Present

THAT'S THE TRUE LOVE 2nd Edition -

EXO, DBSK AND SUJU COUPLE

Main Cast : KAISOO COUPLE

KIM JONGIN A.K.A KAI (NAMJA) X DO KYUNGSOO A.K.A DO (YEOJA)

Support Cast : ALL EXO AND SUJU COUPLE

KAISOO, KRISTAO, CHENMIN, HUNHAN, SULAY, KYUMIN, KANGTEUK, YUNJAE, YOOSU, HAEHYUK, WONBUM, HANCHUL, YEWOOK

Rated: T

Genre : Friendship, Family, Romance little bit hurt

Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere, Failed Humor, Boring, alur absurd dan kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D

~Don't Like Don't Read~

SEBELUMNYA HIRA MAU BILANG BIG THANKS TO YOU ALL YANG UDAH REVIEW CHAPTER SEBELUMNYA ^_^ REVIEW KALIAN BIKIN HIRA SEMANGAT BUAT LANJUTIN CERITANYA HHHEEE… KEEP REVIEW YA YANG UDAH BACA FF ABSURD NAN MEMUSINGKAN INI :D JEONGMAL GAMSAHAMNIDA *BOW

Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini :D

Summarry :

"Tolong selamatkan dia. Dia memang bukan keluargaku tapi keluarganya sudah terlalu baik dan aku banyak berhutang budi pada mereka. Aku hanya memiliki sedikit uang tolong nyonya selamatkan dia!" Kaisoo and other/ GS/ Chaptered/ Frendship/ Romance/ Family/ DLDR!

Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D

It's Kaisoo couple and genderswitch

Hope you like it and Happy Reading ^_^

Previous chapter

"Sebentar lagi kita bisa menguasai harta orang nomor satu di korea!"

.

TRAK!

"Suara apa itu eomma?"

.

.

Chapter.5

Krystal dan eommanya membuka pintu kamar bermaksud memeriksa keluar kamar mereka "Tidak ada apa-apa. Tapi kita tetap harus hati-hati yeoja itu cukup pintar. Kajja kita tidur saja"

Sementara itu terdengar suara seeorang yang tengah merintih kesakitan di kamar ChenMin ….

.

.

"Aaarrrrggghhhhh…."

Teriak Xiumin yang membuat Leeteuk sang eomma keluar untuk melihatnya karena khawatir tanpa izin Leeteuk langsung masuk kedalam kamarnya "Chagi gwenchana?" tapi tiba-tiba seseorang menyembulkan kepalanya"Sayang aku pulang!" ucap Chen yang masuk ke dalam kamar "Arrrgggghhh…" ringis Xiumin yang kesakitan dengan keringat yang bercucuran hebat dan wajah yang pucat pasi"Wae chagi? Gwenchana?" Xiumin terus merintih meremas selimutnya.

"Sa-sakiit Chen!" Chen panic ia langsung membuka selimut Xiumin dan betapa terkejutnya Leeteuk dan Chen melihat pemandangan yang ada di hadapannya kasurnya penuh dengan darah Xiumin "Chen ada apa denganku?" Xiumin menangis baju bagian bawahnya sudah tertutup darah sempurna Chen dengan sigap langsung menggendong Xiumin dengan bridal stylenya kemudian memanggil supir untuk menyiapkan mobil.

"Tenanglah chagi kau harus kuat. Kau akan baik-baik saja" ucap Chen menenangkan sementara Xiumin terus berteriak kesakitan "Arrrggggghh! Appo Chen..kenapa darahnya tidak mau berhenti?" Xiumin menangis sejadinya karena menyadari apa yang sedang menimpanya Leeteuk terus memeluk Xiumin "Eommaaa! appo eomma!" Leteuk terus mengusap kepala Xiumin yang sudah basah karena keringat dan terlalu banyak mengeluarkan darah Xiumin akhirnya pingsan.

Entah sudah berapa jam mereka menunggu hingga akhirnya Kai dan Kangin datang ke rumah sakit setelah diberi kabar oleh Leeteuk.

"Bagaimana keadaan Xeokie, yeobo?" Leeteuk hanya menggelengkan kepalanya pada suaminya sambil terus terisak. Melihat sang eomma menangis pilu Kai pun memeluk eomma tercintanya itu "Ssssssttt uljima eomma, noona pasti baik-baik saja" Kai menenangkan Leeteuk sambit terus mengusap punggung dan menciumi pucuk kepala sang eomma.

CEKLEK. Tiba-tiba pintu ruang UGD tempat Xiumin berada terbuka, memperlihatkan serang dokter dengan wajah dan ekspresi yang sulit diartikan. Chen yang melihat langsung menghampiri sang dokter "Bagaimana istri saya uisanim?" Dokter terdiam menatap Chen iba "Mianhe Kim uisa nyonya Kim keguguran"

DEG!

Tubuh Chen merosot ke lantai, ia menangis sejadi-jadinya. Segala rasa berkecamuk di hatinya sedih, kecewa, takut dan hampa. 'Ya Tuhan apa yang harus kukatakan pada istriku ketika ia sadar?' batinnya sambil terus menutup wajahnya.

Leeteuk yang mendengarnya langsung menangis meraung-raung dan akhirnya pandangannya menjadi kabur dan gelap. "Eomma! Eomma!" Kai mengguncang tubuh eommanya agar terbangun Kangin segera menghampiri Kai dan menggendong Leeteuk bridal style ke ruang rawat.

Sedangkan Chen ia masih saja menangis kecewa. Kaipun menghampiri sang kakak yang lebih tua 2 tahun darinya itu, memeluknya untuk memberikan kekuatan pada hyungnya.

"Hyung! Uljima, ku harap kau dan noona bisa sabar dalam menghadapi ini semua. Hyung kau kuat maka tegarlah demi Xeokie noona. Ia membutuhkan dirimu sebagai penguat dan pemberi semangat hyung" ucap Kai pelan didekat telinga Chen. Chen yang masih belum bisa menerima kenyataanpun tersadar dan menganggukan kepalanya.

"Gomawo Jongin-ah" Kai melepaskan pelukannya. "Hyung kau masuklah, aku yakin noona pasti mencarimu ketika ia sadar. Aku pergi dulu, tadi dokter memanggilku, dan besok sepertinya teman-teman kita akan berkunjung kemari hyung" Chen mengangguk dan berjalan masuk keruang UGD yang ditempati istrinya bertepatan dengan Kai yang pergi ke ruang dokter karena tadi dokter ingin membicarakan sesuatu dengannya.

.

.

Kini namja tampan berkulit tan itu tengah berhadapan dengan seorang dokter yang tadi memintanya datang keruangannya, tak perlu waktu untuk mengetahui siapa Kai karena dokter ini sudah mengenalnya Kai adalah adik dari Kim Jongdae atau biasa disapa Chen sang kepala rumah sakit sekaligus dokter paling muda di rumah sakit ini.

"Apa maksudmu uisa?" ia bertanya bingung "Saya menemukan keganjilan disini tuan" Kai mengernyit tak mengerti "Saya baru memeriksakan kandungan kakak anda dua hari yang lalu dan kandungannya sehat tak menunjukan tanda-tanda keguguran. Selain itu saya hafal betul nyonya dan tuan Kim sangat bahagia mendapat berita ini dan mereka selalu menjaga kandungan nyonya dengan sangat baik walaupun beberapa hari lalu nyonya Kim terkena stress ringan tapi itu tak masalah".

Kai mulai mengerti langsung angkat bicara "Jadi uisa ingin bilang bahwa keguguran itu terjadi dengan disengaja? Cih noonaku bukan tipe orang seperti itu uisa, kau tahu sudah berapa lama mereka menikah? 2 tahun dan mereka sangat menginginkan aegya untuk melengkapi rumah tangga mereka" dokter tampak berpikir dan membenarkan ucapan Kai.

"Aneh sekali padahal yah….

setahuku juga begitu. Nyonya Kim tidak stress dan jatuh dari tangga, kelelahanpun tidak. Tapi kenapa keguguran itu terjadi dengan amat sangat disengaja? Apakah nyonya meminum sesuatu?atau memakan sesuatu yang mengandung obat pengugur kandungan?"

Kai tersentak dengan ucapan sang dokter, ia teringat ucapan Kangin yang menceritakan kejadian makan malam bersama keluarga Victoria, calon tunangannya yang tak pernah ia inginkan. "Nee baiklah kalau begitu uisanim terimakasih atas informasinya, saya kan menyelidiki semua ini. Karena ini semua ganjil"sang dokter mengangguk dan Kai berlalu dari rumah sakit.

.

.

Seorang yeoja bermata panda tengah berjalan kaki dengan cepat sendirian di jalanan yang sangat sepi dan gelap dengan keringat yang bercucuran karena ketakutan tak lupa dengan darah yang sedikit-demi sedikit mengalir dari selangkangannya hingga dressnya terasa agak basah.

'Hosh..hoshh.. tuhan lindungi aku semoga saja ada orang yang datang' doanya dalam hati sambil terus memegangi perut buncitnya karena tegah mengandung.

'Gege kau dimana? Kenapa masih belum datang?cepatlah ge' ucapnya dalam hati sambil terus mencoba menghubungi namja yang ia sebut gege itu hingga akhirnya dua orang namja kekar sudah ada di hadapannya.

"Hei nona manis.. bolehkah kita bicara sebentar?" ucapnya dengan nada menakutkan membuat sang yeoja melangkah mundur perlahan tapi ia terjebak dengan namja yang ada di belakangnya "Ma.. mau apa kalian?" namja yang tengah mengerubunginya berjumlah empat orang. Kini sang yeoja tak bisa menghindar lagi, keringatnya bercucuran, nafasnya memburu dan ia amat ketakutan saat ini.

"Kami hanya ingin handphonemu" jawab satu oraang namja "U-untuk apa?aku tak ada hubungannya dengan kalian" keempat namja itu menyeringai "Hei kami hanya ingin video rekaman yang ada di hp-mu manis" ucap namja yang ada dibelakangnya. "

Hmm..tapi sebelum itu bagaimana kalau kita bermain sedikit?" ucap salah satu namja itu "Ya sepertinya bermain dengan orang hamil tidak terlalu buruk, lagi pula aku ingin sekali mencobanya" Tao makin ketakutan dan melangkah mundur "Ja-jangan macam-macam. Aku tidak punya video rekaman yang kalian maksud" tambahnya "Kau tahu Victoria? Dia adalah nyonya kami dan kami akan menghabisimu jika kau tak mau menurut pada kami manis, upss sepertinya dressmu sudah kebasahan" Glup~~ Tao menelan salivanya kasar ia melihat bagian bawahnya dan benar dugaannya ia tengah pendarahan sekarang.

"Awas di belakangmu!" pekik Tao membodohi keempat namja itu dan akhirnya dengan berlari kecil ia meloloskan diri tapi tetap tak bisa. Grep sang namja menahan pundak Tao dan merobek baju bagian pundaknya "YA!JANGAN MACAM-MACAM DENGAN KAMI SIALAN!" bentak sang namja tepat didepan wajah Tao. "Tolong..hhmmmpppp"mulut Tao dibungkam dengan tangan salah seorang namja itu sementara ketiga namja yang lain tengah memeriksa saku-saku baju Tao. Hingga tiba-tiba..

BRUGH!

BRAAKKK!

BUGHH!

"K-kai.." Tao tercengang melihat Kai ada disana, tapi ia tidak sendiri melainkan bersama Sehun, Chanyeol dan Suho. Bogem mentah mendarat disetiap wajah namja itu dan membuat mereka terjungkal.

"Cih sialan kalian berani-beraninya mengganggu kami" GREP namja jahat itu meraih kerah baju orang yang memukulnya barusan "Jangan ganggu dia" ucap Kai dingin sambil menghempaskan lengan namja jahat itu dan BRUGH ia memukulnya lagi.

"Tao gwenchana?" di tengah-tengah pertengkaran mereka tanya Chanyeol sambil menghampiri Tao tapi Tao hanya menunduk dan melihat kebawah. Melihat reaksi Tao Chanyeolpun mengikuti kemana arah pandangannya dan….

BINGGO!

Chanyeol tersentak melihat darah mengalir di kakai jenjang Tao. Segera ia meraih tubuh Tao dan menggendonngnya bridal karena Tao yang limbung. "Yeolie cepat bawa Tao ke rumah sakit" ucap Suho di tengah-tengah ia menghajar namja itu bersama Sehun dan Kai. Chanyeolpun berlalu meninggalkan ketiga sahabatnya yang masih menghajar pria-pria kekar itu.

.

.

Sementara itu seorang namja tengah melamun ditengah rapat yang sedari tadi belum juga selesai. Ia sangat stress karena tak bisa berkonsentrasi, bukan karena rapat yang ia hadapi tapi karena perasaan khawatir pada seseorang yang membuatnya begini.

Kris's PoV

'Tao…..'

Sekejap aku melihat bayangan Xiumin jijie ku dan aku mencoba menepisnya bahwa dia baik-baik saja, tapi setelahnya bayangan istriku seperti tepat didepan mataku. Astaga ada apa ini?. Entah mengapa bayangan jijieku dan istriku selalu hadir dan makin membuat perasaanku tak enak. Disaat-saat aku melamun seseorang menepuk pundaku sontak aku menoleh padanya.

"Kris, gwenchana? Kau terlihat melamun" tanya Jonghyun teman sekantorku di kampus ini "A-ani tidak apa-apa hyung" diapun mengerutkan alisnya "Benarkah?kenapa kau berkeringat dan pucat begitu?apa kau sakit?"tanyanya lagi di tengah rapat kami.

Aku dan dia hanya mengobrol sambil berbisik agar tak mengganggu, aku menghela nafas berat sepertinya taka da salahnya berbagi padanya apa lagi dia sudah lebih lama menikah dibandingkan aku,"Hyung perasaanku tak enak, bayang-bayang istriku selalu saja mengganggu dan ada di depan mataku" Jonghyun terkesiap seketika ia terdiam.

"Wae hyung?"tanya Kris heran dengan perubahan sikap kawannya itu "Mi-mian Kris tapi bolehkah aku mengatakan sesuatu? Tapi kuharap kau jangan marah" Kris mengangguk pasti "Semoga istrimu baik-baik saja" Kris hampir saja marah dengan ucapan Jonghyun "Hyung kau.." Jonghyun langsung menyela "A-ani aku tak bermaksud mendoakan buruk pada istrimu, hanya saja tak jarang aku merasakan hal yang sama sepertimu. Jino, kau tahu?".

"Nee Jino noona,dia istrimu kan hyung" Jonghyun mengangguk "Aku seperti djavu mendengar ucapanmu Kris, aku pernah mengalami perasaan yang sama dan hal yang sama denganmu, sekarang lebih baik kau cepat pulang dan hubungi istrimu aku takut terjadi sesuatu yang buruk seperti Jino dulu. Jadi kau pergilah".

Mendengar nasehat Jonghyun sontak Kris berdiri dan itu mengundang perhatian semua orang yang tengah mengikuti rapat.

"Waeyo Kris-ssi?" Kris menatap Jonghyun sekilas "Mianhae sajangnim, saya mohon izin karena ada hal penting yang harus segera diselesaikan di rumah dan ini tak bisa ditunda" alis sang pria paruh baya mengkerut "Ini menyangkut istri saya yang tengah mengandung" tambah Kris. Pria paruh baya itupun mengerti "Nee baiklah kalau begitu" akupun menunduk dan berterimakasih "Gamsahamnida sajangnim" dan berlari keruanganku.

Setibanya di ruanganku tiba-tiba HP-ku menyala dan ketika akan kuangkat si penelpon memutus sambungannya. Dan aku terkejut melihat panggilan tak terjawab berjumlah 50 panggilan, 40 dari istriku dan 10 dari Chanyeol. Perasaanku makin tak karuan saja melihatnya. Drrrtt~~drrtt HP-ku bergetar lagi ternyata Chanyeol menelponku lagi segera ku angkat telponnya.

"Yoboseo, ada apa Yeol?Mian aku sedang rapat tadi dan ponsel aku tinggal di ruangan ku" jawabku "Hyung, Tao masuk rumah sakit dia pendarahan kau cepatlah kemari" JLEB..JLEB..JLEB..

Pikiranku berkecamuk, hatiku sakit tak karuan, Tao, istriku ada apa dengannya?kenapa bisa?apa dia keguguran? Ya Tuhan kumohon jangan sampai itu terjadi, batinku menjerit.

Perasaanku kalut sekarang, segera kumatikan panggilannya dan melesat menuju parkiran kampus dan melajukan mobilku secepat mungkin.

Kris PoV end

Sesampainya di rumah sakit Kris menghampiri Chanyeol yang tengah duduk di ruang tunggu didepan kamar Tao dan disitu sudah ada Kai, Sehun, Suho, Hechul dan Hangeng orang tua Tao.

"Hosshh~~hosshh Waeyo eomma apa yang terjadi" tanya Kris dengan nafas yang tersengal-sengal karena berlari Heechul hanya terdiam "Tenanglah Kris dokter sedang memeriksanya didalam"Kris mengacak rambutnya frustasi "Agggrrrhhhhh!" pekiknya "Tenang hyung kita berdoa saja semoga Tao baik-baik saja" ucap Suho menenangkan.

KREK pintu kamar Tao terbuka memperlihatkan seorang dokter yang baru selesai memeriksanya. Kris buru-buru bangkit menghampiri sang dokter "Bagaimana keadaan istri dan aegya saya uisa?" Sang dokter menatap Kris "Dia baik-baik saja tuan, untung saja Chanyeol-ssi segera membawanya ke rumah sakit. Tapi saya harap anda tak membuatnya tertekan dan ketakutan seperti ini lagi dia terlalu depresi, jika itu terjadi nyonya Jung bisa melahirkan tiba-tiba atau keguguran. Jika anda ingin masuk silahkan tapi jangan ribut karena pasien sedang istirahat"semua yang ada disana minus kris menghela nafas lega dan dokterpun berlalu.

Ketika hendak membuka pintu Heechul menahan lengan Kris "Sebenarnya ada apa Kris? Apa yang kau lakukan pada putri dan cucuku?" tanya Heechul mengintimidasi "Yeobo kau masuklah dulu kedalam, biar aku yang mengurus semuannya" ucap Hangeng membukakan pintu untuk istrinya dan menyuruhnya masuk. Heechul hanya pasrah. Dan masuk keruang rawat Tao, ia duduk dipinggir ranjang putri tertuanya, tangan kanannya menggenggam tangan putrinya dan yang satu lagi menyingkap poni Tao yang menutupi matanya, dan setelah itu ia mengusap perut buncitnya "Apa yang terjadi chagi? Apakah ada yang menyakitimu?" ucap Heechul lirih disertai airmata yang tak sanggup lagi ia bendung.

Sementara itu kini Kai, Kris, Sehun, Suho, Chanyeol dan Hangeng tengah berada di sebuah restoran depan rumah sakit "Katakan apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Tao bisa kerumah sakit denganmu Yeol?" tanya Kris, Chanyeolpun mulai bercerita dari awal hingga akhir tak ada satupun yang ia lewatkan sesekali Kai, Suho dan Sehunpun menerangkan kejadian yang terjadi yang menyebabkan Tao seperti sekarng membuat Kris dan Hangeng tersentak kaget mendengarnya "Jadi begitu ya!".

"Nee hyung, akupun merasa ganjil dengan keguguran Xeokie noona yang tiba-tiba itu" DEG! Keterkejutan mereka sontak bertambah 5x lipat dengan pernyataan Kai "Ja-jadi jijieku/Xeokie noona/ Xiumin?" ucap Kris, Chanyeol, Suho, Sehun dan Hangeng bersamaan. "Kita usut semuanya sampai tuntas tak akan ku ampuni mereka" ucap kris geram sambil mengepalkan tangannya.

"Ini" Chanyeol menyodorkan ponsel S.4 berwarna putih yang diyakini itu milik Tao "Tao menyerahkannya sebelum dia pingsan, dia bilang lihatlah rekamannya di tempat yang aman, begitu katanya" tanpa membuang-buang waktu ke-5 namja itupun melangkah ke tempat yang mereka rasa aman.

.

.

Chen PoV

Setelah kepergian Kai aku memasuki kamar rawat istriku dengan hati yang sangat hancur. Ku langkahkan kaki menuju ranjangnya dan duduk de pinggir ranjang, aku melihat wajahnya yang amat pucat karena kehilangan banyak darah dan selang infus yang menancap di tangan kirinya seentara tangan kanannya selang penyuplai darah. Sungguh, sangat sulit bagiku untuk tak runtuh saat ini, melihat wajah damainya ketika tertidur, apa yang harus kukatakan jika ia bertanya mengapa perutnya menjadi datar?. Oh Tuhan aku ingin menjerit sekarang dan merutuki kebodohanku yang tak bisa menjaganya.

"Xiu.." kupanggil namanya lirih dan menggenggam tangannya yang tertancap selang infus lembut, tak mau ia sakit dengan tangan ku yang menggenggamnya terlalu erat. Ku usap surai cokelatnya lembut. "Mianhae. Jeongmal mianhae Xiu, aku telah menyakiti dan mengecewakanmu" ucapku lirih dan tak sanggup menahan bulir air mataku hingga atu terisak pelan di hadapannya "Lihatlah suamimu ini lemah eoh!" tapi tk ada jawaban hingga kusengar seseorang membuka pintu.

KREK!

Kualihkan pandanganku ternyata eomma dan appa mertuaku datang. Eomma langsung menghampiriku dan memelukku erat "Sabar chagi, apa yang sebenarnya terjadi?" ucapnya, aku bingung apa yang harus kukatakan? "Chen, kemana Kangin?" Yunho appa bertanya "Eomma pingsan, jadi appa menemaninya disana" Yunho appa Xiuminpun mengannguk mengerti sementara Jaejong melepaskan pelukannya pada Chen "Sebenarnya apa yang terjadi Daeie?" tanya Jaejong lagi "Entahlah eomma aku tidak tahu dan tidak mengerti, tiba-tiba saat aku pulang Xeokie sudah menjerit kesakitan dan meremas selimutnya, ketika aku buka darah sudah membanjir di baju dan ranjang kami" Jaejong hanya menutup mulutnya, ia terlalu terkejut dan akhirnya menangis lagi. ya setelah diberi tahu keadaan Xiumin Jaejong eomma Xiumin terus menangis memeluk suaminya sampai di tengah perjalananpun yeoja paruh baya itu tetap saja menangis.

Drrttt~~drrttt~~ tiba-tiba ponselku bergetar, kulihat siapa dan ternyata itu Kris hyung "Wae hyung ada apa?" tanyaku "Chen aku sudah mendengar kabar jijieku dan bisakah kau kerumah Hangeng appa?ini penting, kau harus datang kemari" aku mengerutkan keningku jika Kris hyung sudah berkata penting berarti ini sangat serius dan gawat "Nee baiklah aku akan segera kesana".

Jaejong Eomma dan Yunho appa memandangku "Eomma, appa aku boleh izin sebentar?katanya Kris hyung ingin membicarakan hal penting" ucapku jujur "Nee pergilah chagi semoga tidak ada sesuatu yang buruk" ucap eomma padaku.

Setelah mendapat persetujuan dari eomma dan appa akupun bejalan keluar menuju parkiran dan melaju secepat mungkin untuk sampai kerumah Hangeng ajushi.

Chen Pov end

Kini kelima namja itu tengah duduk diruang kerja Hangeng, karena Hangeng sendirilah yang menawari tempat rumahnya untuk tempat mereka melihat isi ponsel Tao dan ia pikir inipun menyangkut putrinya.

Kai telah selesai menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, Chanyeol tengah memasang screen dan Suho memastikan semuanya aman sementara Sehun masuk dengan membawa 2 buah mangkuk besar popcorn dan 5 kaleng soda seperti orang yang akan menonton bioskop.

"YA! Kenapa kau bawa ini?" teriak Kai "Hehe aku lapar Kai, lagi pula harusnya kau bersyukur jadi kita bisa menikmati filmnya"PLETAK! Kai menjitak kepala sang maknae "Aissshhh, appo pabbo!" yang lain hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan duo maknae mereka, mereka mengerti Sehun hanya ingin mencoba mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang tapi mereka tetap saja merasa tertekan.

"Kau pikir kita menonton bioskop eoh?dan panggil aku hyung maknae" sehun berdecih "Cih kita hanya berbeda bulan bukan tahun Kai" Sehun hanya memeletkan lidahnya mengundang tawa semua yang ada di ruangan itu. "Tinggal menunggu Chen saja" ucap Suho. "Kau sudah mengirimnya pesan?" tanya Hangeng "Sudah appa aku sudah menelponnya agar dia cepat datang" jawab Kris. Selang beberapa lama Chenpun datang.

"Wae ajushi?ada apa?" Hangeng hanya mengisyaratkan untuk duduk sidampingnya dan menunjuk layar yang akan diputar. Merekapun duduk bersama denga posisi dari sebelah kana nada Kris, Kai, Chanyeol, Sehun, Chen dan Hangeng. Layar mulai mnunjukan gambarnya.

.

.

"Brengsek" ucap Kris dan Chen bersamaan "Jadi Xeokie keguguran gara-gara mereka?" Chen geram "Dan dia juga ingin menyingkirkan Tao dan aegyaku agar tak ketahuan? Cih jadi ini yang mereka lakukan?" tambah Kris.

"Gila! Ini benar-benar gila" Kai geleng-geleng kepala "Tak kusangka mereka melakukannya demi kekayaan dan mengancam kita semua, dasar berengsek" semua melirik kearah Suho yang barusan bicara karena mereka merasa aneh dengan guardian satu itu, tak biasanya Suho mengumpat tentang seseorang semenyebalkan apapun dia "Wae? Aku salah?mereka sudah membunuh" ucap Suho lagi yang tengah dipandangi.

"Dasar yeoja sialan! Rendahan sekali yang mereka lakukan. Kyungsoo yang terbaik!" tambah Sehun mengundang pandangan mereka menatapnya intens "Wae? Kyungsoo lebih baik dari Krystal, dia tak memanfaatkan apapun dari Kai dan keluarganya malahan dia banyak membantu orang. Termasuk aku" Sehun menunduk.

"Maksudmu apa Hun?" Kai penasaran "Sebelum appanya Kyungsoo meninggal karena dibunuh, ia mendonorkan sum-sum tulang belakangnya pada ku ketika aku kritis" semua mata membulat "Jadi pendonor itu appanya Kyungsoo?lalu bagaimana kau tahu kalau appanya Kyungsoo mati dibunuh?"Hangeng menghela nafas berat dan mulai berucap.

"Kyungsoo putrinya Park Yoochun, pembela HAM yang jujur yang saat itu ia diberitakan mati karena di racun di dalam pesawat saat akan pergi ke China, kejadian itu terjadi saat kalian semua masih anak-anak jadi kalian tak akan ingat" semuanya mengangguk "Nee eomma bilang Yoochun ajushi mendonorkan sum-sumnya sebelum dia pergi kesana tapi Kyungsoo tak pernah tahu hal itu. Makanya eomma dan appa selalu memperlakukan Kyungsoo layaknya adik kandungku karena bukan hanya rasa terimakasih tapi juga karena mereka menyayangi Kyungsoo" tambah Sehun

"Hupff kasihan sekali Kyungsoo, dia sudah kehilangan ayah ketika masih sekolah dasar dan kehilangan satu-satunya orang berharga setelah appanya beberapa waktu lalu, Kyngsoo sabatang kara di dunia ini, yang dia punya hanya Baekhyun yang sudah ia anggap kakaknya" Chanyeol tersentak kaget mendengar ucapan Hangeng, ia merasa bersalah atas kelakuannya yang egois selama ini "Walaupun Baekie tak bisa selalu ada tapi dia bisa mengerti dan menerima semuanya. Yang aku khawatirkan apakah Kyungsoo baik-baik saja disana?apa dia hidup bahagia bersama mereka?" Sehun menatap lurus.

'Kenapa harus jadi serumit ini?Mianhae Kyungie' batin Chanyeol "Sepertinya kita harus cepat bertindak agar Kangin ajushi mengetahui semuanya. Aku takut yang selama ini mengancam keselamatan Luhan, Lay, Baekie adalah mereka" semuanya mengangguk mendengar penuturan Chanyeol.

"Nee baiklah appa ikut dengan permainan kalian, tapi ingat jangan gegabah kita harus mempersiapkan semuanya dengan matang termasuk anak buah yang hampir mencelakai Tao tadi" ucap Hangeng, ke-6 namja itu bersmirk ria.

"Baiklah kita bertemu lagi lusa, sekarang aku ingin melihat Tao, aku belum melihatnya sejak tadi" Kris menunjukan puppy eyesnya "Hyung tolong jangan pernah beraegyo" ucap Kai di sambut oleh Sehun "Dan jangan pernah mencobanya sekalipun" Kris merengut "Karena itu menjijikan" ucap ChenKaiHunChanHo berbarengan. "Hahahahahahhahahahaha" tawa Hangeng membahana diruangan itu disusul dengan kelima namja minus Kris yang hanya nge-derp ria.

.

.

Skip

"Mianhae chagi, maafkan eomma, eomma lalai hiks..hiks." Jaejong hanya bisa terdiam melihat Leeteuk yang terus menangis sambil memegang tangan putrinya, sudah 2 hari Xiumin belum juga sadarkan diri, sementara Tao untungnya baik-baik saja dan masih harus istirahat 1 minggu di rumah sakit.

"Sudahlah eonni jangan menangis lagi, ini bukan salah eonni. Mungkin memang sudah jalannya Xeokie kita menghadapi ujian seperti ini" ucap Jaejong memeluk leher Leeteuk "Nee benar eonni, sudah 2 hari eonni menangis, tak makan apapun nanti kalau eonni sakit bagaimana?"ucapnya Heechul mencoba menenangkan. "Nee eomma jangan nangis lagi, cepatlah istirahat dan makan agar Chen oppa tak khawatir" ucap Tao yang tengah berbaring di kasur sebelah. Mau tau kenapa Tao bisa satu kamar dengan Xiumin? Jawabannya adalah setelah mengetahui penyebab yang menimpa Xiumin dan Tao mereka memutuskan untuk menyewa kamar yang lebih besar dan menempatkan dua yeoja itu agar tetap satu kamar tanpa lolos dari pengawasan dengan alasan keselamatan mereka karena kejadian Tao dua hari yang lalu.

Tapi hal ini hanya diketahui oleh ke-6 namja plus Hangeng dan Heechul saja karena mereka butuh waktu untuk memberi tahu semuanya ketika waktunya tepat.

"Ak-aku merasa gagal Jongie, Chulie eonni kenapa Xeokie jadi seperti ini?ini semua salahku yang tak bisa menjaganya dengan baik hingga harus kehilangan" ucap Leeteuk sambil sesenggukan "Tenanglah noona, taka da gunanya menangisi hal yang sudah terjadi, lebih baik kita pikirkan bagaimana Xeokie setelah siuman nanti. Dan ini sudah jelas bukan salahmu, aku merasakan ada keganjilan disini. Jadi kau tenanglah, tegarlah seperti Daeie putramu noona" nasehat Yunho panjang lebar. Leeteukpun mengangguk dan berhenti menangis "Gomaho Yun, kau benar" senyum terpatri diwajah cantik yeoja paruh baya itu. "Nah sekarang kita pulang dulu yeobo,kau harus istirahat dan membenahi dirimu" Kangin merangkul istrinya dan berpamitan keluar kamar rawat XiuTao.

.

.

"SHIREO"seorang namja tengah berteriak sekarang "Sampai kapanpun aku tak mau dekat-dekat dengan yeoja iblis itu apa lagi sampai berkencan dan memanjakannya. iikhh" Sang namja bergidik ngeri "Ck, dengar dulu Kai, kau melakukan ini sampai perjodohanmu tiba dan disitu kita buat mereka malu di hadapan semua orang" ucap Suho yang tadi diteriaki Kai. "Nee benar Kai, lagi pula kau hanya bersandiwara mencintainya kok tidak sulit kan?" tambah Kris "Tidak sulit katamu hyung? Bagaimana jika kau ada diposisiku?" tanya Kai balik "Beruntungnya aku tidak ada diposisimu"Kai mendengus sebal dengan jawaban Kris.

"Ayolah Kkamjong hanya 3 bulan lagi sebelum pertunanganmu"Tambah Sehun "Bukankah kau sendiri yang ingin cepat menyelesaikan semuanya?" suara berat Chanyeol menambah ke-depresian Kai "Tapi ini 3 bulan hyung, bayangkan saja 3 bulan itu lama. Dan bagaimana jika dia melakukan hal yang aneh-aneh padaku karena menganggap aku mencintainya" tambah Kai.

"Lakukan saja itung-itung bonus untukmu Kai" celetuk Sehun dengan senyum konyolnya "YA maknae yadong, kau mau menumbalkanku pada iblis eoh?".

To Be Continue

Anyeong semuanyaaaaaa…..

Masih ingatkah dengan ff ini? (R: Tidak! H: yahhh..hikss..hiks..) *apa seehhh..

Hheee moga masih pada inget dan setia menantikan kelanjutannya ya :D mianhae kalo hira updatenya lama soalnya lagi pusing dengan jadwal manggung yang padet *Manggung di jamban*Plak…

Sekali lagi jeongmal mianhae karena hira baru update sekarang karena semoga chapter ini tidak mengecewakan neee..

IT'S TIME TO….

BALAS REVIEWWWWWW..

: Enaknya digimanain ya Kyungsoo? *smirk bareng Kyu* eh apa hubungannya coba?* waaahhh ternyata bias chingu Kyungsoo yaa? Kita lihat ajja gimana nasib uri Kyungie selamjutnya nee hhhheeee…jeongmal gomawo untuk pemberitahuannya itu sangat bermanfaat buat hira and pengetahuan baru buat hira hheee.. hira masukin cuci darah soalnya waktu itu punya temen yang sodaranya kena penyakit leukemia ini dan di sarankan cuci darah juga walaupun sepaket sama kemo dll… yang ternyata fungsinya cuci darah hanya untuk membantu mempertahankan hidupnya :D and di drama korea pernah nonton yang leukemia itu cuci darah juga :D

Ulala : Iya ya kebanyakan konflik ya? Hhaaa emang hira sengaja bikin gini tapi apa focus ke kaisoonya jadi hilangkah?

SyJessi22 : Jeongmal gamsahamnida buat reviewnya…. And terus review and baca ff hira nee…nee.. *wink :D yepzz disini jadi ga cuman xiumin yang kena bahaya tapi tao juga karena dia pemilik bukti, iya awas ajja ntar hira suruh Kyu appa buat asah golok and liatin depan muka mereka *liatindoank :D Pasti chingu LuLayBaekSoo bakalan berjuang ampe penentuan akhir dimana Kyungsoo bisa atu tidak untuk masih bersama mereka hhhaaaaa... *kok ketawa ya?asa nista jadinya.?..:D

Guest : Ni hira udahupdate kok :D mianhae kalo nunggunya lama hheeee… Happy ending ya?eummm….let me think first. Kalo untuk banyaknya chapter hira belum bisa nentuin :D keep review nee.. Jeongmal gamsahamnida buat reviewnya..

KaiSa : OOooooo…sembuh di dunia ya? Let see then okay… iya udah tiga bulan malah kaburnya mereka ttu cuman hira sekip ajja :D Cip…Cip… hira pasti semangat kalo banyak yang ripiu :D

Oke balas review sudah dan sekarang tinggal…

Jeongmal gamsahamnida buat reviewnya and dah pantengin selalu ini ep-ep walaupun penulisnya lama update :D untuk chap depan kayaknya balik lagi ke Kyungsoo yang agy atit _ *bow REVIEW=SPIRIT TO CONTINUE THE STORY

See you in the next story :D