"Apa-apaan Uzumaki itu, ia fikir siapa dirinya bisa begitu saja melakukan itu padaku seenaknya?!"
Hyuuga Hanabi adik dari Hinata dan juga Hyuuga Neji kakak laki-laki dari Hinata tampak menguping di depan kamar Hinata. Sejak ia kembali dari sekolah, ia sudah berada dalam mood yang tidak bisa diganggu gugat. Biasanya sih Neji dan Hanabi menghadapi itu saat Hinata sedang PMS, dan jangan tanya apa yang didapatkan mereka saat mereka mengganggu Hinata.
"Lihat saja, aku akan membuatnya menyesal dan membuatnya jatuh cinta padaku. Lalu aku akan mempermainkannya seperti seekor anjing yang kelaparan!"
"Siapa yang ingin kau buat jatuh cinta Hinata-sama?!" Hanabi terkejut saat melihat Neji yang tampak membuka begitu saja pintu keramat di depan mereka. Sifat posesif Neii pada Hinata sudah benar-benar melewatinya batas normal.
"Hanabi... Neji-nii sudah kukatakan bukan," Neji dan Hanabi tampak menepuk ludah masing-masing saat Hinata yang memergoki mereka menguping di kamarnya, satu hal yang tabu untuk dilakukan di rumah mereka, "Jangan menguping di depan kamarku!"
Walaupun saat ini author membuat sebuah cerita AU, entah kenapa ia bisa melihat mata byakugan dan jyuuken yang sudah siap untuk diberikan padanya.
Betting Love
Rated : T
Genre : Romance/General (sebenernya satu lagi ga tau karena ini campur aduk)
Pairing : Naruto Uzumaki x RTN!Hinata
AU, Typo, Abal, Gaje, dkk. Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari menulis ffic ini. Semua hak cipta pemain dimiliki oleh Masashi Kishimoto.
.
Lain kali Hinata tidak akan begitu saja selalu setuju untuk membantu sahabatnya kalau karena itu ia harus berurusan dengan si kutu buku bermuka dua seperti Uzumaki Naruto.
.
Chapter 1, A Girl With the Stupid Plan
.
Hari ini mata murid-murid KHS benar-benar diuji keimanannya. Saat sang primadona yang berwajah manis dan dengan tubuh yang memiliki lekukan penggoda iman itu memakai pakaian yang sedikit lebih terbuka. ingin tahu bagaimana?
Kerah yang biasanya tampak rapi menutup bahunya, kini mengekspos sedikit bagian bahunya. Lalu lengan yang sedikit lebih pendek daripada biasanya, dan rok yang sudah pasti tidak akan lolos dari inspeksi seragam karena panjangnya yang kelewatan seperti rok yang kekurangan bahan.
Tidak biasanya Hinata memakai pakaian yang mengumbar auratnya seperti sekarang, dan semua orang sudah merasa iri dan penasaran pada siapa Hinata ingin menunjukkan semua itu. Oh, jangan lupa dengan rasa penuh harapan yang muncul ketika ia berfikir kalau Hinata akan datang pada mereka. Namun apa yang difikirkan oleh Hinata tentu saja berbeda jauh, ia tidak suka memakai pakaian seperti ini, sungguh.
Namun ia akan mencoba semua cara untuk membuat pemuda itu jatuh cinta padanya.
'Taktik nomor satu, mana ada laki-laki yang tidak terpikat bukan? Lihat saja dari gerbang sekolah hingga jelas semua orang ingin jadi target pukulanku,' Hinata memaksakan diri untuk tetap tersenyum walaupun sangat terlihat dipaksakan. Melihat target yang duduk di kursinya, ia segera mendekat dan menggebrak mejanya sambil duduk di atas meja itu, "selamat pagi Uzumaki-kun, bukankah hari ini adalah hari yang indah?"
Suara desahan kecewa dan juga decakan tidak percaya terdengar dari mulut semua siswa yang ada di kelas itu. Kemarin isu tentang Shion yang memanggil Uzumaki Naruto sudah membuat mereka terkejut dan patah hati.
Lalu sekarang seorang Hyuuga Hinata ikut menjadi korban dari sang nerd yang bahkan tidak pernah dilirik oleh siswi biasa? Satu hal yang ada di fikiran semua murid disana; Apa yang dilakukan oleh Naruto hingga kedua siswi itu jatuh cinta padanya?
Suasana diantara keduanya tampak hening, dan tanpa sadar suasana itu juga terbawa oleh seisi kelas yang ikut terdiam seolah menunggu jawaban dari Naruto.
"H—Hyuuga-san, kau bisa masuk angin jika memakai pakaian seperti ini…"
GUBRAK!
Suara itu terdengar dari semua murid kecuali Hinata yang tampak terjatuh dari tempat duduk mereka, mendengar apa yang dikatakan oleh Naruto pada gadis itu. Sementara Hinata sendiri hanya bisa berkata apapun hanya membatu di tempatnya.
"Uzuma—"
"D—dan sebaiknya, kau ikut denganku. Kau melanggar beberapa peraturan sekolah dari make up hingga rokmu," oh. Ia melupakan satu fakta yang membuatnya akan dimarahi habis-habisan oleh gurunya Anko, kalau pemuda ini juga seorang ketua OSIS tukang pengadu, "ayo Hyuuga-san…"
"Che, baik-baiklah! Kau tidak punya sense humor sama sekali!"
Dan semuanya hanya bisa memandangi kembali Uzumaki Naruto yang berjalan bersama dengan Hyuuga Hinata keluar dari ruangan kelas mereka. Dengan sebuah tanya yang muncul di kepala mereka masing-masing.
Apa yang sebenarnya terjadi disini?
"Kau fikir aku suka memakai pakaian seperti ini? Hariku sudah buruk dengan Neji-nii-san yang melarangku untuk pergi ke sekolah karena penampilan ini, saat semua orang yang ada di dalam bus mencoba untuk menyentuhku, dan begitu juga dengan semua calon samsak tinju yang ingin kupukul saat masuk ke dalam kawasan sekolah?"
Semua orang yang mendengarkan mood Hinata yang sedang tidak baik itu segera menjauh meskipun mereka masih melihat penampilan Hinata dengan tatapan seperti seorang serigala yang kelaparan. Naruto hanya diam dan berjalan dengan menundukkan kepalanya.
"Aku bukan orang yang mau menyerah begitu saja melawan seseorang sepertimu yang bermuka du—" belum sempat Hinata menyelesaikan perkataannya, saat Naruto sudah menarik tangannya kembali di salah satu belokan yang menuju ke lorong yang cukup gelap karena tanpa jendela dan juga pintu, kembali mendekatkan tubuhnya pada gadis itu.
"Kalau kau memang tidak suka memakainya, bukankah seharusnya kau tidak memakai itu Hyuuga-san~?" Kembali dengan kacamata yang terlepas, yang sukses membuat Hinata bergidik ngeri karena trauma yang dilakukan oleh Naruto dengan mencuri ciuman pertamanya.
"Ka—kau—"
"Ah aku lupa, kau ingin memikatku dengan cara itu? Sayangnya kakakku lebih cantik dan lebih seksi daripada kau," jawabnya sambil tersenyum lebar dan meletakkan kembali kacamatanya pada batang hidungnya, "ayo kita pergi ke ruangan OSIS sebelum bel berbunyi Hyuuga-san…"
…
'Ia benar-benar orang yang paling menyebalkan!'
"Ah, dan Hyuuga-san—"
"Apa lagi!" Hinata menatap dengan tatapan tajam kearah Naruto yang berbalik dan melepaskan jas sekolahnya, menaruhnya pada pinggang gadis itu seolah ingin menutupi bagian kakinya yang terlalu terekspos bahkan ia yakin kalau sedikit saja terangkat maka celana Hinata akan benar-benar terlihat.
"Apa yang—"
"Ma—maaf, apakah kau sedang waktunya bulan ini?" Hinata mengerutkan dahinya melihat bagaimana pemuda yang kembali menjadi pemalu itu bertanya hal itu padanya, "ma—maksudku, uh ada noda merah di belakang rokmu…"
Hinata tersentak dan menoleh pada rok yang ia kenakan. Sial, ia bahkan tidak sadar kalau saat itu ia sedang—yah kau tahu penyakit bulanan para kaum hawa. Menarik jas sekolah Naruto untuk menutupi bagian belakang roknya, menoleh dengan wajah memerah kearah Naruto.
"Kuharap kau lebih berhati-hati lain kali Hyuuga-san…"
…
"AAAAAAAAARGH!"
"Berita yang heboh dua hari ini dobe…"
Naruto yang tampak baru saja selesai menangani pelanggaran yang dibuat oleh Hinata menoleh dan menemukan pria dengan rambut raven yang berdiri di ambang pintu. Uchiha Sasuke, adalah salah satu anggota OSIS di KHS dan berbeda dengan sang ketua OSIS ia adalah seorang pria popular yang memiliki banyak penggemar.
"Aku tidak mengerti apa maksudmu U—Uchiha-san…"
"Berhentilah bersikap seperti itu," Sasuke merebahkan dirinya di sofa yang ada di ruangan itu dan menghela nafas, "itu benar-benar membuat bulu kudukku merinding mengingat bagaimana sifat aslimu usuratonkachi…"
"Maa-maa," Naruto menghela nafas dan melepaskan kacamatanya sambil menatap Sasuke yang ada disana, "apakah kau harus memanggilku usuratonkachi walaupun aku sudah tidak lagi seperti itu?"
"Aku sudah mengenalmu sejak kecil, walaupun kau menutupi sikapmu dan hanya aku yang tahu, kau tetap deadlast yang aku kenal," Naruto tertawa mendengar itu. Sasuke memang sahabatnya sejak kecil, dan ia yang tahu bagaimana sifat asli dari Naurto lebih dari siapapun.
"Tetapi sekarang tidak lagi teme…"
…
"Seseorang melihat sifat aslimu? Kukira kau tidak suka kalau seseorang tahu tentang tuan muda Namikaze yang angkuh dan egois itu di sekolah biasa seperti KHS," Sasuke menatap Naruto dengan tatapan bingung, namun Naruto hanya tersenyum sambil memangku kepalanya dengan sebelah tangan.
"Anggap saja, kalau—aku tertarik dengan sebuah taruhan…"
"Ia benar-benar orang yang menyebalkan!"
Hinata berada di dalam kantin KHS bersama dengan Sakura dan juga Ino saat jam makan siang berbunyi. Sudah satu harian ini ia mencoba, dan semua rencana mulai dari yang langsung maupun secara tidak langsung sudah ia lakukan dan malah selalu berbalik pada gadis ini.
"Aku tidak mengerti kenapa kau tiba-tiba bersikap aneh di depan kutu buku itu. Kau tahu kalau banyak yang menganggap seleramu aneh kau tahu," Sakura tampak menatap sahabatnya itu yang meminum susu kotaknya dalam sekali hirup.
"Yah, tetapi kita juga tidak tahu bagaimana selera orang. Kau tahu sendiri bukan, Shion benar-benar menyukai Naruto dan mencoba untuk mendekatinya dengan semua cara," Ino yang dikenal sebagai ratu gossip memulai beritanya. Memang sebelum penembakan itu, Shion terlihat selalu mendekati Naruto walaupun tidak pernah ada yang tahu kenapa.
"Huh, bahkan dalam mimpiku aku tidak akan mungkin memikirkan pemuda itu," jawab Hinata sambil berdiri karena jam pelajaran tampak dimulai. Sakura dan juga Ino hanya tertawa mendengar itu dan dengan segera mengikuti Hinata.
"Hei, jangan sampai kau kualat dan malah menyukainya Hinata."
"Nah, tidak mungkin…"
"Hah, kau taruhan dengan Naruto siapa yang akan jatuh cinta pertama kali pada yang lainnya?!"
Ino dan juga Sakura tampak menatap Hinata dengan tatapan tidak percaya. Gadis itu benar-benar sangat tidak bisa ditebak meskipun Ino, Sakura, dan Hinata sudah berteman sejak mereka SMP. Bagaimana bisa ia sampai bertaruh seperti itu dengan pemuda yang tidak terduga?
"Ia benar-benar menyebalkan, 'aku bisa saja membuat gadis sepertimu jatuh cinta, tetapi aku hanya menganggapmu sebagai teman', memangnya sehebat apa dia sampai bisa mengatakan hal itu," Hinata tampak sedikit melamun saat menyadari sebenarnya mata sapphire itu juga cukup membuatnya terpikat.
…
'Apa yang kufikirkan?!'
Menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia tidak boleh berfikir seperti itu dan ia tidak akan berfikir seperti itu.
"Tetapi memang, kufikir Uzumaki Naruto itu pria tidak menarik yang terlalu polos," Ino masih menghadap pada Hinata yang duduk di belakangnya, "ia itu seperti tipikal pria yang sama sekali tidak ingin jatuh cinta! Ia sama sekali tidak tertarik pada Shion ataupun Hinata, padahal kufikir kalian berdua memiliki penggemar yang tidak sedikit."
"Dan aku akan membuatnya kalah dari taruhan itu, dengan cara apapun!" Hinata memukul pelan mejanya tanda sangat kesal. Dan kedua sahabatnya tahu, Hinata akan benar-benar tidak tinggal diam sampai pemuda itu bertekuk lutut di depannya. Bukan karena popularitas mereka tahu, tetapi karena harga dirinya.
"H—Hyuuga-san, jangan membuat keributan di kelas…"
"Jangan memerintahku Bakkamaki, kau tidak punya hak untuk melakukan itu," Hinata yang mendengar apa yang dikatakan oleh Naruto tampak menatap tajam kearah pemuda itu.
"Tetapi aku bisa melakukannya Hyuuga Hinata," suara itu yang berasal dari belakang Hinata membuatnya menoleh dan menemukan seorang guru yang tampak tersenyum penuh arti dan juga meletakkan kedua tangannya di pinggang.
GLEK!
Mitarashi Anko bukanlah seorang guru yang terkenal ramah dan juga baik. Dan sebaliknya, keributan sedikit yang tidak ia sukai, akan berdampak pada—
"Lari keliling lapangan bola 10 kali putaran!"
"Dan kenapa kau yang mengawasiku!"
Hinata berbicara dengan nafas yang terputus-putus sambil menunjuk kearah pemuda yang duduk di bench dekatnya berlari. Uzumaki Naruto memang anak emas para guru dan menjadi seorang yang bisa diandalkan oleh guru-guru di KHS.
"M—mungkin agar kau tidak mangkir dari hukumanmu Hyuuga-san, aku hanya menjalankan tugasku untuk mengawasi sampai kau selesai melakukan 10 kali putaran," jawabnya sambil duduk tegang di bench itu. Selamat, sekali lagi kau sudah membuat Hyuuga Hinata menjadi kesal bukan main, "a—apakah kau tidak dingin Hyuuga-san? Maksudku, pakaianmu seperti itu dan cuaca disini cukup dingin…"
"Tidak sama sekali," sebenarnya bohong, ia benar-benar kedinginan dengan pakaiannya yang seperti ini. Karena kebodohannya ingin menggoda Naruto menggunakan pakaian yang sedikit terbuka, ia malah berakhir menyakiti dirinya sendiri. Hinata menatap kearah Naruto yang tampak menatapnya dengan cemas, "jangan membodohiku yang sudah tahu sifat aslimu dengan tatapan itu!"
"Hh," Naruto tampak melihat sekeliling, jam pelajaran masih berlangsung dan tidak ada siapapun yang berada disana. Melepaskan kacamatanya sejenak sambil menatap Hinata yang tampak sedikit tersentak, "seharusnya kau tidak melakukan itu bodoh. Ini pertengahan musim gugur, dan pakaianmu itu lebih parah daripada seragam musim panas dari Sakura-chan…"
"Memangnya salah siapa aku melakukan itu huh?!"
"Kau terlalu bersemangat membuatku jatuh cinta? Dengan sifat kasarmu bagaimana seseorang bisa jatuh cinta padamu," Naruto tersenyum sambil menatapnya tajam, membuat wajah Hinata tampak memerah karena menahan amarah. Apa-apaan pemuda ini, ia benar-benar akan melakukan apapun untuk mengalahkan—
BYUR!
Baik Hinata maupun Naruto yang sedang berbicara sukses dikejutkan dengan air yang tumpah dari atas Hinata, membasahi seluruh tubuh gadis itu dari atas sampai bawah. Naruto yang melihat hal itu segera mendongak, namun hanya melihat sebuah siluet seseorang yang segera berlari menjauh.
Suara siulan tampak membuatnya tersadar, saat beberapa orang yang tampak sedang berlari karena olah raga melihat kearah Hinata. Sepertinya karena pakaiannya yang dikecilkan, saat ini bajunya yang berwarna putih dan basah itu menjadi transparan dan memperlihatkan bagian dalam pakainnya.
"Nice body Hinata-chan~"
Yang dikira oleh Naruto saat itu adalah Hinata yang akan marah dan segera melabrak orang itu. Namun, yang ia lihat malah Hinata yang memeluk dirinya sendiri dengan tubuh yang gemetar seolah ketakutan akan sesuatu.
Bahkan ia tidak bisa berkata apapun selama beberapa saat sebelum melepaskan jas cadangannya yang selalu ia bawa di ruangan OSIS, dan mendekati Hinata yang ada di depannya.
"Ja—jangan mendekatiku!"
Namun Naruto tentu tidak mendengarnya dan terus berjalan hingga ia berada tepat di depan pemuda itu, dan ia kali ini meletakkan jas yang ia miliki itu di punggung Hinata, agar menutupi bagian pakaiannya yang transparan.
…
Hinata segera mendongak dan menatap Naruto yang masih tidak menggunakan kacamatanya kala itu menatapnya dengan tatapan cemas.
'Eh?'
"Makanya, jangan ceroboh sampai bisa terguyur seperti itu," dan perkataan pemuda itu membuat Hinata segera tersentak dan menatap tidak percaya pada pemuda yang ada di depannya yang menatapnya dengan tatapan yang menyebalkan, "yang benar saja, kau bahkan tidak pakai apapun dibalik pakaianmu itu," Naruto berbalik dan menggelengkan kepalanya.
Wajah Hinata memerah karena menahan amarah dan tampak tubuhnya gemetar. Naruto sendiri tampak melirik kearah Hinata sambil memegang serta memasang kacamatanya.
"Kuharap, kau lebih berhati-hati lain kali… Hyuuga-san…"
…
'APA-APAAN PEMUDA ITU!? SAMPAI KAPANPUN AKU TIDAK AKAN MUNGKIN SUKA DENGANNYA!'
.
Sementara di lantai tiga dari bangunan KHS itu, tampak seseorang yang melihat semua yang terjadi disana. Ia berdecak kesal melihat kedekatan dari Hinata dan juga Naruto.
"Tsk, lihat saja—aku tidak akan membiarkan mereka bersatu…"
Dan dengan segera, siluet itu tampak berbalik dan meninggalkan tempat itu.
To be Continue
HIII! Ternyata challenge yang kesampean malah yang paling extreme, untung aja udah disiapin chapter yang ini. Ga pernah nyangka bisa dapet 70 review Cuma dalam satu chapter. Terima kasih saya ucapkan dengan sangat pada para reviewer yang mau mereview cerita saya ;_; beneran terharu, dan terima kasih juga buat Yun Que alias Almighty X yang bolehin saya ambil sedikit ide dari "My Tsundere Hime" dan juga salah satu ficlet dia ^ ^
Ga bisa bales satu per satu, jadi Cuma pertanyaan aja yang bisa dibalas sama saya ;_; maaf ya, tapi saya benar-benar terima kasih sama review anda sekalian.
Q : Pembatas antar timeline kurang jelas?
A : Uhm, akan saya ganti pembatasnya. Sebenarnya kalau jeli anda bisa lihat satu titik di tengah yang saya bikin jadi pembatas ^^;
Q : Naruto beneran punya 2 sifat atau cuma buat alibi?
A : Hm, bisa dibilang bukan salah satunya. Pasti ntar dikasih tahu alasannya kok :D
Q : Naruto berubah sifat pas buka kacamata?
A : Yap XD dan sebenarnya itu bukan kepribadian ganda tapi lebih pada kebiasaan XD
Q : Penampilan Hinata sama kaya di RTN?
A : Untuk chapter ini? Iya. Alasannya sudah jelas disini. Tapi sebenarnya penampilannya lebih ke Hinata asli yang suka ketutup :D
Q : Sifat Naruto sama Hinata tukeran?
A : Yap, bisa dibilang kaya gitu, walaupun Hinata lebih ke emosional dan Tsundere :D
Q : Mirip Guru Ageo yang di shinchan?
A : Kayaknya itu lebih ke alter ego ya XD kalau Naruto dia masih sadar apa yang dilakuin dia pas kacamatanya dibuka.
Q : Muka dua atau kepribadian ganda?
A : Muka dua. XD
Q : Mata Naru kok Emerald?
A : yak, saya kebiasaan kebalik antara warna emerald sama Sapphire. Tapi sudah diedit :D
Q : Naruto sembunyiin sifat asli dari orang lain?
A : Yep, kecuali Sasuke dan sekarang Hinata~
Q : Naruto berpenampilan gitu cuma topeng?
A : hm, mungkin seperti itu bahasa kasarnya :D
Q : Apa yang ada di dalam kacamata tebal Naruto?
A : FYI, ini bukan fantasy XD Naruto Cuma kebiasaan aja sifatnya berubah setiap kacamata lepas.
Another Challenge XD
Lebih dari 20 Review = Tiga hari lagi update (26/12/2013 Jam 9 Malam)
Lebih dari 30 Review = Dua hari lagi update (25/12/2013 Jam 9 Malam)
Lebih dari 40 Review = Besok (24/12/2013 Jam 9 malam)
