Behind The Mask
Disclaimer: Naruto, Khisimoto Masashi
Chapter 2:
"Waaaaah." mata indah itu menatap bangunan dihadapannya dengan terkagum-kagum.
Beberapa hari kedepan dia akan tinggal disini, ralat mungkin beberapa bulan, atau beberapa tahun masa depan tidak ada yang tahu bukan.
Kaki jenjangnya berjalan menuju gerbang Sekolah sekaligus asrama yang ada dihadapannya, rambut coklatnya berkibar mengikuti arah angin yang menerpa wajahnya dengan lembut. Mata itu masih menatap bangunan didepannya dengan tatapan berbinar.
Tokyo International Boarding schools, salah satu sekolah asrama elite di kota tersebut. Sekolah ini mengharuskan para muridnya untuk tinggal disini, walaupun tidak sepenuhnya tinggal di asrama. Para murid biasanya pulang kerumah mereka masing-masing saat akhir pekan. Fasilitas asrama disekolah ini tentu saja menguntungkan murid yang berasal dari luar kota, mereka tidak perlu repot-repot mencari apartemen di Tokyo, mengingat Tokyo termasuk golongan kota termahal di dunia.
"Maaf nona, kami tidak menerima sumbangan. Anda bisa pergi dari sini !" Ujar seorang satpam yang menghalangi langkah di depannya.
"Apa ? Sumbangan ?" gadis itu menatap polos pria gemuk dihadapannya yang kini menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki kembali ke ujung rambut lagi, dan gadis itu pun mengikuti arah pandangnya.
Ya, rambut panjang digerai acak-acakan, wajah kumal, pakaian yang ya bisa dibilang biasa, sandal jepit, dan koper yang di belakangnya.
"Hei, aku murid baru disini ! Jangan karena aku berpenampilan seperti ini maka kau menganggapku pengemis ya, aku bukan pe-nge-mis."
"Jangan bercanda, banyak pengemis berpakaian sepertimu lalu mengaku murid baru sepertimu juga dan ujung-ujungnya minta makan disini atau jangan-jangan kau pencuri ?!"
"Hei apa kau bil – "
"Ehem, ada apa ini ?"
"Aa nona Shizune." Ucap satpam itu sambil menundukkan kepalanya di depan seorang wanita yang dipanggilnya Shizune tadi.
"Kau murid baru yang dikatakan nona Tsunade ?" Tanya Shizune, mengalihkan pandangannya ke arah gadis yang ada dihadapannya itu.
"Ah ya benar, aku orangnya."
"Aa selamat datang, kalau begitu ikut aku ke ruangan nona Tsunade, beliau sudah menunggumu sedari tadi." Ujar Shizune memimpin perjalanan diikuti gadis itu yang menjulurkan lidah ke arah satpam yang tadi berdebat dengannya.
"Sudah kubilang aku murid baru disini, wlee." Sementara sang satpam menggeram kesal dan kembali ke pos jaganya.
Shizune dan gadis itu berjalan menuju ruangan Tsunade dalam diam, Shizune fokus dengan jalan didepannya sementara gadis itu, entah apa yang sedang dipikirkannya. Saat sedang menoleh kearah kanan mata gadis itu tak sengaja menangkap sesosok pemuda tampan berambut biru dongker yang sedang bermain bola basket di lapangan outdoor bersama dengan teman-temannya yang lain.
Pemuda yang tak sengaja menoleh kearah gadis itu pun balik menatapnya, sesaat mereka saling bertatapan, mata indah sang gadis dengan onyx itu saling terbius beberapa detik hingga sang pemuda mengalihkan pandangannya ke arah itu pun refleks langsung menolehkan kepalanya ke depan.
"Nah kita sampai, ayo masuk !" ajak Shizune ramah, namun seketika raut wajahnya yang hangat berubah menjadi raut wajah khawatir melihat ekspresi gadis berambut coklat dihadapannya.
"Eh ? Kau kenapa ? apa kau sakit ? wajahmu merah." Tanya Shizune sambil mengangkat sedikit dagu gadis itu. "a.. aku tidak apa-apa, ya aku tidak apa-apa hanya sedikit kepanasan." Jawab gadis itu sedikit gugup.
'haaah, astaga ada apa denganku?'
"Aa baiklah, kalau begitu ayo kita masuk."Shizune mengangguk mengerti lalu mengajak gadis itu untuk masuk kedalam ruangan berpintu coklat dengan tulisan 'principal's office' dikusen atasnya.
TOK TOK TOK
"Masuk !"
"Permisi nona Tsunade , aku mengantarkan murid baru yang anda katakan tadi pagi kepada saya." Ujar Shizune sopan, dia sangat menghormati atasannya ini.
"Oh ya, kalau begitu kau boleh keluar sekarang ada yang ingin aku bicarakan dengannya,nanti ku panggil lagi."
"Baik saya permisi."
Selepas kepergian Shizune, Tsunade berdiri dan berjalan kearah gadis itu lalu mempersilahkan gadis itu duduk. "Selamat datang Sakura-sama, lama tidak berjumpa dengan anda." Ujarnya sambil membungkukkan badannya didepan Sakura ?
Sasori berjalan dengan langkah yang cepat dan ekspresi dingin yang tak biasa dia tunjukkan didepan umum menuju ruang kerja pribadinya yang ada di lantai dua di rumahnya, ya disinilah dia sekarang.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya pemuda berambut merah itu pun tiba di Jepang, Kyoto lebih tepatnya, tempat dia dilahirkan dan dibesarkan sebelum dia pindah ke Jerman untuk melanjutkan kuliahnya yang membuatnya jarang mengunjungi tempat tinggalnya ini.
"Panggil Ayame dan Yamada sekarang juga !" Perintahnya kepada Yamato setelah dia duduk di belakang meja kerjanya, dan tak lama kemudian dua orang yang dipanggilnya pun datang dan membungkuk memberi hormat dihadapannya.
"Aku butuh penjelasan dari kalian berdua !"
"Tidak usah seformal itu nona Tsunade, lagi pula aku akan menjadi murid di sekolah ini jadi seharusnya aku yang membungkuk. Ah ya, mohon bantuannya !" Seru Sakura dengan nada ceria.
"Tentu nona, tapi apa yang membuat nona berada disini ?" Sakura menanggapi sederet pertanyaan Tsunade dengan senyuman. Tsunade adalah kepala sekolah di TIBS, bagaimana Tsunade mengenal Sakura ? Itu mudah saja, karena sekolah ini adalah sekolah swasta milik Akasuna Foundation masih termasuk bagian dari Akasuna Corp yang bergerak dibidang pendidikan.
Saat melihat Sakura masuk tadi, Tsunade cukup terkejut dengan penampilan gadis itu. Gadis yang biasanya berpenampilan glamour dengan pakaian serba bermerk itu tampil seperti rakyat biasa. Benar-benar berbeda, dan lagi rambutnya itu, rambut merah muda kebanggaannya berubah menjadi warna coklat karamel.
"Apa karena rumahku di Kyoto aku tidak boleh berada di Tokyo , eh ? Aku juga ingin merasakan bagaimana sekolah disini, untuk apa kakekku mendirikannya jika cucunya sendiri tidak bisa merasakannya." Jawab Sakura dengan santainya.
Ya, selama hidupnya Sakura belum pernah sekalipun merasakan yang namanya bangku sekolah, selama ini Sakura menjalani home schooling untuk memenuhi kebutuhan akademiknya, mengingat kejadian penculikan beberapa tahun lalu dan fisiknya yang lemah. Dan hal itu membuat Sakura tidak mempunyai teman.
Garis bawahi itu tidak mempunyai teman.
"Iiye, bukan begitu nona hanya saja –"
"Begini tuan, malam itu Sakura-sama menghubungi saya dan meminta saya memesan tiket penerbangan menuju Jepang untuk keberangkatan malam itu juga. Dan saya juga menyuruh Yamada untuk menjemputnya di bandara ketika nona sudah sampai." Jelas Ayame panjang lebar pada Sasori.
Mata Sasori beralih pada Yamada sekarang, tentu saja masih dengan pandangan tajamnya. Yamada yang mengerti maksud tuannya itu segera saja menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dibandara saat itu.
"Tak apa, aku hanya ingin bersekolah disini , itu saja. Dan bisakah kau berhenti menanyaiku nona Tsunade ?" Jawab Sakura, raut wajahnya mulai berubah dari ceria jadi sedikit sedih bercampur takut mungkin ?
"Aa, maaf atas kelancangan saya Sakura-sama." Sekali lagi Tsunade membungkuk didepan nona mudanya itu.
"Astaga, sudah kukatakan jangan seformal itu, hihi" Sakura berdiri dari duduknya lalu berjalan melewati Tsunade menuju jendela yang berada di belakang Tsunade.
"Aku haya ingin tenang, bisakah kau merahasiakan identitasku ? termasuk namaku ? pokoknya semua yang berhubungan denganku dan aku ingin kau memperlakukanku seperti murid-murid yang ada disini !" Ucap sakura dengan pandangan kosong ke arah luar jendela.
"Tapi kenapa nona ? Anda kan –" "Pokoknya lakukan saja dan jangan pernah menolak perintahku !" Potong Sakura cepat.
"Baiklah jika itu mau anda, saya akan melakukannya."
"Terimakasih banyak" Ujar Sakura disertai senyum diwajahnya.
"Saya akan memanggil Shizune untuk mengantar anda menuju kamar asrama anda yang akan anda tempati nantinya."
BRAK
Sasori berdiri dan menggebrak meja di hadapannya.
"Kalian berdua bodoh, kau bisa-bisanya kau menuruti perintah Sakura !" Tunjuk Sasori tepat ke wajah Ayame yang ketakutan. "Dan kau bisa-bisanya kau lengah dan kehilangan jejak adikku !" Lanjutnya lagi dengan tatapan menusuk yang ia layangkan pada orang berbeda gender itu menunduk ketakutan.
"Tenanglah tuan, kami pasti akan menemukan Sakura-sama secepatnya." Yamato angkat bicara setelah sekian lama dia diam, membuat ketiga orang lain yang ada diruangan itu beralih menatapnya.
"Temukan adikku atau kalian berdua akan benar-benar aku pecat !" Ujar sasori dengan nada menusuk membuat dua orang pelayannya itu ketakutan.
"Ha'i Sasori-sama, kami permisi."
Sepeninggal kedua pelayannya itu Sasori kembali duduk dan memijit pangkal hidungnya, wajahnya benar-benar terlihat frustasi sekarang. Bagaimana tidak ? adik semata wayangnya menghilang entah kemana. Eh, tunggu adik ? Kau khawatir adikmu dalam keadaan bahaya ?
'Saat Sakura-sama tiba di bandara, beliau langsung lari begitu melihat saya dan pengawal yang saja saya mengejarnya , tapi kami kehilangan jejaknya saat mengejar taksi yang ditupangi Sakura-sama di jalan.' Ucap Yamada seraya menundukkan kepalanya dihadapan Sasori.
"Kau selalu menyusahkanku." Gumam Sasori singkat dengan tatapan kosong kearah jendela di sebelah kananya sambil tangannya menggenggam sesuatu.
"Nah ini kamar mu, kau akan sekamar dengan dua orang lainnya. Akurlah dengan mereka Mika-chan." Ujar shizune dengan senyum diwajahnya yang membuat mata sipitnya semakin tidak terlihat.
"Aa, terimakasih Shizune-san." Balas Sakura dengan menunduk, atau bisa kita panggil Mika ?
'Hidup baruku akan dimulai saat ini'
.
.
.
to be continue
wah seneng banget, reviewnya banyak ternyata, padahal baru sehari hehe :D terimakasih banyak atas dukungan dan sarannya aku jadi tambah semangat buat nulis, oh iya maaf chap ini kurang panjang cenderung pendek :( aku bingung mau ngebatasin ending chapnya dimana jadi aku potong disini aja deh dan jujur aja aku kurang dapet feelnya di chap ini :( tapi semoga kalian suka aku bakal terus kasih yang terbaik hehe
oh iya ratenya juga diganti jadi T karna aku salah klik, aku belum sanggup nulis rate M deh *belumsanggupbayanginnya* muehehe maaf maaf._.v
terus ikutin chap selanjutnya ya terimakasih banyaaaaaak *bighugs*
Balasan revieeeeeew , :
Hana kumiko : Salam kenal juga hana-chan, boleh manggil gitu ? wah terimakasih banyak ya, ini udah update semoga suka :)
Pinky Kyukyu : Disini Sasukenya udah keliatan kok tapi batang idungnya aja :p , ini udh lanjut :)
mysaki : Iya ini udah lanjut :)
Hanna Hoshiko : Salam kenal juga :) wah kita newbie ya :D , iya semoga chap cukup baik ya :) ini sudah lanjuuuut =))
raven pink : Ini udah update :D , wah makasih banyak aku masih perlu banyak belajar, Sasori itu gimana ya ? hmmmm haha ikutin aja oke *authorjail* hihi makasih udah disemangatin juga :)
.9 : Ini sudah lanjut :D terimakasih sudah mau menunggu :)
Uchiha Cherry Rania17 : Ini sudah lanjut ceritanya :D , salam kenal juga :)
Eysha 'CherryBlossom : wah masa sih ? terimakasi banyak :) , pupyeyesnojutsunya berhasil nih aku update :D hehe
mizumidina : Ini sudah update :) iya nih untung abang aku gak kayak dia :( tapi dia baik kok o:) iya ada romance sasusakunya tunggu aja :)
Cherrysakusasu : Dichap ini kejawab Sakuranya pergi kemana, atau mika ? atau sakura aja ? atau *plak* ini sudah updaaaate :)
Hikari Matsushita : wah terimakasih banyak :)
nInEtAILfOX : iya nih chap pertama typonya masih bertebaran dimana-mana :( yang ini masih ada typo gak ?:D hehe, makasih :) keep read juga ya :) hehe
bella : Terimakasih, ini udah update :)
