Present

THAT'S THE TRUE LOVE 2nd Edition -

EXO, DBSK AND SUJU COUPLE

Main Cast : KAISOO COUPLE

KIM JONGIN A.K.A KAI (NAMJA) X DO KYUNGSOO A.K.A DO (YEOJA)

Support Cast : ALL EXO AND SUJU COUPLE

KAISOO, KRISTAO, CHENMIN, HUNHAN, SULAY, KYUMIN, KANGTEUK, YUNJAE, YOOSU, HAEHYUK, WONBUM, HANCHUL, YEWOOK

Rated: T

Genre : Friendship, Family, Romance little bit hurt

Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere, Failed Humor, Boring, alur absurd dan kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D

~Don't Like Don't Read~

Sebelumnya Hira mau SAY THANKS TO:

setyoningt : Gomawo chingu :D I'll keep writing and moga tambah hari tambah menarik aamiin hheee..

Kim Leera : Gomawo…hira jadi semangat buat lanjutin ni ff :D yang jadi ortunya Jongin itu Kangin ma Leeteuk eomma :D dia manggil Sungmin ma Kyuhyun eomma karena dia deket banget ma Sehun and sekaligus Sungmin itu adik kandungnya Kangin-ceritanya :D

kyunginsoo : ini udah update lagi kok chingu :D

sintia :apa yang terjadi dengan D.O disini lah ketahuan :D

Jeongmal gamsahamnida buat yang udah review chap.2 kemaren moga kalian ga bosen mantengin ff hira yang absurd ini. Keep review nde! *deep Bow with all cast

AUTHOR's NOTE (WAJIB DIBACA) :

Anyeong semuaaaa… THAT'S THE TRUE LOVE 2nd Edition dateng lagi nih dengan chap 3 :D. Oh iya untuk sekarang hira mau kasih klarifikasi tentang Cast disini hhee soalnya kemaren ada beberapa yang nanya Jongin itu anak sopo sih? And hira baru nyadar kalo hira bikin kalian pusing lagi, mianhae nee.. kalo sebenernya Kai a.k.a Kim Jongin itu anaknya KangTeuk dan kenapa dia manggil Sungmin yang nyatanya eomanya Sehun (Red: di fic ini) itu karena Sungmin adalah adik kandung Kangin and Kyumin ma Sehun dah biasa dengan panggilan sayangnya Kai ke KyuMin dengan appa dan eomma. Disini marga mereka jadi ikut marga couple yang lebih tua hheee jadi marhga tiap exo pada berubah deh :D Biar lebih jelas lagi ini daftar harga *eh.. daftar Castnya hheee..

Cho Sehun putra tunggal KyuMin makanya Sungmin disini ngebet banget pengen Kyungsoo jadi adeknya Sehun :D

Kim Jongdae (Chen) dan Kim Jongin (Kai) anaknya KangTeuk dan Kai adalah anak bungsu

Lee Chanyeol anak semata wayangnya HaeHyuk.

Tan Zitao (Tao) dan Tan Yi-Xing (Lay) putrinya pasangan HanChul and disini aku emang sengaja bikin Tao sebagai eonninya Lay.

Choi Joonmyun (Suho) anak tunggalnya WonBum.

Kim Luhan dan Kim Baekhyun disini mereka putri pasangan YeWook yang baca that's the true love pasti tau cerita ChanBaek and siapa Baekhyun buat Luhan hheee

Jung Minseok (Xiumin) dan Jung Yi Fan (Kris) mereka disini anak sepasangnya YunJae, Xiumin tetep jadi kakanya Kris disini.

Park Kyungsoo (D.O) putri tunggalnya pasangan YooSu yang berakhir sebatang kara di tinggal mereka hiks..hiks..

Nah mungkin cukup perkenalan castnya ya?

Kalau pembaca membaca ini cerita tolong as usual Reviewnya boleh donk hheee.. kok hira perasaan nyengir mulu ya? Iya lah hira seneng banget sama chingu semua yang udah baca dan Review, follow ato fav ff hira ini :D jeongmal gamsahamnida

Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini :D

Summarry :

"Tolong selamatkan dia. Dia memang bukan keluargaku tapi keluarganya sudah terlalu baik dan aku banyak berhutang budi pada mereka. Aku hanya memiliki sedikit uang tolong nyonya selamatkan dia!" Kaisoo and other/ GS/ Chaptered/ Frendship/ Romance/ Family/ DLDR!

Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D

It's Kaisoo couple and genderswitch

Hope you like it and Happy Reading ^_^

Previous chapter…..

PLAKKK! Satu tamparan lagi mendarat dipipi yang sama "Ya! Kau perempuan murahan, tak bisakah kau cari orang lain saja yang tidak punya calon istri?atau kau memang yeoja perebut namja orang lain eoh?jawab aku berengsek dasar pelacur!" makinya lagi. Ketika satu tamparan lagi hendak mendarat dipipinya tiba-tiba seseorang menghalangi aksi anarki yeoja itu.

PLAKKK! Semua yang melihatnya membulatkan matanya ketika yang tertampar itu adalah Kai "Kai/ oppa"..

.

.

Chapter 3

Lay, Baekhyun, Luhan dan Kyungsoo terkejut. "Jongin oppa!" Krystal terkejut "Kenapa oppa ada disini?oppa menyingkirlah aku ingin memberi pelajaran yeoja murahan ini yang telah berani-beraninya menggodamu dan merebutmu dariku padahal kita sebentar lagi akan bertunangan" ucap Krystal ngotot.

"Hentikan itu Krystal! Siapa yang kau sebut berengsek?siapa yang kau sebut murahan? Siapa yang kau sebut pelacur?" bentak Kai.

Smua orang yang berada disitu terkejut dengan Kai yang tengah membentak Crystal dan mereka hanya terdiam mendengar semua itu "Kau tahu aku tak pernah menerima rencana perjodohan itu. Kau tahu itu hanya baru rencana orangtua kita saja. Dan aku tak mau dijodohkan denganmu karena baik sebelum atau sesudah kau datang aku hanya mencintai satu orang. Kau carilah orang lain karna aku tak pernah bisa mecintaimu. Jangan bertepuk sebelah tangan, aku sudah sah melamar Kyungsoo dia mutlak calon istriku" jelas Kai pada Kristal.

"Tidak oppa aku tak terima kita akan bertunangan dan menikah secepatnya. Dan aku tak mau kau tinggalkan karna aku mencintaimu dan tak bisa hidup tanpamu, kau tahu oppa Sehun dan Suho sudah menyetujui mengundurkan pernikahan mereka sebelum kita bertunangan, dan oppa harus dengarkan orangtua kita dan satu lagi orangtuamu tak sudi menerima wanita jalang ini. Arra!" Kristal menunjuk Kyungsoo. semua terkejut dan terpukul terlebih Luhan dan Lay karna pernikahan mereka mendadak diundur tanpa sepengetahuan mereka.

"Sudah ku bil.." ucapan Kai terpotong oleh Kyungsoo yang angkat bicara. "Baiklah!" semua orang melihat kearah Kyungsoo sekarang "Krystal -ssi aku mohon maaf jika aku sudah merebut Jongin oppa darimu. Aku akan mengembalikan apa yang harusnya jadi milikmu" semua mata terbelalak mendengar keputusan Kyungsoo "Kyungsoo apa maksudmu?" kesal Kai "Aku titip Jongin oppa padamu, jangan kecewakan dia dan jaga ia baik-baik. Aku rasa kau bisa menjaganya lebih baik dibandingkan denganku" ucap Kyungsoo sambil tersenyum walaupun hatinya sangatlah hancur harus mengatakan semua itu. "Permisi. Kuharap kalian bahagia!" sambil beranjak pergi.

Kai hendak menyusul Kyungsoo tapi Kristal menahannya "Puas kau? Dengar aku tak mau denganmu!" sambil menepis tangan Kristal dan berlari menghampiri Kyungsoo. "Cangkaman.. kita harus bicara!" tegas Kai sambil menarik tangan Kyungsoo paksa.

.

.

Lay's PoV

Aku tak mengerti mengapa Suho oppa tak memberitahu perihal ini? Hah.. ini pasti appa Kang yang melakukannya tapi apa benar?tapi kenapa oppa hanya diam saja? Aku harus menghubunginya karena ia sedang di luar kota untuk mengurus perusahaan appa Choi jadi aku memutuskan menelfonnya.

~Meolli dolgo doraseo dasi sijakhaneun gose da waseo~ Suho's Wife calling. Suho tersenyum melihat siapa yang menelfonnya dengan cepat ia mengangkat telfonnya "Yeoboseo baby kau merindukanku eoh?kebetulan sekali aku baru akan istirahat makan siang" Lay berdecih "Wae baby? Kau marah padaku?" karena tak biasanya Lay berdecih menanggapi Suho jika mereka sedang tidak marahan "Sudahlah oppa kalau kau mau makan, makanlah dulu nanti kutelfon lagi" ucap Lay sambil memutus sambungan telfonnya. Merasa ada yang tak beres Suho balik menelfon Lay "Ada apa chagi? Aku tak jadi makan siang aku sudah kenyang " ucap Suho.

"Apa pernikahan kita di undur?kau yang menyetujuinya?kenapa tak bilang padaku?" Suho terkejut mendengar pertanyaan Lay karena sepengetahuannya hal ini tak akan terdengar oleh Lay dan Luhan. "Kau tahu cerita bohong ini dari siapa?" dusta Suho "Tak perlu berbohong aku tahu semua ini dari Krystal. Baiklah undur ya..undur saja dan kalau mau batal ya..batalkan saja!" ucap Lay marah "Mian baby biar aku jelaskan dulu" sela Suho "Tak perlu aku sudah tahu semuanya. Kalau bukan untuk yeoja berengsek itu aku masih bisa terima dan kenapa kita harus diatur appa Kang eoh? Kita yang menentukan bukan dia. Aku tidak terima semua ini Oppa!".

"Aku harap kau mengerti tak ada yang bisa aku lakukan baby, lagi pula bukan Kangin ajushi yang meminta penundaan pernikahan kita!" ujar Suho "Lalu siapa? Jawab!" Suho bungkam "Kau takut? Apa karena Appa kang adalah kakak eommamu? Kau merasa tidak enak? Kalau appamu yang bicara tak mungkin jadi begini."

"Dengarkan aku baby aku terpaksa melakukannya!" bela Suho "Terpaksa katamu?kau tak pernah begini sebelumnya seharusnya kau bisa pertahankan semua ini, ini sudh kali keberapa kita begini eoh?terserah padamu saja Choi Joonmyun-ssi selamat tinggal" ucap Lay sambilmemutus telfonnya. Sementara Suho mengacak rambutnya frustasi "Shiiittt".

.

.

TOK! TOK! TOK! Terdengar pintu rumah kediaman KyuMin diketuk seseorang "Cangkaman.." ucap seorang namja tinggi berkulit seputih susu "Lulu! Chagi kau sudah pulang?kenapa tak mengabari untuk di jemput?" ucap Sehun sambil tersenyum hangat memeluk Luhan, tapi Luhan hanya diam tak membalas pelukannya seperti biasanya.

"Sehunie kita harus bicara!" ucap Luhan dingin "Baiklah kita bicara di kamarku saja" sambil ke kamar Sehun di lantai dua. "Wae baby?ada apa?" tanya Sehun hati-hati. Ia merasa ada yang tak beres sehingga membuat hatinya tidak enak.

"Apa benar pernikahan kita diundur?" Sehun terkejut ternyata Luhan sedah mengetahui pengunduran pernikahan mereka "Dengarkan dulu penjelasanku baby!".

"Kenapa?apa karena Appa Kang memintanya?" Sehun terdiam "Hmm.. sudah kuduga, apa kau menolaknya?" Sehun tetap diam "Hmm.. sudah kuduga pasti kau menerimanya!". "Baby dengarkan aku. Appa Kang tidak menyuruh dan meminta apapun padaku. Hanya saja Aku tak punya pilihanselain mengundur semua ini karena aku tak bisa memberi tahu alasannya!" Sehun menjelaskan "Kau lebih memilih aku atau appa Kang eoh?Sehunie kita sudah lama bertunangan dan kita harus mengorbankan semua hanya karena appa Kang dan Krystal?kalau itu Kyungsoo aku bisa mengerti tapi untuk yeoja itu aku tak bisa. Kenapa kita harus diatur-atur sama appa Kang?apa karena dia pemengang saham paling besar di perusahaanmu?atau karena dia kakak eommamu?" ngotot Luhan.

"Ku mohon kau mengerti baby, bersabarlah semua ini demi kau" ucap Sehun "Apa?demi aku?atau demi appa Kang dan yeoja sialan itu?Pernikahan kita tak ada hubungannya sama sekali dengan bisnis!Terserah kau sekarang lebih baik kita tak usah menikah batalkan saja semuanya!" bentak Luhan dan beranjak pergi.

"Cangkaman.." Sehun menahan Luhan di depan pintu dan menguncinya tanpa sepengetahuan Luhan. "Kenapa? Mau apa lagi kau?aku sudah tak mau lagi berurusan denganmu kita putus saja ini aku kembalikan cincinmu." Ucap Luhan sambil melepas cincinnya dan menaruhnya di atas meja .

"Bersabarlah Hanie! Aku tak bisa berbuat apa-apa selain menurut. Aku sungguh mencintaimu dan tak bisa hidup tanpamu!" ucap Sehun menahan emosi karena takut kehilangan Luhan "Terlambat, aku tak mau lagi mendengar apapun alasanmu Tn. Cho Sehun yang terhormat" merasa frustasi karna takut kehilangan Sehun memeluk Luhan yang meronta dalm pelukannya "Kau tidak akan pergi kemana-mana baby kau akan tetap bersamaku".

"Terserah aku..mmppphhh" Sehun menmbekap bibir Luhan dengan bibirnya dengan kasar "Lepaskan!" Luhan sekuat tenaga mendorong Sehun karena merasa sesak dan kesal.

Setelah bebas dia mebuka pintu tapi.. "Mana kuncinya?" bentak Luhan "Kau mau apa?" Sehun mendekatinya mengunci dirinya dengan memegang pergelangan tangan Luhan kemudian mendorongnya ke ranjang. "Kau mau apa Sehun! Hentikan atau aku akan berteriak!" bentak Luhan "Teriak saja baby tak ada siapapun disini dan tak aka nada yang mendengarmu disini. Kau milikku selamanya! baby" ucap Sehun seduktif dan mulai merobek baju atas Luhan sehingga kancingnya bercecer dimana-mana "Kau gila Sehunie aku juga mencintaimu tapi kenapa kau korbankan aku?" ucap Luhan sambil meronta "Siapa yang menginginkan ini?aku juga tak mau jika tak terpaksa!" Sehun terus meneruskan aksinya.

Luhan yang lemah karena ia seorang yeoja berusaha meronta dan melawan Sehun yang kekuatannya lebih besar dari padanya. Walau terus meronta tetap saja Sehun menahannya di ranjang dan akhirnya pakaian mereka berantakan dan berceceran dilantai kamar Sehun.

.

.

"Yeolie oppa aku mau pergi dan tinggal dirumah Kyungsoo!" Ucap Baekhyun sambil mngemasi pakaiannya "Wae baby? Oke kalau kau sesekali ingin menginap tapi untuk tinggal bersama tapi bagaimana kalauKyungie kita suruh tinggal disini saja?" ucap Chanyeol sambil menahan aksi *mari mengemas barang* Baekhyun. "Kau tahu Kyungie tidak mungkin tinggal disini. Kau tahu kan keras kepalanya dia! Jadi biar aku yang tinggal disana lagi pula kita memang sudah menikah tapi kita kan masih seperti layaknya orang berpacaran biasa karena kita harus penuhi janji kita pada appa dan eomma!".

"Iya aku tahu tapi tidak dengan kau tinggal dengan Kyungie. kau tahu aku sangat mencemaskanmu Beikie! Aku tak bisa jika tak melihatmu, kau ini istriku. Kyungsoo sudah dewasa jadi tak perlu kau menjaganya terus-terusan" Chanyeol mulai marah "Aku tetap akan tinggal bersamanya".

"Heii.. aku ini suamimu dan kau harus menurut padaku!aku tak pernah mengizinkanmu pergi kemana-mana karena kau milikku Lee Baekhyun. Camkan itu baik-baik" Baekhyun tersentak melihat amarah Chanyeol "Kau jangan egois oppa! Kau selalu ingin memilikiku seenakmu sendiri" ucap Baekhyun kesal "Hei aku yang berhak 100% atas dirimu" bentak Chanyeol "Aku tak pernah mengizinkanmu jauh dariku termasuk Kyungsoo tak akan aku biarkan semua itu!" bentak Chanyeo lagi.

"Terserah padamu! Aku akan tetap pergi!" BRAKKK! Chanyeol membanting tas Baekhyun yang tadi sudh ia rapikan "Kau mau pergi?langkahi dulu aku Baekie! Aku tahu kau sangat menyayangi Kyungie dan aku mungkin egois tapi kau ingat pesan Kyungie agar kita saling menjaga dan memiliki karena aku tak bisa jauh sedikitpun darimu. Aku ada urusan jadi kau tak boleh pergi kemanapun. Aku pulang besok pagi" sambil menutup dan mengunci kamar dari luar Chanyeol pergi meninggalkan Baekhyun yang tengah menangis memohon agar pintunya dibuka, tapi Chanyeol menghiraukannya.

.

.

Sehun dan Luhan kini masih berada di kamar dengan tubuh polos mereka yang hanya dibalut dengan selimut. Sehun menggerakkan tubuhnya kearah Luhan yang tidur membelakanginya dengan punggung yang tadinya mulus sekarang sudah berserakan warna-warna kontras keunguan di beberapa bagian terlihat jelas didepan Sehun. Ia sadar betul apa yang baru saja ia lakukan pada Luhan ia tidak mabuk atau di bawah pengaruh obat-obatan terlarang ia melakukannya dalam keadaan sadar.

Sadar kalau ia mencintai Luhan dan takut kehilangannya. Sementara disisi lain Luhan sedang menerawang akan nasibnya tak pernah ia sangka bahwa orang yang paling ia cintai yang akan menjadi suaminya telah memperkosanya.

GREPP! Sehun melingkarkan tangannya memeluk Luhan tanpa ia sadari kalau yeoja itu tengah terjaga dari tidurnya "Hiks… Mianhe Lulu jika aku melakukan ini aku tak mau kehilanganmu aku benci itu Hannie". Mendengar isakan Sehun membuat Luhan mengerti akan ketakutan namja yang ia cintai itu, namun ia hanya terdiam membiarkan Sehun meluapkan kekesalannya pada dirinya sendiri dan atas perbuatannya padanya.

"Saranghe baby" ucap Sehun kemudian terpejam 'Nado saranghe chagi' ucap Luhan dalam hati.

Ketika sehun tengah terlelap dengan sangat hati-hati Luhan melepaskan diri dan memakai bajunya yang sudah terkoyak itu dan mengenakan hoodienya yang untungnya masih utuh. Lalu memutuskan pergi ke rumah Kyungsoo dan akan ikut Kyungsoo ke pergi untuk menenangkan diri dan merwat Kyungsoo meninggalkan Sehun dan semua masalah di Seoul.

.

.

"Kyungsoo! Kenapa kau lakukan ini eoh? Aku tak terima dengan semua keputusanmu ini tak adil untukku!" bentak Kai frustasi "Kita sudah bicarakan semua ini sebelumnya jadi kau ikuti semua kputusanku!". Kyungsoo hanya terdiam dan menahan air matanya agar tidak jatuh kearah Kai sebisa mungkin menyembunyikan rasa sakit yang teramat sangat dihatinya karena harus melepas Kai "Menurutku ini adil untukmu oppa! Kau tahu kau tak akan pernah merasa kecewa karena menikahi Krystal kau pasti bahagia dibandingkan denganku yang tak bisa mnejagamu dengan baik. Lagi pula aku belum tentu akan selalu ada untukmu Oppa".

Merasakan adanya keganjilan dengan kata-kata Kyungsoo, Kai pun berusaha mencari tahu dan mencerna perkataan Kyungsoo atas semua ucapannya "Maksudmu apa eoh?Aku ini tidak bodoh Kyungsoo?". "A-ani oppa tak ada maksud apapun. Aku hanya ingin oppa tak menderita dan kecewa pada akhirnya jika oppa bersamaku" Kai makin penasaran "Kau bilang kau tak akan pernah pergi dariku!".

"Iya memang aku pernah berjanji tapi mungkin sekaranglah waktunya kau menemukan orang yang tepat!"

Kai amat sangat murka ia mencengkram bahu Kyungsoo dengan sangat keras dan mengguncangnya "Katakan ada apa sebenarnya?apa yang kau sembunyikan Park Kyungsoo!" bentaknya lagi saking frustasi namun Kyungsoo selalu mengelak dengan berkata tidak apa-apa.

"Aku tidak bodoh Soo, tapi kalau kau memang menginginkannya aku tetap takkan pernah sedikitpun menerima keputusanmu, well aku memang egois tapi jika kau tetap keras kepala rasakan akibatnya sekarang juga". Kai mendorong Kyungsoo ke sofa dan mulai menciumnya kasar "Emmpphhh…oppa" Kyungsoo mendorong Kai "Apa yang kau lakukan?" bentaknya"Kau tahu apa yang akan kulakukan? Aku akan mengikatmu selamanya" Kyungsoo tercengang "Maksudmu apa?kau ingin melakukannya walaupun aku belum menjadi istrimu?kau gila oppa" teriak Kyungsoo sambil mendorong Kai lagi hingga terjatuh ke lantai "Kau pikir gara-gara siapa aku begini hah?" Disela-sela pertengkaran mereka terdengar suara pintu dibuka seseorang.

KREEETTT! Pintu rumah Kyungsoo terbuka. "Bekie! Kau kenapa kemari?" tanya Kyungsoo "Dan kenapa kau membawa tas besar kesini?" tanya Kai "Oppa aku mau tinggal disini" ucap Baekhyun "Kenapa bisa keluar?" tanya Kyungsoo heran "Aku kabur lewat jendela kamar" jawab Baekhyun polos. "Aku mau ke kamar aku lelah aku tak akan mendengar pembicaraan kalian"

TOK!TOKK!TOKK! suara pintu berbunyi ketika Kai dan Kyungsoo sedang bertengkar "Cangkaman.." Kyungsoo membuka pintu dan betapa terejutnya ia melihat Luhan yang benar-benar mengenaskan karena rambutnya berantakan dan wajahnya terlalu banyak bekas air mata "Eonni! Kau kenapa? Ada apa?" sambil memeluk Luhan karena hampir terjatuh lemas "Hiks…Kyungie.." lirih Luhan badannya treus gemetar dipelukan Kyungsoo "Ayo kita kedalam!" tapi tidak bisa tubuh Luhan terlalu lemas untuk menopang dirinya .

"Oppaa! Oppa!" teriak Kyungsoo memanggil Kai dan Baekhyun yang langsung berlari menghampirinya "Ada apa Kyungie?" Kai dan Baekhyun membulatkan matanya sempurna ketika melihat Kyungsoo dan Luhan yang menagis tengah berpelukan dilantai.

"Bantu aku bawa eonni ke kamar!" Kai segera menggendong luhan dengan bridal style ke kamar Kyungsoo dan membaringkanya disana dan menyelimutinya sementara Luhan terus memegang tangannya dan Baekhyun "Eonni ku mohon ceritakan padaku apa yang terjadi?" tanya Kyungsoo cemas. "Aku akan cerita tapi aku mohon Jongin keluar dulu" Kyungsoo dan Kai saling menatap dan akhirnya Kai mengangguk mengerti dan keluar dari kamar.

Luhan mengubah posisinya menjadi duduk "Ada apa eonni?" tanya Baekhyun lembut. Luhan membuka hoodienya perlahan, Kyungsoo dan Baekhyun membelalakan matanya karena kaget melihat pakaian eonninya terkoyak dan semua kancingnya terlepas dan terdapat bercak merah di lehernya seperti habis…bercinta?.

"K-Kyungsoo, Baekie eonni tidak suci lagi. Hiks.. eonni kotor.. hiks.. taka da artinya lagi" mendengar penuturan Luhan, Kyungsoo dan Baekhyun dapat menyimpukan bahwa eonninya ini telah diperkosa seseorang Kyungsoo pergi keluar kamar dengan wajah marah sementara Baekhyun terus memeluk Luhan memberinya kekuatan walaupun ia sendiri hatinya hancur melihat eonninya yang begitu memilukan. Kyungsoo mengambil pakaian miliknya untuk dipakai Luhan. Kai yang melihat Kyungsoo mengikuti langkah Kyungsoo yang tengah mencari pakaian "Ada apa Kyungie?" Kyungsoo terdiam "Kenapa dengan Luhannie? Apa yang terjadi?" tanya Kai lagi.

Kyungsoo menghela nafas menenangkan dirinya "Eonni! Habis diperkosa orang!" jawab Kyungsoo pilu, Kai tersentak kaget hendak menuju kamar Luhan tapi langkahnya ditahan Kyungsoo "Jangan sekarang oppa! Biar aku gantikan dulu bajunya" terang Kyungsoo dan Kai pun menurut setelah Luhan berganti pakaian Kai masuk kedalam kamar.

"BERI TAHU AKU SIAPA YANG MELAKUKANNYA LUHANNIE!" jerit Kai walaupun Luhan bukan saudara kandung Kai tapi Kai sudah menganggap Luhan seperti saudaranya sendiri dan Kai tahu pribadi Luhan amatlah sangat baik dan walaupun ia sudah bertunangan dengan Sehun mereka tidak pernah berbuat yang macam-macam dan selalu saling menjaga. "Ku mohon Kai, Kyungie, Baekie jangan katakan ini pada siapapun aku takut appa, dan eomma kecewa padaku, aku takut …..hamil hiks..hiks..". merasa ada yang ganjil dengan Luhan akhirnya Kai mencoba mencari tahu.

"Apa Sehun sudah tahu?" tanya Kai biasanya jika terjadi sesuatu apapun pada Luhan, Sehunlah satu-satunya orang yang pertama tahu, dan jika dia tidak tahu maka dialah pelakunya. Luhan terdiam "Apa Sehun sudah tahu? Jawab aku Lu?" Luhan hanya menangis "Jadi dia yang melakukan ini padamu? Berengsek biar ku beri pelajaran magnae setan itu" marah Kai yang sudah dinodai kepercayaannya oleh saudaranya sendiri.

Kai beranjak pergi dari rumah Kyungsoo walaupun masalahnya belum terselesaikan sementara Kyungsoo dan Baekhyun menemani Luhan yang tengah tertidur dan tak mau ia tinggalkan.

.

.

Kai sekarang tengah memasang helm di kepalanya bertujuan untuk pergi ke rumah Sehun sampai tiba-tiba ada seseorang yang memukul tengkuknya dengan amat sangat tak manusiawi sehingga ia terjauh pingsan, sebelum pingsan samar-samar terdengar suara seorang pria "Mianhe tuan kami hanya menjalankan tugas" setelah itu matanya tertutup rapat.

.

.

Jam 03.00 pagi sekali para yeoja yang kini berada di rumah Kyungsoo sedang berkemas-kemas, mereka memutuskan pergi hari ini. Dan karena Luhan terus merengek akhirnya mereka bertiga sepakat untuk pergi. "Hupfftt. Sudah selesai Kyungie?" tanya Baekhyun "Nee sudah. Kajja kita sarapan dulu setelah itu kita berangkat. Aku sudah menulis surat untuk bibi jadi dia tidak akan khawatir".

Selesai sarapan Kyungsoo mengunci pintu dan menyelipkan surat di bawah pintu rumah bibi tetangga sebelahnya itu. Saat perjalanan menuju terminal bis Lay menelfon Luhan "Kenapa Lay?kami sedang dijalan menuju terminal supaya taka da yang melihat kami pergi! Baiklah kalau begitu kami tunggu disana!" Luhan menutup ponselnya.

"Lay akan ikut kita tinggal disana tak apa-apakan?" tanya Luhan "Hmm? Kalau kami sih tidak apa-apa tapi apa jadinya jika kalian semua kabur gara-gara aku?" ucap Kyungsoo "Tenanglah aku akan jelaskan semuanya pada orang tua kita jadi tak akan ada yang akan menyalahkanmu, Kyungie" akhirnya Kyungsoo tersenyum lega mendengar penuturan Luhan tadi. Setibanya di terminal mereka melihat Lay yang tengah mnunggu mereka. "Sudah lama eonni?" Lay menggeleng menanggapi pertanyaan Baekhyun "Kajja kita berangkat, nanti keburu siang" ajak Lay. Merekapun naik bis dan beristirahat selama diperjalanan menuju Busan.

"Waaahhhh sudah sampai ya?" Lay terbangun karena Kyungsoo yang membangunkannya "Kita harus berjalan sedikit kedalam. Tak apa kan?" tanya Kyungsoo "Santai saja Kyungie. kajja" jawab Luhan. Tibalah mereka di sebuah peternakan yang indah dan luas.

"WAAAAAaa… indah sekali disini!"-Lay

"Iya aku belum pernah menemukan tempat yang alami begini di Seoul" –Luhan

"Aishh eonni ini bagaimana sih inikan peternakan ya sudah pasti keadaannya begini. Alami dan indah tapi jangan lupa disini banyak sapi-sapi ternak" tutur Baekhyun "Baekie pernah kesini?" tanya Lay penasaran "Nee aku pernah diajak Eomma Junsu kesini waktu berkunjung ke salah satu teman eomma dan Kyungie dulu sempat kerja disini".

"Dari pada berlama-lama kita masuk saja yu kedalam. Mian kita akan tinggal disini karena.." belum sempat selesai bicara Lay,Luhan dan Baekhyun sudah memotongnya "Horreee! Asal bersama pasti menyenangkan" Kyungsoo tersenyum lebar mendengarnya.

"Silahkan masuk! Maaf kalau tempatnya kecil habisnya Kyungsoo tidak memberi tahu kalau dia membawa temannya" ucap seorang ajhuma yang menyewakan kamar ini untuk kami "Tak apa ajhuma ini sudah lebih dari cukup dan kami rasa ini kami cukup tinggal berempat disini" ucap Luhan dengan senyum manisnya "Nee baiklah kalau begitu ajhuma permisi dulu nee! Jika ada apa-apa panggil saja rumah ajhuma ada di atas walaupun agak jauh".

"Nee ajhuma terimakasih" ucap mereka bersamaan seraya membungkukan badan dengan sopan.

Merekapun bergegas membereskan barang bawaan mereka dan merapikan barang-barang agar tertata rapi di tempatnya. "Hupff…capeknyaa!" ujar Lay sambil mengambil posisi duduk di sebelah Luhan "Tadaaaa…." Kyungsoo menyodorkan 4 gelas jus jeruk dingin dihadapan mereka "Waaahhh…segarnya!" ucap mereka bersamaan sambil tertawa sesekali.

"Hei Kyungie kenapa kau melepas baterai ponselmu?" Kyungsoo hanya tersenyum "Supaya tak ada yang menghubungiku dan melacakku. Kau tahu Jongin oppa kan?" mendengar kata-kata Kyungsoo mereka bertigapun membuka baterai ponsel mereka "Andweee! Kenapa kalian jadi ikut-ikutan?nanti kalau ada yang menghubungi kan susah. Ayo pasang lagi" tapi Lay, Luhan dan Baekhyun hanya menggeleng sambil tersenyum-senyum sendiri "Ini ada satu ponsel cadangan dan ini akan kita pakai bersama dan kalau kita mnghubungi orang-orang terdekat kita nomornya harus di rahasiakan!" ucap Baekihyun santai. "Aisshh terserahlah!".

Malam harinya mereka tidur berjejer di kamar yang hanya terdapat satu kamar mandi dan dapur dan satu ruangan serba guna bisa untuk tidur atau ruang tamu. Di tengah ada Baekhyun dan Kyungsoo, Luhan di samping Baekhyun dan Lay di samping Kyungsoo.

"Kyungie!" Kyungsoo menghadap Baekhyun yang memanngilnya "Hm?Wae Baekie?".

"Besok kita akan melakukan apa ya?" Kyungsoo membetulkan posisinya telentang menghadap langit rumah "Hmm.. aku mulai bekerja besok Baekie setelahnya aku harus ke rumah sakit bertemu uisanim karena harus tahu kondisiku yang harus cuci darah!" mereka semua termenung mendengar Kyungsoo.

"Baiklah kalau beggitu mulai besok aku juga akan cari kerja!"-Luhan

"Eonni serius?" tanya Baekhyun heran karena setahunya Luhan itu terlahir dari kalangan orang berada yang tak pernah kekurangan danLuhan dan Lay itu tak pernah bekerja sepertinya dan Kyungsoo "Aisshhh jangan memandangku begitu. Jangan remehkan eonnimu ini Baekie".

"Walaupun kami belum pernah melakukannya tapi kami juga ingin menjadi seperti kalian yang bekerja keras dan menghadapi dunia yang sebenarnya!" tambah Lay "Ooo iya Kyungie kau tak boleh kecapean lebih baik kau dirumah saja biar kami yang bekerja. Kata appaku harusnya kau dirawat".

"Ani eonni aku masih bisa bekerja lagi pula aku harus biayai pengobatanku. Sebelum aku tak bisa bekerja lagi, sebelum aku terbaring di rumah sakit dan tak bisa pulang kerumah lagi, sebelum aku pergi dan tak kembali lagi. Selama aku masih bisa melihat dunia dan kalian orang-orang yang paling berharga bagiku. Setidaknya aku bisa tenang karena telah berusaha semampuku eonni." Mendengar ucapan Kyungsoo air matapun mengalir di pipi ketiga temannya ini "Ke-kenapa kalian menangis?" mereka memeluk Kyungsoo bersamaan.

"Jangan berkata macam-macam ne.. kami akan bekerja dan berusaha agar kau bisa sembuh. Uang yang kita hasilkan sebagiannya harus kita kumpulkan untuk pengobatanmu dan sebagian lagi kita pakai untuk hidup sehari-hari" tutur Baekhyun.

"Benar dan kau tak boleh bekerja berat Kyungie. kami akan menjagamu dan selalu bersamamu jadi jika ada apa-apa katakan semuanya dengan jujur kepada kami. Dan itu harus!" Tambah Lay "Kalian ini memaksa sekali" mereka mendeath glare Kyungsoo "Nee..nee arassoo! Apapun yang terjadi aku pasti bilang kalian. Gomawo eonnideul. Baekie! Aku sangat bersyukur ada aklian disini" merekapun terlelap dalam tidurnya.

.

.

"Ya! Buka pintunya biarkan aku keluar!" bentak Kai sambil menendang-nendang pintu kamarnya yang terkunci. Sudah dua minggu ini Ia dikurung oleh appanya Kangin "Noona! Eommaa! Hyung! Tolong aku buka pintunya!" sambil terus berteriak "Tidak Jongin sampai hari pertunanganmu kau tak boleh keluar sama sekali" ucap Kangin "Kau harus makan sudah beberapa hari ini kau tak mau makan". "Biarkan saja aku mati. Lebih baik mati dari pada harus mengikuti keinginan appa!".

"Diam kau anak keras kepala! Lagi pula kau tahu Kyungsoomu itu sudah tak ada lagi di seoul malah dia membawa anak orang lain kabur. Kejahatan macam apa itu!" Kai terdiam mencerna perkataan Kangin "Dia tak akan pergi jika appa tak mengusirnya!" teriak Kai lagi "Terima kenyataan Jongin di tak baik bagimu". Kangin berlalu sambil terus mengepal tangannya karena kesal dengan ulah anaknya.

"Yeobo lebih baik kau biarkan Jongin memilih sendiri apa yang ia inginkan. Ini menyangkut kebahagiannya kau tak bisa memaksakan semua ini padanya" ucap sang eomma Leeteuk kepada suaminya. 'Jika saja dia tidak mengancam keselamatan ke-2nya akupun akan senang hati menerima Kyungsoo yang akupun sangat yakin dia bisa menjaga Jongin kita dengan baik. Tapi aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk terutama pada Kyungsoo yang ayahnya sudah sangat berjasa padaku dan keluarga kita dulu' batin Kangin "Sudahlah jangan bicara lagi. Ini sudah jadi keputusanku. Bagaimana Xiumin? Apa dia masih muntah-muntah?". "Belum tahu ia sedang pergi ke dokter bersama Tao sekarang" jawab Leeteuk lagi.

Malam itu terlihat dua keluarga yang tengah makan malam bersama. Ya disana ada Kangin sekeluarga bersama menantu dan kakak menantunya dan jangan lupa ada Krystal dan ibunya yang sedang makan malam bersama. "Bagaimana hasil pemeriksaannya Min?" tanya Kangin "Hm.. sebentar-sebentar aku tunjukan sesuatu" ucap Xiumin sambil beranjak mngambil amplop dari meja dapur. "Hmm.. appa dan eomma pasti terkejut dan akan sangat senang. Soalnya Chen gege juga tadi sangat bahagia sampai-sampai menggendong jijie dan tak berhenti bersyukur dan bilang makasih sama jijie di rumah sakit" ucap Tao. Yang lain masih terdiam mencoba mencerna apa yang sedang dikatakan yeoja bermata panda itu.

Tiba-tiba Xiumin menyodorkan secarik amplop yang diambilnya dari dapur barusan, Kangin pun membukanya "Benarkah ini?" tanya Kangin dengan wajah berseri-seri "Ada apa yeobo?coba aku lihat" dan Leeteuk pun berekspresi sama seperti Kangin "Syukurlah kita akan segera punya cucu" ucap Leeteuk sambil mengusap air matanya karena saking bahagianya "Selamat ya anakku. Jaga cucu kami baik-baik ya!". Tanpa mereka sadari ada yang memandang tak suka dengan kabar yang membahagiakan ini, mereka menganggap ini adalah ancaman besar jika keluarga Kim mempunyai cucu pertama bukan dari Krystal.

"Ttu benarkan kalian pasti sangat gembira eomma! Kandungannya berbeda 2 bulan dengan Tao eomma, kandungan Xiumin jie menginjak 3 bulan" ucap Tao lagi "Waaahhh…appa langsung punya cucu dua sekalugus donk!" ucap Kagin yang kekanakan, mereka pun tertawa bersama.

"Kami pamit dulu terimakasih atas undangan makan malamnya tuan Kim!" ucap Victoria yang tak lain adalah eomma Krystal "Nee sama-sama. Bagaimana kalau kalian sesekali menginap di rumah kami dari pada harus bolak-balik hotel setiap datang berkunjung kemari" ucap Kangin "Oh baiklah dengan senang hati" mereka membungkuk sopan dan menjauh dari rumah kediaman keluarga Kang itu.

"Krystal ini gawat!" ucap Victoria di dalam mobil mereka "Gawat apanya eomma?".

"Ini tak bisa dibiarkan. Krystal kita harus cari cara agar Xiumin menantu keluarga Kim itu keguguran".

"Maksud eomma apa?kenapa harus begitu?" Krystal masih bingung "Aissshh.. kalau cucu pertama mereka sampai lahir otomatis harta kekayaan keluarga mereka akan jatuh ke tangan cucu mereka juga!" ucap Victoria "Eomma aku kan akan menikah dengan Jongin oppa dan dia satu-satunya pewaris kekayaan Kim corporation itu karena kakaknya Chen tidak mau mengurusnya dia kan dokter".

"Krystal, cucunya akan menghalangi kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Walaupun Jongin pewaris satu-satunya tetap saja cucu pertama yang akan mendapatkan warisan terbesar dalam perusahaan tersebut. Jika kau yang memberi cucu pertama maka kita aman dan bisa meraup semua kekayaan mereka!".

"Gawat eomma kalau begitu. Jadi kita harus bagaimana supaya Xiumin eonni keguguran?" Victoriapun menyeringai dan membisikkan sesuatu pada anaknya Krystal.

.

.

"AAAAAAAAAAAAA!" seorang namja berteriak sambil membanting kursi "Dimana kau Baekie!" pekik Chanyeol sambil mengacak rambutnya kedua namja yang ada di dekatnypun hanya bisa terdiam. Ya Sehun, Suho dan Chanyeol terus mencari keberadaan dimana Lay, Luhan, Baekhyun dan V Kyungsoo tapi masih nihil "Bagaimana?apakah ada tanda-tanda keberadaan mereka?" ucap Enhyuk yang masuk sembarangan ke kamar kerja Chanyeol sambil membawa 3 gelas orange jus.

"Belum eomma, mereka sulit sekali untuk dilacak" jawab Suho sambil ikut mengacak rambutnya. "Mereka pasti baik-baik saja"celetuk Eunhyuk "Eomma! Kenapa eomma tahu?" tanya Suho penasaran "Ya eomma tahu karena Baekie pernah satu kali menghubungi eomma dan Ryowook ajhuma dan juga Heechul ajhuma agar mereka tak khawatir" Sehun, Chanyeol dan Suho memandang Enhyuk intens "Kenapa kalian memandang eomma begitu? Hei jangan kurang ajar ya sama eomma!".

"Eomma punya nomor telepon mereka?" Chanyeol bertanya penasaran "Tidak. Karena sekali ia menelpon nomornya dirahasiakan. Eomma hannya bisa pasrah saja dan berdoa untuk mereka dan berusaha terus mencari! Eomma rindu sekali pada Baekie" ucap Eunhyuk sambil meangis "Sudahlah eomma kami pasti menemukan mereka" Sehun meyakinkan "Pokoknya kalian harus mencarinya sampai ketemu! Sudah 3 bulan mereka pergi. Ini semua salah kalian yang seenaknya sendiri. Untukmu Sehun kau harus cepat menikahi Luhan jika dia sampai benar-benar hamil!" ucap Eunhyuk tegas baik Eunhyuk maupun Ryowook dan Sungmin telah mengetahui cerita tentang Luhan dan Sehun lewat pengakuan Sehun "Nee eomma aku pasti melakukannya".

"Dan kau Suho lebih baik cepat kau minta maaf dan jelaskan pada Ying yang sebenarnya" dan Suho hanya mengangguk.

.

.

"Nah ini pesanan anda nona selamat menikmati" ucap seorang yeoja cantik bernametag Luhan sedang mengantarkan pesanan tamunya. "Huppfff hari ini capek sekali ya! Banyak sekali pengunjung di hari libur begini!" ucap Luhan saat didapur dan menemukan Lay yang tengah sibu memasak. "Iya benar sekarang jam berapa ya?" tanya Lay "Jam 4. 45 sore" jawab Luhan "Nah ayo semangat 15 menit lagi kita pulang. Jangan lupa hari ini kita ke rumah sakit dulu Kyungie baru beres cuci darah kita pulang bersama!" Luhan mengangguk dan kembali mengantar pesanan ke meja tamu.

"Bagaimana dokter?" tanya Baekhyun saat melihat dokter keluar dari ruangan Kyungsoo "Makin parah, kankernya memasuki stadium tiga sebaiknya cepat-cepat mencari sumsum tulang belakang yang cocok" Baekhyun hanya terdiam "Kami masih mengusahakannya tapi nona tahu sendiri mencari pendonor itu tidak mudah".

"Jadi bagaimana mencegah kankernya agar tak berkembang ke tubuhnya dengan cepat?" tanya Baekhyun lagi "Kemoterapi, dia harus melakukan kemoterapi karena inipun salah satu upaya agar ia bisa bertahan dan sembuh dan satu hal lagi lebih baik dia berhenti bekerja karena kondisinya sudah sangat rawan dia bisa drop kapan saja" Baekhyun tertegun karena shock dengan ucapan dokter "Lakukan dokter bagaimanapun tolong selamatkan dongsaeng saya! Apapun itu dokter!".

"Baiklah kalau begitu akan saya atur jadwalnya kapan ia harus di terapi" Baekhyun mengangguk dan dokterpun pergi meninggalkannya. "Kajja Kyungie kita pulang" ajak Baekhyun "Baekie!".

"Hmm.. waeyo Kyungie?" sambil membantu Kyungsoo turun dari tempat tidur rumah sakit "Bagaimana kalau kita makan sup ikan tuna hari ini?".

"Hmm baiklah kalau begitu sampai dirumah nanti kita masak sup ikan ya!" merekapun berjalan keluar rumah sakit "Waahhh kalian sudah keluar ternyata. Kebetulan sekali ya baru saja kita mau masuk menjemput kalian!" ucap Lay "Kajja kita pulang hari ini kita makan sup ikan tuna buatan Lay" teriak Luhan kegirangan "Waaahhh kebetulan sekali ya Kyungie" Seakan mengerti dengan tatapah heran Lay dan Luhan "Tadi Kyungie bilang dia ingin makan sup ikan tuna dan kebetulan eonnideul bawa sup hhee" ucap Baekhyun cengengesan.

"Lets go home!" ucap ke-4 yeoja itu.

"Kyungie bagaimana tadi di rumah sakit?" tanya Lay sambil menata meja makan mereka "Biasa saja eonni aku sudah terbiasa jadi yah sama saja menyebalkan seperti biasanya" ucap Kyungsoo sambil tersenyum. "Tadaaa..makanannya sudah siap ayo cepat kita makan!" ucap Luhan dan Baekhyun "Horee selamat makann!" ucap mereka bersamaan.

"Oeeekk!" tiba-tiba Luhan merasa mual "Eonni gwenchana?" Luhan hanya mengangguk sambil terus meutup mulut dan hidungnya. "Ayo makan lagi!" perintah Lay "Oeekkk!Oeekk!" Luhan berlari ke kamar mandi memuntahkan semua yang ada di perutnya.

"Eonni gwenchana?" ucap Baekhyun sambil mengelus-ngelus punggung Luhan "Entahlah tiba-tiba aku merasa mual saat mencium bau sup ikan itu" Lay yang menyadari keanehan Luhan setelah makan buru-buru pergi ke luar untk mencari sesuatu.

Ckleek!

"Lay eonni dari mana saja kok baru pulang?" tanya Baekhyun "Aku baru dari apotik. Apa Kyungie sudah tidur?" Baekhyun menggeleng "Belum eonni. Oh iya aku lupa eonni beli obat Kyungie ya!" Lay mengangguk mereka sedang duduk menyiapkan kasur mereka untuk tidur dan Lay tiba-tiba duduk di antara mereka "Ini obatnya cepat minum Kyungie! dan ini Lulu coba kau pakai ini" Lay menyodorkan sebuah alat tes untuk Luhan semua yang ada disitu terheran-heran menatap apa yang diberikan Lay pada Luhan.

"I-ini testpack" ucap Kyungsoo "Ini alat test kehamilankan?" Lay mengangguk "Maaf Lulu aku hanya khawatir padamu ddan.." ucapan Lay terpotong Luhan "Aku mengerti Lay aku tak marah malah aku bersyukur punya teman yang pengertian sepertimu. Tapi jika terjadi sesuatu bagaimana?" ucap Luhan lirih, ya, Luhan memang tahu kalau Lay adalah tipikal orang yang sensitive dengan keadaan orang-orang sekitar dan entah karena appanya seorang dokter ia menjadi sensitive dengan keadaan Luhan saat ini.

Tiba-tiba Kyungsoo menggenggam erat tangan Luhan mencoba memberinya kekuatan "Tenanglah eonni ada kami. Kami tahu eonni kuat" Luhan melihat kearah Lay dan Baekhyun "Benar eonni!" ucap Baekhyun meyakinkan. "Baiklah aku coba dulu ya!" Luhan beranjak menuju kamar mandi mereka.

.

.

Setelah lima menit menunggu akhirnya Luhan keluar dari kamar mandi. "Bagaimana hasilnya?" tanya Lay "Tidak tahu belum ku lihat". "Baiklah kita tunggu lima menit lagi!" tambah Lay.

Lima menit berlalu akhirnya mereka mengambil alat test yang tadi dipakai Luhan dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat dua garis yang keluar yang menunjukan bahwa pengguna positf hamil. Luhan yang melihatnya langsung merosot kelantai saking lemasnya sementara yang lainnya hanya bisa diam terpaku tak sadar bulir-bulir bening air mata tengah menganak sungai dipipi mereka ber-4. "Bagaimana ini? Kenapa harus begini?AAAAAAAAA! kenapa aku harus hamil?" kesal Luhan sambil memukul-mukul perutnya "Jangan begini eonni" ucap Baekhyun sambil memegang tangan Luhan yang terus memukul perutnya. Lay dan Kyungsoo ikut memeluk Luhan yang tengah histeris "Sudahlah Lulu tenanglah! Jangan begini. Kau harus tabah kau pasti kuat menjalani semua ini!" ucap Lay sambil menangis.

"Eonni! Ku mohon eonni jangan begini, bayi yang ada di perut eonni tidak bersalah. Jangan sakiti dia eonni!" ucap Kyungsoo dan selang beberapa lama Luhanpun tenang. Keheningan terjadi beberapa saat diantara mereka hingga satu suara mengejutkan mereka "Bagaimana ini?" tanya Luhan "Bagaimana apanya?" Baekhyun balik bertanya.

"Apa aku gugurkan saja bayi ini?"-Luhan

"ANDWEEE!" tiga orang tersebut berteriak "Apa eonni tak menginginkannya? Janin itu hidup dan tak berdosa sama sekali eonni" ucap Baekhyun.

"Apa kau tak menginginkannya?" tanya Lay "Aku.. sebenarnya aku menginginkannya tapi tak sekarang, aku menginginkannya saat aku sudah sah menjadi seorang istri bukan begini. Kenapa ia datang sebelum aku menikah?".

"Lalu sekarang eonni ingin bagaimana?" tanya Kyungsoo "Aku akan menggugurkannya aku tak mau menanggung malu dan.." PLAKK! Satu tamparan mendarat di pipi mulus Luhan. Lay dan Kyungsoo terkejut melihat Baekhyun menampar eonni kandungnya sendiri.

To Be Continue

Hira fast update nih padahal baru kemaren update hheeee..
semoga pas baca chapter 3 ini pada jelas dan gak pusing lagi ya :D

As usual review= you give spirit to me :D

See you on the next chapter