Thanks To :
yeppeunnuna
Syjessi22
baekxixixi
didinsoo
ritaanjani4
littlebacon
LayChen Love Love 2

Add cast : Tao, Kris, Sehun, Luhan, Yixing

Typo(s), slash (boys love), fluff

sorry for late posting harusnya minggu lalu, tapi karena sibuk banyak post test di sekolah, nggak jadi mengetik mulu deh.. Mumet =="

Soundtrack:
C-CLOWN - In the car
DINAMIC DUO - Guilty

ENJOY!

.

.

.

Chanyeol masuk ke dalam sebuah rumah besar yang ia rasa tidak asing baginya, rumah itu terletak di ujung kota Incheon dan jauh dari keramaian orang-orang.

Dua orang penjaga bertubuh kekar berseragam hitam, berdiri dengan tegap di depan gerbang rumah tersebut, mereka membungkuk 90 derajat ketika Chanyeol berjalan berpapasan dengan keduanya.

Kedua mata besarnya bergerak melihat ke setiap sudut halaman rumah tersebut sambil berjalan menuju pintu masuk utamanya. Chanyeol sedikit tidak ingat dekorasi rumah tersebut, terlebih ketika ia mendorong pintu utamanya dan melihat seisi rumah.

Seseorang berlari memeluknya dengan sangat erat sambil menepuk punggungnya yang sedikit kekar berkali-kali, hingga ia susah bernafas karena dadanya tertekan.

"Selamat datang hyeong! Apa yang membawa mu kembali kesini? Kau sudah ingat?"
Orang itu melepas pelukan eratnya dan berkata sambil tersenyum bahagia hingga menghasilkan dua bulan sabit

"Se..hun?"
Chanyeol menyebutkan sejenis nama itu dengan ragu, dengan kedua alis yang naik

"Syukurlah! Apa kau sudah makan malam? Bagaimana bisa kau ingat jalan kesini? Kau pasti lelah? Kau mau makan apa? Kemarin Kris hyeong menelfon mu kan? Kau tahu apa yang terjadi dengan Tao hyeong? Luhan hyeong merindukan mu, banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu"
Chanyeol berjalan dengan di tatah oleh Sehun yang merangkul pundaknya yang sedikit lebih tinggi darinya.

Chanyeol mendengarkan setiap pertanyaan yang ia ucapkannya, tanpa menjawabnya karena orang itu terus bicara tanpa memberinya kesempatan sedikit pun untuk menjawab.

Sehun menceritakan semua kejadian di rumah ini, selama Chanyeol pergi dan untuk kedua kalinya Sehun bercerita pada Chanyeol tentang masa lalunya, yang ternyata ia adalah pengidap alter egosejenis penyakit kejiwaan. Dimana ia memiliki dua kepribadian dan kedua sifatnya sangat bertolak belakang, suatu saat ia akan berperilaku sangat baik seperti orang normal layaknya, tapi suatu waktu ia akan berubah menjadi seorang psikopat dan akan membunuh orang yang ia benci tanpa disadari oleh kepribadian lainnya.

Beberapa tahun lalu, jiwa psikopat Chanyeol membawanya ke tempat ini untuk bertemu ayah kandungnya dan bercerita kalau ada sesuatu hal yang terjadi pada orangtua tirinya yang meninggal secara tragis, ia tidak mengaku kalau ialah yang pembunuhnya.

Ia dapat mengetahui dan mengingat hal-hal yang tidak pernah ia bayangan dan dilakukan sebelumnya ketika kepalanya terasa pusing dan terasa sangat sakit.

Ayahnya sekarang duda setelah bercerai dengan istri pertamanya (ibu kandung Chanyeol), lalu menikah lagi dengan seorang wanita jalang dan membawa chanyeol pergi jauh dari rumah, ketika itu ia masih berumur 10 tahun karena tidak rela di ceraikan oleh seorang pengusaha senjata untuk mata-mata yang sangat rahasia.

Gaji ayahnya cukup untuk makan 12 turunan untuk itu lah istri keduanya membawa Chanyeol pergi dan meminta sejumlah uang tebusan. Ayahnya terlalu khawatir dengan Chanyeol karena pekerjaannya itu dapat membahayakan jiwanya sehingga ayahnya selalu mengirimkan uang kepada orang tua tirinya dan memintanya untuk merawat Chanyeol dengan baik, tapi kenyataannya tidak.

Bisa saja sewaktu-waktu seorang mata-mata menculik, bahkan membunuh Chanyeol dan meminta imbalan sejumlah senjata canggih dengan harga milyaran won.

.

.

.

.

.

Dua orang bertubuh tinggi dan satu bertubuh lebih mungil, berjalan mendekati Chanyeol dan Sehun yang sedang menyantap makan malam lezat di atas sebuah meja makan besar. Seorang chef pria china sebut saja Yixing membuatkan banyak hidangan makanan untuk mereka.

"Yow...Park in the house!" Pekik seorang bertubuh jangkung dengan wajah China blasteran Kanada samar-samar dari kejauhan

"HYEONG!" teriakan keras dari satu pria lagi yang bertubuh bongsor dengan kantung mata hitam yang khas, ia menggunakan gips di lengan kanannya

"Chanyeolie" suaranya lebih lembut dari yang lain, wajah pria yang bertubuh paling kecil dibanding dua orang itu berseri dihiasi senyuman yang menawan

Mereka mendekati Chanyeol dan mendekapnya secara bersama-sama, Sehun pun tidak ingin ketinggalan ia ikut memeluki Chanyeol juga.

"Apa Sehun sudah menceritakan semuanya? Kau ingat aku?" Tanya seorang pria yang paling menjulang di antara yang lain sambil meletakan kedua tangannya di atas meja makan

"Ya sudah...Kris?" Ia menjawabnya dengan ragu

"Aku?" Decit si kantung mata hitam

"Bagaimana dengan ku?" Tanya seekor rusa menawan

"Kau yang berkulit sedikit hijau Tao? Dan kau yang seperti bambi adalah Luhan...hyeong?"

.

.

.
Chanyeol di bawa ke sebuah ruangan rahasia di bawah tanah rumah tersebut, ia mengingat beberapa hal tentang tempat tersebut dengan samar-samar di benaknya.

Mereka duduk secara melingkar mengelilingi meja bundar kayu berwarna coklat gelap.

"Baiklah Tao kau jangan ikut misi kali ini dulu, tunggu sampai lengan mu benar-benar sembuh- baru aku akan ijinkan kamu untuk bergabung lagi. Istirahat lah!" ucap Kris menatap Tao dengan serius

"Aku bisa tenang saja! Aku masih punya tangan kiri dan dua kaki yang dapat mematahkan tangan, kaki, dan kepala mereka!" Ucap Tao percaya diri dengan kesal

"tidak pokoknya tidak boleh, aku tidak bisa melihat mu terluka lagi. Tolong buat kalian juga, jagalah diri kalian masing-masing!" Kris berkata dengan penuh emosi

"Hyung, tolong dengarkan ucapkannya!" Kata Sehun pada Tao

Dengan kesal Tao keluar dari lingkaran tersebut, lalu duduk di bangku yang terletak tidak jauh dari mereka dan mulai memainkan gadget miliknya.


.

.

.

Kedai ramen di sudut kota Seoul ini adalah tempat dimana pertama kali, Baekhyun makan malam bersama orang yang baru ia kenal, mungkin tepatnya baru ia ajak bicara beberapa jam yang lalu. Bergurau bersama pria yang berbadan lebih besar dan tinggi darinya, membuat Baekhyun merasa lebih nyaman siapa pun orang itu.

Baekhyun merasakan ada sesuatu yang hilang dari diri Jongdae, sejak menghilangnya Chanyeol dari kehidupannya yang sudah 6 bulan lamanya.

Setiap malam Baekhyun pun memikirkan seseorang yang Jongdae rindukan juga, Baekhyun memendam perasaannya pada Chanyeol, karena ia tahu kalau Jongdae juga mencintai Chanyeol lebih dari apapun. Bahkan, Jongdae sampai jatuh sakit karena mencari dan merindukan Chanyeol.

Baekhyun menatapi tubuh milky sedikit gemuknya di depan cermin, dengan pandangan kosong. Air terus mengalir dari shower yang dibiarkan menyala, membasahi rambut, kepala, dan terus mengalir ke seluruh tubuh. Tidak terlihat kalau airmatanya juga mengalir, karena bercampur dengan air dari shower. Hatinya merintih perih, mengingat wajah pria yang ia cintai hanya dengan sekali melihat dalam hitungan kurang dari satu detik, Chanyeol dapat memenuhi seluruh isi pikirannya. Di tambah jika mengingat kalau Jongdae yang tak lain adalah karib terbaiknya, mencintai Park Chanyeol juga.


.

.

.

Tiada hari, tanpa mendengarkan pertanyaan-pertanyaan dari Kyungsoo mengenai Chanyeol.

"Apa Chanyeol sudah kembali?"
"Dimana dia sekarang?"
"Bagaimana keadaannya?"

Itu adalah pertanyaan yang setiap harinya Jongdae dengar dari mulut milik Do Kyungsoo.

Pensi bulan april pun mereka hanya tampil berdua dan pengiring gitarnya di ganti oleh Yixing, Kyungsoo tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Chanyeol, walaupun berkali-kali ia bertanya pada Jongdae, karena Jongdae pun tidak tahu kenapa Chanyeol bisa hilang?!
.

.
Jongin merangkul pacarnya yang lebih pendek darinya, menuju parkiran mobil di kampus mereka.

"Dyorling~ kau terlihat gelisah sekali beberapa bulan ini" tanya Jongin menarik bibirnya ke atas hingga mendekati matanya, sambil melihat ke arah Kyungsoo yang masih ia rangkul

"Ah.. hanya perasaan mu saja, aku baik-baik saja kok kkam honey" jawabnya mengedipkan matanya berkali-kali sambil meringis aneh ke arah wajah Jongin.

Jongin membalasnya dengan ciuman kilat yang mendarat di pinggir dahi Kyungsoo yang tertutupi oleh rambut halus hitamnya.


.

.

.

Baekhyun baru mengangkat panggilan masuk setelah jam kelas habis, ponselnya terus bergetar selama jam pelajaran berlangsung.

"Hello, nuguya?" Baekhyun memanyunkan bibir mungilnya

"Baek..hyeonie~" panggil seseorang di balik telepon dengan ragu

Baekhyun tidak bergeming, ketika mendengar suara pria yang keluar dari balik ponselnya itu.
Airmatanya tertampung di pelupuk matanya, perlahan airmatanya mengalir membasahi pipi.

"Mau kah kau datang ke Mapo? Aku akan menunggumu di taman belakang sekolah. Terserah kau ingin datang atau tidak? Aku tetap menunggumu, see you~" suaranya terdengar berat namun dengan alunan yang lembut

Baekhyun masih tidak bergeming, ponselnya masih ia letakan di samping telinga kanannya. Walaupun sambungan telepon mereka telah terputus.

"Mapo" ucapnya pelan menyebutkan nama kota itu

Baekhyun menatap arloji hitam dengan sedikit sentuhan pink, yang dibalut di pergelangan tangan kanannya "6:00p.m"

Kereta jurusan Busan terakhir datang pukul 7 malam, Baekhyun membutuhkan waktu 30 menit untuk menuju stasiun kerta bawah tanah, sebelum kereta terakhir jurusan Busan berhenti di sana. Kereta itulah satu-satunya yang dapat menolongnya saat itu, karena dapat transit di Mapo.

.

.
Baekhyun berjalan perlahan memasuki gerbang taman yang sudah sepi karena kegelapan malam, sesosok pria bertubuh jangkung kurus tampak dari belakang, rambutnya tipis hitam di bagian lekuk lehernya tengah duduk sendirian di bangku taman itu, dengan hanya satu penerangan lampu di taman.

Sosok itu menoleh kebelakang ke arah Baekhyun, Baekhyun tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas karena pemuda itu membelakangi sinar lampu. Ia melambaikan tangan kanannya pelan ke arah Baekhyun. Perlahan Baekhyun berjalan mendekati pemuda itu.

"Lama tidak berjumpa" ucapnya sambil tersenyum, sedikit mendongak untuk melihat wajah Baekhyun yang sedang berdiri di hadapannya, sambil memengang tangan kiri Baekhyun

Suara isak tangis Baekhyun tiba-tiba terdengar, pemuda itu bangkit dari bangku dan mendekap hangat tubuh gemuk milik Baekhyun.

"Don't cry" suara mengalun indah di telinga Baekhyun,

"Kau tahu sudah berapa lama ini? Nomor mu tidak aktif, bagaimana bisa aku terus menanti mu hingga saat ini?" Baekhyun masih tersedu-sedu dengan wajah tertunduk

"Maafkan aku tapi perguruan itu tidak mengijinkan ku memegang ponsel hingga aku lulus sabuk hitam. Tolong jangan membenci ku!" pria itu mengusap airmata di pipi Baekhyun

"Aku rindu pada mu Kris, teramat sangat sangat sangat!" Baekhyun memeluk Kris dengan sangat erat, Kris hanya tersenyum lembut merasakan dekapan kencang yang dilakukan Baekhyun pada tubuhnya.

Ini pertama kalinya Kris, membawanya ke sebuah rumah yang sangat asing baginya. Bahkan Baekhyun tidak pernah tahu kalau kakak tirinya memiliki mobil semewah ini Bugatti Veyron dan ini pun rumah siapa? Baekhyun tidak pernah tahu.

"Kris hyeong? Kau membawa siapa? Kau ini bagaimana sih? Bisa-bisa ketahuan!" Celetuk Sehun kesal, ketika melihat Kris membawa orang asing ke tempat persembunyian mereka

"Tidak apa-apa dia adik ku" jawab Kris santai sambil merangkul Baekhyun dan sedikit menepuk-nepuk pundaknya dan tersenyum menatap wajah Baekhyun

Kris mencerita semua hal yang sangat rahasia pada Baekhyun tentang hidupnya sejak lulus dari perguruan martial arts di Cina, ia percaya kalau Baekhyun tidak akan mengatakan hal ini pada siapa pun.

Mereka semua (Kris, Tao, Sehun, Luhan, Chanyeol) adalah agen rahasia dari perusahaan senjata mata-mata milik ayah-nya Chanyeol.

Sehun melirik kesal ke arah keduanya dan meninggalkan mereka ke kamarnya yang berada di lantai dua.

Sehun menepuk bokong milik Chanyeol dengan keras, karena ia tengah tidur di atas kasur kesayangannya.

Chanyeol melirik kantuk Sehun, dengan alis yang mengerut. Tanpa Sehun mengeluarkan kata-kata pada Chanyeol, ia segera bangkit dan pindah ke kasur yang bertempat di sebelah kasur milik Sehun.


.

.

.

Chanyeol turun dari lantai dua, untuk mencari sesuatu yang dapat di makan dalam lemari es. Tadi malam ia tidur lebih cepat dari biasanya dan melupakan jam makan malamnya, so wajar saja sepagi ini dia sudah bangun karena perutnya terus mengalunkan lagu rock.

Matanya menangkap sesosok yang tidak asing di dalam benaknya, sosok itu tengah memotong cabai dengan pisau yang tajam dan tubuhnya di balut dengan celemek warna merah.

Sosok itu menatap Chanyeol dengan tertegun, Chanyeol yang dari tadi sedang memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan oleh-nya, seketika ia memalingkan pandangan ke tempat lain.

"Chanyeol" sosok itu mengucapkan namanya pelan, tidak terdengar oleh Chanyeol

Ia berlari menghampiri Chanyeol dan mendekapnya, airmatanya menetes satu demi satu. Chanyeol tidak begeming, ia hanya menatap lurus kedepan dan tangannya teruntai di samping tubuhnya. Detup jantungnya berpacu dengan kencang, isakan tangis Baekhyun meluluhkan rasa laparnya. Baekhyun melepas pelukannya dan menatap mata Chanyeol dengan mata berkaca-kaca, sambil mengigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan suara tangisannya lagi.

"Kau kemana saja? Kami merindukan mu, Jongdae sering sakit karena kau menghilang tanpa jejak. Tolong kembali!" Baekhyun berkata sambil mengelap cairan dari hidungnya dengan lengan baju kanannya

"Jongdae? Kau siapa?" Raut wajahnya terlihat lebih bodoh dari sebelumnya. Baekhyun mengerutkan sedikit alisnya, mendengar pertanyaan aneh Chanyeol

"Ada apa dengan mu Chanyeol? Kau gegar otak? Stop joking on me!" Tiba-tiba ekspresi Baekhyun berubah, bibirnya meringis jijik

"Kau tahu nama ku?"

Sehun tiba-tiba turun dan mendekati keduanya yang sedang beragumen keras.

"Kau! Siapa nama mu? Cepat ikuti aku!" ucap Sehun melirik malas ke arah Baekhyun, lalu menuju pekarangan di belakang rumah

"Kau kenal dia? Sepertinya kau teman jiwa lainnya ya? Sudah berapa lama?" Tanya Sehun dengan ekspresi datar

"Chanyeol?" Tanya Baekhyun
"Siapa lagi?"
"Apa yang terjadi padanya?"
(Sehun menceritakan semua yang terjadi pada diri Chanyeol)


.

.

.

TO BE CONTINUED

THANKS FOR READ~

Btw, bingung nggak?.-.a
Sebelumnya aku udah ngetik panjang lebar tapi jadi action gitu ==a tapi pasti bakalan panjang dan makin rumit. Makanya aku skip jadi cerita jongdae, baek, kyungsoo tanpa Chanyeol di kehidupan mereka /eaaa/

Karena aku lagi suka Krisbaek, jadi aku buat KrisBaek moment heheheh... Kisah KrisBaek belum selesai sampai situ aja, nanti kisah mereka aku buat complicated muehmueh ;D

REVIEW YA! (di bold+capslock biar ga lupa) apa ada yang kurang? muehmueh.. ^^

Usul dong ending pairingnya Jongdae nanti sama siapa? Baekhyun sama Chanyeol atau Kris?

Tadinya aku mau masukin minseok, terus buat XiuHan moment tapi kasian Sehun nanti jomblo /?/

Plus aku pengen ganti nick jadi "hiphopark" gimana?.-.a

Okay no one care /talking to my self/.

littlebacon
eh maap baru komen xDD ceritanya bagus
cuman chap ini pendek banget hwhwhwhw
ToT makin penasaran kan Canyol kemana ?
jangan jangan kerumah gue ? #plakk
keep writing kak /?

rep: It's okay dear, thanks for reading ^^ nanti di panjangin deh .-."

LayChen Love Love 2
Huaa kisah persahabatan Chanyeol ama
Jongdae membuatku terharu hiks #alay dah.
Ok lupakan itu
Kalo bisa penulisan diperbaiki, kayak nama
Jongdae kan harusnya huruf J nya besar
OK LANJUTT

rep: hidup BEAGLE LINE! heheheh
okay aku khilaf, ngetiknya kecepetan terus ga diperhatiin penulisannya =="
Next chapter aku benerin deh

SyJessi22
aigo chanyeol mau ngapain incheon ?
kenapa udah sebulan gak pulang-pulang?
apa saja yg di lakukan chanyeol?
apa chanyeol sedang dalam pengaruh alter
ego-nya yg lain?
krn sepertinya saat sadar tadi dia bukan
chanyeol yg biasa
aigo chan cepatlah pulang, lihat tuh si
jongdae saking rindunya sampai sakit gitu kkk
belum lagi apa chan gak kangen sama
baekhyunie eoh?

baekxixixi
lanjut... penasaran chnyeol kemana!

rep: (SyJessi22 & baekxixi)
Sudah terjawabkan di chapter ini ? hehehe ^^