Behind The Mask

Disclaimer: Naruto, Khisimoto Masashi

Chapter 8 :

Sakura POV

Beberapa hari berlalu setelah Shion dan Tayuya kembali ke sekolah namun aku sama sekali tidak menemukan keberadaan Karin dikelas, entahlah tapi Tsunade mengaku sudah mengirim surat pernyataan penarikan hukumannya itu, aku juga menyuruhnya untuk langsung datang menemui Karin tapi Tsunade tidak bisa menemukannya. Gadis itu bagaikan hilang ditelan bumi, tidak ada yang tahu kemana perginya termasuk kedua temannya itu.

Kutengokkan pandanganku kebelakang, lagi-lagi kearah bangku gadis itu, ya siapa lagi tentu saja Karin. Dia masih belum masuk sekolah juga, padahal teman-temannya sudah mulai sekolah beberapa hari yang lalu.

Aku tersadar dari lamunanku ketika Sasuke melambai-lambaikan tangannya didepan wajahku, saat aku beralih menatapnya kulihat dia menaikkan sebelah alisnya seakan meminta penjelasan.

"Ti.. tidak, aku hanya—"

"Melamun." Potongnya, "Kau selalu seperti itu setiap hari." Lanjutnya lagi sambil kembali membaca buku yang dipegangnya, sementara aku hanya bisa tersenyum canggung.

"Apa yang kau pikirkan ?" Tanyanya lagi. "Tidak ada." Jawabku singkat, kulihat dia kembali menatapku membuatku menghela napasku frustasi.

"Sungguh aku tidak sedang memikirkan apa-apa Sasuke-kun."

"Hn, ah ya kau sudah check up ?"

"Eh ?" Oh ya aku lupa, seharusnya aku melakukannya beberapa hari yang lalu. Bagaimana bisa aku tidak ingat samasekali ? "A.. aku lupa ehehe." Ucapku tanpa dosa sambil tersenyum kikuk sementara Sasuke memandangku dengan wajah datar dan pandangan mengintimidasi. "Iya aku akan melakukannya hari ini."

"Aku tidak bisa menemanimu hari ini, aku ada latihan basket sore nanti." Ucapnya membuatku melongo , kapan aku minta diantar ?

"Aku tidak memintamu mengantarku." Ujarku sambil mengernyitkan keningku.

"Hn, tapi aku akan menjemputmu setelahnya."

"Aku juga tidak memintamu menjem—"

"Aku tidak memintamu menolak." Dan ya, siapa yang menang kali ini ? tentu saja si tuan Uchiha menyebalkan itu, sudah kukatakan aku selalu kalah jika berdebat dengannya. Kuhela napasku, aku kalah untuk yang kesekian kalinya.

Normal POV

"Bisa kita bicara ?"

Shion terkejut ketika Sakura tiba-tiba sudah berada dihadapannya ketika gadis pirang itu sedang berjalan keluar kelas.

"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan ?" Tanya Shion to the poin ketika mereka berdua sudah berada di atap gedung sekolah.

"Tentang Karin, kau benar-benar tidak tahu dimana dia ?"

"Aku benar-benar tidak tahu, semenjak Tsunade-sensei memberi kami hukuman, aku tidak pernah melihat dia lagi." Jawab Shion sambil menundukkan kepalanya.

"Karin, dulu kami sering berkunjung kerumahnya, tapi semenjak ayahnya meninggal dua tahun lalu kami tidak pernah berkunjung kerumahnya lagi, dia selalu melarang kami setiap kami meminta untuk berkunjung kerumahnya. Awalnya kami biasa saja, tapi beberapa hari lalu saat aku dan Tayuya berinisiatif untuk datang kerumahnya tanpa sepengetahuan Karin kamu baru tahu jika di sudah tidak tinggal dirumah itu lagi."

oooo

Sakura POV

Aku berjalan sedikit terburu-buru karena langit mulai terlihat gelap, sepertinya hujan akan turun. Aku baru saja selesai melakukan check up dan seperti yang kuduga dokter memarahiku karena telat datang, seharusnya aku datang untuk check up tiga hari setelah aku diperbolehkan pulang tapi aku baru melakukannya barusan.

Dokter bilang kondisiku baik-baik saja dan pemilihan tubuhku tergolong cepat, bagaimana tidak ? ada banyak orang cerewet disekitarku yang selalu mengingatkanku untuk makan dan minum obat, ya orang-orang cerewet yang aku sayangi tentu saja, dan membayangkan wajah mereka membuatku senyum-senyum sendiri. Entahlah, aku tidak memedulikan pandangan aneh yang orang-orang layangkan padaku karena aku senyum-senyum sendiri.

Aku baru saja akan melangkahkan kakiku keluar ketika kuihat pemandangan diluar rumah sakit yang membuatku mengurungkan niatku, hujan lebat diluar. "Sepertinya aku harus menunggu." Ujarku entah pada siapa, hei aku sendirian sekarang.

Kududukkan diriku dikursi tunggu yang ada didekat lobi rumah sakit, 'Hn, tapi aku akan menjemputmu setelahnya.' Ah ya, Sasuke-kun. Dia bilang akan menjemputku, apa dia benar akan datang ? Apa dia kehujanan ? Aku berdiri dan kembali memandang kearah luar, hujannya masih lebat. Kukeluarkan handphone flipku, aku berniat menghubungi Sasuke-kun untuk tahu dimana posisinya sekarang, jika dia masih disekolah akan lebih baik jika dia tidak berangkat.

'tuuut... tuuut ... tuuut.'

Tidak diangkat, kemana sih pantat ayam menyebalkan itu ?

'tuuut... tuuut... tuuut.'

Kuketuk-ketukkan ujung sepatuku dilantai menunggu pemuda itu mengangkat teleponku. Aku terkejut saat aku membalikkan tubuhku kearah kiri dan aku melihat...

"Karin ?" Gumamku, aku melihatnya berjalan sedikit tergesa-gesa dia seperti membawa sesuatu ditangannya.

'Halo.' Ujar seseorang disebrang sana, ah ya aku masih menempelkan handphoneku pada telinga.

"Nanti kuhubungi lagi." Ucapku singkat, setelahnya kuputuskan sambungan telepon secara sepihak.

Normal POV

"Karin !" Gadis berambut merah itu terlihat menghentikan langkahnya ketika mendengar suara seseorang memanggil namanya dari jauh. Karin membalikkan badannya kebelakang dan alisnya mengernyit melihat siapa orang yang barusan meneriaki namanya itu. "Kau ?" Gumamnya ketika Sakura sampai didepannya.

"Mau apa kau ?"

"Kenapa kau tidak sekolah ?" Tanya Sakura to the poin tanpa menghiraukan pertanyaan Karin.

"Bukan urusanmu." Jawab Karin singkat sambil kembali berjalan meninggalkan Sakura yang masih berdiri ditempat, melihat itupun gadis yang mempunyai warna rambut asli sewarna dengan bunga sakura itupun mengikuti dan berusaha mengimbangi langkah Karin yang cepat.

"Kenapa kau mengikutiku ?" Tanya Karin kesal sambil membalikkan badannya menghadap Sakura yang sedikit terkejut karena Karin tiba-tiba berhenti didepannya.

"Kenapa ? Ini tempat umum, aku berhak kemana saja yang kumau." Jawab Sakura enteng.

"Terserah." Karin kembali melangkah kedepan tanpa menghiraukan Sakura. Sakura masih mengikuti Karin dari belakang hingga tiba-tiba langkah Karin berhenti dedepan sebuah kamar rawat, Sakura mengernyitkan alisnya bingung.

"Mau apa kau ?" Tukas Karin pada Sakura saat gadis itu mencoba untuk ikut masuk kedalam ruangan itu, mengundang orang yang ada didalamnya penasaran dan keluar.

"Karin kau sudah tebus obatnya ?" Tanya seorang gadis yang terlihat lebih tua beberapa tahun dari Karin, gadis itu mengalihkan pandangannya kearah Sakura dan tersenyum ramah. "Kau teman Karin ? Haaah akhirnya Karin membawa seorang teman juga." Disela pintu yang sedikit terbuka Sakura dapat melihat wanita paruh baya yang terbaring diatas ranjang rumah sakit.

"Ini obatnya." Karin menyerahkan bungkusan itu kepada gadis yang baru ditemuinya barusan lalu menarik tangan Sakura entah kemana.

"Orang yang ada dikamar rawat itu... ibumu ?" Tanya Sakura setelah mereka sampai ditaman rumah sakit. "Hanya kau yang tahu, jika sampai ada orang lain yang tahu aku tak segan-segan melakukan hal yang sama padamu seperti waktu itu." Ucap Karin sinis sambil menatap Sakura dengan tatapan tajam, sementara Sakura menunduk seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Dan yang tadi itu kakakmu ?"

"..."

Sakura tersenyum miris dalam tunduknya, "Kakakmu... baik." Karin mengernyitkan alisnya mendengar ucapan Sakura yang ambigu menurutnya, "Senyumnya hangat, dia juga cantik." Lanjut Sakura lagi dengan senyum manisnya yang dia perlihatkan kepada Karin yang semakin bingung dengan maksud omongan Sakura.

"Boleh aku bertanya sesuatu ?"

"..."

"Ba.. bagaimana rasanya dipeluk seorang ibu ?"

"Apa maksudmu ?" Tanya Karin yang semakin tidak mengerti, Sakura yang sadar dengan pertanyaannya mengerjapkan matanya beberapa kali dan menyadari dirinya terlalu terbawa suasana, "Ti.. tidak, ah ya kau sudah dapat surat dari Tsunade-sensei kan ? Kau seharusnya sekolah bukan ?"

"Apa urusanmu aku sekolah atau tidak ?"

"Kenapa teman-temanmu tidak tahu dimana kau tinggal ?"

DEG

Pertanyaan Sakura membuatnya terkejut, bola mata itu bergerak gelisah. "Apa kau tidak mau teman-temanmu mengetahui keadaanmu ?"

"Kau tahu apa ?" Bentak Karin, membuat orang-orang yang sedang lewat disana melirik kearah mereka. "Dengar, kau tak tahu apapun tentang aku." Desis Karin, sedikit menahan emosinya karena tidak ingin menjadi perhatian orang-orang yang lewat didekat sana.

"Kau dan keluargamu sudah tidak tinggal di rumah lamamu lagi semenjak ayahmu meninggal, dan kau tidak memberitahu teman-temanmu." Tepat, Karin terbelalak kaget. Bagaimana gadis ini bisa tahu yang sebenarnya ? Ayolah Karin apa kau tidak menyadari jika teman-temanmu sudah mengetahui hal itu ?

Karin terduduk dibangku panjang dibelakangnya diikuti Sakura yang masih memandangnya dengan wajah penasaran sekaligus prihatin.

"Perusahaan ayahku bangkrut, ayahku meninggal, dan rumah kami disita."

"Ayah ditipu oleh rekan kerjanya yang membuat perusahaan ayahku hampir bangkrut saat itu, lalu ayah mengajukan permintaan peminjaman uang ke bank untuk memperbaikinya, namun itu tak bertahan lama. Perusahaan ayahku mengalami kemunduran lagi hingga akhirnya bangkrut, ayahku yang tidak bisa menerimanya terkena serangan jantung, dan setelah ayah meninggalkan kami bank menyita seluruh harta yang kami punya karena hutang perusahaan masih banyak yang belum terlunasi."

Entah apa yang membuat gadis berambut merah itu mau menjelaskan cerita pribadinya pada Sakura, dia pun tidak tahu. Karin menjelaskan hal itu dengan mata berkaca-kaca, sementara Sakura hanya diam menunggu Karin bicara lagi, Sakura juga merasa sedikit bersalah karena telah membuat Karin kembali mengingat masa lalunya yang pahit.

"Sejak saat itu kami tinggal di apartemen sederhana hingga sekarang. Kakakku sudah lulus kuliah saat itu lalu dia mencari pekerjaan, dan hingga saat ini kami bergantung hidup padanya. Akhir-akhir ini ibuku sering bulak-balik rumah sakit, semenjak kepergian ayah kesehatannya sedikit terganggu." Lanjutnya lagi, pipinya kini sudah basah dengan air matanya sendiri.

"Kenapa kau tidak memberitahu teman-temanmu ?"

"Bagaimana mungkin aku memberitahu mereka, mereka bisa meninggalkanku jika tahu yang sebenarnya." Tukas Karin sambil beralih menatap Sakura lalu beralih menatap sebuah danau buatan kecil yang ada didepannya.

"Bagaimanapun juga mereka teman-temanmu."

"..."

"Mereka berhak tahu yang terjadi padamu. Teman yang tulus tidak akan meninggalkan temannya saat kau susah, mereka akan terus berada disisimu dan menguatkanmu mengatakan semua akan baik-baik saja. Klise memang, tapi itulah arti seorang teman."

"..."

"Jujur, terbuka, dan saling menerima apa adanya." Ujar Sakura dan tanpa sadar dia teringat Ino dan Hinata, 'jujur dan terbuka ? apa aku pantas mengucapkannya ?'

Karin tertegun mendengar ucapan Sakura, dia salah menilai gadis ini. Gadis ini benar-benar baik, dia kira Sakura justru akan mencemoohnya setelah tahu siapa yang miskin sekarang, tapi gadis itu tidak melakukannya.

"Kenapa ?" Sakura menolehkan kepalanya pada gadis berambut merah itu saat mendengar pertanyaan Karin, menunggu kelanjutannya. "Kenapa kau baik padaku ?" Gadis itu tersenyum setelah mendengar pertanyaan Karin.

"Apa salah berbuat baik pada orang lain ?" Ucap Sakura enteng.

"Tapi aku—"

"..."

"Saat semuanya masih normal, aku bisa mendapatkan apapun yang ku mau, apapun. Perubahan ini membuat aku merasa berbeda dan aku merasa belum bisa menerima semuanya. Semenjak kau datang, semua perhatian orang-orang tertuju padamu. Ku akui... kau cantik, dikelas kau pintar, kau cepat dekat dengan orang-orang termasuk... Sasuke. Maafkan aku atas perbuatanku padamu, aku tahu aku iri padamu, maafkan aku." Jelas Karin dengan senyum miris yang terpatri diwajahnya.

"Aku sudah memaafkanmu. Tapi aku dan Sasuke—"

"Haaah terserah apa yang akan kau katakan, tapi... aku bisa melihat jika Sasuke menyukaimu."

"Eeeh ?"

"Aku lebih lama mengenal dia daripada kau, dia tidak mungkin secepat itu akrab dengan orang yang baru dia kenal apalagi perempuan. Dan kau beruntung."

"Aku tidak—" Jeda sebentar, Karin menunggu apa yang akan dikatakn Sakura selanjutnya. "Apa aku boleh melihat ibumu ? Maksudku menjenguknya ? Bolehkah ?" Tanya Sakura bersemangat. Karin menghela napasnya, 'Dia mengalihkan pembicaraan.'Batinnya. "Baiklah ayo."

oooo

Sakura POV

Krieet

Karin membuka pintu kamar rawat yang ada didepannya, dia mempersilahkanku untuk masuk kedalamnya, kulihat dua orang wanita didalamnya mengalihkan pandangan mereka kearah kami ketika kami masuk. Mereka tersenyum kearah kami.

"Kemana saja kau ? pergi begitu saja membuatku khawatir." Ujar salah seorang dari mereka, aku ingat itu kakak perempuan Karin yang tadi menyapaku. "Keluar sebentar." Ucap Karin singkat.

"Karin, siapa ini ?" Tanya seorang wanita paruh baya dalam posisi setengah duduk diatas ranjang melihat kearahku, itu pasti ibunya. "Ini temanku bu, namanya Mika." Aku memandang tidak percaya kearah Karin 'teman ?' batinku.

"Ah, ya aku Hayasaka Mika salam kenal, senang bertemu dengan anda." Aku memperkenalkan diri dengan sopan didepan ibu dan kakak perempuan Karin.

"Senang bertemu denganmu Mika-chan, aku Rin kakak dari adik menyebalkan ini." Ucap gadis yang sedang duduk dibangku sebelah ranjang itu ramah sambil tersenyum kearahku yang kubalas dengan senyuman juga.

"Karin baru membawa temannya lagi, dan kau yang pertama setelah kejadian itu. Kau membuatku yakin jika Karin memang punya teman." Ujar wanita paruh baya itu sambil tekikik.

"Ibu !"

"Aku sekelas dengannya, aku masih baru disekolah. Aku tidak sengaja bertemu dengannya tadi Baa-san."

"Kau cantik, kemarilah."

"Eh ?"

"Ikuti saja, ibuku memang suka aneh-aneh." Bisik Karin ditelingaku membuat aku melangkah maju mendekati ranjang dan berdiri tepat disebelah Ibu Karin.

DEG

Aku membulatkan mataku seketika ketika aku merasakan tangan itu mengusap pipiku dengan lembut, tanpa sadar aku meneteskan air mata yang dengan tidak sengaja mengenai tangan kiri ibu Karin yang menyentuh lembut pipiku tadi membuat beliau dengan refleks menarik tangannya kembali.

"Eh ? ada apa ?" Tanyanya heran melihat reaksiku, "A.. aku.. aku permisi dulu. Senang bertemu dengan kalian." Setelah pamit dan membungkuk aku keluar daari ruangan itu dambil terisak, aku membekap mulutku agar bisa sedikit meredam suara isakannya kudengar, Karin berterik memanggil namaku namun tak aku hiraukan.

Aku masih berlari, aku tak menghiraukan orang-orang yang mengumpat kesal karena aku tabrak, aku terus berlari hingga badanku terjatuh karena tak sengaja menabrak orang yang ada didepanku.

"Mika." Suara itu, kudongakkan kepalaku setelah mendengar suara familiar itu menyebut namaku, ah tidak nama samaranku. "Sasuke-kun." Aku langsung berdiri setelah melihat siapa orang yang ku tabrak tadi dan berhambur memeluknya setelah tahu bahwa itu adalah Sasuke-kun.

"Sasuke-kun... hiks..."

"Ada apa denganmu ?"

"Hiks... a.. aku... aku... hiks." Aku tidak bisa menjelaskan padanya apa yang kurasakan, entalah aku juga tidak mengerti ada apa denganku. Kurasakan dia balas memelukku dan mengusap punggungku seakan menenangkanku agar aku tenang dan berhenti menangis.

"Ssst, tenanglah ada aku."

'Apa seperti itu rasanya dibelai oleh seorang ibu ?

Kaa-san ?'

.

.

.

.

to be continue

Selamat sore Indonesia yang dari pagi hujn teruuuus, aku suka hujan tapi gak suka banjir

Ini dia kelanjutan BTM hihi, semoga suka chap ini ya

Balasan Review :

Sofi asat : terimakasih inisudah dilanjut selamat membaca review lagi ya hihi

Peyek chidori : wah beneran ? padahal aku ngerasa kacau banget di chap yang kemaren

Eysha 'CherryBlossom : iya loh hihi biar aku tenang jadi nulisnya gak diburu-buru karena kepepet abis orak aku suka tiba-tiba nge-hang haha :D iya nih kita satu hati hihi, ini sudah update semoga suka ya

Nuria23agazta : bukaaaaan, maksudnya beda tuh Sakura beda sama cewek2 lainnya gitu hihi :D , ini udah lanjut semoga suka yaaaa :D

Febri Feven : ini udah lanjuuuut :D

White's : makasiiiiih :D ini udah lanjut semoga suka

Haru CherryRaven : hahaha , ini sudah dilanjut semoga suka

Merrychibi2 : Sasori akan muncul nanti yah hihi, aku suka malah kalau ada yang penasaran *plak haha

Ayam pink : horeeee, karinnya ada lagi di chap ini nih semoga suka chap ini

Hanazono yuri : hihi sabar ya Sasori pasti bakal ketemu kok sama Sakura

Haruno mingming : ini sudah lan to the jut semoga suka hihi

Zeedezly clalucindtha : sabar ya Sasori bakal munsul kok nanti

Hitsuka ikabara : makasiiih ini udah lanjut

Ravenpink : di chap berapanya Sasori ketemu Sakura aku belum tau soalnya aku belum bikin nyampe situ hihi tapi buat Sasori menemukan Sakura itu ada di chap... masih rahasia wkwk

Uchiharuno : aku juga gatau mau nulis apalagi *loh haha review lagi yaaa aku update kilat niiiih hihi

Bocoran, Sasori akan muncul di chap 10, buat yang nanyain Sasori terus sabar yaaaa :D

At least

RnR please, Thank you

*bighugs*