Present
THAT'S THE TRUE LOVE 2nd Edition -
EXO, DBSK AND SUJU COUPLE
Main Cast : KAISOO COUPLE
KIM JONGIN A.K.A KAI (NAMJA) X DO KYUNGSOO A.K.A DO (YEOJA)
Support Cast : ALL EXO AND SUJU COUPLE
KAISOO, KRISTAO, CHENMIN, HUNHAN, SULAY, KYUMIN, KANGTEUK, YUNJAE, YOOSU, HAEHYUK, WONBUM, HANCHUL, YEWOOK
Rated: T
Genre : Friendship, Family, Romance little bit hurt
Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere, Failed Humor, Boring, alur absurd dan kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D
~Don't Like Don't Read~
WAJIB DIBACA :
ANYEONG CHINGU! SEBELUMNYA HIRA MAU BILANG BIG THANKS TO YOU ALL YANG UDAH REVIEW CHAPTER SEBELUMNYA ^_^ AND MIANHAE KALO HIRA LAMA UPDATENYA SOALNYA KERJAAN HIRA NUMPUK SEKALI HABIS HIRA SAKIT KEMAREN DAN FILENYA LOST GITU AJJA GEGARA PIRUS. OH IYA UNTUK NOTES DI PALING BAWAH TOLONG DI BACA YA CHINGU JEONGMAL GAMSAHAMNIDA *BOW
Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini :D
Summarry :
"Tolong selamatkan dia. Dia memang bukan keluargaku tapi keluarganya sudah terlalu baik dan aku banyak berhutang budi pada mereka. Aku hanya memiliki sedikit uang tolong nyonya selamatkan dia!" Kaisoo and other/ GS/ Chaptered/ Frendship/ Romance/ Family/ DLDR!
Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D
It's Kaisoo couple and genderswitch
Hope you like it and Happy Reading ^_^
Previous Chapter
"Kembalikan Kyungsoo berengsek!" pekiknya. "Ada apa ini?" kali ini suara familiar seseorang memenuhi indera pendengaran Kai "Kau berengsek hyung! KAU KEMANAKAN KYUNGSOO HAH!" bentaknya pada namja yang bertanya tadi. "Wow easy dude, kenapa kau marah-marah begini" dan…
BUGH!
BIGH!
Bogem mentah bersarang di wajah Chen dan jangan lupakan makian Kai yang lolos begitu saja dari mulutnya.
"DIMANA KYUNGSOO SEKARANG!"
"KAU MEMBAWANYA PERGI EOH?"
"KAU JAHAT HYUNG SUNGGUH!"
.
.
Chapter 10
2 years after
"Hahahaha.. jika saja aku ada disana saat itu"
Suara tawa terdengar dari dalam kamar di sebuah rumah yang cukup mewah. Terlihat sepasang insan dengan tubuh polos mereka yang hanya tertutupi selimut putih itu tengah bercengkerama di pagi hari yang cerah, tubuh si yeoja yang terbaring hanya tertutup bagian dada dan setengah pahanya saja, sedang si namja yang setengah duduk dan menyangga kepalanya dengan tangan yang di tekuk sambil membelai surai hitam sang yeoja hanya menutupi bagian bawahnya saja dengan selimut hingga perut ber-absnya terekspose kemana-mana.
"Kenapa kau malah tertawa eoh? Harusnya kau tahu betapa ingin matinya aku saat itu" ucapnya sambil mencubit kecil hidung si yeoja "Oppa, harusnya oppa lihat kau dan Chen oppa bagaimana saat itu".
"Itu memang pantas aku lakukan, suruh siapa mereka menyembunyikanmu" Kyungsoo masih mendengarkan. Ya, sepasang insan yang tengah bercengkerama itu adalah Kai dan Kyungsoo. Mereka kini telah resmi menjadi sepasang suami istri karena sesuatu yang memaksa Kyungsoo untuk cepat-cepat dipersunting oleh Kai. Kini Kyungsoo sudah tak terlihat pucat lagi, rambutnya yang dulu rontok sudah tumbuh menjadi lebih indah dan sudah menyandang status sebagai nyonya Kim walaupun kini dia berada di semester akhir, sementara Kai sudah lulus dan menjadi direktur di perusahaannya sendiri.
"Tapi aku benar-benar bersyukur sayang, jika saja waktu itu aku tak mengamuk di rumah sakit mungkin aku akan semakin lama bertemu denganmu" Kyungsoo tersenyum lembut pada Kai, ingatannya kembali menerawang pada kejadian 2 tahun lalu.
Flash back on
BRAK!
Pintu ruangan dokter Han terbuka dengan kasar membuat sang empunya terlonjak kaget, Kai menghampiri sang dokter dan menggamit kerah kemejanya kuat-kuat "Mana Kyungsoo!" ucapnya penuh penekanan "Ttuan tenanglah dulu.." Kai yang sudah habis kesabaran hendak melayangkan tinjunya namun Sehun dan Kris segera menahannya "Sabar Kai" ucap Kris yang kini memeluk lehernya sementara Sehun berusaha melepaskan cengkraman kuat Kai pada kerah sang dokter.
"Kembalikan Kyungsoo berengsek!" pekiknya. "Ada apa ini?" kali ini suara familiar seseorang memenuhi indera pendengaran Kai "Kau berengsek hyung! KAU KEMANAKAN KYUNGSOO HAH!" bentaknya pada namja yang bertanya tadi. "Wow easy dude, kenapa kau marah-marah begini" dan…
BUGH!
BUGH!
Bogem mentah bersarang di wajah Chen dan jangan lupakan makian Kai yang lolos begitu saja dari mulutnya.
"DIMANA KYUNGSOO SEKARANG!"
"KAU MEMBAWANYA PERGI EOH?"
"KAU JAHAT HYUNG SUNGGUH!"
GREP!
Pukulan Kai yang membabi buta segera terhenti karena Sehun dan Kris yang menahan tubuhnya dengan susah payah.
"YA! KATAKAN DIMANA KYUNGSOO!" jeritnya lagi, untunglah Chen dapat beberapa kali menghindar dari pukulan Kai sehingga wajahnya hanya mendapat beberapa lebam dan sudut bibirnya sobek. "Mianhae Kai jika hyung menyembunyikan Kyungsoo darimu. Aku hanya mnejalankan keinginan seseorang" ucapnya setenang mungkin.
Nafas Kai makin memburu "Siapa yang memintanya eoh?" Chen masih diam "KATAKAN HYUNG!" bentaknya lagi. "Aku yang memintanya" kini semua mata menoleh pada suara seseorang yang tengah mengejutkan mereka. "Appa.." dan mata mereka kembali membulat ketika seseorang yang di panggil appa itu tengah mendorong sebuah kursi roda dan di kursi itu terdapat seorang yeoja yang sangat mereka cemaskan akhir-akhir ini.
"K-kyungsoo" kini tak hanya Kai yang bergumam lirih tapi Kris dan juga Sehun.
BRUGH!
Kai berlutut untuk memastikan penglihatannya apakah benar yeoja yang ada dihadapannya itu Kyungsoo atau bukan dan ternyata setelah beberapa menit lamanya ia yakin itu adalah Kyungsoo, tanpa terasa Kristal-kristal bening berjatuhan dari matanya "Oppa kenapa menangis?" Tanya Kyungsoo sambil mengusap air mata Kai dengan ibu jarinya. Kai menggeleng pelan ketika Kyungsoo menangkup kedua pipinya.
"Kyungsoo baru bangun Kai. Ia baru bangun barusan sejak operasi makanya kami tak bisa memberikannya padamu karena kondisi fisiknya yang lemah" suara berat itu kembali menyapa gendang telinganya "Tapi kenapa appa?" Tanya kai pada namja itu yang ternyata adalah appanya sendiri –Kangin.
"Kita bicara di ruangan Kyungsoo saja, Kyungsoo harus menjalani pemeriksaan karena ia baru sadarkan diri" semuanya mengangguk. Sementara Kyungsoo dieriksa, Kai dan kangin menunggu di ruang tunggu. Kris dan Sehun segera kembali ke ruang rawat Baekyun untuk memberi kabar mengenai Kyungsoo dan mengurus kepindahan ruang rawat Baekhyun yang akan di satu ruangankan dengan Kyungsoo.
"Kyungsoo dibawa keruang operasi saat kau tidur dengan pulasnya" Kai menoleh kearah wajah sang appa ketika ia membuka suara, mencoba memperhatikan lebih lagi atas apa yang akan dikatakan appanya.
"Kami memang tak ingin memberitahukanmu karena sebenarnya keadaan Kyungsoo sudah tak memungkinkan ia bisa bertahan saat operasi atau tidak" kini focus Kai sepenuhnya berada pada sang appa "Tapi Hangeng, hyungmu dan para dokter yang membantu jalannya operasi sangatlah berusaha maksimal. Hingga di tengah operasi kondisinya menurun" Kai merasakan sesak yang teramat menghimpit sekarang.
"Nafasnya memendek dan semua dokter mulai panic, namun tetap saja mereka berusaha setenang mungkin. Tapi keadaannya berbeda, nafas Kyungsoo sempat terhenti di tengah-tengah operasi. Semua dokter kebingungan. Namun tiba-tiba Hangeng meminta Chen berteriak! Ia berteriak seperti memerintah seorang budak pada Kyungsoo".
Flash back on
"YA KYUNGSOO, AKU TAHU KAU TAK LEMAH AYO BERUSAHA!" teriak Chen sementara Hangeng masih meneruskan operasinya. "KAU TAHU KAI MEMBUTUHKANMU! INGAT JANJIMU, KAU AKAN BERNAFAS UNTUKNYA! BAHAGIA UNTUKNYA! HIDUP UNTUKNYA DAN MEMBERI KASIH SAYANG DAN CINTA YANG LEBIH LAGI PADANYA!"
NIT!
Detak jantung itu mulai muncul kembali walaupun sangat lemah "JANGAN MENGINGKARI JANJI PADA DIRIMU KYUNG!"
NIT!
NIT!
NIT!
Semua dokter menghela nafas lega, jantung si pasien berdetak beraturan kembali walaupun lemah.
Flash back off
"Ketika aku mendengar teriakan pertama Chen, aku berdoa dan amat sangat berharap Kyungsoo masih bisa diselamatkan, dan aku bersyukur tuhan masih mendengar doaku yang sudah jahat pada kalian. Detak jantung Kyungsoo kembali namun dokter tidak tahu kapan ia akan sadar, dan aku kembali berpikir. Tak mungkin aku menyerahkan Kyungsoo padamu dengan keadaan yang seperti itu, maka akhirnya aku memutuskan untuk menunggu Kyungsoo sampai sadar baru kau kuberitahu. Dan seperti yang kau lihat, kau mengamuk dirumah sakit dan Kyungsoo mendengar suaramu yang berteriak memanggil namanya ketika kau melewati ruangannya disaat itulah matanya terbuka. Mianhae aku salah, tak seharusnya aku berlaku seperti itu waktu itu aku amatlah takut Kai, takut jika aku memisahkan kalian lagi ketika kalian baru saja bertemu maka aku memutuskan seperti ini".
KREK!
Kai dan Kangin menoleh melihat Kyungsoo yang tengah tersenyum padanya. "Sajangnim" panggil Kyungsoo pada Kangin "Tidak perlu begitu Soo, panggil appa saja" pinta Kangin. Dengan bantuan Chen, Kyungsoo mendekat pada Kangin "B-bolehkah a-aku… m-mmemelukmu?" tanyanya takut-takut.
Kangin mengangguk dan meraih Kyungsoo dalam pelukannya "G-gamsahamnida a-appa! Aku sudah tahu semuanya dari Chen oppa dan mian tadi aku menguping pembicaraan kalian" ujarnya. Kangin menggeleng dalam pelukan Kyungsoo. Sementara Kyungsoo mengelus punggung pria paruh baya itu yang mulai bergetar.
"Mianhae appa salah" ucapnya dengan anda bergetar. "A-ani, appa tidak salah semua yang appa lakukan adalah untuk kebaikanku dan Jongin oppa. Mianhae karena kami yang keras kepala".
"Gwenchana chagi, yang penting sekarang kau sudah kembali dan tak marah padaku. Terimakasih masih memberiku kesempatan untuk menebus kesalahan" tangan Kyungsoo terulur menangkup pipi Kangin dan mengusap jejak airmata di pipinya.
"Appa tak perlu berterimakasih dan minta maaf karena appa tak pernah melakukan kesalahan apapun padaku" Kyungsoo tersenyum lembut membawa ketenangan pada pria dihadapannya ini. "Nde" ucap Kangin singkat.
.
.
Flash back off
"Nde akupun bersyukur appa menyelamatkanku dengan mendonor sumsum tulang belakangnya" Kai mengangguk mengiyakan "Tapi aku benar-benar speechless ketika appa benar-benar melamarku saat itu juga" Kai mendengus sebal "Ya! Bukan appa yang melamarmu tapi ia memintamu untuk menikah denganku" Kyungsoo melirik Kai sekilas "Sama saja kan oppa!".
"Jelas beda Kyung, aku yang melamarmu dan appa hanya melamarkanmu untukku" Kyungsoo mengangguk-anggukan kepalanya "Nde..ndee dasar tidak mau kalah"
Flash back on
Keheningan meelanda mereka sesaat hingga suara derap langkah kaki mendekat kearah mereka "KYUNGIE!" pekik Sungmin langsung menghambur memeluk Kyungsoo tanpa terasa matanya sudah memanas dan ar mata pun jatuh dari pipinya "Eomma bogoshippo" ucapnya lirih balas memeluk Sungmin "Syukurlah kau sembuh chagi" Kyungsoo mengangguk "Iya dia sembuh dan...maukah Kyungsoo menerima Jongin sebagai suami?" pertanyaan Kangin yang mendadak membuat Sungmin menghapus kasar air matanya dan Kyungsoo menatapnya tak percaya.
Oh, sepertinya bukan hanya Sungmin dan kyungsoo tapi juga Kai, Sehun, Kris dan Kyuhyun pun tak ada bedanya "A-appa apa maksudnya?" Tanya Kai yang asih tak percaya akan ucapan apanya. "Diamlah Jongin, appa sedang melamarkan Kyungsoo untukmu".
Kyungsoo masih terdiam "O-oppa apa kau sakit?" Kangin menggeleng sebagai jawaban pertanyaan Sungmin. "Oppamu bukan sakit yeobo dia sepertinya terbentur sesuatu dan terkena gegar otak ringan" Kangin mendeathglare Kyuhyun yang kini berasumsi asal.
"Diam kau Kyu, aku sedang meminta persetujuannya" Kyuhyun memutar bola matanya malas "Ya! Hyung, dia itu masih punya kami orang tuanya harusnya hyung meminta izin pada kami dulu" Kangin diam, walaupun Kyuhyun sangatlah evil ia tahu yang dikatakan Kyuhyun adalah benar.
Kyungsoo berbisik pada Sungmin yang dijawab oleh anggukan mantap Sungmin. Melihat gelagat Kyungsoo, Kyuhyun bisa menyimpulkan bahwa ia menginginkannya. "Kau benar Kyu, jadi bagaimana? Kau merestui dan memberi izin tidak?".
Kyuhyun menyeringai sesaat dan…
"Baiklah aku restui jika hyung bisa mengabulkan pernikahan itu terjadi besok"
DEG!
DEG!
DEG!
Semua mata memandang Kyuhyun tak percaya 'Hei mana ada yang seperti itu? Kyuhyun benar-benar gila' batin Sungmin "Baiklah aku setuju, besok pernikahan mereka akan terwujud jika kau menginginkan itu" jawab Kangin sesantai mungkin.
"T-tapi appa…" ucap Kyungsoo bermaksud memberikan protesnya pada Kyuhyun. "Gwenchana Kyungie, Kangin ajushi tahu apa yang harus dia lakukan. Terlebih Jongin" ucap Kyuhyun masih dengan seringaiannya.
"Baiklah kalau begitu aku dan Jongin permisi dulu" Kangin mengajak putranya pergi dari sana "T-tapi appa, Kyungsoo masih sakit" Kangin masih diam sementara Kai terus berbicara dengan ketidakmungkinan akan kondisi yang ada saat ini.
Flash back off
"Dasar Kyu appa mintanya hal yang berat begitu" gerutu Kai. "Jadi tak bisa memberi pernikahan impian yang layak" Kyungsoo menggeleng "Ani oppa, justru aku sangat senang dan tersentuh. Walaupun pernikahan kita sederhana dan di hadiri oleh kerabat dan rekan yang sempat terundang aku sangat senang. Mengingat perjuanganmu dan appa Kang dalam memersiapkan semuanya terlebih lagi kita menikah di rumah sakit dan semua orang mendoakan kita. Pasien, penjenguk, suster, dokter sampai kepala rumah sakit mendoakan kita terlebih pasien dengan penyakit sama sepertiku, akh benar-benar membuatku terharu. Gomawo oppa karena mau memenuhi keinginan appaku yangs angat sulit itu" Kai menggeleng "Anything for you baby" ucapnya sambil mengecup punggung tangan Kyungsoo intim.
"Dan keajaiban terjadi. Malam sebelum kita menikah, Baekhyun siuman" Kai menganguk "Itu karenamu sayang, karena kau memeluknya dan tidur dengannya makanya dia sembuh. Karena kau adalah satu-satunya obat penyembuh untuk Baekhyun" Kungsoo tersenyum senang.
"Nde dan itu membuatku semakin mengerti betapa aku dan dia sudah benar-benar terikat dengan tali darah persaudaraan yang eommaku berikan" Kai mengangguk mengiyakan.
Flash back on
"Oppa, kenapa Baekhyun tak diajak kemari?" Kyungsoo bertanya pada Sehun yang kini menggendongnya kekatil untuk tidur karena yeoja itu masih lemah kondisinya, namun taka da jawaban apapun Sehun masih terdiam dan membenahi selimut Kyungsoo. "Aku tidak mau tidur, aku mau ketemu Baekie" kini mulailah dia merengek seperti anak umur 5 tahun.
"Kyungie mau ketemu Baekie oppa!" rengeknya lagi sambil menarik-narik kemeja Sehun "Kalau Kyungie ketemu Baekie memang mau apa? Baekie sedang sakit sekarang" Kyungsoo terpaku mendengar ucapan Sehun "Kyungie mau jenguk oppa, boleh ya…boleh ya.. kalau oppa tak membolehkan biar Kyungie jalan sendiri saja" Kyungsoo beringsut turun dari katilnya namun seketika Sehun meraih tubuhnya karena limbung ketika hendak turun.
"Oppa akan bawa Kyungie sekarang" tanpa aba-aba Sehun langsung menggendong Kyungsoo dan menempatkannya di kursi roda kembali.
.
.
"Kyungie~~~~Kyungie~~~" pangilan lirih itu masih selalu sama. Chanyeol terus menatap sendu pada istrinya yang sudah seminggu terus saja memanggil satu nama, dan hatinya tambah tersiksa karena nama yang disebut adalah orang yang telah Chanyeol abaikan selama ini. Lay, Suho dan Tao hanya bisa menatapnya nanar disofa tak jauh dari katil Baekhyun.
CEKLEK!
Pintu terbuka dan nampaklah sosok Kyungsoo sedang berada di kursi roda dengan Sehun yang mendorongnya. "Kyungsoo~~" mendengar nama Kyungsoo disebut sontak Chanyeol mengalihkan pandangannya. Kyungsoo tersenyum begitu manis saat ini dihadapan mereka "I-ini benar kau Soo?" Tanya Lay tidak percaya.
Kyungsoo mengangguk "Akhh..syukurlah" ucapnya sambil memeluk Kyungsoo "Baekie!" Lay tersadar dan melepas pelukannya "Ayo sapa dia Kyung" Lai mengambil alih kursi roda Kyungsoo dan mendekatkannya ke katil Baekhyun.
"Kyungie~~Kyungie~~" panggilan itu kini mengisi gendang telinganya. Diraihnya tangan Baekhyun yang tak tertusuk jarum infus dan mengusapnya "Panas sekali oppa" Chanyeol mengangguk "Sudah seminggu, sejak kau hilang Baekhyun seperti ini Kyung! Mianhae oppa benar-benar bersalah padamu" ucap Chanyeol tulus sambil emandang Kyungsoo.
"Oppa tidak salah apa-apa memang apa yang terjadi padaku sudah takdir tuhan dan malah aku yang menjauhkan oppa dari Baekie" Kyungsoo menunduk dalam "Aku menjauhkan kalian dari orang-orang tersayang kalian" Chanyeol menggeleng keras.
"Ani Kyung, kau tidak menjauhkan kami, tapi kau membuat kai sadar terlebih diriku seharusnya aku membawamu serta dengan Baekhyun bukan malah menjauhkamu dengannya" Kyungsoo masih menunduk.
"Dengar Kyung" Kyungsoo mendongak ketika Chanyeol memegang kedua pundaknya "Apa yang terjadi juga bukan sepenuhnya salahmu, salah kami karena tak berani jujur pada kalian tentang hal yang terjadi sebenarnya. Dan kesalahaku disini ganda tak seharusnya aku bersikap egois walaupun aku suami Baekhyun tapi dia masih punya saudara yang harus diperhatkan dan itu adalah kau" Kyungsoo tersenyum atas ucapan Chanyeol.
"Tidak ada yang salah darimu Soo, kau sudah mengerti tapi aku tak mau mengerti, kau sudah berbaik hati tapi aku egois. Mianhae..mianhae!" lirihnya "Oppa tak perlu minta maaf, aku sudah melupakan semuanya. Tuhan memberikan kejadian ini pada kita karena kita bisa melewatinya dan Dia tahu kita bisa belajar lebih baik dan lebih mengerti lebih banyak lagi. Jadi stop minta maaf dan mulai sekarang kita jalani hari-hari kita dengan lebih baik lagi, bagaimana?" Chanyeol mengangguk setuju.
"Sekarang aku ingin tidur, bolehkah aku tidur bersama Baekie?" Chanyeol mengangguk setuju. "Ayo pindah ruangan" suara Kyuhyun tiba-tiba menginterrupsi "Kemana appa?" Tanya Kyungsoo bingung "Keruangan kalian, kau dan Baekhyun. Appa sudah mengurusnya".
.
.
Dan disinilah mereka berakhir di ruangan VIP dengan ranjang berukuran kingsize. Malam ini Kyungsoo tidur memeluk Baekhyun yang sedang panas tinggi dibelakang Kyungsoo ada Lay yang memeluknya karena tak mungkin Lay memeluk Baekhyun dari arah berlawanan takut-takut selang infusnya tertarik. Semua orang sudah pulang kecuali Sehun, Chanyeol, Suho dan Lay.
Sungmin dan Kyuhyun membawa Luhan pulang karena kandungannya yang selalu mengalami kontraksi palsu, walaupun Luhan sudah ngotot ingin tinggal dirumah sakit tapi Sehun dengan tegas melarang dan yeoja itu tak bisa melawan lagi jika calon suaminya itu sudah begitu, sementara Tao dan Kris ikut mereka karena Tao sedang mengandung tak mungkin ia melakukan perjalanan bolak-balik dalam sehari yang melelahkan lagi pula Kangin melarang keras Tao dan Kris pulang hari itu, smenetara Xiumin dan Chen pergi bersama Leeteuk untuk mengurus pernikahan Kai dan Kyungsoo.
Kyungsoo masih terjaga, matanya sulit sekali tertutup. Walaupun ia memeluk Baekhyun tapi pikirannya benar-benar melayang pada pemuda yang sedari tadi siang belum juga menampakkan diri dihadapannya. Lay yang menyadari itu membenahi posisinya menjadi duduk. "Kenapa belum tidur calon pengantin?" Kyungsoo melirik Lay dan tersipu malu.
"Eonni ini jangan mengodaku" Lay terkekeh melihatnya "Memikirkannya eoh?" Kyungsoo mengangguk dan melihat jam dinding yang tergantung manis di dekat atas pintu masuk kamarnya "Sudah jam.9 tapi dia belum kembali juga" ucapnya "Tenanglah sayang, Kai pasti baik-baik saja" Lay mencoba menenangkan dengan mengusap punggung Kyungsoo.
"Baekie! Cepat bangun nde.. kyungie besok mau menikah loh!" ucap Lay sontak Suho dan Chanyeol melotot kaget "Yang benar?" Lay tersenyum dan mengangguk "Aisshhh sial kenapa aku tidak tahu? Kalau begitu kan kita bisa prepare sama-sama" kini giliran Lay yang bersemu "Maksudmu apa hyung? Kau tahu Kyungie akan menikah besok, kau dengar besok" takan Sehun "Kok bisa?" kin Chanyeol yang berusaha bangkit dari ke terbingungannya "Bisa donk, kan appaku memintanya begitu. Kalau mau diterima Kai harus mewujudkan pernikahan itu besok, kalau tidak ya appa tak mau terima".
Kini Chanyeol dan Suho yang menggerutu "Pantas saja Kyu ajushi yang minta!".
.
.
"Eugh~~" jam.03.00 KST seuara lenguhan itu terdengar dalam keheningan. Karena semua yang berada diruangan itu masih terlelap Kyungsoo terlihat berkeringat karena tak melepaskan pelukannya sedetikpun. Sehun, Suho dan Chanyeol tertidur di sofa. Lay masih dengan tenangnya memeluk Kyungsoo dari belakang sementara Baekhyun.
Matanya kini tengah terbuka membiasakan matanya untuk beradaptasi dengan cahaya remang ruangan yang ia tak kenali. "Kyungie" ia tersenyum nedapati Kyungsoo ada di hadapannya lalu mencubit-cubit pipinya dan ia sadar ia tak bermimpi sekarang, wajah damai Kyungsoo dan nafas teraturnya yang terdengar oleh Baekhuyn membuatnya makin tersenyum lebar "Kyungie~~bogoshippo" Kini Baekhyun mengeratkan pelukan pada Kyungsoo membuatnya tak sadar Kyungsoo melenguh dan tersadar dari tidurnya.
"Eugh~~ BAekie" panggilnya belum sadar "MWO! BAEKIE!" Semua orang otomatis membuka mata denga teriakan Kyungsoo, ya.. Kyungso terkejut dan reflek menjerit ketika sadar Baekhyun tengah mengeratkan pelukannya dan tersenyum tersenyum manis dehadapannya.
"Kau sudah bangun Baekie?" Baekhyun mengangguk lucu. Lay segera bangkit dari posisi tidurnya untuk memastikan dan Chanyeol buru-buru menghampiri mereka. "Baekie ini kau kan?" kini Chanyeol yang bertanya "Nde, ini aku memangnya siapa lagi?" semuanya menghela nafas lega.
Panas Baekhyun turun drastic ketika lay memegangi kening dan tubuhnya. Malah tubuh Baekhyun berkeringat sangat banyak tak jauh berbeda dengan Kyungsoo.
"Ajaib!" ujar sang dokter ketika beres memeriksa Baekyun. Ya, setelah Baekhyun sadar Suho segera berlari keluar tanpa diperintah dan memanggil dokter "Ny. Lee demamnya turun drastic dan bisa dikatakan ia sudah sembuh total walaupun masih harus istrirahat" Senyum mengembang di bibir masing-masing orang yang berada disana "Syukurlah kalau begitu" Chanyeol bernafas lega.
"Kyungsoo-ssi memang benar-benar satu-satunya penyembuh bagi ny. Lee" ucap sang dokter sambil tersenyum "Kalau mau mandi tunggu besok saja dank u sarankan mandi air hangat. Untuk saat ini lebih baik ganti pakaian dengan yang kering dulu saja. Saya permisi dulu" Dokter berlalu meninggalkan mereka dengan rasa bahagia yang tak tergambarkan di wajah masing-masing.
Flash back off
"Kau dan Baekhyun sudah tak terpisahkan sepertinya" Kyungsoo mengangguk. "Tapi oppa tidak muncul-muncul juga dihadapanku saat itu" Kyungsoo mengerucutkan bibirnya lucu. "Ya! Bagaimana bisa aku muncul dihadapanmu? Saat itu appa benar-benar membuatku sibuk habis-habisan Kyung" Kyungsoo terkekeh.
Flash back on
Kai kini tengah berada di kantor Wedding Organizer bersama Leeteuk dan Xiumin. Chen, Heechul, dan hangeng sedang mencari tempat di rumah sakit yang bisa dipakai untuk acara pernikahan dan membuat surat izin mengadakan acara di tempat itu untuk besok juga membuat undangan bagi para pengunjung rumah sakit itu. Sementara Kangin sibuk menghubungi kawan-kawannya untuk acara pernikahan putra bungsunya dan meminta kehadiran jika sempat karena terlalu mendadak dan undangan yang disebar hanya berbentuk pesan singkat ataupun email dan konfirmasi melalui telpon.
Eunhyuk dan Ryowook sibuk keluar masuk took catering makanan dan souvenir. Sementara Kibum dan jaejong sibuk dnegan busana pengantin apa yang akan dipakai oleh Kai dan Kyungsoo besok. Donghae dan Yesung sibuk mencicipi makan saja, mereka bilang harus di cek rasanya membuat Ryowooh dan Eunhyuk bernafas jengah.
Sementara Siwon masih sibuk meeting dan berjanji akan mengambil pesanan cincin pernikahan dan menjemput Jung ajhuna dan Ren untuk dibawa serta ke tempat Kyungsoo akan menikah.
Sebenarnya, tak sulit membuat acara pernikahan terjadi esok hari baginya tapi ia tak mau terlalu mengandalkan relasinya untuk acara pernikahan anak-anaknya. Sama halnya dengan Chen dan Xiumin dulu, Kangin dan leeteuk ingin menyiapkannya layaknya kerualga pada umumnya. Dan disinilah mereka berkahir, sibuk dengan urusan sana-sini dengan pernikahan dadakan besok.
.
.
"Eomma~~" panggil Kyungsoo pelan saat ia beres dirias "Wae eum?" Sungmin meremas lembut tangan Kyungsoo yang dingin "A-aku gugup eomma" ucapnya lagi "Itu wajar sayang, tapi kau harus tetap tenang. Pandanglah calon suamimu nanti dan seketika kau akan merasa lebih kuat" nasihatnya "Kaja Kyungie gaunnya dipakai dulu" kini Kibum yang menginterrupsi, Sungmin membantu Kibum membenahi pakaian Kyungsoo.
"Bumie, berapa pakaian yang akan Kyungie pakai?" Kibum tersenyum "Dua eonni, karena Kai benar-benar banyak maunya" Sungmin mnegrutkan keningnya "Maksudmu?" Kibum memutar bola matanya "Kai bilang Kyungsoo tidak boleh berpakaian terbuka lalu Kyungso tidak boleh memakai high heels dan cukup dua saja pakaiannya karena Kyungie kan baru sembuh dan Han geg tak mebolehkan Kyungie beraktivitas sampai sore apa lagi malam itu tidak baik untuk proses penyembuhannya" Sungmin mengangguk mengerti.
"Aiihh neomu yeopo!" pekik Kibum senang ketika melihat Gaun serta riasan Kyungsoo telah terpakai sempurna "Kenapa appamu memintamu menikah sekarang eoh? Padahal kau bisa aku dandani dengan 10 pasang baju yang seksi-seksi dan cantik-cantik kalau kau tak menikah sekarang" ucapnya lagi "Kau tahu Kyung, aku jamin semua pasang pata akan menatapmu takjub. Lihatlah kau begitu anggun dan sempurna, badanmu meskipum mungil tapi berbentuk dan itu sangatlah seksi sayang, aishh seandainya saja Kai tak meminta macam-macam sudah kupastikan aku akan mengambil gaun yang benar-benar mengeksplor keindahanmu".
"Untung saja Kai memintamu macam-macam jadi kau tidak mengeksploitasi dia" Kibum mengerucutkan bibirnya ketika Sungmin memotong ucapannya "Eonni lihatlah Kyungie, diakan bisa jadi model pakaianku nantinya" bentuk hati mengembang di bibir Kyungsoo membuat Kibum terpesona padanya "Kyungie senyumu lucu sekali" pujinya lagi "Iya bibirnya membentuk hati ketika tersenyum" tambah Sungmin "Oh jangan lupa, matamu besar dan lucu, senyummu manis dan aku baru menyadarinya pantas saja Kai stress gara-gara yeoja sepertimu hheee…" ujar Kibum lagi sementara Kyungsoo pipinya sudah merona "Kyung mau tidak ajhuma pakaikan baju ini nanti? Ini adalah projek ajhuma pertama kali ketika ajhuma masih SMA, ajhuma membuat ini pertama kali tapi belum bisa terpakai karena tidak muat di model manapun. Bahkan di badan ajhuma sendiri ini tidak muat karena kurang kurang panjang dan kesempitan" Kibum menunjukan baju berwarna merah pink keunguan dengan panjang semata kaki dan satu belahan di depan hingga setengah paha. Bagian atasnya dibuat tanpa tangan sehingga itu akan mengekspose bahu dan lengannya dengan aksen bunga dan permata-permata indah sungguh itu gaun yang sangat cantik, Sungmin dan kyungsoo terpesona melihatnya.
"Jangan, sudah pakai saja yang warna baby blue saja, yang itu terlalu terbuka Bumie nanti Jongin marah" Kibum mendesah kecewa "Eomma..bo-bolehkan Kyungie pakai itu?" Sungmin menatap Kyungsoo tak percaya, 'kenapa anak ini malah meminta pakaian yag seperti itu?' batinnya.
"Ttu eonni anakmu saja mau memakainya gomawo chagi kau sudah mau memakai baju pertama buatanku" Kibum sumringah, Sungmin hanya bisa mengangguk lemah, ia kalah jika Kyungsoo sudah mengeluarkan puppy eyesnya.
.
.
Pintu aula terbuka. Menampilkan sosok cantik berbalut gaun putih yang terduduk di kursi rodanya yang didorong seorang ppria. Ya, Kyungsoo menikah dengan keadaan yang masih pemulihan jadi tak memungkinkan ia untuk berjalan ke altar. Disana, seorang namja tampan berkulit tan tengah menunggunya dengan balutan jas putih senda dengan miliknya. Kai tersenyum, walaupun jantungnya berdebar tak karuan saat ini memandng sosok cantik sihadapannya yang sebentar lagi akan menyandang satus istri dan marganya berubah menjadi Kim.
"Jangan tegang sayang" Kyuhyun bebisik di telinga Kyungsoo yang sedari tadi menundukkan kepalanya. "Jongin menunggumu, aku percaya kau pasti bisa" tambahnya lagi dan kyungsoo mulai berani menegakan wajahnya.
Perkataan Kibum benar, smeua pasang mata tertuju padanya.
.
.
"Dengan ini kalian resmi menjadi sepasang siuami istri. Silahkan mencium pasangan anda" semua bertepuk tangan ketika ikrar janji suci telah dituntaskan. Semua berjalan dnegan khidmat, perasaan haru biru terasa kentara oleh para tamu yang melihat. Mengingat keadaan kyungsoo yang baru sembuh dan perjuangan Kai yang telah mengobrak-abrik rumah sakit karena mencari kebearan keadaan Kyungsoo. Tanpa sadar para yeoja menitikan air mata harunya "Kyungie akhirnya impianmu tercapai" lirih Lay dalam rangkulan Suho "Kau benar Lay. Kyungie akhirnya bahagia" tambah Luhan sambil menyeka air matanya "Kuharap dia bahagia selamanya setelah ini" Semuanya mengangguki ucapan Baekhyun.
Kyungsoo melakukan prosesi lempar bunga yang entah mengapa Lay yang tengah melamun mendapatkan bunga tersebut. "AYO HYUNG JANGAN DITUNDA-TUNDA LAGI" teriak "Tenanglah aku akan menyusulmu secepatnya" balas Suho sementara Lay masih mencerna semua yang terjadi.
Flash back off
"Iya acara berlangsung sangat khidmat dan lancar" ucap Kyungsoo "Iya sampai-sampai tiba acara kedua ketika kau mengganti gaunmu ugh!" pandangan Kai sulit diartikan sekarang sesuatu mendadak bangun dalam dirinya.
Flash back on
Kyugsoo dan Kai kini tengah menyambut para tamu. Kyungsoo duduk dikursi sementara Kai berdiri dan Kai kesal sedari tadi melihat namja-namja yang selalu berkomentar tentang keterpesonaannya pada Kyungsoo, lihatlah gaun yang menempel pada tubuh mungilnya sangatlah pas bagian bahu, lengan, dan tulang dadanya benar-benar terekspose belum lagi belahan gaunnya yang tersingkap ketika ia duduk seperti sekarang mengekspose setengah pahanya habis-habisan.
Sungguk, Kai tidak rela dengan semua mata yang bebas menikmati keindahan yeojanya ini. Tapi mau bagaimana lagi? Ia harus bersabar selama duajam yang menyesakkan dengan gaun Kyungsoo itu. "Wow! Kenapa Kai bisa dapat yeoja sepertimu Kyung? Lebih baik kau dneganku saja" ucap Myungsoo saat memberi selamat pada mereka berdua ingin rasanya ia menendang Myungsoo ke kutub utara apa lagi tatapan intensnya membuat Kai benar-benar risih. Dan Kyungsoo sedari tadi hanya tersenyum mendengar pujian-pujian dan ucapan tulus para namja-namja yang melihatnya tanpa merona sedikitpun.
"Oppa!" Kai mengalihkan pandangannya ketika Kyungsoo memanggilnya "Kepalaku pusing" senyum Kai terbit. Ia merasa berterimakasih sekarang pada rasa pusing Kyungso, jadi ia tak perlu menunggu satu jam lagi untuk memberi kesempatan gaun yang membuatnya mati-matian menahan kesal sekaligus nafsu ingin menerjang Kyungsoo ditempat.
"Kita ke kamar nde!" Kyungsoo mengangguk dan melingkarkan tangannya di leher Kai ketika namja itu meraih lipatan kakinya dan menyangga punggungnya. Melihat Kyungsoo digendong bridal style oleh Kai sang appa –Kyuhyun memandangi Kai meminta penjelasan "Kyungie pusing appa" Kyuhyun mengangguk mengerti dan ia membiarkan Kai membawa kyungsoo ke ruang rawatnya kembali. "Cepat kembali jangan sampai aku mendengar berita kamar ruang rawat yang berbau sperma" Sungmin menyikut perut Kyuhyun "Jangan bicara frontal dan macam-macam".
"Aku hanya memperingatkannya Min" elaknya sambil mengusap perut yang tadi disikut Sungmin.
Flash back off
"HHee mianhae oppa kalau aku membuatmu tersiksa, aku hanya ingin memakai gaun buatan Bumie ajhuma itukarena gaun itu adalah gaun pertama buatannya dan belum pernah di coba krena tidak cukup di tubuh model-modelnya dan juga dirinya" Lai mengangguk mengerti.
"Ya sudahlah mengingat itu aku jadi mau lagi" Kening Kyungsoo mengerut "Mau ap… emmpphhh" belum sempat menerukan ucapannya sesuatu yang kenyal sudah mendarat di bibir Kyungsoo.
"Oppa lepashhh" dengan sush payah Kyungsoo mendorong Kai "Hosshh..hosshh.. kauhh sudah kuberi tadi malam apa belum cukup" ucapnya sambil meghirup udara sebanyak-banyaknya karena Kai menciumnya kasar tadi "Aku tidak bertemu dengan mu dua minggu karena perjalanan bisnis ke Jaeju dan aku membiarkanmu kali ini tidak ikut katrena persiapan siding dan wisudamu makin dekat. Jadi biarkan aku bermain sepuasnya oke!".
Kyungsoo mendeathglare Kai yang sama sekali tak akan mempan pada namja seperti Kai "Oppa tidak lihat hasil perbuatan oppa semalam?" tunjuk Kyungsoo pada leher dan dadanya yang tercetak banyak warna kontras keunguan disana "Indahkan hheee.. aku sudah tidak tahan Kyung biarkah aku menuntaskannya" Kai menyerang tanpa persetujuan Kyungsoo membuat yeoja itu mau tak mau harus pasrah dengan desahan yang keluar otomatis dari mulutnya atas kuasa suaminya pada tubuhnya.
.
.
"Waaahhhh! Chukae nae Baekie akhirnya kau lulus juga!" pekik sang eomma-Ryowook sambil memeluk anaknya "Eomma tak memberi selamat padaku eoh?" Luhan mengerucutkan bibirnya "Tdak Lu eomma tidakakan lupa memberi selamat padamu" giliran Ryowook memeluk Luhan.
Setelah insiden kejadian Kyungsoo waktu itu, Luhan dan Lay sepakat untuk wisuda bersama Baekhyun dan Kyungsoo karena Luhan sempat cuti lama karena melahirkan dan kini putranya- Hyunsoo sudah hampir genap dua tahun. Luahan memberi nama Hyunsoo pada putranya karena doanya dan Kyungsoo masihbisa bersamanya hingga saat ini dan itulah yang membuat Luhan menginginkan nama baekhyun dan Kyungsoo disematkan pada nama putranya dan Sehun tak keberatan sama sekali.
Sementara Lay setelah menikah dnegan Suho, ia harus menunggu Luhan yang melahirkan dan sibuk kesana-kemari menemani Suho untuk perjalanan bisnis selama masa menunggu wisuda.
"Waaa! Yixing noona dan Baekhyun beruntung ya" Suho menoleh pada Sehun. Sekarang ini para namja tengah memperhatikan Luhan, Lay, Kyungsoo dan Baekhyun yang tengah berfoto bersama dnegan toga mereka. Setelah acara foto-foto bersama teman-teman dan keluarga masing-masing mereka memutuskan berforo berempat dengan Xiumin yang memotret dan Tao yang mengarahkan gaya "Iya hyung belum apa-apa anak mereka sudah sarjana" semua terkekeh mendengar ucapan Sehun yang tengah menggendong putranya. Ya, Baekhyun dan Lay saat ini sedang hamil, Lay yang kandungannya hamper genap Sembilan bulan dua minggu lagi smenetara Baekhyun memasuki bulan ketiga.
"Hebat, Chanyeol hyung selangkah lebiih maju dibandingkan kau Kkamjong" sindir Sehun "Iya dia berhasil membuat Baekhyun mengurungkanniatnya untuk bekerja diperusahaan dnegan membuatnya cepat hamil" tambah Kris "Sedangkan kau… siap-siap saja melihat Kyungsoo jadi wanita karir kkkeeeee~~~" Kaingin ikut bersuara. Pasalnya Kyungsoo dan Kai sudah membuat perjanjian jika Kyungsoo hamil maka ia tidak akan bekerja tapi jika tdak, Kyungsoo ingin benar-benar berkarir dulu.
Dan kai selalu mencoba mencari cara bagaimana cara membuat kyungsoo tidak berkarir dan dirumah saja menunggunya dan mengurus ank-anaknya saja.
"Kris hyung sudah punya Ziyi purinya sangat menggemaskan pula yang sekarang umurnya 2 tahun, Aku dan Luhan punya Hyunsoo, Suho hyung punya Lay noona yang akan melahirkan dua minggu lagi, Chanyeol hyung punya Baekhyun yang sudah tiga bulan, Cheb hyung punya Jongmin putri cantik nan menggemaskan yang sudah 1,5 tahun dan…kau" Sehun melirik Kai yang tengah menatapnya "Masih belum juga, poor Kkamjong" semuanay terkekeh melihat Kai yang manyun.
"makanya kau turuti saranku Kkamjong" kini Chanyeol yang bersuara "Sudah hyung ternyata nasehatmu tak berguna" gerutu Kai "Sudahlah biarkan saja begitu, toh jika Kyungsoo hamil di tengah-yengah karirnya juga dia pasti berhenti" ucap Suho menenangkan hati dongsaengnya "Mana bisa begitu hyung, kalua wanita karir itu pasti harus direcanakan dulu kehamilannya memangnya kau mau dia kena penalty jika tiba-tiba cuti" tambah Chen menambah lketerpurukan hati Kai.
"YA!KALIAN CEPAT KESINI" Teriakan Siwon meginterrupsi mereka yang tengah mengobrol. Semuanya sudah siap-siap untuk berfoto bersama keluarga besar. Merekapun menghampiri Siwon "Ayo kita berfoto bersama mumpung belum ada yang kemari" ucap Siwon antusias.
JPRET!
Foto pertama mereka memperlihatkan para namja yang berdiri di bagian tangga ketiga dan para yeoja yang berdisi di tangga bawanya.
JPRET!
Forto kedua berubah posisi. Menjadi tiap pasangan dari kiri ke kanan atas ada YunJae, KangTeuk, WonBum, HanChul, YeWook, HaeHyuk, dan Kyumin dementara dibagian bawah ada ChenMi,n ChanBaek, HunHan, Sulay, Kaisoo, dan KrisTao dengan anak mereka yang di gendong masing-masing oleh sang appa.
Dan ketika foto ketiga akan diambil Kyungsoo merasakan kepalanya yang sedari tadi memang sudah pusing menjadi tambah pusing "Gwenchana chagi?" Tanya Leeteuk khawatir karena Kyungsoo sedari tadi megeluh mual dan pusing pada Sungmin dan dirinya "Gwenchana eomma Kyungie hanya pusing" ucapnya sambil tersenyum "Kita pulang saja nde?" Kyungsoo meggeleng "A-ni eomma sebentar lagi saja ini sesi terakhir kan?" Leeteuk emngangguk pasrah.
Dan..
JEPRET!
"Eeehh.."
"KYUNGSOO!"
Foto ketiga menjadi forto penutup yang paling absurd karena mereka semua hanya terfokus pada Kyungsoo yang limbung dan meneriakan namanya untunglah Jaejong menahannya. Ya, Kyungsoo pingsan di saat sesi terakhir dan itu membuat panic semua orang hingga ia langsung dilarikan ke rumah sakit takut jika sesuatu yangburuk terjadi pada yeoja itu, mengingat riwayat sakitnya dulu.
.
.
CEKLEK!
Pintu ruangan dimana dokter memeriksa Kyungsoo akhirnya terbuka. Para orangtua dan teman-teman Kyungsoo memutskan menunggunya samapi dokter memberi kepastian tentang keadaan Kyungsoo.
"Bagaimana uisa?" Tanya Kai tepas saat dokter menutup pintu "Apa kalian semua keluarganya?" semua mengangguk serempak dengan wajah was-was "Ny. Kim tidak apa-apa dia terlalu kelelahan saja dan selamat untuk anda" Kai mengerut keningnya bingung ketika sang dokter memberi ucapan selamat "Ny. Kim tengah mengandung dan usianya sudah tiga minggu".
Semua mata berbinar mendengar berita gembira itu, terutama Kai. Tak dipungkiri hatinya kini bersorak macam drum band karena misinya berhasil "Yaeh! Akhirnya" Kai memekik senang "Wow ternyata dugaan kita meleset hyung" Chanyeol mengangguk dengan ucapan Sehun "Kyungsoo takkan jadi wanita karir itu sudah pasti" tambah Chanyeol.
.
.
"Memikirkan apa eum?" Tanya Kai sambil mengertkan pelukannya pad akyungsoo. Mereka sekarang tengah berdiri dibalkon dengan Kai yang memeluk Kyungsoo dari belakang "Memikirkan kau dan dia" Kyungsoo menuntun tangan Kai mengelus perutnya. Kai membenamkan wajahnya di ceruk lereh Kyungsoo, menyesap wangi tubuh yeojanya.
"Appa dan eomma pasti senang mengetahui akan punya cucu danmereka pasti sedang tersenyum disurga sana" Kai mengerti arah ucapan Kyungsoo "Sudah pasti mereka bahagia hingga mereka menghadiahkan bintang-bintang bertaburan dilangit malam ini untuk merayakan kebahagiaan kita" ucapnya seraya mengalihkan pandangannya kelangit.
Melihat betapa menakjubkannya berlian-berlian dilangit itu bertaburan dan sangatlah indah dari malam biasanya "Apa kau bahagia oppa?".
CHUP!
Kecupan singkat yang Kyungsoo dapat ketika mengalihkan pandangannya berusaha menatap suaminya "Kenapa berkata seperti itu? Sudah pasti jawabannya iya" Kyungsoo tersenyum "Gomawo yeobo, sudah kembali padaku, menemani hari-hariku mencintaiku dengan tulus dan memberi segalanya padaku" Kyungsoo tersenyum manis "Aku hanya mencintaimu Kim Kyungsoo. Hanya kau dan taka da yang lain, terimakasih telah memberikan warna dihidupku dan kembali padaku serta cinta yang melebihi segalanya" Kyungsoo menangkup kedua pipi suaminya.
"Cukup sayang, aku kembali padamu memang sudah seharusnya aku kembali ketempat yang semestinya aku berada. Terimakasih telah bersabar untukku dan selalu menungguku, memberi cinta dan kasihsayang serta rasa pengertianmu adaku dan kegigihan dirmimu dalam menjalani segalanya" Kai mengangguk.
"Aku bersyukur kaulah cinta sejatiku" ucap Kai. "Nde dank au juga cinta sejatiku" ucap Kyungsoo. Mereka makin mengeliminasi jarak dan mendaratkan kecupan lembut penuh cinta dan sarat akan kasih sayang tulus di malam yang gemerlap dengan bintang-bintang bertaburan meriah dilangit.
"Hup!" Kai menggendong Kyungsoo bridal style "Ayo masuk sekarang kau dan baby harus tidur" Kyungsoo tersenyum dan mengeratkan pelukannya di leher sang suami.
Lampu kamar yang semula terang berubah redup. Menyisakan keheningan untuk menyongsong hari esok yang lebih indah dan penuh dengan cinta dan kasih sayang yang akan mereka lewati di hari-hari selanjutnya dengan debaran jantung yang berdenyut dengan penuh ketulusan segala sesuatunya akan mereka hadapi bersama.
END
Anyeong chingu! Mianhae kalo hira lama updatenya soalnya tugas-tugas hira numpuk sekali sehabis hira sakit. Dan filenya lost gitu ajja gegara pirus. Perjalanan mereka di cerita ini udah berakhir nih, semoga chingu semua tidak kecewa dengan akhir cerita yang hira buat seperti ini. Ya udah deh tanpa basa basi lagi GOMAWO atas Support dan REVIEWNYA selama ini. Hira seneng banget dengan review-review kalian yang memotivasi hira untuk semamngat menulis dan ff masih berlanjut dengan perbaikan-perbaikan penulisan hingga ujung cerita berakhir. Hira ga akan bosen-bosen untuk bilang JEONGMAL GAMSAHAMNIDA pada chingudeul semuanya. Oh iya KEEP REVIEW YA DI CAPTER INI supaya hira bisa tahu kesan-kesan di akhir cerita chingu semua.
Untuk 'A GIFT TO ME' ini udah memasuki chap kedua dan untuk 'SEMUA BISA DIPERBAIKI SAYANG' itu masih on proses ada kemungkinan bakalan muncul sama chapter 3nya A GIFT TO ME. Sekali lagi Jeongmal gamsahamnida untuk semua yang baca, fav dan terlebih yang review. Keep review dan sampai ketemu di ff hira selanjutnya. SARANGHAE ALL ^-^!
Replay REVIEW:
dyodoll12jong88 : Kyungienya Hira umpetin dulu kkkeee~~~Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
KaiSoo Fujoshi SNH : Hheee kalo gemes berarti ke fillingan ttu :D ini kan udah ketauan disini Kyungsoo atau bukan yang di gosipin hhheeee… jeongmal gomawo buat suggestnya itu berarti banget buat kelanjutan perkembangan tulisan hira coz hira juga bingung kadang-kadang dalam pemilihan kata yang tepat chingu I'll try to make my writing better :D. Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
mirarose86 : Ini udah dilanjut chingu hhheee.. gomawo kalo ff hira ini ada kemajuan :D Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
Kim YeHyun : Emang hira bikin Chap ( itu begitu hheee.. sengaja jadi yang emosi bukan cuman yang nulis tapi juga yang baca wkwkwkwkwkwkwk…ini udah dilanjut kok chingu :D Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
RezaNrfadillah : Gomawo kalo banyak kemajuannya :D apakah ini sudah sesuai harapan chingu? :D Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
SyJessi22 : Suho kan cowo normal jadi wajar kangen lama ga ketemu hhhaaaaa.. gimana ga ngamuk kan Kyungsoonya hira umpetin hhooooo.. emang udah takdir Chanyeol kebagian repot si Baekhyun :D Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
rnsoul : Ampun dah chingu Kai ngamuk kayak beruang gitu masih dibilang kerned, kalo ngamuknya buat nyari ihira itu baru kerned wkwkwkwkwkwkwk (Kai : iya gue nyari loe buat gue bejek2 gegara nyembunyiin KyungKyung, Hira: *Facepalm) Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
fishyelf : Hhheee mianhae chingu kalo nunggu lama dan hira baru update sekarang ini udah dilanjut kok semoga ga mengecewakan nde :D Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
oh se yi : Yang donorin itu Kangin papahnya Jongin saengie… ini semua udah kejawab di chap ini kan? Hhheee moga saengie beneran nangis ya tapi nangis bahagia gitu :D nde HWITING! Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
ParkNona : Nah kan udah baca chap ini nih gimana menurut chingu? Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
Setyoningt : Ini Kaisoonya udah datEng :D ini udah di lanjut kok chingu :D Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
Ryanryu : Ribet yah? Emang hira bikinnya pengen ngeribetin mereka kok chingu :D gimna mau sabar si KyungKyung ilang :D Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
Ichanyeollie : Ini udah sembuh Baek ma KyungKyungnya :D Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
Guest : Asik Kaisoo buat aku and ga di cemburuin :D siapa yang meninggal? Ga ada yang meninggal kok hhheeeee.. makasii ya doanya hira udah sehat sekarang :D kasih semangat terus ya buat hira dengan review2 nya :D:. pasti hira lanjut coz gantung itu ga enak chingu hheeee…. Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
KaiSa : Ini udah update kok chingu keep review ya :D Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua
exocouple : Ini udah lanjut kok.. Keep review ya supaya hira bisa tau kesan-kesan di akhir cerita dari chingu semua :D
