Behind The Mask

Disclaimer: Naruto, Khisimoto Masashi

Chapter 7 :

Seminggu berlalu, kini Sakura sudah diperbolehkan kembali ke sekolah. Setelah pulang dari rumah sakit, gadis itu masih harus istirahat diasrama selama tiga hari untuk pemulihan.

Kaki jenjangnya berjalan menyusuri koridor sekolah bersama dua orang temannya, Ino dan Hinata. Entah hanya perasaannya saja, kebetulan, atau memang benar pandangan orang-orang yang ada di koridor beralih padanya saat dia melewati mereka dan itu membuat Sakura sedikit risih.

"Kenapa mereka melihat kearahku Ino ?" Bisik Sakura pada teman pirangnya itu sementara Ino hanya tersenyum dan berkata, "Tidak, kurasa hanya perasaanmu saja Mika."

"Ohaiyo Mika-chaaaan." Seru Naruto bersemangat sesaat setelah Sakura memasuki kelasnya, "Ohaiyo Naruto." Balas Sakura dengan senyumnya, dia berjalan kearah bangkunya yang sudah ditempati pemuda dingin berwajah tampan disana.

"Okaeri," Sakura mengalihkan menolehkan kepala ke bangku sebelahnya setelah pemilik bangku tersebut membuka suaranya. "Tadaima." Balas Sakura sambil tersenyum kearah Sasuke.

Gadis itu menolehkan kepalanya kebelakang tepat ke bangku Karin tapi dia tidak menemukan gadis berambut merah itu disana, Sakura kembali menghadap kedepan dan menghendikkan bahunya.

oooo

"Mika ke kantin yuk, aku sudah lapar." Rengek Ino sambil menarik-narik tangan Sakura yang sedang membereskan buku kedalam tasnya setelah mendengar bel istirahat diikuti senyuman manis dari Hinata.

"Tunggu sebentar Ino."

Mereka bertiga berjalan beriringan menuju kantin, sama seperti tadi pagi, saat gadis itu melewati koridor sekolah orang-orang yang ada disana akan melihat kearahnya, bedanya kali ini dia mendengar bisik-bisik disekitarnya yang membuat gadis bermata emerald itu menajamkan pendengarannya.

"Iya dia orangnya."

"Kudengar Tsunade-sensei mengeluarkan mereka bertiga."

"Benarkah ? pantas saja seminggu ini aku tidak lagi melihat Karin dan teman-temannya."

Tanpa sadar Sakura menghentikan langkahnya, membuat dua temannya memandang penuh tanya kearanya. "Ada apa Mika-chan ?" Tanya Hinata, sepertinya kedua temannya ini tidak menyadari atau tidak mendengar bisikkan dari orang-orang tadi.

"Kalian duluan saja."

"Eh ? tapi—"

"Aku ada keperluan, kalian duluan saja." Ujar Sakura lagi yang perlahan memundurkan langkahnya lalu membalikkan badannya membelakangi Ino dan Hinata, setelah itu dia berjalan cepat entah kemana. Hinata yang merasa aneh dengan kelakuan Mika berniat menyusul namun Ino mencegahnya, "Biarkan dia." Ujar Ino.

oooo

BRAK

Baru saja Tsunade akan memarahi orang yang dengan tidak sopan masuk keruangannya tanpa mengetuk pintu dan membanting pintu ruangannya dengan brutal, setelah dia melihat siapa orangnya tentu saja wanita itu mengurungkan niatnya.

"Sakura-sama." Ujar Tsunade sambil membungkukkan badannya didepan Sakura.

"Apa yang kau lakukan pada mereka ?" Tanya Sakura langsung to the poin, sementara Tsunade memandang tidak mengerti kearah nona mudanya itu. "Hukuman apa yang kau berikan kepada tiga gadis itu ?" Tanya Sakura lagi, Tsunade yang kini mengerti arah pembicaraan Sakura merubah raut wajahnya menjadi sedikit lebih tenang sekarang.

"Aku mengeluarkan mereka dari sekolah ini, karena perbuatan mereka sudah benar-benar keterlaluan pada anda nona." Ujar Tsunade dengan tenang.

"Cabut kembali hukumanmu itu." Ucap Sakura enteng sambil mendudukkan dirinya di sofa berwarna abu-abu diruangan itu. Sontak hal itu membuat lawan bicaranya ini terkejut bukan main, nonanya ini mau dia mencabut kembali hukumannya ? berarti mengembalikan ketiga gadis itu kesekolah.

"Apa maksud anda nona ?"

"Kau tahu apa yang ku maksud."

"Tapi, kenapa ?"

"Ini tahun terakhir mereka disekolah dan beberapa bulan lagi ujian, akan sulit bagi mereka untuk mendapatkan sekolah lain dengan alasan D.O ."

"Mereka memang pantas dihuk—" Tsunade menghentikan ucapannya seketika setelah melihat perubahan raut wajah Sakura yang memandang tajam kearahnya.

"Aku tidak menyuruhmu untuk membebaskan mereka dari hukuman, kau bisa menghukum mereka terserah apapun yang kau mau tapi tidak untuk yang satu ini. Setidaknya hingga mereka lulus."

"Lalu apa yang harus saya lakukan nona ?"

"Kau tahu apa yang aku inginkan, dan setelahnya terserah kau bagaimana menghukum mereka nantinya." Jelas Sakura lagi sambil berdiri dan melangkahkan kakinya keluar ruangan tanpa kata permisi. Tsunade menghela napasnya frustasi, dia tidak habis pikir dengan Sakura. Sebenarnya apa yang dipikirkan nonanya itu ? Sakura terlalu baik, tapi juga keras kepala.

oooo

"Besok kau jadi check up kerumah sakit ?" Tanya Ino pada Sakura yang sedang mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan serius. "Hm, begitulah seharusnya." Jawab Sakura singkat, membuat Ino dan Hinata saling memandang. Mereka tidak mengerti denga sikap Sakura yang tiba-tiba berubah setelah kembali dari 'keperluannya' itu saat jam istirahat sekoah tadi siang.

"A.. apa kau ? Ma.. mau kami temani Mi.. Mika-chan ?"

"Tidak usah." Jawab Sakura singkat (lagi) untuk kesekian kalinya. "Aku sudah selesai, aku tidur duluan. Oyasumi." Lanjutnya lagi, Sakura segera menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut membelakangi Ino dan Hinata yang masih memandang bingung kearahnya. Entahlah, pikirannya kalut kenapa tidak ada yang memberitahukannya tentang masalah tadi ? Apa karena Sakura hanya orang asing yang tiba-tiba datang diantara mereka ?

oooo

Pagi ini Sakura sudah merasa lebih baik, gadis itu sudah bersikap biasa lagi pada Hinata dan Ino, hubungan mereka kembali baik seperti biasa. Mereka berjalan bersama ke gedung sekolah, hari ini mereka datang lebih pagi dari kemarin dan tentu saja sekolah masih sangat sepi pagi ini hanya ada beberapa murid yang baru datang.

"Kami duluan." Ujar Ino sambil menarik tangan Hinata untuk berjalan cepat mendahului Sakura setelah melihat Sasuke yang berjalan kearah mereka, mereka berdua meninggalkan Sakura yang masih sedikit kebingungan.

Rasa bingungnnya itu terbayar begitu saja saat melihat Sasuke yang berjalan kearahnya dan semakin mendekat, namun setelah jarak mereka dekat Sasuke terus berjalan melewatinya membuat Sakura kembali bingung dengan kelakuan teman sebangkunya tersebut. 'Kenapa dia ?' Pikir Sakura.

Tanpa ragu Sakura mengikuti langkah Sasuke dibelakangnya dan berhenti disuatu tempat yang belum pernah dikunjungi gadis itu sejak dia sekolah disini.

"Untuk apa kau membawaku kesini ?" Tanya Sakura, mata emerald itu masih takjub dengan pemandangan yang tersuguh dihadapannya. Taman yang indah dan sejuk dipagi hari, penuh dengan pepohonan rindang, dan danau buatan. "Aku tidak mengajakmu." "Eeeh ?" Sakura mengalihkan pandangannya kearah Sasuke yang berdiri membelakanginya sehingga gadis itu hanya bisa menatap punggung pemuda itu saat ini.

"Aku tidak mengajakmu kesini baka."

Sakura menghela napasnya lesu setelah mendengar kalimat yang terlontar dari bibir tipis pemuda Uchiha tersebut, "Yasudah kalau begitu aku kembali kekelas." Ujarnya sedikit kesal. Sakura membalikkan badannya, namun baru selangkah kakinya berjalan gadis itu merasa ada tangan yang menahannya dan perlahan tangan itu menariknya membuat langkahnya yang seharusnya maju menjadi mundur kebelakang.

Mata hijau itu membulat sempurna saat merasakan tangan kekar yang tiba-tiba memeluknya dari belakang, tidak erat tapi juga tidak longgar dan entah kenapa dia yang seharusnya marah malah merasa nyaman dan tidak ingin melepaskannya.

"Jangan tanya kenapa, karena aku tidak tahu jawabannya." Ujar Sasuke lirih tepat ditelinga kiri gadis itu, membuatnya merasakan hembusan napas Sasuke yang hangat ditelinganya.

"Aku hanya ingin seperti ini, sebentar saja." Lanjutnya lagi, perlahan Sasuke membalikkan tubuh mereka menghadap danau dengan posisi masih memeluk Sakura dari belakang pria itu menutup matanya dan merasakan semilir angin dipagi hari yang menyejukkan dan tanpa sengaja pemuda itu menghirup wangi bunga sakura dari rambut gadis itu.

'Cherry.'

"Sa.. sasuke-kun ?"

"Hn."

Sakura menghela napasnya, "Selalu saja dijawab seperti itu, menyebalkan." Ucap Sakura sambil mengembungkan pipinya.

"Hn."

Tak ada percakapan lagi diantara mereka keduanya terhanyut didalam pikirannya masing-masing masih tetap dalam posisi yang sama.

"Bagaimana kabarmu ?" Tanya Sasuke.

"Kemarin kau tidak bertanya, aku jauh lebih baik."

"Hn, syukurlah."

Hening kembali menyelimuti keduanya, tak ada yang membuka suara setelah itu.

"Mika aku—"

Teeet... Teeet...

'Sial.' Ucapan Sasuke terputus gara-gara suara bel sialan yang menandakan bahwa pelajaran pertama akan segera dimulai dan para murid harus segera masuk ke kelas mereka masing-masing.

"Ah, sudah bel. Astaga aku bahkan belum sempat ke kelas tadi." Ucap Sakura sambil melepaskan pelukan Sasuke dan berjalan maju tanpa menyadari perubahan mimik Sasuke yang sedikit kesal.

"Hn, cepat." Ujar Sasuke yang sekarang berjalan mendahului langkah Sakura sambil menggenggam (atau menarik) tangan gadis itu.

"Eh ?"

oooo

Sakura POV

Hari ini benar-benar melelahkan, pelajarannya membosankan atau karena memang aku sedang malas ya ? ehehe entahlah. Kumasukkan alat tulisku yang berserakan diatas meja kedaam tas setelah mendengar suara bel tanda pulang barusan. Kualihkan pandangan mataku ke bangku belakang, tepat ke bangku yang biasa didudukin Karin.

Gadis itu tidak ada, apa Tsunade belum menghubunginya ? Tapi tadi saat istirahat aku sempat melihat Shion dan Tayuya.

"Apa yang kau lihat ?" Tanya pemuda yang masih duduk dibangku sebelahku membawa aku kembali ke alam nyata, Sasuke mengikuti arah pandangku lalu beralih menatapku dan menaikkan sebelah alisnya, segera saja kualihkan kembali kepalaku kedepan.

"Ti.. Tidak, aku tadi melamun."

"Hn, ayo."Ajak Sasuke, aku baru saja akan menjawab kalau saja aku tidak mendengar suara Ino yang menginterupsi percakapanku dengan Sasuke. Mungkin tidak bisa dibilang percakapan juga sih.

"Mika, ayo." Ajak Ino yang berjalan kearahku diikuti Hinata dibelakangnya.

"Hm, ayo. Sasuke-kun aku duluan ya." Ucapku sambil tersenyum kearahnya, baru saja aku melangkahkan kakiku, tiba-tiba saja pemuda itu menarikku keluar mengabaikan Ino dan Hinata yang memandang kami terkejut, aku tak kalah terkejutnya dengan mereka berdua. "Eeeeh."

"Hn, kembali keasrama denganku."

"Ino, Hinata, aku duluan sampai ketemu diasrama jaaa." Kulihat dari jauh mereka membalas lambaian tanganku dengan senyum sumringah ? "Semangat Mikaaaa." Teriak Ino. 'Apa-apaan dia.'

"Kau ini kenapa sih."

"..."

"Sasuke-kun !"

"..."

"Ayam jawab aku."

"..." Bukannya menjawab, si pantat ayam ini malah menggenggam tanganku semakin kuat membuat pergelangan tanganku sedikit sakit, "Sa.. sasu sakit." Setelah mendengar ucapanku barusan Sasuke mengendurkan genggamannya pada tanganku. "Aku kesal, selalu saja ada yang mengganggu." Gumamnya rendah namun aku masih bisa mendengarnya walaupun agak tidak jelas dan aku tidak mengerti apa maksudnya.

"Kau bilang apa tadi ?" Tanyaku dengan pandangan tak merngerti kearahnya.

"Aku tidak mengatakan apapun." Jawabnya singkat, tangannya melepaskan genggamannya pada pergelangan tanganku.

"Bohong."

"Tidak."

"Bohong."

"Tidak."

"Bo—" Belum sempat kulanjutkan ucapanku tiba-tiba ada dua orang yang menghampiri kami dan berdiri dihadapanku. Mereka...

"Mau apa kalian ?" Sasuke menarik tanganku lagi dan membawaku untuk berdiri dibelakang punggungnya. Kulihat dua orang itu menunduk, takut mungkin karena aku juga merasakan aura tidak enak yang berasal dari pemuda yang berdiri didepanku ini.

"Ka.. kami ingin bicara dengan Mika." Ucap gadis berambut pirang dihadapan kami dengan kepala yang masih menunduk.

"Hn, bicara sekarang." Ujar Sasuke dingin, namun mereka tidak juga bicara dan aku merasa itu membuat Sasuke kesal mungkin.

"CEPAT KATAKAN !" Aku terkejut mendengar nada bicara Sasuke yang meninggi malah terkesan seperti membentak. "Sasuke-kun !"

Kulangkahkan kaki maju, "Tetap dibelakangku Mika." Ujar Sasuke namun tak ku hiraukan, perlahan kulepaskan genggaman tangannya pada tanganku. "Apa yang mau kalian bicarakan ?" Tanyaku tenang kepada mereka berdua, mungkn dengan begitu mereka akan segera buka suara.

"Ka.. kami kami mau minta maaf atas perbuatan kami padamu seminggu yang lalu Mika. Maafkan kami." Ujar gadis berambut pirang yang kukenal gen nama Shion itu membungkukkan badannya dihadapanku diikuti teman disebelahnya.

"Maafkan kami." Ujar mereka bersamaan.

"Cih, tidak tahu malu." Ucapan menusuk itu terlontar begitu saja dari pemuda disebelahku ini. "Sasuke-kun !" Seruku dengan nada mengingatkan sementara dia balik menatapku dengan pandangan seolah bertanya 'ada yang salah ?'.

Kualihkan lagi pandanganku pada dua orang gadis yang masih diam dalam posisi membungkuk didepanku, "Sudahlah, aku sudah tidak apa-apa, aku sudah sembuh. Lagipula kalian sudah mendapatkan hukumannya dari Tsunade-sensei kan. Aku sudah memaafkan kalian. Dan berhentilah membungkuk." Ujarku sambil tersenyum kearah mereka.

Kulihat mereka memandangku dengan pandangan tidak percaya, sementara Sasuke mengalihkan pandangannya kearah lain.

"Ta.. Tapi kami sangat kejam kepadamu Mika."

"Sebenarnya apa mau kalian ?" Ujar Sasuke dengan nada jengkel. Mereka hanya diam menundukkan kepala lagi, haaah sepertinya pemuda ini benar-benar membuat kedua gadis ini takut.

"Haaaah sudahlah lupakan." Ucapku, aku merasa frustasi berada diposisi seperti ini berada diantara dua orang yang sedang ketakutan dan seorang lagi dengan sifat menyebalkannya.

"Terimakasih Mika, jika saja kami tidak mengikuti ide bodoh Karin untuk menyakitimu pasti tidak akan begini."

"Tayuya !" Ujar Shion sambil menatap wajah gadis itu.

"Kalian itu berteman, seharusnya sebagai teman kalian bisa saling mengingatkan jika ada yang berbuat salah. Dan bagaimanapun buruknya dia, dia tetaplah teman kalian, ayo Sasuke-kun." Ajakku pada pemuda yang sedari tadi berdiri disebelahku.

Normal POV

"Kenapa kau memaafkan mereka begitu saja ?" Tanya Sasuke pada Sakura setelah mereka berjalan cukup jauh dari tempat tadi. "Tak apa, rasanya tidak akan enak jika punya dendam didalam hatimu, kau tidak akan merasa tenang Sasuke-kun." Jawab Sakura santai sambil tersenyum kearah Sasuke, sementara Sasuke tertegun dengan ucapan Sakura barusan.

'Dia memang benar-benar berbeda.'

"Jaa ne Sasuke-kun." Seru Sakura ketika mereka sampai didepan gerbang asrama putri, Sakura membalikkan badannya dan berjalan menjauh dari Sasuke yang masih berdiri menatap punggung mungil itu dari jauh. Sementara pemuda itu tersenyum tipis sambil menatap punggung Sakura yang semakin menjauh. Sasuke menghela napasnya 'Kau bisa membuatku semakin gila.' Batinnya.

.

.

.

.

to be continue

Hm, entahlah chap ini aku ngerasa gak dapet feelnya sama sekali gimana menurut kalian ?

Semoga gak kecewa ya sama chap ini. Oh ya, aku baru aja nyelesein chap 10 loh hihi dan itu butuh waktu seharian karena aku tiba-tiba buntu buat nyampein apa yang ada dipikiran aku untuk ditulis tapi ya gitu deh.

Balasan review :

P W : Ini sudah update semoga gak mengecewakan

Gadiezt Lavender : hihi makasih loh buat reviewnya, review lagi ya *nodongescampur haha :D

Uchiha Hikari : karena disini genrenya family tentu aja Sasori punya peran penting di fic ini , kita liat aja kapan dia muncul ya hihi

Uchihaintan : makasih, ini sudah dilanjut

Febri Feven : ini sudah updaaaate :D

Haru CherryRaven : hihi makasih loh semangatnya , jari aku makin sehat kok wkwk

Ichiro kenici : hihi kamu terlalu sadis kalo karin nyampe dibuang kelaut nanti dia jadi limbah *loh hahaha

AyamPink : halooo salam kenal juga :D , makasih udah dibilang bagus hihi

Khoirunnisa740 : ini sudah update

Uchiharuno : hihi tapi Sasuke tetp yang nolong Sakura kok, makasiiih ini sudah update dan ditunggu lagi reviewnya :D

Satoshi nobuyuki : hihi konflik keluarga antara Sakura dan Sasori juga bakalan muncul nanti ;)

Ravenpink : tapi mereka dibawa balik lagi sama Sakura ._.v hihi nanti ada chap yang penuh sama sasusaku kok :D

Zeedezly clalucindtha : hihi ini sudah update lagi semoga suka

Parinza ananda 9 : ini sudah update

Peyek chidori : wah makasih semoga suka chap ini ya

Eysha 'CherryBlossom : hihi sabar ya, mereka ketemu di chapter ... hihi tunggu aja :p

Mitchiru1312jo : sudah update

White's : ini sudah dilanjut semoga suka yaaaa

Merrychibi2 : wah terimakasih udah suka fic ini ini sudah update lagi semoga suka ya :D

RnR pleaseee

Thank you *bighugs*