Thanks To:
yeppeunnuna
Syjessi22
baekxixixi
didinsoo
ritaanjani4
littlebacon
LayChen Love Love 2
PANDAmuda

YOW~ OKAY /growling/ akan ku akhiri ff ini di chapter ini, sambil gandeng Chanyeol ke kamar /eh/

Add cast : Jongdae, Tao, Kris, Sehun, Luhan, Junmyeon

Typo(s), slash (boys love), fluff, m-preg

Soundtrack:
EXO - Don't Go
BTS - Outro: Purpose
EXO - Into Your World (Angel)

PEACE, LOVE AND ENJOY READ THIS!

.

.

.

.
Kris dan Baekhyun, mereka saling mencintai satu sama lain lebih dari seorang saudara, walaupun mereka saudara tiri. Mereka tidak bisa memendam perasaan mereka satu sama lain.

Kehadiran Chanyeol dan Tao, dalam kehidupan mereka masing-masing dapat menghilangkan sedikit cinta terlarang diantara mereka.

Sebuah taman di daerah Mapo ini adalah tempat mereka bermain semasa kecil, tempat ini akan selalu menjadi kenangan untuk mereka berdua. Keduanya telah memutuskan untuk tidak saling mencintai lebih dari seorang saudara, mereka tidak ingin di pandang aneh lagi oleh keluarganya.

Taman ini menjadi saksi atas keputusan mereka berdua.

Kris dan Baekhyun sering kali, keluar rumah berdua. Mereka pergi ke suatu cafe di kota Incheon, dimana Kris telah memesan halaman belakang cafe untuk mereka tempati. Suasananya damai dan romantis, dengan taburan cahaya lilin di sekeliling meja makan mereka, dan permainan biola klasik beralun dengan indah.

Seseorang di balik pohon sedang mengintip aksi keduanya, ketika akan menyentuhkan bibir mereka satu sama lain, Kris mencoba menjangkau bibir tipis merah milik Baekhyun di hadapannya, tangannya memegang dagu milik Baekhyun.

Tiba-tiba rasa sakit pada kepala Chanyeol muncul lagi, sakitnya seperti waktu itu. Ia memegang kepalanya frustasi sambil meringkukkan badan tingginya di balik pohon tempat persembunyiannya, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.

Terintas bayang-bayang semu, wajah seorang pria yang selalu muncul dalam mimpinya. Alunan suaranya terus terniang-niang di ruang dalam telinganya, ia berlari sekencang mungkin tanpa arah sambil menahan rasa sakit di kepalanya.

Ia duduk di sebuah lorong gelap, diantara dua rumah. Setelah ia pastikan, kalau ia telah jauh dari mereka (Baekhyun Kris). Nafas terengah-engahnya terdengar jelas kalau dia lelah berlari.
.
.
Tetesan hujan deras menjatuhi wajah Chanyeol, perlahan ia membuka matanya dan bangkit dengan di bantu oleh lengan kanannya yang menahan pada dinding sebuah rumah. Ia berjalan mengarungi hujan deras beserta petir yang terus menyambar, menuju rumah persembunyiannya.
.
.
Kris memasangkan handuk pada punggung lebar milik Chanyeol dan hendak menatahnya ke kamar mandi, tapi Chanyeol menyingkirkan tangan Kris dengan kasar dari punggungnya.

"Aku bisa sendiri!" Suaranya sarkas

Ia merendamkan tubuhnya di dalam air hangat yang sudah di siapkan oleh Kris sebelumnya, kepalanya mendongak ke atas langit-langit kamar mandi, dengan menyenderkan kepalanya pada senderan kepala di bathtub, tangannya teruntai di antara sisi bathtub. Ia menghela nafasnya dengan panjang.

"Byun Baekhyun, apa itu dia?
Apa yang ku lakukan pada Kris hyeong tadi?
Apa karena penyakit gila ini?!" gumam Chanyeol

Chanyeol memukulkan kedua tangannya berkali-kali ke atas air, sambil meringkis kesal.
.
.
.
Chanyeol menatap malas kearah dua orang yang sedang duduk bersebelahan di atas sofa sambil menonton film world war z, yang membuat Baekhyun memekik keras sambil menutupi wajahnya di balik lengan Kris, demi tuhan Kris pun merasa sangat takut, tapi ia selalu memalingkan pandangannya ke tempat lain agar ia tidak berteriak di depan Baekhyun.
.
.
.
Baekhyun belum memberitahukan pada Jongdae, kalau ia sudah menemukan Chanyeol. Kris dan Sehun bersi keras memintanya untuk tidak memberitahukan hal ini pada siapa pun, lagian percuma saja Chanyeol tidak akan ingat pada Jongdae, juga karena dia adalah agen rahasia yang identitasnya tidak boleh di ketahui orang lain.
.
.
.
Hari ini Baekhyun kembali ke Seoul, Kris mengantarnya hingga apartement nya.

Sehun dan Luhan, mereka sedang ke Beijing untuk bertemu dengan kedua orangtua Luhan dan meminta restu sekaligus sungkeman(?). Sementara, Tao ke Guangzhou untuk melepaskan rindu pada keluarganya, sebelumnya ia mengajak Kris untuk ikut tapi Kris menolaknya demi mengantarkan adiknya kembali ke Seoul.

.
Chanyeol masih merasa canggung untuk berbicara pada Kris, karena ia merasa bersalah atas perlakuannya pada Kris kemarin. Kris pun tidak banyak bicara, ia tidak melakukan hal seperti biasanya yang selalu ikut campur ketika Chanyeol sedang sibuk dengan alat musiknya, sejak kejadian kemarin. Kris tidak tahu apa sebabnya Chanyeol berlaku seperti itu padanya?

Suasana rumah sangat sepi tanpa kehadiran Tao, Sehun, dan Luhan yang selalu bertingkah seperti anak PAUD, berlari kesana-kemari sambil berteriak keras-keras.
.
.
.
Chanyeol mengacak-acak kasur miliknya dan meringkuk di samping ranjangnya, sambil memegang kepalanya yang terus mengeluarkan rasa sakit. Sampai tubuhnya tergeletak lemah tak berdaya di kolong ranjangnya.

Kris menutupi matanya dengan sebelah lengannya karena pantulan sinar dari luar kamarnya, ketika seseorang membuka pintu kamarnya yang dalam keadaan gelap gulita.

"Apa yang kau lakukan Chanyeol?"

Kris mencoba menahan tangan Chanyeol, agar sebuah pisau dapur tajam tidak menancap mengenai perutnya.

"Chanyeol! Hei hei hooo~ waaa! Ada apa dengan mu?!"
Kris berteriak mencoba menyadarkan Chanyeol

Ketika di dalam keadaan tertekan Chanyeol dapat melupakan segala hal dalam sekejap, dan hanya menyisakan dendam dalam benaknya. Bahkan ia dapat melupakan orang-orang terdekatnya juga.

Perasaan Chanyeol tidak dapat di bohongi sekali pun, ia tidak mengenal Baekhyun pada jiwa psikopatnya tapi hatinya dapat memberitahunya kalau Byun Baekhyun adalah orang yang ia cintai.
Ia cemburu pada Kris karena telah mencium Baekhyun, ingatannya tentang persahabatan antara mereka (Kris & Chanyeol) saat itu hilang, ia mencoba membunuh Kris.

Kris berlari keluar dari rumah persembunyian itu dengan nafas kudanya. Chanyeol terus mengejarnya, demi memuaskan batinnya membunuh orang yang ia benci.

"Chanyeol! Tolong sudahi ini semua! Jangan bercanda!" Kris masih terus berlari

Chanyeol tidak mengeluarkan sepatah kata pun hingga sampai di jalan besar, masih terdapat beberapa mobil melewati jalan tersebut, padahal sudah pukul 1 malam.

Mata besar Chanyeol terus menangkap setiap gerakan Kris.

"BRUKKKKKKKKKKKK..."
Suara itu terdengar sangat keras di telinga milik Wufan, dan membuatnya berhenti berlari dan menoleh kebelakang.

Tubuhnya memaku sambil menatap kearah jalanan itu, airmatanya mengalir dengan deras berjatuhan di atas trotoar.

Ia berlari menghampiri Chanyeol yang sudah tergeletak dengan penuh darah di sekitar kepala dan hidungnya. Ia memangkukan kepala Chanyeol di atas pahanya sambil menahan tangis.

"Chanyeol! Chanyeol! Park Chanyeol!"
Tidak ada jawaban dari Chanyeol, matanya masih terpejam, denyut nadi di lehernya masih berdenyut, namun detak jantungnya mulai melemah.
.
.
.
.
Kris memandangi wajah Chanyeol di samping ranjang dalam ruang ICU di rumah sakit, airmata masih terus mengalir tapi ia mencoba menahannya.

Kris hendak menghubungi Luhan yang berada di Beijing, tapi ia tidak membawa ponselnya saat itu. Lagi pula jika menelfon menggunakan TU (Telepon Umum) dalam RS, ia tidak hafal nomornya.

Kris menghela nafas dan berdiri sambil mondar-mondir di samping ranjang Chanyeol, dengan pandangan kebawah dan kosong, tapi pikirannya terus berputar.

Sebuah lampu tiba-tiba muncul di atas kepala Kris, sambil sedikit memekikkan nama "BAEKHYUN"

Ia meninggalkan Chanyeol sendirian di dalam kamar ICU, yang tengah terbaring lemah di atas ranjangnya.

"Hallo, Byun Baekhyun? Ini aku Wufan"

"Iya ada apa hyeong? Baru kemaren bertemu sudah merindukan ku saja -EHE HEHEHE" jawab Baekhyun tertawa malu

"AISHH...Tidak juga, tapi bisakah kamu membawa dompet ku di rumah dan ponsel ku lalu membawanya ke RS dekat persembunyian kami di Incheon"

"Apa yang terjadi padamu?! Rumah? Di Incheon?" Suara Baekhyun terdengar sangat panik

"Bukan aku, tenang saja- nanti aku ceritakan. YA! Cepatlah! Dan hati-hati~" Kris menutup teleponnya dan kembali ke ruangan Chanyeol

.
.
.

Baekhyun menatap shocked kearah Chanyeol, kepalanya di balut kain putih, hidungnya di pasang selang oksigen, dan jarum infus yang di sangkutkan di sekitar pergelangan tangannya.

"Dia kenapa hyeong?" Baekhyun mendekati tubuh Chanyeol dan mencoba mengusap kepalanya dengan tatapan teramat sedih, airmatanya masih tertampung.

(Kris menceritakan semua hal yang terjadi pada Chanyeol)

"Untuk apa dia mencoba membunuh mu?"

"Aku juga tidak tahu, sejak malam itu dia pulang hujan-hujanan- dia mulai berlaku kasar pada ku"

Baekhyun terdiam mencoba memikirkan hal yang tidak ia ketahui.
.
.
.
.
Kris memanggil Luhan lewat ponselnya
"Lu, can you back to Korea ? ASAP!
Something happens with Chanyeol" Kris tidak menceritakan banyak hal pada Luhan dan memutuskan sambungan teleponnya.

"Hello, mr. Huang comeback to Korea juseyo! I need your help!" Kris menutup teleponnya pada Tao tanpa meneruskan ceritanya.

Kris tidak menelfon Sehun, karena ia tahu pasti Sehun sedang berduaan bersama Luhan, di dalam sebuah ranjang yang romantis, layaknya sepasang pengantin baru sedang honey moon.

Berkali-kali ponselnya bergetar, panggilan masuk dari Luhan, Sehun, dan Tao. Ia sengaja mengaktifkan mode senyap pada ponselnya. Agar tidak mengganggu, dan mereka akan segera kembali secepatnya.

"Hyeong! Ada apa? Cepat telepon balik aku! Aku janji akan membelikan suatu barang dari brand Gucci, tapi aku baru bisa kembali besok. Hari ini aku akan berbelanja dulu dan memesan tiket pesawat untuk besok!"
pesan dari Tao

"DEMI KULIT KERANG AJAIB, Apa yang terjadi pada Chanyeol hyeong? AKU SANGAT KHAWATIR" Pesan dari Sehun

"Kris tolong, kau ini seperti anak kecil. Jangan suka berbohong, ingatlah bohong itu dosa! CEPAT ANGKAT TELEPON KU DAN JELASKAN APA YANG TERJADI PADANYA?!" Pesan dari Luhan
.
.
.
Seminggu berlalu Chanyeol masih belum sadarkan dirinya. Kini mulutnya di masukan selang untuk mengalirkan makanan, yang tersambung ke tenggorokannya.
.
.
.


Baekhyun hanya menginap sehari di rumah sakit, setelah kedatangan ketiganya (Luhan Sehun Tao). Ia kembali ke Seoul untuk kembali beraktivitas di kampusnya.

Setiap hari ia selalu merasa bersalah pada Jongdae, dan terus berbohong padanya. Ia tidak pernah menceritakan sedikit pun hal tentang Chanyeol, walaupun ia tahu, karena ia sudah terlanjur berjanji pada Kris dan Sehun.

"Kris hyeong? Bolehkah aku memberitahukan hal yang sebenarnya tentang Chanyeol pada Jongdae?" Baekhyun menelfon Kris, sambil duduk sendirian memakan sebungkus stick pocky, di bawah pohon rindang di halaman kampusnya

(Kris menghela nafas) "Maafkan aku Baekhyun sayang, bisakah kau menunggu sebentar? Aku tahu bibir mu gatal, kau pandai bergossip tapi tolong jangan ceritakan hal yang satu ini" balas Kris tenang, sedikit meledek

"Baiklah, bagaimana keadaannya sekarang?" Suaranya terdengar lebih sedih

"Belum ada perkembangan, dia masih koma. Sudahlah jangan kau pikirkan dia dulu- belajarlah yang rajin! Aku janji akan menjaganya untuk mu"

"Tolong sampaikan salam ku ketika dia membuka mata, dan juga...dari Jongdae. Terima kasih hyeong" ucapnya tegar dan mengakhiri panggilannya.

Baekhyun banyak cerita tentang Jongdae pada Kris, kalau sahabatnya itu mencintai Park Chanyeol dan ia juga menceritakan tentang perasaannya pada Park Chanyeol ke Kris.
.
.
.
.
Batin Jongdae berkata something bad happened to Park Chanyeol.

Sama seperti Chanyeol, Jongdae pun di rawat inap, di Wooridul Spine Hospital yang berada di kota Seoul. Penyakitnya kembali menggerogoti tubuhnya, ia semakin tersiksa di tambah dengan menghilangnya Chanyeol.

Jongdae memberikan julukan pada Chanyeol Medicine of My Life. Jantung Jongdae itu lemah, berkat kebiasaan Chanyeol yang selalu mengejutkannya dan suaranya yang selalu menggetarkan hatinya, perlahan ia memulih.

Baekhyun tak kuasa menahan tangis melihat Jongdae menderita seperti itu. Sampai akhirnya ketika Jongdae mengatakan "Sampaikan salam ku pada Park Chanyeol, jika kau bertemu dengannya suatu hari nanti" pada Baekhyun, ia membocorkan rahasianya kalau ia bertemu dengan Chanyeol, tapi dalam keadaan bukan dirinya. Tak lupa ia mengucapkan minta maaf berkali-kali, Baekhyun bercerita panjang lebar tentang Chanyeol. Awalnya Jongdae sempat ingin marah, tapi setelah mendengar cerita yang sebenarnya, ia memakluminya dan memeluk Baekhyun dengan sangat erat.

"Bisakah aku bertemu dengannya?" Suara Jongdae terdengar lemah

"Ah...Tentu saja! Kapan pun kau mau?" Baekhyun menegarkan dirinya untuk tidak menangis di hadapannya

Baekhyun tidak bercerita kalau Chanyeol sedang koma.
.

.
Keesokannya, mereka pergi ke Incheon naik mobil pribadi milik orangtua Jongdae, dengan sopir pribadi orangtuanya yang mengendarai. Baekhyun menunjukkan arah menuju RS bukan menuju rumah persembunyian, karena Chanyeol masih berada disana.

"Ngapain kita ke rumah sakit? Aku tadi sudah di periksa dokter dan kondisi ku lumayan, tenang saja!" Jongdae menatap bingung ke arah Baekhyun

"Kau ingin bertemu Park Chanyeol kan? Ikuti saja aku!" Ucap Baekhyun turun dari mobil.

Jongdae sedikit lemas sehingga dia naik kursi roda, Baekhyun membantu untuk mendorongnya.
.
.
Di depan ruang ICU, Baekhyun menghentikan laju kursi roda Jongdae dan membuka pintu kamar tersebut.

Dada Jongdae terasa sesak melihat sosok yang sedang terbaring di atas ranjang, memaku dengan lemah.

Airmatanya membendung hingga tidak tertampung lagi.

Terlihat 4 orang pria sedang duduk santai di sofa dekat ranjang Chanyeol, 2 orang menatap Jongdae dan Baekhyun dengan bingung, dua orang (Sehun Tao) lagi menatap mereka berdua dengan sinis.

Baekhyun membungkukan tubuhnya lebih dari 90 derajat kepada mereka, seraya meminta maaf teramat dalam.

Luhan memintanya untuk berdiri dengan tegap, dan menepuk sedikit pundaknya.

"It's okay, kami sudah mendengar cerita tentang teman mu dari Kris" kata Luhan tersenyum bidadari

(Jangan pikirin muka Tao sama Sehun, mereka mah emang gitu mukanya ga bisa santai)

Baekhyun menatap ke arah Kris dengan berkaca-kaca dan tersenyum haru.
.
.
.
Jongdae berdiri dengan sedikit terkuncang, karena kondisinya yang masih di bilang sakit parah.

Ia memeluk tubuh Chanyeol, dengan perasaan rindu yang membabi buta. Butiran air menetes di baju milik Chanyeol, hingga meninggalkan bekas basah.

Baekhyun hanya menatap miris bercampur sedih, melihat Jongdae menangis dan memeluk Chanyeol.

Tao menutupi mulutnya dengan kedua telapak tangannya, menahan tangis, ia terharu melihat adegan tersebut.

Luhan dan Kris hanya menampung beberapa butir air di pelupuk matanya. Sedangkan, Sehun sedang asik dengan video gamenya.

Untuk pertama kalinya, selama koma Chanyeol membuka matanya perlahan, karena merasa terganggu oleh suara isak tangis Jongdae. Tangannya bergerak pelan, mengisyaratkan agar Jongdae melepas pelukannya.

Jongdae meringis sedih bercampur bahagia melihat Chanyeol tersadar.

"Hai...Bodoh! Lama tidak bertemu, kau terlihat sangat lemah sekali- cepatlah sembuh" ucap Jongdae melambaikan sebelah tangannya dengan tersenyum

Chanyeol ingin mengatakan sesuatu tapi suaranya tidak dapat terdengar oleh Jongdae, ia menatap Chanyeol lalu ke arah 5 orang pria yang sedang menontonnya dengan bingung.

Baekhyun mengusap punggung Jongdae
"Dia koma selama 4 bulan" Baekhyun berbisik pada Jongdae

Tubuh Jongdae terjatuh lemas, ia down karena ia tahu itu membutuhkan waktu cukup lama untuk memulihkan kembali kondisi Chanyeol seperti semula. Mengingat umur Jongdae sudah tidak lama lagi.

"Waktu ku hanya beberapa bulan bahkan mingguan, mungkin hari" ucap Jongdae dengan tatapan kosong

"Tidak! Tidak! Kau akan terus hidup hingga dia pulih dan dia akan terus mengejutkan mu!" kata Baekhyun memberi semangat pada Jongdae
.
.
.
.
.
Jongdae meminta ijin kepada orangtuanya untuk pindah RS ke RS di kota Incheon dimana Chanyeol di rawat disana.

Ia melihat banyak perkembangan pada Chanyeol, ia mulai dapat mengucapkan sepatah dua patah kata.

"Kau..Siapa?" Tanya Chanyeol tertatah-tatah kepada Jongdae, karena saat itu mereka hanya sedang berdua

"Kau tidak ingat aku?" tanya Jongdae penasaran

Chanyeol membalasnya dengan menggelengkan kepalanya, sambil memanyunkan bibirnya yang tidak imut

"Kau diam disini, jangan kemana-mana ya!" Perintah Jongdae meninggalkan Chanyeol sendirian di kamar

Jongdae berjalan menuju ruang dokter yang mengurus Chanyeol, dengan memegang setiap dinding RS. Tubuhnya masih lemah tapi ia selalu mencoba terlihat kuat.

"Dok, apa yang terjadi pada Chanyeol? Kenapa dia tidak mengingat namaku"

"Dia tidak hanya, tidak mengingat nama mu saja. Dia tidak ingat nama orang-orang di sekelilingnya juga" jelas dokter yang bernama Kim Junmyeon, berdasarkan nametag yang tersangkut di cout putihnya

"Maksud anda?"

"Dia amnesia dan sudah di pastikan hanya memori masa lampaunya yang hilang" jawab dr. Kim

"Bisakah ia mengingat masa lalunya secara bertahap?"

"impossible, tapi kau bisa mengisi pikirannya tentang masa lalunya. Walaupun ia tidak dapat mengingatnya" jawab dr. Kim

"Baiklah, terima kasih"

.
Hari demi hari hingga berbulan-bulan, Jongdae terus memberi asupan ingatan tentang Chanyeol pada saat pertama kali mereka bertemu hingga sekarang.

Tubuh Jongdae drop, maka ia harus beristirahat dan berbaring diatas ranjangnya.
Kini Chanyeol yang banyak berkunjung ke kamar milik Jongdae yang bersebelahan dengan kamar miliknya.

"Jongdae~" sapa Chanyeol dari balik pintu sambil melambaikan tangan pada Jongdae

Hari kamis ini, seharusnya Jongdae mengajak Chanyeol ke kedai ramen di dekat rooftop house mereka di Seoul, tapi karena kondisinya yang tidak memungkinkan, ia menunda janjinya. Tentu Chanyeol dapat memakluminya.

Baekhyun mengintip secara diam-diam di balik pintu, melihat tingkah laku mereka di balik pintu tanpa ketahuan oleh keduanya.

"Chanyeol aku ingin mengatakan sesuatu" ia menatap ke arah Chanyeol yang sedang menggantikan bunga di dalam vas

"Apa? Ucapkan saja" balasnya masih sibuk menata bunga-bunganya

"Aku mencintai mu, suatu hari aku akan sembuh dan kita akan bersama" ucap Jongdae dengan pasti

"Tentu saja, kau pasti akan sembuh" balas Chanyeol, tampaknya ia tidak mendengar kalimat awalnya

Tengah malam, jantung Jongdae terasa sangat sakit beserta asmanya yang kambuh. Ia mengambil alat pernafasan asmanya yang terletak di atas meja nakasnya.

Sekarang jantungnya, masih terasa teramat sakit, ia hanya memegangi dadanya sambil meringis kesakitan, ia mencoba menahan suara yang mungkin akan keluar dari mulutnya.
.

.

.
Jum'at pagi ini, hujan membasahi wilayah Incheon. Kaca jendela tampak berembun, ia langsung pergi ke kamar milik Jongdae, bunga yang Chanyeol ganti kemarin sudah layu.

Ia melihat sekeliling ruangan dan tidak ada kirimin bunga lagi, Chanyeol duduk di bangku yang berada di samping Jongdae yang masih tertidur seperti patung.

Chanyeol menyentuh tangan kanan putih milik Jongdae, dengan ujung jari telunjuknya dengan wajah imut /idih/

"Ireona..ireona..ireona.. "
Chanyeol mengalunkan part lagu dari exo dengan pelan

Jongdae tak kunjung bangun, ia berbisik di telinga Jongdae dengan terus mengalunkan lagu tersebut.

Chanyeol tampak bingung, ia tak kunjung bangun. Dengan sifat iseng alaminya ia menggelitiki pinggang milik Jongdae, tapi Jongdae tidak berontak.

Ia membelalakan matanya, lalu memegang denyut nadi di bawah telapak tangan Jongdae.

Alat elektrokardiogram, tidak di pasang saat itu mengingat Jongdae hanya mendapat gejala ringan kemarin. Dia hanya lelah bermain bersama Chanyeol.

Chanyeol segera memanggil dokter Kim Junmyeon untuk menangani Jongdae.

Chanyeol dengan wajah panik sambil mengigit jarinya mondar-mandir di depan pintu kamar milik Jongdae, ia sudah menghubungi orangtua Jongdae, Baekhyun, Kris, Tao, Luhan, dan juga Sehun.

Sang dokter keluar dari kamar inap milik Jongdae
(dr. Junmyeon menghela nafas) "Maaf, kami sudah berusaha, tapi tuhan berkata lain"
sambil memegang pundak Chanyeol dan pasrah

Chanyeol melepaskan bendungan airmatanya. Ia masuk ke dalam kamar milik Jongdae dengan perlahan.
Tak beberapa lama kemudian mereka semua datang, kedua orangtuanya menangis histeris melihat anak bungsu mereka telah tiada.

Baekhyun menangis hingga jatuh pingsan, Chanyeol menemaninya duduk di sofa ruang inap milik Chanyeol.

Baekhyun tersadar dan melihat Chanyeol di hadapannya, ia memangkukan kepala Baekhyun di atas pahanya.

"Ini aku menemukan surat ini, di atas meja nakas di ruangannya" ucap Chanyeol memberikan surat yang berselimut amplop warna pink kepada Baekhyun, di balik amplop itu bertuliskan nama "Byun Baekhyun"

Dearest, my truly best friend BYUN BAEKHYUN

MY SOULMATE's BYUN BACON, ini adalah surat pertama dan terakhirku untuk mu tolong di simpan dengan baik! Aku yakin aku sudah pergi, saat kau membaca ini. Tolong lakukan keinginan ku dengan baik ya! Petama, kau harus lulus dengan nilai yang memuaskan. Kedua, jadilah pasangan yang baik untuk Park Chanyeol, aku sudah menceritakan banyak hal padanya tentang mu. Jadi tenang saja kau tidak perlu berusaha keras untuk mendapatkannya!. Dan yang terkahir, jangan lupa berdoa untuk ku dan berkunjung ke makam ku eheheheh

Itu saja cukup, aku tahu sejak lama kalau kau mencintai Park Chanyeol, jadi tolong jaga dia untuk ku dan untuk hidup mu eheheheh... Jika aku masih hidup, aku akan tetap merelakan dia untuk mu kok! ;') Love, peace and gaul~…

Salam untuk kakak mu yang tampan Kris, Tao, Luhan hyeong, dan Sehun

Sincerely
Prince Kim Jongdae

In the end they are lived happily ever after (dikira dongeng)

Chanyeol married Baekhyun

Penyakit alter ego Chanyeol sudah sembuh, karena kecelakaan yang membuat dia amnesia.

Kisah bromance sudah tidak akan di kenang lagi oleh Kris dan Baekhyun.

Kris got a cute baby girl from his wifey Mrs. Wu (Huang Zi Tao)

Sehun said the sacred promise to Luhan and got romance honey moon in Paris.


.
.
.
.
.
.
.

END OF STORY

WOWOWWWWW...FINALLY
THANKS FOR KEEP READING AND THE REVIEW! ^^ /bow/

Aku ngerasa endingnya kurang yahut masa .-. menurut kalian gimana? Tapi kalo aku ngetiknya minggu besok takutnya late posting lagi soalnya bentar lagi ulangan harian bersama di sekolah, jadi kemungkinan 2 minggu baru bisa di post.

Btw, ini aku buatnya cuma sehari, nah maka dari itu maaf kalo ada kata-kata yang janggal atau penyampaiannya kurang jelas bagi kalian...
Sebenarnya emang udah niatnya aku mau menyelesaikan ff ini sampe chapter 5 aja, awalnya malah pengen 1 chapter aja bikin gantung gitu ceritanya, soalnya aku kira ga bakal ada yang nge-review atau follow ataupun fave-in, jadi ga aku ketik sampe selesai hehehe ;D

The next, aku bakal posting a new story bocoran ya pairing-nya HunHan~
Don't miss it! I hope you will like it~ Amin ehehehe

PANDAmuda
Aku baru nemu ini FF. Pas aku baca di Chap
1 sampai 3 aku belum nemuin bagian
mananya maksud dati Alter Ego. Tapi pas di
Chap 4 aku baru tau...
Dan apa di sini Jongdae emang dari awal
authornya buat jadi suka sama Chanyeol?
Kau berhutang akan kelanjutan ini cerita
berlanjut dengan cepat thor, supaya aku gak
penasaran!
Kekekeke...
Keep Writing!

rep: heheh iya aku sengaja buat beagle line jadi cinta segitiga gitu ;D sudah terbayar ya hutangnya, gimana ending-nya?

SyJessi22
ohh ternyata chan justru bersama kakak
tirinya baekkie kkk
chan biarpun berada di dirinya yg lain tapi
tetap degdegkan yah kalau sama baekkie haha
kayaknya chan emang jatuh cinta banget yah
sama baekkie
kYAA! Chanbaek \-/
aissh sehun jutek banget, gue jadi males
banget ama sehun
apa yg bakalan dilakuin chan dkk sih?
sampai tao gak boleh ikut krn lagi cedera
seriusan jongdae ada rasa ama chanyeol?
aigo chan cuma boleh buat baekkie.
ini lagi kyungsoo napa nanyain chanyeol
mulu sih? ditinggal jongin baru tau rasa lu

rep: kamu bakat deh jadi reporter hehehehe XD Chanyeol tuh cinta mati sama Baekhyun dan sebalik, o sekalih lol
Misi mereka ga aku jelasin soalnya bakal panjang banget, intinya mereka itu agen mata-mata ayahnya Chanyeol ^^

yeppeunnuna
Hm
Btw maaf nih komen lagi langsung di part ini.
Hiqs:(
Iya rada bingung, tapi aku gabisa jelasin
dimana bingungnya karna emang bingung/?
(paan sih)
ETERUS TERUS YAH, ITU PART 4 YANG
SESEORANG NGAJAK BAEKHYUN JANJIAN DI
MAPO, AKU KIRA ITU CHANYEOL, tapi
sebentar aku rada aneh soalnya orang itu
ngomong "sabuk hitam" dan ternyata itu Kris
to -_-
Ngakak aja sih di saat lagi serius baca terus
bayangin kris martial arts gitu WAKAKAKAKAK
xD
Ini ceritanya bagus elah! Jjang! Selalu bikin
penasaran, saranghaeyo moach lah buat
authornim:*
Dan karna baca ff ini saya jadi semangat
lanjutin ff saya heheung(?)
Pokoknya keep writing author sayanq'-')9

rep: gamama, gadede, gakaka, gapapa kok ;)
Iya aku buat (rada) OOC, apaan yang rada?! duh...OOC banget ya ehehehe
awalnya juga engga banget Kris, si jangkung letoy tanpa otot pemengang sabuk hitam =="
Demi alur cerita ini terpaksa kris dibuat manly, jaman sebelum ada exo showtime...belum ketauan kalau realnya dia itu letoy ==a /apa sih?!exo/
Thank you dear, fighting! ^^

LayChen Love Love 2
Bingung si sebenernya
Jadi si chanyeol punya 2 jiwa kan? yg satunya psikopat. Nah pas bareng sama jongdae sama baekhyun, chanyeol lg pake jiwa yg mana? trus pas sama kris dkk juga yg mana?

rep: iya, pas ama Jongdae jiwa selain psikopatnya, kan dia pergi ninggalin mereka (Jongdae Baekhyun) itu karena jiwa psikopatnya terus dateng ke Kris CS. Paham nggak? coba baca ulang deh /eh/.-.