Hey hey enjoy this chapter 4 !

I do not own Naruto ya!


Chapter 4

Hari ini adalah hari pertama Ino di Suna . Ino memang sudah pernah ke Suna sebelumnya , namun itu cuma sekedar mampir sebentar dan langsung pergi lagi bersama ayahnya , oleh karena itu , Ino memutuskan untuk pergi berkeliling Suna . Namun Ino tidak mau sendiri , oleh karena itu ia ingin mengajak Shikamaru pergi menemaninya . Ino berjalan menuju kamar Shikamaru , baru saja Ino ingin mengetuk pintu kamar Shikamaru , Gaara muncul dan datang menghampiri Ino .

" Shikamaru sudah pergi sejak pagi tadi ." Kata Gaara yang pastinya sudah bisa mengira Ino ingin bertemu Shikamaru .

" Ah begitu ya , terima kasih telah memberi tau . Kalau begitu aku mungkin akan kembali ke kamarku saja . "

" Kalau boleh tau , kenapa kau mencari dia ? "

" Yaa sekedar untuk menemaniku saja untuk berkeliling Suna , karena ini pertama kalinya aku benar benar di sini . "

" Kalau tidak keberatan ... Bagaimana kalau aku yang menemanimu ? " Gaara memalingkan wajahnya dari tatapan Ino . Ino juga tampak malu malu dengan ajakan Gaara yang tiba tiba tersebut .

" Apa tidak merepotkan mu ? "

" Tidak sama sekali . Ayo " Gaara mengajak Ino untuk memulai tour keliling mereka di Suna . Awalnya , mereka nampak tidak saling berbicara , namun Ino yang tidak suka keadaan seperti itu lalu selalu mencari bahan pembicaraan atau mengomentari apapun yang ia temui di Suna , walaupun Gaara hanya menjawabnya dengan singkat dan seperlunya saja . Tapi itu lebih baik kan dari pada tidak berbicara sama sekali , lagi pula Gaara menjawabnya , tidak cuek begitu saja .

Mereka berdua akhirnya sampai di sebuah kebun kaktus yang sangat sangat luas . Ino baru pertama kali melihat kebun luas dengan banyak kaktus seperti itu . Tentu saja akrema di Konoha jarang sekali orang menanam kaktus . Mereka berkeliling kebun tersebut sambil Gaara menjelaskan sedikit tentang kebun kaktus tersebut .

" Sebenarnya , aku ingin kau terlebih dulu meneliti tanah disini "

" Kenapa ? Kurasa pasir disini sudah bagus karena banyak sekali kaktus yang tumbuh subur disini . "

" Aku hanya ingin tau apa bisa tanaman lain selain kaktus bisa tumbuh disini "

" Baiklah akan kuusahakan dan ku coba untuk mencari tanaman lain untuk di tanam disini "

" Maaf "

" E - Eh ? Minta maaf untuk apa ? " tanya Ino dengan bingung

" Itu ... Karena aku lupa memberi tau kapan kita akan berangkat ke Suna " jawab Gaara dengan perasaan yang bersalah karena lupa memberi tau Ino soal kapan keberangkatan mereka .

" Aaah ya ! Kau ini bagaimana sih ? Karena kamu aku jadi dimarahin kan ! Kau tau kan Tsunade kalau sudah mengamuk bagaimana ? Haaahhh " Ino pura pura marah kepada Gaara tapi hanya bercanda

" Maaf , aku tidak bermaksud ... Aku hanya ... Benar benar lupa " Gaara tampak sangat merasa bersalah

" Hahahahahaha ! Kau ini bagaimana sih ? Masa yang begitu saja kau anggap serius ? Aku hanya bercanda kok ! Lagipula aku memang sudah sering dapat ceramah dari Tsunade ! Jadi bisa dibilang aku sudah kebal dengan itu semua ! " Ino hanya tertawa sambil menepuk pundak Gaara . Ino merasa Gaara terlalu polos sehingga Ino sangat gemas dengan Gaara .

" Kau itu terlalu polos tau ! Saking polosnya , kau begitu menggemaskaaaann ! " kembali lagi Ino tertawa , namun kali ini dia sambil mengacak acak rambut Gaara dan men-cubit pipi Gaara . Gaara yang diperlakukan seperti itu oleh Ino langsung wajahnya memerah hampir semerah tomat . Ino yang menyadari akan perlakuannya terhadap Gaara langsung menghentikan aksi nya . " Maaf , Gaara ... "

Namun sebenarnya Ino masih sangat gemas dengan Gaara . Ingin sekali Ino men - cubit pipi Gaara sekali lagi , namun melihat reaksi Gaara yang seperti itu , Ino mengurungkan niatnya . Ino malah menarik lengan Gaara lalu mengajaknya duduk di salah satu kursi yang tersedia disitu .

" Haaah disini memang panas sekali yaaa " Ino terlihat begitu lelah dan keringetan , Ino menaruh kepalanya di pundak Gaara . Gaara membeku tiba tiba . Tapi dengan cepatnya , ia langsung merasa nyaman dengan posisi mereka yang seperti itu .

" Ino "

" Hmmm ? "

" Ah tidak .. Lupakan "

" Beritahu doong ! Ada apa ada apaa ? "

" Tidak "

Gaara melirik Ino , ia melihat wajah Ino menjadi cemberut dan terlihat kesal , namun menurut Gaara ekspresi yang Ino tunjukan terlihat lucu dan Gaara jadi tak tahan apabila tidak menjawab pertanyaan Ino .

" Baiklah . Tapi jangan pikir yang aneh aneh "

" Apaaaa ? " Ekspresi Ino jadi berubah , mata Ino kini terlihat berbinar binar seperti anak kecil yang meminta es krim . Gaara sangat tidak tahan melihat ekspresi Ino yang seperti itu , Gaara mengulurkan tangannya ke kepala Ino dan mengelusnya . Namun seketika ekspresi Gaara berubah jadi sedikit gugup dan tegang .

" Kamu benar benar hanya berteman saja dengan Sasuke ? "

" Ha ? E - Eh ? Iya .. Hanya teman saja kok ! Kurasa begitu ... " Ino menjawab dengan sangat gugup karena Gaara tiba tiba saja mengelus kepalanya dan menanyakannya tentang Sasuke .

" Apa kamu yakin ? Yang kemarin itu ... Saat kita akan pergi ke Suna ... "

" Ah yang itu ... Hmmm ... Entahlah ... Dia ... Dia tiba tiba seperti itu ... Mungkin ... Mungkin aku menyukainya lagi ? Entahlah . Aku sendiri masih bingung . "

Gaara shock dengan perkataan Ino barusan . Namun ia tetap menahan rasa kagetnya tersebut hingga ekspresinya terlihat tetap datar .

" Sudah sore , lebih baik kau pulang saja . Maaf aku tidak bisa mengantarmu , aku harus segera pulang . " kata Gaara dengan sinis dan tatapan dinginnya . Awalnya Ino ingin protes , namun ia mengurungkan niatnya . " Baiklah , sampai jumpa "

Gaara tidak menjawab salam Ino yang terakhir . Entah kenapa Gaara sangat kesal . Dan Ino malah jadi bingung dengan sikap Gaara yang terakhir , padahal sebelumnya Gaara terlihat begitu menggemaskan dan polos . Aneh .

- Skip Time -

Gaara sudah sampai rumahnya , ketika ia masuk , ia sudah disambut oleh kedua kakaknya , Temari dan Kankuro . Gaara menjatuhkan dirinya di salah satu sofa dengan menutup kedua matanya dengan lengan kanannya .

" Badmood , hmm ? " tanya Temari yang sangat mengenali sikap adik terkecilnya itu .

" Hn "

" Biarkan saja dia , eh bagaimana kalau besok aku mengajak Ino pergi makan malam ? Atau pergi ke taman ya ? Sebaiknya bagaimana , Temari ? " tanya Kankuro kepada Temari dan mereka berdua langsung mendapatkan tatapan maut dari Gaara .

" Awas saja sampai kau melakukannya , Kubunuh - "

" Stop Gaara . Sudah Kankuro ! Kau pergi saja , ayah memanggilmu kan tadi ? " Temari mengusir Kankuro .

" Hah baiklah baiklah , ada apa sih dengan Gaara ? " bisik Kankuro kepada Temari .

" Entahlah , sudah sana pergi ! "

Dan Kankuro pun pergi ...

" Apa ini ada hubungannya dengan Ino , hmm ? "

" Hn "

" Ada apa ? "

" Mungkin aku tidak ada kesempatan "

" Benarkah ? Bagaimana mungkin ? Baru saja beberapa hari kan ? "

" Sasuke "

" Jangan bilang ... Kalau dia juga mengincar Ino ? "

" Iya . Pasti . Kau lihat kan perlakuan lelaki itu pada Ino sesaat sebelum kita berangkat kesini ? Ino bilang mungkin dia menyukai Sasuke lagi . "

" Tapi dia baru bilang mungkin kan ? "

" Ya , dan akan menjadi pasti . "

" Tenang , tenang . Ino disini untuk beberapa bulan ke depan kan , kau masih punya banyak waktu untuk menangani nya , Sasuke tidak mungkin datang kesini kok . "

" Hn . Kankuro ? Bagaimana denganya ? "

" Dia terus membicarakan Ino . Padahal sudah kularang dia mendekati Ino dengan berbagai alasan , tapi tetap saja . Kuharap Ino menolak segala ajakan Kankuro ! Hahahahaha ! "

" ... "

" Ngomong ngomong , tadi Ino ... Bersandar di pundakku " Wajah Gaara tiba tiba memerah mengingat kejadian tadi siang .

" Benarkah ? Hmmmmmm hahaayyy ! "

" Kenapa ? "

" Tidaak , lupakaaan "

" Jangan melakukan hal yang tidak perlu "

" Kau juga , jangan ngeative thinking terhadap kakakmu sendiri dong "

" Terserah "

INO ' S POV

Hari pertama di Suna ya ? Hmmm tidak terlalu jelek juga . Walaupun Suna sangat sangat panas dan yang kulihat sejauh mata memandang hanya pasir pasir dan pasir , ya untung saja masih ada kebun kaktus yang luas itu , kalau tidak aku bisa mati kebosanan disini . Ah aku bisa benar benar gila beneran deh ... Kalau mengingat kejadian yang tadi ... Gaara mengelus kepalaku ? Itu hal yang gak kupikirkan sebelumnya . Seneng sih sebenernya .. Hehehe .. Tapi , tadi dia kayaknya tiba tiba jadi badmood banget setelah aku jawab pertanyaannya tentang Sasuke . Kenapa ya ? Wait ... jangan jangan ... Ah gamungkin gamungkin . Sudahlah jangan terlalu dipikirin deh


That 's the end of chapter 4! mungking ga ada seru - seru nya ya ? Sorry ):

Please review yaa!