Present
THAT'S THE TRUE LOVE 2nd Edition -
EXO, DBSK AND SUJU COUPLE
Main Cast : KAISOO COUPLE
KIM JONGIN A.K.A KAI (NAMJA) X DO KYUNGSOO A.K.A DO (YEOJA)
Support Cast : ALL EXO AND SUJU COUPLE
KAISOO, KRISTAO, CHENMIN, HUNHAN, SULAY, KYUMIN, KANGTEUK, YUNJAE, YOOSU, HAEHYUK, WONBUM, HANCHUL, YEWOOK
Rated: T
Genre : Friendship, Family, Romance little bit hurt
Warning : Genderswitch/STRAIGHT, Typo(s) anywhere, Failed Humor, Boring, alur absurd dan kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D
~Don't Like Don't Read~
HIRA'S NOTE: WAJIB NAN KUDU DIBACA HHEEE..
SEBELUMNYA HIRA MAU BILANG BIG THANKS TO YOU ALL YANG UDAH REVIEW CHAPTER SEBELUMNYA ^_^ REVIEW KALIAN BIKIN HIRA SEMANGAT ANTARA MAU BIKIN SAD OR HAPPY COZ BANYAK BANGET YANG MINTA HAPPY ENDING TAPI KALO KYUNG MENINGGAL, TERUS BAEK SAKIT JIWA DITINGGAL KYUNG AND CHNAYEOL MA KAI JADI YAOI GIMANA? GKGKGKGKGKGK *NIAT GUE NISTA ABIZ SUMPAH! (KAI : SENGKLEK TTU OTAK LO RA, CHANYEOL : BENER SAKING SENGKLEKNYA JADI NISTA LO MAH SUMPAH *CHAN KASIH JEMPOL KE KAI, H: -_-"). BUAT DI CAHP INI HIRA JUGA MAU MINTA PENDAPAT CHINGU SEMUA APAKAH TULISAN HIRA INI BERTAMBAH BAIK ATAU BERTAMBAH KUSYUT? TOLONG DIJAWAB NDE :D I REALLY NEED IT!
KEEP REVIEW YA YANG UDAH BACA FF ABSURD NAN MEMUSINGKAN INI :D JEONGMAL GAMSAHAMNIDA *BOW
Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini :D
Summarry :
"Tolong selamatkan dia. Dia memang bukan keluargaku tapi keluarganya sudah terlalu baik dan aku banyak berhutang budi pada mereka. Aku hanya memiliki sedikit uang tolong nyonya selamatkan dia!" Kaisoo and other/ GS/ Chaptered/ Frendship/ Romance/ Family/ DLDR!
Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D
It's Kaisoo couple and genderswitch
Hope you like it and Happy Reading ^_^
Previous chapter
"Sakit Lu, kenapa Kyungie harus seperti ini Lu" kata-kata itulah yang keluar dari mulut Lay sambil terus menangis kencang dalam pelukan Luhan yang bajunya sudah basah oleh airmata Lay. Sementara itu Luhan hanya bisa mempererat pelukannya, menyalurkan kehangatan untuk dongsaengnya agar ia merasa aman dan tenang sambil terus mengelus punggung yeoja berdimple itu. 'Hunie, aku membutuhkanmu' batin Luhan.
.
.
Chapter 7
Setelah lama menagis, Lay ahirnya meregangkan pelukannya begitupun dengan Luhan "Merasa baikan?" tanya Luhan dengan senyum hangatnya disambut dengan anggukan dari Lay "Gomawo Lu, aku merasa lebih baik" jawabnya.
"Lay, bagaimana jika aku pergi ke Seoul menemui bibi tetangga Kyungie" Lay menaikan alisnya bingung "Aku ingn meminta bantuannya, agar keluarga Kyungie bisa membantu untuk mencari sumsum tulang belakang yang bisa di donor Lay, lagi pula siapa tahu keluarganya ada yang cocok" Lay mengangguk membenarkan kata-kata Luhan "Benar juga ya Lu, baiklah kalau begitu aku akan berangkat besok" Luhan menggeleng "Wae Lu?".
"Biar aku saja yang pergi Lay, dan tidak ada penolakan. lagi pula kehamilanku sudah kuat untuk bepergian. Aku tak mau kondisimu tambah drop,lebih baik kau disini saja, aku titip Baekie dan Kyungie disini padamu. Jangan lupa makan nee.." pesan Luhan.
Lay yang mengerti ucapan Luhan hanya mengangguk mengerti "Yeoja pintar" ucapnya sambil mengusak kepala Lay. "Aiisshhh aku ini bukan anak kecil eomma!" sambil mempoutkan bibirnya lucu membuat Luhan terkekeh "Tapi aku eonnimu arra!" merekapun tersenyum kembali.
TiNG~~ suara apaan ttu?
Lampu ICU berubah menjadi hijau, tanda dkter sudah selesai dengan pasiennya. Lay dan Luhan bergegas menghampiri sang dokter "Bagaimana keadaan dongsaeng kami uisa?" tanya Luhan to the point. Sang dokter menghela nafas berat dan memandang dua yeoja dihadapannya ini dnegan tatapan yang sulit diartikan "Kami sudah berjuang semaksimal mungkin, kuharap kalian bisa bersiap dnegan keadaan yang lebih buruk dengan melepas kepergiannya".
DEG
DEG
DEG
"Ma-maksud uisa?" kata-kata Lay terpotong oleh snag dokter "Adik anda kritis, jika tidak sesegera mungkin melakukan operasi maka fatal akibatnya. Aku harap kamipun segera mendapatkan sumsum tulang belakang yang cocok dengan Kyungsoo-ssi. Tapi anda tahu sendiri mencari pendonor itu tidaklah mudah, hanya tuhan yang maha tahu segalanya dan yang bisa menolongnya. Untuk sementara anda bisa menjaganya di ruangan ini, kami tidak mau ambil resiko dengan dipindahkannya Kyungsoo-ssi ke ruang rawat karena keadaannya sudah seperti ini. Jika ingin menjenguk dan menjaga didalam. Harap pakai pakaian khusus yang ada tergantung didlam ruangan. Saya permisi dulu" sang diokter pergi meninggalkan dua yeoja yang masih shock dan mengontrol perasaan mereka.
.
.
BRAK!
Pintu terbuka dengan kasar, memperlihatkan seorang namja tinggi tengah berjalan dengan lesu kedalam sebuah mansion yang tak lain dan tak bukan adalah tempat tinggalnya. Sang eomma yang melihat putra keruanya itu segera menghampirinya.
"Aigoo, ada apa chagi?kau kenapa?"tanya yeoja paruh baya tersebut pada sang anak, bukannya menjawab sang anak tetap berjalan melewati eomanya dengan tatapan kosong dan pakaiannya yang berantakan. GREP! Sang eomma memegang pergelangan tangannya membuat sang aegya berbalik "Ceritakan pada eomma ada apa Jonginnie?" tuntutnya.
"Aku lelah eomma" Leeteuk sang eomma mengerti dan menarik putra bungsunya ke kamarnya. Ya perlu di ketahui kebiasaan Chen dan Kai jika ada masalah mereka selalu masuk ke kamar eommanya, bercerita panjang lebar, menangis sepuasnya hingga akhirnya tertidur di pangkuan sang eomma dan berakhir dengan pindahnya appa dan eomma mereka ke salah satu kamar mereka, mengalah tak mau membangunkan putranya.
Leeteuk naik ke ranjangnya dengan kaki yang diselonjorkan, menepuk pahanya, tak perlu waktu lama bagi Kai untuk mengerti ia sudah terbiasa begini dari kecil, Kai langsung memposisikan kepalanya di pangkuan sang eomma, memposisikan diri senyaman mungkin "Apa yang terjadi chagi?" tanya Leeteuk lagi sambil mengelus surai gelap Kai.
"Kyungsoo, eomma.." Leeteuk menghela nafas 'Sudah kuduga' batinnya. "Kyungsoo kenapa?" akhirnya Kai menceritakan apa yang telah ia dengar ketika ia dan Kris di telpon Luhan. Membuat Leeteuk tersentak kaget dibuatnya "Eomma..apakah aku masih punya kesempatan? eomma aku tahu aku egois, aku kekanakan tapi eomma aku hanya ingin Kyungsoo, aku hanya menginginkannya eomma. Aku sangat mencintainya apa aku salah?" Leteuk hanya terdiam sementara Kai mengeratkan pelukannya pada pinggangnya dan menenggelamkan kepalanya di perut sang eomma.
"Kyungsoo, orang yang sangat berarti untukku setelah kalian, dia membuatku banyak belajar apa arti hidup yang sebenarnya, dan bagaimana kita menyikapinya, Kyungsoo tak hanya mengajarkanku akademik saja ia juga mengajarkanku lebih tentang kehidupan eomma hiks..hikss.." Kai mulai terisak.
"Salahkah aku mencintainya?menjadikannya sumber kebahagiaan untukku eomma?egoiskah aku eomma?rasanya aku ingin mati mendengar berita tentangnya eomma, sakit eomma..kenapa sakitnya tak hilang-hilang?" meledak lah tangis Kai dalam pangkuan sang eomma. Leeteuk yang di peuk Kai akhirnya berhenti mengelus rambut putranya dan memeluknya erat mendengar anaknya menangis pilu membuatnya sakit, ya Leeteuk tahu segala perubahan seorang Kim Jongin, anak bungsunya yang manja, kekanakan, gamer sejati, dan sering menganggap sesuatu itu sepeple bahkan masalah dan kehidupan orang lain yang selalu ia remehkan dan sepelekan,terkadang membuatnya bingung harus berbuat apa lagi untukmenghilangkan kebiasaannya yang 100% turunan appanya, tapi ia sadar ketika Kyungsoo masuk dalam kehidupan putranya.
Ya, harus Leeteuk akui yeoja bermata bulat bening itu membawa perubahan yang baik bagi putranya, memberinya kebahagiaan dan pelajaran yang amat penting baginya hingga Kai berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dan kebiasaan jeleknya menguap. Memberinya kekuatan yang tak pernah ia duga putranya bisa serapuh dan sehancur ini, iapun mulai menangis walapun tak terisak.
"Kau tak salah Jongie, tuhan sedang menguji kalian. Dia ingin kau membuktikan seberapa keras usahamu nak. Eomma yakin anak eomma kuat. Mianhae, eomma tak bisa berbuat banyak untukmu chagi" Kai menggeleng.
"A-ani..eomma sudah banyak membantuku terlebih eomma sudah merestui aku dan Kyungsoo, itu sudah lebih dari cukup untukku eomma. Tolong bantu aku eomma" ucap Kai masih menangis, Leeteuk mengangguk walaupun tak terlihat oleh Kai "Pasti nak, eomma pasti selalu bantu Jongie, eomma akan terus berusaha selama Jongie bahagia, karena Jongie selalu bahagiakan eomma!" ucapnya sambil mengelus punggung Kai.
"Eomma..percepat pertunangan ku dengan Krystal. Jeball eomma"Leeteuk tersentak kaget. Baru saja putranya menangisis seseorang yang dia cintai, tapi mengapa ia justru ingin mempercepat pertunangannyan dengan yeoja yang tak ia cintai?malah kentara sekali ia membencinya.
"Eomma..hiks..hikss.." Leeteuk mengangguk "Nee eomma akan bicara pada appamu untuk mempercepat pertunangan kalian". Tak ada lagi percakapan hanya suara tangisan yang masih keluar dari mulut Kai. Setelah hening 1 jam Leeteuk melihat wajah putranya yang sembab dan tengah tertidur pulas. Ia mengusap jejak air mata diwajah putranya "Sehancur inikah anak eomma? Chagi, maafkan eomma nee telah membuatmu bersedih, sudah lama eomma tak pernah melihat putra eomma menangis. Dan ketika melihatnya eomma sakit chagi. Eomma pasti membantumu" membenahi posisi tubuh Kai agar nyaman dibantal, melepas kaus kai dan jaket yang ia kenakan dan melonggarkan dasi di lehernya dan beranjak pergi keluar kamar.
.
.
.
"Jadi kau pergi dengan Taemin, Lu?" Luhan mengangguk "Nee, Taemin juga ada urusan di Seoul jadi dia merengek untuk pergi bersama, ya hitung-hitung ada yag menemaniku Lay" jawabnya "Nee, tapi aneh saja, kenapa Taemin pergi dengan transportasi umum sedang dia sendiri punya mobil mewah, kau tahu kan dia itu istri Choi Minho pemilik universitas disini kan? Lagi pula apa kalian akan pulang bersama nanti?" tanyanya "Minho sedang pergi keluar kota beberapa hari, dan ia ingin mengunjungi sahabatnya yang baru melahirkan, dari pada bosan lebih baik pergi dengan kendaraan umum sekalian jalan-jalan dan menemaniku katanya, dan jika akan pulang dia akan menjemputku ke rumah Geum ajhuma. Tapi mungkin aku akan kembali besok, karena aku akan mampir dulu ke rumah halmoninya Taemin. Gwenchana?" Lay bernafas lega dan mengangguk mengerti "Setidaknya itu mengurangi tingkat kekhawatiranku Lu".
"Baiklah aku berangkat nee..anyeong" pamit Luhan.
.
.
Kyungsoo membuka matanya perlahan mencoba menyesuaikan pandangannya yang buram agar menjadi lebih jelas. Bermaksud menggerakan jemarinya tapi ia merasa sesuatu menahannya dam memutuskan menolehkan kepalanya ke samping untuk melihat apa yang sedang menahan jemarinya. Dilihatnya Lay yang tengah tertidur sambil memegang tangannya.
Sudah seminggu keadaan Kyungsoo memburuk, ia sudah tak sanggup bicara lagi, ia hanya berkomunikasi dengan papan huruf yang dapat ia tunjuk kapanpun ia ingin mengatakan sesuatu atau tersenyum, mengangguk, menggeleng atau menggerakan tangannya sebagai respon.
Semuanya terpukul dengan keadaan dongsaeng mereka ini, terutama Baekhyun yang sempat sakit selama tiga hari hingga ia pulih dengan sadarnya Kyungsoo, tapi kepahitankembali yang harus ia terima dengan kondisi Kyungsoo yang berubah drastis. Awalnya Baekhyun sulit menerima semuanya tapi berkat dorongan Luhan dan Lay, iapun akhirnya mencoba bertahan hingga saat ini, selalu menjaga Kyungsoo bergantian.
Lay yang menyadari adanya pergerkan dari Kyungsoo, akhrnya terbangun. "Ah sudah bangun? Mianhae aku ketiduran" Kyungsoo menggeleng, pertanda ia mengatakan –gwenchana- pada Lay.
Lay mengusap kepala Kyungso "Waeyo Soo? Ada apa?" Kyungsoo menunjuk papan hurufnya, "Igeo" Lay menyodorkan papan tersebut, Kyungsoo mulai menunjuk satu per satu huruf-huruf tersebut dan dengan sabar lay menunggu apa yang ingin Kyungsoo sampaikan. "Baekie sudah tidak apa-apa, dia sedang bekerja sekarang kalau Lulu eonni, dia sedang ada urusan, menemani Temin ke rumah temannya yang sudah melahirkan" jawab Lay, Kyungsoo mengangguk.
Kyungsoo kembali ke papanya, menunjuk sekali lagi satu per satu huruf-huruf itu. (yang didalem kurung itu artinya Kyung lagi tunjuk papan ya, biar ga belibet hhheee..)
[Eonni aku mimpi]
"Kyungie mimpi apa?"
[Jongin oppa]
"Begitu kah? itu artinya Jongie oppa lagi kangen banget sama Kyungie" jawab Lay.
[Begitukah?]
"Tentu saja, apa Kyungie tidak merindukannya? tidak ingat padanya?" Kyungsoo menggeleng.
"Itulah yang Jongie rasakan sekarang, dia pasti amat sangat merindukanmu"
[Apakah Jongie oppa sudah bertunangan?]
"Molla, masalah itu eonni juga belum tahu"
[Eonni..apakah aku bisa menikah?...seperti Baekie?] Lay tersentak kaget dengan apa yang baru Kyungsoo katakan, Lay bingung harus berkata apa. Matanya mulai memanas, bulir-bulir bening terasa memaksa ingin keluar dari kedua manik cokelatnya, tapi sebisa mungkin ia menahannya. Hening sejenak hingga Kyungsoo menunjuk kembali papanya.
"A-ani, bukan begitu. Bisa, Kyungie pasti menikah. Dan akan menikah dengan seseorang yang Kyungie cintai sama seperti Baekie" Kyungsoo menggeleng mengisyaratkan –itu tidak mungkin eonni-.
"Itu mungkin saja, Kyungie tidak boleh menyerah. Ingat pesan eomma Kyungie harus kuat, tidak boleh menyerah. Ingat Kyungie punya Baekie, aku, dan Lulu lalu ada Sungmin eomma dan Kyuhyun appa,apa Kyungie tak mau membahagiakan mereka?" Kyungsoo menggeleng tanda ia ingin membahagiakan Sungmin dan Kyuhyun pasangan yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri.
Lay tersenyum sambil mengelus kepala Kyungsoo kembali "Anak pintar, eonni akan mencarikan pasangan untuk mu agar eonni bisa membuktikan kalau dongsaeng eonni yang manis ini bisa menikah"ucapnya mantap dengan gaya yang menggebu-gebu membuat Kyungsoo tersenyum dan mengangguk sangat manis dimatanya. Tanpa mereka sadari seseorang tengah berdiri diluar mendengar percakapan mereka, walau hanya sepihak yang bersuara dengan air mata yang tak bisa dibendung dalam diam.
Baekhyun PoV
Aku berjalan terburu-buru keluar resto karena tak sabar ingin bertemu Kyungsoo, aku tak mau Lay eonni menunggu lama dan terlambat masuk kerja. Hingga sesampainya di rumah sakit, ketika hendak membuka kenop pintu aku mendengar Lay eonni berbicara. "Begitu kah? itu artinya Jongie oppa lagi kangen banget sama Kyungie" Akupun tersentak kaget dibuatnya, ku urungkan niatku membuka pintu dan mencoba mendengarkan dengan seksama apa yang Lay eonni dan Kyungsoo coba bicarakan hingga selesai.
Begitukah kau merindukannya Kyungie? rasanya ingin mati mendengar apa yang ia derita, walaupun orang bilang hidupku menderita selama ini, tapi mereka tak pernah tahu ada yang lebih menderita dibandingkan denganku.
Kyungsoo, ya dia lebih menderita karena semua ini. Selama hidupku, aku selalu dilindungi olenhnya dan eommanya, hingga eommanya berkorban lebih untukku. Airmata meluncur begitu saja, mengalirkan anak sungai kecil disana. Aku tak tahan, Tuhan aku tersiksa dengan semua ini. Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya? Apa ini waktunya aku mengatakan yang sebenarnya pada semua orang terlebih pada Jongin oppa? Aku sudah tak tahan menyembunyikan semua ini, Kyungie aku mohon biarkan aku mengatakan berhak bahagia, kau berhak bebas dari belenggu ini Kyungie.
Batinku menjerit. Aku mengusap kasar airmataku dan membuka pintu.
.
KREK..terdengar suara pintu dibuka "Baekie?" Baekhyun masuk tanpa menggunakan baju khusus pengunjung yang sudah disediakan rumah sakit. Ya Luhan, Lay dan Baekhyun memang tak mau menggunakannya alasannya adalah Kyungsoo tidak menularkan penyakit. Dokter memaklumi itu dan merekapun tak memaksa mereka untuk memakainya.
"Kalian sedang membicarakan apa?sepertinya saik sekali" candanya sambil tersenyum. Kyungsoo menarik tangan Lay dan meletakan telunjuknya ke bibir Lay menandakan –ini rahasia- Baekhyun yang mengerti artinya langsung mempoutkan bibirnya dan menggerutu khas anak-anak "Kalian sudah main rahasia-rahasiaan denganku,tidak asik" Lay dan Kyungsoo tersenyum "Nanti kalau sudah waktunya Baekie pasti tau. Iya kan Kyungie" jawab Lay Kyungsoo mengangguk. Dan erdengarlah tawa dari Baekhyun dan Lay minus Kyungsoo yang hanya tersenyum manis.
"Kyungie, eonni pergi kerja dulu nee..kau jangan nakal pada eommamu yang cerewet itu arrasso!" peringat Lay dengan candaannya. "Ya! Eonni aku cerewet karena dia anakku satu-satunya" celetuk Baekhyun membuat Lay terkekeh " arrasso eomma aku pamint nee" Lay kabur setelah sebelumnya mencolek dagu Baekhyun.
BLAM! "Ya! Eonni, awas kau macam-macam denganku dan putriku" pekik Baekhyun.
.
.
Luhan kini tengah menatap sebuah bangunan bertingkat bercat gading terang. "Rasanya sudah lama aku tak kemari" gumamnya masih terdengar oleh yeoja disebelahnya "Jadi ini apartemennya?" Luhan mengangguk tanpa menatap si penanya. "Masuklah, kita berpisah disini nee. Nanti aku kemari menjemputmu dan kita pulang ke rumah halmoniku" Luhan mengangguk mendengar yeoja yang tengah berbicara ini. "Nee, Taemin aku menunggu sampai kau datang tapi jika lama, kau akan ku tinggal" Taemin terkekeh melihat wajah Luhan yang terkesan dibuat-buat "Nee aku hanya sebentar kita kan sudah janji akan kerumah halmoniku".
Taemin dan Luhan melangkahkan kaki mereka ke tempat yang berbeda. Luhan menghela nafas sebelum mengetuk pintu bercat cokelat tersebut.
TOK!TOK!TOK! "Nee cangkaman" terdengar suara seorang yeoja muda dari dalam rumah. KRIETT sang pemilik rumah terbelalak kaget dengan wajah yang sudah tidak asing lagi baginya "Lu-luhan eonni?" pekiknya, Luhan tersenyum "Ah- ayo masuk, duduklah aku akan mengambil minuman". "Tidak perlu Ren, aku buru-buru dan aku kesini mencari eommamu, apa dia ada?" Ren, yeoja itu terlihat berpikir "Eomma,ada sedang mengobrol mungkin di rumah tetangga, biar kupanggilkan nee" Ren beranjak keluar rumah.
.
.
"APA!" Jung ajhuma. Yeoja paruh baya itu tengah memekik dengan mata yang membesar mendengar semua cerita Luhan. Tak jauh dengan ibunya, Ren sang anak bungsupun mengeluarkan ekspresi kagetnya.
"Dimana dia sekarang hah?" tanya sang ajhuma dengan nada lebih tinggi disertai air mata dan isakan yang keluar dari mulutnya "D-di rumah sakit ajhuma. Kyungie-" Luhan tercekat entah harus mengatakannya atau tidak "Kyungie kenapa eoh?cepat katakan!" pekiknya. "Kyungie kritis, dia sudah tak bisa bicara dan bangun dar tidurnya ajhuma. Dia butuh sesegera mungkin donor sumsum tulang belakang agar ia bisa sembuh. Hanya itu satu-satunya cara ajhuma" pecah sudah tangis nyonya Jung, tubuhnya ambruk menumpu pada belakang sofa miliknya "Kyungie, kenapa ini terjadi padamu nak? Kau, appamu, eommamu sudah banyak membantuku dan keluargaku selama ini. Apa yang sebenarnya tuhan inginkan padamu nak. Sampai-sampai kau seperti ini? Dan mengapa penyakit berengsek itu ada padamu" ucapan itu terlontar begitu saja dari mulutnya sambil meraung-raung meratapi nasib Kyungsoo yang sudah ia anggap keponakan bahkan anaknya sendiri.
"Ajhuma aku mohon padamu jika ada keluarga yang memiliki sumsum tulang belakang yang sama tolong hubungi aku" ucap Luhan sambil berlutut memohon padanya walaupun dengan susah payah.
"Apa? Apa yang kau pikirkan yeoja bodoh! Mengapa kau tak beri tahu aku sebelumnya? Kenapa kau baru memberi tahunya sekarang?disaat ia kritis hah? Kau tahu keluarga Kyungie satu-satunya hanyalah Baekhyun" pekiknya marah. Luhan tersentak kaget mendengar ucapan Jung ajhuma "Ja-jadi-".
"Benar, Kyungsoo tak punya siapapun lagi selain Baekhyun" tubuh Luhan lemas, rasanya seperti dicabik-cabik dengan benda tajam. Airmata mulai menetes dari matanya "Mi-mianhae ajhuma, Kyungie meminta kami untuk merahasiakan ini dari keluarganya termasuk ajhuma". Ren memeluk eommanya yang tengah tak terkontrol emosinya hingga ia merasa tenang "Baiklah jika begitu, aku akan menjadi pendonor. Tapi sebelumnya aku akan mencairkan uangku, semoga sedikitnya ini bisa membantu Kyungie dan berikan aku hasil tes sumsum tulang belakang Kyungsoo agar aku bisa melakukan test disini apakah sumsum tulang belakangku cocok atau tidak" Luhan terdiam "Ta-tapi ajhuma-".
"Tak ada tapi-tapi, ini sudah bulat keputusanku. Tak ada yang boleh merubahnya" diam. Ren dan Luhan hanya terdiam "Aku sudah banyak berutang budi pada keluarganya dan juga dirinya. Ini belum seberapa aku membalasnya" ucapnya melembut "Eomma,apakah aku juga boleh ikut mendonor?aku juga ingin menolong Kyungie" Ren buka suara, disambut senyum dan anggukan eommanya "Nee, tentu chagi" mereka melirik Luhan "A-ajhuma, Ren jeongmal gamsahamnida"ucapnya sambil membungkuk berkali-kali. "Tak perlu sungkan, bukankah sudah sepantasnya keluarga saling membantu" Luhan mengangguk dan menghambur memeluk Ren dan Ny. Jung.
.
.
Pagi ini kediaman keluarga Kim terlihat sangat ramai dengan orang-orang yang mondar mandir menghias ruang tengah rumah mereka karena Kai ingin mengadakannya secara sederhana dirumah dengan alasan pernikahan mereka akan amat sangat meriah nantinya, dengan terpaksa Victoria dan Kristal menyetujuinya. Ya, setelah insiden Kai yang menangis pada Leeteuk dua hari yang lalu, merekapun setuju untuk mempercepat pertunangan Kai dan Kristal.
Sementara yang lain sibuk-sibuk menghias rumah dan makanan. Ke-empat namja berstatus sahabat dan saudara Kai tengah mempersiapkan sesuatu yang sudah mereka rancang sebelumnya. "Tak ku sangka si Kkamjong akan bergerak secepat ini" ucap Sehun dambil membetulkan letak kabel penghubung speaker. Dengan Chanyeol yang memasang baud-baud penahan speakernya "Nee.. dia memang nekat" sehun mengangguk.
"Daeie, kenapa kau pasang infocus? memangnya kita mau presentasi seperti di kantor?" tanya Leeteuk yang tengah memergoki sang anak sulung dan Suho dengan wajah bingung "A-ani eomma, hanya saja Kai ingin prosesi pertunangannya di abadikan, benarkan Hyung!" dusta. Yang dikatakan oleh Chen adalah kebohongan untuk menutupi rencana mereka. "N-nee ajhuma Chen benar" Leeteuk mengangguk dan pergi meninggalkan mereka. "Huppffftt selamat" ucapnya bersamaan.
.
"Ge- apa tidak apa-apa?" tanya Tao dengan raut wajah khawatir. Mereka kini sedang berada di kamar XiuChen karena Tao berpura-pura pusing sehingga ia diistirahatkan disini bersama Jaejong, eomma Kris "Nee gwenchana baby, apapun yang terjadi kau jangan sedikitpun keluar kamar arrachi! Aku tak mau sesuatu terjadi padamu dan aegya kita"Kris megelus perut buncit Tao dan menciumnya.
"Aishhh jinjja bikin sirik eomma saja" goda Jaejong sang eomma "Akh eomma seperti tak pernah diperakukan begini saja oleh appa" bukannya berhenti Kris malah semakin sengaja menciumi perut istrinya yang kini menunduk malu "Gege hentikan, ada eomma. Dasar tidak tahu malu"cibir Tao
"Dengar istrimu nak! Dia masih tahu diri dihadapannya ada eommanya yang tengah dilanda rasa iri" Jaejong berakting "Aishh Tao kenapa kau membela eomma? Eomma hanya modus ingin melihatku dimarahi olehmu baby".
"Eomma tak sepertimu ge yang selalu modus dimana-mana. Keluar sekarang juga Kris-ge. Tao pusing ingin istirahat" Jaejong tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan anak-anaknya. "Nee..nee gege keluar" sambil mempoutkan bibirnya "Hentikan itu, sudah mau jadi appa malah melakukan hal yang menjijikan" cibirnya "Hahahahaha.. 1-0 putraku, kau selalu menjahili eomma dikala ada kesmpatan sekarang giliran mu" Kris geleng-geleng kepala entah kenapa eommanya menjadi evil seperti ini "Eomma sebaiknya jangan banyak bergaul dengan Kyu-appa, eomma jadi evil seperti ini hasilnya". Ucap Kris sambil beranjak pergi dari kamar setelah mengecup pipi eommanya.
"Huacing~~" Kyuhyun besin "Wae yeobo?" Kyuhyun menggeleng "Ani sepertinya ada yang membicarakanku" ucapnya melanjutkan menyetir mobilnya.
"Anak itu memang tak berubah, seperti biasanya ia selalu begitu" ucap Jaejong yang diangguki Tao "Nee, eomma. Hanya saja statusnya akan berubah jadi appa sebentar lagi" Jaejong mengangguk "Gomawo Taoie" Jaejong menggenggam tangann Tao "Kau dan Kris, Xeokie dan Daeie. Kalian telah memberikan kebahagiaan yang begitu besar pada aku dan Yunie. Walaupun sudah berkeluarga, kalian tak pernah melupakan kami" Tao menggeleng "Ani eomma. Kami melakukannya karena kami sangat mencintai kalian, sudah sepantasnya kami melakukannya jadi eomma tak perlu berterimakasih" keduanya akhirnya tersenyum.
.
"Nah sudah rapi" ucap Xiumin setelah selesai membenahi letak dasi adik iparnya itu "Gomawo noona" Xiumin memperhatikan raut wajah Kai yang selalu terlihat murung akhir-akhir ini "Memikirkan apa heum?" ucapnya, mengelus lengan sang dongsaeng. GREP! Kai memeluk Xiumin, mencoba mencari ketenangan pada noonanya "Jongie ada apa?" Xiumin membalas pelukan Kai dan mengusap punggungnya.
"Noona, aku sudah tahu keadaan Kyungsoo"DEG terasa sekali degup jantung Xiumin mendadak menjadi tak karuan "Noona,bawalah aku pergi ke tmpat Kyungsoo berada setelah ini, setelah pertunangan ini selesai. Jebal noona" Xiumin bisa measakan tubuh Kai yang bergetar. Xiumin sudah tak tahan lagi dengan semuanya, iapun mengangguk menyetujui perkataan Kai, karena disisi lain ia merasakan sesuatu yang tak beres dengan Kyungsoo saat ini. "Gomawo!".
"YA! KIM JONGIN APA YANG KAU LAKUKAN PADA ISTRIKU EOHHH!"pekik Chen melihat sang isrti depeluk adiknya. "Aisshh kau ini pelit sekali hyung,lagi pula Xeokie noona biasa saja tak sepertimu" goda Kai makin mempererat pelukannya pada Xiumin "Kau ini Chen, sudah menikah masih saja seperti ini" sama halnya dengan Kai, Xiumin makin mempererat pelukannya,membuat Chen dengan paksa masuk kedalam pelukan mereka. "Nah kalau begini kan aman" cengirnya tanpa dosa "Aishh hyung mengganggu saja" Kai dan Xiumin melepaskan acara pelukannya. "Aku kebawah dulu, hari ini akan jadi hari yang menakjubkan" ucapnya antusias sambil melenggang meninggalkan ChenMin di kamarnya.
"Apa Jonginnie sudah baikan?" tanya Chen sambil memeluk istrinya dari belakang, dan menempatkan wajahnya diceruk leher Xiumin sambil sesekali mengecup lehernya "Entahlah, Daeie aku sangat miris melihat keadaannya yang seperti ini" Chen mengangguk "Dia ingin pergi bersamaku setelah acara pertunangan, bolehkan Daeie" Chen diam "Jangan pelit seperti anak kecil Chen, dia membutuhkanku untuk menenangkan pikirannya. Kau tahu dia tertekan sekali kehilangan Kyungie" Chen mengangguk mengerti "Nee pergilah, biar aku siapkan mobil".
CHU~~
Xiumin mengecup bibir Chen "Gomawo yeobo" ucapnya, sedangkan Chen hanya mematung, tak biasanya istrinya mengecupnya lebih dulu membuat otak pervertnya aktif seketika "Ya! Yeobo aku jadi tak yakin akan membiarkanmu pergi setelah ini" pekiknya "Tenang saja yeobo, setelah ini kau akan mendapatkan yang kau inginkan" balas Xiumin sambil memekik.
.
.
Kangin danLeeteuk tengah menyambut para tamu undangan mereka, terlihat Victoria dan putrinya Kristal tengah menyambut dengan senyum yang terpatri di wajah mereka. "Tersenyumlah sedikit Kai" bisik Chen yang berada disamping Kai. "Haruskah?" balas Kai yang mendapat tatapan tajam dari hyungnya. "Nee baiklah-baiklah" Kai tersenyum walau terpaksa.
"Baiklah kita langsung saja ke acara inti yaitu prosesi pemasangan cincin" ucap Chanyeol sebagai MC. Kai sangat tak mau melakukn adegan ini dimana dia akan memasangkan cincin pada jari manis Kristal sementara Sehun san Suho tengah bersiap-siap dibelakang.
Namun sebelum memakaikan cincinnya seketika mereka terdiam, termasuk Suho dan Sehun yang berada dibelakang bermaksud mengaktifkan rekaman yang mereka akan perlihatkan ketika seorang yeoja paruh baya memaksa masuk menembus masuk kedalam acara pertunangan Kai.
"TOLANGLAH TUAN SAYA HARUS BICARA PADA NYONYA KIM!" pekiknya dari luar.
"Jung ajhuma" gumam Kai "Biarkan dia masuk" perintah Leeteuk. Yeoja paruh baya itupun segera berlari dan berlutut dihadapan keluarga Kai dan Kristal. membuat seluruh perhatian tertuju padanya.
"Nyonya aku mohon, tolonglah saya. Saya sangat membutuhkan uang untuk menyelamatknnya nyonya" ucap Ny. Jung sambil menangis "Saya ingin mengambil hak saya secepatnya, saya tidak punya waktu lagi tolonglah!" Leeteuk tak mengerti "Katakanlah ajhuma yang sebenarnya apa alasanmu mengundurkan diri secara tiba-tiba seperti ini?dan meminta seluruh uang gajimu?" sementara Kangin dan yang lainnya masih membungkuk sopan meminta maaf pada para tamu.
'Untung saja yang diundang hanya kerabat dekat' gumam Kris "Kyungsoo, alasanku adalah Kyungsoo, nyonya. Kyungie keponakanku dia hampir mati!" semua mata terbelalak kaget dengan ucapan Ny. Jung.
"Kyungie kritis, dia sudah tak bisa bicara dan bangun dari tidurnya nyonya. Dia butuh sesegera mungkin donor sumsum tulang belakang agar ia bisa sembuh. Hanya itu satu-satunya cara menyelamatkannya. Tolong selamatkan dia. Dia memang bukan keluargaku tapi keluarganya sudah terlalu baik dan aku banyak berhutang budi pada mereka. Aku hanya memiliki sedikit uang tolong nyonya selamatkan dia!".
DEG! Jantung Kai merasa diremas sekarang betapa sakitnya ia menerima semua betrita menyesakkan ini. Rahangnya mengeras, tubuhnya menegang. Lagi dan lagi ia rasakan sakit yang teramat sangat memukulnya. 'Kyungsoo, tak bisa bicara lagi? tak bisa bangun dari tidurnya lagi? Tuhan ada apa ini?mengapa perasaanku tambah tak enak?' batinnya.
Hening seketika. Leeteuk dan Xiumin sudah tak mampu membendung airmatanya sementara para yeoja yang lain hanya bisa menutup mulutnya tak percaya. Sementara Sungmin sudah digendong oleh Kyuhyun karena pingsan. Merasa jengah dengan yeoja tua dihadapannya Kristal akhirnya angkat bicara "Hei kau yeoja tua, kau sengaja eoh menghancurkan semuanya dengan datang saat pertunanganku?"bentaknya membuyarkan semua keheningan.
"Jaga bicaramu pada yang lebih tua Krys" tegas Kangin. "Dari mana kau mendapat berita itu nyonya?" tanya Leeteuk "Dari seorang yeoja yang tengah mengandung enam bulan bernama Luhan" tukas Ren yang entah sejak kapan ada disana. Membantu eommanya yang tengah berlutut untuk berdiri dan masih terus menangis.
BRUK!
Kini Ryowook pingsan ditempat ketika mengetahui putrinya benar-benar mengandung. "Lu-luhan" Sehun tercekat mendengarnya, tanpa aba-aba ia langsung mengaktifkan sambungan kabel dan memperlihatkan pada screen infocus rekaman dan gambar yang ada pada ponsel Tao "Nyonya saya mohon dengan segala kerendahan hati anda, berilah apa yang eommaku inginkan, kami tak punya apa-apa lagi untuk mencoba menyelamatkan Kyungsoo walaupun tipis kemungkinannya selamat selain dengan cara ini. Tolonglah nyonya. Dan untuk kau" Ren menunjuk Krystal "Walaupun kami miskin, kami tak mengemis padamu. Jangan sekalipun membentak eommaku! Arrasso! Yeoja rendah sepertimu takkan mendapatkan apa yang kau inginkan" tegasnya.
Tiba-tiba…
"Krystal sebentar lagi keluarga ini akan hancur dan kau akan maju untuk naik tahta bersama Jongin!" terdengar suara seseorang membuat mereka mengalihkan pandangan dan menajamkan pendengarannya pada satu arah. Screen dan speaker yang ada di tangah-tengah mereka. Terlihat gambar Victoria dan Krystal yang tengah memasukan sesuatu kedalam sebuah gelas berisi air mineral
"Ah eomma seperti dongeng kerajaan saja. Ya dengan ini Xiumn eonni pasti akan langsung keguguran tanpa ada yang mengetahuinya" tawa mereka nista. Semua mata terbelalak kaget dengan gambar yang mereka lihat dan yang mereka dengar dan terakhir gambar menjadi gelap namun terdengar suara yeoja yang sama.
"Eomma apakah tidak akan terjadi apa-apa? Tao eomma?" suara itu suara Kristal "Tenang saja eomma sudah menyuruh orang untuk menyingkirkan yeoja itu jadi tak ada bukti lagi, kau tahu Kyungsoo?dia akhirnya pergi dari kota ini. Jinjja Kangin itu sungguh bodoh ya? Bisa-bisanya dia masih memikirkan keselamatan Kyungsoo dengan tak merestui mereka, dengan mengundang kebencian putranya sendiri. Kau tahu krys, Kangin itu tak pernah pilih-pilih orang dan terlalu baik makanya lebih baik ancam saja keselamatan Kyungsoo maka semua beres" Krystal tersenyum sambil merebahkan dirinya di kasur
"Haiiii bodohnya dia kalau airnya telah ditukar dengan punyaku jadi tetap saja Xiumin eonni tetap akan keguguran, dan taukah eomma? Kai akan membenci Kyungsoo setelah ini. Karena dia pergi meninggalkannya dengan Lay, Luhan dan Baekie yang mereka anggap dibawa kabur" terdengar suara tawa dari mulut keduanya "Sebentar lagi kita bisa menguasai harta orang nomor satu di korea!".
"A-apa-apaan ini eoh? Siapa yang berani-beraninya memfitnah kami?" bentak Victoria. Kris mengeluarkan smirknya. Xiumin yang tak tahan mengetahui kenyataan segera menarik Kai keluar rumah "Ya! Eonni apa-apaan kau, Kai akan bertunangan denganku hari ini" Xiumin berbalik "Dengarkan aku baik-baik. Aku tak sudi menjadikanmu pasangan hidup dongsaengku. Arasso berengsek!" pekiknya sambil menyeret Kai keluar dari mansion mewah itu.
"Bagaimana kami mengedit gambar itu wanita bodoh! Semua orang tahu itu gambar asli" ucap Hangeng "Takkan ku maafkan orang yang mencoba mencelakai istri dan anakku"-Kris. "Dan takkan ku ampuni orang yang telah mencelakakan istri dan membunuh aegyaku" tambah Chen dengan aura mematikannya. "Mereka harus habis ditanganku" ucap Kris dan Chen bersamaan. Membuat Victoria dan Krystal ciut seketika. Hanya keheningan yang terjadi diantara mereka dengan rekaman yang mengulang-ulang adegan dan suara yang sama.
.
.
Dua orang yeoja kini tengah menunggu didepan ruang rawat Kyungsoo. "Hooaaamm" "Lu kau lelah? Sebaiknya cepat pulang, biar aku dan baekie yang berjaga disini" Luhan menggeleng "Tidak mau, aku ingin disini bersama kalian menjaga Kyungsoo" dan jawaban itulah yang selalu keluar dari mulut yeoja keras kepala bernama Luhan "Baiklah! Sini bersandar padaku" merekapun membetulkan posisi tidurnya. Tak lupa memakai selimut yang dipinjamkan oleh rumah sakit karena Luhan yang tengah mengandung harus menjaga kesehatannya selalu. Merekapun tertidur dengan Luhan yang bersandar pada pundak Lay dan pipi Lay yang bersandar di puncak kepala Luhan.
Sementara mereka terlelap karena hari yang sudah gelap di tempat lain dua orang namja dan satu yeoja di dalam mobil tengah sibuk dengan pikiran masing-masing di dalam mobil hingga tak terasa mereka telah sampai di rumah sakit tujuan mereka.
"Permisi, saya mencari pasien bernama Park Kyungsoo" tanya yeoja itu kepada recepsionist "Maaf kalau boleh tahu apakah anda kerabatnya?" "Saya calon suaminya" potong Kai cepat, sang recepsionistpun mengangguk "Ada di lantai tiga kamar nomor 227 A" setelah berterimakasih mereka langsung berlari menuju lift.
Derap kaki mereka terhenti ketika melihat dua orang yeoja yang tengah tertidur pulas. Terlihat raut wajahnya yang menunjukan kelelahan yang kentara. "Lu-luhan" gumam Sehun, pandangannya tertuju pada yeoja yang tengah tertidur sambil memegangi perut buncitnya. Sehun mengahmpirinya perlahan tak mau membangunkan mereka sementara Xiumin dan Kai hanya terdiam meliaht Sehun yang kini telah duduk di samping Luhan dengan tangannya terayun mengelus perut buncit Luhan dengan sedikit gemetar dengan air mata yang sedikit-demi sedikit terjatuh.
To Be Continue
LAGI…. :D
JEONGMAL MIANHAE HIRA BARU UPDATE LAGI COZ HIRA YAH BEGITU LAH SOK SIBUK JADI GA BISA UPDATE CEPAT :D
Waaaaaaaa… ternyata dilihat dari reviewnya banyak banget yang pengen berakhir dengan Happy ending ya! Gimana chap yang ini? udah ketauan kan si vicstalnya sang biang kerok hhhooo… and semua rahasi udah terbongkar hampir seluruhnya hheeee.. mian kalo momentnya masih pada mencar-mencar hira nulisnya ya…niatnya emang sudah begitu :D semoga chingu yang baca merasa agak lega dan tidak kecewa dengan part ini ya :D
OKAH! ITS TIME TO REPLY THE REVIEWS :D :
SyJessi22 : Hhhee.. Tao udah kasih semua buktinya ke Kris dkk disini jadi udah terbongkar ttu niat busuknya Vicstal masalah donor buat Kyungsoo itu lain lagi tunggu sampe ada yang cuco hhheeee.. waaa banyak yang minta Kyung sama Kai bersatu ya? *hira jadi bingung hhhoooo… disini mereka udah mau pada ketemu-ketemuan kok :D
yixingcom : Tenang chingu Kai ma Kyung pasti bakalan ketemu kok :D di detik-detik kaya gini kan jadi kerasa banget feel dramanya hhhaaaaaa… mianhae nee kalo bikin stress, hira emang sengaja bikin cerita yang agak alay hhoooo… keep review ndee :D . ga egois kok mereka (Red: lulu, lay, baekki, kyungie) hanya keadaan yang maksa mereka buat bertahan sendiri tanpa namja mereka karena itu keinginan mereka sendiri :D sabar chinguu..happy ending masih gantung hhheee..
kyunginsoo : nee ini udah lanjut kok chingu keep review nde :D
: Kyungsoo kenapa ya? *mau tau ajja mau tau banget? Hheeee… ga kok kyungsoo ga agan lama-lama sakitnya :D bentar lagi juga ilang sakitnya *Antara sembuh to meninggal dianya yaaa :D
dyodoll12jong88 : nee? Kenapa Kyungsoonya? :D tenang chingu ini udah lanjut kok, kyungsoo ga kenapa-napa ini hanya jalan cerita hira :D
setyoningt : kalo nangis berarti hira sukses donk ma sensornya? *plak… iya ya hira tega banget tapi mau gimana lagi?itu udah jalan hidupnya Kyungsoo chingu :D sabar nee! Sip ini udah update kok. Keep review nde semoga ga kecewa :D
ichanyeollie : iya emang udah jalan hidupnya Kyungsoo mendaki gunung lewati lembah aliat berliku-liku nan berkelok-kelok hhheeee… kalo ketemu disini mereka udah pada ketemu kok :D ini udah dilanjut
fishyelf : happy ending ya? Kalo hira bikin kaya notes diatas gimana? Hhheee…
Guest : hidup ato nggak tergantung mood hira ke kai deh gimana? Hhheeeee… iya bakalan diasingkan ke goa belanda ttu si vicstal… Jeongmal gomawo buat semangatnyaaaaaaaaa…. Nneee FIGHTIIIIGG!
oh se yi : iya ini udah dilanjut kok :d buat endingnya masih gantung mau sad or happynya tapi hira harap gak pada kecewa dengan endingnya nanti.. keep review nde! Kalo hampir nangis bebarti hira sukses donk bikin ceritanya? *bikin kalian pada emosi lebih tepatnya :D ndee ini udah lanjut kok
oh hyun in : buat ending masih gantung chingu :D tapi hira harap kalian ga pada kecewa dengan endingnya nanti nde :D keep review nde! Nee hira pasti semangat selagi ada yang review apa lagi kalo nambah *jyah modus lagi :D
KaiSa : ya tergantung tuhan dan imajinasi hira serta keinginan hira untuk membuat ending dengan bahagia atau sedih selamanya :D neee..Hira bakalan semangaaatttt keep review nde and hira harap chingu ga akan kecewa dengan endingnya nanti :D
Parkn0na : ini udah dilanjut kok, keep review ndee :D
LAB27 : ini udah dilanjut kok… ko banyak banget yang minta happy end ya? Let's see then ajja gimana? Keep review nde :D
RyeoYixing : Yu… ini udah lanjut kok. Keep review nde :D
Bales review udah…..
Akhir kata hira mau bilang Jeongmal gamsahamnida buat chingu semua yang udah review, fav, follow dan baca ff ini.
JEONGMAL GAMSAHAMNIDA!
SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER *BOW ^_^
