Behind The Mask
Disclaimer: Naruto, Khisimoto Masashi
Chapter 11 :
"Jadi... sudah berapa lama kau menjadi kekasih adikku yang menyebalkan ini ?"
"Itachi !"
"Apa ? aku bertanya padanya bukan padamu baka ototou."
Sakura hanya melongo melihat kedua kakak-beradik ini untuk kesekian kalinya adu mulut dengan tema yang tidak penting sama sekali menurutnya. Sasuke yang biasanya lebih memilih diam dengan hal yang tidak penting kali ini selalu menyanggah apa saja yang kakaknya katakan.
"Kalian ini selalu saja bertengkar jika sudah bertemu." Ucap Mikoto datang dengan pelayannya yang membawakan mereka minuman juga makanan ringan.
"Dia selalu membahas yang tidak penting."
"Kau juga selalu menanggapi hal tidak penting yang kubahas." Sanggah Itachi santai sambil menampilkan senyum meremehkan pada Sasuke. Sementara Sakura dibuat semakin melongo meihat pertengkaran dua ornag berbeda usia yang wajahnya hampir mirip itu.
"Sudahlah kalian ini, ah ya silahkan diminum Mika-chan, agar pikiranmu tenang dari dua orang berisik ini."
"Kaasan." Seru Sasuke, sementara Sakura hanya tersenyum dan tangannya bergerak mengambil minuman yang tersaji didepannya ini.
"Terimakasih baa-san."
"Kau cantik, beruntungnya anakku yang seperti ini bisa mendapatkanmu."
" 'Seperti ini' apa yang ibu maksud ?"
"Kau lebih tahu bagaimana dirimu ototou." Timpal Itachi yang dibalas tatapan tajam dari Sasuke, Itachi mengangkat kedua tangannya seolah berkata 'oke aku diam.'
"Hahaha... haha.." Tiga orang diruangan itu tertegun melihat gadis yang sedari tadi diam tiba-tiba tertawa lepas, "Haha.. emm.. maaf aku hanya, kalian terlihat lucu menyalurkan kasih sayang dengan bertengkar seperti itu." Ungkap Sakura polos sambil memiringkan kepalanya membuat salah seorang pemuda yang sedang bertengkar tadi merona dibuatnya.
Mikoto tersenyum lembut sambil melihat Sakura yang masih menggoda Sasuke dan Itachi yang melanjutkan pertengkarannya.
Kring..Kring
Suara telepon mengalihkan perhatian mereka sejenak dari kegiatan tidak penting yang mereka lakukan, Itachi segera bangkit dari duduknya dan menyambar gagang telepon setelah pelayannya mengatakan bahwa telepon itu untunya.
"Hn."
"..."
"Ya, baiklah aku tunggu."
"Siapa ?" Tanya Mikoto. "Temanku yang kuceritakan kemarin pada kaasan." Jawab Itachi, matanya beralih pada Sasuke sekarang. "Kau mau makan siang disini kan ?"
"Tidak." Mendengar jawaban putra bungsunya itu membuat Mikoto menolehkan kepalanya pada Sasuke, "Kenapa ? Kau baru pulang, makan sianglah disini. Mika-chan juga belum makan siang."
"Aku ada acara dengannya bu."
"Tapi—"
"Aku akan kembali minggu depan." Ujar Sasuke sambil tersenyum kearah ibunya, pemuda itu berdiri bersiap untuk pergi lagi. Mikoto menghela napasnya, anak bungsunya ini memang benar-benar keras kepala. "Baiklah, hati-hati dijalan. Jaga Mika-chan dengan baik ne, aku akan marah jika sampai kau membuatnya menangis."
"Hn."
Mikoto mengalihkan pandangannya kearah Sakura, "Kau harus datang lagi kesini Mika-chan." Ujar Mikoto sambil memeluk Sakura. 'Hangat.' Batin Sakura. "Uhm aku berjanji akan datang kesini lagi untuk menemui baa-san." Ucap Sakura sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum kearah Mikoto.
oooo
"Sasuke-kun."
"Hn."
"Kau dan Itachi-nii itu beda berapa tahun ?" Sasuke tampak berpikir mendengar pertanyaan yang terontar dari mulut kekasihnya ini, "Hn, 3 tahun, kenapa ?"
"Tidak apa aku hanya bertanya." Jawab sakura, 'Berarti usianya sama dengan Sasori-nii.' Lanjutnya dalam hati.
Mereka berjalan menuju halte bis sambil bercanda atau lebih tepatnya Sakura yang menggoda Sasuke membuat gadis itu tertawa lepas setiap mata emerald itu menangkap semburat merah di pipi kekasihnya itu, Sasuke hanya bisa geleng-geleng kepala dan tersenyum tipis melihat kelakuan gadisnya yang 'ajaib' ini.
Tepat saat Sakura tertawa lepas, sebuah mobil berlainan arah berpapasan dengan mereka, mobil itu melaju kearah jalan yang telah mereka lewati.
"Hahaha kau lucu lihat wajahmu sasuke-kun ahaha."
DEG
'Suara itu.' Batin seseorang yang berada didalam mobil berwarna hitam tersebut.
Sasori menolehkan kepalanya kearah luar, tidak ada siapa-siapa, pemuda itu menolehkan kepalanya kebelakang, tak ada siapapun. Tentu saja tidak ada, dua orang itu sudah menghilang dibelokan.
"Ada apa tuan ?" Tanya Yamato yang heran melihat tingkah aneh tuannya itu.
"Tidak." Jawab Sasori singkat. 'Mungkin hanya perasaanku saja.'
Tak sadarkah kau Sasori bahwa jarak kalian tadi sangat dekat ?
oooo
"Hahaha.. ehm." Sakura tiba-tiba berhenti tertawa dan menolehkan kepalanya ke belakang dengan pandangan bingung. Gadis itu mengernyitkan dahinya melihat jalanan kosong dibelakangnya.
"Ada apa ?" Tanya sasuke sambil mengikuti arah pandang Sakura yang hanya dijawab gelengan kecil dari sang gadis.
"Tidak ada, ayo." Sakura menarik tangan Sasuke untuk kembali berjalan meninggalkan jalanan kosong yang sepi itu.
oooo
Itachi yang baru saja akan kembali masuk kedalam rumah setelah mengantar Sasuke dan Sakura keluar, namun pemuda itu mengurungkan niatnya setelah melihat mobil berwarna hitam berhenti didepan rumahnya, pria berusia 20 tahun ini tersenyum ketika kaca pintu mobil dibuka dan menampilkan orang yang sangat dikenalnya.
"Hai keriput." Sapa seseorang berambut merah dari dalam mobil dengan senyum seringainya.
"Hai bayi."
"Bagaimana kabarmu kawan ?" Tanya Itachi saat mereka memasuki pekarangan rumah, pria berambut hitam itu masuk kedalam rumahnya yang terbilang cukup besar.
"Tidak baik." Itachi mengernyitkan dahinya setelah mendengar jawaban Sasori, sahabatnya dari bangku SMA itu.
"Apanya yang tidak baik ?"
oooo
"Sasuke-kun aku ingin es-krim."
"Kau ingin es-krim disaat udara dingin begini ?" Sasuke memandang tak percaya kearah kekasihnya ini.
"Karena aku sedang ingin."
"Hn, beli saja sendiri."
"Kau menyebalkan." Sakura memajukan bibirnya karena kesal, sementara Sasuke menghela napasnya, "Kau akan kucium jika menampilkan wajah seperti itu baka." Sakura terdiam, wajahnya memerah setelah mendengar ucapan Sasuke yang langsung berjalan meninggalkan tempat mereka berdiri tadi.
"Menyebalkan." Gumam Sakura.
Setelah melewati perdebatan tak penting yang menghabiskan waktu sekitar 15 menit, akhirnya Sasuke mengalah, pemuda itu membelikan Sakura es-krim strawberry yang diminta gadisnya dari tadi. Sasuke yang tak pernah bisa dikalahkan dengan segala argumennya bisa dikalahkan oleh seorang Sakura hanya untuk satu es-krim strawberry ? Beri tepuk tangan untuk gadis bermata emerald itu.
"Kau mau ?" Sakura menyodorkan es-krim strawberrynya kearah Sasuke yang kini duduk disebelahnya, gadis itu tahu Sasuke akan menolaknya karena pemuda itu tidak suka makanan manis, hal itu membuat Sakura yang jail kembali menggodanya.
Mereka sekarang duduk dibangku panjang di taman kota yang terlihat agak ramai karena hari ini mayoritas penduduknya libur dari kegiatan rutin yang biasa mereka lakukan setiap harinya. Ditemani udara sejuk yang tidak sedingin kemarin juga daun-daun berwarna coklat yang mulai berjatuhan menandakan mereka berada dimusim gugur dan akan segera memasuki musim dingin.
"Kau tahu jawabannya." Sasuke menggeleng menatap kekasihnya yang sedang melahap es-krim yang dibelinya tadi dengan intens.
Sakura tersenyum melihat seorang gadis kecil yang sedang berlari mengerjar bocah laki-laki yang terlihat lebih tua gadis itu, bocah laki-laki itu terus menghindari kejaran yang Sakura yakini adalah adiknya untuk membawa kabur balon yang diinginkan gadis kecil itu.
Sakura terkikik geli melihat tingkah dua bocah itu membuat Sasuke ikut mengalihkan pandangannya kearah pandang Sakura. Saat gadis itu mulai dekat dengan bocah laki-laki dihadapannya dia terjatuh membuat Sakura yang melihatnya refleks berdiri, namun niatnya untuk menolong gadis itu diurungkan setelah melihat bocah laki-laki itu menhampiri gadis kecil itu dan berusaha menenangkannya ketika dilihatnya gadis itu akan menangis, Sakura pun kembali pada posisi duduknya.
"Hiks nii-chan.. sakit hiks."
"Jangan menangis, aku akan mengobati lukamu."
"Hiks nii-chan."
"Ssst sudah ya berhenti menangis, maafkan aku Yuki-chan." Bocah laki-laki itu mengelus lembut rambut karamel milik adik kecilnya itu agar tenang dan berhenti menangis. Tak lama setelahnya bocah laki-laki yang dipanggil nii-chan tadi menggendong gadis kecil itu dipunggungnya dan berlalu pergi dari hadapan Sakura yang merubah ekspresi wajahnya.
Melihat dua bocah tadi, mengingatkannya pada masa lalunya yang tidak bisa dibilang menyenangkan.
FLASHBACK
Gadis kecil yang mempunyai warna rambut sewarna dengan warna bunga Sakura itu berlari mengejar seorang bocah laki-laki yang sedang berjalan santai dan berada jauh didepannya.
"Nii-chaaaan tunggu Sakura." Sakura, nama gadis kecil itu berteriak memanggil seseorang yang dipanggilnya nii-chan tadi berharap orang itu berhenti dan menunggunya. Namun bocah laki-laki itu masih tetap berjalan tak menghiraukan panggilan yang ditujukan kepadanya tadi.
"Sasori-nii." Seru Sakura lagi yang sekarang berjarak tak jauh dari Sasori yang masih terus berjalan, gadis itu semakin mendekati Sasori. Namun disaat jarak mereka semakin dekat, gadis itu jatuh tersandung kakinya sendiri.
"Akh.. Niichan." Gadis itu memekik menahan sakit, membuat Sasori menghentikan langkahnya.
"Hiks sakit... nii-chan hiks.. hiks.." Sasori memanang datar gadis kecil yang terjatuh dihadapannya dengan luka di lututnya yang terlihat mengeluarkan darah.
"Hiks.. Nii-chan."
"Baka." Sakura membulatkan matanya mendengar apa yang dikatakan kakaknya, bukan seperti seorang kakak pada umumnya yang akan berlari kearah adiknya yang terjatuh, menenangkannya, atau bahkan menggendongnya, bocah laki-laki ini hanya memandang Sakura dengan pandangan datar dan kata menusuknya yang belum bisa diterima gadis kecil seperti Sakura.
"Ni.. nii-chan."
"Siapa suruh kau lari." Sasori membalikkan badannya dan kembali berjalan menjauhi Sakura kecil yang masih terduduk di jalanan.
"Sakura-sama mari saya bantu, luka anda harus diobati." Ujar Yamato yang berlari menghampiri Sakura, pria itu memang sudah menjadi orang kepercayaan keluarga Akasuna dari dulu mengingat ayahnya juga menjadi orang kepercayaan kakek Sakura selama beliau masih hidup, pria itu mulai menggantikan ayahnya setelah Sasori lahir.
"Aku ingin Sasor-nii.. hiks.. aku ingin nii-chan.. aku ingin bersama nii-chan.. hiks.."
END FLASHBACK
Sasuke melambaikan tangannya didepan wajah Sakura yang terlihat melamun sampai-sampai mengabaikan es-krimnya yang mulai meleleh dan meneskan lelehannya ditangan putih gadis itu. Sakura mengerjapkan matanya setelah Sasuke berhasil membawanya kembali dari lamunan tentang masa lalunya.
"Sasu."
"Hn, kau harusnya memperhatikan es-krimmu nona." Pandangan Sakura yang mengarah pada Sasuke kemudian beralih pada es-krim strawberry yang mulai meleleh ditangannya. Gadis itu mengangkat sedikit tangannya yang memegang es-krim, dan kejadian selanjutnya tak pernah Sakura duga. Sasuke melahap es-krim yang ditolaknya tadi langsung dari tangan Sakura sampai habis setengahnya, membuat Sakura terlonjak.
"Heeeei !" Seru Sakura pada kekasihnya yang masih mencomot es-krim ditangannya itu. Sakura menatap horror kearah kekasihnya yang telah melahap es-krim ditangannya hingga tandas menyisakan cup yang akhirnya direbut Sasuke lalu dibuangnya. Bagaimana bisa pemuda yang anti makanan manis itu mampu menghabiskan es-krim yang baru Sakura makan sedikit, bahkan belum setengahnya ?
"A.. apa yang kau lakukan pada es-krimku baka ?"
"Hn, aku ingin tahu apa rasanya akan sama dengan bibirmu saat aku menciumnya nanti." Jawab Sasuke santai sambil membersihkan tangan Sakura dari lelehan es-krim yang dipegangnya tadi dengan tissu.
"Me.. mesum." Entahlah, wajah Sakura memanas mendengar jawaban dari Sasuke barusan, gadis itu yakin wajahnya pasti menampilkan rona merah saat ini.
Keduanya terdiam setelah Sasuke selesai membersihkan tangan Sakura, membuat suasana taman kota yang ramai itu terasa hening untuk keduanya.
"Sasuke-kun."
"Hn."
"Saat aku kerumahmu tadi, aku tidak bertemu ayahmu. Kemana dia ?" Tanya Sakura antusias, gadis itu memandang wajah kekasihnya yang berekspresi datar dari tadi.
"Ayahku tidak ada. Dia sudah meninggal setahun yang lalu." Jawaban Sasuke membuat Sakura merasa tidak enak seketika, gadis itu menyesal menanyakan hal itu pada kekasihnya.
"Sa.. Sasu maaf aku.. aku tidak tahu." Sasuke kembali memalingkan wajahnya kerah Sakura dan menmpilkan senyum tipisnya pada gadisnya ini.
"Tak apa, cepat atau lambat kau juga akan tahu. Lagi pula itu memang kenyataan."
Sakura tertegun mendengar ucapan pemuda disampingnya ini, 'Kenyataan ?' Batinnya. Sasuke terlonjak kaget ketika merasakan bahu sebelah kanannya terasa berat, Sakura menyandarkan kepalanya diatas bahu Sasuke dan menggenggam tangan kanan pemuda itu.
"Hm, aku mengerti." Ucapnya sambil memejamkan mata, membiarkan semilir angin memainkan rambutnya yang tergerai indah.
"Dia, sosok yang ku banggakan. Dia pria yang kukagumi, dia tegas dan wataknya keras tapi dia sosok yang peduli pada keluarganya, baginya keluarganya itu nomor satu, ada kehangatan dibalik wajah tegasnya itu membuat aku dan kakakku begitu mengagumi sosoknya."
Sasuke tersenyum saat menjelaskan bagaimana sosok ayahnya itu pada Sakura, sementara Sakura masih memejamkan matanya, gadis itu mendengarkan cerita Sasuke dengan seksama.
"Dia tegas dan keras, tapi kau tahu tousan selalu bisa mengalah jika berhadapan dengan kaasan. Kaasan dengan sifat lembutnya bisa membuat sifat tousan yang keras melunak saat marah. Dan aku kagum pada keduanya."
Sakura tersenyum, gadis itu menegakkan badannya dan menghadap kearah Sasuke yang juga sedang menatapnya.
"Kau tahu Sasuke-kun, setelah aku mendengar ceritamu aku merasa jika kau itu mirip dengan ayahmu. Maksudku, wajahmu lebih mirip dengan Mikoto baa-san dibanding Itachi-nii tapi sifat ayahmu itu sepertinya menurun padamu. Bagaimana menurutmu ?"
"Hn, kau selalu bisa menebakku." Jeda sejenak, pemuda itu menghela napasnya, "Dan kau tahu ?"
"Hm ?"
"Aku merasa menemukan sosok ibuku dalam dirimu."
"Eeeeh."
"Aku jadi merasa seperti tousan dan kaasan versi muda." Sasuke mendengus geli karena ucapannya sendiri, sementara Sakura tertawa dan menyikut pelan lengan atas Sasuke dengan siku kirinya.
"Hahaha kau menggelikan, mana ada yang seperti itu Sasuke-kun"
"Tapi serius, kau benar-benar merubahku. Entah kenapa aku bisa begitu dekat denganmu sejak pertama kita bertemu. Kau membuatku peduli padamu yang baru kukenal saat itu, kau bisa membuatku tersenyum, kau mengeluarkan sifat jahilku yang biasanya hanya kuperlihatkan pada Itachi dirumah, kau membuatku bisa mengalah pada sesuatu seperti es-krim tadi—" Sasuke mendengus geli mengingat kejadian barusan saat akhirnya dia mengalah pada Sakura yang terus menerus meminta es-krim padanya,"Yang paling penting... kau bisa mencairkan sifat dinginku."
Sakura tertegun mendengar kalimat panjang Sasuke, gadis itu tidak percaya jika dirinya berpengaruh besar bagi pemuda Uchiha dihadapannya ini.
"Dan yang terakhir, kau bisa membuatku mencintaimu." Sasuke mencium singkat bibir merah muda Sakura, sebenarnya pemuda itu ingin sekali mencium bibir Sakura sama seperti saat pertama pemuda ini menciumnya tapi tentu saja Sasuke tahu tempat, dan saat ini taman kota sedang ramai beda seperti malam itu.
"Baka." Ujar Sasuke saat melihat wajah Sakura yang sedikit bersemu dan masih diam menatapnya dengan pandangan tak percaya, pemuda itu mengacak rambut Sakura dengan lembut membuat gadis itu tersadar dan tersenyum.
"Aku juga mencintaimu." Ucap Sakura sambil berhambur memeluk Sasuke.
"Aku lebih mencintaimu." Timpal Sasuke sambil mengecup puncak kepala Sakura.
"Aku juga lebih mencintaimu."
"Aku yang lebih."
"Aku Sasuke-kuuuuun."
"Hn, aku yang lebih. Dan perdebatan ditutup."
"Ku menyebalkan."
"Kau lebih menyebalkan."
"Eeeeh ? kau sangat, sangat, sangat, sangat menyebalkan."
"Kau yang paling menyebalkan.
"Kau—" Dan ya, perdebatan tidak penting kembali terjadi diantara sepasang kekasih yang saling melempar argumen siapa yang paling menyebalkan.
oooo
"Aku seperti pernah melihatnya, tapi dimana ya ?" Itachi masih memandang foto seorang gadis berambut pink yang ditunjukkan Sasori padanya. Sasori menceritakan tentang Sakura yang menghilang pada Itachi, pemuda berambut hitam itu terkejut ketika Sasori menceritakan tentang adik perempuannya itu.
Pemuda berdarah Uchiha itu sudah berteman dengan Sasori sejak mereka duduk dibangku SMA, namun tak pernah sekalipun Sasori menceritakan tentang adiknya yang tinggal di Jerman pada saat itu.
Sasori memandang sahabatnya ini dengan penuh harap, "Kau pernah bertemu dengannya ?"
"Entahlah, aku merasa seperti pernah melihatnya. Tapi aku tidak yakin."
Mata Itachi membulat ketika mengingat sesuatu, "Sasuke." Sasori memandang penuh tanya kearah Itachi. "Apa maksudmu ?"
oooo
Cekrek.. Cekrek..
Bunyi kamera terdengar dari dalam mobil yang terparkir di dekat taman kota tokyo, seseorang didalamnya terlihat sedang membidik objek diluar sana melalui kaca jendela yang sedikit terbuka dengan kameranya.
"Jalan, kita sudah mendapatkannya." Ujar orang itu pada sang supir.
"Malang sekali nasibmu gadis manis, harus menjadi tumbal kakakmu sendiri." Ucap orang itu lagi dengan seringainya sambil melihat-lihat hasil bidikannya pada kamera yang ia pegang, Seorang gadis berambut coklat yang terlihat sedang bercanda dengan seorang pemuda disebelahnya.
"Kita kemana sekarang Orochimaru-sama ?" Tanya sang supir pada tuannya yang masih memainkan kameranya.
"Langsung ke kantor Danzo saja."
oooo
"Sasuke-kun, sudah mulai terasa dingin. Kita kembali ke asrama sekarang ?"
"Hn, ayo." Sasuke berdiri dan menggenggam tangan kekasihnya dengan erat seolah tak ingin dilepaskannnya, entah kenapa hatinya merasa tidak tenang saat ini.
"Ada apa ?" Tanya Sakura pada kekasihnya yang terus menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Hn, tak apa."
Sepasang kekasih itu berjalan ditengah jalanan taman kota yang dipenuhi pohon yang sedang aktif menggugurkan daun berwarna coklat itu menuju halte meninggalkan bangku taman yang diduduki mereka tadi. Memperlihatkan sang pemuda yang masih setia menggenggam tangan kekasihnya dengan perasaan mengganjal dihatinya yang tiba-tiba datang.
'Ada saatnya kita bertemu, ada saatnya juga kita berpisah
Dan aku tidak ingin bertemu dengan perpisahan
Jika itu menyakitkan.'
.
.
.
.
to be continue
Nah mereka hampir ketemu tuh barusan u,u , gimana chap ni menurut kalian ? oh iya itu eskrim yang dimakan Sakura aku lupa waffle yang bentuknya corong itu namanya apa jadi aku tulis cup aja hahahahaha *plak
Balasan Review :
Febri Feven : ini udah lanjut dan ini udah kilat :D
Merrychibi2 : sabaaaaar hihi XP ini udah lanjuuut
Ulandari : makasiiih udah suka :D ini udah update kilat ;)
Clariza risanti 3 : hihi selamat penasaran ya :p
Uchiharuno : haha kalau suka yang kayak gitu aku juga geli :p ._.v , oke keep reading dan revew lagi ya ;)
Nasyachoco : makasiiih :D haha selamat penasaran lagi ya ini udah update kilat ;)
Hitsuka ikabara : ini udah updateeee ;)
White's : ini udah dilanjut semoga suka suka suka :D
Hanazono yuri : dia bakalan segera tahu ikutin terus, makasih udah review :D
Eysha 'CherryBlossom : hihi iya nih aku aja pas sama dia gak dikenalin *loh haha iya kakak beradik itu bakalan segera ketemu :D
Ravenpink : huhu sebentar lagiii kok mereka ketemu :p , aku juga gatau apa yang bakal Sasori lakuin u,u *plak haha
Hana kumiko : gapapa kok makasih loh udah review hana-chan, semoga sua chap ini yaaa hihi :D
Ayam pink : haha bisa jadiiiiii =)) hem kita liat nanti aku belum bikin nyampe situ-situ XD iy ini udh semangat banget tiap nulis pasang inget kepala biar ngebut wkwk
RnR pleaseeee
Thank you *bighugs*
