Date : 29-March-2014

User In : Sakamaki Tsuki

Konnichiwa! Aku sangat terharu.. saat aku stalk fic aku yang ini (lah kok?) dari Handphone, ternyata kurang dari satu hari... Reviewnya ada 5! Huwaa~! Aku seneng banget! Ternyata ketikan gak jelas yang aku bikin ini, bisa direview oleh author yang Fan Fictionnya menurutku keren~!

Oke, abaikan kegajeanku diatas, sekarang masa stress ujiannya sudah mulai hilang, tapi.. sekarang malah ujian praktek.. Huwaa~! E.. etto, sudahlah..

START!

Title : Tsundere and Yandere Girl

Author : Sakamaki Tsuki

Summary : Seorang gadis yang dikenal polos dan pendiam berubah menjadi Yandere? Sebenarnya, apa yang bisa merubah Hatsune Rin menjadi Yandere?

Warning : Typo and Friend bisa berkeliaran..

Disclaimer : I don't own Vocaloid, Vocaloid belong to the owner, Crypton Future Media & Yamaha.

I just own this Fanfiction.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Happy Reading Minna-san ! ^-^

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter II = My Target is Kagami Neru

Hari ini, seorang pria yang bersurai Honey Blonde itu menjalani hari keduanya disekolah, ia adalah Kagamine Len. Dia sudah mulai akrab dengan cukup banyak murid, apalagi perempuan. Bahkan, ia sudah bisa akrab dengan 3 Idol Kelas; Kasane teto, Shion Kaiko, dan Kagami Neru.

"Ohayou, Len-kun~"sapa Neru sambil memeluk sekaligus merangkul Len dari belakng, dan itu membuat Len agak susah bernafas. Rin yang sedang duduk di bangkunya mulai mendengus kesal melihat Len dengan Neru. Ia mengutuk Lenka karena tidak memperbolehkan dan merebut guting kesayangannya untuk dibawa ke sekolah hari ini.

"Rin, sudah mengerjakan Tugas Fisika?"sebuah suara yang familiar bagi Rin memanggilnya sambil menepuk bahunya, Rin menoleh dan mendapati teman masa kecilnya; kasane Teto sedang ternyum. Rin menggangguk kecil. "Iya Teto-san, aku sudah dibantu Lenka-nee semalam.."kata Rin. "Oh, boleh aku lihat Tugasmu? Aku hanya ingin memastikan kau sudah selesai atau belum..."tawa Teto, sejujurnya, Rin sejak dulu menganggap sense humor Teto itu aneh.

KRINGG!

Bel masuk berbunyi lagi, bersamaan dengan Lenka yang sudah duduk di bangkunya. Seorang wanita berambut putih, atau warna apapun itu, mulai memasuki ruangan kelas, itu adalah guru mata pelajaran Fisika; Yowane Haku, atau yang biasa dipanggil muridnya Haku-sensei, atau Death Subject-sensei. Sensei mata pelajaran Fisika terkiller yang ada di sekolah ini.

"Ya, sekarang, silahkan kumpulkan tugas yang saya berikan kemarin.."kata Haku-sensei sambil meletakan sebuah buku, yang sepertinya buku absensi, di mejanya. Semua murid segera mengumpulkan tugas mereka. Rin meletakan tugasnya dengan penuh harap, agar nilainya tak dibawah 75, atau, ia akan dihukum oleh Death Subject-sensei ini.

Haku-sensei memeriksa semua pekerjaan muridnya, dengan teliti. "Hmm.. ya, baiklah, karena semua nilai sudah berada diatas 80, maka, kita akan lanjutkan ke Tugas Kelompok.."kata Haku-sensei setelah selesai memeriksa tugas yang diberikannya kepada muridnya kemarin. Semua murid menghela nafas lega, karena bisa terbebas dari hukuman Haku-sensei yang akan berlangsung selama 2 jam. Dan, jangan tanya hukuman apa yang didapatkan mereka, itu terlalu susah untuk dijelaskan..

"Ya, biar saya bacakan nama-nama kelompok, ingat dan hafalkan baik-baik..

Kelompok I : IA, Kagamika Rinto, dan Zatsune Miku

Kelompok II : Megurine Luka, Kagami Miku, dan Shion Akaito

Kelompok III : Hatsune Rin, Megurine Luki, dan Kasane Teto

Kelompok IV : Kagami Neru, Kagamien Len, dan Hatsune Lenka

Kelompok V : Sakine Meiko, Zatsune Mikuo, dan Shion Kaiko

Hmm.. itu saja, tolong kerjakan halaman 21-25, dikumpulkan lusa.."kata Haku-sensei tegas, tak ada yang berani membantah.

Rin agak kecewa karena Len sekelompok dengan Neru yang jelas-jelas akrab dan mungkin suka pada Len, sedangkan, kakaknya, sudah suka pada Kagamika Rinto, jadi ia tak khawathir.

Sore ini, kelompok III dan IV; atau kelompok Rin dan Lenka, akan mengerjakan tugas di mansion mereka; mansion Hatsune. Disana terdapat banyak koleksi Buku Fisika, jadi, mereka bisa mengerjakan tugasnya disana tanpa mengganggu siapapun, karena, orang tua Rin dan Lenka sedang pergi sementara, ya.. selama kurang lebih dua minggu.

Rin diam menatapi tugas Fisikanya yang sudah ia selesaikan sejak tadi, sedangkan yang lain masih mengerjakan soal Fisika. Ya, kecuali satu orang, dan orang itu;

Len

Len sedang mengajari Neru dengan membantunya menulis cara, ya, menurut neru, soal kali ini agak susah. Neru mendengarkan penjelasan Len sambil bersender di bahunya. Len mulai agak terganggu dan berdiri dari duduknya. Iapun mulai menghampiri Rin. "Rin, boleh antarkan aku ek toilet?"tanya Len. Rin mengangguk dan mulai berjalan ke arah dapur.

"Rin, sebenarnya, aku kesal ke Neru.. sangat kesal.. kenapa dia harus manja padaku?"gugam Len. Rin terkaget-kaget, ternyata, Len memangs edari tadi merasa terganggu. "Ah, tenang sama Len, sebentar lagi, kau tak akan merasa terganggu lagi.."kata Rin pelan, bahkan Len tak dapat mendengarnya. Rin memasang sebuah senyum lebar, dan Len mengelus kepala Rin karena tak mengerti arti senyuman Rin itu.

"Ah, aku janji kok Len-san.."


Words : 906

Sebenarnya, aku mau nulis bloody scenenya disini, tapi, aku bingung, mau aku masukin Crime, Tragedy, atau Angst.. aku kan agak buta genre, lagian, aku gak tahu apa bedanya.. Ahahaha! #plak

Oke! Ini adalah balasan review!

Cherry Minamoto : Ah, Arigato Cherry-chan!

Kiriko Alicia : Etto, ini.. harus aku jawab apa ya, Alicia-chan? Mungkin.. arigato? ^-^'

Kurotori Rei : Ahahaha, aku gak pernah ngerasain suka, jadi, aku gak tahu apa bedanya.. Ahahaha! #plak Pokoknya, arigato Rei-san!

Misaki Runo : Arigato Runo-chan! Tapi, panggil aku Tsuki-san aja.. Aku gak terlalu cocok dipangil chan.. ^-^

Liveless Snow : Arigato, Snow-chan.. (aku bingung mau manggil apa..) Oke, akan aku ingat ratenya! E.. etto, tapi, maksudnya apa ya? #plak

Hmm.. sudahlah, sepertinya, tak ada lagi yang bisa ditulis, dan, maaf kalau masih pendek lagi disini.. ^-^V

Akhir kata,

.

.

Review for Support me, onegai? ^-^

User Out : Sakamaki Tsuki