Present

THAT'S THE TRUE LOVE 2nd Edition -

EXO, DBSK AND SUJU COUPLE

Main Cast : KAISOO COUPLE

KIM JONGIN A.K.A KAI (NAMJA) X DO KYUNGSOO A.K.A DO (YEOJA)

Support Cast : ALL EXO AND SUJU COUPLE

KAISOO, KRISTAO, CHENMIN, HUNHAN, SULAY, KYUMIN, KANGTEUK, YUNJAE, YOOSU, HAEHYUK, WONBUM, HANCHUL, YEWOOK

Rated: T

Genre : Friendship, Family, Romance little bit hurt

Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere, Failed Humor, Boring, alur absurd dan kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D

~Don't Like Don't Read~

SEBELUMNYA HIRA MAU BILANG BIG THANKS TO YOU ALL YANG UDAH REVIEW CHAPTER SEBELUMNYA ^_^ KEEP REVIEW YANG BANYAK YA YANG UDAH BACA FF ABSURD NAN MEMUSINGKAN INI :D JEONGMAL GAMSAHAMNIDA *BOW

Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini :D

Summarry :

"Tolong selamatkan dia. Dia memang bukan keluargaku tapi keluarganya sudah terlalu baik dan aku banyak berhutang budi pada mereka. Aku hanya memiliki sedikit uang tolong nyonya selamatkan dia!" Kaisoo and other/ GS/ Chaptered/ Frendship/ Romance/ Family/ DLDR!

Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D

It's Kaisoo couple and genderswitch

Hope you like it and Happy Reading ^_^

Previous chapter

"Sudahlah kalian tunggu saja Kai sampai bangun setelah itu katakan padanya Kyungsoo akan baik-baik saja oke! Jika mau bertanya lebih lanjut tunggu sampai dokter Kim Jongdae ini selesai dengan urusannya" Suho dan Chanyeol hanya mendengus "Dasar dokter troll, baiklah kalau begitu kami berharap beritamu bagus" Chen melambaikan tangannya dan berlalu pergi.

.

.

.

Chapter 9

Di sebuah rumah sewa yang mungil itu kini tengah ramai dengan aktivitas sang penghuni rumah yang tak bisa dikatakan sedikit TOK!TOK!TOK! "Appa sudah selesai belum? Aku ingin cepat-cepat mandiiii" rengekan seorang pria berkulit albino sambil terus mengetuk pintu "Sebentar Sehun, appa sedang sibuk, kau tunggu giliranmu saja" teriak Kyuhyun dari dalam kamar mandi "Shireo, appa sudah 15 menit di kamar mandi sekarang cepat keluar!" serunya.

Lay dan Sungmin yang tengah memasakpun hanya geleng-geleng kepala melihat adegan ayah dan anak yang tiada beda "Appa dan aegy sama saja tak mau kalah" ujar Sungmin "Apa selalu seperti itu ajhuma?" Sungmin hanya tersenyum "Ya begitulah,mereka selalu berebut hal yang tidak penting" Lay tersenyum "Mungkin Sehun anak tunggal jadinya begitu" Sungmin tersenyum lemah "Sehun bukan anak tunggal, dia punya adik, dia seorang oppa" Lay merutuki diri yang salah bicara karena penyakit lupanya sampai-sampai dia lupa bagi keluarga Cho, Sehun itu adalah oppa Kyungsoo "Mi-mianhae ajhuma" Sungmin menggeleng.

"Gwenchana Ying, ajhuma tahu kau lupa hheeee" Lay hanya terkekeh, ternyata Sungmin memang sudah terlalu mengenalnya. "Luhan belum bangun yeobo?" tanya Kyuhyun setelah keluar dari kamar mandi "Belum, semalam dia merasa sakit di perutnya juga sesak" Baekhyun yang baru datang langsung bergabung dengan mereka "Apa perlu di periksa ke dokter Ajhuma?" sambung Baekhyun diangguki oleh Lay dan Kyuhyun.

"Tidak perlu Baekie, eonnimu baik-baik saja, itu adalah hal biasa ketika kandunganmu semakin membesar" ketiga orang yang memperhatikan Sungmin menautkan alisnya "Dia akan merasa sakit di bagian perutnya dan sesak nafasnya karena janin yang tumbuh maka dari itu Luhan harus bersabar dan menghadap posisi yang tepat agar dia tidak sesak karena sepertinya Sehun akan punya bayi laki-laki" tambah Sungmin sambil terkekeh.

"Dari mana ajhuma bisa tahu?" tanya Baekhyun "Eomma sudah pernah hamil, eomma tahu seberapa menonjol perut eomma ketika mengandung Sehun" Ketiganya mengangguk.

.

.

"Baeki kau baik-baik saja?" tanya Sungmin saat melihat wajah Baekhyun yang memucat bahkan lebih pucat dari biasanya "Nee ajhuma" jawabnya sambil mengangguk lemah. Tapi Sungmin tak percaya begitu saja, tangannya terulur kearah kening Baekhyun "Baekie, kau~~`" Baekhyun tersenyum penuh arti, ia berdiri dan berjalan menuju pintu tapi seketika pandangannya menghitam dan….

BRUK!

"BAEKHYUN!" Sungmin menjerit keras ketika Baekhyun terjatuh di depan pintu.

.

.

Kyungsoo masuk kedalam ruang operasi dengan beberapa dokter dan suster di dalamnya. Mereka telah mempersiapkan segalanya untuk melakukan operasi saat ini juga hingga tiba-tiba Kyungsoo mendengar seseorang berbisik padanya 'Eomma dan appa disini chagya!' bisiknya lembut, Kyungsoo memejamkan matanya.

'Kau harus sembuh chagy, kau sudah membuat pilihan maka appa yakin kau pasti kuat' Kyungsoo tersenyum, airmatanya mulai menetes 'Kami percaya kau kuat chagya, kami akan berada disini hingga operasimu selesai' bisiknya pada telinga Kyungsoo "Appa, eomma terimakasih sudah percaya padaku, dengan adanya kalian aku akan berusaha" batin kyungsoo, seketika semuanya berubah menjadi gelap karena obat penenang.

"Baiklah semuanya siap?" tanya Hangeng "Ye uisanim" jawab para suster dan dokter yang membantunya.

.

.

"Ugh!"

Kai melenguh dari tidurnya "Kau sudah bangun Kai" Kai membetulkan posisinya menjadi duduk "Hyung!sejak kapan disini?" tanya Kai "Sejak pagi tadi" jawab Suho. Kai teringat sesuatu segera beranjak dari kursi menuju kamar rawat kyungsoo BRAK! Pintu terbuka namun Kai mendapati ruangan Kyungsoo deengan keadaan rapi dan..

Kosong.

"Kemana Kyungsoo? Apa yang terjadi hyung?" Suho hanya terdiam tak tahu harus menjawab apa, karena Chen tidak memberi tahu apa-apa padanya "Aku tidak tahu Kai, tadi pagi para dokter dan suster membawanya pergi dan tak mengatakan apapun lagi".

"KENAPA KALIAN DIAM SAJA?"

Bentaknya pada Chanyeol dan Suho "Chen bilang tak boleh membangunkanmu karena dia yang akan mengawasi" ucap Suho datar.

Kai terduduk lemas sambil mengusap kasar mukanya "Apa yang sebenarnya kalian inginkan eoh?" Chanyeol dan Suho terdiam mencerna ucapan Kai. "Aku sudah bertemu dengannya kenapa kalian seperti ini?".

"Pulanglah Jongin" tiba-tiba suara seseorang menginterrupsi "A-ajhuma" gumam ChanHo. Kai masih menundukan kepalanya tak mau melihat pada sosok yang memanggilnya tadi. "Aku ingin sendiri" ucapnya bermaksud beranjak pergi dari sana.

GREP!

Langkah Kai terhenti karena ada sesuatu yang menahannya. Ya tangan eommanya memegang kuat pergelangan tangannya. "Pulanglah" Kai mendengus sebal baru kali ini eommanya semenyebalkan ini batinnya.

"Kyungsoo, eomma…"

"Kyungsoo sudah tak disini lagi, dokter sudah mencabut semua peralatan medisnya. Sekarang kau pulang saja" semua mata memandang kaget pada Leeteuk "Kajja" Kai yang masih tertegun hanya pasrah ketika sang eomma menariknya paksa.

.

.

Sekarang mereka ber-4 telah sampai di rumah yang amat sangat kumuh bagi mereka. Karena tempat itu terlalu sempit untuk seorang bisa masuk dan merasa nyaman di dalamnya. "Ini rumah siapa?" tanya Chanyeol bukasuara "Kajja kita masuk" ajak Leeteuk masih menarik paksa Kai yang sudah kehilangan semangat hidup sepertinya.

Setelah mengetuk 3 kali pintu cokelat dihadapannya. Akhirnya pintupun terbuka menampilkan sesosok yeoja manis berdimple "Ajhuma! Kajja masuk" ucapnya tanpa menyadari siapa saja yang dibawa Leeteuk ke kediamannya.

"Yixing, ajhuma kemari bersama…." Belum juga Leeteuk menyelesaikan ucapannya seseorang menginterrupsi mereka. "

Lay sebaiknya Baekhyun cepat di bawa ke rumah sakit. Panasnya tidak turun-turun malah makin meninggi,dia selalu memanggil nama Kyungsoo" sontak semua mata kini terkejut mendengar ucapan si pembicara yang tak lain adalah Xiumin.

Reflek Chanyeol masuk menerobos Leeteuk dan Suho. "Tolong bukakan pintu mobilnya" Kai segera berlari membuka mobil yang tadinya terkunci, sementara Chanyeol menggendong Baekhyun bridal style, ia bisa merasakan hembusan nafas sang istri yang begitu panas. Tidak hanya nafasnya tapi juga tubuhnya dan jangan lupakan gumaman yang hanya menyebutkan satu nama berulang-ulang 'Kyungie..Kyungie' panggilnya dalam keadaan tak sadarkan diri membuat Chanyeol panic setengah mati.

.

.

"Bagaimana keadaannya uisa?" tanya Chanyeol setelah sang dokter keluar dari ruangan Baekhyun sedari tadi ia tak henti-hentinya mondar-mandir di depan ruangan membuat Xiumin, Suho dan Lay agak jengah dibuatnya. "Apakah anda keluarganya?" tanya sang dokter "Saya suaminya" sang dokter mengangguk mengerti "Istri anda…." Chanyeol terdiam menunggu kelanjutan ucapan sang dokter "Sakitnya agak berbeda dengan orang kebanyakan" semua yang ada di tempat mengerut keningnya tak mengerti.

"Maksud saya… sakit istri anda sangatlah jarang, sakitnya bukan dikarenakan oleh virus, kekebalan tubuh dan yang lainnya melainkan sakitnya karena beban batinnya" Lay yang mulai mengerti hanya mengangguk-nganggukan kepala "Maksud uisa dongsaeng saya terkena tekanan berat begitu?" sang dokter mengangguk pasti dengan pertanyaan Lay.

"Ny. Lee selalu menyebut nama seseorang dan tak sadar-sadar sementara panasnya makin meninggi, dan untuk menyembuhkannya hanya ada satu cara yaitu membawa orang tersebut kehadapannya. Karena kondisi mentalnya agak terganggu akibat seseorang itu. Apakah ny. Lee kehilangan anaknya?". Lay menggeleng "Kyungie itu adiknya, orang yang sangat dekat dan memberi arti penting padanya" jelas Lay.

"Apa yang akan terjadi jika Baekhyun tidak di pertemukan dengan Kyungsoo?" tanya Chanyeol "Kemungkinan….pasien akan mengalami gangguan kejiwaan…." Sontak mata XiuLayHoChan membulat sempurna 'Apa? Baekhyun bisa gila?' batin mereka serempak "Atau nyawanya tak terselamatkan".

BRUGH!

Hancur sudah pertahanan Chanyeol, tubuhnya merosot kebawah seiring dengan langkah kaki sang dokter yang meninggalkan mereka dari ruangan Baekhyun.

"Baekie…" panggilnya lirih. Suho langsung merangkul pundak Chanyeol yang terlihat sangat rapuh itu "Bersabarlah Chan, kita pikirkan bagaimana cara agar Baekhyun sembuh" Chanyeol menggeleng kuat "Kenapa? Hiks… kenapa harus begini hyung? Semua salahku…salahku.." ucapnya ditengah isakannya. Lay dan Xiumin yang melihatnya hanya bisa menangis dalam diam dan masuk ke ruangan tempat Baekhyun dirawat.

.

.

"Yixing gwenchana!" tanya Suho ketika mereka sedang berjalan pulang dengan tangan saling bertaut. Setelah Chanyeol tenang, mereka pulang karena Chanyeol memintanya. Chanyeol ingin menjaga Baekhyun sendiri karena kondisi Lay tak memungkinkan berada di rumah sakit.

Suho mengerutkan keningnya karena tak ada jawaban dari yeoja di sampingnya. "Ying.." panggilnya lagi barulah Lay menoleh kesamping "Wae oppa?" jawabnya namun pandangannya berubak kembali kosong menatap ke depan. Suho tersenyum tipis "Kau tunggu disini nee, oppa beli minum dulu" Lay menganggukan kepalanya tanpa menatap Suho.

Suho berlari menuju mesin minuman yang tak jauh dari tempat mereka berdiri, namun Lay yang tidak begitu memperhatikan ucapan Suho masih berjalan dengan pandangan kosong tanpa berkedip sedikitpun tak mengindahkan bahwa tempatnya berpijak adalah tempat ramai dengan banyak orang yang berlalu lalang disana. Bagi Lay saat ini dunia terasa kosong dan hitam.

Ia terus melangkah tanpa perduli orang-orang tengah berteriak memanggil-manggil.

"YA! NONA HATI-HATI!"

Teriak seorang kakek mencoba mengingatkan Lay namun Lay tak mendengar apapun. Baginya saat ini dia sedang sendirian di tempat yang sepi itu lah keadaan pikiran dan hati Lay, mendengar teriakan sang kakek membuat Suho merasa terganggu "Berisik sekali sih" gumamnya. Setelah selesai mengambil minuman Suho bermaksud kembali ke tempat Lay menunggu namun Lay sudah tidak ada di tempat.

Sontak Suho menjdi panic. Namun sayup-sayup terdengar pekikan seorang kakek.

"YA NONA HATI-HATI CEPAT MUNDUR!"

Teriak sang kakek pada seorang gadis. namun sang gadis tak mengindahkan ucapan kakek tersebut karena terlalu tenggelam dalam dunianya.

PRANG! Suho melempar botol minuman tersebut kesembarang arah dan berlari sekuat tenaga kearah gadis yang diteriaki sangkakek tadi. Dengan kecepatan yang membabi buta ia terus berlari menghampiri yeoja yang kini sudah berada diujung jalan dengan mobil yang berlalu-lalang dengan cepat karena lampu masih menunjukan cahaya merah tanda bagi kendaraan berjalan.

Dan ia makin berdebar ketika sebuah mobil dengan kecepatan tinggi berada tak jauh dari tempat Lay berjalan Suho semakin panic dan mobil semakin mendekat namun Lay biasa saja seperti tak melihat apapun.

TIIIIINNNNNNNNNN!

Klakson mobil berbunyi panjang dan…

.

.

BRUKK!

Mobil tersebut pergi meninggalkan Suho dan Lay yang kini terduduk dengan posisi Lay berada di pangkuan Suho "Anda tidak apa-apa nak?" tanya salah seorang ibu yang mengerubungi mereka. "Nee kami tidak apa-apa" jawab Suho sementara Lay, matanya sudah terpejam tak ingat apapun "Istrimu pingsan nak" segera Suho menggendong Lay bridal style dan masuk kedalam sebuah rumah makan karena seorang ajhuma menawarkan bantuannya untuk mengistirahatkan Lay di sana.

Dan disini lah mereka berada sekarang disebuah kamar yang kecil namun rapi milik si pemilik rumah makan tersebut "Ugh!" Lay melenguh mencoba membiasakan penglihatannya yang sedikit buram dan yang paling pertama ia lihat adalah Suho dengan wajah teduhnya "Sudah bangun eum? Apa kau merasa baikan?" tanya Suho sambil mengelus surai cokelat Lay "Apa yang terjadi? Kenapa kita disini?".

"Tadi kau berjalan sambil melamun hingga hampir tertabrak. Untunglah aku datang tepat waktu jadi kau tak jadi tertabrak tapi kau malah pingsan" jelas Suho "Mianhae oppa aku sudah merepot…."

"Sssstttt…" Suho menempelkan telunjuknya dibibir Lay "Kau tidak salah Ying jadi jangan meminta maaf" Lay mengangguk "Aku merindukanmu oppa" ucapnya sambil tersenyu kecut sungguh Lay merasa sesak melihat Suho ada dihadapannya sekarang, namja ini yang sudah ia sakiti dengan memutuskan pertunangan secara sepihak dan pergi meninggalkannya begitu saja dalam keadaan marah. Namun apalah arti semua itu, nasi sudah menjadi bubur maka Lay tak bisa mengembalikannya seperti sedia kala.

.

.

"Maafkan aku…."ucapnya lagi "Karena marah dan pergi begitu saja tanpa mau mendengarkan penjelasanmu. Aku sungguh terbawa emosi, tapi….Apakah kita masih bisa berteman oppa?" namun Suho hanya diam, tatapannya pada Lay sangat sulit diartikan. Perasaan bahagia, rindu, kecewa dan bersalah membuncah dihatinya saat ini.

"Bisakah oppa?" tanya Lay lirih "Ani Yixing" mendengar ucapan Suho membuat mata Lay memanas dan berkaca-kaca "Aku tak bisa berteman denganmu sampai kapanpun".

Air mata tak dapat terbendung lagi dari mata indah gadis keturunan China di hadapan Suho saat ini "N..ne a..aku mengerti oppa.. mi..mianhae….aku terlalu jahat padamu.." ucapnya dengan nada bergetar "Nee kau memang jahat Yixing, kau malah lebih kejam dari siapapun karena dengan seenaknya kau sudah menguras hati dan pikiranku hanya untukmu dan selalu padamu. Maka dari itu aku tak mau berteman denganmu jika kau ingin kumaafkan cukup jadilah pendamping hidupku selamanya,menjadi ibu dari anak-anakku kelak dan jangan pernah tinggalkan aku sayang…aku.. tak bisa tanpamu" jantung Lay bekerja duakali lebih cepat dengan ucapan namja dihadapannya ini.

Ucapan yang sarat akan keyakinannya pada Lay "Ta tapi oppa aku…."

"Sampai kapanpun kau tetap tunanganku karena sekeras apapun kau memutuskan pertunangan kita aku takkan pernah melepasmu dan takkan pernah sedikitpun aku menyetujuinya" ucap Suho membelai lembut kepala Lay.

Lay memeluk Suho sambil menangis bahagia, karena namja yang selalu dicintainya ini tak sedikitpun marah padanya.

Lama mereka berpelukan menyalurkan kehangatan yang mereka rindukan dari pasangan masing-masing "Jadi oppa memaafkanku?" tanya Lay setelah melepas pelukan Suho.

"Nee aku memaafkanmu nae sarang" Lay merona mendengar ucapan Suho, lambat laun Suho Lay bisa mersakan hembusan nafas Suho diwajahnya, Lay mengerti apa yang akan Suho lakukan mencoba mendorong tubuh sang namja dari hadapannya tapi terlambat Suho sudah menempelkan bibirnya di bibir Lay sebelum Lay sempat mengelak.

CHUP~~

ciuman yang awalnya lembut kini berganti dengan ciuman panas yang Suho berikan pada Lay, entahlah selama beberapa bulan tak bertemu dengan sang yeoja membuat darah Suho berdesir bgitu saja ketika ia untuk pertama kali mencium Lay kembali saat mereka bertemu.

"Akhhh.." Lay mendesah ketika Suho menerobos mulutnya, mengabsen seluruh rongganya 'Ya tuhan namja ini benar-benar' batinnya. Karena takut ketahuan sang pemilik kamar Lay sekuat tenaga memukul punggung Suho yang akhirnya melepas ciuman panasnya dengan tidak rela.

"Hoshh..kauh inihh…hosh..hoshh ayo kita pulang" ajak Lay menarik tangan Suho. "Mianhae chagy tapi sepertinya sepulang dari sini kita harus cepat-cepat menikah nee hhheee aku sudah tidak kuat menegndalikan emosiku padamu"

Blushhh "Dasar namja mesum jadi kau ingin menikah denganku karena ingin terpuaskan saja" Suho menggeleng kuat "Ani Ying-ah bukan begitu hanya saja aku tak bisa menjamin kalau yang plus-plus seperti tadi takkan terulang lagi hhheeee" Lay memutar bola matanya malas dan berjalan mendahului Suho yang memanggil-manggil namanya.

.

.

"Kyungie~~…Kyungie~~" suara lirih itu sudah seminggu tak henti-hentinya terdengar di telinga Chanyeol. Bukan hanya Chanyeol tapi semua yang menjenguknya merasa sangat perihatin terlebih Ryowook eomma Baekhyun dan Luhan, belum masalah Luhan yang terselesaikan kini Baekhyun sakit keras dan terus bergumam lirih memanggil-manggil nama Kyungsoo.

Dan kini namja berkulit tan itu hanya memandang dari pintu, sudah seminggu ia bersabar menunggu hyungnya memberi kabar namun hasilnya nihil hanya ucapan 'Gewenchana' yang keluar dari mulut Chen di seberang teleponnya, tapi namja itu tak henti-hentinya khawatir. Dengan keadaan Kyungsoo yang menghilang dan kini Baekhyun yang sudah seminggu tak sadarkan diri membuat kesabarannya hilang dan amarah memuncak hingga keubun-ubun.

.

"Selamat siang" ucapnya pada pegawai administrasi di rumah sakit tersebut "Nee tuan ada yang bisa saya bantu?" Kai mengangguk "Saya ingin bertanya apakah pasien bernama Park Kyungsoo yang waktu itu berada di kamar 227A masih terdaftar di rumah sakit ini?" setelah meminta Kai menunggu sang pegawai mencoba mencari-cari data Kyungsoo disana.

Selama menunggu tiba-tiba Kai mendengar sayup-sayup suara dua orang suster sedang berbicara "Kasihan sekali ya pasien leukemia yang gagal operasi kemarin"

DEG!

Kai yang mendengar ucapan sang suster mencoba menajamkan pendengarannya "Iya akupun sangat perihatin. Kasihan sekali tunangannya pasti sangat syok jika mengetahui nona itu meninggal saat operasi" ucap sang suster yang satunya menimpali "Nee pasti karena mungkin saat ia datang kamarnya sudah rapi dan kosong"

.

"Kemana Kai?" tanya Kris pada Sehun ketika ia baru sampai bersama Tao untuk menjenguk Baekhyun dan menjemput Lay untuk pulang ke rumah. "Loh, bukannya dari tadi dia diam di depan pintu" jawab Sehun "Kalau dia ada mana mungkin aku bertanya padamu Sehun" Sehun hanya mangangguk-anggukkan kepalanya "Biar aku cari dia".

"Tunggu! Aku ikut sekalian aku ingin membeli sesuatu". Kris dan Sehun berlalu meninggalkan ruang rawat Baekhyun. Kris dan Sehun sudahada di lantai bawah, ketika mereka berjalan tak sengaja sosok Kai yang mereka cari ternyata ada di depan tempat administrasi yang akan mereka lewati namun ketika Sehun berjalan pelan bermaksud membuat Kai terkejut ternyata ia sendiri yang terkejut dengan gerakan Kai yang tiba-tiba berlari setelah sesaat pandangannya kosong.

.

.

DEG!

Pikiran Kai mulai berlarian kearah yang tidak-tidak tentang Kyungsoo pandangannya kosong menatap lurus kedepan 'A-apa itu benar? Ani! Itu tidak boleh terjadi' batinnya hingga seseorang yang akan menepuk pundaknya kaget melihat Kai tiba-tiba berlari "Tu-an ini…" sang pegawai bingung dengan Kai yang tiba-tiba menghilang.

Sehun yang tadinya akan mengagetkan Kai pun terdiam sejenak tak mengerti dengan sikap Kai hingga tiba-tiba ia melihat Kai membentak seorang suster yang setahu Kai adalah perawat Kyungsoo dulu.

"YA! MANA DOKTER HAN?!" teriak Kai seperti orang gila

"MANA KYUNGSOO!" mata KrisHun melotot kaget dengan pemandangan Kai di hadapan mereka. Kai berteriak mencari Kyungsoo dan dokter yang menanganinya, sang suster yang di hadang Kai ketakutan, ia cepat-cepat menggeleng "D…dokter..Han ada d..di r..rruangannya, nn…ona Kyungsoo ss…saya ttidak tahu" ucapnya terbata. Sehun dan Kris berlari mengejar Kai, sungguh mereka sangat khawatir dengan keadaan Kai yang tengah kalut seperti ini, bisa-bisa rumah sakit ini hancur kena amuk Kim Jongin

BRUGH!

BRUGH!

BRUKKK! Berkali-kali Kai menabrak para suster yang tengah membawa alat medis, pengunjung, ataupun dokter yang tengah melintas dengan nafas yang memburu.

PRANG!

Trolley makanan kini sudah berantakan dimana-mana namun Kai tak peduli.

"YA! DIMANA KAU SEMBUNYIKAN KYUNGSOO HAN UISA!" teriaknya membuat semua orang takut. "Tuan maaf anda sebaiknya keluar sebelum.."

BUGH!

Bogem mentah mendarat di pipi sang dokter muda "KYUNGSOO!" Kai kembali berlari dan meneriakan nama Kyungsoo "BERENGSEK KAU CHEN HYUNG, KAU KEMANAKAN KYUNGSOO!" teriaknya entah pada siapa, karena Chen tidak ada disana.

Kai terus berteriak-teriak sekaligus mengumpati dokter Han yang menangani Kyungsoo dan berteriak memanggil-manggil dimana Kyungsoo, kemana Kyungsoo dan hanya Kyungsoo saja yang ia teriakan hingga ia melihat ruangan dengan pintu bercat putih bertuliskan ruangan dokter Han.

Dengan nafas memburu ia membuka pintu dengan amat sangat kasar.

BRAK!

Pintu ruangan dokter Han terbuka dengan kasar membuat sang empunya terlonjak kaget, Kai menghampiri sang dokter dan menggamit kerah kemejanya kuat-kuat "Mana Kyungsoo!" ucapnya penuh penekanan "Ttuan tenanglah dulu.." Kai yang sudah habis kesabaran hendak melayangkan tinjunya namun Sehun dan Kris segera menahannya "Sabar Kai" ucap Kris yang kini memeluk lehernya sementara Sehun berusaha melepaskan cengkraman kuat Kai pada kerah sang dokter.

"Kembalikan Kyungsoo berengsek!" pekiknya. "Ada apa ini?" kali ini suara familiar seseorang memenuhi indera pendengaran Kai "Kau berengsek hyung! KAU KEMANAKAN KYUNGSOO HAH!" bentaknya pada namja yang bertanya tadi. "Wow easy dude, kenapa kau marah-marah begini" dan…

BUGH!

BIGH!

Bogem mentah bersarang di wajah Chen dan jangan lupakan makian Kai yang lolos begitu saja dari mulutnya.

"DIMANA KYUNGSOO SEKARANG!"

"KAU MEMBAWANYA PERGI EOH?"

"KAU JAHAT HYUNG SUNGGUH!"

.

.

To Be Continue

Seperti biasa ini masih TeBeCeh hheee…

ANYEONG! Chingudeul *tebar gigi sambil lambai-lambai. Masih ingatkah sama ff ini? Yang udah ga nongol dua minggu kemaren hhheeee.. mianhae nee karena kondisi hira yang drop makanya hira ga bisa melakukan aktivitas apapun selain tidur dan makan just it :D jadi baru bisa update sekarang. Jeongmal mianhae jika ini tidak seperti biasanya.

FORUM REVIEW :D

KaiSoo Fujoshi SNH :ciaaaaaaa.. squishy qua jadi inget panggilannya Jong ke Kyung hhhaaaa… yupzz Kangin papahnya jong yang donor :D hhhaaa Jongdae kan emang troll jadi ajja gini hhaaa tapi bisa di babuk abis ama Jongin disini gegara bawa kabur calon bininya :D

unny2013 :NIIII next chapnya udah keluar :D Waaa kalo eonni nangis berarti ff hira lulus sensor donk :D kalo masalah mati ato nggaknya Kyung tergantung mood hira apakah Jong nyebelin ato ngga hhheeee, kalo end cerita kayanya masih surprise eon :D, gomawo udah nyempetin baca cerita hira review lagi nde *wink wink (Kai : modus mulu minta review ampe wink segala lo ra. Mana Kyungsoo gw! *asah golok, Hira : *ngacir cari perlindungan) *plak abaikan :D

Kim YeHyun : Gomawo kalo ceritanya bagus :D kalo nangis berarti ceritanya lulus coz bisa mengambil esmosi chingu hhheeee… keep review nde untuk chap selanjut-lanjutnya :D

RyeoYixing : hhheee berarti nangis donk, oke ini udah lanjut kok kalo cepet ngganya? Ini juga udah mau end baru mau ga tau endnya kapan hhheeee…

SyJessi22 : Sehun kan udah pernah kena kanker jadi ngga deh hhheee… iya kan tau sendiri Kai kalo udah tidur NGEBANGKE jadi susah di bangunin kalo udah bangke wkwkwkwwkwkwkwk (Kai: *Lempar sepatu, H: Ga kena WoY! *mehrong). Iya Kyung dibawa kabur tapi tak tahu apakah berhasil ato tedak operasinya sodara-sodara! *kok jadi gini sih.

Iya ChanHo nyusul setelah mereka beres-beres di seoul hhhaa Byun kabur gegara pengen tinggal ma Kyung bukan gegara si chan oper posesip :D

oh se yi : Akhirnya runtuh juga pertahananmu saengie selama baca ni ep-ep :D ya udah deh dibikin sad ending ajja ya biar hira bisa liat yang nangis guling2 :D *kidding

setyoningt : heeee sudah jalannya berakit-rakit dahulu chingu :D nde I'll keep writing

LAB27 : iya betul hidup itu ga selamanya menyedihkan :D happy endingnya dimana nih? Dunia or akherat? :D kan yang penting happy ending tanpa tahu dimana tempatnya hheeee… ini udah update kok, kalo ending let see the surprise then okay! :D

KaiSa : yup emang Kangin appa kok yang cocok ma KyungKyung disini :D kan sebelum nanya-nanya Chen periksa riwayat kondisi terakhir Kyung dulu chingu. Bukan marah lagi kayanya tapi bakalan ancur ttu RS gegara c Jong ngamuk. GOMAWO BUAT SEMANGATNYA!

Guest : Asik-asik dikirimin Kaisoo pake JNE awas ya jangan sirik kan chingu yang ngirim :D. GOMAWO SEMANGATNYA! Mian hira kemaren sakit seminggu jadi belom update :D mau Mid test ya? SEMANGAT NDE CHINGU moga lancer dan mendapat nilai yang memuaskan :Dchhheee gomawo udah ngibur hira. FIGHTIINGG! :D kalo gitu hira bikin Kyung bahagia di alam sanah ajja jadi hira liat 1001 malamnya chingu gimana? Hhhhaaa *plak kidding

zoldyk : gomawo if you love it, mian baru update lagi :D keep review nde!

fishyelf : nde ini udah dilanjut kok :D nyesek ya? Hira juga sama pas Sungmin marah-marah jadi nyesek sendiri T.T ending hanya tuhan dan hira yang tahu hhhooo *plak itu masih surprise chingu :D di tunggu ajja nde!

ParkNona : Cup cup cup *kasih tisu, ndee ini udah lanjut kok :D

Ichanyeollie : Chanbaek moment udah keluar apakah masih kurang? Coz baek sakit jadi belom banyak eksposenya.. baeknya sakit disini Yeolie riweh! Cip ini udah lanjut kok

Readers : Gomawo kalo suka, keep review nde :D

Azuka : Semoga saja endingnya sesuai dengan yang diharapkan tapi hira gabisa janji :D coz hira kalo udah kesel ama Jong suka di dibikin gondok beneran si jongnya disini (Kai : kebangetan lo ra -_-") Nee cheonma.. yep I'll try to keep writing it kok :D nde HWITIIINGG
RezaNrfadillah : waaa berarti tulisan hira ada kemajuan donk :D gomawo nde chingu :D keep reviewnya ya! And moga dengan adanya chap ini makin sesenggukan *eh? Abaikan :D

Rnsoul : Ada yang nangis niiihhh…asik-asik lulus sensor ff hira :D *abaikan iya emang leukimianya ga terlalu parah cuman kondisinya Kyungnya yang naik turun bikin leukimianya ngotot untuk mengganas :D as always Jongdae emang troll ga di ff ga di dunia nyata hhhaaaa

Ryanryu : Yep yang jadi donor Kangin chingu :D masalah nikah itu emang mereka ada kepengen ga tau kejadian ato ngga hhaaa *nista banget ya hira* (Kai : nyadar loe -_-")

Mudah-mudahan chapter ini tidak mengecewakan nee? Dan setelah baca chapter ini tetep semangati dan bantu hira lebih banyak belajar lagi untuk memperbaiki tulisan hira dengan kritik, saran dan reviewnya yaaaaa! Buat chingu semua yang udah baca hira ga akan bosen-bosen bilang JEONGMAL GAMSAHAMNIDA TERUTAMA BUAT YANG UDAH REVIEW JEONGMAL JEONGMAL GAMSAHAMNIDA :D

See you all in the next Chapter

*Bow bareng semua cast :D