Nah ini chapter 3. Changkyu nya dikit -_- malah ngebahas Yunjae ama HanChul. Hahaha. Semoga kalian nggak kecewa :D
Title : Unreachable
Chapter : 3/...
Sementara para anak sedang galau dan para istri sedang di rumah masing-masing, ternyata Hankyung dan Yunho lagi ketemuan di sebuah kafe. Lumayan, menghilangkan stress setelah kerja dan sebelum pulang ke rumah.
"Saham memang lagi bagus ya, Hyung. Jadi kepikiran buat buka cabang baru kalo udah punya modal lagi.." sahut Yunho.
"Iya bener. Tapi susah juga sih persiapannya kan?" tanya Hankyung sambil mengangkat cangkirnya.
"Iya sih.. Tapi Hyung, enak juga ya disini. Suasananya enak, harganya juga oke. Hyung sering kesini ya?" tanya Yunho.
"Yaah kadang sih, kalo lagi pusing di rumah. Daripada liat anak main game lagi, istri ngedesain lagi, maskeran lagi.. Mending kesini sambil baca koran," jawab Hankyung sambil menerawang.
"Bener sih Hyung, aku juga kadang gitu. Jae sih emang banyak kegiatannya di rumah, tapi yaa gitu. Kalo lagi kumat galaknya, dipeluk aja nggak mau. Kadang aku iri sama Jiji, kucing aja dipeluk. Aku suaminya? Waktu itu aja Hyung, dia malah ngurusin bunganya daripada aku!" cerita Yunho.
"Memang kenapa?"
"Jadi gini Hyung, waktu itu aku sempet cidera gara-gara kebanyakan latihan Hapkido. Pas turun dari mobil, aku susah jalan kan, pincang. Nah, Jae memang tadinya maksudnya mau nolongin aku, cuma aku keburu jatuh duluan, tepat di atas tanaman bunga kesayangannya. Dia langsung lari. Aku sempet bangga sama dia, betapa sayangnya Jae sama aku.."
"Nah, mending. Chullie sih nggak akan gitu.." Kata Hankyung sambil menatap langit-langit kafe.
"Iya Hyung, dia lari terus teriak : BUNGAKU! ANDWAEEEEE!" kata Yunho.
"Tapi kamu ditolongin kan?" tanya Hankyung prihatin.
"Iya sih, tapi mukanya cemberut banget. Udah aku rayu juga tetep aja kayaknya dia kesumat sama aku. Setelah aku beliin bunga yang sama buat dia tanam, baru aja dia senyum lagi!" kata Yunho sambil geleng-geleng.
"Kalo Chullie nggak gitu. Jae masih baik tuh. Waktu itu, ada klien nelepon dan aku harus nyatet alamatnya. Karena buru-buru, aku sobek aja kertas yang ada di meja itu. Pertama, aku lupa kalo aku lagi di ruang kerja Chullie. Kedua, aku lupa kalo kertas yang disitu kan.."
"Maksud Hyung desainnya Hee Noona? Hyung berani banget!" kata Yunho sambil menepuk bahu Hankyung.
"Iya, desainnya. Karena udah terlanjur aku sobek, ya udah aku buang desainnya dengan harapan kalo Chullie nggak sadar. Tapi pas aku buang, ternyata Chullie liat.. Dia senyum.." kata Hankyung.
"Hee Noona nggak marah? Padahal waktu kuliah dulu kan cuma Hyung yang bisa deketin Hee Noona dengan sukses! Apalagi sampe nikah, punya Kyuhyun pula. Hyung kurang keren gimana?" hibur Yunho.
"Iya Yun, udah senyum langsung dia bilang : Hannie chagi, yang tadi kertas desain aku kan? Coba aku tebak, kamu nggak sengaja nyobek terus kamu buang kan? Aku bener kan? Gimana kalo kamu tidur di luar aja hari ini?" cerocos Hankyung.
"Gila, mulut Hee Noona emang tajem banget kayak pisau buah yang diasah 24 jam nonstop! Eh Hyung, katanya besok mereka mau pada ketemuan ya sama temen SMAnya?" kata Yunho.
"Itu berarti kita.." kata Hankyung.
"FREE!" teriak Yunho dan Hankyung bersamaan sambil tos. Apa kalian lupa kalian sedang di tempat umum -.-
"Tapi Hyung kelanjutan yang tadi gimana? Hyung beneran tidur di luar?" tanya Yunho penasaran.
"Ya gitu, Chullie langsung pergi setelah itu. Aku udah lega. Taunya, dia bawa tendanya Kyuhyun dan bilang: ini, bangun di halaman sana. Aku nggak mau tidur sama kamu sebelum aku beres ngebalikin desain aku." kata Hankyung.
"Wow, Hee noona beneran. Jadi yang waktu itu bikin tenda di luar rumah itu Hyung? Aku penasaran soalnya. Kirain Kyuhyun!" kata Yunho takjub.
"Ya gitu, Chullie memang ajaib. Aku juga heran, kenapa aku bisa sama dia.."
"Aku sama Jae juga gitu. Apalagi kalo inget dulu harus ketemu sama Appanya yang mirip kingkong itu. Wow. Aku hampir hilang keyakinan, Hyung!" cerita Yunho.
"Padahal kan kamu ketua klub Hapkido dulu. Masa gitu aja takut? Sebenernya Kangin Ahjussi baik kan," kata Hankyung sambil memotong makanan pesanannya.
"Iya, yang jadi masalahnya, setiap aku ke rumah Jae, aku ketemunya sama Leeteuk Ahjumma. Mana aku tau suaminya kayak bodyguard gitu. Suatu hari aku diundang makan malam, aku ketemu beliau. Aku pikir itu pasti bodyguard Jae, taunya BooJae bilang: Appa!"
"Terus kamu gimana?" sahut Hankyung.
"Rasanya dahsyat banget Hyung, kontras banget kan sama Leetuk Ahjumma. Dan sifat galaknya Jae ternyata nurun dari Appanya.." terawang Yunho.
Tiba-tiba ponsel Yunho berbunyi.
"Yoboseyo. Ne? Mwo? Abeonim dan Eommonim datang? Hah udah di rumah? ANDWAE!" kata Yunho panik.
"Ada apa Yun? Kenapa? Apa di rumah kebakaran?" tanya Hankyung lebay.
"Appa sama Ummanya Jae udah di rumah! Hyung, ayo kita pulang! Gimana kalo besok kita ngobrol lagi selagi para istri nggak di rumah," tawar Yunho.
"Aah bener, gimana kalo besok kita main golf atau tenis. Udah lama kan?" kata Hankyung.
Dan keduanya pun masuk ke mobil masing-masing dan pulang ke rumah.
*di rumah keluarga Jung*
"Haelmoniiiiiiiii!" teriak Changmin sambil memeluk Leeteuk.
"Salam dulu sama Haraboji sana!" kata Jae sambil membawa piring makanan.
"Harabo.. KUE!" kata Changmin sambil berlari ke arah Jaejoong.
"Anak bodoh, kerjanya cuma makan!" kata Kangin sambil mengocok kepala Changmin.
"Adudududuh ampun Haraboji! Habisnya lapar hehe.." cengir Changmin.
"Lapar terus. Appamu mana?" tanya Kangin.
"Appa belum pulang kayaknya. Haraboji mau apa? Kopi ya kopi. Aku bikinin yaaah!" kata Changmin sambil menuju dapur.
"Tumben anak itu mau bikin kopi. Biasanya nggak." kata Kangin heran.
"Mungkin dia sudah berubah, yeobo," jawab Leeteuk sambil tersenyum.
"Appa, Umma, Changmin mana?" tanya Jaejoong.
"Katanya tadi bikin kopi. Mungkin ke dapur," jawab Kangin.
"Mwo? Dapur? Aigoo !" kata Jaejoong sambil berlari ke dapur.
"Ada apa dengan keluarga ini? Di rumah suka lari-lari. Apa mereka pikir lagi ikut Running Man?" ucap Kangin sambil melihat ke arah dapur.
Tiba-tiba Jaejoong keluar dari dapur sambil menarik kerah baju Changmin.
"Tuhkan, Umma udah tau maksud kamu. Mau nyolek makanan Umma kan!" tuduh Jaejoong.
"Umma lepas ih, aku bukan Jiji!" kata Changmin sambil meronta.
"Udah, duduk sini sama Haraboji. Kamu nggak berubah kan. Ckck." geleng Kangin.
"Appa sih percaya aja. Mau sepuluh tahun lagi juga dia masih bakalan kayak gitu." sungut Jaejoong sambil pergi ke dapur.
"Eommonim! Abeonim! Mianhaeyo, aku terlambat!" kata Yunho sambil berlari masuk ke rumah.
"Tuhkan yang satu ini lari juga. Kalian kayak ikutan Running Man aja!" kata Kangin.
"Habis buru-buru hehehe. Loh Min, kok kamu megang tangan Haraboji gitu? Tumben," tanya Yunho heran.
"Soalnya aku sayang banget sama Haraboji heheheh" dusta Changmin.
"Ah apa? Tadi dia mau nyolek makanan di dapur, jadi harus gini," kata Kangin sambil menggeplak tangan Changmin.
"Huwee Umma, Halmeoni, aku yang tampan rupawan dan jenius ini terkena KDRT huweeeee," ujar Changmin lebay.
"Ah lebay kamu, Min. Turunan siapa sih lebay gitu. Udah ah, Appa mandi dulu ya," ujar Yunho sambil melangkah ke lantai atas.
"Turunan kamu, Yunnie Bear!" teriak Jaejoong dari dapur.
Mari kita biarkan sejenak keluarga Jung menyiapkan makan malam..
*di rumah keluarga Tan*
"Hannie, jadi besok kan aku mau reuni sama temen SMA aku. Kamu di rumah kan sama Kyuhyun?" tanya Heechul.
"Yeobo, rencananya aku sama Yunho mau pergi tenis atau main golf.." kata Hankyung.
"Nggak apa sih gitu juga, tapi kamu masak dulu kan buat Kyuhyun? Aku pergi sama Jae dari pagi." kata Heechul manis tapi menohok.
"Ne, ne. Kamu cuma reuni aja kan? Nggak akan shopping kan?" tanya Hankyung.
"Aniyo yeobo, kami memang ke mall tapi buat liat-liat. Aku juga kan butuh inspirasi buat desain aku. Apalagi aku sama Jae mau buka kafe, harus banyak inspirasi kan!" kata Heechul yakin.
"Terus barang yang kamu jadiin inspirasi kamu bawa pulang ke rumah kan? Tas, sepatu, atau baju?" selidik Hankyung.
"Oh, jadi kamu keberatan? Kamu nggak suka kalo aku gitu, yeobo? Kamu nggak mau ngedukung aku ya. Kamu pengen karir ngedesain aku nggak berkembang kan!" tuduh Heechul dramatis.
"Bukan gitu yeobo.." jelas Hankyung.
"Ya udah, kalo gitu besok aku ke salon juga sama Jae. Kamu nggak keberatan kan?" selidik Heechul.
"Ani ani, ne. Have fun besok.." kata Hankyung sambil menerawang di depan TV.
"Umma pasti baru maksa Appa lagi kan? Untung Appa nggak cepet tua punya istri kayak Umma!" cerocos Kyuhyun.
"Loh. Kalo Umma cantik dan modis Appamu juga bakal bangga kan. Nggak malu-maluin kalo ketemu relasi. Nggak menarik minat Appamu buat selingkuh!" kata Heechul sadis.
"Iya sih Appa nggak bakal selingkuh.." kata Kyuhyun.
"Tuh tau!" kata Heechul yakin.
Kyuhyun pun duduk di sebelah Hankyung sambil menerawang.
"Apalagi kalo inget kejadian itu.." pikir keduanya.
Flashback
Saat itu, Hankyung kedatangan klien dari Cina. Penampilan Hankyung sebagai direktur muda yang sukses namun santai menarik perhatian Victoria, yeoja yang merupakan sekretaris dari seorang pria Cina yang bernama Lu Han. Victoria memakai pakaian yang agak minim dan wajahnya yang cantik tentunya mengundang banyak pria untuk tertarik kepadanya. Hankyung juga sempat tertarik, namun ia teringat akan Heechul, jadi ia pun mewaraskan otaknya.
"Ne Hankyung-ssi, bagaimana? Anda sepakat dengan kerjasama kita?" tanya Lu Han.
"Ne, ne. Baiklah, Lu Han-ssi. Mari saya antar ke depan," jawab Hankyung sambil tersenyum ramah.
Pada saat berjalan, Victoria pura-pura tersandung sehingga jatuh ke pelukan Hankyung.
"Eh hati-hati," ucap Hankyung sambil menahan Victoria.
"Ah, mianhaeyo, Hankyung-ssi. Saya kurang hati-hati.." ucap Victoria sambil tersenyum manis.
"Ne, Hankyung-ssi. Saya tunggu Anda di perjamuan makan malam nanti," kata Lu Han.
"Ne, baiklah. Hati-hati di jalan, Lu Han-ssi," kata Hankyung.
*malamnya*
"Yeobo, jadi kamu menyusul?" tanya Hankyung pada Heechul.
"Ne, aku akan menyusul dengan Kyuhyun. Jadi aku mengantar desain dulu, oke?" kata Heechul.
"Ne, Yeobo. Aku berangkat dulu, ne?" ucap Hankyung sambil mencium pipi Heechul.
Saat Hankyung tiba di restoran, ternyata Lu Han belum datang.
"Maafkan Hankyung-ssi, Lu Han Sajangnim belum datang karena terjebak macet," jelas Victoria.
"Ah, tidak apa. Saya bisa menunggu," kata Hankyung sambil tersenyum.
"Oh ya Hankyung-ssi.. Ini sebagai ucapan terimakasih saya untuk kejadian tadi siang" ucap Victoria sambil mencium pipi Hankyung.
"Aigoo! Anda tak usah seperti itu, itu hanya kejadian yang tak disengaja!" sahut Hankyung kaget.
"Hannie! Omo! Siapa perempuan ini? Beraninya mencium!" tunjuk Heechul yang ternyata melihat kejadian tersebut pada Victoria.
"Siapa Anda?" sewot Victoria kepada Heechul.
"Mwo? Beraninya! Biar kuhajar dia!" kata Heechul sambil mengangkat gaunnya.
"Umma, sudah !" kata Kyuhyun sambil memegang lengan Heechul.
"Setahu saya Hankyung-ssi belum menikah, apalagi dengan perempuan seperti Anda!" kata Victoria.
"Mwo? Bukan berarti saya jarang datang ke kantor Hannie, jadi dia belum menikah! Kalo iya, lalu ini apa!" kata Heechul sambil menunjuk Kyuhyun.
"Bisa saja dia bukan anak Anda kan!" kata Victoria sambil menggandeng Hankyung.
"Mianhaeyo, Victoria-ssi.." ucap Hankyung terputus karena..
DDUAK!
"Rasakan! Beraninya mengganggu suami orang!" kata Heechul puas setelah memukul Victoria menggunakan tas yang dibawanya.
"Umm.. Umma.." kata Kyuhyun speechless.
"Yeobo.. Mianhaeyo Victoria-ssi. Ini memang istri dan anak saya, mungkin di China saya selalu sendiri makanya saya terlihat belum menikah. Di China tidak banyak yang tahu saya sudah menikah memang," jelas Hankyung.
Victoria pun berlari sambil menahan malu. Tak lama setelah itu, Lu Han mengatakan bahwa Victoria mengundurkan diri menjadi sekretarisnya dengan alasan yang tak dapat disebutkan.
flashback end
"Iyalah Umma, Appa nggak akan selingkuh soalnya Umma ganas banget" batin Kyuhyun.
Hankyung dan Kyuhyun pun mengangguk berbarengan mengingat kejadian itu. Mengakui keganasan Heechul yang tertutupi wajah cantik dan badan seksinya.
"Ngapain sih kalian? Ngangguk kayak boneka boneka panel surya yang ada di mobil aja," kata Heechul.
Memang sih sofa yang Hankyung dan Kyuhyun duduki tepat berada di bawah lampu di ruangan tengah mereka.
"Ah nggak, cuma lagi mikirin kecantikan Umma aja.." alibi Kyuhyun.
"Pasti bohong kan? Umma bener kan. Awas aja kalo ketauan mikirin kejelekan Umma," kata Heechul sambil bercermin.
"Appa, Umma bisa baca pikiran orang ya?" bisik Kyuhyun.
"Appa juga nggak tau," bisik Hankyung.
"Tuh, lagi bisik-bisik tentang aku kan! Pasti bener nih. Awas!" ancam Heechul.
"Udah yuk nonton TV aja.." kata Hankyung mencari keselamatan.
"Iya Appa.." angguk Kyuhyun.
Akhirnya mereka pun termenung di depan TV, berpura-pura menonton TV, meninggalkan Heechul yang sibuk bercermin.
TBC
qyu said : aku emang nggak bisa fokus ke Changkyu doang, jadi muter ke keluarganya, nanti balik lagi terus nanti ke keluarganya lagi.. hahaha parah. terus ini ada slight Kangteuk ya? Dialog teuk cuma 1 baris dooong -_- *slapped. Jeongmal mianhae buat aff(x)tion, saya minjem Vic eonnie nya, dinistakan lagi. Mian yaa, jangan ngeflame sama ngebash :D hehe. Apalagi ya? Banyak kurangnya sih, tapi semoga nanti bisa diperbaiki di chap mendatang yaaa X)
Balasan review..
- riekyumidwife : iya nih kyu nggak peka, tapi kalo peka ntar nggak manjang nih ceritanya *pikiran nista. HAHAHA :))
- Kim Selena : bisa dong, kalo nggak bisa aku bikin autis :)) *jahat. Iya nih, mereka pada galau karena aku yang mellow X) Btw, aku suka banget ceritanya yang Uncommited (somplak version).
- Jejekyu Red Sapphire : hahaha ini sudah dilanjut :)) gomawo udah ngefave XD
- FiWonKyu0201 : iya tuh, Kyu belum sadar mulu ya. Ckck. Kalo sadar, cerita ini tamat X))
Nah, gomawo buat yang udah ngereview, ngefave, dan ngefollow. Itu berarti banget buat aku :') *lebay.
Masih ditunggu reviewnya, semoga nggak bosen dan kecewa X)
