Ini lanjutan chapter kemarin yaa:D Read and Reviews, gomawooo^^
Title: Still
Author: murni Song Hyemi
Cast:
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Xiao Luhan
Oh Sehun
Member EXO lain sesuai jalan cerita^^
WARNING!
Maaf kalo ada typo yang berserakan(?), oh iya ff ini genderswitch (GS) ya, sebenernya mau bikin yaoi soalnya saya itu fujoshi hehe, tapi nanti-nanti aja deh, soalnya saya rasa cerita ini bakalan jadi aneh kalo dibuat yaoi :D
.
.
.
Let's read!
.
.
Pagi itu Baekhyun sudah bersiap-siap hendak pergi ke gedung pernikahan Chanyeol dan Kyungsoo. Ia akan diantar Luhan, sahabatnya dan Sehun, kekasih Luhan untuk membawa bunga-bunga yang akan digunakan untuk mendekor ruangan. Sengaja ia pilihkan bunga-bunga yang dapat tahan lama sehingga akan tetap segar sampai waktu pernikahan tiba.
"Kau yakin akan membantu mereka, Baekhyun-ah?" tanya Luhan ragu. Luhan mengetahui apa yang terjadi pada Baekhyun, Chanyeol dan Kyungsoo sehingga Luhan mengkhawatirkan keputusan Hyemi untuk membantu mendekorasi ruangan untuk pernikahan Chanyeol dan Kyungsoo.
"Mengapa tidak, Lulu? Aku tahu pernikahan ini akan membuatku patah hati tetapi aku bahagia melihat Chanyeol bisa bahagia dengan wanita pilihannya meskipun itu bukan aku." Ujar Baekhyun.
"Semoga kau mendapatkan lelaki yang lebih baik, Baekkie." Balas Baekhyun yang direspon dengan senyuman oleh Baekhyun. Luhan sangat mengerti Baekhyun, bahkan Baekhyun selalu merasa bahwa Luhan lebih tahu tentang dirinya daripada ia sendiri. Baekhyun sangat beruntung memiliki sahabat seperti Luhan.
.
.
.
Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit menggunakan mobil Sehun, akhirnya Baekhyun sampai di gedung pernikahan Chanyeol dan Kyungsoo. Begitu sampai, mereka langsung disambut oleh Chanyeol.
"Mana Kyungsoo?" tanya Baekhyun sambil membawa keranjang berisi bunga-bunga yang akan dirangkainya.
"Dia ada di dalam, sedang sibuk mengatur kursi untuk tamu, masuklah. Siapa mereka?" tanya Chanyeol sambil menatap bingung pada Sehun dan Luhan.
"Mereka sahabatku, yang perempuan namanya Luhan dan yang laki-laki namanya Sehun. Mereka berdua adalah pasangan kekasih." Jelas Baekhyun.
"Annyeong, Luhan-ssi, Sehun-ssi, bangapseumnida." sapa Chanyeol ramah sambil membungkukkan badannya sedikit sebagai bentuk penghormatan.
"Annyeong, Chanyeol-ssi. Nado bangapseumnida." Balas Luhan dan Sehun bersamaan.
Lalu mereka memasuki ruangan. Ketika Kyungsoo melihat siapa yang baru saja datang, ia langsung berjalan cepat menuju Baekhyun, Luhan, Sehun dan Chanyeol.
"Akhirnya kau datang juga, Baekhyun-ah!" seru Kyungsoo sambil tersenyum lebar. Sementara yang disapa hanya tersenyum.
"Apa aku terlambat, Kyungsoo-ya?" tanya Baekhyun kemudian.
"Tentu tidak, kau malah datang lebih awal 5 menit, hehe" jawab Kyungsoo sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Baekhyun, siapa mereka?" tanya Kyungsoo bingung. Ekspresinya tidak jauh berbeda dengan Chanyeol tadi. Hanya saja mata Kyungsoo lebih lebar dari Chanyeol.
"Ah, ya, kenalkan ini, ini Luhan dan ini Sehun. Mereka sahabatku dan mereka juga akan membantuku mendekorasi ruangan, boleh tidak?" tanya Baekhyun kikuk. Ia belum mengatakan hal ini pada Chanyeol ataupun Kyungsoo soal keikutsertaan Luhan dan Sehun. Bagaimanapun, acara ini milik Chanyeol dan Kyungsoo. Mereka yang berhak menentukan siapa saja yang akan terlibat dalam acara mereka.
"Tentu saja boleh, Baekhyun-ah. Senang bisa bertemu dengan kalian, Luhan -ssi dan Sehun-ssi. Kalian bisa memulainya sekarang."
Kemudian Baekhyun dan Luhan membuat rangkaian bunga sederhana dan Sehun bersama dua orang lain suruhan Chanyeol memasangnya di setiap sudut ruangan. Karena ruangan yang dipakai tidak terlalu besar, jadi pekerjaan mereka cepat selesai. Kini di setiap sudut ruangan tampak manis dengan bunga rangkaian Baekhyun dan Luhan.
Waktu menunjukkan pukul setengah lima sore ketika Baekhyun, Luhan dan Sehun sedang merapikan sisa-sisa pekerjaan mereka. Ketika akan pamit pulang, Kyungsoo memberikan tiga buah undangan pernikahannya pada mereka.
"Terima kasih, Kyungsoo. Kami berjanji akan datang lusa." Janji Baekhyun.
"Jangan begitu, seharusnya kami yang berterima kasih pada kalian. Jasa kalian tidak akan kami lupakan, ya kan, Yeollie?" tanya Kyungsoo sambil melirik ke arah Chanyeol.
"Tentu saja!" seru Chanyeol senang.
.
.
.
2 hari kemudian.
Malam ini Baekhyun bersiap-siap datang ke pesta pernikahan Chanyeol dan Kyungsoo. Ia tahu kalau nanti setelah pulang dari acara itu ia akan menangis atau bahkan mencoba untuk bunuh diri, tetapi setidaknya ia sudah diundang dan itu artinya bagaimanapun keadaan Baekhyun, bagaimanapun perasaannya terhadap Chanyeol ia harus datang. Luhan sore tadi menelepon kalau ia dan Sehun tidak bisa datang karena ada urusan mendadak. Nenek Luhan meninggal dan Kyungsoo harus mengantar Luhan ke rumah orangtuanya, lalu berangkat ke tempat pemakaman. Luhan adalah seorang perempuan mandiri jadi ia tidak lagi tinggal dengan kedua orangtuanya. Orangtua Luhan, bibi Suho dan paman Yifan memang sudah menitipkan Luhan padanya dan Sehun. Jadi Baekhyun merasa bertanggung jawab atas Luhan. Lagipula Baekhyun sudah menganggap Luhan seperti saudaranya sendiri dan kedua orangtua Luhan sudah dianggapnya sebagai orangtua kandungnya semenjak orangtuanya meninggal dalam kecelakaan saat Baekhyun berusia 6 tahun.
"Hhh semoga aku tidak pingsan di tempat melihat Chanyeol dan Kyungsoo tersenyum bahagia nanti. Byun Baekhyun, hwaiting!" desah Baekhyun menyemangati dirinya sendiri. Jujur ia akui kalau sampai saat ini Baekhyun masih mencintai Chanyeol, tetapi akan sangat jahat rasanya kalau Baekhyun memaksakan perasaannya pada Chanyeol yang akan menghancurkan perasaan Kyungsoo, tentunya. Lagipula Chanyeol sudah tidak lagi mengingatnya, apalagi yang mau ia harapkan dari perasaannya? Ia tahu jawabannya akan mengecewakannya, tetapi ia selalu memiliki harapan akan Chanyeol, salah satunya adalah harapan bahwa suatu saat nanti Chanyeol akan kembali mengingatnya dan kembali padanya, tetapi ia rasa hal itu tidak mungkin terjadi. Jadi yang bisa ia lakukan hanyalah terus berangan tanpa tahu kapan harus berhenti.
Setelah hampir setengah jam mematut diri di depan cermin, taksi yang akan membawanya akhirnya datang. Setelah memastikan bahwa penampilannya baik, ia mengambil tas kecil sebagai pemanis dan langsung beranjak ke luar.
Di perjalanan Baekhyun berpikir bahwa ia akan datang ke pesta pernikahan, tapi mengapa perasaannya sedih seperti akan datang ke acara pemakaman? Kemudian ia tersadar sesuatu. Yang akan ia datangi memang pesta pernikahan, tetapi sekaligus juga acara pemakaman. Pemakaman kenangannya akan Chanyeol, perasaannya pada Chanyeol dan banyak hal tentang Chanyeol yang harus ia kubur malam ini. Sebagai gantinya ia harus menampilkan senyum palsu seakan-akan Baekhyun adalah orang yang paling bahagia terhadap pernikahan Chanyeol dan Kyungsoo. The happiest person is the saddest one. Mungkin kalimat itu tepat untuk menggambarkan keadaan Baekhyun saat ini.
.
.
.
Baekhyun memasuki gedung pernikahan Chanyeol dan Kyungsoo dengan perasaan gugup. Ia tidak mengikuti acara pemberkatan tadi pagi, karena ia rasa akan sangat menyakitkan rasanya melihat orang yang kita cintai mengucapkan janji sehidup semati dengan orang lain. Jadi ia memutuskan untuk datang di acara resepsinya saja.
Orang pertama yang ia kenali adalah Chanyeol. Ia mengenakan tuksedo berwarna hitam dengan kemeja berwarna putih, serasi dengan Kyungsoo yang mengenakan gaun putih selutut yang sederhana namun terlihat manis.
Harusnya yang berdiri di sebelah Chanyeol itu aku, pikir Baekhyun sedih. Tetapi kemudian ia cepat-cepat menghilangkan pikiran itu. Ia sudah mengatakan dalam hati kalau Kyungsoo adalah orang yang paling tepat untuk mendampingi Chanyeol sampai akhir hidupnya.
"Hai, baekhyun, akhirnya kau datang juga. Mana Sehun dan Luhan?" sambut Kyungsoo yang menyadari kehadiran Baekhyun sambil menggandeng lengan Chanyeol.
"Aku datang sendiri, Sehun harus mengantar Luhan karena nenek Luhan meninggal. Mereka meminta tolong padaku untuk menyampaikan permintaan maaf mereka pada kalian." Ujar Baekhyun.
"Ah ya, selamat atas pernikahan kalian, ya. Kalian sangat serasi malam ini." Sambung Baekhyun. Kemudian ia menjabat tangan Kyungsoo dan Chanyeol. Entah ada apa dengan dirinya malam ini tapi yang jelas ia sangat ingin berlari pulang lalu menangis keras karena patah hati.
"Terima kasih, Baekhyun-ah. Kau memang sahabatku yang terbaik." Ujar Kyungsoo sambil membalas jabatan tangan Baekhyun haru. Tanpa terasa air matanya menetes.
"Jangan menangis Kyungsoo. Ini pesta pernikahanmu, seharusnya kau berbahagia, bukannya menangis seperti ini." Balas Baekhyun.
"Aku tidak tahu harus membalasnya dengan apa, Baekhyunnie. Aku terlalu bahagia malam ini," ujar Kyungsoo.
"Sudah, berhenti mengatakan hal seperti itu. Atau semua rangkaian bunga di tempat ini akan kulepas, bagaimana?" canda Baekhyun sambil tersenyum.
Pesta pernikahan Chanyeol dan Kyungsoo berlangsung sangat meriah. Dalam hati Baekhyun menginginkan pesta pernikahannya nanti dengan pria pengganti Chanyeol—meskipun ia tahu Chanyeol tidak akan tergantikan—akan berlangsung seperti ini. Ia bingung apa yang harus ia lakukan di tempat dengan tidak ada seorangpun yang ia kenal, kecuali Chanyeol dan Kyungsoo, tetapi mereka terlihat sibuk dengan tamu-tamu mereka jadi akan sangat tidak lucu jika tiba-tiba Baekhyun bergabung di tengah-tengah mereka. Jadi diam-diam ia pergi keluar ruangan dan pulang dengan taksi. Tentu saja, begitu taksi yang membawanya pulang mulai berjalan, ia menangis sedih mengingat kejadian yang baru saja ia alami. Ia merasa hebat sekali ketika ia tetap dapat berdiri dan tersenyum saat berjabatan tangan dengan Kyungsoo dan Chanyeol tadi. Sudah cukup untuk semuanya. Aku akan melupakanmu, Chanyeollie, batin Baekhyun sedih.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Ok, it's time to bales review ya :D
AheeChanbaek: jawabannya masih rahasia :p ini udah update chap 3 ya hehe, makasih sudah direview :D
review yang lainnya udah dibales lewat pm ya hehe
