Behind The Mask

Disclaimer: Naruto, Khisimoto Masashi

Chapter 9 :

Normal POV

Sasuke memandang gadis yang sedang duduk disebelahnya, gadis pemilik mata emerald itu hanya diam menatap keluar jendela dengan pandangan mata yang terlihat kosong. Mereka sekarang berada didalam bis kota yang akan membawa mereka kembali ke asrama.

Sakura tidak menyadari pandangan datar Sasuke yang tertuju padanya sejak tadi, entah apa yang dipikirkannya dari selesai menangis sampai sekarang gadis itu hanya terdiam tak mau bicara. Merasa diperhatikan, Sakura menolehkan kepalanya kearah kiri tepat kesebelah Sasuke dan ter senyum pada pemuda yang masih menatapnya itu.

"Aku sudah tidak apa-apa." Sasuke hanya menaikkan sebelah alisnya sebagai jawaban, sebenarnya apa yang terjadi pada gadis ini ? dia memangis, terdiam, lalu sekarang tersenyum dihadapannya seolah tidak terjadi apapun barusan.

Sakura menghela napasnya frustasi, pemuda itu masih terdiam menatap Sakura dengan pandangan mengintimidasi, "Sungguh, aku tak apa." Gadis itu kembali mengalihkan pandangannya kearah jendela.

Hening, keduanya terdiam semuanya kembali seperti tadi, Sasuke masih menatap Sakura, sementara gadis itu menatap objek yang ada diluar jendela. Tiba-tiba Sasuke berdiri dan menarik tangan Sakura untuk ikut berdiri juga membuat gadis itu terkejut bukan main dengan ulah pemuda bermarga Uchiha ini. Sasuke memencet bel yang ada pada tiang didalam bis setelah pemuda itu melihat halte yang akan dilewati bis yang mereka tumpangi agar bis ini berhenti.

"Sasu... Sasuke-kun." Sasuke masih mengabaikan Sakura yang memanggil namanya semenjak mereka turun dari bis, pemuda itu hanya terus menarik tangan Sakura dan berjalan cepat membuat Sakura kewalahan mengimbangi langkah si Uchiha bungsu tersebut. Kesal karena tidak digubris sama sekali, Sakura pun menarik tangannya agar terlepas dari genggaman Sasuke, dan berhasil pemuda itu otomatis berhenti dan menatap Sakura yang berdiri dibelakangnya.

"Apa yang kau... hah... lakukan ? hah... hah..." Ujar Sakura kesal, gadis itu berusaha mengatur nafasnya agar kembali normal. "Kita seharusnya tidak turun disini, kita bisa dihukum jika terlambat kembali ke asrama !" Lanjutnya lagi.

"Hn, lalu apa maumu ?"

"Aku mau kembali." Sakura membalikkan badannya dan berjalan menjauhi Sasuke namun langkahnya terhenti ketika dia merasakan tubuhnya menghangat karena pelukan yang erat dari belakang. Pelukan yang sama seperti milik seseorang yang pernah melakukannya beberapa hari yang lalu, namun yang ini terasa begitu protektif.

"Sa.. Sasu—" Sakura sedikit memberontak tapi tenaganya kalah besar dengan tenaga Sasuke.

"Biarkan begini, sebentar saja. Kumohon." Ucap Sasuke lirih ditelinga Sakura membuat gadis itu berhenti memberontak.

"..."

"Aku pernah bilang, aku tidak tahu kenapa tiba-tiba aku melakukan hal seperti ini padamu."

"..."

"Aku tidak tahu perasaan macam apa yang kurasakan saat aku memelukmu seperti ini."

"..."

Perlahan Sasuke melepaskan pelukannya pada Sakura dan membalikkan tubuh gadis itu agar berhadapan dengannya, tangannya mencengkram lemah kedua pundak Sakura, sementara Sakura hanya menunduk.

"Dengarkan aku baik-baik, aku hanya akan mengatakannya sekali."

"..."

"Aku menyukaimu."

"Eh ?" Sakura mendongakkan kepalanya dan memandang wajah Sasuke yang terlihat serius dihadapannya, gadis itu tidak tahu bahwa pemuda didepannya ini sedang menahan gugup mati-matian.

"A.. aku menyukaimu, sejak awal aku bertemu denganmu. Dan perasaanku yang tadinya suka itu sekarang berkembang menjadi cinta." Ujar Sasuke, dan waw itu adalah kalimat terpanjang pertama yang pernah pemuda itu ucapkan dalam hidupnya. Sakura masih terdiam, menatap tak percaya kearah Sasuke. Pemuda itu baru saja menyatakan cinta padanya ? Dan detik berikutnya gadis itu melihat perubahan diraut wajah pemuda Uchiha itu yang tadinya penuh harap menjadi ekspresi datar seperti biasa.

"Kau harus bertanggung jawab pada perasaanku."

"Eh ?"

"Mulai hari ini kau milikku !" Pemuda itu menurunkan cengkramannya pada bahu Sakura dan berjalan melewati Sakura yang masih terdiam mencerna perkataan Sasuke barusan.

"A.. a... apa ?" Gumam Sakura tergagap setelah dia menyadari apa yang Sasuke ucapkan barusan.

"Sa.. Sasuke-kun, apa masudmu ?"

"..." Sasuke masih berjalan menjauhi Sakura, sementara Sakura berlari kecil menyusul Sasuke yang berjalan santai didepannya. Sakura segera mensejajarkan tubuhnya, Sasuke berjalan santai sementara Sakura berjaan cepat, gadis itu memberikan banyak pertanyaan pada Sasuke yang terlihat cuek dengan ocehan Sakura.

"Maksudmu kita pacaran ?"

"..."

"Sasuke-kun jawab aku, kita pacaran ?" Tanya Sakura sambil menarik lengan jaket Sasuke.

"..."

"Sasuke-kuuuun jawab pertanyaanku baka."

'Kenapa jadi dia yang cerewet sekarang ?' Batin Sasuke.

oooo

"Lagi-lagi bocah itu yang menjadi sainganku." Ujar lelaki paruh baya itu kepada temannya sambil memainkan gelas berisi wine ditangannya. "Kudengar dia baru kehilangan adiknya." Lelaki paruh baya itu menghentikan kegiatan tangan kanannya yang sedang menggoyang-goyangkan gelas berisi wine itu, sebelah alisnya terangkat menunggu lawan bicaranya kembali mengeluarkan suara lagi.

"Gadis itu kabur entah kemana sepulang dari Jerman, dia hilang bagai ditelan bumi."

"Benarkah ?"

"Ya. Bukankah itu bagus untuk kita ? Kita bisa memanfaatkan keadaan ini." Jeda sejenak, orang itu berdiri dari tempatnya duduk tadi menuju meja kerja pria paruh baya tersebut dengan santainya.

"Pikirannya sedang bercabang saat ini antara perusahaan dan adiknya itu, dan disaat terlemahnya kita patahkan dia secara perlahan. Dengan begitu saingan kita berkurang satu lalu kita tinggal mengalahkan Uchiha setelahnya."

Pria paruh baya tersebut tersenyum sinis atau lebih tepatnya menyeringai mendengar penuturan lawan bicaranya tadi. "Kau benar... Orochimaru." Ujar Danzo, nama pria paruh baya yang baru saja menyeringai tadi.

Orochimaru mengacungkan tangannya yang memegang segelas wine kepada Danzo. "Untuk keberhasilan kita."

Tring

Keuda gelas beradu. 'tunggu kehancuranmu Akasuna.'

oooo

"Sasuke-kun, apa tidak apa-apa ? ini sudah sore."

"Hn, ada aku, kau aman."

"Bukan begitu, kita bisa dihukum karena melanggar peraturan." Ujar Sakura sedikit cemas, pasalnya saat ini jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 17.00 waktu setempat, tapi mereka belum juga kembali ke asrama.

"Hn, kau ikut saja." Sakura hanya bisa menghela napas pasrah mendengar jawaban pemuda yang ehm... resmi menjadi kekasihnya satu jam yang lalu.

Setelahnya sepasang kekasih yang baru diresmikan hubungannya satu jam yang lalu itu menyusuri jalan didaerah Little Tokyo Blok M yang dipenuhi dengan jajanan kuliner dikanan kiri jalan dengan beriringan.

Sakura takjub dengan kawasan yang dipenuhi beragam makanan itu, membuat perutnya yang sudah lapar menjadi semakin lapar.

'kruuyuuk'

Sakura membeku ditempat, dia menolehkan kepalanya dan tersenyum kikuk kearah Sasuke yang memandangnya datar, 'Astaga apa-apaan kau perut sialan.' Batinnya.

"Bahahaha kau hahaha." Sakura melongo melihat kekasihnya tertawa terbahak-bahak didepannya, baru kali ini dia melihat seorang Uchiha Sasuke tertawa seperti itu, benar-benar out of character 'Dia ini Sasuke atau alien.'Pikirnya.

"Hahaha, ehm Hn, ayo." Sakura dibuat semakin melongo, tadi pemuda itu tertawa terbahak-bahak seakan lupa dimana mereka berada dan sekarang ekspresi datar itu dengan mudahnya bertengger kembali di wajah tampan itu. 'Benar-benar aneh.' Batinnya lagi.

Sasuke membawa Sakura masuk kedalam sebuah caffe yang terlihat sederhana namun terkesan elegan disudut blok, mereka duduk dibangku paling pojok caffe tersebut, didalamnya tidak terlalu ramai namun tidak terlalu sepi juga. Kurang dari semenit mereka duduk, pelayan datang menghampiri mereka, pelayan wanita itu terlihat sedikit tersipu ketika menghampiri bangku yang ditempati Sasuke dan Sakura membuat gadis bermata hijau itu entahlah, merasa cemburu mungkin ?

"Pesan yang ingin kau makan."

"Samakan saja denganmu." Sasuke dibuat bingung dengan mood Sakura yang tiba-tiba berubah, tadi sedih, lalu gembira, dan sekarang seperti orang yang sedang marah. Sasuke menatap Sakura yang menatap objek diluar jendela dengan sebelah alis yang terangkat. "Lalu, jika aku pesan kopi hitam dengan sedikit gula kau juga akan meminumnya ?" Tanya Sasuke dengan seringai disambut raut terkejut dari Sakura setelah mendengar ucapan sibungsu Uchiha ini.

"Ti.. tidaaaak—" Sakura menghela napasnya pasrah, "Aku mau jus strawberry, makanannya samakan saja." Lanjutnya lagi. Pelayan tadi dibuat salah tingkah dengan kelakuan sepasang kekasih ini, setelah Sasuke menyerahkan pesanannya pelayan itu pun kembali ke belakang.

oooo

"Kemana perginya gadis itu." Ino terlihat gelisah, gadis berambut pirang itu hanya mondar-mandir dan mulutnya komat-kamit tak jelas membuat Hinata bingung.

"Ino-chan ada apa denganmu ?"

"Mika belum pulang Hinata, aku takut terjadi sesuatu lagi padanya seperti waktu itu."

"Kau berlebihan Ino-chan." Hinata terkikik geli melihat tingkah Ino seperti seorang ibu yang kehilangan anaknya ditaman bermain. "Kenapa kau malah menertawakanku ? Apa kau tidak khawatir temanmu yang baru saja pulang dari rumah sakit itu berkeliaran diluar sana ?"

"Kalau kau khawatir kenapa tidak kau telepon saja Ino-chan ?"

Pertanyaannya sekarang adalah kenapa Hinata terlihat tenang-tenang saja ? ketika sepulang sekolah gadis itu sempat menemani Naruto berlatih basket, saat latihan selesai Hinata melihat Sasuke terburu-buru dan berlari keluar lapangan. Hinata yang penasaran langsung bertanya pada kekasih berambut pirangnya itu dan jawabannya membuat Hinata tersenyum penuh arti.

'Teme berjanji menjemput Mika-chan setelah dia check-up, makanya teme buru-buru.'

oooo

Sasuke dan Sakura terihat telah selesai menghabiskan makanan yang mereka pesan tadi. "Haaah kenyangnya." Sakura diam memandang kekasihnya yang sedang meminum secangkir American coffe yang dipesannya tadi, "Sasuke-kun." Panggilan gadis itu membuatnya berhenti meneguk minumannya, pemuda itu beraih menatap gadisnya.

"Hn."

"Bagaimana rasanya ?" Sasuke menaikkan sebelah alisnya tanda bahwa dia tidak mengerti apa yang diucapkan gadisnya itu, Sakura menghela napas "Kopinya Sasuke-kun, aku boleh mencobanya ?" Tanya Sakura sekali lagi dengan raut wajah yang antusias.

"Hn? Kau mau mencobanya ?" Tanya Sasuke meyakinkan, sementara Sakura menganggukkan kepalanya dengan semangat. Sasuke menyodorkan cangkir berisi kopi itu kepada Sakura sambil menampilkan seringai diwajahnya. Sakura menerimanya dan langsung meminumnya tanpa melihat seringai Sasuke barusan, gadis itu mengerjap tak percaya saat bibirnya menyeruput sedikit kopi yang ada pada cangkir tersebut dan sedetik kemudian Sakura segera menjauhkan cangkir itu dari bibirnya dan mengernyit.

"A.. a.. a.. jangan dimuntahkan."Ujar Sasuke sambil menggerakkan jari telunjukknya kekanan dan kekiri didepan Sakura membuat gadis itu mengangguk kaku dan dengan berat menelan cairan pahit itu ketenggorokannya. "Kau jahat Sasuke-kuuun." Sakura segera menyambar gelas berisi jus strawberrynya dan meneguknya tanpa menggunakan sedotan hingga tandas sampai rasa pahit yang tadi dikecapnya hilang seketika. Gadis itu menatap tajam kearah Sasuke yang terlihat sedang berusaha menahan tawanya.

Drrt... Drrt...

Baru saja dia akan memarahi Sasuke, handphonenya yang tadi dia taruh diatas meja bergetar menandakan adanya panggilan masuk.

'Ino.'

Hap, dalam sekejap handphone yang tadi ada digenggamannya berpindah tangan, "Sasuke-kuuun." Tanpa memedulikan Sakura, Sasuke mengangkat panggilan masuk pada handphone kekasihnya itu.

'Moshi-moshi Mik—'

"Hn."

'Eh ? Sasuke ?'

"Hn."

'Kenapa kau yang mengangkat teleponnya ? Mana Mika ?'

"Dia ada bersamaku."

'Aku mau bica—'

"Hn, di sedang sibuk."

Pip

Sasuke menutup sambungan telepon secara sepihak dan mengembalikan handphone itu pada pemiliknya, sementara sang empunya menatap Sasuke dengan ekspresi datarnya yang dibuat-buat.

"Ayo kita pulang." Sakura diam dan masih memandang Sasuke dengan datar, membuat pemuda itu tersadar dn kembali terduduk. "Kau mau pulang tidak ?" Masih tidak ada reaksi, Sasuke berdiri dan melangkahkan kakinya, "Hn, kalau begitu aku duluan." Sakura menghela napasnya entah keberapa kalinya hari ini, gadis itu berdiri dan segera mengikuti langkah Sasuke yang memimpin didepannya.

oooo

Sasuke dan Sakura jalan beriringan menuju halte, mereka berjalan melewati taman kota yang terlihat sepi dengan daun-daun coklat bertebaran dimana-mana khas musim gugur dan jalanan yang sedikit basah ulah hujan yang turun sore tadi. Keduanya berjalan dalam diam, udara yang terasa agak dingin membuat mereka memasukkan tangan mereka pada saku jaket masing-masing.

"Ne.. Sasuke-kun."

"..."

"Sasuke-kuuun."

"Hn."

"Ne.. ne.. Sasuke-kun."

"Hn.. hn.."

"Lihat lawan bicarmu saat dia sedang berbicara." Sasuke menghentikan langkahnya dan beralih menatap Sakura, "Apa ?"

"Apa kita sekarang pacaran ?"

"..."

"Maksudku itu, tadi kau—, tadi itu, apa kita sepasang kekasih ?" Tanya Sakura gugup sambil menatap wajah Sasuke yang sedang menatapnya dengan wajah yang sedikit merona. Sasuke mengalihkan pandangannya kedepan dan kembali berjalan, "Hn, menurutmu ?"

Sakura yang tidak puas dengan jawaban Sasuke pun cemberut, gadis itu mengembungkan pipinya dan sedikit mengerucutkan bibirnya, Sakura kembali berjalan kali ini dia berjalan cepat dan mendahului Sasuke yang berjalan santai.

Sasuke tertegun dengan tingkah gadisnya itu, terlebih saat dia mendengar Sakura bergumam ketika gadis itu melewatinya barusan, "Aku kan bertanya serius, kenapa dia selalu mempermainkanku sih."

Sakura merasa tangannya tertarik kebelakang,, tubuhnya dipaksa berbalik kebelakang, matanya mengerjap menatap orang yang menarik tangannya tadi, "Sa.. sasu.." Oh tidak, jarak mereka terlalu dekat, bahkan Sakura dapat merasakan hembusan nafas Sasuke yang hangat diwajahnya, Sakura merasa wajahnya memanas dan dia yakin saat ini wajahnya pasti sudah berubah warna menjadi merah.

Sasuke semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Sakura, pemuda itu memiringkan wajahnya kearah kiri dan memejamkan matanya. Seolah mengerti Sakura pun ikut memejamkan matanya.

Yang terjadi setelahnya Sakura merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya dengan lembut, Sasuke mencium bibir merah muda itu dengan lembut, Sakura membalas ciuman Sasuke, gadis itu mengalungkan kedua tangannya dibelakang leher Sasuke sementara kakinya sedikit berjingjit, Sasuke yang mengerti keadaan kekasihnya itu memeluknya erat dan mengangkat tubuh Sakura sedikit sehingga sekarang kaki Sakura berada diatas kakinya, tangan kirinya menekan tengkuk Sakura untuk memperdalan ciuman mereka sementara tangan kanannya ia pakai untuk menahan tubuh Sakura agar tetap seimbang.

Setelah merasa pasokan udara yang mereka butuhkan menipis, keduanya mengakhiri ciuman itu dan mengatur napas mereka, wajah Sakura terlihat memerah antara kehabisan udara bercampur malu. Sementara Sasuke memandang Sakura intens.

"Hah.. jika aku... hah.. jika aku bukan aku.. hah.. apa kau masih sama seperti.. hah.. Sasuke yang menyatakan perasaannya padaku.. sore tadi ?" Sasuke mengernyit mendengar pertanyaan kekasihnya yang masih terengah mengatur nafasnya.

"Aku tidak main-main dengan ucapanku dan siapapun dirimu, jadilah milikku." Ujar Sasuke sambil memakaikan topi dikepala Sakura karena udara semakin dingin dan sedetik kemudian pemuda itu membawa gadisnya ini kedalam pelukannya. "Aku mencintaimu." Gumam sasuke lirih pemuda itu menyembunyikan wajahnya ditengkuk Sakura yang tertutupi oleh rambut, menghirup dalam-dalam wangin bunga Sakura dari tubuh gadisnya ini. Sementara Sakura memejamkan matanya, merasakan hangat yang menjalar ditubuhnya saat pemuda itu memeluknya dan perlahan tangannya membalas pelukan Sasuke.

'Dan untuk pertama kalinya

Aku merasa takut akan hilangnya dirimu.'

.

.

.

.

to be continue

yang request adegan sasusakunya banyak, ini dia ! semoga gak mengecewakan ya dan semoga suka sama chapter ini, kayak yang aku bilang kemarin Sasori akan muncul di chap depan looooh XD

Balasan Review :

Nuria23agazta : ini udah lanjut loh semoga suka :D

Febri Feven : ini udah update lagi semoga suka :D

Hitsuka ikabara : aku belum tahu di chap bera tapi bakalan segera ketemu kok sabar yaaaa ;)

Angelika marlisandhy : Sasori muncul dichap depan yaaaa :D

Ayam pink : semuanya akan kejawab mulai dari chap depan hihi terimakasih semangatnya :D

Ichiro kenichi : iya jangan terlalu benci sama karin nanti malah jadi cinta XD *loh haha

Haru CherryRaven : wahaha gak jadi besfriend juga sih haha

Uchiharuno : waaah aku gak nyangka chap kemarin bisa bikin orang nangis juga XD , makasih makasiiiih ini udah update lagi kok ;)

Eysha 'CherryBlossom : iya beruntungnya kita masih bisangerasain kasih sayang orang tua (peluk mamah {} ) haha ini udah lanjut semoga suka

Ravenpink : ini udah lanjut semoga suka yaaaa :D aku gak bosen kok dapet review dari kamu makasih yaaaa ;)

Zeedezly clalucindtha : semoga karin bener2 tobat hahaha

White's : disini udah banyak belooooom ? XP haha ini udah lanjut semoga suka

Merrychibi2 : aku juga mau dipeluk Sasuke ujan-ujan gini XD

Sofi asat : Sasori munculnya chap depan dia lagi boteng dulu sekarang hihi

Guest : Ini udah dilanjut yaaa

Nasyachoco : akan diusahakan buat makin panjang hihi, ini udah dilanjut semoga suka yaaa ;)

RnR pleaseeee

Thank you *bighugs*