Behind The Mask

Disclaimer: Naruto, Khisimoto Masashi

Chapter 5 :

"APA-APAAN KALIAN ?"

"Shi.. Shizune-sensei ?" mata Karin terbelalak kaget melihat siapa orang yang membuka pintu toilet secara kasar tadi, seketika tangan yang digunakan untuk menenggelamkan kepala Sakura kedalam wastafel tadi mengendur dan sedikit demi sedikit melepaskannya.

Sementara Sakura terkulai lemas didekat wastafel, dia pun jatuh terduduk karena sudah tidak kuat lagi menopang berat badannya yang terasa nyeri semua, kesadarannya pun tinggal setengahnya. Shizune yang melihat itu pun segera menghampiri Sakura.

"Mika-chan, astaga—" Shizune memandang Sakura dengan panik bercampur khawatir, dia mengalihkan pandangannya kearah tiga orang gadis yang telah tertangkap basah membully Sakura.

"KALIAN INI APA-APAAN HAH ? APA KALIAN TIDAK PUNYA OTAK ?"

Sasuke yang merasa bosan sendirian didalam kelas segera keluar untuk mencari Sakura yang tiba-tiba meninggalkannya tadi, dia membawa tas Sakura lalu menghilang dari balik pintu kelas yang sedikit terbuka itu. Merasa ada yang tidak beres, Sasuke menghampiri toilet wanita yang mengeluarkan suara ribut. Dari suaranya sih sepertinya ada sedang marah-marah. Matanya terbelalak kaget ketika menyaksikan keadaan didalam toilet itu.

Tiga orang gadis pembuat onar yang dia ketahui sebagai fansgirlnya yang menyebalkan itu menurutnya, dan Shizune-sensei yang sedang berusaha membantu Sakura untuk berdiri.

Shion orang yang pertama menyadari kehadiran Sasuke membeku ditempat.

"Sa..Sasuke ?" Dalam sekejap semua orang yang ada didalam menolehkan kepala mereka kepada satu-satunya lelaki yang ada disitu.

Sasuke berjalan melewati Karin, Shion, dan Tayuya menuju tempat Sakura, pandangannya lurus kedepan kearah Sakura dengan ekspresi datar, Sakura yang masih berusaha mengatur napasnya dengan kondisi setengah sadar itu bas memandang Sasuke yang berjalan kearahnya dengan pandangan sayu.

"Hn, biar aku yang membawanya." Shizune segera menyerahkan Sakura yang masih dipapahnya untuk berusaha berdiri kepada Sasuke.

"Aku akan menyiapkan mobil, kita kerumah sakit sekarang. Dan kalian, urusan kita belum selesai !" Ujar Shizune kepada tiga gadis sadis tersebut sebelum beranjak dari sana dengan terburu-buru.

Tiga gadis itu masih berdiri ditempat selepas kepergian Shizune, mereka memandang takut kearah Sasuke yang mengeluarkan aura mengerikan disekitarnya dengan pandangan tajam menusuk yang diberikannya dengan cuma-cuma kepada mereka. Rasanya ingin lari dari tempat itu sekarang juga, namun entah mengapa mereka hanya bisa berdiri ditempat seperti patung.

Sasuke melangkah maju dengan menggendong Sasura ala bridal style kearah pintu keluar toilet, saat melewati tiga orang itu Sasuke membisikkan sesuatu ditelinga seorang gadis berambut merah yang membuatnya merinding ketakutan.

"Kau juga akan berurusan denganku Karin." Bisik sasuke dengan nada dingin dan menusuk.

oooo

Sasuke berjalan cepat dengan langkah lebarnya menuju mobil Shizune yang sudah berada di depan pintu keluar menuju gerbang.

"Sa... Sasuke-kun.."

"Diamlah baka jangan cerewet !" Ujar Sasuke dengan nada ketus yang dibuat-buat, tentu saja Sakura menyadarinya. Dia terpaku pada mimik panik yang Sasuke perlihatkan secara tidak sengaja.

"Hm, a... arigatou—" Jeda sejenak Sakura mengambil napas lagi. "Dan jangan panik, aku baik-baik saja." Ucapnya dengan lancar sambil tersenyum lemah pada Sasuke yang masih menggendongnya.

"Baka." Sasuke benar-benar tidak habis pikir, Sakura terluka di sekujur tubuhnya dan keadaannya lemah tapi gadis itu masih saja cerewet dan tersenyum kearahnya. Yang benar saja, baik-baik saja dia bilang ? apa dia tidak menyadari bagaimana keadaannya saat ini. Dan lagi, apa itu ? panik ?

'Aku ketahuan ya ?'Batinnya.

oooo

Sasuke segera berlari masuk kedalam gedung rumah sakit setelah mobil Shizune sampai di pekarangan rumah sakit, sementara Shizune terus menjalankan mobilnya menuju tempat parkir. Sasuke benar-benar panik sekarang, bagaimana tidak ? Sakura menutup matanya saat diperjalanan menuju rumah sakit, denyut nadinya pun melemah saat Sasuke memeriksanya, hal itu benar-benar membuat pemuda berdarah Uchiha itu khawatir dan panik akut.

"Bertahanlah Mika, baka seharusnya kau jangan tidur." Gumam Sasuke

oooo

Hinata berjalan menuju kamar asrama dengan membawa makanan ditangannya. Sesampainya dikamar dia terperangah melihat Ino yang melamun memandang pecahan kaca dibawahnya.

'Botol parfum ?' Pikirnya.

"Ino-chan ada apa ?"

"Ah Hinata, kau sudah kembali ?" Ucap Ino sedikit kikuk karena kaget mendengar suara Hinata yang tiba-tiba.

"Kau kenapa Ino-chan ?" Tanya Hinata tanpa menjawab pertanyaan Ino, sambil matanya melihat pecahan botol parfum yang berserakan dilantai.

"Ti... tidak, tadi aku tidak sengaja menyenggolnya hingga terjatuh dan pecah seperti ini." Jawab Ino sambil membungkuk membersihkan pecahan kaca itu.

"Tapi aku merasa tidak enak hati." Lanjutnya dengan bergumam sehingga tidak dapat didengar oleh gadis berdarah Hyuuga itu, sementara Hinata ikut membungkuk membantu teman sekamarnya itu membersihkan puing-puing kaca dilantai.

"Biar kubantu Ino-chan." Ucap Hinata lembut kepada Ino yang dibalas dengan senyum.

"Apa Mika-chan belum kembali ? aku membawakan makanan untuknya, agar saat dia sudah kembali dia bisa langsung makan. Sepertinya dia sedang tidak sehat." Lanjutnya lagi, tanganya masih dengan cekatan memungut serpihan kaca yang bertebaran dimana-mana tanpa tahu perubahan di wajah Ino.

'benar juga.'

"Hinata." Panggil Ino.

"Hm ?" Hinata menolehkan kepalanya kearah Ino, seakan mengerti pandangan Ino perlahan senyum manis diwajah Hinata pun memudar.

Dua gadis itu refleks berdiri dan segera bergegas keluar kamar entah kemana.

Mereka kenapa ? (?)

oooo

Sudah hampir satu jam Sasuke menunggu Sakura didepan pintu ruang UGD, namun dokter yang menangani Sakura belum juga keluar.

"Uchiha-san duduklah dulu, kau sudah berdiri disitu sejak tadi." Ucap Shizune, sepertinya dia sudah jauh lebih tenang sekarang.

"Hn." Jawab Sasuke ambigu, namun dia tetap berdiri disana.

Shizune pun hanya menghela napasnya mengartikan jawaban pemuda bermarga Uchiha ini dengan kalimat tidak terima kasih.

'Haaaah dasar anak muda.'

"Shizune." Panggil seseorang yang terlihat sedang berlari dilorong rumah sakit.

"Aa nona Tsunade, akhirnya anda sampai juga." Ucap Shizune sambil berdiri dari posisi duduknya dan membungkuk memberi hormat kepada atasannya itu. Tadi setelah mengantar Sakura ke rumah sakit Shizune mengabarkan keadaan gadis itu serta penyebabnya kepada Tsunade.

"Bagaimana keadaannya ?" Tanya Tsunade.

"Kami belum tahu nona, dokter yang menanganinya belum keluar sejak tadi. Tapi saat diperjalanan Mika-chan sempat tidak sadarkan diri." Tsunade mengangguk mengerti mendengar penjelasan Shizune. Raut wajahnya terlihat cemas, bagaimana jika terjadi sesuatu pada nonanya itu ?

"Aku mengerti, kau sebaiknya ke asrama dan beritahu teman sekamar Hayasaka-san tentang keadaannya."

"Baik nona, aku pergi dulu." Pamit Shizune lalu dia pun segera melangkah pergi dari tempat itu.

Sepertinya Tsunade belum menyadari bahwa ada Sasuke yang juga menunggu Sakura sedari tadi.

'Eh ? Kenapa bocah Uchiha ini ada disini juga ?' Ucap Tsunade dalam hati, dia terkejut ketika menolehkan pandangannya kearah kanan, seorang pemuda berdiri seperti patung membelakanginya.

"Heh bocah, sedang apa kau disini ?"

"Hn."

'Haaaah, dasar anak muda.' Ucapnya dalam hati sambil menghela napasnya.

oooo

"Apa ? Kau bercanda kan Shizune-sensei ?" Tanya Ino panik setelah mendengar penjelasan dari Shizune perihal teman sekamarnya yang tidak kembali ke asrama setelah dia dan Hinata meninggalkannya dikelas karena mempunyai tugas piket hari ini.

Ino dan Hinata kembali ke sekolah mereka untuk mencari Sakura yang belum kembali juga sejak tadi siang, namun mereka tidak menemukan keberadaannya sama sekali dimanapun hingga mereka bertemu dengan Shizune yang lalu menceritakan apa yang terjadi dengan sakura kepada mereka.

"Kalian bisa menemuinya nanti di rumah sakit jika kalian tidak percaya."

"Baiklah, ayo Hinata." Ucap Ino sambil menarik tangan Hinata, namun baru selangkah dia berjalan Shizune merentangkan tangan kanannya didepan badan Ino seolah memberi kode untuk tetap diam ditempat, Ino memandang Shizune dengan pandangan yang seolah-olah bertanya 'kenapa?'

"Kau bisa menemuinya nanti Yamanaka tidak sekarang, sekarang sudah malam."

"Tapi kami harus melihat keadaan Mika-chan." Sanggah Hinata.

"Peraturan tetap peraturan Hyuuga, aku tidak melarang kalian untuk melihat keadaannya tapi mengertilah ini sudah malam, dan lagi pula Mika-chan butuh istirahat setelah kejadian hari ini."

Mendengar penjelasan Shizune, mereka pun menunduk mengerti.

oooo

"Kenapa aku bisa begitu mengkhawatirkan keadaanmu eh ?"Ucap Sasuke dengan suara rendah didepan Sakura yang terbaring tak sadarkan diri diatas ranjangnya.

Terlihat berbagai alat medis yang melekat ditubuh gadis itu, masker oksigen yang menutupi hidung mancung dan bibir tipisnya yang memucat, selang infus yang menembus kulit putihnya, dan penjepit digital yang menjepit jari telunjuknya serta alat pendeteksi jantung yang terus berbunyi menandakan jantung gadis tersebut masih berdetak.

Setelah dokter selesai menangani Sakura, Sakura dipindahkan ke kamar rawat biasa karena kondisinya sudah stabil. Tsunade sebagai wali Sakura mengikuti dokter tersebut ke ruangannya untuk menerima penjelasan dari dokter tersebut perihal keadaan Sakura. Sementara Sasuke menjaga Sakura di kamar rawatnya.

Perlahan tangan Sasuke bergerak menggenggam tangan kiri Sakura yang terhubung dengan selang infus yang mengalirkan cairan ke tubuh gadis itu.

"Hei jawab pertanyaanku jangan diam saja, aku bahkan baru mengenalmu dua hari ini. Tapi kenapa bisa ?" Tanyanya lagi , Sasuke tidak bodoh dia tahu bahwa gadis didepannya ini tidak mungkin menjawab pertanyaannya tapi dia yakin Sakura pasti mendengar ucapan Sasuke dalam tidurnya.

"Hn, Gomen kau begini gara-gara aku." Ucap Sasuke lagi yang masih menggenggam tangan Sakura.

'perasaan ini, pasti perasaan bersalahkan?' pikir Sasuke.

Sasuke melepaskan genggamannya pada tangan Sakura dan menolehkan kepalanya kebelakang ketika pintu kamar rawat terbuka, menandakan ada orang yang masuk kedalamnya.

"Uchiha, kau masih disini ?" Tanya Tsunade.

"Hn." Sasuke membalikkan badannya kearah Sakura lagi.

"Sebaiknya kau segera kembali ke asrama atau kau ku hukum karena melanggar peraturan. Kau sudah berada diluar asrama melebihi batas waktu yang diberikan."

"Hn, hukum saja."

Tsunade pun hanya menghela nafas frustasi mendengar jawaban pemuda yang masih dianggapnya bocah itu. "Dasar keras kepala." Gumamnya rendah namun masih dapat didengar oleh Sasuke.

Setelah melewati perdebatan alot yang tentu saja dimenangkan oleh Sasuke akhirnya wanita pemilik nama Senju Tsunade itu pun menyerah.

'Kau yang seharusnya kembali ke asrama untuk mengintrogasi gadis-gadis itu.'

Begitulah yang Sasuke ucapkan padanya tadi. Dan entah kenapa ucapan Sasuke tadi diturutinya begitu saja. Dengan sedikit berat hati Tsunade meninggalkan Sasuke berdua dengan Sakura di rumah sakit.

'Aku yang akan menjaganya.'

Tsunade tahu pemuda Uchiha itu pasti menjaga nona mudanya ini dengan baik, entah kenapa dia meyakini itu. Tsunade menatap penuh arti ke arah Sasuke yang masih menatap Sakura dan membelakanginya sebelum dia meninggalkan kamar itu tadi.

"Lagi pula ini semua salahku." Gumam Sasuke, setelah tiga puluh menit yang lalu Tsunade meninggalkannya berdua dengan Sakura.

Pemuda itu terkejut ketika merasakan sedikit pergerakan jemari tangan Sakura yang sedang digenggamnya itu. Mata gelapnya menatap wajah Sakura dengan intens, dan sekali lagi pemuda itu terkejut, gadis itu menangis.

Sakura seperti menggumamkan sesuatu dalam tidurnya.

oooo

DEG

Pemuda yang sedang nyenyak dalam tidurnya itu segera membuka matanya, membuka gerbang mimpinya menuju dunia nyata. Tidurnya terusik entah karena apa, dia tidak bermimpi buruk tadi tapi dia terbangun dengan perasaan kacau bukan main.

Dalam posisi duduknya dia memejamkan matanya dan mengusap kasar wajah tampannya itu sedikit membuat rambut merahnya tertarik kebelakang dan sedikit acak-acakkan. Kelopak mata itu terbuka dan menampilkan mata hazel yang terlihat bergerak gelisah.

"Sakura."

oooo

Mata gelap Sasuke memandang intens wajah Sakura, dia terkejut saat tiba-tiba melihat gadis itu menangis dalam tidurnya.

Sakura menggumamkan sesuatu dalam tidurnya tanpa suara.

"Nii-chan."

Bisikkan itu begitu lembut, sangat lembut sampai Sasuke pun tidak tahu apa yang diucapkannya.

'Aku benci tempat gelap ini'

.

.

.

.

to be continue

aku kembali dengan fic abal ini, maaf agak telat update. maaf juga sebelumnya chap ini lebih pedek dari chap yang kemarin :( tapi semoga suka yaaaaa terimakasih yang udah ngereview chap kemarin, responnya baik banget dari aku update udah langsung ada yang review aja hihi ternyata bener ya kata orang-orang kalo review itu bisa bikin kita semangat :D

Balasan Review :

Hanazono Yuri : huaaa terimakasih sudah mau ngefollow dan favoritin fic ini, terimakasih juga sudah mau ngereview nyampe dua kali gitu, seneng banget deh makasih banyaaaak :)

Febri Feven : Ini sudah update semoga suka ya :)

white's : Ini sudah update :)

ichiro kenichi : hihi *pukpuk* untuk Karin

mysaki : thank you :) ini sudah dilanjut semoga suka :D

ravenpink : teeet kurang tepat jawabannya hihi semoga suka chap ini :)

hanahimechan : wah gapapa kok :D, terimakasih sudah mereview :)

BronzeQueen12890: wah okelah kalau begitu queen-san :) , ini sudah dilanjut semoga suka ya :D

mizumida : terjawab di chap ini :D ini sudah update kilat lagi semoga suka :)

bella : hihi kejawab di chap ini semoga suka :)

KunoichiSaki Mrs Uchiha Sasuke : fic ini memang mainstream kok :) terimakasih sudah review :D

zey-yenns28 : Ini sudah update lagi :D, hm mungkin dia lelah haha terjawab di chap ini ya terimakasih semoga suka :)

sofi asat : hihi sasuke bukan yaaa ? :D

ayam pink : wh maaf ya chap ini malah makin pendek :( tapi semoga suka ya :)

Gadiezt Lavender : terimakasih, terjawab di chp ini ya semoga suka :)

Eysha 'CherryBlossom : Ayo kita hajar dia :o , ini sudah kilat terimakasih reviewnya semoga suka chapini ya :)

Uchiharuno : Ini sudah update semoga suka :)

RnR please

Thank's *bighugs*