Hallo ini lanjutan chapter yang kemarin ya^^ Read and Reviews^^
Title: Still
Author: murni Song Hyemi
Cast:
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Xiao Luhan
Oh Sehun
Member EXO lain sesuai jalan cerita^^
WARNING!
Maaf kalo ada typo yang berserakan(?), oh iya ff ini genderswitch (GS) ya, sebenernya mau bikin yaoi soalnya saya itu fujoshi hehe, tapi nanti-nanti aja deh, soalnya saya rasa cerita ini bakalan jadi aneh kalo dibuat yaoi :D
.
.
.
Let's read!
.
.
Malam ini, adalah malam yang sangat mendebarkan untuk Chanyeol. Dia akan melamar kekasihnya, Do Kyung Soo atau yang biasa dipanggil Kyungsoo. Setelah siang tadi membeli bunga, kemudian dia langsung melesat menuju apartemennya untuk bersiap-siap. Malam ini, di balkon apartemennya ia akan melamar Kyungsoo.
"Hmm apalagi yang harus kusiapkan? Cincin sudah, bunga sudah, makan malam sudah. Semoga Kyungsoo baby menerimaku." Ujar Chanyeol lesu. Kemudian terdengar suara bel dari pintu apartemennya.
"Itu pasti Kyungsoo!" seru Chanyeol senang. Setelah memastikan pakaiannya rapi untuk menyambut kekasihnya yang dalam hitungan jam lagi akan menjadi calon istrinya, ia berjalan gontai untuk membukakan pintu.
"Selamat malam, chagiya" sambut Chanyeol gembira sambil memeluk Kyungsoo
"Selamat malam, Yeollie baby" balas Kyungsoo sambil membalas pelukan Chanyeol.
"Ayo kita langsung masuk, makan malam sudah siap di dalam" kata Chanyeol sambil menggandeng Kyungsoo menuju balkon apartemennya yang sudah ia siapkan sedemikian rupa.
"Yeol! Apa semua ini kau yang menyiapkannya? Untukku?" tanya Kyungsoo kagum. Karena setahunya Chanyeol bukan orang yang romantis. Jadi ia takkan mau repot-repot untuk menyiapkan hal-hal seperti ini. Apalagi hanya untuk acara makan malam biasa. Biasanya, jika mengajak makan malam bersama, Chanyeol memilih untuk makan di restoran biasanya.
Kyungsoo belum tahu jika malam ini ia akan dilamar Chanyeol. Ia pikir ini hanya makan malam bersama yang biasanya mereka lakukan di akhir pekan. Itu pun jika Chanyeol sempat, pekerjaan Chanyeol sebagai direktur di perusahaan mendiang ayahnya menuntut Chanyeol untuk selalu sibuk dan mengorbankan waktu berdua dengan Kyungsoo. Tapi ia paham, ia merasa rela waktunya bersama Chanyeol harus selalu dikorbankan jika melihat kesibukan Chanyeol di kantor. Ia juga merasa tidak tega jika ia memaksa Chanyeol agar selalu memiliki waktu untuknya.
Pernah suatu kali ia menemukan Chanyeol dalam kondisi tidak sehat. Matanya berkantung dan badannya lemas. Ternyata Chanyeol kurang istirahat dan makan tidak teratur. Kyungsoo tahu Chanyeol adalah seorang workaholic. Chanyeol sangat mencintai pekerjaannya dan rela berkutat dengan pekerjaannya dalam waktu yang lama. Tapi melihat kondisi Chanyeol saat itu, ia tidak tahan lagi. Chanyeol boleh mengabaikan dirinya tapi tidak kesehatan tubuhnya. Akibatnya acara mereka saat itu bukan sebuah makan malam di restoran favorit mereka, tetapi Kyungsoo yang merawat Chanyeol. Mereka menuju apartemen Chanyeol, lalu Kyungsoo menidurkan Chanyeol di tempat tidurnya. Setelah itu Kyungsoo memasakkan sup untuk Chanyeol. Setelah makan, Chanyeol beristirahat dengan Kyungsoo yang menungguinya sambil mengganti kompres Chanyeol setiap tiga puluh menit sekali. Kyungsoo terlalu mencintai Chanyeol sehingga ia tidak sanggup jika melihat Chanyeol jatuh sakit.
"Tentu saja, kau kan tahu aku tidak punya pembantu?" jawab Chanyeol sambil tersenyum manis. Kyungsoo selalu luluh jika melihat senyum Chanyeol.
"Tidak, hanya saja yang kutahu kau bukan orang yang mau mengurusi hal-hal semacam ini. Kau kan tidak romantis" kata Kyungsoo.
"Demi kau, apapun akan kulakukan, chagiya." Balas Chanyeol sambil mencium kening Kyungsoo.
"Park Chanyeol, sudahlah" kata Kyungsoo sambil menunduk. Wajahnya sudah dipenuhi semburat merah saat ini.
"Ayo kita mulai makan malamnya" ajak Chanyeol sambil menarik kursi untuk Kyungsoo. Setelah itu ia sendiri duduk di hadapan Kyungsoo.
Setelah menyelesaikan makan malam mereka, kemudian suasana menjadi hening. Kemudian Chanyeol memberikan bunga yang tadi dibelinya.
"Ini untukmu, bukalah kartu yang tersemat di sana." Ujar Chanyeol.
Kyungsoo menuruti perkataan Chanyeol, setelah menemukan kartu ucapan yang dimaksud Chanyeol, ia langsung membuka dan membacanya. Kemudian ia mendongakkan kepalanya untuk melihat Chanyeol, ternyata Chanyeol sudah menengadahkan sebuah kotak yang berisi cincin sambil berkata "would you marry me, Do Kyungsoo? Maukah kau membiarkanku mengganti margamu dari Do menjadi Park?"
Kyungsoo pun terharu dengan apa yang sudah dilakukan Chanyeol. Akhirnya ia pun menjawab "yes, I do, Chanyeollie" sambil meneteskan air matanya.
"Hey, kenapa kau menangis hm?" tanya Chanyeol sambil mengusap pipi Kyungsoo yang basah karena air mata.
"Tidak apa-apa, aku hanya terlalu bahagia saat ini." Jawab Kyungsoo.
"Terima kasih sudah menerimaku, chagiya." Balas Chanyeol sambil mencium kening Kyungsoo.
.
.
.
2 bulan kemudian.
Saat ini Chanyeol dan Kyungsoo sedang sibuk menyiapkan pernikahan mereka. 3 hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan mereka.
"Yeol, aku baru ingat, bagaimana kalau yang mendekorasi bunga-bunga di sini adalah pemilik toko bunga yang bunganya kau pakai untuk melamarku? Aku sangat suka rangkaiannya dan kuharap ia mau membantu kita untuk mendesain rangkaian bunga untuk pernikahan kita, bagaimana?" tanya Kyungsoo.
"Ah, baiklah sayang. Kapan kita akan ke sana?" tanya Chanyeol.
"Sekarang saja, kalau besok aku takut waktunya tidak akan sempat." Balas Kyungsoo.
"Baiklah, ayo kita berangkat." Ujar Chanyeol sambil merogoh sakunya untuk mengambil kunci mobil.
.
.
.
Lovely Florist, toko bunga Baekhyun.
"Yeol, jadi ini tokonya?" tanya Kyungsoo sambil memandang berkeliling. Matanya menyapu setiap sudut toko ini. Manis, satu kata yang Kyungsoo berikan begitu selesai memandangi isi toko milik Baekhyun.
"Ya, bagaimana rangkaian bunganya menurutmu?" tanya Chanyeol sambil menunjuk pada satu rangkaian bunga.
"Indah sekali." Puji Kyungsoo singkat. Ia terlalu bingung menentukan kata yang tepat untuk toko ini.
Baekhyun baru saja selesai menyiram bunga di belakang tokonya, begitu mendengar ada orang yang datang ia langsung beranjak menuju tokonya. Begitu melihat siapa yang datang, ia sedikit merasa gugup, tapi untungnya Baekhyun mampu menguasai diri sehinga Chanyeol dan Kyungsoo tidak menangkap ekspresi kagetnya.
"Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?" sapa Baekhyun ramah.
"Chagi, orang ini yang akan kukenalkan padamu" kata Chanyeol.
"Annyeong, namaku Do Kyungsoo, tapi kau bisa memanggilku Kyungsoo." Ucap Kyungsoo sambil tersenyum dan menjabat tangan Baekhyun. Sungguh, ia belum tahu dengan siapa ia berbicara saat ini.
"Annyeong, namaku Byun Baekhyun, kau bisa memanggilku Baekhyun." Balas Baekhyun sambil membalas jabatan tangan Kyungsoo. Hatinya kembali berdesir saat Chanyeol memanggil "sayang" pada Kyungsoo.
"Ada yang bisa kubantu?" tanya Baekhyun lagi.
"Begini, 3 hari lagi kami akan menyelenggarakan pernikahan, bisakah kau membantu kami membuat rangkaian bunga untuk dekorasi ruangan nanti?" pinta Kyungsoo penuh harap.
"Tapi, aku kan hanya penjual bunga? Bukankah tugas semacam itu biasanya dilakukan oleh event organizer?" kilah Baekhyun. Sebenarnya ia tidak ingin mendapat pekerjaan ini. Ia tidak mau hatinya lagi-lagi tersiksa melihat Chanyeol dan Kyungsoo. Tapi ia juga tidak tega melihat wajah Kyungsoo yang berharap penuh padanya.
"Tapi aku suka rangkaian bungamu, ayolah Baekhyun, kumohon." Desak Kyungsoo.
"Baiklah, jadi apa tema pernikahan kalian?" tanya Baekhyun akhirnya. Ia bukan orang yang egois dengan memilih untuk tidak sakit hati tapi harus mengorbankan keinginan orang lain. Kyungsoo menginginkan Baekhyun untuk mendekorasi bunga untuk pernikahannya dengan Chanyeol, bukan orang lain. Harusnya ia senang, setidaknya ia bisa berbuat sesuatu untuk pernikahan kekasihnya yang tidak pernah mengabarinya hampir sepuluh tahun dan begitu Baekhyun melihatnya lagi ia harus menerima kenyataan bahwa ternyata Chanyeol sudah melupakannya dan akan melangsungkan pernikahan dengan kekasih barunya dalam waktu kurang dari seminggu. Memang, pada awal keberangkatan Chanyeol ke Amerika ia sering menghubungi Baekhyun sampai tahun pertama kuliahnya, namun lama kelamaan hal itu menjadi jarang terjadi dan saat tahun ke tiga Chanyeol sudah tidak pernah lagi menghubungi Baekhyun. Ketika Baekhyun yang menghubungi Chanyeol, Chanyeol tidak pernah mengangkatnya. Awalnya Baekhyun pikir mungkin Chanyeol sibuk, tetapi lama-kelamaan ia mulai berpikir mungkin Chanyeol sudah melupakannya lalu akhirnya Baekhyun mulai terbiasa dengan keadaan.
"Terima kasih, Baekhyun! Terima kasih banyak sudah menolongku. Aku tidak tahu harus mengucapkan apa selain berterima kasih padamu." Seru Kyungsoo sambil memeluk Baekhyun. Jangan salahkan Kyungsoo, sampai saat ini ia belum tahu kalau orang yang ia peluk dan ia ucapkan terima kasih karena bersedia membantunya saat ini belum resmi berpisah dengan calon suaminya.
"Sudah, tidak apa-apa, Kyungsoo. Jadi apa tema pernikahan kalian?" tanya Baekhyun lagi.
"Hmm, ah ya, maafkan aku Baekhyun-ah. Tema pernikahan kami sederhana saja, tetapi warna dasarnya adalah putih dan merah. Kau mengerti maksudku, kan?" tanya Kyungsoo memastikan.
"Baiklah aku mengerti, jadi kapan aku bisa datang untuk mempersiapkan semuanya?" tanya Baekhyun.
"Besok pagi, pukul 7 pagi, bagaimana? Apa kau bisa, Baekhyun?" tanya Kyungsoo.
"Baiklah, aku akan datang. Di mana alamatnya?" tanya Baekhyun lagi.
"Ini alamatnya" kemudian Chanyeol menyerahkan kertas berisi alamat gedung tempat dilaksanakannya pernikahan Chanyeol dan Kyungsoo.
"Tempat ini dekat dengan rumahku. Baiklah aku akan membantu kalian."
"Terima kasih, Baekhyun. Kau yang terbaik." Ucap Kyungsoo lagi.
"Senang bisa membantu kalian, semoga kalian menjadi pasangan yang selalu berbahagia!" seru Baekhyun.
"Baiklah, kami pergi dulu. Annyeong." Ucap Chanyeol kemudian sambil menggandeng tangan Kyungsoo meninggalkan toko Baekhyun.
Setelah Chanyeol dan Kyungsoo pergi meninggalkan tokoknya, Baekhyun duduk termenung. Ia tahu, keputusannya untuk membantu Chanyeol dan Kyungsoo akan menyakitinya. Tapi ia lebih tidak tega untuk menolak permintaan Kyungsoo. Ia merasa Kyungsoo memang lebih pantas menjadi pendamping Chanyeol dibanding dirinya.
.
.
.
TBC
.
.
.
Oke it's time to bales review okay?
AheeChanBaek : iya ini udah dilanjut kok:D terus dibaca yaa^^ makasih sudah direview :)
Guest : iya itu baru chapter pertama kok, terus baca ya^^ anyway thanks ya sudah review :)
