi usahanya tak membuahkan hasil. Sosok tinggi yang seharusnya sangat mudah dicara malah sama sekali tidak terlihat.
"Huufftt… jangan bilang ia meninggalkanku" desisnya kesal
"Ada apa?" tanya Yura. Baekhyun tersadar langsung menggeleng cepat.
"Tidak, hanya saja Baekhyun mencari teman yang tadi berangkat bersama." Ia masih saja mengedarkan pandangannya demi mencari sosok jakung itu. Dan membuat percakapannya dengan Yura menjadi buyar.
"Teman?"
"Ah! Aku lupa! Tadi ia sudah pulang duluan…" Baekhyun mengelak. Hanya modus agar Yura tidak kembali ia repotkan dengan keadaannya. Dulu nyaris pingsan, dan sekarang? Anak hilang?
Yura tersenyum lembut. Senyumnya mengingatkannya kembali pada Chanhee yang rasanya ingin ia hajar habis-habisan sepulangnya di asrama karna telah meninggalkannya.
"Baekhyun-ah. Mungkin kita bisa bertemu lagi lain kali. Boleh aku minta nomor ponselmu?"
Baekhyun membalas senyuman Yura lalu mengangguk. Baguslah, ia mendapatkan teman baru hari ini.
"Tentu!"
-HunHan-
"Lu, aku lelah…"
"Isshh… masa berjalan sebentar saja tidak kuat?"
"Tapi kita sudah mencari kebanyak tempat untuk mencari kebedaradaan mereka berdua…"
"Sabarlah sedikit, Seli-ya… Setidaknya kita temukan dulu mereka, barulah kita pulang…"
Sehun menekuk wajahnya kesal mendengar penuturan Luhan. Sudah hampir satu jam mereka mengelilingi mall ini demi mencari duo ChanBaek. Ayolah~ kau tahu'kan Sehun bukan yeoja yang gemar menggunakan kakinya untuk mengitari tempat seperti ini. Ia akan lebih memilih kakinya terkilir karena berjam-jam menari. Terkadang ia bingung, dari fisik perempuan yang tergolong lemah, mereka masih saja bisa memutari pusat perbelanjaan berjam-jam, bahkan dengan sepatu ber-hak.
"Aiisshh… mengapa tidak diangkat~" Luhan menggerutu pada ponselnya karna sama sekali tak dapat terhubung dengan Baekhyun.
"Seli, kau punya nomor ponsel Chanhee?"
Sehun mengangguk. "Tadi aku sudah mengirimnya beberapa pesan, tapi belum ada balasan." Jelasnya
"Isshhh… Dimana anak berdua itu" kesal Luhan sambil menghentak-hentakkan kakinya.
Sehun juga ikut kesal dengan mengacak pinggangnya frustasi layaknya namja sambil menggerakkan kedua lututnya yang terlanjur pegal.
Tak lama kemudian matanya menangkap sosok perempuan yang tengah berlari dengan panik. Tapi perawakannya terasa tak asing bagi Sehun.
Aha!
Tanpa butuh waktu yang lama ia langsung mengenali siapa perempuan yang menarik perhatiannya.
"Seli-ya, mau kemana?" tanya Luhan mencegat lengan Sehun yang baru saja mau beranjak.
"Emm… Aku ingin ke toilet sebentar." Balas Sehun sebelum ia berlalu dari Luhan.
Ia mengejar sosok itu sampai akhirnya sosok yang ia kejar masuk ke dalam toilet. Ya! Toilet. Dan Sehun juga ikut masuk ke dalam toilet.
Di dalam, Sehun menyunggingkan senyum kebanggannya karna sosok yeoja yang sedari tadi ia kejar ternyata sesuai dengan dugaannya. Park Chanyeol a.k.a Park Chanhee.
"Yak! Yeoja jadi-jadian! (ngaca woy!-_-) apa yang kau lakukan di sini, eoh?" ujarnya pada Chanyeol yang sedang memandang frustasi pantulan dirinya di cermin.
Chanyeol yang tersentak langsung menolehkan kepalanya ke belakang dan bernafas lega ketika mendapati Sehun –orang yang telah mengatainya yeoja jadi-jadian-.
"Hey, disini ada cermin besar. Lihat dulu tampangmu yang menyedihkan dengan wig dan baju perempuan itu!" balasnya karna tak terima dikatai 'yeoja jadi-jadian'.
Sehun tertawa meremehkan lalu berjalan mendekat ke Chanyeol. Ia menepuk pundak Chanyeol dan berkata "Sebenarnya ada apa yang membuat wajah hyung frustasi begitu?" Chanyeol menumpukan tangannya di pinggiran wastafel sambil menundukkan kepalanya layaknya orang yang kehabisan akal. Chanyeol merenung sebelum menjelaskan semuanya pada Sehun.
"Menurutmu? Apa kita masih bisa melanjutkan permainan bodoh ini?" tanya Chanyeol dengan suara yang berat
Sehun menaikkan satu alisnya sambil menatap ke pantulan dirinya. "Aku? Entah. Ini sulit. Tapi- …Ayolah~ baru beberapa hari kita melakukan ini. Hyung menyerah?"
Chanyeol mendongakkan kepalanya dan ikut mengamati wajahnya dari pantulan cermin. "Aku juga berpikir begitu, Sehun-ah. Tapi kau tahu 'kan, Yura noona tidak mengetahui semua ini? Dan kalaupun kita ketahuan, dia pasti akan marah besar. Yaahh~ tidak seperti Suho hyung yang setuju-setuju saja."
"Lalu? Apa hubungannya? Apa Yura noona mulai curiga?"
Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar. "Menurutku ini lebih parah. Aku juga tidak yakin. Tapi Baekhyun sepertinya akan menjadi dekat dengan Yura noona." Ucap Chanyeol dengan nada putus asa.
"Ba-bagaimana bisa?" Sehun menunjukkan ekspresi kagetnya, tetapi sayang sekali wajah datarnya sangat tidak mendukung. Jadi sama saja XD
"Ceritanya panjang, akan kuceritakan lain waktu. Haahh~ Kau bersama Luhan 'kan? Sebaiknya kita cepat keluar. Mungkin ia sudah menunggu."
"Yeah~ sepertinya.." Sehun manggut-manggut sambil mengedikkan bahunya.
Ketika mereka keluar dari toilet, benar saja, disana ada Luhan yang telah berdiri di depan pintu dengan memasang raut bingung.
"Seli? Dan… Chanhee? Ka-kalian keluar dari toilet namja?"
DEG!
'Mati kita!'
Huh! Pantas saja orang-orang di toilet pada melemparkan keduanya dengan tatapan aneh.
Chanyeol dan Sehun saling bertukar pandang. Mereka serasa berada di zona 'danger'. Bagaimana kalau seandainya Luhan curiga? Ah! Tidak, Luhan memang sudah curiga saat ini.
Luhan menaikkan satu alisnya bingung seakan meminta jawaban, sedari tadi yang dilihatnya kedua orang ini sama sekali tak bergeming.
Chanyeol menghela nafas sebelum memulai kembali pembicaraan. "Tadi aku buru-buru ke toilet, dan..yaahh~ aku tidak menyangka bahwa yang kumasuki adalah toilet namja. Dan Sehun, ia hanya mengikutiku. Sungguh, kami tidak ada niat macam-macam" jelas Chanyeol.
Sehun dan Chanyeol menatap Luhan dengan harap harap cemas. Takut kalau sampai Luhan tak mempercayai ucapannya.
"Oh, Begitukah?" Keduanya mengangguk pasti. Luhan hanya mengedikkan bahunya. Respon Luhan yang seadanya kembali membawa angin sejuk bagi kedua namja ini.
"Ah! Chanhee-ya, dimana Baekhyun? Sedari tadi kami mencari kalian." Sambung Luhan.
"Baekhyun? Ah~ dia sedang menemui temannya. Jadi ia menyuruhku pulang duluan." Bohong Chanyeol.
"Benarkah Baekhyun menyuruhmu pulang duluan? Kurasa itu bukan gaya Baekhyun." Luhan mengalihkan pandangannya sambil berpikir. Mungkin mulai ada rasa ketidak percayaan pada ucapan Chanyeol.
"Babo! Tidak seharusnya kau berbohong pada sahabat Baekhyun sendiri…" bisik Sehun gemas pada Chanyeol.
"Aku terpaksa, Sehun-ah…" balas Chanyeol
Akhirnya Sehun memiliki inisyatif untuk mengalihkan kecurigaan Luhan.
"Luhan-ah… Mungkin saja benar kalau Baekhyun memang menyuruh Chanhee untuk pulang duluan. Ayolah, lebih baik kita juga pulang. Aku lelah~ kau dan Chanhee juga lelah 'kan?" bujuk Sehun. Sehun menyikut halus lengan Chanyeol sebagai isyarat agar ia mengangguk. Chanyeol mengangguk cepat dan dengan kompaknya mereka menunjukkan 'puppy eyes' yang sangat memaksa.
Luhan tak tega melihat wajah memelas keduanya. Dan akhirnya ia pun mengangguk dengan wajah pasrah.
-High XOXO-
"Dasar Park Chanhee. Awas saja dia sampai ketemu…"
Sudah keseribu kali Baekhyun menggerutu tak jelas. Bahkan diotaknya sudah tersusun jelas bagaimana rencananya untuk memberi teman sekamarnya itu ceramah.
Baekhyun berhenti tepat di depan pintu kamarnya dan Chanyeol. Menatap pintu yang bertuliskan '변백현 & 박찬희' dengan tatapan sinis lalu mengendus kesal. Setidaknya ia harus mengumpulkan tenaga sejenak sebelum ia memarahi Chanyeol. Kau belum tahu kalau Baekhyun marah?
Pake urat, pake kuah pula -_-
Kriieett
Tangannya mendorong gagang pintu yang sebelumnya telah ia buka dengan ID card sebagai kuncinya.
Ia kembali menutup pintu lalu mengamati sekitar. "Sepi sekali. Mana Chanhee?" gumam Baekhyun pelan sambil melangkah masuk. Sebelumnya ia telah melirik jam yang jarum pendeknya tepat berada di angka 6.
Ya. Ia pulang terlambat karena tadi Yura mengajaknya makan di sebuah café. Beruntunglah ia bertemu Taeyeon a.k.a Taeng sonsaeng a.k.a sang guru piket labil yang juga pulang terlambat di depan gerbang yang telah terkunci. Karna sang guru piket memiliki kunci duplikat, jadilah Baekhyun ikut masuk tanpa harus terkena hukuman.
"Masa jam segini ia sudah tidur." Keluhnya setelah melihat gundukan dibalik selimut ranjang Chanhee. Pupuslah harapannya untuk menceramahi Chanyeol. Masa ia harus membangunkannya hanya untuk mendengarkan omelan ala emak-emak dari mulutnya? Begitu-begitu Baekhyun juga punya hati.
Ia menghembuskan nafas kasar dan berjalan ke meja belajarnya. Saat ia duduk, tak sengaja matanya melihat sebuah note berwarnya kuning tertempel di meja belajarnya.
Pulang terlambat, eoh?
Semoga mood Taeng sonsaeng sedang bagus sehingga tidak memberimu hukuman.
Baekhyun menatap aneh kertas itu. Ia menarik note tersebut dan berencana membuangnya karena masih kesal pada penulisnya, siapa lagi kalau bukan Chanyeol. Tapi ternyata masih ada note yang lain dengan warna orange.
Oh ya, aku juga ingin meminta maaf atas kejadian di Mall tadi.
Aku tidak bermaksud kabur, hanya saja aku teringat akan sesuatu dan membuatku ingin segera pulang selagi kau berbincang dengan perempuan itu.
Maafkan aku ya Baekki~
Baekhyun mempoutkan bibirnya kesal. "Tak semudah itu aku memaafkanmu.." Ia menarik kertas itu berharap ada note lain. Itu berwarna pink.
(P.S : Kalau kau memaafkanku, kudoakan dirimu semakin cantik dan menggemaskan.) –Park Chanhee
Kembali Baekhyun menarik note tersebut yang ternyata merupakan note terakhir. Dan yang terakhir itu membuat Baekhyun mengembangkan senyumnya. "Baiklah, aku memaafkanmu.."
Setelah Baekhyun tenang dari amarahnya, ia beranjak pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan diri.
Meanwhile, Dibalik selimut…
Chanyeol tersenyum puas dengan menampakkan gigi-giginya sambil mengepalkan tangannya. "Yess… Berhasil." Dan selanjutnya, barulah ia benar-benar terlelap.
Di tong sampah…
Disana terdapat sebuah note yang bentuknya sudah tidak karuan. Note tersebut ditulis oleh Chanyeol, dan karena salah, ia meralatnya dan membuangnya. Isinya…
(P.S : Kalau kau memaafkanku, kudoakan pahamu akan semakin mulus) –Park Chanyeol
Kesalahan yang fatal bukan?
Ya. Dia memang bodoh.
-High XOXO-
Keesokan harinya berjalan lancar seperti semula. Baekhyun benar-benar sudah memaafkan Chanyeol dan tidak membahas kejadian itu lagi. Dan mungkin hari ini menjadi hari yang tidak sesulit hari kemarin bagi Chanyeol.
MUNGKIN…
"Cukup untuk hari ini, jangan lupa kerjakaan tugas yang telah saya berikan, belajarlah lebih giat lagi. Annyeong.." Yeoja paruh baya itu langsung pergi meninggalkan kelas setelah menyelesaikan kalimatnya.
Kalimat penutup dari Lee sonsaeng membuat para siswi bangkit dari duduknya dan menghambur menuju locker untuk mengembalikan buku yang tadi dipergunakan di mata pelajaran sebelumnya.
Karna belum waktunya untuk istirahat, biasanya para siswi akan langsung mengambil buku untuk mata pelajaran selanjutnya. Tapi kali ini tidak, para siswi malah menghambur keluar kelas.
Chanyeol dan Sehun yang belum terbiasa dan juga tak terlalu hafal dengan jadwal pelajaran tampak bingung. Mereka langsung mengampiri Baekhyun dan Luhan yang masih berada di ambang pintu.
"Luhan-ah, mengapa semuanya pada keluar kelas?" tanya Chanyeol pada Luhan, mungkin keduanya –turut Baekhyun.
"Oh itu, pelajaran selanjutnya adalah renang. Jadi kita akan berganti pakaian di ruangan ujung sana." Jelas Luhan sambil menunjuk ruangan paling ujung yang menjadi tujuan para siswi.
"Kajja, kita tertinggal. BoA sonsaeng tidak suka melihat muridnya terlambat." Sambung Baekhyun sambil menarik Luhan pergi.
Dan tinggalah Chanyeol dan Sehun yang mematung berdua dikelas.
"Renang?"
.
.
.
_TBC_
Sudah telat update, pendek pula =,=
Maaf banget daahh.. ceritanya jadi aneh kayak gini…
Bi lagi belom dapat mood ngetik, apalagi baca ulang.. Jadi pusing sendiri kalau baca ulang nih ff XD
Trus Bi juga males ngedit. Gak tau ya, penyakit malesnya Bi gak sembuh-sembuh-_- jadi Bi sekali lagi minta maaf kalau banyak typo..
Trus yang chapter lalu memang ada typo yang fatal, si Chanyeol ngomong nama 'Sehun' ke Baekhyun. Yaahh... untung aja masih Chanyeol yang ngomong begitu.. lagian si Baekhyun juga sibuk marahan sama Chanyeol, pastinya kagak fokus'kan, Muehehe... /manfaatin keadaan XD
Oh ya, Bi masih pengen minta maaf gegara telat update… u,u
Alasannya banyak, Bi gak tega kalau semuanya Bi curhatin di sini, nanti para readers jadi terhura kea habis nonton drakor *nahlo? Apasih?-_- *plakk!
Maksudnya, Bi gak enak aja kalau Bi memaparkan(?) semua alasan yang Bi punya. Ceritanya kayak readers gitu yang jadi pelampiasan… -_- *apadah?
Bi sangat berterima kasih untuk para readers tercinta yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca ff abal ini, termasuk siders -_-
Bi hanya meminta review seikhlasnya kok.. wkwk~
Satu lagi! Untuk yang mau nanya-nanya, kasih saran/masukan/kritik/sejenisnya atau bahkan kenalan (emang ada yang mau?-_-) PM aja yaaww!
Balesan Review Chap. 3~
PrincePink; Hahaha! Padahal Bi kagak niat ngelawak lho.. kalau niat, nih epep genre-nya udah jadi Humor.. Itu cuman bawaan penyakit alay Bi ajaa.. wkwk… Makasih udah baca & Review~
DiraLeeXiOh ; Wkwk.. Siapa sih yang gak nyari kesempatan kalau keadaannya kayak gitu? XD Nasibnya Chanyeol akan Bi nistakan disini Huahaha! *ketawa epil *background berapi-api(?) Makasih udah baca & review~
HyunRa; Hmm… Ketauan gak ya..? wkwk… Maaf qaqa.. jadi kena harapan palsu-nya Bi XD Makasih udah baca & review~
MilkHunHan-Yuri ; Iiihh.. bukan Bencis tauk~ XD Gak semua tahu kalau ChanHun Bencong(?) keluarga yang tau cuman hyung-nya Sehun a.k.a Suho.. Untuk penjelasannya lebih dalamnya lagi ada di chapter 'coming soon'.. hehe~ Makasih udah baca & review~
ByunnaPark ; Wkwk.. kok Chanyeol di-mampus-in? Siapa tau si Chanyeol kangen sama noona-nya? Kkk~ Makasih udah baca & review~
hongkihanna ; Hehe.. gakpapa kok! Bi ikhlas-ikhlas aja kalau masalah review…^^ Oh ya, maaf ya qaqa~ sebenarnya yang ngomong hyung itu Suho.. mungkin di chapter ini sudah jelas.. Maklum, ketikan Bi memang rada ngebingungin.. NC? Whats?! *pingsan *plis deh, alay kambuh lagi -_- Sepertinya gak ada NC… Pengen sih..XD tapi Bi masih dibawah umur hehe~ Rencananya sih, nyerempet aja.. Lagian Bi juga bingung gimana buat NC GS… Soalnya Bi ngertinya Cuma Yaoi… Makasih sudah baca & review…
indaah. cqupp ; Hehe.. kalau Yura ngenterin trus ketemu Chanyeol, malah gak terpikirkan nih.. XD Kai norak hanya karna bawaan Bi yang memang dari sononya alay… kkk~ Makasih udah baca & review…
Jaylyn Rui ; Haloo qaqa~ Bi gak mempermasalahin ko mau review dimana aja boleh~ Di chapter ini sudah dijelasin,, yura noona gak tau sama 'permainan'-nya ChanHun.. hehe~ Makasih udah baca & review~
pintukamarchanbaek ; Wadaaww.. itu mah, Bi sendiri juga bingung ngebayanginnya.. Yaahh.. setidaknya wajahnya Chanyeol masih mendukung XD Makasih sudah & review~
sweetyYeollie ; Maap qaqa.. Bi memberikan harapan palsuu.. T-T Maaf.. Maaf.. Maaf.. Banget~ Itu karena waktu itu di sekolah Bi ada acara perkemahan 3hari 2malem.. Trus seminggu full ulangan.. Trus dilanjutin ada acara Muharam fair di sekolah Bi, dan Bi harus nyesain hasta karya untuk dipemerin.. Trus ada tugas drama juga, dan baru aja tampil kemaren.. Maaf.. *bungkuk Maaf alasan yang Bi berikan terlalu berlebihan.. Dan maaf karna chapter sebelumnya memang tidak memuaskan.. Makasih udah baca & review…
salyasone ; Hahaha.. kita sehati qaqa.. Bi juga remed terus kalau ulangan bahasa inggris -_- wkwk.. Makasih udah baca & review..
Guest ; Hehe.. Sama, gak bisa ngebayangin kalau Tao ._. Untuk Baekhyun masih layak dijadiin cewe..XD Makasih udah baca & review~
WhiteApple ; Iye.. tapi masih belum terlalu fatal kok.. Kan masih Chanyeol yang bilang.. Ceritanya keceplosan gituh..wkwk.. Makasih yo! Udah baca & review~
luhan8045 ; Hehe~ jadi malu.. 5bintang? Gak kebanyakan? Turunin dikitlah~ *dipikir nawar-_- Makasih udah baca dan review~
Dan untuk para readers yang review-nya tak terbalaskan(?) /emang cinta?/ bukannya Bi gak mau balas.. hanya saja Bi bingung mau balas apa.. Maaf balasan yang Bi berikan terlalu garing.. Bi gak bisa berhenti menggumankan kata 'Maaf' dan 'Terima Kasih'… Karna epep ini tidak akan berarti tanpa kalian semua… /acieh.. bahasanya... =_=
See you in next chapter~
