HEEEEYY EVERYONE!

Sorry baru update chapter nya sekarang!Maklum author ada liburan mendadak!Hehehehehe

Makasiiih buat semua yang udah ngasih saran untuk chapter 1

Sorry banget chapter 1 nya banyak banget kesalahan dalam penulisannya jadi bikin ceritanya gakjelas gitu

Semoga untuk chapter ke 2 ini udah bener penulisannya , hehehehe

soo ENJOY EVERYONE!


Chapter 2.

" Hmm begini,tadi pagi kudengar Ino baru saja sampai Konoha,dan tadi kulihat Ino datang ke rumahmu dan aku berniat untuk mengajak Ino jalan sebentar " jawab Sasuke .

" ... " Tak ada jawaban sama sekali dari Sakura maupun Ino dan kedua perempuan tersebut hanya menatap bingung sambil terkejut kearah Sasuke .

" Bisa kan Ino ? " lanjut Sasuke lagi dengan ekspresi mata yang sangat menginginkam Ino serta Sasuke juga menunjukan wajah puppy face nya .

"E - Eh ? " Sebelum menjawab permintaan Sasuke , Ino melirik kearah Sakura . Karena merasa tidak enak dengan Sakura yang terlihat ingin menangis itu akhirnya Ino berniat menolak ajakan Sasuke .

" Maaf tapi aku - " sebelum Ino dapat menyelesaikan kalimatnya Sakura sudah memotongnya , " Ayolaah Ino terima saja tawarannya ! jarang kan kesempatan seperti ini kau dapat ! " kata Sakura sambil berbisik kepada Ino .

" T-Tapi kan - " Ino

" Sudaaaahlaaahh ! Pergi sanaaaa ! " Sakura pun mendorong Ino keluar dari pagar rumahnya. " Daaaaahhh Ino Have Fun ! " dan Sakura langsung menutup pintu pagar dan pintu rumahnya.

" Ada apasih dengan Sakura ? Jelas sekali tadi kulihat dia sangat shock dan ingin menangis... Tapi kenapa dia malah memaksaku untuk pergi dengan Sasuke ? Dan satu lagi... Kenapa tiba tiba Sasuke mengajakku jalan ? " pikir Ino dalam hatinya sambil berjalan bersebelahan dengan Sasuke.

Hening.

Ino yang sangat tidak suka dengan keheningan seperti ini memutuskan untuk memulai pembicaraan.

Ino : " Mmmm... Kita mau kemana ya , Sasuke ? "

Sasuke : " Entahlah...kemana saja yang kau mau "

Ino sangat sangat sangat bingung. Pertama , Sasuke lah yang mengajak Ino secara tiba tiba untuk jalan keluar bersamanya. Kedua , sekarang kenapa dia yang tidak tau mau jalan kemana dan menyuruh Ino yang memutuskan ? Aneh .

Ino : " Sebenarnya aku tidak tau mau kemana...tapi bagaimana kalo di taman situ saja ? Mumpung sedang sepi " akhirnya Ino memutuskan ingin kemana sambil menunjuk ke arah taman tersebut .

Mereka memutuskan untuk duduk di ayunan , kebetulan ayunan nya hanya satu , jadi cuma Ino yang duduk di ayunan tersebut dan Sasuke berdiri bersender di tiang ayunan tersebut. Tak ada pembicaraan sama sekali yang keluar dari mulut kedua orang tersebut dan membuat kebingungan Ino bertambah satu lagi , yaitu apa tujuannya Sasuke mengajaknya jalan kalo dia cuma diam begitu saja ? Sekali lagi , aneh.

" Ino " akhirnya Sasuke pun mulai membuka pembicaraan .

" Ada apa Sasuke ? " tanya Ino

" ApakautadijalanbarengbersamaGaara ? " tanya Sasuke dengan sangat sangat cepat sehingga Ino tidak mengerti.

" Apa ? Bisa kau ulangi sekali lagi ? Maaf , kau berbicara terlalu cepat . "

" Tidak , tidak apa apa . Bagaimana kabarmu Ino ? "

" Baik , baik sekali malah. Kau ? " jawab Ino dengan senang .

" Baik juga. " jawab Sasuke singkat .

"Hmm... To the point aja Sasuke..mmm...Kenapa kau mengajakku jalan bersamamu ? " lanjut Ino dengan tatapan serius dan sedikit penasaran .

" ... " tak ada jawaban sama sekali dari Sasuke .

" Sasuke ? " panggil Ino kepada Sasuke yang tidak menjawab pertanyaannya sama sekali.

" Ah ya maaf...tidak apa apa kok . Sudah sore , lebih baik kau kembali ke rumah . Kuantar ya ? "

" Baiklah " jawab Ino singkat dan sedikit kecewa karena Sasuke tidak menjawab pertanyaan Ino tadi. Setelah berjalan dalam keheningan karena keduanya memutuskan untuk tidak berbicara sedikitpun , mereka tiba di depan rumah Ino . Ino pun mengucapkan terima kasih kepada Sasuke dan Ino pun masuk ke dalam rumah . Ino langsung masuk ke kamarnya dan menjatuhkan dirinya di kasur kesayangannya.

" Kalau dipikir pikir sih hari ini banyak kejadian random . Mulai dengan tiba tiba ketemu Gaara dan ditemenin Gaara ke rumah Sakura , eeeh pas baru sebentar di rumah Sakura , Sasuke malah dateng ngajak jalan. Selain itu , Sasuke malah diem dan jadi gak jelas gitu padahal dia yang pertama ngajak . Super random day . " kata Ino


Di sisi lain -

Sakura langsung menutup pintu kamarnya dan menguncinya dengan rapat . Sakura sangat begitu sedih . " Kenapa harus Ino? Kenapa bukan aku saja ? " tiba tiba air mata Sakura mengucur dengan deras dengan sendirinya .

Sakura sangat dan terlalu sedih . Ia sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjadi kunoichi yang sangat hebat di Konoha selama ini , berusaha sekuat tenaga untuk dapat dilihat oleh semua orang , apalagi khususnya Sasuke . "Tapi kenapa malah Ino ? Kuat saja tidak , apanya yang bagus dari Ino ?" Pikir Sakura terus menerus sambil menahan tangisannya yang bukannya malah berhenti malah semakin deras.

" Aku harus melakukan sesuatu . Harus . "


Hari Berikutnya.

" Pagi yang sangaaaaaaaaaaaaat ceraaaah ! " seru Ino yang baru saja bangun sambil menatap langit cerah dari jendela .Lama sekali Ino tidak merasakan kehangatan pagi desa Konoha . Selama 2 tahun kemarin , ia selalu berpindah tempat tinggal dari desa ke desa , rumah ke rumah dan sebagainya . Mulai dari cuaca yang hujan terus menerus hingga panas tak karuan sudah pernah Ino rasakan . Bagi Ino , hanya Konoha desa terbaik dan ternyaman dari semua desa yang ada . Ino benar benar tidak mau lagi ikut ajakan ayahnya untuk pergi keluar dari desa lagi apabila diajak.

" Ino sayang , cepat mandi dan sarapan , hari ini tugasmu untuk menjaga toko bunga kan ! " teriak ayah Ino dari lantai bawah .

" Iyaaa ayaah ! " secepat mungkin Ino bersiap siap , setelah mandi Ino langsung mengeringkan rambutnya , memilih pakaian yaitu tanktop ungu dan rok ungu , dan tak lupa memakai bedak serta lip gloss untuk menyempurnakan penampilannya . Ino langsung turun kebawah dan menyantap sarapannya .

" Aku pergi dulu ayaaaah ! " teriak Ino sambil bergegas keluar rumah .

" Have fun sayaang ! " balas ayahnya sambil berteriak juga , walaupun tak sekeras Ino berteriak .

Sesampainya Ino di depan toko bunga miliknya , ia mengeluarkan kunci dari saku di roknya , membuka pintunya , lalu melihat sekitar dalam toko bunga tersebut . " Waaaah terima kasih banyak nih untuk Sasaki karena udah mau merawat dan menjaga bunga - bunga disini selama aku dan ayah pergi . Kangen sekaliiiiiiii walaupun terkadang aku sering bosan jaga toko ini hahahaha " setelah berkata demikian , Ino langsung memutuskan untuk menyapu lantai , mengganti dekorasi bunga di tatanan depan agar lebih menarik perhatian , lalu setelah nya Ino duduk di belakang kasir sambil mendengarkan lagu lewat earphone - nya . Memang sudah kebiasaan Ino dan kesukaan Ino menjaga toko sambil mendengarkan musik .

1 jam ... 2 jam... Tidak ada tanda tanda customer yang datang dan Ino juga masih sibuk membaca majalah kesukaannya .

Beberapa lama kemudian , tampak seseorang pelanggan memasuki toko bunga Yamanaka tersebut , lonceng bel yang tergantung di dalam pintu masuk tersebut di desain sebisa mungkin sehingga apabila bel tersebut berbunyi menandakan adanya customer yang datang . Dan tentu saja , bel tersebut berbunyi . Namun , sepertinya sang penjaga toko sama sekali tidak mendengar bunyi lonceng tersebut . Karena Ino masih tetap saja membaca majalahnya dan mendengarkan musik tanpa menoleh sedikitpun kearah pintu masuk .

Pelanggan tersebut akhirnya memutuskan untuk berkeliling melihat setiap bunga yang dijual di toko bunga tersebut , namun sampai akhirnya pelanggan tersebut selesai melihat - lihat , sang penjaga toko itupun tampaknya belum menyadari kehadirannya . Terlihat sang penjaga toko tersebut masih dalam dunianya sendiri dan terlihat sangat asik dan menikmati .

Pelanggan tersebut mendekati meja kasir , lalu duduk di kursi yang disediakan di samping kasir tersebut .

Ino pun tersadar . Ino melihat kearah kursi dekat kasirnya tersebut dan menyadari seorang lelaki berambut merah maroon dan warna mata khas turquoise mya tersebut . Sadar akan siapa lelaki tersebut , Ino pun langsung berdiri dengan cepat .

" Selamat Datang di Toko Bunga Yamanaka ! Apa ada yang bisa saya bantu , G-Gaara ? " sapa Ino dengan kalimat seperti biasanya apabila ada pelanggan yang datang namun kali ini sedikit terbata - bata karena pelanggan ini berbeda dari pelanggan yang lainnya .

" ... " tak ada jawaban sama sekali dari Gaara .

" Hmmm ... Bagaimana kalau kau melihat lihat bunga nya dulu ? Mungkin ada yang kau suka " saran Ino setelah tidak mendapat jawaban dari Gaara .

" Sudah " jawab Gaara dengan singkat .

" B - Benarkah ? Kapan ? Pada saat aku tidak jaga disini ya ? " tanya Ino dengan ragu - ragu

" Aku baru pertama kali kesini . Apa kau sering mengabaikan tamu nya seperti itu ? " sedikit sindiran dari Gaara walaupun tanpa ekspresi .

" M - Maaf ... Berarti ... Kau sudah lama disini ya , maaf aku tidak menyadarinya . Sebagai ganti dari ketidak sopanan ku , kau boleh memilih dan mengambil salah satu bunga disini yang kau suka , bagaimana ? " tawar Ino karena ia merasa sangat malu atas kebodohan dan sikap yang tidak sopannya terhadap pelanggan .

" Tidak , aku tidak ingin bunganya . "

" Lalu...Untuk apa kau datang kesini ? " tanya Ino dengan nada hati - hati .

" Menemuimu. " jawab Gaara sangat to the point .

" Menemuiku...? Untuk apa...? " tiba tiba warna semu merah terlihat di kedua pipi Ino

" Tentang tugas yang akan kau jalankan . "

" Tugas apa ? Aku sama sekali tidak diberitahu apa apa oleh hokage " seketika itu juga raut muka Ino yang bersemu merah langsung hilang begitu saja dan menunjukan ekspresi muka yang tidak tertarik .

" Meneliti tanah Suna sekaligus membantu Suna dalam membudidayakan Kaktus . "

" Kenapa harus aku ? " kata Ino dengan muka yang bete entah kenapa .

" Karena kudengar kau ahli dalam hal seperti ini dan kau juga punya toko bunga sebagai buktinya . "

" Baiklah . Hanya aku sendiri ? "

" Tidak , bersama aku , Temari , Kankuro dan Shikamaru . "

" Shikamaru ? " tanya Ino memastikan .

" Ya , dia juga ada tugas lain dari hokage . Itu saja , aku pergi dulu . "

" Terima kasih atas infonya . " kata Ino .

Gaara pun pergi , dan Ino sendiri lagi . Seiring berjalannya waktu , tak terasa sudah sore dan Ino mengunci toko bunga miliknya dan berjalan pulang.

INO's POV

Entah kenapa , sekarang kalau aku melihat Gaara...aku jadi senang sekali .

Dia ganteng banget . Padahal hanya selang 2 tahun ini dia sudah berubah menjadi pria yang ganteng banget . Haaahh kenapa sih tadi dia kesini bentar banget , cuman ngabarin misi aja , kenapa dia gak beli bunga atau ngajak ngobrol gitu ? Ah ya..dia bukan tipe pria yang kayak gitu . Tapi dia cool banget . Gapapa deh , walaupun tadi cuma bentar , lagian bagus juga aku bakal dapet tugas bareng dia . Eh? Bareng dia gak ya ? Gapapa deeh yang penting udah sempet ngobrol walaupun bentar . Yippieee!

End of Ino's Pov


Naaa itu dia akhir dari Chapter 2!

Apa masih terlalu pendek?Hahahaha

Maaf ya kalau jalan ceritanya gak jelas gitu ^^

TOLONG DI REVIEW KAWAN KAWAAAN HEHEEHEHEHE