Present

THAT'S THE TRUE LOVE 2nd Edition -

EXO, DBSK AND SUJU COUPLE

Main Cast : KAISOO COUPLE

KIM JONGIN A.K.A KAI (NAMJA) X DO KYUNGSOO A.K.A DO (YEOJA)

Support Cast : ALL EXO AND SUJU COUPLE

KAISOO, KRISTAO, CHENMIN, HUNHAN, SULAY, KYUMIN, KANGTEUK, YUNJAE, YOOSU, HAEHYUK, WONBUM, HANCHUL, YEWOOK

Rated: T

Genre : Friendship, Family, Romance little bit hurt

Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere, Failed Humor, Boring, alur absurd dan kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D

~Don't Like Don't Read~

SEBELUMNYA HIRA MAU BILANG BIG THANKS TO YOU ALL YANG UDAH REVIEW CHAPTER SEBELUMNYA ^_^ REVIEW KALIAN BIKIN HIRA SEMANGAT BUAT LANJUTIN CERITANYA HHHEEE… KEEP REVIEW YA YANG UDAH BACA FF ABSURDNAN MEMUSINGKAN INI :D JEONGMAL GAMSAHAMNIDA *BOW

Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini :D

Summarry :

"Tolong selamatkan dia. Dia memang bukan keluargaku tapi keluarganya sudah terlalu baik dan aku banyak berhutang budi pada mereka. Aku hanya memiliki sedikit uang tolong nyonya selamatkan dia!" Kaisoo and other/ GS/ Chaptered/ Frendship/ Romance/ Family/ DLDR!

Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D

It's Kaisoo couple and genderswitch

Hope you like it and Happy Reading ^_^

Previous Chapter..

"Lalu sekarang eonni ingin bagaimana?" tanya Kyungsoo "Aku akan menggugurkannya aku tak mau menanggung malu dan.." PLAKK! Satu tamparan mendarat di pipi mulus Luhan. Lay dan Kyungsoo terkejut melihat Baekhyun menampar eonni kandungnya sendiri.

.

.

.

Chapter 4

"Hiks..Eonni egois..hiks..jangan berpikir pendek eonni..hiks..pikirkanlah yang matang" teriak Baekhyun disela tangisnya.

"Kau tahu eonni bagaimana rasanya dibuang? Tidak kan? Kau tahu eonni bagaimana sakitnya tak diinginkan? Kau kahu eonni betapa pedihnya hidup ini ketika kita dibuang dan di campakkan seperti sampah terlebih oleh orang itu adalah ibu sendiri!" bentak Baekhyun "Kau egois".

Kyungsoo beranjak memeluk Baekhyun yang tengah bergetar badannya.

"Anakmu tak berdosa sama sekali! Aku merasakan bagaimana sakitnya dibuang aku merasakan semua penderitaan itu amatlah menyakitkan dan menyedihkan tak bisakah kau mengerti itu? dan sekarang aku akan melihat eonniku sendiri melakukan hal yang sama seperti Seohyun memperlakukan aku? Jika kau tak menginginkannya berikan saja dia padaku!aku yang akan jadi eommanya!" pekik Baekhyun dengan airmata yang makin mengalir deras.

Luhan hanya menangis pilu dalam pelukan Lay dan jadilah malam itu malam yang memilukan bagi mereka semua.

.

.

"Sedang apa disini?" tanya Lay sambil memberikan jaket pada Baekhyun "Eonni belum tidur?" Lay menggeleng sambil tersenyum lembut.

"Ani aku tak bisa tidur! Aku keterlaluan pada eonniku sendiri eonni. Tapi apakah aku salah?ya mungkin aku memang tak bisa di maafkan tapi apapun yang terjadi aku akan terus menemaninya hingga anak itu lahir. Jika dia tak menginginkannya maka aku akan mengambilnya" ucap Baekhyun.

"Ani…kau tak salah sama sekali tapi Lulu mungkin masih Shock dengan semua ini tapi aku yakin eonnimu wanita yang kuat, dia bisa melewati semua ini selama kita selalu mendampinginya" Baekhyun mengangguk pasti.

"Lalu bagaimana keadan Kyungie?" Baekhyun kembali termenung "Baekie! Apakah?".

"Nee eonni benar Kyungie makin parah dia harus kemoterapi dan berhenti bekerja tapi dokter bilang mereka mengusahakan sumsum tulang belakang untuk Kyungie dan dokter bilang Kyungie bisa drop sewaktu-waktu dan itu akan mengancam nyawanya!" Lay hanya terdiam ia berusaha menetralkan perasaannya yang berkecamuk sakit dan kemudian menatap langit sama seperti Baekhyun "Baekie!". Panggil Lay yang hanya di jawab "Hm?" oleh Baekhyun.

"Apa Kyungie sudah tahu keadaannya?" tanya Lay "Nee dia sudah tahu bahkan sebelum aku mengetahuinya. Aku tak tahu harus bagaimana. Disisi lain aku bahagia Lu eonni mengandung dan aku akan punya keponakan tapi disisi lain aku sedih, amat sangat menyakitkan bila aku mengingat keadaan Kyungie!".

"Tuhan amat sangat baik ya Baekie" Baekhyun menoleh kearah Lay tak mengerti dengan ucapannya

"Ya.. disaat kita sedih Tuhan masih memberikan kebahagiaan yang membuat kita tersenyum di sela-sela kepedihan yang kita alami. Tapi aku yakin Kyungie anak yang kuat dan tak akan pernah mengecewakan kita" lanjut Lay, Baekhyun akhirnya tersenyum. Tanpa mereka tahu Kyungsoo sedang mendengarkan pembicaraan mereka diluar ia terharu mendengar obrolan kedua saudaranya itu 'Aku berjanji untuk selalu terbuka pada kalian' batin Kyungsoo dan kemudian beranjak tidur.

.

.

Pagi yang cerah ini ke-4 yeoja yang tengah tertidur pulas terbangun oleh suara kicau burung yang dekat sekali dengan jendela mereka "Euugghh!" Kyungsoo menggeliatkan tubuhnya dan melihat orang-orang di sekitarnya masih tertidur pulas. Tak mau membangunkannya Kyungsoo beranjak perlahan dia membuka jendela agar udara pagi yang segar masuk kedalam ruangan kecil tepat mereka tinggal.

"Eugg! Sudah bangun Kyungie!" tanya Lay diikuti dua orang yang tengah terbangun "Mianhe jika aku membangunkan kalian"mereka bertiga menggeleng.

"Waaahhhh hari ini indah ya!cerah sekali cuacanya!" ucap Baekhyun sementara Luhan masih termenung mengingat kejadian semalam sadar akan hal itu Baekhyun dan Kyungsoo duduk kembali di kasur mereka dan sekarang mereka tengah duduk melingkar "Eonni! Mianhe semalam aku sudah marah dan menyakitmu" ucap Baekhyun memulai pembicaraan.

"Untuk apa Baekie minta maaf? kau tak salah sama sekali malah eonni harusnya berterimakasih sama Baekie. Eonni terlalu bodoh sampai melupakan bahwa kalian ada untuk eonni! Dan eonni sadar akan semuanya mau Sehun-

Semua terdiam menunggu ucapan selanjutnya dari Luhan

-tau atau tak tahu ada kalian yang selalu menjagaku dan anak ini tetap miliku dan dia hidup. Mianhe atas semua kebodohanku tapi tolonglah beri aku kepercayaan menjaga anak ini Baekie aku tak ingin kehilangannya tak mau melakukan kebodohan dan tak mau menyakitinya tolong jangan ambil dia ya Baekie!".

"MWO! Jadi Sehun.." teriak Lay yang baru mengetahuinya.

"Nee eonni, Sehun oppa yang melakukannya" ucap Baekhyun diikuti anggukan dari Kyungsoo "Jadi kalian sudah tahu?" mereka mengangguk kembali "Aisshhh jinjja.. kenapa si setan itu melakukan ini padamu?bukankah kalian ini selalu saling menjaga?" Luhan menunduk dalam "Hunie oppa tak mau kehilangan Hannie eonni" mereka memandang Kyungsoo heran "Setahuku begitu karna.." hampir saja Kyungsoo keceplosan namun ia urung melanjutkan kata-katanya.

"Karena apa?" tanya Lay,Luhan dan Baekhyun menuntut "A-ani tak apa-apa" ketiga yeoja itu mengerutkan keningnya curiga "Katakan Kyungie!" perintah Baekhyun melihat Kyungsoo terdiam gugup "Kau tak pandai berbohong" tambah Lay. Hupfff Kyungsoo menghela nafas berat,percuma juga menyembunyikan semua dari mereka pasti ketahuan pikirnya "Jongin oppa hampir saja melakukan hal yang sama jika Baekie tidak datang waktu itu".

"MWOYA!"

ketiga yeoja itu memekik.

"Aisshh dasar kurang ajar mereka itu, sudahlah"marah Lay kemudian ia menoleh kearah Luhan yang menunduk kemali "Dasar pabbo sudah pasti Baekie tak akan mengambil anakmu dan kita semua pasti akan saling menjaga satu sama lain" ucap Lay yang mengundang tawa bahagia mereka semua.

"Jadi bagaimana kalau kita ke rumah sakit sekarang memeriksakan keadaan baby. Mumpung hari lagi cerah sambil jalan-jalan dan setelah itu kita rayakan atas mengandungnya Lulu eonni" ucap Kyungsoo sambil tersenyum senang yang di jawab anggukan Ya dari Luhan, Lay dan Baekhyun.

.

.

Sekarang ke-3 yeoja tengah duduk menunggu hasil pemeriksaan Luhan "Bagaimana uisanim?" tanya Lay saat dokter dan Luhan keluar dari ruang prakteknya "Apa yang kau rasakan selama hampir 2 bulan ini?" tanya dokter "Saya selalu merasa pusing dan mual-mual terutama di pagi hari tapi saya baru merasakan ini dua minggu yang lalu uisa!" jawab Luhan "Nyonya Kim selamat anda mengandung dan usia kandungan anda sudah 2 bulan lebih".

"MWO?" ke-4 yeoja dihadapan dokter terkejut "Ya mungkin kalian bingung tapi seorang ibu hamil mempunyai reaksi berbeda pada kehamilan bisa saja saat bayi berusia 1 minggu dia bisa muntah-munta atau dua bahkan tiga bulan ia baru merasakan morning sickness" jelas dokter yang di balas dengan anggukan tanda mengerti.

"Dan nyonya tidak boleh terlalu lelah karena masa hingga 3 bulan adalah masa rawan. Jadi jaga kandungan anda baik-baik".

"Nee dokter terimakasih kami pamit dulu" ucap ke-4 yeoja itu dan meninggalkan ruang dokter.

.

.

Di kediaman keluarga Kim yang biasanya ramai malam hari terlihat tenang ini karena Kai tak mengamuk. Kai sudah seminggu tak makan dan ia harus hidup dengan selang infus yang menancap di tangan kirinya. Tubuhnya lebih kurus dari sebelumnya dan pipinya menjadi tirus dan jangan lupakan wajahnya yang memucat.

Cekrek!

Terdengar seseorang membuka pintu yang terkunci dari luar itu, setelah masuk yeoja itu menutup dan mengunci pintunya kembali dari dalam "Jongie!" Kai yang tengah duduk di lantai mendongak kearah yeoja yang menghamipirinya. "Wae noona? Ada apa noona kemari? Nanti ketahuan appa" Xiumin duduk mensejajarkan diri dihadapan Kai "Semua orang telah tertidur jadi aku kemari. Ini makanlah sedikit Jongie kau sudah tak makan selama satu minggu ini. Kau mau mati lemas eoh?" Kai menggeleng.

"Kau memikirkan Kyungsoo eoh?" Kai mengangguk "Kata appa dia pergi dari Seoul. Benarkah itu noona?" Xiumin terdiam sejenak "Nee dia memang pergi" Kai menunduk "Dan appa bilang dia bawa kabur anak orang, apakah itu benar juga?" tanya Kai "Ani.. itu tidak benar sama sekali. Mereka yang ingin ikut pergi bersama Kyungsoo alasannya karena mereka ingin menenangkan diri dan menjaga Kyungsoo disana".

"Maksud noona menjaga Kyungie disana? Apa noona tahu dimana mereka sekarang?" Kai menatap curiga , Xiumin yang mengerti tatapan dongsaengnya itu akhirnya pasrah "Baiklah dengan satu syarat kau harus sehat dan makan jika kau ingin mengetahuinya" Kai mengangguk setuju.

"Aku tak tahu mereka ada dimana tapi mereka kadang menelfon ke nomorku dengan nomor mereka yang dirahasiakan. Mereka selalu menanyakan keadaanmu dan kau tahu Kai. Kyungsoo sedang sakit sekarang dan Luhan bilang kau harus sehat dan bahagia jadi Kyungsoo tak sakit lagi. Kyungsoo tersiksa memikirkanmu yang tak mau makan" ucap Xiumin berbohong sebenarnya Xiuminlah yang mengetahui keadaan Kyungsoo yang sebenarnya setelah Tao karena Lay adalah dongsaeng Tao yang selalu Lay kabari dan pinjami uang "Benarkah dia memikirkanku?lalu kenapa dia pergi dariku?".

"Jongie kau tahu appamu kan? Kyungsoo tak bisa berbuat apa-apa maka kaulah sebagai namja yang harus bertindak bukannya berbuat seperti ini" ucap Xiumin lagi dan Kai termenung sejenak memikirkan kata-kata noonanya barusan "Nee kau benar noona. Aku akan cari Kyungsoo! Lalu bagaimana keadaan Lay, Luhan dan Baekie?".

"Mereka baik-baik saja cepat makanlah" Kai pun mulai menyuap nasi kemulutnya walaupun tidak habis yang penting Kai makan begitu pikir Xiumin lalu melenggang keluar dan kelmbali kekamarnya.

"Ke kamar Jongie lagi?" Xiumin mengangguk atas pertanyaan Chen "Kau belum tidur?" Xiumin balik bertanya "Mana bisa aku tidur sementara istriku entah dimana".

"Kau ini manja sekali Chen" Xiumin mengambil posisi disebelah Chen "Selain orang lain kau jangan lupa perhatikan aegya kita dalam perutmu yeobo!" Xiumin mendekatkan dirinya meminta pelukan dari sang suami "Chen! Kau percaya aku-kan kalau aku menjaga anak kita?" Chen mengangguk "Aku khawatir dengan keadaan Kai. Ia makin buruk saja dan entah mengapa aku tak suka dengan kluarga Krystal itu" jelas Xiumin yang tengah menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.

"Aku juga mengkhawatirkannya tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa dengan appa! Tapi aku juga berusaha mencari cara agar pernikahan itu tak terjadi. Oh iya ada yang ingin aku tanyakan padamu!".

"Apa?" tanya Xiumin "Apa kau sering pergi berbelanja akhir-akhir ini?".

"Maksudmu?" Xiumin lupa kalau kartu ATM, tabungan bahkan kartu kredit milik Chen selalu ada padanya karena Chen mempercayakan Xiumin untuk me-manage uang mereka "Hmm.. i-itu iya aku pergi belanja. Maaf jika itu berlebihan!" Chen menggeleng "Tak masalah tapi kenapa transaksinya menunjukan nominal yang tak layak jumlahnya untuk berbelanja? Itu seperti jumlah biaya pengobatan menurutku" ujar Chen Xiumin terdiam "Ah kau ini. Mungkin karena kau seorang dokter jadi kau kira itu jumlah pengobatan" ucap Xiumin "Benar juga ya tapi.." ucapan Chen terpotong dengan Xiumin yang menguap "Aku lelah Chen! Aku ingin tidur".

"Nee tidurlah".

.

.

Kangin POV

Kulangkahkan kakiku kekamar putra keduaku. Ya putraku yang selalu membuatku bimbang akhir-akhir ini karena kondisinya makin buruk. Sudah seminggu ini dia tak mau makan. Ku mantapkan kakiku melangkah menuju kamarnya setelah noonanya keluar dengan makanan yang masih bersisa membuatku agak sedikit lega.

Kangin Pov end

Cklek..

Kangin membuka pintu kamar Kai yang terkunci, dilihatnya Kai tengah menatap kosong kelangit-langit "Mau apa appa kesini?pergilah" ucapnya dingin, namun Kangin tetap mendekati putranya itu. "Appa bolehkah aku keluar dari sini?aku aka menurut pada appa mulai sekarang, aku pasrah appa. Aku ingin menjalani hidupku" Kangin mengernyit hei sejak kapan Kim Jongin yang keras kepala dan selalu mendapatkan keinginannya kini tengah berputus asa dalam hidupnya?oh Kaingin ingin sekali membenturkan kepalanya ketembok melihat sang putra keduanya tengah berputus asa. Ia merasa gagal menjadi seorang appa.

Ya, harus Kangin akui kedua puteranya tak pernah mengecewakannya walaupun ketika harus meneruskan perusahaanya keduanya jelas menolak tapi kedua putranya tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mandiri dan cerdas walaupun keduanya amat sangat dimanjakan oleh kedua orang tua mereka.

"Kai!" merasa dipanggil Kaipun menoleh menatap Kangin yang tengah menatapnya "Kau masih ingat?dulu waktu kau SMP kau sangat ingin bekerja gara-gara kau ingin menafkahi eommamu?" Kai tersenyum kecil menerawang memingat dirinya dimasa lalu. "Waktu itu appa dan eomma bertengkar hanya gara-gara appa terlalu sibuk mengurus perusahaan kita di Jepang dan eommamu marah karena appa mengabaikan kalian tanpa appa sadari" Kangin tersenyum.

"Yeah…well disitu kita melihat Chen hyung yang tak pernah marah menjadi sangat menyeramkan karena murka pada appa" sela Kai "Nee dan kaupun lebih menyeramkan ketika marah karena eommamu tersakiti olehku hingga akhirnya kau dan Chen mendiamkanku dengan pulang kerumah selalu malam. Dan ketika aku mengikutimu ternyata aku melihat putera keduaku tengah menjadi seorang kuli angkut disebuah supermarket".

"Ya dan hari itu adalah hari aku mendapatkan upah dari hasil jerih payahku selama bekerja disana" sela Kai lagi "Dan menjadi akhir karirku sebagai kuli angkut karena seseorang menghajar sang boss supermarket dan mengacau disana" Kangin tersenyum dengan ucapan Kai.

Ya.. tak bisa dipungkiri ia kesal dengan Kai yang sering pulang malam karena itu. "Dan ketika aku tahu alasannya akupun menjadi sangat malu padanya. Walaupun kerja sebagai kuli dan itu amat sangat melelahkan, ia masih bisa belajar dan membahagiakan eommanya. Menciumnya hangat dan selalu ceria dan menghibur sang eomma hingga akhirnya aku sadar dengan apa yang telah aku lakukan" merekapun terhanyut dalam perbincangan masalalu. Oh betapa Kangin merindukan sang putra yang tersenyum cerah kepadanya.

"Kai aku membebaskanmu! Jika kau mau keluar dan beraktivitas lagi lakukanlah tapi jangan sampai tidak pulang kerumah. Dan kau harus ingat pertunanganmu. Arra?" Kai terkesiap mendengar pernyataan Kangin. Iapun tak menyia-nyiakn kesempatan dan mengangguk mantap.

Kanginpun tersenyum, ia tahu apa yang akan dilakukan putranya setelah ini tapi ia tahu Kai takkan pernah membiarkan dirinya menikah dengan Krystal dan akan mencari Kyungsoo tapi Kangin tak mempermasalahkannya ia tahu Kai anak yang posesif dan setia sangat menurun padanya. Iapun tersenyum dan memeluk puteranya dan Kaipun balas memeluknya.

.

.

"Mwo? Mau minta uang lagi? Sekarang untuk apa lagi?" tanya Tao kepada orang diseberang telfonnya. Kris yang tengah bersiap-siap berangkat kerja heran melihat Tao yang menelfon dengan berbisik "Baby!" Tao yang terkejut spontan menutup telfonnya "Nee gege sudah mau berangkat ya?" tanya Tao sambil menyembuyikan rasa gugupnya takut-takut Kris mendengar obrolannya "Kau bicara dengan siapa? keanapa berbisik seperti itu?" tanya Kris sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Tao dan mengelus perut Tao yang mulai membuncit. "Bukan siapa-siapa ge hanya teman lama yang berkonsultasi tentang kandungannya".

"Hmm.. begitu ya? Baby aku ingin bertanya sesuatu!" tanya Kris lagi "Apa ge?". "Apa kau berbelanja keperluan bayi akhir-akhir ini? Aku perhatikan transaksimu besar sekali atau kau belanja barang-barang baru?" Kris yang mengetahui bahwa pandanya ini adalah seorang shopaholic dan selalu memburu barang-barang yang harganya selangit kali ini heran dengan transaksi yang dialkukan istrinya mengingat uangnya berkurang begitu banyak tapi tak satupun ada barang buktinya.

"Iya ge aku.." belum sempat menjawab Kris sudah menyela "Jangan berbohong baby!"Kris menginterrupsi. Tao yang merasa buntu akhirnya menemukan alasan lain "U-uangnya aku pinjamkan pada temanku karena dia butuh uang untuk pengobatannya ge. Karena kasihan aku ingin membantunya" dusta Tao pada suaminya "Nee kalau begitu tak apa-apa ingat juga kau harus perhatikan kebutuhan aegya kita, arra?" Tao mengangguk "ge aku harus berangkat ke rumah Leeteuk eomma aku janji kami akan pergi belanja sama-sama" ucap Tao sambil menarik tangan Kris. "Ne.. pelan-pelan jalannya kau sedang hamil, baby!"

.

.

TOK! TOK terdengar pintu ruangan Kris di ketuk seseorag "Masuk lah!" Kris membalik tubuhya kearah pintu tersebut "Kenapa datangnya rame-rame begini?" Tanya Kris melihat Sehun yang datang bersama Suho, Chen dan Chanyeol "Aku tahu maksud hyung memanggil Sehun pasti ada sesuatu yang penting mengenai Luhan jadi kami ikut" ucap Suho polos.

Kris menghela nafas dengan kelakuan para dongsaengnya itu "Aisshh sok tahu sekali. Aku memanggil Sehun justru ingin tahu perkembangan pencarian kalian. Karena dia yang paling dekat dengaku disini!"

"Yaaa…" semuanya kecewa mendengar penuturan Kris "Jadi bagaimana perkembangannya?" tanya Kris "Nihil!" ucap Chanyeol frustasi. "Arra. Aku juga masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan mereka. Mereka pintar sekali bersembunyi!" ucap Kris lagi. "Oh iya bagaimana keadaan Kai apa kalian sering menjenguknya?" tanya Kris lagi.

"Appa Kang melarang kami bertemu langsung dengan Kai, karena dia mengira kami akan membawa kabur putra pewarisnya itu" ucap Suho. "Dia makin buruk saja. Dia hanya hidup dengan selang infus dan lebih memilih mati ketimbang makan dan menikah dengan Krystal itu hyung" jelas Chanyeol.

"Hupffff.." Chen menghela nafas "Kenapa hyung?" tanya Sehun "Hari ini sepertinya keluarga Krystal akan menginap di rumah dan membicarakan persiapan pertunangan mereka, aku buntu harus bagaimana lagi mengundur pertunangan mereka. Aku perihatin melihat kondisi Kai saat ini dia benar-benar membutuhkan Kyungsoo tapi dia malah menghilang entah kemana" ucap Chen

"Iya aku tanya pada ajhuma tetangga dekat Kyungsoo mereka juga menjawab tidak tahu kemana dan hanya menunjukan secarik surat yang di tulis Kyungsoo" Kris menautkan keningnya.

Sementara mereka saling diam dan larut dalam pikiran masing-masing tiba-tiba terdegar ketukan pintu diruangan Kris "Kau janjian dengan mahasiswamu hyung?" tanya Chen "atau dengan Tao noona?" tanya Sehun Kris hanya mengendikan bahunya "Masuk" perintahnya.

Seketika mata ke 5 namja yang tengah berada diruangan itu membulat melihat sosok yang selama kurang lebih dua bulan ini tak terlihat tengah berdiri di depan pintu dengan wajah yang cerah walaupun Nampak sedikit kurus dan berantakan. "Kai!" pekik mereka bersamaan, ke 5 namja itu sontak berdiri dan menghambur memeluknya erat seakan mereka amat merindukan sosoknya. Ya.. memang nyatanya mereka amat sangat merindukannya.

"Ya! Ya! Jangan begini aku se-sesaaaaakkkk" ucap Kai berusaha berbicara "Kalian ingin aku mati eoh? Aku tahu kalian merindukan sosok yang berkarisma ini tapi bukan begini caranya" Sehun mendengus sebal "Sepertinya uri Kkamjong sudah kembali" goda Suho"Yeah dan dengan sejuta rencana yang akan ia lakukan" Kai menyeringai dengan ucapan Kris yang tepat sasaran. Krispun mengerti dan menunjukan smirk yang sama dengan Kai. "Well kurasa semua akan berjalan lebih cepat sekarang" ucap Chen diangguki oleh semua namja yang ada diruangan itu.

"Jadi apa isi suratnya?" tanya Kris "Intinya Kyungsoo akan pergi tapi tak tahu kapan akan kembali dan ia berpamitan pada ajhuma itu dan meminta tolong agar menjaga rumahnya. Itu saja" jelas Suho. "Mana mereka cuti kuliah sama-sama lagi!".

"Well aku ada rencana" cetus Kai. Mereka saling merapatkan diri dan terjadilah obrolan panjang di antara ke-6 namja itu.

.

.

.

Terdengar suara mobil berhenti di kediaman tuan Kim dan keluarlah lima orang yeoja dari dalam mobil tersebut masuk menuju rumah "Waaaa… belanjanya banyak sekali kita hari ini eomma" tutur Xiumin "Nee eomma kan ingin cucu eomma nanti tidur dengan nyaman dengan pakaian yang lucu-lucu" ucap Leeteuk "Iya ni aku juga tadi beli jaket berbentuk panda. Lucu kan?" Tao memperluhatkan jaket Panda khusus bayi "Nee sangat lucu dan imut" ucap Xiumin dan Leeteuk.

"Oh iya sebentar lagi waktunya makan malam ayo kita siapkan!". "Nee eomma!" jawab Tao dan Xiumin "Oh iya eomma biar aku saja yang siapkan makan malamnya" ucap Krystal "Nee benar aku akan membantunya juga" tambah Victoria eommanya "Aisshh.. tidak perlu kalian ini tamu masa kami di layani tamu" ucap Leeteuk.

"Tak apa lagi pula kita kan sebentar lagi akan jadi keluarga jadi tak perlu sungkan begitu" tambah Victoria yang akhirnya mendapat izin dari Leeteuk. "Eomma aku juga ingin makan kimchi hari ini" ucap Tao "Hmm.. anak eomma lagi ngidam kimci ya? Baiklah mintalah pada koki agar dibuatkan kimchi" ucap Leeteuk "Nee eomma aku ke dapur dulu ya!" Tao beranjak dari duduknya menuju dapur "Ya! Matikan kamera ponselmu Tao, dari tadi pagi vidiomu selalu standby begitu".

"Biar saja eomma aku ingin memperlihatkannya pada gege!" ucap Tao sambil berlalu.

"Nona Tao kenapa disini? Apa ingin di masakkan sesuatu?" ucap seorang maid keluarga Kim itu "Nee aku ingin dibuatkan kimci boleh?" sang maid tersenyum dan mengangguk "Baiklah!" Tao meneruskan langkahnya kedalam dapur dan memainkan kameranya.

Tak sengaja kameranya mendapati dua yeoja yang tengah memasukkan sesuatu kedalam air mineral "Krystal sebentar lagi keluarga ini akan hancur dank au akan maju untuk naik tahta bersama Jongin!" ucap Victoria "Ah eomma seperti dongeng kerajaan saja. Ya dengan ini Xiumn eonni pasi akan langsung keguguran tanpa ada yang mengetahuinya" tawa mereka disela-sela aktivitas nista itu.

PLUK! Seseorang menepuk pundak Tao "Ada apa nona?" tanya seorang maid. Victoria dan Krystal yang berada di tepat itu terkejut melihat Tao dan salah satu maid tersebut ada di belakangnya. Tao gugup karena takut ketahuan "A-ani tidak ada apa-apa. A-aku permisi mau ke ruang makan!" sambil berjalan santai ke ruang makan.

.

"Waah akhirnya makanannya datang. Aku sudah lapar" ucap Xiumin "Kau jadi sering lapar karena bayimu ya!" tambah Leeteuk "Ini eonni minumannya" Krystal menyodorkan segelas air putih kehadapan Xiumin.

"Gomawo Krystal -ssi!" ucap Xiumin "Tak perlu sungkan itu hanya air mineral saja!" Tao yang takut akhirnya memberanikan diri "Ja-jangan jijie lebih baik minum punyaku saja" saran Tao "Kenapa?punyamu dan punyaku kan sama saja" sadar akan reaksi Tao akhirnya Krystalpun angkat bicara "Memang kepana eonni?takut aku meracuninya? Baiklah kalau begitu biar Xiumin eonni minum air punyaku saja ya?" ucap Krystal.

"Kau ini kenapa Tao itu tidak sopan mencurigai orang apa lagi yang akan menjadi keluarga sendiri" ucap Kangin tegas membuat nyali Tao menciut "A-ani tak apa-apa appa biar ku ganti dengan air punyaku saja" tambah Krystal. Xiuminpun meneguk air mineral pemberian Krystal itu dan tanpa mereka sadari dua yeoja itu tengah menyeringai iblis.

.

.

"Eomma apakah tidak akan terjadi apa-apa? Tao eomma?" tanya Krystal yang mengkhawatirkan kejadian di dapur tadi "Tenang saja eomma sudah menyuruh orang untuk menyingkirkan yeoja itu jadi tak ada bukti lagi, kau tahu Kyungsoo?dia akhirnya pergi dari kota ini. Jinjja Kangin itu sungguh bodoh ya? Bisa- bisanya dia masih memikirkan keselamatan Kyungsoo dengan tak merestui mereka, dengan mengundang kebencian putranya sendiri. Kau tahu krys, Kangin itu tak pernah pilih-pilih orang dan terlalu baik makanya lebih baik ancam saja keselamatan Kyungsoo maka semua beres" Krystal tersenyum sambil merebahkan dirinya di Kasur.

"Haiiii bodohnya dia kalau airnya telah ditukar dengan punyaku jadi tetap saja Xiumin eonni tetap akan keguguran, dan taukah eomma? Kai akan membenci Kyungsoo setelah ini. Karena dia pergi meninggalkannya dengan Lay, Luhan dan Baekie yang mereka anggap dibawa kabur" terdengar suara tawa dari mulut keduanya.

"Sebentar lagi kita bisa menguasai harta orang nomor satu di korea!"

.

TRAK!

"Suara apa itu eomma?"

To Be Continue…..

Lagii :D *smirk bareng Kyungsoo

Hai…hai.. apakah masih penasaran dengan ff ini gak? Mudah-mudahan masih nde hheee gimana chapter 4 ini? makin absurd sajakah? Atau bikinkalian semua muter-muter kayak naek halilintar jadi pening? Hheee moga ajja ga begitu pening hhhooo…

Hira mau bales review chingu-deul yang udah baca chap kemaren dulu akh ^_^

kjjzz : Halo and salam kenal juga :D jeongmal gomawo chingu udah mau baca ff hira yang masih new be ini hhoooo… kalo suka keep review ya :D kalo ada yang ga ngerti mohon maaf hira masih rookie disini *cie elah amatir mah amatir ajja -_-"*ini udah di lanjut kok :D kalo ada yang ga ngerti silahkan angkat tangan dan bertanya *kayak sekolahan ajja* hira usahakan jawab kalo ga lagi cibuk to buru-buru *gayanya* Oh iya buat yang Let me Be The Truth hira belom bisa janjiin kapan update sequelnya tapi yang pasti sequelnya bakalan oneshoot lagi :D Keep review nde FIGHTING juga :D

: Enaknya digimanain ya Kyungsoo? *smirk bareng Kyu* eh apa hubungannya coba?* waaahhh ternyata bias chingu Kyungsoo yaa? Kita lihat ajja gimana nasib uri Kyungie selamjutnya nee hhhheeee…jeongmal gomawo untuk pemberitahuannya itu sangat bermanfaat buat hira and pengetahuan baru buat hira hheee.. hira masukin cuci darah soalnya waktu itu punya temen yang sodaranya kena penyakit leukemia ini dan di sarankan cuci darah yang ternyata fungsinya hanya untuk membantu mempertahankan hidupnya :D and di drama korea pernah nonton yang leukemia itu cuci darah juga :D

yixingcom : Yupzz fast update karena lagi ada luang waktu untuk fast update hhheeee…. Sejak Chen nunjukinartikel kampus (Di Chapter 2) yang berisikan "Hot News!Telah lahir pasangan terakhir dari namja idola SM ~Kyungsoo srouted inside Jongin ~" kan si Kai di seret si Kyungsoo ttu buat kebagian jurnalistik tapi Kainya gam au akhirnya make a deal deh buat biarin beritanya nyebar dansemua orang nganggepnya mereka pasangan :D

setyoningt : Gereget ea eaaaaa…. Cip Cip I'll keep writing

KaiSa : Yep si appa sebenernya gak jahat coz hira belom tega bikin The hendsome guy number.1 buat jadi antagonis hhoooo… sembuh gimana nih? Ada dua opsi selamanya di dunia apa di akherat hhhaaaaa *peace akh cip..cip..ini udah dilanjut :D semangat pasti lah selama masih ada yang review hira pasti cemumut :D

As usual mohon reviewnya ya ^_^ your review is my spirit to continue my story.

See you in the next chapter..

Dadah dadah…