Present
THAT'S THE TRUE LOVE 2nd Edition -
EXO, DBSK AND SUJU COUPLE
Main Cast : KAISOO COUPLE
KIM JONGIN A.K.A KAI (NAMJA) X DO KYUNGSOO A.K.A DO (YEOJA)
Support Cast : ALL EXO AND SUJU COUPLE
KAISOO, KRISTAO, CHENMIN, HUNHAN, SULAY, KYUMIN, KANGTEUK, YUNJAE, YOOSU, HAEHYUK, WONBUM, HANCHUL, YEWOOK
Rated: T
Genre : Friendship, Family, Romance little bit hurt
Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere, Failed Humor, Boring, alur absurd dan kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D
~Don't Like Don't Read~
SEBELUMNYA HIRA MAU BILANG BIG THANKS TO YOU ALL YANG UDAH REVIEW CHAPTER SEBELUMNYA ^_^ REVIEW KALIAN BIKIN HIRA SEMANGAT BUAT LANJUTIN CERITANYA HHHEEE… KEEP REVIEW YA YANG UDAH BACA FF ABSURD NAN MEMUSINGKAN INI :D JEONGMAL GAMSAHAMNIDA *BOW
Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini :D
Summarry :
"Tolong selamatkan dia. Dia memang bukan keluargaku tapi keluarganya sudah terlalu baik dan aku banyak berhutang budi pada mereka. Aku hanya memiliki sedikit uang tolong nyonya selamatkan dia!" Kaisoo and other/ GS/ Chaptered/ Frendship/ Romance/ Family/ DLDR!
Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D
It's Kaisoo couple and genderswitch
Hope you like it and Happy Reading ^_^
Previous chapter
"Ayolah Kkamjong hanya 3 bulan lagi sebelum pertunanganmu"Tambah Sehun "Bukankah kau sendiri yang ingin cepat menyelesaikan semuanya?" suara berat Chanyeol menambah ke-depresian Kai "Tapi ini 3 bulan hyung, bayangkan saja 3 bulan itu lama. Dan bagaimana jika dia melakukan hal yang aneh-aneh padaku karena menganggap aku mencintainya" tambah Kai.
"Lakukan saja itung-itung bonus untukmu Kai" celetuk Sehun dengan senyum konyolnya "YA maknae yadong, kau mau menumbalkanku pada iblis eoh?".
.
.
Chapter 6
Kris, Suho dan Chanyeol hanya bisa memijit pelipis mereka karena sudah pusing dengan keteguhan Kai. "Ya sudah kalau begitu kita sudahi saja sampai disini. Kita mengetahui bukti-bukti kemudian kita dalam bahaya besar terlebih para yeoja kita di luar sana akan lebih menderita begitu?" ucapan kris sontak membuat semuanya terdiam.
Hening sesaat, mereka larut dalam pikiran masing-masing hingga satu suara memecah keheningan "Baiklah hyung aku akan melakukannya" ucap Kai sontak membuat semua perhatian tertuju padanya "Serius Kai?" Suho memastikan dan Kai mengangguk mantap.
"Baiklah kalau begitu kita bergerak sekarang" ucap Kris dengan smirk yang terpatri diwajahnya.
.
.
"Chagi kau sudah bangun?" tanya seorang yeoja kepada putrinya yang baru saja membuka mata sejak tak sadarkan diri 1 minggu yang lalu karena pendarahan hebat yang ia alami yang hampir merenggut nyawanya.
Sang yeoja berusaha menetralkan penglihatannya yang masih kabur dan mencari dimana suara yang memanggilnya hingga terlihat jelas seorang yeoja paruh baya yang rupawan tengah trsenyum memandangnya "E-eomma!" panggilnya.
"Nee Xiu, ini eomma chagi" ucap Jaejong sambil meraih tangan putrinya "Eomma aku dimana?"tanya Xiumin "Kau di rumah sakit chagi" sekejap bayangan kilasan kejadian yang menyesakkan berputar bagaikan roll film di kepala Xiumin.
Xiumin memegang perutnya yang kini terasa datar dan tak ada kehidupan disana. Ia memejamkan matanya menelusuri lekuk perutnya berharap ia salah, tapi ternyata semuanya benar dan nyata. Tak terasa bulir bening menetes dari matanya "Xeokie chagi, kenapa menangis?" Jaejong mengusap air mata putrinya dengan ibu jarinya.
"Eomma, apakah dia masih ada dinisi? rasanya sakit" Jaejoong terkesiap sebenarnya ia tak ingin mengatakan hal ini tapi Xiumin harus mengetahuinya pikirnya "Xeokie sayang, yang sabar ya nak. Aegyamu sudah bahagia disisi tuhan. Tuhan punya rencana lain yang lebh indah untuk Xeokie" mencoba menenangkan putrinya.
"Setelah ini Chen pasti membenciku karena aku yang ceroboh eomma, aku..aku tak becus menjadi seorang istri dan gagal menjadi seorang ibu, eomma aku benar-benar tak berguna" Xiumin tersenyum miris dengan air mata yang terus saja mengalir "Bahkan membahagiakan orang-orang yang kucintai saja aku tak bisa terlebih Chen aku benar-benar tak berguna untuknya eomma" Jaejong menggeleng "A-ani, semua ini bukan salah Xeokie, semua ini takdir tuhan chagi. Tuhan ingin Xeokie lebih kuat dan tegar lagi. chagi, eomma tahu perasaanmu tapi ingat suamimu, dia akan sangat terpukul dengan kau yang lemah seperti ini" ucap Jaejong sambil terisak.
.
.
KREK!
Terdengar pintu terbuka, dan masuklah sesosok namja tampan dibalut jas putih yang sudah pasti ia adalah seorang dokter. "Permisi nyonya saya ingin memeriksa pasien tercinta saya disini" ucap Chen dengan senyum tulus yang terpatri diwajahnya, membuat sang mertua terkekeh dibuatnya "Silahkan uisa" Jaejong mempersilahkan menantunya "Eomma ke lobi dulu nee, mau ambil titipan appa" keduanyapun mengangguk.
Chen menoleh kearah ranjang sebelah yang ditempati Tao dan ternyata yeoja panda itu tengah tertidur pulas. "Bagaimana keadaan my lovely patient eum? Merindukan her lovely doctor kah?" Xiumin hanya tersenyum kecil.
Jujur saja hatinya masih sakit dengan kehilangan bayi yang dikandungnya dan suami yang begitu tegar ingin menghiburnya, Xiumin sangat berterimakasih ia memiliki dan dimiliki seorang namja bernama Kim Jongdae ini. Walaupun posesive dan pencemburu akut ia adalah sosok dewasa dan kuat sebagai tempat Xiumin bersandar mengeluhkan segala sesak dihatinya dan berbagi denganya. Chen selalu membuat Xiumin bahagia walaupun tak ada kehidupan yang bahagia selamanya tapi Xiumin tetaplah bisa merasakan kebahagiaan selalu bersama Chen. Namun ia merasa ia mengecewakan suaminya dengan keguguran yang ia alami.
Chen meraih tangan istrinya lembut mengerti akan perasaan dan pikiran Xiuminnya yang tengah berkecamuk "Yeobo" panggilnya lembut "Hmm" hanya gumaman yang keluar dari mulut Xiumin.
"Kau tahu?kalau kehidupan ini ibarat seperti roda yang tengah berputar?" Xiumin mengerutkan keningnya.
"Ya. Terkadang keadaan hidup kita bisa di atas lalu sedikit demi sedikit berputar kebawah dan kembali lagi keatas. Tuhan bukan mempermainkan, tapi Tuhan tengah menguji, ada kalanya roda kehidupan kita berputar kebawah menandakan Tuhan ingin menguji kita dengan sesuatu yang membuat kita memilih apakah kita akan menjadi lebih baik atau berputus asa dan menjadi lebih buruk hingga hancur. Tapi ada kalanya arah roda kita keatas yang menandakan bagaimana caranya kita bersyukur atas segalanya hingga roda berjalan lambat sehingga kita bisa stagnan di atas lebih lama" Xiumin menitikan air matanya kembali saat ia merasa ia mulai mengerti arti ucapan Chen.
"Hidup itu memang pilihan tapi tetap kita harus memilih yang baik sayang, kesusahan dan kesenangan, kesedihan dan kebahagiaan semua itu adalah ujian Tuhan-".
"Dan semua itu tergantung bagaimana kita bersyukur, menerima dan menghadapinya"potong Xiumin yang disambut senyuman oleh Chen.
"Nee chagi, kau benar. Memang butuh waktu untuk menangis dan menerima semua kenyataan yang terjadi tapi kita tak boleh berlama-lama terpuruk dalam kesedihan yang akan menghancurkan kita-".
"Kita harus bangkit berdiri dan berdiri lagi selama kita masih mempunyai Tuhan dan orang yang kita cintai sebagai penguat kita dan tak henti-hentinya memberinya kebahagiaan dengan adanya kita disisinya" Chen dan Xiumin menoleh kearah suara berasal. Disana ada Tao yang tengah tersenyum dan duduk bersila di ranjangnya.
"Nee kau benar Tao!" Chen meng-iyakan ucapan Tao sambil mengacungkan jempolnya. Xiumin yang terharu mendengar ucapan Chen dan Tao diakhir tiba-tiba membuka lebar tangannya meminta pelukan suaminya. Melihat reaksi istrinya Chen mendekat dan memeluk Xiumin hangat.
"Gomawo telah berada disisku, gomawo karena tak pernah meninggalkanku, gomawo untuk segala yang telah kau lakukan untukku yeobo, walaupun masih sulit untukku menerima tapi selama kau ada disisku dan juga keluarga dan teman-teman, aku akan berusaha semampuku. Mianhae dengan aku yang telah mengecewakanmu" Chen menggeleng dalam dekapan Xiumin "Ani kau tak pernah mengecewakanku sayang".
"Jeongmal saranghae nae yeobo!" ucap Xiumin diakhir "Nado Xiu, nado saranghae".
Melihat adegan ChenMin dihadapanya membuat Tao meneteskan air mata saking terharu. Iapun menghapus air matanya dan mulai merengek tak jelas "Hweeeeee.. Tao iri, Tao juga ingin dipeluk Kris ge. Gege cepatlah pulang!" rengek Tao manja sambil memukul kecil bantal rumah sakit membuat pasangan yang tengah bermesraan dihadapannya terkekeh geli dan melepaskan pelukannya.
GREP seseorang melingkarkan tangannya ke perut Tao yang sudah lumayan besar entah sejak kapan ia ada disitu, membuat sang empunya terkejut "Wae baby? Kangen suamimu yang tampan ini eoh?" Tao terkejut ditengah aksi merengeknya sementara Kris tengah menggodanya sekarang. "Gege!" Tao mendengus "Tolong ralat kenarsisanmu tuan" sambil membuang pandanganya kea rah lain "Nee nee jangan marah baby" ucap Kris sambil mengelus perut buncit Tao. Akhirnya mereka tersenyum bersama.
.
.
Kini seorang yeoja tengah terbaring di kamar rumah sakit karena kemoterapi yang akan di jalankannya hari ini, ini adalah kali ke dua Kyungsoo melakukan kemoterapi. Jika waktu pertama ia ditemani Lay,maka sekarang ia ditemani Baekhyun kaena pesan Lay yang meminta agar Kyungsoo ditemani karena Kyungsoo sempat stress.
"Baekie!" panggil Kyungsoo dengan menggenggam erat lengan Baekhyun "Nee Kyungie jangan takut nee, aku disini menemanimu" Kyungsoo mengangguk mengerti walaupun dapat Baekhyun rasakan tangannya dingin dan gemetar. Dokterpun masuk dan menghampiri Kyungsoo "Tenanglah nona, semuanya akan baik-baik saja" ucap sang dokter menenangkan.
Seketika dokter yang di bantu suster membuka pakaian belakang Kyungsoo untuk menyuntikan obat keras yang biasa digunakan untuk kemoterapi ke bagian tulang belakang Kyungsoo. "Akkhh!" pekik Kyungsoo tertahan. Dan setelahnya badannya mulai mendingin dan bergetar hebat tak lupa keringat yang bercucuran dan erangan kesakitan yang keluar dari bibir plumnya. Baekhyun yang menemani Kyungsoo hanya bisa menggenggam tangan Kyungsoo sambil menahan tangisnya agar tak meledak ditempat karena Kyungsoo yang terus mengerang kesakitan dan kini mulai terisak menangis merasa tak tahan dengan semua yang sedang ia jalani kini. Baekhyun amat perihatin dnegan kedaan Kyungsoo sekarang "Tenanglah Kyungie" ucapnya sambil mengelus rambut Kyungsoo. Dan seketiak ia terdiam.
.
.
Baekhyun Pov on
"Akhh!"kudengar pekiknya tertahan. Badannya mulai mendingin dan bergetar hebat. Aku tahu ia amat sangat kesakitan sekarang, mendengar cerita Lay eonni beberapa waktu lalu. Ku elus surai hitamnya bermaksud menenangkannya. Tapi ketika aku mengelus surainya yang indah itu, aku amat sangat ingin menangis. 'Ya tuhan ini rambut Kyungie' batinku menjerit ketika kulihat rambutnya yang begitu banyak rontok di tanganku. Dan sedikit ku tolehkan pandanganku menatap lantai, benar saja rambutnya berjatuhan karena reaksi obat yang keras.
Ku tahan rasa sakit yang benar-benar mendera hatiku sekarang, Kyungsoo adalah dongsaengku walaupun kami tak memiliki hubungan darah sama sekali, aku mencintainya, menyayanginya sepenuh hati layaknya saudara sedarah, begitupun juga dirinya. Tapi melihatnya seperti ini sekarang membuatku pilu, lihatlah sekarang dirinya mulai mengerang dan terisak karena kesakitan terlebih rambutnya mulai berjatuhan lagi.
Tuhan tolonglah selamatkan Kyungie ku. Doaku dalam hati yang tak pernah sekalipun terlewatkan. Baekhyun PoV end
Setelah muntah-muntah akhirnya badan Kyungsoo melemas dan tak sadarkan diri hingga dokter dan suster memindahkannya keruang rawat.
.
.
"Lay hari ini kita jadi ke rumah sakit kan?" Lay menoleh kearah Luhan yang baru saja mengantar pesanan terakhirnya karena siftnya sudah berakhir. "Nee" jawab Lay singkat dan seketika mengundang tanya di benak Luhan "Ada apa Lay?" tanya Luhan khawatir "Apa terjadi sesuatu dengan Kyungie?".
Diam
Lay hanya terdiam. "Lay jawab aku" Luhan mengguncang pundak Lay. "Hannie.." Luhan makin tak mengerti "Waeyo Lay?katakanlah apa yang sedang mengganggumu sekarang? Aku janji aku akan menerima semua keluhanmu Lay, kitakan saudara!" yakin Luhan yang membuat Lay mau tak mau harus menceritakan apa yang ada dalam pikirannya.
"Kyungie, apa yang akan kau lakukan jika dia tidak bisa diselamatkan?".
Mata Luhan membulat dengan penuturan Lay "Apa maksudmu Lay?kita harus yakin dan percaya kalau Kyungie pasti sembuh. Kau tahukan di yeoja yang kuat?" Lay mengangguk "Kau tahu waktu itu saat aku selesai menemani Kyungie, dokter memintaku ke ruangannya"
Flashback On
"Ada apa dengan dongsaeng saya uisa?" tanya seorang yeoja berambut gelombang dengan warna dark brownnya yang biasa dipanggil Lay.
Dokter menghela nafas beratmembuat yeoja dihadapannya semakin bingung "Yixing-ssi, apakah Kyungsoo bisa tinggal di rumah sakit saja tanpa harus bekerja lagi?" kening Lay berkerut "Sebenarnya ada apa uisa?kami sudah melarangnya bekerja tapi ia masih saja keras kepala" Dokter terdiam sesaat "Adik anda, kondisinya semakin menurun setiap harinya dan ini tidak baik bagi penyakitnya nona, Kyungsoo bisa drop sewaktu-waktu karena hal itu dan mengingat sepertinya ia sedang banyak pikiran maka kondisinya akan bertambah buruk. Dan kemoterphy sudah tak bisa lagi di lanjutkan karena hal itu. Aku ingin dia di rumah sakit saja sambil menunggu usaha terakhir kita yaitu menemukan sumsum tulang belakang yang cocok untuknya, karena mungkin kemo sudah tidak bisa kita lakukan lagi nanti. Bahkan jika Kyungsoo tak mau berhenti kejadian lebih buruk akan mengancam nyawanya dengan cepat"
Lay tercengang tak emnyangka dengan ucapan panjang lebar sang uisa "Bersiaplah menghadapi sesuatu yang buruk nona, karena manusia hanya bisa bergantug pada tuhan walaupun kita sudah berusaha semaksimal mungkin" tubuh Lay bergetar mencoba untuk tak menangis "Baiklah uisa, jika harus dirawat maka saya akan mengikutinya. Tolong berusahalah semaksimal mungkin untuk menyelamatkannya"sang dokter mengangguk dan dengan itu Lay keluar meninggalkan ruangan sang dokter.
Flashback off
Luhan terdiam, tak tahu apa yang harus ia katakan lagi sekarang. Airmatanya mulai mengalir walaupun tak terisak, sakit, hanya itu yang ia rasakan sekarang.
Keduanya terus terdiam dalam keheningan beberapa saat hingga satu suara menyadarkannya "Hei, kenapa belum pulang?bukankah kalian sudah selesai bekrja?" Itu Zelo salah satu karyawan di restoran tempat Luhan dan Lay bekerja. "Nee kami akan pulang sekarang" ucap Luhan dan Lay bersamaan.
SKIP..
SKIP..
Dua bulan sudah berlalu semenjak Kyungsoo di anjurkan beristirahat di rumah sakit. Kini ia tengah bosan dengan keadaan rumah sakit yang menurutnya semakin hari semakin mengurungnya layaknya seorang nara pidana. Tubuhnya semakin lama semakin kurus, kulit yang semakin pucat serta rambut yang makin menipis maka ia selalu memakai penutup kepalanya agar rambutnya tak bertebaran dimana-mana. Ia berjalan menghampiri jendela ruang rawatnya.
Sekarang ia tengah melamun sambil memandang keluar jendela, sungguh ia sangat kesepian dan merindukan seseorang yang sangat ia cintai hingga saat ini, ia rindu dengan tawanya, manjanya, overprotektifnya dan ia rindu semua yang ada pada dirinya. Ia tak pernah sekalipun melupakan orang yang sangat berarti baginya, yang selalu egois akan dirinya dan selalu mengklaim bahwa ia adalah miliknya.
"Oppa sedang apa kau sekarang? Apa kau hidup dengan baik dan bahagia disana?mianhae telah membuatmu kecewa. Semoga kau selalu bahagia. Oppa..saranghae" ucapnya lirih tanpa mengetahui sesosok yeoja dengan perut yang membuncit, dengan surai pirangnya yang ia ikat seperti pony tail itu yang tengah mengandung hampir menginjak enam bulan tiga hari lagi sedang berdiri di belakanynya dan tengah mendengar ucapannya berusaha menahan tangis agar terlihat kuat di hadapan Kyungsoo.
Tak ingin terus bungkam akhirnya ia memutuskan untuk memecah keheningan yang beberapa saat menerpa mereka "Anyeong" Kyungsoo menoleh kebelakang "Lulu eonni!" seru Kyungsoo senang dan sedikit berlari menghampiri Luhan dan memeluknya manja "Aku kesepian disini" ucapnya sambil mempoutkan bibirnya lucu mengundang tawa Luhan dan tangannya untuk mencubit pipinya karena gemas.
"Isshhh appo eonni" rengeknya lagi manja "Mianhae, habisnya Kyungie lucu sekali sih, eonni jadi gemas" merekapun tertawa bersama.
Sementara itu..
.
.
Di rumah mungil yang mereka tinggali bersama seorang yeoja bersurai dark brownnya tengah melamun hingga tak menyadari seseorang tengah menghampirinya
GREP memegang bahu yeoja yang tengah melamun tadi "Lay eonni"panggilnya "Baekie sedang apa?kenapa melamun?" Baekhyun yang ditanya hanya menundukan wajah, Lay yang terheran-heran ikut menuju kemana arah pandang Baekhyun.
BINGGO!
Ia melihat sebuah buku kecil yang biasa kita sebut tabungan. Lay meraih buku tersebut "Sudah tidak cukup ya?" Baekhyun mengangguk tanpa terasa air mata telah mengalir dipipi putihnya "Bagaimana ini eonni?" Lay menghela nafas sesaat. Iapun bingung, bingung dengan keadaan yang tengah menghimpit mereka. Biaya Kyungsoo sangatlah mahal belum lagi Luhan yang tengah mengandung dan biaya hidup mereka sehari-hari. Bukan mereka mempermasalahkan semua itu tapi yang kini mereka permasalahkan adalah bagaimana cara agar Kyungsoo bisa terus diobati dan kandungan Luhan yang selalu sehat, tanpa membuat mereka merasa khawatir.
"Sudah jangan sedih lagi nee?" Lay mengusap airmata Baekhyun dengan ibu jarinya "Tenanglah chagi, semuanya pasti ada jalan keluar selama kita berusaha" Baekhyun terkesiap, ia menyadari ucapan eonninya itu benar "Nee, eonni kita hanya perlu berusaha lebih giat lagi" ucapnya menghadirkan senyuman yang membuat Lay merasa tenang dan kuat kembali untuk terus berusaha "Nee kita harus tetap semangat" ucap Lay sambil mengepalkan tangannya keudara, "Nee FIGHTIIING" ucap mereka bersamaan diikuti dengan tawa setelahnya.
"Kajja kita akan ke rumah sakit kan hari ini? Kita sudah janji akan berkumpul disana kan Baekie?" Baekhyun mengangguk dan mereka segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.
.
.
"Eonni!" panggil Kyungsoo "Waeyo chagi?" Kyungsoo menggenggam tangan Luhan yang tengah mengupas apel hingga menghentikan kegiatan mengupas apelnya "Kapan Baekie dan Lay eonni datang?" rengeknya manja "Sebentar lagi mereka pasti sampai" hibur Luhan, entah mengapa ia merasa tidak enak hati dengan sikap Kyungsoo yang sangat manja dan ceria hari ini, ia merasakan sebuah keganjilan yang benar-benar tak ingin ia rasakan.
Tapi ia menutupi dan berusaha menepisnya dengan berkata tak akan terjadi apapun dengan Kyungsoo batinnya. Tak lama kemudian terdengar pintu ruang rawat Kyungsoo terbuka dan memperlihatkan dua orang yeoja yang tengah ditunggu-tunggu tadi dengan senyuman lebarnya "Waah panjang umur sekali, baru saja Kyungie menanyakan kalian, eh kalian tiba" Kyungsoo terkekeh. "Waaahhh ternyata ada yang rindu pada kita Baekie, padahal tanda tangan kita sudah sold out" ucap Lay disambut anggukan Baekhyun "Hmm sombong sekali eonni" cibir Kyungsoo sambil mempoutkan bibirnya lucu, membuat mereka tertawa bersama lagi dengan percakapan yang menyenangkan hari itu, walaupun hati ke tiga yeoja yang berada disitu tengah tidak enak dengan yeoja yang tengah duduk di ranjang rumah sakit itu.
"Eonnideul,Baekie"panggil Kyungsoo "Bolehkah Kyungie meminta satu permintaan?" Luhan menatap Kyungsoo dengan tatapan hampa "Apa itu? Jika eonni bisa, eonni akan berusaha mengabulkannya" Jawab Luhan diikuti dengan anggukan Lay, tapi Baekhyun hanya terdiam menatap Kyungsoo dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Jinjja!"Kyungsoo meyakinkan ucapan eonnideulnya "Nee" jawab Lay dan Luhan bersamaan tapi Baekhyun tetap diam "Baekie bagaimana?" Baekhyun tercekat dengan pertanyaan Kyungsoo, jujur perasaannya amatlah sangat takut sekarang ini, dengan susah payah Baekhyun mengangguk. "A-aku.. ingin pulang kerumah"
DEG!
DEG!
DEG!
Jantung ketiga yeoja yang mendengarnya merasa terhantam, lengkap sudah ketakutan mereka sekarang. Namun Luhan tetap berusaha tenang, tak mau pendarahan seperti waktu lalu, karena tak bisa mengontrol emosinya.
"Kenapa? Apa Kyungie tidak betah di rumah sakit?" tanya Lay "Kyungie bosan ya hampir tiap pagi hingga sore hari sendiri disini?" tanya Baekhyun "Mianhae nee, kami datang selalu petang karena memikirkan diri sendiri" Kyungsoo menggeleng cepat menyanggah ucapn Baekhyun "A-ani, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama kalian, jeball hanya satu hari saja" oh Kyungsoo tak tahukah kau ketiga yeoja dihadapanmu ini tengah menjerit dengan hati mereka yang sakit? merintih pada tuhan agar tak kehilanganmu?
"Aku ingin seharian bersama kalian dirumah, bagaimana? Kita tidur bersama, masak bersama, melakukan aktivitas menyenangkan bersama dan bagaimana kalau kita berendam air panas bersama? Jeball, ku mohon ya..ya..ya.. sekaliiii saja" ucapnya dengan jurus puppy eyesnya yang selalu manjur, tapi sepertinya tidak untuk kali ini, karena mereka merasakan sesuatu yang aneh bersamaan.
Lay, Luhan dan Baekhyun hanya berusaha menahan tangis yang berlomba-lomba ingin keluar dan perasaan takut yang ingin meledak. Sesaat mereka saling bertatapan kemudian mereka mengangguk serempak "Eonni ke ruang dokter dulu nee, memastikan apakah Kyungie boleh pulang atau tidak untuk sehari" Kyungsoo mengangguk mendengar ucapn Lay, "Tapi ingat hanya sehari, setelah itu kita kembali lagi kesini, aku tak mau terjadi apa-apa padamu Kyungie" interrupsi Baekhyun "Nee..nee arasso eomma aku mengerti" jawab kyungsoo sambil terkekeh.
.
.
Lay keluar dari ruangan dokter, ia berjalan gontai di lorang rumah sakit dan teruduk lemas disebuah kursi penunggu "Tuhan apa yang harus kulakukan sekarang? Suho oppa..hiks..oppa..aku membutuhkanmu hiks..hiks.." pertahanannya runtuh, isakan lolos dari mulutnya yang sedari tadi mati-matian ia menahannya.
Praaangg! Sebuah gelas yang tengah dipegang jatuh tiba-tiba ke lantai "Waeyo hyung?" tanya seorang namja "Yi-yixing" gumamnya masih terdnegar oleh namja yang memanggilnya "Ada apa Suho hyung?katakan" namja yang dipanggil Suho itu hanya menatap datar "Perasaan ku tak enak tentang Yixing, apa yang tengah menimpanya Sehun?" Sehun tercekat, perasaan yang tengah Suho alami tak jauh beda dengan apa yang tengah ia alami pada Luhannya. "Sudah hyung kita lanjut mencari saja nee?" sambil mengelus punggung Suho bermaksud menenangkannya. Suho mengangguk mengerti segera keluar menyusul Sehun untuk melanjutkan pencarian mereka.
.
.
Lay masih terus menangis hingga seseorang menepuk bahunya "Eonni!" suara yang amat ia kenali masuk kependengarannya. Lay mengusap kasar airmatanya "Nee Baekie! Kajja kita pulang, dokter sudah mengizinkannya tapi hanya satu hari saja" alis Baekhyun menaikan alisnya melihat keadaan Lay yang ganjil dimatanya "Waeyo eonni? Apa yang terjadi?apa yang dokter katakan? Jangan berbohong padaku, ku mohon" pinta Baekhyun sambil menggenggam tangan Lay, percumah menyembuyikan semua ini dari seorang Baekhyun pikirnya "Kyungsoo sebenarnya tidak boleh pulang karena kondisinya bertambah buruk Baekie, dokter hampir menyerah dengan kemoteraphy yang mereka jalankan"
Mata Baekhyun terbelalak saking kagetnya "Dokter hanya bisa pasrah sekarang dan melakukan apa yang bisa mereka lakukan" ucap Lay disertai isakannya. Tubuh Baekhyun merosot seketika dihadapan Lay dan hanya menangis dalam diam. Tatapannya kosong dengan air mata yang berlomba-lomba keluar dari matanya. "K-kenapa? Harus seperti ini?" lirihnya.
Setelah puas menangis, mereka segera beranjak ke kamar Kyungsoo di rawat untuk membawanya pulang.
.
.
"Yeeeeeee akhirnya sampai dirumah" ucap Kyungsoo girang, sementara yang lain hanya tersenyum, senyum palsu yang mereka perlihatkan. "Kyungie istirahatlah, aku akan mandi dulu" Kyungsoo menggeleng "Kita mandi sama-sama ya eonni! jeball" mohonnya, yang dihadiahi dengan anggukan kikuk dari mereka semua.
"Kalian kenapa?apa kalian tidak senang dengan permintaanku?mianhae nee kalau begitu tidak usah" Kyungsoo menunduk dalam. Luhan menyikut Baekhyun "A-ani kami senang kok, kajja mandi sama-sama" menarik lengan Kyungsoo kedalam, dan mereka memutuskan untuk membuat Kyungsoo merasa nyaman dan mengabaikan perasaan mereka dulu untuk saat ini.
"Hahahahahahaa.. itu sangat memalukan" terdengar suara tawa dari arah kamar mandi, ya mereka sekarang tengah mandi bersama, berendam dalam satu bak mandi berukuran sedang. Karena tubuh mereka sama-sama kecil jadi mereka dapat masuk bersama dan duduk saling berhadapan mengelilingi bak mandi, terdengar suara tawa karena candaan dan juga kelakuan mereka yang lucu.
Selesai mandi, mereka duduk berjejer dengan Luhan berada paling denpan, lalu Baekhyun , Kyungsoo dan terakhir Lay. "Kenapa aku harus didepan Kyungie?padahalkan aku ingin menyisir rambut Kyungie" rengek Baekhyun "Aku ingin menyisir rambut Baekie" jawab Kyungsoo "Rambut kita sudah sama-sama panjang ya!" ucap Lay memperhatikan rambut Luhan, Baekhyun, Kyungsoo dan dirinya yang sudah sama-sama panjang menyentuh butt mereka.
Merekapun menyisir rambut secara beruntun kecuali Luhan yang diam karena disisir oleh Baekhyun. Ketika tengah sibuk dengan aktivitas sisir-menyisir rambut Lay terdiam sesaat, melihat sisirnya yang baru saja dia gunakan menyisir rambut Kyungsoo telah terpenuhi oleh rambut Kyungsoo ditambah rambut Kyungsoo yang berjatuhan kebawah, padahal sisirnya sangatlah bersih barusan. Lay menutup mulutnya sesaat, membersihkan sisirnya dengan tangan yang bergetar, air mata kembali jatuh tanpa mereka ketahui, ya Lay menangis dalam diam.
Mereka makan malam bersama dengan menu yang special dari biasanya karena Kyungsoo yang meminta masih diirngi canda dan tawa mereka. Setelah makan malam mereka membentag kasur berjejer seperti biasa, dan kali ini Kyungsoo meminta Baekhyun memeluknya ketika tertidur "Baekie,aku ingin dipeluk" masih dengan manjanya. Baekhyun tersenyum lalu memeluk Kyungsoo hingga terdengar nafas teratur dari Kyungsoo menandakan yeoja itu tengah nyaman dan terlelap dalam tudurnya.
Baekhyun mengelus surai hitam Kyungsoo yang mengahalangi wajahnya, sedang luhan yang berada dibelakang Kyungsoo mengelus rambutnya. Hingga Baekhyun menahan tangannya, ternyata tangan Luhan telah terpenuhi oleh rambut Kyungsoo mata keduanya membulat, kerontokan rambut Kyungsoo melebihi biasanya.
"Lay apakah kau sudah tahu ini akan terjadi?" Lay berbalik "Nee" jawabnya. Mereka bertiga kembali menangis, Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya pada Kyungsoo "Andwe Kyungsoo, aku mohon jangan" Luhan ikut memeluk Kyungsoo dari belakang. Sementara Lay kembali berbalik dan memeluk Baekhyun dan Kyungsoo bersamaan. Malam itu adalah malam yang paling memilukan bagi Luhan, Lay terutama Baekhyun.
.
.
Kini Kyungsoo telah kembali ke rumah sakit, dua hari lalu ia telah merasakan bahagia bersama eonnideulnya tapi tetap saja ia merasa kurang dan ingin terus berada dirumah yang membuatnya nyaman, bukan terbaring di rumah sakit seperti ini karena sakit.
Wajahnya semakin hari makin pucat, lingkar hitam makin melebar dikedua matanya. Sementara Baekhyun, Luhan dan Lay telah bekerja seperti basa. Kini Kyungsoo tengah terduduk di ranjangnya memandangi jendela dengan langit yang cerah. Hingga tiba-tiba ia merasakan sakit yag amat sangat menyakitkan di bagian tulang belakangnya. "Akh" pekiknya, berusaha menekan bel penmanggil suster di dekat kepala ranjangnya. Ia hanya mengangakan mulutnya, tak bisa bersuara dengan sakit yang ia rasakan setelah tadi merintih, dengan keringat yang bercucuran dan sakit yang hebat ia berusaha menekan bellnya tapi itu sulit baginya hingga ia tak sadarkan diri dengan posisi tengkurap.
PRAKK! Baekhyun menjatuhkan alat makan siangnya, semua karyawan yang mendengar serempak melihat kearahnya. Perasaannya tak enak saat ini, bayang-bayang Kyungsoo yang tak pernah ia harapkan hadir dibenaknya. Segera ia membungkuk meminta maaf dan berlari keluar menuju rumah sakit dengan tergesa-gesa, tak peduli dengan panggilan sang pemilik resto dan orang-orang yang ditabraknya. Ia terus berlari. Menerobos jalanan yang cukup padat hingga tanpa sengaja Lay yang baru saja akan berangkat kerja melihatnya dan ikut berlari menyusulnya.
.
PRANG! Ditempat yang berbeda Sungmin heran dengan gelas yang ia bawa terjatuh tiba-tiba "Wae eomma?" tanya Sehun "K-Kyungsoo" ucapnya lirih "Eonni, gwenchana?" tanya Ryowook yang tengah berkunjung ke rumah Sungmin "Perasaanku tak enak Wokie, apa kau juga merasakannya?"Ryowook terdiam "Nee aku merasakannya, Luhan dan Baekhyun" sementara Heechul mulai terisak "Ying, kemana kau nak!" Sehun makin frustasi dengan semua ini, karena dirumah itu hanya ada Sungmin eommanya, Ryowook, Heechul dan dirinya saja. "Hunnie, tolong eomma cari Kyungsoo" isak Sungmin dalam pelukan putranya. Sehun mengangguk sambil mengelus punggung eommanya itu.
.
.
Luhan baru saja kembali dari toilet dan berbincang dengan suster yang merawat Kyungsoo disana hingga memutuskan kembali ke ruangan Kyungsoo.
TREK! Luhan mendorong pintu tersebut hingga matanya menangkap sosok yeoja yang tengah tertidur dengan posisi aneh, Luhan mengguncang tubuhnya tapi tak ada respon berkali-kali, iapun bergegas keluar ruangan dan berteriak memanggil suster. Suster yang tengah lewat segera masuk diikuti beberapa suster lainnya. "Cepat panggilkan dokter" teriak salah satu suster hingga seorang suster berlari dan kembali dengan dokter yang biasa menangani Kyungsoo.
"Ada apa dokter?"Luhan panic sementara salah satu suster menahannya untuk mendekat "Keadaannya gawat cepat pindahkan dia ke ruang ICU" perintah sang dokter tegas. Luhan meronta melihat Kyungsoo dipindah-ruangkan dan itu sempat membuat dua orang suster yang menahannya kewalahan.
"Maaf anda tidak boleh masuk"tegas sang dokter ketika Luhan memaksa ingin menemani Kyungsoo. Lampu ICU menyala, Luhan duduk terdiam sambil menatap lurus dengan hampa, tak lupa dengan doa yang selalu ia ucap dalam hati. Ia merasa putus asa sekarang. Airmata menganak sungai dipipi putihnya. Ia sudah merasa tak sanggup dengan apa yang menimpa Kyungsoo, ia hanya berharap Kyungsoo masih bisa bersamanya. Di tengah-tengah kebimbangan hatinya Baekhyun datang dengan nafas tersengal-sengal terlihat sekali yeoja mungil ini habis berlari.
"Hosshh.. Eonni~~hoshh..hosshh.." Luhan tercekat melihat Baekhyun ada dihadapannya. "Da-darimana kau-"
"Kami tahu hosh..dari..hoshh suster" Lay memotong pertanyaan yang akan keluar dari mulut Luhan. Terlihat sekali Laypun sama seperti Baekhyun –habis berlari. "Lay boleh aku meminjam ponsel?" tanya Luhan. Lay memberikan ponselnya tanpa banyak bertanya. "Kyungsoo ada didalam".
DEG! DEG! Jantung Baekhyun dan Lay bertambah kecepatan karena habis berlari ditambah kabar Kyungsoo yang berada di ruang ICU. Mereka berjalan perlahan, menghampiri satu bagian ruang ICU yang hanya tertutup kaca-kaca sehingga mereka bisa melihat keadaan pasien dari luar. Luhan beranjak menjauh dan menekan tombol nomor kontak Tao tak lupa ia menyeting nomornya agar tetap rahasia. "Yeoboseo eonni" ucapnya tapi taka da jawaban dari seberang teleponnya. Luhan yang panic langsung to the point bicara pada Tao yang tak ia tahu bahwa yang sedang menerimanya bukanlah Tao.
"ANDWEEE! KYUNGSOO…" Seketika terdengar teriakan dari Baekhyun "Tenanglah Baekie, Kyungie akan baik-baik saja" Lay mencoba menenangkan. Tapi itu sulit karena mereka melihat sendiri dokter memakai pemicu jantung pada tubuh Kyungsoo, "KYUNGIEE JANGAN TINGGALIN BAEKIE, BAEKIE GA BISA TANPA KYUNGIEE"teriak Baekhyun lagi sambil menangis meraung-raung. "Tidak Baekie, Kyungie tak akan meninggalkan kita ia pasti akan tetap bersama kita" ucap Lay sambil terisak. "EONNI…EONNI, TOLONG BAEKIE SELAMATKAN KYUNGIE, JANGAN SAMPAI KYUNGIE TINGGALIN BAEKIEE..BAEKIE GA MAU SENDIRIAN, BAEKIE GA MAU KYUNGIE TINGGALIN" pekik Baekhyun yang akhirnya para suster membantu Baekhyun yang meraung-raung dengan Lay yang menangis pilu.
.
.
.
"Chagyaaaaa~~~" seorang yeoja tengah memanggil seseorang dengan rengekan yang sangat manja, tetapi bukannya senang seseorang yang di panggil chagya itu malah merasa jijik dan terus saja memperlihatkan wajah datarnya karena sudah jengah dengan yeoja menjijikan dihadapannya ini. "Kaii~~"panggil sang yeoja manja masih denganmemeluk lengan namja berjas abu-abu itu "Waeyo Krys? Kau tidak lihat aku baru selesai meeting?" sambil mendengus sebal "Aku ingin pergi ke butik untuk mencoba gaun pertunangan kita chagi" rengeknya. Kai menghela nafas dalam 'Kalau saja ini bukan usaha membongkar kedokmu, sungguh aku tak sudi melakukannya' batin Kai "Baiklah kita pergi besok ya! Aku masih ada kuliah setelah beres dari kantor" dusta Kai dan di sambut anggukan dari krystal walaupun dengan terpaksa.
BRAK!
Terdengar ruangan Kris dibuka dengan sangat tidak elitnya membuat sang empunya menghela nafas jengah "Kenapa lagi Kai?" Kai mendengus sebal "Aku sudah tidak tahan lagi hyung, menyebalkan. yeoja itu minta inilah itu lah arrrggghhh nerakaaaa" teriaknya frustasi. Kris hanya bisa menghela nafas panjang. Sudah ke-20 kalinya Kai mengeluh begini tapi ia hanya bisa terdiam. ~Kono machide meguriaatta imamo wasurenaiyo anohikara~ Ditengah rasa frustasi yang menimpa Kai dan Kris yang hanya terdiam tiba-tiba suara ponsel yang berdering mengalihkan perhatian mereka.
"Ponselmu hyung!"tanya Kai "Bukan itu ponsel Tao, ada yang menelponnya tapi nomornya dirahasiakan" ucapnya "Angkat saja hyung siapa tahu itu dari penjahat yang waktu itu mengejarnya dan bermaksud mengancamnya kali ini" Krispun mengangguk dan menekan tombol yes tak lupa menyalakan loudspeaker di ponsel tersebut dan menyalakan perekam suara sebagai bukti nantinya.
"Yeoboseo eonni" mereka tercengang dengan suara yeoja dari seberang sambungan telpon, suara yang sangat mereka kenal dan mereka cari selama ini. Ya itu suara Luhan batin Kris dan Kai bersamaan. Mereka hanya terdiam mendengar suara Luhan yang langsung berbicara tanpa menunggu jawaban.
"Eonni.. aku mau mau minta bantuan lagi..hiks..aku harap eonni bisa membantuku" ucapnya sambil menangis. Disela-sela tangis Luhan terdengar suara seorang yeoja yang tengah meraung-raung dan seorang lagi yang tengah menangis. "ANDWEEE! KYUNGSOO" kedua namja yang tengah menerima telpon itu langsung tercengang -Suara Baekie- batin mereka lagi "Tenanglah Baekie, Kyungie akan baik-baik saja" kini suara Lay yang terdengar "KYUNGIEE JANGAN TINGGALIN BAEKIE, BAEKIE GA BISA TANPA KYUNGIEE"teriak Baekhyun lagi sambil menangis meraung-raung. "Tidak Baekie, Kyungie tak akan meninggalkan kita ia pasti akan tetap bersama kita" ucap Lay sambil terisak. "EONNI…EONNI, TOLONG BAEKIE SELAMATKAN KYUNGIE, JANGAN SAMPAI KYUNGIE TINGGALIN BAEKIEE..BAEKIE GA MAU SENDIRIAN, BAEKIE GA MAU KYUNGIE TINGGALIN" pekik Baekhyun di sertai tangis pilu dari Lay. Kris dan Kai membulatkan matanya sempurna. Jantung Kai berpacu tiga kali lipat mendengar ucapan di belakang si penelpon.
"Eonni kami butuh donor sumsum tulang belakang" sambungnya lagi "T-tolong bantu kami mencari pendonor eonni. Kyungie…. Keadaannya sudah sangat gawat sekarang, eonni sudah dulu ya Baekie sedang histeris eonni". Plip Luhan memutus sambungan telponnya sebelum Kris membuka mulutnya.
Tubuh Kai menegang, wajahnya berubah pucat, Kai benar-benar shock sekarang. Walaupun samar tapi masih terdengar jelas suara-suara yang memilukan di balik pembicaraan Luhan tadi. Rahangnya mengeras tangannya terkepal hingga buku-bukunya memutih. Sedang Kris hanya terdiam, memandang datar dan hampa.
Keheningan menyelimuti mereka. Keduanya hanya terdiam tanpa ada yang ingin memulai pembicaraan sedikitpun, sibuk dengan pemikirannya masing-masing.
TREK! Seseorang membuka pintu ruangan Kris "Mianhae hyung, dari tadi kuketuk tak ada yang menjawab jadi kubuka saja" seorang namja berkulit pucat dengan pokerface yang selalu ia tunjukan pada semua orang kecuali orang terdekatnya tengah tersenyum kearah Kris dan Kai yang tengah memandangnya dengan pandangan sulit diartikan. Ya itu Sehun.
Melihat ekspresi yang ganjil dari keduanya seorang namja dibelakang Sehun dengan angel smilenya memulai pembicaraan "Ada apa hyung? Apa yang terjadi?" tanya Suho, taka da jawaban Kai berjalan melewati Suho dan Sehun tanpa melihat dan berbicara sepatah katapun. BLAMM pintu tertutup dengan cukup keras. Kris terdiam, sementara Kai telah pergi dengan dua orang yang terlihat bingung saat ini.
HoHun melihat kearah Kris bersamaan, tatapan mereka mengatakan bahwa katakan ada apa sebenarnya. Kris menghela nafas berat "Hubungi Chanyeol sekarang" titah Kris membuat HoHun itu mengerutkan alisnya "Aissshhhh sudah hubungi dia dulu nanti kujelaskan" Suho mengambil ponselnya di saku dan mulai menghubungi Chanyeol.
Kini mereka berempat tengah berkumpul. "Ada apa ini?" tanya Chanyeol bingung, namun Suho dan Sehun hanya mengendikan bahunya tanda merekapun belum tahu apa-apa. Kris hanya diam, jujur pikiran dan hatinya kacau sekarang ini mendengar keadaan Luhan,Lay, Baekhyun dan Kyungsoo. Terutama Kyungsoo, Kris tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada salah satu mahasisiwi favoritnya itu. Kris mulai memnyalakan rekaman pembicaraan Luhan pada ponsel Tao barusan. Setelah mendengarnya sontak mereka Shock mendengarnya "Baekie/ Hannie/Xingie" panggil ChanHunHo itu bersamaan.
.
.
Terlihat namja berkulit tan itu keluar kampus dengan tergesa-gesa kemudian masuk kedalam mobilnya yang terparkir didepan kampus setelah membanting pintu cukup keras sebelumnya, nafasnya memburu dan matanya terasa panas setelah kejadian tadi. Amarah, sedih dan kecewa menghantuinya sekarang. "AAAAARRRRRGGGGHHHHHH!" teriaknya ambil memukul stir mobilnya "DIMANA KAU KYUNGSOO!" panggilnya masih dengan berteriak.
Kai PoV
Sakit..
Aku sakit sekarang, remuk sudah perasaanku mendengar Luhan bicara terlebih lagi teriakan memilukan Baekhyun dan tangisan Lay noona. Ada apa dengan mu Soo? Kenapa aku masih disini jika kau menderita disana Kyungsoo! Sungguh aku merasa benar-benar bodoh dan tak berguna sekarang. Kekhawatiran yang selama ini selalu datang padaku ternyata benar adanya, ketakutan yang tak pernah ingin aku rasakan kini nyata adanya. Kyungsoo teganya kau menutupi semua ini dariku? Aku sungguh sangat kecewa pada diriku sekarang, apalah artinya aku hidup dan bertahan selama ini jika jadinya seperti ini? Mendengarmu sakit disana, menderita disana dan tak tahu apapun tentangmu sungguh itu sangat menyiksa. Mianhae Soo selama ini aku belum bisa berbuat apa-apa, aku terlalu egois dalam menyikapi seglanya.
Bunuhlah aku sekarang karena sudah menyakitimu terlalu dalam. Seandainya saat itu aku memaksamu untuk menikah, seandainya saat itu aku tak emosi dan pergi meninggalkanmu bersama Luhan dan Baekie mungkin sekarang aku sudah berada disismu, membawamu ketempat yang jauh dengan rasa aman. Kenapa harus seperti ini?aku tak pernah menginginkannya. Bagaimana keadaanmu disana? Aku merindukanmu.. sangat merindukanmu.
'Jeongmal saranghaeyo Love'
Kai Pov end
Keempat namja itu kini masih berdiam diri, masing-masing sibuk dengan pemikirannya masing-masing, terutama Chanyeol, Sehun dan Suho. "Sudahlah jangan melamun terus, ini tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih baik kita lanjutkan saja mencari mereka" uca Kris memecah keheningan. "Kai" gumam Sehun yang masih terdengar oleh hyungdeulnya, serentak Chanyeol dan Suho menoleh kearah Kris "Dia.. kalian bisa lihat sendiri kan?keadaannya?apa lagi Kai dan aku mendengar secara langsung suara Luhan". "Kai pasti sangat terpukul" ucap Suho diangguki oleh sahabatnya.
"Hyung! Sebaiknya tanyakan ini pada Tao noona, dia pasti tahu dimana mereka dan keadaan mereka" saran Sehun "Benar hyung, tidak mungkin Tao tidak tahu apapun sementara mereka menghubunginya. Lay noona pasti selalu berhubungan dengannya" tambah Chanyeol. Kris sedikit berdiam lalu mengangguk "Tapi aku tak janji, kau tau Tao sedang hamil dan juga kejadian yang menimpanya beberapa waktu lalu membuat dokter mengingatkan agar dia tidak stress". Keempat namja itu hanya bisa menghela nafas berat.
.
.
Lay kini tengah duduk bersandar dengan tubuh yang lemah di kursi tunggu, air mata yang terus mengalir pada pipi putihnya tak kunjung mereda. Ia terus menunggu lampu ICU yang berubah warna menjadi hijau. Hingga ia melihat sekaleng minuman dingin berada di depan wajahnya. "Minumlah"ucap seorang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Luhan.
Tak jauh berbeda dengan Lay, Luhan datang padanya dengan mata yang sembab, kentara sekali yeoja itu telah menangis. Lay mengambil minuman yang luhan sodorkan tadi "Bagaimana Baekie?" tanyanya "Sudah tidak apa-apa, dokter sudah memberinya penenang. Aku meminta suster menjaganya karena aku khawatir padamu Lay" Luhan menangkup pipi Lay dan menghapus airmata yang masih berlomba-lomba keluar dari pelupuk matanya "Gwenchana Lay-ah, kita berdoa saja semoga semuanya baik-baik saja nee" ucapnya menenangkan Lay yang sudah ia anggap seperti dongsaengnya sendiri.
"Gomawo Lu, dengan keadaan seperti ini kau masih bisa bertahan dan menjadi tempat kami bersandar" Luhan membawa Lay yang mulai terisak kembali kedalam pelukannya "Gwenchana Lay-ah, kau tahu selama ini kau lah yang selalu terlihat kuat dengan segalanya, kau selalu menutupi segalanya dan kau selalu menjadi sandaran kami semua, kini biarlah aku untuk menjadi sandaran kalian. Aku tahu kau sudah tak kuat lagi menahan semuanya Lay. Kumohon biarkan aku menjadi sandaranmu" seketika itu pecahlah tangis Lay di pelukan Luhan. Ia meangis sejadi-jadinya, meraung-raung sama seperti Baekhyun sebelumnya.
"Sakit Lu, kenapa Kyungie harus seperti ini Lu" kata-kata itulah yang keluar dari mulut Lay sambil terus menangis kencang dalam pelukan Luhan yang bajunya sudah basah oleh airmata Lay. Sementara itu Luhan hanya bisa mempererat pelukannya, menyalurkan kehangatan untuk dongsaengnya agar ia merasa aman dan tenang sambil terus mengelus punggung yeoja berdimple itu. 'Hunie, aku membutuhkanmu' batin Luhan…..
Tobe Continue..
Gimana chingu chapter ini? semakin gereget kah? hhheee.. semoga nee.. moga ga tambah bikin pusing tapi ya agak-agak jelas gitu meskipun ff hira ni beneran gaje *plak… makasih buat kalian semua yang selalu setia membaca and ngikutin cerita ini apa lagi yang udah review :D jeongmal gamsahamnida mungkin chapter selanjutnya udah nunjukin agak-agak mau end tapi hira masih belom tau di chapter berapakah ini akan berakhir yang jelas gak ampe 20an hhheee..
Alright as usual it's time to ANSWER THE REVIEWS :D :
dyodoll12jong88 : Ga ko Kaisoonya ga di gantungin cuman di hira simpen dulu momentnya :D
SungJinRin : jeongmal gomawo chingu :D iya ini udah lanjut kok. Disini Kyungsoonya udah yatim piatu chingu soalnya eommanya Kyungsoo udah meninggal pas nyelametin Baekhyun di That's the true love yang sebelum ini, yang main castnya ChanBaek. Kalo sembuh ato ngganya…Let's see then ajja nee :D
Aswshn : Iya Vict ma Krys emang aku bikin antagonis disini *mianhaeVicStal. Jangan di goring suruh terjun ajja dari Niagara kebawah hhhaaaa.. yepz hira bakalan semangat coz kalian kan udah review masa ga semangat :D. ini udah update kok tapi kalo kilat mah kayakny on process hheee… Gomawoyo udah review.
SyJessi22 : Iya mereka bertindak cepat, Yep siap-siap ajja nanggung malu segede gaban *eh?. Sabar nee ntar juga tuhan pasti bukain kedok mereka chingu :d. yep si Kai ikut rencana kok kan rencana dia juga ini…..Kris beraegyo itu sama dengan liat mahluk langka hhhaaaaa… pengennya gimana? Selamet ato ngga ni Kyungsoo? Ga tega bikin si Kai alone terus tapi….(Kai: hira elo mah tega ya tega ajja.. jauhin ajja sekalian *pasang muka ngenes H: mianhae jong :D hira pikir-pikir dulu buat bikin lo bersatu ma Kyungsoo nee…) iya ya si Baek bakalan setres ampe sakit jiwa kayaknya *plak Hira nista banget ya?
setyoningt : Hhhaaa emang udah gini jalannya chingu *garuk-garuk kepala. Kai dkk disini emang nyari Kyungsoo dkk tapi gak aku ceritain chingu :D mianhae kalo ampe jamuran nunggunya sini biar Kai sedot jamurnya (Kai: sialan lo ra! H: V sign doank) ini udah hira usahakan fast :D sip I'll keep writing selama ada review apa lagi kalo nambah banyak *modus :D
yixingcom : Mian kalo Kaisoonya belum momen-momenan masih jauh-jauhan :D.. ga apa-apa sebel disini asal jangan asli sebelnya ya chingu :D. sabar-sabarin ajja coz jalannya masih agak jauhhhh :D
Kirei Thelittlethieves : Sip ini udah di lanjut kok… review juga nee buat chap depan-depannya :D
oh hyun in: Lllaaaannnjjjuuttt...keren banget...
Semangat ne..eon
KaiSa : Hahahaa.. iya ya bulan Kaisoo jadi harus dikasih surprise nih yang baca ma yang review hhhooooooo…. Kalo duo racunnya di masukin lobang buaya ajja gimana? .. HIRA SEDANG BUTUH SEMANGAT nih :D
Guest : Nee jeongmal gomawo buat semangatnya :D teteup review ea eaaa :D
Ichanyeollie : Oke sebisa mungkin hira coba untuk cepet :D
Fishyelf : bagus deh kalo penasaran kan ntar baca terus hhheeeee… banyak yang pengen Kyungsoo sembuh ya? Yahh.. kalo mood hira bagus ma si Jongin bakalan hira buat happy ending tapi kalo si Jong appa nyebelin hira bakal bikin dia ngenes (Kai: Sialan lo Ra H: Peace Kai :D). iya ini udah di usahain cepet chingu. Keep review ya :D
Twolovekaisoo : Keadaan Kyungsoo makin parah ajja deh kayaknya -_- Krystal ma eommanya mah tenang ajja dapet bagian kok buat mereka :D *nyambung gak?
THE LAST I WANNA SAY BIG THANKS TO YOU ALL WHO HAS READ, LIKES, FAV, AND ESPECIALLY REVIEW JEONGMAL GAMSAHAMNIDA Revie kalian bikin aku semangat untuk tetap melanjutkan segalanya hhheee*BOW SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER
*LAMBAII..LAMBAIII :D
