Present
THAT'S THE TRUE LOVE 2nd Edition -
EXO, DBSK AND SUJU COUPLE
Main Cast : KAISOO COUPLE
KIM JONGIN A.K.A KAI (NAMJA) X DO KYUNGSOO A.K.A DO (YEOJA)
Support Cast : ALL EXO AND SUJU COUPLE
KAISOO, KRISTAO, CHENMIN, HUNHAN, SULAY, KYUMIN, KANGTEUK, YUNJAE, YOOSU, HAEHYUK, WONBUM, HANCHUL, YEWOOK
Rated: T
Genre : Friendship, Family, Romance little bit hurt
Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere, Failed Humor, Boring, alur absurd dan kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D
~Don't Like Don't Read~
SEBELUMNYA HIRA MAU BILANG BIG THANKS TO YOU ALL YANG UDAH REVIEW CHAPTER SEBELUMNYA ^_^ KEEP REVIEW YANG BANYAK YA YANG UDAH BACA FF ABSURD NAN MEMUSINGKAN INI :D JEONGMAL GAMSAHAMNIDA *BOW
Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini :D
Summarry :
"Tolong selamatkan dia. Dia memang bukan keluargaku tapi keluarganya sudah terlalu baik dan aku banyak berhutang budi pada mereka. Aku hanya memiliki sedikit uang tolong nyonya selamatkan dia!" Kaisoo and other/ GS/ Chaptered/ Frendship/ Romance/ Family/ DLDR!
Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D
It's Kaisoo couple and genderswitch
Hope you like it and Happy Reading ^_^
Previous chapter
"Lu-luhan" gumam Sehun, pandangannya tertuju pada yeoja yang tengah tertidur sambil memegangi perut buncitnya. Sehun mengahmpirinya perlahan tak mau membangunkan mereka sementara Xiumin dan Kai hanya terdiam meliaht Sehun yang kini telah duduk di samping Luhan dengan tangannya terayun mengelus perut buncit Luhan dengan sedikit gemetar dengan air mata yang sedikit-demi sedikit terjatuh.
.
.
Chapter 8
Beberapa menit dalam keheningan hingga sang empunya merasa terusik dengan sesuatu yang kini tengah membelai perutnya terusik dan akhirnya mengucek matanya berusaha untuk terbangun, hingga melihat jelas siapa sang pelaku pengusik tidurnya.
"Hu-hunie" merasa terusik dengan pergerakan Luhan akhirnya Lay ikut terbangun "Wae Lu ada ap-" ucapannya terpotong ketika melihat Sehun sudah ada dihadapan mereka. Mengalihkan pandangan bahwa tak hanya Sehun seorang berada di tempat itu.
"Eonni? K-kai" gumamnya namun masih bisa terdengar oleh mereka. Buru-buru mereka beranjak membetulkan posisi mereka hingga Kai dan Sehun berlutut dihadapan Lay dan Luhan bermaksud mencegah mereka pergi "Mianhae Lu. A-aku sudah menyakitimu. Aku akan bertanggung jawab atas semuanya tapi kumohon dengarkan aku dan jangan tinggalkan aku lagi seperti ini" kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Sehun. Luhan hanya terdiam, ia bingung harus berbuat apa pada namja yang ia benci tapi selalu ia cintai ini.
"K-kai bangunlah jangan seperti ini" Lay buka suara. "A-ani sampai noona benar-benar menjelaskan semuanya padaku. Kalian dan Xeokie noona harus menjelaskan semuanya, jeball" kini kai yang sangat terlihat lemah.
Lay melihat kearah Xiumin dan Luhan dan mereka mengangguk menyetujui untuk menceritakan segalanya "Kajja, kita bicara di tempat lain saja. Luhan dan Lay kalianpuna akan mendapatkan penjelasan tentang penundaan pernikahan kalian. Aku ingin menyelesaikannya sekarang juga".
.
Kyungsoo membuka mata, lagi dan lagi matanya sulit terpejam walaupun rasanya berat untuk terbuka. Mata sayu itu meencoba menyesuaikan cahaya dan menggerakkan jemarinya hingga seseorang yang tertidur sambil memegang tangannya terbangun.
"Waeyo Kyung?" tanyanya, kemudian mengambil papan huruf [Baekie, aku tak bisa tidur] "Apa yang mengganggumu, hmm? Apa kau mimpi lagi? atau ada yang kau pikirkan?" Kyungsoo menggeleng [Aku capek Baekie] "Capek?capek kenapa?"
[Baekie, aku rindu eomma dan appa].
Baekhyun mengerti arti ucapan eomma dan appa yang Kyungsoo maksud, tapi ia selalu menepis dan berpura-pura tak mengerti. Entah mengapa Kyungsoo selalu merindukan dan ingin bertemu Yoochun dan Junshu dan tak lupa selalu bicara kalau ia capek.
Dan jangan lupakan dengan Kyungsoo yang selalu bertanya apakah dia bisa menikah atau tidak seperti dirinya, apakah bisa mengandung seperti Luhan, apakah masih ada kesempatan untuknya melewati hari-hari bersamanya dan sebagainya yang membuat Baekhyun, Luhan dan Lay selalu merasa waspada akan dirinya. "Kau mau aku hubungi Sungmin eomma dan Kyu appa?" hanya gelengan yang Baekhyun dapat.
[Mianhae, Baekie]
"Aku takkan memaafkanmu jika kau masih lemah seperti ini" tukasnya.
[Nee, arrasso aku takkan mengulanginya lagi]
GREP
Baekhyun menggenggam erat tangan Kyungsoo dengan gemetar, kini airmata itu mengalir sedikit demi sedikit dipipinya "Kyung, aku mohon bertahanlah. Aku tahu ini semua sakit untukmu, tapi kumohon jangan tinggalkan aku Kyungie~hiks..hiks..beri aku kesempatan untuk memperbaiki segalanya padamu" Kyungsoo menggeleng.
[A-ani, Baekie tidak salah apa-apa,Kyungie yang banyak merepotkan Baekie, Lay eonni juga Luhan eonni. Lagi pula aku menjauhkan kalian semua dari orang-orang yang kalian cintai seperti Yeolie oppa-]
kata-kata Kyungsoo terpotong karena Baekhyun menahan tangannya untuk tak menunjuk papan hurufnya. "ANI, bukan begitu kau tak pernah salah apa-apa, kami semua melakukannya karena kami ingin bersamamu. Kumohon Soo, berjuanglah sampai akhir. Jangan menyerah nee..aku, Lay eonni, dan Luhanie eonni akan terus berusaha untukmu apapun Soo" Kyungsoo mengangguk mengerti 'Sungguh aku tak kuat lagi Baekie, aku lelah dengan semuanya,aku sudah tak bisa merasakan sakit pada tubuhku. Tapi aku akan terus berusaha apapun hingga penentuan tuhan datang' batinnya Kyungsoo mengeratkan tangannya dan gumaman yang keluar dari mulut Baekhyun
[Apakah aku bisa menikah?],
DEG
Pertanyaan itu kembali terlontar dari Kyungsoo "Tentu sa-"
BYUR!
Kata-kata Baekhyun terpotong dengan keluarnya darah dari mulut dan hidung Kyungsoo secara tiba-tiba penutup oksigen yang terciprati banyak darah serta tubuh Kyungsoo yang bergetar membuatnya panic dan berlari keluar kamar rawat.
"UISANIM!UISANIM!" teriaknya sambil menangis dan mengalihkan pandangan keseluruh penjuru lorong tapi tak menemukan siapapun termasuk Lau dan Luhan.
"UISANIM!UISANIM"teriaknya lagi higga tak sengaja berpapasan dengan empat orang suster "Ada apa nyonya Lee?" Baekhyun menunjuk satu arah lorong kamar Kyungsoo "TOLONG PANGGILKAN DOKTER, K-KYUNGSOO MENGELUARKAN DARAH DARI HIDUNG DAN MULUTNYA" para suster kemudian berlari ke ruang rawat Kyungsoo sedang satu orang lagi memanggil dokter.
Baekhyun menunggu diluar selama dokter memeriksakan Kyungsoo di dalam dengan air mata dan doa yang tak henti-hentinya ia ucapkan 'Ku mohon bertahanlah Soo, ku mohon berilah kesembuhan padanya Tuhan' batinnya.
.
Kini dua orang namja dan tiga yeoja tengah duduk bersama di sebuah kantin rumah sakit untuk menyelesaikan semua masalah menjadi jelas. Kini jelaslah semuanya, Kai, Sehun dan Xiumin telah menceritakan semua yang telah terjadi begitu pula sebaliknya tak lupa dengan ekspresi shock dari Lay dan Luhan ketika tahu Xiumin keguguran dan itu adalah pembunuhan.
"Jadi mereka ingin mencelakai kami juga?"-Luhan "
Cih, jahat sekali. Mereka bukan manusia" ucap Lay diangguki ke-empat orang itu. "Jadi, Xingie, Hannie, maukah kau memaafkan Suho dan Sehun? Ah-ani tapi maukah kau memaafkan kami semua?" Lay dan Luhan menggeleng mendengar pertanyaan Xiumin. Raut wajah Kai, Sehun dan Xiumin berubah pucat "Kami yang harusnya minta maaf, kalian tidak bersalah sama sekali kecuali Sehun. Sehun harus bertanggung jawab" jawab Lay sambil tersenyum tulus yang membuat single dipple diwajah manisnya terbentuk dengan sendirinya.
Membuat nafas lega keluar dari ketiganya. Luhan mengeratkan tangannya padagenggaman Lay dan Xiumin dan dibalas oleh keduanya, berusaha memberi kekuatan padanya "Mi-mianhae Hunnie, seharusnya aku mendengakanmu. Tapi seharusnya kau jujur padaku, jangan menyembunyikannya hingga aku marah nee. Aku sudah memaafkan mu sebelum kau meminta maaf".
"Kita sama-sama saling memaafkan saja nee?begitu lebih baik" ucap Xiumin. Mereka beranjak berdiri meninggalkan kantin.
GREP! Sehun menarik Luhan kedalam pelukannya "Gomawo! Gomawo Lu" Luhan membalas pelukan Sehun dan mengangguk, lama mereka berpelukan, menyalurkan rasa rindu yang teramat sangat hingga sesuatu menginterupsi kegiatan HunHan couple itu "Aiissshhh bikin sirik saja. Hentikan, kalian ingin memanas-manasi kami eoh?" ucap Lay dengan gaya yang dibuat sekesal mungkin "Hhaa.. bilang saja noona iri" timpal Sehun, keadaan terasa ringan sejenak.
.
BRAK
terdengar suara pintu kamar rawat kyungsoo terbuka hingga Baekhyun bergegas menghampiri sang dokter "Bagaimana uisa" sang dokter menghela nafas "Kyungsoo-ssi sekarang sudah tertidur pulas, ia merasakan tekanan yang mengganggunya dan ada pembuluh darah yang keropos sehingga ia seperti itu. Nyonya Lee saya mohon anda segera ambil keputusan, apapun yang terjadi saya akan terus berusaha membantu anda dan Kyungsoo. Tapi tolong bebaskan dia". Tubuh Baekhyun merosot setelah kepergian sang dokter. "Tidak hikss.. aku akan berusaha Kyung, ku mohon bertahanlah" sambil terus terisak.
Sementara ketiga orang minus Luhan dan Xiumin yang melihat Dokter dan Baekhyun dari kejauhan segera berlari menghampiri Baekhyun.
"Baekie apa yang terjadi" tanya lay meraih tubuh Baekhyun yang terus saja menangis "Kyungie, eonni..aku tak mau kehilangannya, kumohon buat ia bertahan eonni" Lay yang tidak mengerti masih menuntut jawaban Baekhyun "Kyungie,hidung dan mulutnya tadi mengeluarkan darah, kata uisa pembuluh darahnya keropos dan ia minta segera ambil keputusan dan merelakannya walaupun uisa akan berusaha membantu kita eonni hikss..hiks.." menyadari Lay tidak sendiri Baekhyun menengadahkan kepalanya bermaksud melihat siapa yang datang.
Hingga matanya kini membulat smpurna melihat tiga orang dihadapannya "O-Oppa? eonni" lirihnya. GREP! Baekhyun bersimpuh sambil memegang kaki Kai membuat semua perhatian tertuju pada Kai dan Baekhyun "Baekie jangan seperti ini" ucap Kai "A-ani oppa, maafkan aku oppa atas semuanya tapi kumohon jangan membenci Kyungie".
"Aku sudah tahu semuanya dan aku tak membenci kalian" jawab Kai "Hanya saja aku kecewa mengapa kalian menyembunyikan semuanya dariku" tambahnya "Semua kami lakukan untuk Kyungie, dia tak mau kalian semua tahu bahwa dia sakit" kini Lay yang bersuara "Oppa aku punya permitaan, bolehkah?" Kai diam "Aku tahu, aku tak pantas meminta padamu tapi aku rasa kau orang yag tepat karena Kyungsoo tak sedikitpun tak memikirkanmu selama ini oppa". Kai tertegun ternyata selama ini ia tak menderita sendirian dan bukan ia yang menderita tapi Kyungsoo-nya.
"Apa yang kau inginkan Baekie?" tanya Kai "Menikahlah dengan Kyungsoo dengan itu aku akan merelakannya" DEG semua tercengang mendengar ucapan final baekhyun "Apa maksudmu Baekie? Kau tak boleh menyerah begitu saja, Kyungsoo pasti sembuh" ucap Luhan dengan nada sedikit meninggi dan mengguncang tubuhnya "A-ani eonni, aku sudah menyerah. Hingga saat ini belum ada sumsum tulang belakang yang cocok. Kita semua sudah melakukan test bahkan Xeokie eonni, Jung ajhuma dan juga Ren tapi masih nihil eonni aku….aku tak mau Kyungie sakit terus" ucapnya sambil menangis.
Luhan terdiam "Ku mohon jangan Baekie, kumohon jangan seperti ini" Lay dan Xiumin ikut memeluk Baekhyun. Sementara Kai mengusap kasar wajahnya, ia frustasi sekarang "Biar aku coba melakukan tesnya" celetuk Sehun mengalihkan semua perhatian padanya. "Tenanglah Baekie, kau tak perlu cemas. Kyungie akan sembuh" Kai mengangguk "Nee akupun akan melakukannya" Baekhyun menggeleng "Tidak perlu" semuanya tercengang "Tidak perlu melakukannya, Kyungie sudah tidak bisa bertahan lagi, dia..dia rindu eommanya Junsu dan appanya. Ia ingin pulang, dia sudah lelah ku mohon mengertilah".
"Kau ini apa-apaan Baekie? jangan bicara macam-macam, Kyungie sampai hari ini itupun karena dia berusaha bertahan. Kita tak akan pernah menyerah hingga tahu penentuan tuhan" ucap luhan dengan nada meninggi, tak jauh dengan Kyungsoo, Luhan merasa tertekan dan ketakutan sekarang hingga lagi-lagi darahnya keluar membasahi dress bagian bawahnya. Lay yang melihat darah mengalir di lantai segera menahan Luhan yang limbung "Lu, kau pendarahan lagi" sontak semuanya melihat kebawah terutama Sehun yang paling kaget diantara semuanya. "Sssshhhh.. panggil dokter Lay, tolong biar aku tunggu di sini" ucapnya sambil berdesis. Lay segera berlari memanggil dokter sementara Sehun menggendong Luhan bridal style ke ruang rawat dengan darah yang mengalir membasahi kemeja abu-abu miliknya.
.
.
Sudah dua hari Kyungsoo tak sadarkan diri, Xiumin, Kai, Baekhyun Luhan, Sehun dan Lay selalu memantaunya. Tak lupa setelah mengetahui keadaan Kyungsoo dari Chen, para orang tua yang telah lama tak bertemu putri merekapun datang ketempat dimana Kyungsoo di rawat yaitu di Busan. Dan selama dua hari itu pula Sungminlah yang paling terpuruk setelah Kai, ia tak mau meninggalkan Kyungsoo barang sedikitpun dan terus menggenggam tangan kiri Kyungsoo yang sudah ia anggap putrinya sendiri yang setahun lalu ia angkat menjadi anaknya.
Ceklek! sesaat pintu dibuka memperlihatkan dua pria disana,Kyuhyun dan Kai "Eomma!" kai menghampiri Sungmin dan memegang kedua bahunya namun Sungmin tak bergeming "Eomma, pulang dan istirahatlah" ucapnya lembut.
"Eomma sudah dua hari ini menjaga Kyungsoo disini, eomma belum makan dan minum juga kurang istirahat" setetes cairan bening itu keluar lagi dari mata Sungmin "A-ani Jongie, eomma ingin disini, menjaga Kyungie-eomma agar ia baik-baik saja" ucapnya smabil menggeleng pelan.
"Tapi eomma.." belum sempat Kai melanjutkan ucapannya Sungmin menyela "Sudah eomma bilang, eomma akan menjaga Kyungie. Keluarlah Kai, sudah sore ini waktunya Kyungie mandi" Sungmin berdiri dari kursinya, mengecup pucuk kepala Kyungsoo dan beranjak membawa panic kecil berisi air hangat dan handuk.
GREP!
Kyuhyun menahan tangan Sungmin "Wae Kyu?" Kyuhyun menatap Sungmin nanar "Kai, panggil noonamu biar dia yang memandikan Kyungsoo" Kai melangkahkan kakinya keluar bermaksud meminta bantuan Xiumin.
Xiumin PoV
Aku tengah menunggu di ruang tunggu depan kamar Kyungsoo saat tiba-tiba Kai keluar bersama Kyuhyun ajushi dan Sungmin ajhuma yang memintaku memandikan Kyungsoo. Akupun masuk dan mulai membersihkan tubuhnya.
Astaga! Tubuhnya begitu kurus sekarang, pucat seperti tak ada kehidupan. Aku pun mulai membersihkannya sambil terus berdoa untuk kesembuhannya, hingga tanpa sengaja aku mendengar seseorang berbicara agak keras.
"Lepaskan!"
Itu suara Sungmin ajhuma? Ada apa? Akupun mencoba menajamkan pendengaranku untuk mendengar percakapan mereka.
Xiumin PoV end
"Lepaskan" Sungmin menghempas tangan suaminya kasar setelah pintu ruang rawat Kyungsoo tertutup meninggalkan Xiumin sidana untuk merawat Kyungsoo.
"Sudahlah Ming, Jongie benar kau butuh istirahat. Ayo pulang" ucap Kyuhyun hendak meraih siku Sungmin namun Sungmin menjauh "Andwe! Aku akan tetap disini".
Kyuhyun mengusap kasar wajahnya "Sampai kapan kau mau seperti ini eoh? Disini ada Kai, Sehun, Lay, Baekhyun, dan Xiumin, mereka akan menjaga Kyungsoo" ucap Kyuhyun sedikit meninggi. Ya mereka semua bergantian menjaga Kyungsoo hanya saja Sungminlah yang belum pulang dari hari pertama.
"Wae Kyu?kau tidak suka?" ucap Sungmin sakratis "Bukan begitu Ming, hanya saja pikirkan juga kesehatanmu, yeobo".
"Kau" tunjuk Sungmin tepat di dipan muka suaminya.
"Aku adalah wanita, aku seorang ibu, aku bersusah payah mengandung dan melahirkan Sehun dengan mempertaruhkan seluruh jiwa ragaku" semua memandang Sungmin dengan pandangan iba tanpa membuka suara sedikitpun.
"Apa kau tahu bagaimana rasanya ketika anakmu terluka? tahukah kau rasanya ketika anakmu sakit? Hiks.." Sungmin mulai terisak dengan badan yang gemetar sambil terus menunjuk suaminya.
"Tahukah kau bagaimana rasanya ketika anakmu menderita? DAN TAHUKAH KAU RASANYA KETIKA ANAKMU BERADA DI ANTARA HIDUP DAN MATI!" semua mata membulat sempurna, seseorang yang lembut seperti Sungmin kini tengah emosi dan membentak suaminya sendiri.
"BAGAIMANA AKU BISA MAKAN? BAGAIMANA AKU BISA MEMEJAMKAN MATA BARANG SEDIKITPUN? BAGAIMANA AKU BISA TENANG SEMENTARA TAK TAHU KEADAAN DAN NASIB APA YANG AKAN TERJADI PADA ANAKKU!" pecahlah suara sungmin tanpa sedikitpun nada rendah dalam tiap kalimatnya.
"SEHUN PERNAH MENGALAMI INI KYU! SEHUN PERNAH MENGALAMINYA, TAPI KAU TAHU? KINI KYUNGSOO MENGALAMI HAL YANG LEBIH PARAH DAN MENYAKITKAN! Hiks..". tangan Sungmin turun "PARK YOOCHUN, KAU INGAT? DIA MENOLONG SEHUN SEBELUM KEADAANNYA MENJADI SEPERTI KYUNGSOO SEKARANG, DIA DATANG MEMBERI BANTUAN UNTUK KITA, TUHAN MEMBERI KITA PERTOLONGAN MELALUI DIA KYU"
GREP! Luhan dan Lay memeluk Sungmin, mencoba menenangkan sementara Kyuhyun hanya terdiam melihat istrinya yang sedang kalap.
"Kyungsoo anakku Kyu! Dia putriku, dongsaeng Sehun" ucap Sungmin melembut "Bagaimana aku tak menghawatirkannya sedikitpun Kyu?" ucap Sungmin melembut.
"Mianhae Ming. Aku mengerti perasaanmu, amat sangat mengerti. Tapi pikirkan kesehatanmu juga Ming, pikirkan aku, pikirkan juga Sehun, oppa Kyungsoo" Kyuhyun mendekati Sungmin "Bagaimana kau menjaga putri kita dengan keadaan yang buruk? Bagaimana nanti ketika ia membuka mata tak melihatmu disisinya karena kondisimu yang drop?" menangkup pipi istrinya seraya berbisik "Pikirkan Jongie, dialah yang paling terpuruk saat ini Ming".
Kepala Sungmin menegak, pandangannya beralih pada Kai yang hanya duduk diam dambil terus menunduk. Tangannya menagkup dengan jari-jarinya yang saling bertautan. Melihat Kai begitu tegar walaupun sebenarnya rapuh membuat mata Sungmin makin memanas menatap nanar Kai yang sudah dianggap anaknya sendiri seperti layaknya kembaran Sehun.
"Eomma! Istirahatlah dirumah nee!" Sehun buka suara "Jika eomma tidak mau pulang ke Seoul, eomma tinggallah dirumah sewa mereka" Sungmin tau yang dimaksud mereka adalah Kyungsoo, Baekhyun, Luhan dan Lay.
"Istirahatlah disana, biar Kai yang menjaganya disini" tambah Sehun yang diangguki oleh Lay dan Luhan "Sehun benar Ming, sebaiknya kau istirahat disana dan besok pagi kembali lagi kemari" tambah Kyuhyun. Sungmin mengangguk pasrah dan berjalan mendekati Kai dan berjongkok menghadap Kai yang masih tertunduk.
Diraihnya kedua pipi namja Tan itu mencoba mengarahkan wajahnya ke wajah Sungmin.
Tes!
Tes!
Sungmin merasakan tangannya basah di aliri tetesan-tetesan kecil airmata Kai "Mianhae ne.." ucapnya lembut dengan gemetar mencoba menghapus genangan air mata yang menganak sungai di pipi Kai. Kai sudah lama memendam air matanya segera memeluk Sungmin, mengeluarkan isak pilunya yang terasa menyakitkan di telinga orang-orang yang berada disana.
Kyuhyun mendekati Kai dan mengusak surai dark brownnya sayang "Menangislah sepuasnya Jongie, seorang pria pun butuh menangis" ucapnya.
Tak ada satupun lagi yang berbicara, mereka hanya terdiam dengan perasaan dan pikiran masing-masing, hanya isak tangis Kai yang terdengar.
.
.
Setelah cukup menangis Kai melonggarkan pelukannya pada Sungmin.
Drap..drapp..
Suara kaki seseorang yang tengah berlari membuyarkan keheningan yang selama beberapa saat menyelimuti mereka. "Eonni, apa aku terlambat?" Baekhyun datang dengan nafas yang tersengal "Ani" jawab Lay singkat. "Kai dan semuanya, aku pamit dulu nee. Aku harus masuk kerja" Kai menoleh kearah Lay "Noona, bekerja?eodiga?" Lay mengangguk "Aku bekerja di rumah makan sebagai koki" jawabnya sambil tersenyum dan berlalu meninggalkan Kai.
GREP!
Terasa sebuah tangan besar memegang pergelangan tagan Lay. "Waeyo Kai?" tanya Lay setelah mendapati Kai yang memegang tangannya.
"Tidak perlu bekerja lagi, noona dan Baekie istirahat saja dirumah" Lay menggeleng pelan "Gwenchana Kai, aku baik-baik saja" ucapnya mencoba menenangkan "Baik-baik saja? Apa ini yang kalian lakukan selama ini?bergantian menjaga Kyungsoo tanpa pulang ke rumah?" Baekhyun dan Lay megangguk "Kami sudah biasa oppa! Oppa tahu tidak? Kyungie bahkan bekerja lebih keras dari ini walaupun penyakitnya semakin menggerogoti badannya waktu itu".
DEG!
Semua yang ada disitu minus Luhan dan Lay tercengang mendengar ucapan yang keluar dari mulut Baekhyun "Nee, dia selalu bilang jangan bekerja terlalu keras pada kami, tapi dia sendiri begitu. Jadi kami juga akan lebih berusaha darinya Kai".
"Iya, dia selalu bilang tidak mau merepotkan kami semua. Tapi nyatanya kamilah yang tak jarang merepotkannya hhheee" Baekhyun terkekeh dengan ucapannya sendiri. "Kalian tidak perlu bekerja lagi, semua biaya Kyungsoo biar aku yang menanggungnya" tegas Kai.
"Ta-tapi oppa kami…"
"Tidak ada tapi-tapian, sekarang juga kalian pulang dan istirahatlah, biar Kyungsoo aku yang menjaganya disini" Lay dan Baekhyun masih terdiam tak bergeming "Aisshhh tunggu apa lagi?cepat pulang".
"Aku harus pergi sekarang sebelum terlambat masuk" Lay segera bergegas pergi tapi Kai menahannya lagi "Apa noona mendengar ucapanku?" ucap Kai pelan dengan nada dingin. Mengerti dengan arti ucapan namja Tan di hadapannya ini, Lay dan Baekhyun hanya bisa pasrah. Beginilah Kai, keras kepala dan penuntut,namun semua sudah mengerti dengan sifatnya hanya bisa mengangguk pasrah dengan keputusan Kai.
"Jongie benar sebaiknya kalian pulang, jangan bekerja lagi danlanjutkan kuliah kalian" Kyuhyun membenarkan ucapan Kai "Ba-baiklah kami akan pulng ajushi, tapi kami ingin terus menemani Kyungie disini sampai dia sembuh" Baekhyun mengangguk "Bolehkah?" Kyuhyun maksud ucapan Lay dan Baekhyun akhirnya mengangguk.
"Kalau begitu, pulanglah bersama Appa, eomma, Xeokie noona, dan Luhan. Biar Sehun yang mengurus pengunduran diri kalian!". Sehun mengangguk sbagai jawaban ucapan Kai.
"Ta-tapi oppa kami.."
"Sudah kubilang tak ada tapi, biar Kyugsoo aku yang mengurusnya. Kalian bisa kembali menjaganya jika kalian sudah istirahat arra?" Lay dan Baekhyun mengangguk.
.
Mendengar semua teriakan-teriakan Sungmin dari luar membuat Xiumin yang kini tengah membersihkan badan Kyungsoo mengeluarkan bulir-bulir bening di matanya. Namun ia hanya terdiam tanpa mengeluarkan isaknya.
"Kyung, kau dengar? Eommamu menangis diluar Kyung, ia sangat menyayangimu" ucapnya dalam keheningan "Aku yakin kau gadis yang kuat, bertahanlah demi Kai, eomma dan appamu Kyung, mereka tak bisa hidup tanpamu" ucapnya lagi sambil membenahi pakaian Kyungsoo.
Tess!
Setetes air mata jatuh ke tangan Xiumin. Ya, Kyungsoo menangis, menangis dalam tidurnya. "Uljima Kyung, kuatlah chagi aku yakin kau bisa, setelah ini Kai akan menjagamu. Kuharap dengan adanya seseorang yang kau tunggu, kau bisa menyampaikan semua perasaanmu padanya" Xiumin menghapus air mata Kyungsoo di matanya dan mengecup pucuk kepalanya sayang, kemudian pergi keluar kamar itu.
.
.
Kai dan Sehun kini berada di kamar Kyungsoo, Sehun kembali membawakan pakaian ganti dan makanan untuk Kai. Sesaat ia melihat Kai menyatukan jemarinya dan terdiam di damping Kai.
Kai merasakan sesuatu mengganjal di jari manis Kyungsoo "Kau masih memakainya Soo?" ia mengusap cincin bermata biru yang kini sudah kentara sekali amat longgar di jemari Kyungsoo, cincin yang diberikannya sewaktu mleamar Kyungsoo. "Kau lihat!" ucapnya dalam keheningan mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya yang selama ini melingkar di lehernya "Akupun masih memakainya Soo, hingga saat ini" lirihnya, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Puk!
Sehun menepuk pundak Kai "Apakah kau sangat mencintainya Kai?" Kai mencium punggung tangan Kyungsoo.
"Sepenuh hati".
Hanya kata itu yang keluar dari mulut Kai. Sehun mengerti, baru kali ini Kai mencintai seseorang karena sebelumnya Kai tak pernah seperti ini. Sehun tau seberapa dalam Kai mencintai yeoja yang kini bersatus sebagai adiknya itu, namun perasaan cemas selalu menyelimutinya. Cemas dengan keadaan Kyungsoo yang makin buruk dan iapun tak jauh berbeda dari Kai, rasa takut kehilangan selalu mengingatkannya seperti alarm 'Semoga kalian bersatu. Hanya itu yang kuinginkan' batinnya.
"Kai aku pamit dulu nee, Luhan masih lemah gara-gara pendarahan dua hari lalu" Kai mengangguk dan Sehun pergi meninggalkan mereka.
.
Sepeninggal Sehun, tinggallah Kai yang kini tertidur dengan posisi duduk dipinggir katil Kyungsoo, menggenggam jemari kurus nan pucat yeoja-nya yang hingga saat ini belum juga sadarkan diri.
Hari masih gelap sekarang, menunjukan angka 03.00 am. Lorong yang biasanya ramai menjadi aktivitas para penghuni rumah sakit kini masih sepi hanya keheningan disana. Hingga tiba-tiba sebuah tangan yang kini berada di genggaman tangan namja tan yang tengah tertidur bergerak-gerak kecil dan perlahan mata indah itu terbuka.
Ia mencoba menggerakan lagi tangannya tapi terasa sesuatu yang membebaninya, ia menengokkan kepalanya guna mengetahui apa yang membebaninya.
Seulas senyum tersungging dibibirnya saat itu. Ia bahagia, bahagia mendapati seseorang yang selalu menemaninya ketika matanya terpejam selama beberapa minggu terakhir ini, ya ia bahagia mendapati Kai tengah bersamanya sekarang. Kai yang nyata, bukan yang selama ini hanya ada dalam mimpi dan angan-angannya.
Namun sesaat pandangannya berubah menjadi sendu, sendu mengingat Kai bukanlah miliknya lagi. Hatinya sakit, sakit karena Kai sudah bahagia dengan orang lain dan bukan dengannya. Sementara mencoba melepaskan genggaman tangan Kai, ternyata namja itu terusik dan terbangun.
Ia terbangun dan mengangkat kepalanya, dan betapa bahagianya ia kini melihat mata indah yang selalu ia rindukan terbuka dengan bibir penuh yang tengah tersenyum padanya. "Soo, kau bangun" Kyungsoo mengangguk lemah masih dengan senyumnya. Kai tak bisa menahan rasa bahagianya hingga reflek menciumi punggung tangan Kyungsoo beberapa saat. Beberapa saat pula rasa bahagia Kyungsoo kembali namun setelahnya wajahnya berubah sendu kembali.
"Weyo Soo?" Ia menunjuk pada papan hurufnya dan Kais gera mengambilnya [Oppa,sejak kapan disini?] "Sejak dua hari lalu" jawabnya.
[Oppa tidak pulang?]
Kai mengerutkan keningnya "Kau mengusirku?" Kai balik bertanya heran.
[Ani, hanya saja oppa harusnya tidak disini] Kyungsoo tesenyum walau dipaksakan, hatiya perih sekarang namun ia hanya bisa menerima segalanya karena dulu ia yang meninggalkan namja dihadapannya ini.
Kai hanya terdiam heran.
[Apa oppa bahagia? Kapan oppa akan menikah?] oh Kai mengerti sekarang maksud ucapan Kyungsoo.
"Kau sudah mengenalku terlalu dalam nona Park jadi kau bisa melihat sendiri, setelah kau meninggalkanku kau masih bertanya apa aku bahagia? Dan kau masih bertanya juga kapan aku akan menikah?" Kai tersenyum miris.
[Mianhae oppa, aku hanya ingin memastikan kau bahagia]
"Jika kau ingin jawaban yang jelas, jawabannya nee aku bahagia saat ini, amat sangat bahagia" air mata Kyungsoo menetes menahan sakit yang mendera hatinya saat ini, ia mengutuk dirinya mengapa bertanya seperti itu pada orang yang masih dicintainya saat ini.
"Dan aku akan segera menikah. Menikah jika yeoja yang tengah membuatku bahagia saat ini terus bertahan dan berhasil dalam operasinya nanti".
Kyungsoo mengerutkan dahinya bingung. [Maksud oppa? Krystal sakit?] Kai menggeleng
"Yeojaku hanya satu dan dia adalah orang yang aku lamar pertama kali di taman belakang kampusku, dia satu-satunya yang aku cintai maka aku hanya akan menikah dengannya".
[Pantaskah? Aku tak sempurna oppa, kekuranganku banyak dan..] "Ssssttt, cukup chagy, jika kau merasa tak pantas maka pantaskanlah dirimu untuk bersanding denganku, kekurangan?. Setiap orang punya kekurangan dan itu hal yang wajar. Pantaskanlah dirimu dengan sehat kembali chagy, aku menunggumu" Kyungsoo melepas tangannya dari genggaman Kai [Pergilah!] Kai tertegun. Jujur ia sangat merindukan yeojanya kini tapi Kyungsoo menginginkannya pergi "Waeyo Soo?" Kyungsoo memalingkan wajahnya berlawanan dengan Kai.
"Tatap aku Soo!" namun taka da jawaban dari Kyungsoo "Kumohon padamu Soo" Kyungsoo mulai menunjuk papan yang masih setia berada di hadapannya [Pergilah, aku hanya akan menghambatmu] "Andwae! Aku akan tetap disini apapun yang terjadi"mengerti betapa keras kepalanya seorang Kim Jongin, ia hanya bisa mengangguk pasrah akan keputusan final dari namja didepannya ini.
[Aku akan mati oppa! Apa yang kau harapkan dari…] PRANG! Belum selesai mengatakan apa yang ingin ia ucapkan Kai melempar papan itu sekuatnya, memeluk Kyungsoo tiba-tiba dengan tubuhnya yang mulai bergetar.
"Andwae Soo, kau pasti sembuh bertahanlah untukku, jangan pernah pergi lagi Soo tolong bantu aku Soo, bantu aku bernafas lebih lama lagi bersamamu Soo, jeongmal saranghae, ku mohon, ku mohon hiks.." isakan demi isakan keluar dari mulutnya. Tak ada respon dari Kyungsoonya, Kyungsoo hanya terdiam merasakan pipinya basah oleh airmata Kai yang tengah berbisik padanya.
'Seandainya bisa, seandainya masih ada kesempatan aku mau oppa, tapi apa dayaku? Kau berikan cinta padaku disaat aku merasa kosong dan hampa, eomma dan Baekhyun mengajariku tentang kasing sayang dan kau, kaulah yang mengajariku tentang cinta oppa, mencintai dan dicintai. Bagaimana aku bisa untuk meninggalkanmu? Kau hidupku, nafasku Kim Jongin' batinya.
Mereka terus begitu selama beberapa saat, dengan usaha yang keras Kyungsoo menggerakan tangannya menggapai kepala Kai dan mengusap surainya namun ketika baru mengusap sebentar tangannya jatuh seketika, matanya terpejam dengan air mata menetes dipipinya.
Kai yang menyadarinya segera melepas pelukannya, berlari keluar dan berteriak memanggil dokter yang tengah berjaga. "Bagaimana keadaannya uisa?" dokter hanya menghela nafas "Tidak ada cara lain, ia harus segera di operasi Jongin-ssi, jika tidak aku tidak bisa membantu lagi".
Tubuh Kai merosot didepan pintu kamar rawat Kyungsoo setelah kepergian dokter. Ia meremas kemejanya tepat di bagian jantungnya dengan keras hingga buku-bukunya memutih. "Soo! Aku tak sanggup, sungguh mengapa harus seperti ini?" lirihnya.
.
.
"Bagaimana hasilnya hyung?" kini seorang namja paruh baya tengah duduk dihadapan seorang dokter yang di sapanya hyung, "Cocok" jawab sang dokter sambil memperhatikan berkas hasil laboratorium. "Kalau begitu apakah kita bisa cepat menyelamatkannya?" sang dokter mengangguk "Nee, tapi apa kau yakin? Bagaimana dengan teukie noona?" tanya balik sang dokter "Aku sudah membicarakan ini dengannya dan ia setuju hyung" Hangeng sang dokter tersenyum "Baiklah kalau begitu, leukemia yang dialami Kyungsoo belum terlalu parah hanya saja kondisinya yang drop membuatnya seperti sekrang, apa Jongin tau hal ini?" Kangin menggeleng cepat "Hanya Jongdae yang tahu, aku tak bisa berbohong padanya dia terlalu licik".
"Hahahahaha.." tak sanggup menahan tawa Hangeng akhirnya terbahak "Kau mengatai anakmu sendiri licik? Ck yang benar saja? Dia bukan licik tapi terlalu pintar hhhaaa" Kangin hanya terdiam.
"Baiklah kalau begitu, jika kondisi Kyungsoo sudah stabil ia akan segera di operasi, ku harap semuanya berjalan lancar" Kangin tersenyum "Aku dan semuanya juga berharap begitu" senyum terpatri di wajah kedua pria paruh baya itu.
.
Derap langkah kaki menggema di koridor rumah sakit itu, terlihat Chen, Chanyeol dan Suho yang tengah menghampiri namja yang tertidur di kursi tunggu di luar ruang rawat pasien "Kai, irona" Chen mengguncang-guncang tubuh Kai namun taka da respon darinya "Biarlah hyung, Kai mungkin kelelahan jadi terlalu lelap seperti itu" ucap Chanyeol yang diangguki oleh Suho. "Aku mau mauk ke kamar Kyungsoo dulu untuk memeriksanya".
GREP! Satu tangan mencegahnya "Posisimu bukan dokter disini Chen jadi jangan macam-macam" ucap Suho "Tenang lah hyung" SRETT! Chen memasang jas dokter miliknya "Aku punya ini hheee" cengirnya lalu melenggang kedalam kamar pasien. Chen sudah tahu semua kondisi Kyungsoo dari dokter yang menanganninya sehingga kini ia tengah memeriksa kondisi Kyungsoo untuk sesegera melakukan operasi. "Huppfff.." Chen menghela nafas sesaat "Kyung, kuharap kau mau membantuku sekarang" seketika mata Kyungsoo terbuka membuat senyum lembut terpatri diwajah Chen.
"Merasa lebih baik?" Kyungsoo mengangguk, Chen mendudukan dirinya di samping katil Kyungsoo "Kyung, bolehkah aku bertanya sesuatu?" Kyungsoo mengangguk sambil menunjuk papan huruf, dengan digap Chen mengambilnya.
"Kau benar-benar merasa lebih baik sekarang?" Kyungsoo mengangguk pasti.
"Apa yang kau inginkan sekarang?" Kyungsoo mengerutkan alisnya tak mengerti.
"Baiklah. Jika ada hal yang ingin kau lakukan atau ada permintaan yang ingin kau minta, apa yang ingin kau lakukan dan kau minta saat ini?"
[Jujur? Atau Bohong?] Chen menepuk jidatnya "Tentu saja jujur Kyungie chagy" Kyungsoo tersenyum.
[Sejujurnya aku lelah oppa, lelah terus seperti ini. Tapi tadi malam eomma dan appa datang] Kening Chen berkerut "Maksudnya Sungmin ajhuma dan Kyuhyun ajhusi?" Kyungsoo menggeleng Chen mulai mengerti maksud Kyungsoo.
[Mereka bilang, seseorang lebih membutuhkanku, tapi aku ragu oppa, aku ragu apakah aku bisa membahagiaknnya atau tidak, tapi eomma bilang aku harus membahagiakannya dengan aku sembuh, tapi aku tak tahu apakah aku bisa sembuh atau tidak, dan saat itulah appa berkata bahwa aku harus memilih, jika aku diberikan kesempatan untuk sembuh apa yang akan aku lakukan]
"Lalu kau jawab apa?"
[Menikah dengan Jongin oppa, bernafas untuknya, tersenyum untuknya, hidup untuknya dan hanya untuknya] 'Polos sekali' itulah yang ada dibenak Chen saat ini.
"Lalu appa bilang apa lagi?"
[Jika memang taka da sumsum tulang belakang yang cocok untukku, apa yang akan aku lakukan? Dan aku menjawab Aku ingin Jongin oppa bahagia sebelum aku pergi]
Chen terdiam [Tapi appa bertanya lagi jika saat kondisimu bertambah buruk sedangkan kau tahu Jongin tak bahagia malah sebaliknya dan ia teramat sangat tersiksa tanpamu, apa yang akan aku lakukan?] Chen masih terdiam menunggu jawaban Kyungsoo.
"Lalu kau menjawab apa?"
[Aku ingin sembuh, aku ingin memberinya lebih banyak cinta dari sebelumnya, menyayanginya lebih dari sebelumnya, mengganti semua yang terlewati selama aku meninggalkannya selamanya] Chen tersenyum bahaggia.
"Apa kau mencintainya Kyung?"
[Sepenuh hati] balasnya, terlihat sekali ketulusan dan keyakinan atas ucapannya.
"Jadi apa yang kau inginkan sekarang?"
[Bernafas untuknya] jawaban yang membuat Chen terenyuh.
"Baiklah kalau begitu, kondisimu sangat stabil hari ini,maukah kau pergi bersamaku? Walaupun tanpa Kai?" entah mengapa Kyungsoo hanya bisa mengangguk, menurut dengan apa yang Chen ucapkan.
"Baiklah!" Chen mengusap surai Kyungsoo lembut kemudian merogoh saku celananya dan menekan beberapa angka "Bagaimana ajushi?" tanya Chen pada seseorang diseberang sana "Sudah siap semua Chen, apakah kita bisa memulainya hari ini?"- Hangeng. "Nee, keadaannya sudah stabil, tadi sudah kuperiksa"-Chen.
"Kalau begitu suster akan kesana dan segera membawanya kemari"-Hangeng "ee kalau begitu aku akan bersiap sekarang".
.
CEKLEK! seorang dokter didampingi dua suster berjalan menghampiri Chen mengacuhkan Chanyeol dan Suho yang terbengong di depan ruang rawat Kyungsoo "Bagaimana keputusan anda uisa?" tanya dokter tersebut pada Chen "Sepertinya sudah jelas" jawab Chen.
"Apa uisa dan juga Tan uisa juga akan ikut dengan kasus pasien saat ini?" Chen mengangguk "Nee, kami akan membantu dalam prosesnya, kau tak keberatankan jika ia beralih jadi pasien kami?" sang dokter menggeleng "Tidak apa-apa uisa, kami mengerti dengan perasaan kalian sebagai keluarganya" Chen tersenyum penuh arti pada sang dokter dan membungkuk sopan "Gamsahamnida" ucapnya. "Suster tolong bawa pasien ke tempat yang dusah disediakan" perintah sang dokter.
Melihat suster dan para dokter yang keluar dari kamar Kyungsoo, Chanyeol dan Suho berdiri dengan tergesa menghampiri Chen.
"Ada apa ini? Kyungsoo mau dibawa kemana Chen?" Tanya Suho "Kalian pulanglah, bawa Kai ke rumah sewa Baekhyun, nanti aku kirim alamatnya dan untuk Kyungsoo, aku harus membawanya karena sudah tak memungkinkan dia berada disini lagi" ucap Chen sok dramatis, membuat mata Suho dan Chanyeol membola.
"Kyung!" Chanyeol menghampiri Kyungsoo dan menggenggam tangannya "Mi-minanhae nee" Kyungsoo hanya tersenyum. "Sudahlah dokter ini sudah tidak punya waktu lagi" Chanyeol melepaskan genggaman tangannya "Lalu kenapa kau ikut mereka Chen?" Chen tersnyum lembut "Aku akan menyelidiki mereka" ucapnya berbisik ditelinga Suho "Ma-maksudmu?".
"Sudahlah kalian tunggu saja Kai sampai bangun setelah itu katakan padanya Kyungsoo akan baik-baik saja oke! Jika mau bertanya lebih lanjut tunggu sampai dokter Kim Jongdae ini selesai dengan urusannya" Suho dan Chanyeol hanya mendengus "Dasar dokter troll, baiklah kalau begitu kami berharap beritamu bagus" Chen melambaikan tangannya dan berlalu pergi.
.
To Be Continue
Seperti biasa ini masih TeBeCeh hheee…
WARNING
Oh iya kalo yang kemaren-kemaren baca oneshoot hira, hira minta maaf jika – I'LL KEEP YOU SAFE - dan – LOOK, LISTEN AND FEEL – itu ada kesamaan dengan ff author lain hheee itu semua ga sengaja kok buat yang – I'LL KEEP YOU SAFE – itu emang hira pengen bikin kayak gitu ajja and itu projek lama :D kalo yang – LOOK, LISTEN AND FEEL – itu hira baca ff oneshoot juga yang disitu KaiHunHan melakukan threesome ampe Kyungsoo bunuh diri and si Baekhyun hampir gila gegara Kyungsoo mati jadilah – LOOK, LISTEN AND FEEL – untuk mengobati rasa enek hati dengan bikin Lulu mati and Kai gila :D. jeongmal mianhae jika ada kesamaan hira ga sengaja. Yoda segitu basa basi bucuknya hhhaaaaa… sekarang waktunya…
BALAS REVIEW :
SyJessi22 : hhhaaaa… hira juga seneng ni si jejahatnya udah pada ketahuan, ini Suho ma Chanyeol nyusul kok ama Chen ke rumah sakit coz Xiumin itu reflek bawa Kai perginya :D Kyung udah dapet donor tapi dari orang yang tak terduga hhheee
setyoningt : gimana kaisoonya? Masih kurang banyak kah? hheeee mianhae untuk sekarang baru segitu. Ini udah update lagi. I'llkeep writing as long as chingu pada review :D
yixingcom : iya musnah ttu si Vicstal. Sehun ga menelantarkan Luhan kok cuman Luhannya ajja yang emang pengen pergi dari Sehun karena kesel ma kelakuan Sehun yang tiba-tiba pernikahannya diundur itu loh :D
RyeoYixing : tenang buat moment Sulay ma Baeksoo kayanya bakalan keluar di chap depan :D doakan sajah nee.. hira malah pengen nangis di chap ini pas Sungminnya bentak-bentak Kyu appa :D. nde hira bakalan nulis terus selama review dari chingu semua terus mengalir bagaikan air terjun Niagara :D *apaan sih! Ini udah update diusahakan cepat karena kudu nyari tempat wifi-an dulu (Kai: gkgkgkgkgk ga modal lu ra! H: *pouting, Kai: *Muntah, H : Sialan lo Kai)
blackwhite1214 : ini udah dilanjut chingu :D review lagi nde :d
: namanya juga cerita bersambung chingu pasti gantung kalo gak gantung namanya oneshoot ato ending :D Nee HIRA PASTI SEMANGAT! :D iya hira juga udah ga tahan liat KyungKyung sakit terus :D
berlin : Aaaaaa pasti tambah nangis lagi disini :D Nde hira bakalan lebih semangat kok nulisnya. Keep review nde! Happy endingnya masih on progress tapi itu semua kejutan buat chingu nanti kekekekekekeke…
Dela : Kaya one littre of tears ya? Padahal hira terinspirasi dari shinbi di drama wonderfull life loh hhheeee.. kalo masalah nikah mah emang hira yang pengen hhhaaa pengen nikah muda gkgkgkgkgkggkgkgk *kok jadi curhat sih? siip ini udah lanjut kok :D Chingu keep review nde.
Fishyelf : Sabar chingu *elus punggung. Sehun ga bikin Luhan sengsara kok cuman kan emang Luhannya yang pengen pergi dari Thehun :D disini Kai udah ketemu kok ma Kyungsoo :D tapi sepertinya makin mengharu=haru biru gitu coz hira sendiri pengen nangis pas Sungmin bentak Kyu appa :D
Guest : Iya gantung coz masih tebeceh chingu :D sabar nde kalo mau nangis mah nangis ajja *nyodorin baskom *plak di tendang. Kalo meninggal ato ngganya itu surprise buat chingu semua nanti :D hira usahakan ff ini sampai selesai kok chingu :D coz emang udah hampir end kok hhheeeee.. gwenchana chingu kan hira juga jadi tau uneg-uneg yang baca :D jeongmal gamsahamnida buat suggestnya. AAMIIN.. gomawo support and doanya, NDE FIGHTING! Semangatin hira dengan review ndee :D (Sehun : Moduth elo mah -_-" H: biarin ^_^) *tebar flying kiss :D
KaiSa : yang bakal selametin Kyungsoo bukan Kai coz disini Kai ga cocok sumsumnya chingu. Tenang Kyungie ga bakalan tersiksa terus kok :D gimana ga gemeteran Sehun kan gak pernah nyangka Luhan bakalan hamin :D
Ichanyeollie : Jeongmal gomawo :D moga di chap ini makin clear tulisan dan jalan cerita hira ya. Ya kita lihat kejutan yang menanti Chingu, keep read and review nde :D.
KaiSoo Fujoshi SNH : Hai juga :D gomawo kalo bagusand ga bikin pusing hhheee.. kalo sedih berarti lulus sensor ni ff hhhhhhaaaaaa… iya emang hira sengaja bikin kaya gini kok and mianhae kalo disini Jung ma vic hira bikin antagonis untuk membantu jalannya cerita. Ini udah dilanjut kok :D Ye FIGHTIIINGGG!
Nah sekian balasan review di chap ini :D. buat semua yang udah Read, Review, Fav, Follow dll hira ga akan cape-capenya buat bilang BIG THANKS, JEONGMAL GAMSAHAMNIDA, ARIGATOU buat kalian semua. ^_^
See you in the next chapter *bow *dadah dadah
