Present

THAT'S THE TRUE LOVE 2nd Edition -

EXO, DBSK AND SUJU COUPLE

Main Cast : KAISOO COUPLE

KIM JONGIN A.K.A KAI (NAMJA) X DO KYUNGSOO A.K.A DO (YEOJA)

Support Cast : ALL EXO AND SUJU COUPLE

KAISOO, KRISTAO, CHENMIN, HUNHAN, SULAY, KYUMIN, KANGTEUK, YUNJAE, YOOSU, HAEHYUK, WONBUM, HANCHUL, YEWOOK

Rated: T

Genre : Friendship, Family, Romance little bit hurt

Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere, Failed Humor, Boring, alur absurd dan kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D

~Don't Like Don't Read~

AUTHOR's NOTE (WAJIB DIBACA) :

Anyeong para pembaca terlebih KAISOO shipper ^_^ hira lanjutin lagi nih THAT'S THE TRUE LOVE 2nd Edition. Pertama-tama hira mau minta maaf kalo cerita ini bikin pembaca pusing dengan nama Kyungsoo, jeongmal mianhae karena nama lengkapnya Kyungsoo itu Do Kyungsoo hira jadi nemelin dua-duanya jadi bikin kalian pusing jeongmal mianhae dan makasii atas sarannya dan hira udah edit namanya pake Kyungsoo aja. Untuk yang minta story ini END mianhae hira masih mau lanjut ni cerita karena masih ada pembaca yang pengen baca. Kalau pembaca ga suka mohon jangan di baca tapi kalau pembaca membaca ini cerita tolong tinggalkan Review nee ^_^ once more jeongmal gamsahamnida and as usual boleh donk reviewnya :D

Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini :D

Summarry :

"Tolong selamatkan dia. Dia memang bukan keluargaku tapi keluarganya sudah terlalu baik dan aku banyak berhutang budi pada mereka. Aku hanya memiliki sedikit uang tolong nyonya selamatkan dia!" Kaisoo and other/ GS/ Chaptered/ Frendship/ Romance/ Family/ DLDR!

Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D

It's Kaisoo couple and genderswitch

Hope you like it and Happy Reading ^_^

Previous chapter

BRUGHHHHH! Terdengar sesuatu menimpa meja dan akhirnya jatuh ke lantai. Langkah Kai tiba-tiba terhenti dan menoleh kebelakang. Matanya membulat sempurna ketika melihat Kyungsoo jatuh tak sadarkan diri dengan darah mengalir di hidungnya. "Kyungsoo! Bangun Kyungsoo!"…

.

.

Chapter 2

Tanpa pikir panjang Kai langsung menggendong Kyungsoo (bridal style) ke Ruang kesehatan.

.

.

Selama Kyungsoo tak sadarkan diri Kai duduk menunggu di pinggir Kyungsoo sambil membersihkan bekas darah yang mengalir, Kai menatap wajah yang tengah terpejam itu menelusuri setiap lekuk wajah Kyungsoo 'Cantik! Kau ini cantik Kyungsoo. Bukan hanya wajahmu tapi semuanya, semua yang kau miliki hanya keindahan, entahlah selama hampir dua tahun memperhatikanmu rasanya aku makin terseret kedalam keindahanmu makin dalam. Kyungsoo.. saranghe!' batin Kai.

Tanpa ia sadari seseorang tengah mengintip mereka dari luar jendela. Kyungsoo akhirnya membuka matanya berusaha mengenali tempat dimana ia berada sekarang. "Syukurlah akhirnya kau bangun juga" tutur Kai yang sedari tadi menunggunya "Aku tidur lama sekali ya?sepertinya sudah sore oppa! Maaf sudah merepotkanmu" Kyungsoo bangun dari tidurnya dan beranjak turun dari ranjang namun kepalanya masih terasa pusing dan hampir jatuh jika tidak di tahan Kai "Ttu kan makanya jangan sok jago Kyungsoo!" ucap Kai.

"Aku tidak apa-apa aku mau pulang sekarang supaya cepat istirahat di rumah" tutur Kyungsoo "Biar aku antar!" tawar Kai "Tak usah terimakasih oppa mianhe kalau hari ini belum bisa belajar" ucapnya. "Aishh keras kepala sekali kau ini sudah biar aku yang mengantarmu pulang Kajja!" Kai menggendong Kyungsoo bridal seenaknya walaupun yang di gendong terus mengamuk.

.

.

Hari ini Kai merasa ada yang aneh langkahnya terhenti sejenak melihat para yeoja yang biasanya berisik sekarang hanya menatapnya dalam diam. Tanpa pikir panjang ia meneruskan langkahnya lagi. "Tumben biasanya kalau kau datang para yeoja pada bersisik" ucap Kris "Berisik hyung bukan bersisik. Biarin lah lagian kan jadi aman dunia!" jawab Kai santai "Iya tapi kayanya sebentar lagi mahasiswa mu yang bernama Kyungsoo bakalan murka hyung!" tutur Chen sambil menyodorkan sebuah artikel kampus yang terbit pagi ini kea rah Kris

Hot News!Telah lahir pasangan terakhir dari namja idola SM ~Kyungsoo srouted inside Jongin ~ Kai dan Kris menahan tawa membaca satu paragraph yang tak masuk akal itu. Dibawah artikel itu ada foto Kai yang sedang membersihkan bekas darah Kyungsoo di ruang kesehatan tak lupa kai yang sedang menggendong Kyungsoo bridalstyle disepanjang koridor kampus mereka.

Tiba-tiba handphone Kai berbuyi ~Neon machi cagaun machine neonun ma, ma, ma, ma, ma, machine. Neonun ma, ma, ma, ma, ma, machine~ "Nee kenapa Kyungsoo?, Aku lagi diruangan Kris hyung sekarang menyerahkan nilai hasil ujian sementara kemarin" Chen dan Kris yang terdiam memperhatikan Kai "Oppa pokoknya kau tidak mau tahu kita harus konfirmasi kesalah fahaman ini ke jurusan Jurnalistik sekarang juga aku tunggu oppa di lantai bawah" terdengar suara Kyungsoo diseberang telepon dan langsung meutusnya tanpa aba-aba. "Kyungsoo udah ngamuk ternyata" ucap Chen "Berisik kau hyung" timpal Kai, ia segera melesat menemui Kyungsoo.

Setelah sampai tanpa ba.. bi.. bu.. Kyungsoo menyeret Kai ke kelas jurnalistik tapi sebelum sampai Kai malah menyeret Kyungsoo ke ruang music "Oppa ngapain kesini sih ayo cepet kita kesana!" perintah Kyungsoo "Udahlah Kyungsoo biarin aja lagian aku ga mau ngurusin yang kaya ginian ngabisin waktu tau! Lagian kalo kaya gini kan hidupku jadi aman, tentram dan damai" ucap Kai "Tapi ini bakalan nyebar oppa! Kamu ni pabbo!" kesal Kyungsoo "Justru malah lebih bagus jadi aku ga diganggu cewe-cewe berisik itu. Lagian nolong orang sekali-sekali ngapa?"

"Aishhh oppa kamu ni bikin aku sengsara aja!" ucap Kyungsoo

"Aisshh..kamu aja yang terlalu pelit hati jadi ga mau nolong orang!"

"Oke fine kita biarin ini nyebar tapi satu syarat dariku. Oppa harus belajar sengguh-sungguh ga da ngantuk dan ga ada PS selama pelajaran berlangsung!" .

"Aisshhh ampe Ps dilarang segala lagi. Ga fair banget"

"YA udah kalo ga mau aku hentikan semuanya sekarang" ancam Kyungsoo

"OKelah Deal!"

.

.

Terlihat para namja dan yeoja EXO tengah berkumpul di rumah mereka yang mereka sebut Share House "Waaahhh..ternyata karna cinta orang bisa pinter and nilai juga bisa naik dan hal yang dibenci berubah jadi hal yang menyenangkan di dunia" goda Lay pada Kai "Bukan cuman itu ternyata cinta bisa merubah ketakutan jadi keberanian" tambah Luhan menggoda Kai "Aisshhh..apaan sih kalian ini mengganggu saja dari tadi" Kai mengacak rambutnya "Bukan cuman itu PSP yang dulu cinta sejatinya juga tiba-tiba di cuekin gara-gara cinta" tambah Xiumin "Ini lagi noona sama aja nambah-nambahin mulu". Mereka tertawa melihat ekspresi wajah Kai yang sekarang lagi bad mood tingkat dewa.

"Kamu ga belajar sama Kyungie?" tanya Tao "Nanti dia lagi ada urusan dulu katanya, bentar lagi juga balik ama Baekie". Terdengar suara mobil berhenti di depan rumah "TTu dah pada balik" tambah Kai lagi.

Sementara yang lain sibuk dengan urusan masing-masing alias pasangan mereka Kai dan Kyungsoo belajar di ruangan kerja. Sampai- sampai tak menyadari hanya tinggal mereka berdua yang berada di rumah itu karena yang lain sudah pulang kerumah orang tua mereka masing-masing.

"Selesai!" Kai lari terburu-buru menuju dapur karena lapar "Ya!oppa mau kemana?mau kabur pacaran sama PSPmu eoh?" ucap Kyungsoo "Aku lapaaarrr mau ma'em dulu Kyungiee!" mendengar jawaban Kai, Kyungsoo diam dan mulai memeriksa kertas latihan Kai. "Baguss! Naik 20% dari yang sebelumnya!" ucap Kyungsoo bangga.

Kai jalan sempoyongan kembali ke tempat ia belajar "Kenapa oppa?bukannya mau makan? Udah selesai makannya?" Kai manyun "Ga ada yang bisa dimakan. Masa aku harus makan makanan mentah?" menegrti maksud Kai akhirnya Kyungsoo beranjak menuju dapur "Kajja oppa!" kai mendongak memandang Kyungsoo "Kemana?" jawab Kai lemes "Mau makan ga?" Kai beranjak dari tempat duduknya dengan semangat 45.

Entah saking enak atau lapar Kai menghabiskan tiga piring masakan Kyungsoo "Ahh.. Kenyang! Makasih masakannya enak bangettt. Pantes aja Kyu appa ga mau lepasin kamu!" Kyungsoo hanya tersenyum mendengar pujian Kai.

"Oppa aku pulang duluan ya. Takut kemaleman" pamit Kyungsoo "Nanti aja aku anter sekarang aku tunggu penjaga rumah dulu buat ngasihin titipan appa dan eommaku" Kyungsoo menggeleng "Ga apa-apa oppa aku pulang sendiri aja Byee.." Kai hanya mengangguk. Tak lama setelah Kyungsoo pergi penjaga rumah itu datang dan Kai menyerahkan titipan orangtuanya itu. Tiba-tiba….

meoreojyeo man ganeun geudaeYou're the only onenaega saranghaetdeon geot mankeumYou're the only one "Suara apa itu? HP ajhusi ya?" tanya Kai "Bukan tuan tapi sepertinya dari dalam" Kai cepat-cepat berlari kearah sumber suara dan ternyata HP Kyungsoo ketinggalan."Ya sudah ajhusi aku pamit dulu ya!" Kai melesat mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.

.

.

Kyungsoo tengah berjalan menuju rumahnya "Kenapa lampu jalan hari ini tiba-tiba mati ya kan jadi gelap" rutuk Kyungsoo. tanpa menyadari sedari tadi tiga namja tak dikenal tengah mengikutinya. Merasa diawasi Kyungsoo menoleh kebelakang dan ia melihat melihat ketiga namja dengan gelagat aneh, merasa tak aman akhirnya Kyungsoo berlari sekencang yang ia bisa tapi terkejar juga salah satu di antara mereka ternyata sudah berada di depannya.

"Mau apa kalian?" tanya Kyungsoo ngotot "Heii cantik ramahlah sdikit pada kami" ucap namja yang berada tepat didepan wajahnya sekarang "Iya main dulu lah sama kami hari masih siang ko, mau kan!" ucap kedua namja lainnya. Ternyata ketiga namja itu bermaksud memperkosa Kyungsoo "Jangan mendekat atau aku akan berteriak" ancam Kyungsoo "Teriak saja sesukamu disini tak aka nada yang mendengarmu cantik!". Mereka langsung membekap mulut D.O dan membawanya ke tempat yang lebih sepi.

BRUGGHHHH! Kyungsoo terjatuh ke tanah ia ketakutn sekarang "Baiklah siapa yang duluan?" ketiga namja sedang berunding "Sudah tentu aku yang lebih dulu. Aku kan bos kalian. Kemari cantik aku sudah tak sabar" ucap namja yang hendak menggagahi Kyungsoo lebih dulu "Tolong!" pekik Kyungsoo sang namja berengsek itu langsung menghajar Kyungsoo tepat di pipinya hingga hidung dan bibirnya berdarah sambil terus membuka jaket Kyungsoo dengn paksa dan menghempaskannya.

Kyungsoo terus melawan "Tolong!" teriak Kyungsoo lagi dan kini sang namja memukulnya tepat di tengkuknya. Pandangan Kyungsoo mulai kabur sementara ia terus berteriak dan sang namja mulai merobek baju Kyungsoo baru dua kancing baju yang terlepas dari tempatnya mereka dikejutkan oleh suara seseorang.

"Hei kalian! Dia itu milikku!" ujar Kai dengan santainya "Ya! Berengsek tutup mulutmu dia itu milik kami" marah ketiga namja itu "Berengsek?yang berengsek itu kalian yang bajingan itu kalian"amarah Kai sudah sampai ke ubun-ubun dan tanpa ba..bi..bu.. lagi ia langsung menghajar tiga namja berengsek itu sekalugus sampai mereka terkapar dikjalan dengan wajah mengerikan bekas dihajar Kai.

Setelah puas menghajar ketiga namja itu Kai berlari kearah Kyungsoo "Kyungsoo, gwenchana?" Kyungsoo mengangguk dan matanya mulai tertutup. Kai buru-buru membawa Kyungsoo pergi.

Sesampainya di rumah Kyungsoo, Kai membaringkan Kyungsoo di kamarnya dan mulai mengambil air hangat dan es batu untuk membersihkan luka dan kemudian mengkompresnya setelah itu ia beranjak menuju sofa dan tidur disana."AAAAARRRRGGGGHHHHH, tidak toloooongggg!" Kyungsoo mimpi buruk. Kai yang mendengarnya langsung berlari ke kamar Kyungsoo "Kyungsoo bangun!" sambil mengguncang-guncang badan Kyungsoo.

" " Kyungsoo mulai menangis "Oppa aku takuut!" sambil meremas selimutnya Kai langsung memeluk Kyungsoo "Tenang Kyungie semuanya baik-baik saja mereka tidak akan mngganggumu lagi!" ucap Kai. "Makasih oppa sudah menolongku. Kalau ga ada oppa mungkin aku sudah.." Chu.. kata-kata Kyungsoo terpotong karena Kai mengunci bibirnya dengan ciuman. Kyungsoo tersentak kaget ia mendorong Kai "Oppa kau ini kenapa? Jangan begini ingat aku ini cuma pacar pura-puramu saja!" Kyungsoo ngotot.

"Pura-pura? Tapi aku tak pernah pura-pura denganmu Kyungie!" Kai memeluk Kyungsoo dan menciumnya lagi Kyungsoo membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang terjadi dan yang ia dengar. Ia mencoba memberontak tapi Kai mengunci tangannya Kai terus saja melumat bibir Kyungsoo sementara sang yeoja mulai menangis. Kai yang menyadarinya akhirnya melepaskan ciumannya.

"Pergilah jangan main-main denganku! Becandamu kelewatan!".

"Becanda? Aku ga becanda Kyungie sudah hampir dua tahun aku menyimpan semua ini. Aku menyukaimu tapi aku tahu kau tak pernah menyukaiku. Aku tak pernah menyatakan cintaku padamu karena aku malu kau ingat kan perkataan Kyu appa waktu kita di resto? Yang appa ceritakan itu adalah kau Kyungie" Kyungsoo hanya terdiam memperhatikan Kai yang tak pernah memperlihatkan wajahnya yang seserius ini."Aku tak bisa menjawabnya sekarang!" Kyungsoo kembali merebahkan badannya dan menutupi tubuhnya dengan selumut.

.

.

"Tak apa aku akan menunggunya" Kyungsoo hanya terdiam walaupun sebenarnya ia senang mendengar peryataan Kai terlebih ia sudah menolongnya tadi. "Night Kyungie. saranghe!".

Kyungsoo baru selesai masak didapur hari ini dia tidak kuliah jadi ia bisa santai di rumah membantu Kai belajar seperti biasa. "Oppa! Bangun! Sudah siang" Kyungsoo mengguncang pundak Kai "Aisshh.. 5 menit lagi" Kyungsoo tetap mengguncang tubuh Kai "Ayoo bangun udah siang oppa ini udah jam.10" Kai beranjak bangun dengan mata yang masih terpejam "Aku masih ngantuk, lagian hari ini kan ga ada kuliah!" Kai mulai ngedumel "Ya udah kalau gitu aku ga mau bantuin oppa belajar lagi!" tegas Kyungsoo "Nee..nee aku bangun sekarang tapi jangan pundung ya!"

Setelah mandi dan sarapan Kai duduk di ruang TV siap-siap belajar praktek presentasi di depan Kyungsoo "Why I choose to make an educative game, because it is very important to make students fun with learning and children also able to learn every where depend on their age without parents worry about them." Setelah sekian lama berbicara mempraktekan presentasi projectnya yang akan menentukan kelulusannya dalam mata kuliah yang paling ia benci itu tibalah saat tanya jawab. "Okay that's all from me!".

PROK!PROk!PROK! Kyungsoo yang menyaksikan presentasi Kai bertepuktangan "Great oppa! You got 100 from me!" ucap Kyungsoo yang dibalas dengan senyum puas dari Kai. "Hupff" Kai duduk disofa sambil menghela nafas sementara Kyungsoo berjongkok di karpet membereskan kertas-kertas dan buku-buku yang mereka pakai belajar "Kenapa oppa? Kau lapar?" Kai menggeleng "Trus kenapa?" Kyungsoo bingung melihat Kai yang melamun dan terus menatapnya.

.

.

Tes!tes! sesuatu menetes membasahi tangan Kyungsoo, ia melirik tangannya yang mulai di tetesi darah dan Kai tersadar dari lamunannya ketika darah keluar dari hidung Kyungsoo buru-buru Kai meraih wajah Kyungsoo dan sekarang posisi Kai tepat beberapa senti dari wajah Kyungsoo "Kau mimisan lagi" ucapnya, Kyungsoo hanya terdiam sementara Kai mulai membersihkan hidungnya "Kita ke rumah sakit saja, karena mimisanmu sudah terlalu sering dan kau juga sering pingsan. Aku khawatir kau kenapa-kenapa" tutur Kai "Tidak perlu oppa aku baik-baik saja lagi pula aku sudah biasa begini" jawab Kyungsoo "Kalau aku merasa sudah ga normal aku pasti pergi ke dokter" tambah Kyungsoo "Kau masih menganggap ini normal?" Kyungsoo langsung mengalihkan pembicaraan.

"Oppa karena hari ini oppa lesu sekali gimana kalau kita jalan-jalan?" Kai terus menatap Kyungsoo intens "Aku ga apa-apa oppa tenang saja trust me oke!" mendengar penuturan Kyungsoo akhirnya Kai mengangguk tersenyum. "Kajja kita pergi" Kyungsoo menarik tangan Kai dan keluar dari apartemennya.

"Kenapa kesini?" tanya Kai "Loh memangnya kenapa?oppa ga pernah pergi ke taman emang?" tanya Kyungsoo heran "Sesekali" jawab Kai singkat. Kyungsoo duduk di salah satu ayunan, Kai yang melihatnya hanya diam "Kenapa oppa?ayo dorong ayunanku" pinta Kyungsoo manja seperti anak-anak, Kai mulai tersenyum dan mendorong ayunan Kyungsoo "YAA! Oppa jangan kenceng-kenceng" sementara Kai terus mendorongnya.

Di taman mereka bermain ayunan, jungkit-jungkit dan korsel dengan sangat senang. Setelah puas bermain Kyungsoo duduk dibawah pohon sakura didekat danau sambil memejamkan mata merasakan angin menerpa wajah dan rambut kelam panjangnya. Tiba-tiba sesuatu yang dingin menempel di pipinya, Kyungsoo membuka matanya, ternyata Kai membawakan sekotak susu strawberry untuknya "Buat aku?" Kai mengangguk sambil tersenyum dan Kyungsoo mulai menusuk sedotan.

"WAaaahhh senangnya hari ini!" Kyungsoo tersenyum senang melihat ekspresi wajah Kai yang sudah kembali normal "Kyungie! ga kerasa ya sudah tiga bulan aku berguru sama kamu, dan semua yang aku lakukan ditentukan dengan hasil test besok! Dan semuanya akan berjalan masing-masing seperti biasanya!" DEG! Mendengar ucapan Kai entah kenapa Kyungsoo merasa sangat sakit hati ia terdiam sejenak. "Nee oppa! Kau sudah berusaha keras so you must do your best and show me your best score! Oke!" tantang Kyungsoo "Ofcourse I will Miss Park!" seru kai sambil hormat pada Kyungsoo mereka berdua akhirnya tertawa bersama.

"Wow my student was so confident!" Kyungsoo mengacak rambut Kai sambil beranjak kabur "YA! Jaga sopan santunmu Nona Park aku ini lebih tua darimu" Kyungsoo memeletkan lidahnya bermaksud mengejek Kai dan buru-buru lari "Awas ya! Kalau tertangkap jangan menyesal!" Kai menegjar Kyungsoo berusaha menangkapnya.

Hup! "Kena!" Kai memeluk Kyungsoo "Oppa lepasin!ampun!" Kyungsoo memohon "Tidak ada ampun!rasakan pmbalasanku Kyungsoo-ah!" Kai mulai menggelitiki Kyungsoo "Ahahahaha..geli oppaa ampuun hentikan!" setelah puas balas dendam akhirnya mereka memutuskan pulang ke rumah (Rumah Kyungsoo) tanpa sadar mereka terus berpegangan tangan sepanjang perjalanan pulang.

Kyungsoo menyiapkan makan malam semntara Kai duduk di kursi makan sibuk dengan PSPnya. "Oppa!" panggil Kyungsoo "Hmmm?" sahut kai tak melepas pandangannya dari PSPnya "Jangan lupa mengulang pelajaran tadi pagi ya!" pesan Kyungsoo "Hmm…" Kai hanya bergumam "Jawab aku bukan hanya bergumam begitu Tuan Kim Jongin. Dan ingat asingkan dulu PSPmu itu ketika kau bicara denganku atau kau tidak dapat jatah makan malam!" Kai menoleh kearah Kyungsoo "Sirik banget sih! Iya, i ya nih aku matiin" Kyungsoo tersenyum. "Nah sekarang ayo kita makan!".

"Waaahhh! Selamat makan!"Kai langsung menyumpit nasi dan lauk ke mulutnya. "Terimakasih makanannya hari ini, masakanmu selalu enak" puji Kai "Aku mau bantu cuci piring ya!" tawar Kai "Ga usah biar aku sendiri saja" Kai mengangkat piring-piring bekas makan Kyungsoo beranjak dari kursinya tapi karena kurang hati-hati ia tersandung kaki meja dengan sigap Kai meraih pinggang yeoja mungil itu, tubuh Kyungsoo yang hampir terjatuh itu dan sekarang mereka sedang saling menatap satu sama lain. Keheningan berlangsung selama beberapa menit.

"Makanya hati-hati!" ujar Kai "Maaf oppa aku ga sengaja" jawab Kyungsoo mereka berdua salah tingkah. Setelah selesai cuci piring mereka Kyungsoo masuk ke kamar sementara Kai belajar sendiri di ruang TV.

.

.

Kyungsoo merasa gelisah malam ini dia berguling-guling mencari posisi yang enak untuk tidur tapi tak menemukan kenyamanan sdikitpun karena terus terpikirkan Kai 'Kenapa aku jadi ketakutan begini? Harusnya aku senang semuanya sebentar lagi berakhir dan aku tak perlu bertemu dengannya lagi. Tapi aku ga mau Kai pergi dariku aku ingin terus bersamanya' bati Kyungsoo ia menggeleng-gelengkan kepalanya "Sadarlah Kyungsooo!sudah cukup berpikir aneh-anehnya hari ini cepat kembali ke dunia nyata!" tanpa sadar ia berbicara terlalu keras. Tok!Tok!Tok! terdengar pintu kamar diketuk seseorang "Kyungie gwenchana?" tanya Kai diluar kamar Kyungsoo "Nee oppa aku baik-baik saja" 'Aisshhh pabo kenapa aku bicara sekencang itu' Kyungsoo tepok jidat.

.

.

"Kyungsoo cepat sedikit nanti aku terlambat nihh!" Kyungsoo segera berlari keluar kamar "Kajja oppa kita berangkat!" Kai kaget melihat Kyungsoo padahal Kyungsoo memang selalu cantik tapi kali ini agak berbeda. Tanpa pikir panjang Kai menyusul Kyungsoo "Ambil nih oppa!" setibanya di kampus Kyungsoo menyerahkan sekotak bekal makan siang "Makan siang untukku?" D.O mengangguk masih setia dengan senyumnya "Ga mau ah!" Kyungsoo kecewa bekal yang sudah capek-capek dibuatnya ternyata ditolak Kai "Aku ga mau kalo makannya ga bareng kamu!" tambah Kai "Nanti selesai ujian kamu ke taman ya aku tungguin disana dan jangan bikin aku kelaparan gara-gara kelamaan nunggu kamu oke!" senyum Kyungsoo kembali.

Setelah selesai mengerjakan soal uas Kyungsoo buru-buru melesat ke taman, tapi ia tak menemukan sosok Kai dimanapun "Hmm... belum datang ya?" Kyungsoo menunggu Kai sambil berdiri melihat ikan di kolam ikan berukuran jumbo di taman kampusnya hingga tiba-tiba ia dikejutkan dengan seseorang yang memeluknya dari belakang dan menyodorkan sebuket bunga mawar putih untuknya. "Waahh.. cantiknya!" Kai menyandarkan wajahnya di pundak Kyungsoo "Kau suka?" ujarnya, Kyungsoo mengangguk "Nee aku suka, sangat suka!" KRUUUKKK! KRRUUUKK! Bunyi tanda perut keroncongan "Oppa udah laper ya! Kalo gitu kita makan sekarang ya?" ajak Kyungsoo yang disambut dengan senyum sumringah Kai.

"AAhhh kenyang!' Kai memegang perutnya yang kekenyangan sementara Kyungsoo hanya tersenyum melihat tingkah Kai,ia sangat suka sekali ketika Kai memujinya, berekspresi yang aneh-aneh ketika selesai makan, bahkan ia sangat suka denganKai yang selalu mengganggunya dan merengek dengan tugas-tugasnya 'Haii seandainya aku boleh memilih, aku tak ingin semua ini berakhir aku ingin terus seperti ini selalu ada moment bersamamu. Tapi sepertinya itu tak mungkin' batin Kyungsoo "Kyungie!" Kyungsoo tersadar dari lamunannya "Nee oppa waeyo?".

"Saranghe!" ucap Kai. Kyungsoo hanya terdiam "I just review it now. you have two options here "Yes" or "No" If you say "No" I will not review it again. You're my first!" ujar Kai.

Sudah 2 jam dan Kyungsoo masih terdiam, merasa sudah diambang putus asa kai akhirnya mengambil kesimpulan sendiri "Oke Miss I got the answer I'm so sorry if I made you depressed or feel in pressure. I must go now and see you letter!" ucapnya sambil beranjak pergi.

"Love you too!" Kai menghentikan langkahnya ketika mendengar suara samar-samar itu "Hmm?" ia tak menghiraukannya karna ia pikir mungkin salah dengar. "I do love you Kim Jongin" kali ini suara Kyungsoo lebih jelas dari sebelumnya, Kai menghentikan langkahnya dan membalik badan kearah sumber suara "Nado saranghe oppa!" senyum bahagia Kai terbit dan ia segera berlari memeluk Kyungsoo. "Apa ini nyata Kyungie?" tanya Kai.

"Nee oppa! Aku mencintaimu!" jelas Kyungsoo., Lama mereka berpelukan akhirnya Kai menyodorkan kotak kecil berwarna bitu tua ke arah Kyungsoo "Ini… apa oppa?" tanya Kyungsoo bingung "Bukalah!" Kyungsoo pun membuka kotak itu dan menemukan sebuah cincin berlian dengan bentuk bintang di tengahnya "Park Kyungsoo Would you marry me!" ucap Kai lantang Kyungsoo terdiam sejenak ia teringat ucapan eommanya 'Kyungie jika seseorang itu sungguh-sungguh mencintaimu, ia pasti akan meminangmu!eomma juga dulu begitu dengan appa kita bertemu dengan proses perkenalan yang sangat singkat dan akhirnya appa melamar eomma. Cinta itu bisa datang kapan saja tapi cinta yang sesungguhnya adalah ia akan mengikatmu selamanya'.

"Are you proposing me?" tanyanya "Yes offcourse!" Kyungsoo tersenyum menganggukan kepalanya "Yes I do". "Ohh.. Thank God" Kai cepat-cept memasang cincinnya di jari manis Kyungsoo.

.

.

Seorang yeoja kini tengah duduk menghadap dokter yang telah memeriksanya beberapa hari yang lalu "Bagaimana dokter?apa saya baik-baik saja?" tanya yeoja itu yang tak lain adalah Kyungsoo. "Kau datang kemari sendirian? Sudah ku katakan untuk datang bersama salah satu keluarga atau kerabatmu" terang sang dokter "Dokter, tolong beri tahu aku apa yang sebenarnya terjadi?sepulang dari sinisaya akan memberi tahu kerabat saya" ucap Kyungsoo "Baiklah kalau begitu, setelah kami periksa melihat gejalamu yang sering mimisan dan pingsan kemudian berkeringat malam hari hasilnya positif kau mengidap laukimia stadium dua!" Kyungsoo shock mendengar penuturan sang dokter "Apa?... Kanker darah?".

"Iya kau positif kanker darah nona Kyungsoo!ini hasil pemeriksaannya"dokter menyerahkan amplop besar berisi hasil pemeriksaan Kyungsoo "Stadium dua? Dokter apa saya bisa sembuh?" tanya Kyungsoo "Bisa asalkan ada sumsum tulang belakang yang cocok denganmu maka kami bisa langsung mengoperasimu dank au bisa sembuh. Dan sebaiknya kau cepat di operasi pikirkan itu baik-baik nona" Kyungsoo makin shock "Operasi dokter?" iya terdiam dan merpikir dari mana ia mendapatkan banyak untuk operasi sementara tabungannya saja tak cukup untuk memenuhi kebutuhannya."Ini resep obatnya jangan lupa kau harus minum obat teratur karena ini salah satu usaha agar kankermu tidak terlalu cepat berkembang juga melakukan cuci darah untuk sementara ini 1 bulan 1 kali" ucap sang dokter.

Setelah berkonsultasi dan menerima obat Kyungsoo pulang dengan lesu dan terus melamun memikirkan ucapan sang dokter. Iapun berhenti disebuah taman dan duduk melamun disana.

Kyungsoo Pov

'Eomma! Apa yang harus aku lakukan? Aku tak punya uang untuk biaya operasi yang begitu besar eomma. Aku sungguh bingung eomma, apa yang harus aku perbuat? Aku tak mungkin memberi tahu semua ini pada Baekie dan Jongie oppa, aku tak mau mereka khawatir eomma terlebih mereka adalah orang yang aku cintai. Eomma aku baru memulai hubunganku selama 3 bulan ini dengan Jongie oppa, apakah aku harus merelakannya menerima perjodohannya dengan Crystal anak pengusaha kaya itu? sebelum ia benar-benar menikahiku dan aku akan memberi kekecewaan padanya?'

Kyungsoo kembali teringat kejadian ketika Kai memperkenalkannya pada keluarganya.

~Flash back ~

'PLAKKK! Satu tamparan mendarat dengan mulus dipipi Kai "Sudah berapa lama kau berhubungan dengan yeoja ini?" bentak Kangin "Kau tahu kau itu sudah dijodohkan dengan Crystal putri relasi kerja appa!" tambah Kangin "Tapi appa aku tak pernah menyetujui semua perjodohan ini, kenapa appa terus memaksa?" bantah Kai.

BUGHH! Kali ini tonjokan Kangin yang mendarat di pipinya "Memangnya apa salahnya?kau anakku dan aku berhak atas dirimu. Kau tahu Krystal sudah berkali-kali mencoba bunuh diri gara-gara kau! Ingat itu Jongie jika kau menolak maka aku harus bertanggung jawab jika Krystal benar-benar mati!" Tegas kangin.

"Dan kau Kyungsoo lebih baik kau segera putuskan hubunganmu dengan anakku karena aku tak akan pernah menyetujui hubungan kalian!"

"Tidak appa Kyungsoo tetap calon istriku, aku sudah melamarnya apapun yang terjadi aku akan tetap menikahinya. Urusan Krystal aku tak pernah menginginkannya dan tak pernah aku setuju sedikitpun. Aku tak perduli dengan apapun jika aku harus mati sekarang termasuk jika tak jadi putramu lagi, Itu keputusanku. Titik." Tegas kai pada appanya.

"Anak kurang ajar kau membawa pengaruh buruk untuk anakku! Putuskan hubungan kalian sebelum aku bertindak lebih jauh lagi!" marah Kangin pada Kyungsoo yang hanya bisa tertunduk diam.

"Kangin sudahlah kau jangan egois seperti ini. Biarkan saja mereka jangan paksa memutuskan hubungan mereka!" ucap Leeteuk-eomma Kai.

"Tidak bisa! Ini mutlak keputusanku. Pengawal bawa yeoja ini pergi dan tahan Kai jangan sampai ia keluar rumah kecuali kuliah saja sebelum pertunangannya!".

Pengawalpun datang dan menyeret Kyungsoo keluar rumah sementara dua pengawal lainnya menahan Kai yang tengah berontak. Kai berhasil menghajar dua pengawal yang menahannya dan berlari kea rah pintu menghajar pengawal yang menyeret Kyungsoo keluar.

BUGHHH! Pukulan terakhir Kai pada pengawalnya "Jangan pernah menyentuh Kyungsoo-ku dengan tangan kotormu" sambil menarik Kyungsoo pergi dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menjauh dari rumahnya.

.

.

Kyungsoo duduk di sofa menghadap Kai yang ada disebelahnya "Oppa! Gwenchana?" Kai menoleh menghadap Kyungsoo "Gwenchana honey! Don't worry I'll always stand by you here!" ucapnya dengan senyum yang tulus. "Oppa aku tahu kau tulus mencintaiku tapi oppa apakah baik jika kita seperti ini?aku tak mau jika tak dapat restu dari orang tuamu, jika yang terbaik untukmu adalah berpisah denganku aku akan melakukannya oppa yang penting bagiku adalah keselamatanmu dan kebahag…!" belum selesai Kyungsoo bicara Kai sudah memotong pembicaraannya.

"Yang membuatku bahagia adalah bersamamu bukan dengan orang lain. Yang membuatku merasa aman adalah selalu didekatmu untuk melindungimu. Yang membuatku tegar menghadapi semuanya hanyalah dirimu jadi jangan pernah kau coba-coba pergi dariku karena mau kemanapun kau pergi aku akan tetap mencarimu hingga kau tak bisa bersembunyi dariku. Aku tahu aku salah melawan orang tua tapi sudah saatnya aku menentukan kebahagiaanku sendiri!" ucap Kai panjang lebar "Tapi oppa…..".

"Hentikan! Jangan pernah bicara apapun lagi kita tetap melangkah maju. Kalau bisa setelah kau lulus kita pindah kita tak perlu tinggal disini lagi" bentak Kai, sementara Kyungsoo hanya tertunduk diam. "Mianhe oppa! Hikss.." melihat Kyungsoo menangis membuat Kai merasa bersalah "Mianhe Honey!" ucap Kai sambil menghapus airmata dipipi Kyungsoo "Aku tak mau jauh darimu aku benci kehilanganmu! Itu saja, aku takut honey! Can you understand it?" Kyungsoo mengangguk lalu tersenyum "Okay oppa I'll do my best for you!" Kai menarik Kyungsoo dalam pelukannya sambil sesekali mencium pucuk kepala yeojanya itu.

.

.

Sudah seminggu Kai tinggal di apartemen miliknya sambil sesekali menginap di rumah Kyungsoo. Kai jarang berkunjung ke rumah Kyungsoo karena takut terjadi sesuatu jika kediaman Kyungsoo ditemukan oleh para pengawal ayahnya jadi mereka lebih sering bertemu diluar.

"Kyungsoo ada yang ingin brtemu denganmu" ucap Sungmin yang saat itu memang sedang berkunjung ke restoran miliknya. "Nee nyonya!" Kyungsoo keluar dari dapur dan betapa terkejutnya Kyungsoo melihat seseorang yang ingin bertemu dengannya adalah Kangin appanya Kai Kyungsoo terdiam bingung "Eomma temani?" tawar Sungmin dan Kyungsoo mengangguk karena ia merasa amat sangat takut "Eomma duduk di bangku belakang Kyungie ya! Supaya ga ketahuan" pintanya "Nee.." Sungmin mengangguk sambil tersenyum.

"Anda mencari saya tuan?" tanya Kyungsoo sopan "Duduklah!" Kyungsoo-pun duduk berhadapan dengan Kangin. "Aku tak akan berlama-lama disini aku hanya minta bujuk Jongin agar ia mau pulang dan segera putuskan hubungan kalian karna Jongin akan segera aku jodohkan!" sambil menyodorkan amplop tebal ke hadapan Kyungsoo "Ini ada sedikit uang untukmu. Aku minta kau pergi jauh dari sini agar Jongin tak bisa menemukanmu lagi" Kyungsoo tersentak kaget mendengar perkataan Kangin dan perlakuannya yang memberinya uang untuk menjual cintanya.

"Mianhaeyo sajangnim" ucap Kyungsoo sambil menyodorkan uang Kangin kehadapannya "Anda tidak perlu seperti ini aku akan membujuk Jongin oppa pulang jadi anda tak perlu khawatir. Mengenai ia mau atau tidak saya tidak dapat menjanjikannya" ucap Kyungsoo "Kyungsoo.. Jangan pernah dekati Jongin lagi karena sampai kapanpun aku tak pernah merestui hubungan kalian. Kau seharusnya sadar siapa dirimu kau terlalu berbeda dengan kami. Kau mengerti kan maksudku! Jangan sampai kau menjual segalanya pada anakku karena Jongin masih labil jadi dia berlaku seperti itu" Bukan hanya Kyungsoo yang kaget tapi Sungmin yang mendengarnya pun merasakan sakit yang Kyungsoo rasakan hingga matanya terasa sangat panas. Sungmin tak menyangka Kangin yang merupaka oppa kandungnya tega berkata kasar seperti itu.

"Aku tak pernah menjual apapun pada anak anda. Aku benar-benar mencintainya dan cintaku tak bisa anda beli seenaknya dengan uang yang anda punya. Dan untuk Jongin oppa, Tanyakan sendiri pada anak anda yang keras kepala itu yang selalu mengejar saya meskipun saya sudah menolaknya! Saya permisi dulu." Kyungsoo beranjak dari duduknya sambil membungkuk 90 derajat kepada Kangin yang tengah mengepalkan tangannya hingga memutih kemudian segera keluar dari restoran KyuMin.

Ketika hendak menuju dapur langkah Kyungsoo terhenti karna Sungmin menggenggam tangannya dan menariknya kerungannya. "Menangislah jangan menahan semuanya eomma tahu kau sakit dengan semua ini" Kyungsoo memeluk Sungmin dan mulai menangis sejadinya.

Eomma tolong aku!

Kyungsoo Pov end

.

.

Kyungsoo tengah bersandar melihat pemandangan dari jendela kelasnya sampai-sampai suara khas yeoja yang amat dikenalnya mendekat dan merangkul pundaknya"Kyungiee gwenchana?" Kyungsoo mengangguk "Akhir-akhir ini kau sering melamun".

"Eh Baekie,kenapa?" tanya Kyungsoo. Baekhyun terdiam dan hanya memandangi Kyungsoo sahabatnya dari ujung kepala hingga ujung kaki "Baekie!" suara Kyungsoo menyadarkannya "Kyungie kau begitu kurus dan selalu pucat sekarang! Ada apa?apa ku sakit?" Kyungsoo menggeleng "Jinja? Aiisshhh Kyungie kenapa keringatmu banyak sekali?" ucap Baekhyun sambil menghapus butiran keringat di wajah Kyungsoo yang menegang karena sadar ia belum minum obat. "Ada apa?" Baekhyun bingung saat Kyungsoo mendadak berdiri dan mencari-cari sesuatu dalam tasnya. "Baekie aku ke toilet dulu" sadar akan ada yang ganjil mengenai sahabatnya ini Baekhyun menahan tangan Kyungsoo "Ada apa Kyungie? kau tak mau jujur padaku eoh?apa kau kira aku ini bodoh?" Kyungsoo tercekat ketika Baekhyun memegang tangannya dan memperlihatkan wajah pilunya.

"Aku hanya ingin pipis Baekie!" Kyungsoo berbohong. "Jika kau katakan itu pada orang lain mereka pasti dengan mudah akan percaya tapi kau lupa kalau aku ini Baekhyun sahabat sekalugus saudaramu. Jadi kau bisa percaya begitu saja. Katakan! Kalau aku memang masih menjadi orang yang berharga bagimu. Jika tidak berarti kau hanya menganggapku sampah!" Kyungsoo terkejut mendengar penuturan Baekhyun orang yang sangat ia sayangi "Justru karna kau berharga maka aku tak bisa mengatakannya".

"Katakan!" perintah Baekhyun "Walaupun itu menyakitkan?" tanya Kyungsoo "Mau itu menyenangkan, menyakitkan atau amat sangat menyakitkan sekalipun" jawab Baekhyun yakin. Kyungsoo menatap manik cokelat milik Baekhyun mencoba mencari keraguan disana tapi ia tak menemukannya dan menatap sekeliling ternyata kelas sudah kosong.

"Baekie aku mencari ini dan aku ke toilet untuk meminum ini" Kyungsoo menyodorkan sebotol obat dan kertas hasil pemeriksaan dari dokter kehadapan Baekhyun. "Obat apa ini?". "Baca saja!". Baekhyun membacanya.

.

.

"Lulu kau mau kemana, kau senang sekali sampai-sampai senyum-senyum sendiri seperti orang gila?" tanya Lay yang baru saja keluar kelas "Ke kelas Baekie aku ingin pulang bersamanya hari ini dan kau tahu?hari ini Baekie menginap dirumah" jawab Luhan senang. "Wahhh..jarang-jarang Yeollie mengizinkan sang istri menginap. Kalau begitu aku juga ikut pulang bersama ya!" ucap Lay yang disambut dengan anggukan hangat Luhan "Kajja!" ajak Luhan dan mereka berjalan menuju kelas Baekhyun.

.

.

Baru saja mereka sampai de pintu kelas Baekhyun tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara Baekhyun yang tengah terisak. "Hikss…Hiks.. kyungie! kenapa begini? " melihatnya Luhan dan Lay langsung menghampiri Baekhyun dan Kyungsoo yang tengah duduk saling berhadapan. "Baekie ada apa? Kenapa kau menangis?" tanya Luhan sambil menenggelamkan kepala Baekhyun dalam peuknya. Kyungsoo kaget melihat kedatangan kedua sunbaenya itu. "Kyungsoo ada apa?" tanya Lay yang tidak mendapatkan jawaban apapun karna Kyungsoo hanya diam mematung.

"Ada apa ini?" tanya Lay lagi, Baekhyun menyerahkan sebuah surat pada mereka tanpa seizin Kyungsoo sambil terus terisak. Buru-buru Lay membuka surat itu dan membacanya "Kanker? Stadium dua" yang akhirnya membuat tubuhnya dan Luhan menegang. "Eonni! Baekiee! Aku mohon cukup kalian saja yang mengetahuinya jangan sampai ada yang lain tahu!" Kyungsoo memohon.

"Apa Kai sudah tahu semua ini?" tanya Lay. "Tidak, dia tidak tahu apa-apa tentang ini! Dan aku tak mau ia sampai tahu. Tolonglah eoni! Aku amat sangat memohon pada kalian!". Lay, Luhan dan BAekhyun amat sangat mengerti keadaan hubungan Kai dan Kyungsoo yang tak mendapat restu dari orangtua Kai terkhusus appanya yang menjodohkan Kai dengan yeoja lain yaitu Kristal.

"Baiklah!" Baekhyun angkat bicara "Baiklah jika itu maumu tapi dengan syarat!" smua yang ada di kelas itu menatap Baekhyun heran "Apa?"- Kyungsoo. "Aku akan pindah kerumahmu. Biarkan aku yang mengurusmu, merawatmu, menjagamu dan selalu ada didekatmu kemanapun dan dimanapun kau berada". Mereka tersentak mendengar penuturan Baekhyun "Tidak bisa begitu Baekie. Ingat kau punya suami dan kau tahu?Yeollie oppa tak akan mengizinkanmu tinggal bersama Kyungsoo. Jadi biar aku saja yang menjaganya!" tawar Luhan.

"Baekie kau tidak perlu seperti itu. Yeolie oppa amat sangat membutuhkanmu. Aku akan ambil cuti kuliah dan tinggal sementara di Busan jauh dari Seoul dan aku akan mencoba menjalani pengobatan disana dan aku akan meninggalkan Jongie oppa!" ucap Kyungsoo lirih. Ia sudah memutuskan untuk meninggalkan Kai agar orang yang sangat ia cintai itu tidak menderita lagi dan kecewa pada akhirnya.

Ketiga yeoja yang menatap Kyungsoo terhenyak mendengar pernyataan yeoja itu "Aku hanya ingin Jongie oppa bahagia tak menderita lagi dengan apa yang kami jalani selama ini."

"Kalau begitu aku juga akan cuti kuliah dan ikut bersamamu!" putus Baekhyun mutlak. "Ku mohon mengertilah Baekie!" ucap Kyungsoo lirih "Kau yang harusnya mengerti! Kau jahat kau tak memberi aku kesempatan sedikitpun. Aku tak peduli dengan apapun. Tahukah kau betapa sakitnya hatiku saat ini?mengetahui kenyataan pahit ini?aku tak mau hanya diam saja melihatmu yang selalu menjagaku, melindungiku menderita begini. Biarkan aku yang menjagamu biarkan aku menjalankan amanat eomma agar kita saling menjaga. Biarkan aku bahagia karena menjadi orang berharga bagimu Kuyngie" Pekik Baekhyun sambil terus terisak.

Luhan, Lay dan Kyungsoo yang melihat Baekhyun yang memilukan akhirnya hanya terdiam " Ku anggap kau setuju dengan itu. Sekarang ayo kita urus cuti kuliah kita" Baekhyun pergi sambil menarik Kyungsoo keluar yang diikuti Luhan dan Lay.

Setelah mengurus cuti sementara mereka, Baekhyun dan Kyungsoo meminta Luhan dan Lay berjanji untuk tak memberi tahu apapun kepada semua orang dan merekapun menyetujuinya. Di perjalanan pulang menuju gerbang keluar kampus tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan seorang yeoja yang menghampiri mereka dengan amarah yang sangat memuncak.

PLAKK! Satu tamparan mendarat dipipi putih nan mulus Kyungsoo "Dasar kau yeoja rendahan. Tak tahu malu eoh sudah merebut calon suami orang!" bentaknya kasar.

Baekhyun yang ingin bertindak tak terima di tahan Kyungsoo.

PLAKKK! Satu tamparan lagi mendarat dipipi yang sama "Ya! Kau perempuan murahan, tak bisakah kau cari orang lain saja yang tidak punya calon istri?atau kau memang yeoja perebut namja orang lain eoh?jawab aku berengsek dasar pelacur!" makinya lagi. Ketika satu tamparan lagi hendak mendarat dipipinya tiba-tiba seseorang menghalangi aksi anarki yeoja itu.

PLAKKK! Semua yang melihatnya membulatkan matanya ketika yang tertampar itu adalah Kai "Kai/ oppa"..

TBC..

LAGI

SAY THANKS TO:

Kkambaek :gomawo udah review ^_^

org :gomawo untuk saran dan reviewnya ini hira udah ganti namanya,

yixingcom : gomawo reviewya ini udah lanjut apa masih kecepetan? Hhee.. mian kalo bikin pusing hira masih new e jadi masih meraba-raba *cieh bahasanya. Review lagi nde? Happy ending ya? Let's see it okeh! :D

unny2013 : hheee ia ya kalo diliat di That's the true love yang sebelumnya masih gantung nasib tu satu orang. Tapi ini udah ada sequelnya kok… penyakitnya pasti udah bisa ke tebak ya? Gomawo review and likenya chingu Review lagi nde.. :D

Gimana readers? Apa segini udah panjang?mianhae kalo gaje and abal banget hheee.. as usual mohon reviewnya ya ^_^ your review is my spirit to continue my story.

And untuk yang baca, review, nge'Fav de es be sekali lagi hira ucapin Jeongmal gamsahamnida

Sampai jumpa di next chapter..