title : Unreachable

Chapter : 5/...

Warning : Geje! Yaoi! GS! OOC! awas ketagihan :p (semoga)

Sambil menunggu Heechul menjemputnya, Jaejoong memainkan piano kesayangannya yang berada di ruang tamu. Yunho hanya bisa duduk sambil memandang istri kesayangannya bermain piano.

"Pagi gini, udah ada pemandangan cantik BooJae main piano. Belum lagi nanti pergi sama Hankyung Hyung. Weekend yang indah!" pikir Yunho sambil tersenyum.

Sambil memainkan pianonya, mata Jaejoong memandang ke luar jendela. Tiba-tiba ia menemukan pemandangan yang membuat dirinya panik.

"Jiji!" teriak Jaejoong sambil berlari ke luar rumah.

Yunho yang terkejut berlari mengikuti Jaejoong ke luar rumah.

"Jiji-ya! Aniya, jangan kesana! Disana ada mawarnya!" seru Jaejoong panik.

"Hah tanaman BooJae! Semoga Jiji masih hidup setelah ini!" harap Yunho.

Jaejoong berlari mengejar Jiji dan mengangkatnya dengan lembut.

"Aigoo Jiji, bagaimana bisa kamu kesana, chagi? Disana ada mawarnya, nanti kamu terluka. Jiji, gwenchana?" tanya Jaejoong sambil memeriksa Jiji dan mengabaikan Yunho yang sweatdropped.

"BooJae, waktu itu kamu kesumat banget kan sama aku, kenapa sama Jiji enggak?" protes Yunho.

"Yunnie bear, kamu Yunnie bukan Jiji," jawab Jaejoong sambil masuk ke dalam rumah.

"Andwaeee," sahut Yunho dengan dramatis sambil berlutut di halaman. Dia nggak terima bisa kalah sama seekor kucing -.-

Changmin yang baru pulang dari studio CNBLUE pun melihat ayahnya yang sedang berlutut. Ia langsung mengambil gembor air dan membuat hujan buatan di atas kepala Yunho.

"Aigoo, kalian ini. Udah nggak usah lebay!" kata Jaejoong sambil berdiri di teras rumah.

"Umma nggak tersentuh apa? Padahal aku udah bikin hujan buatan!" protes Changmin.

"Appa juga jadi basah Min, ah gimana sih. Boo, gantiin bajuku yuk!" sahut Yunho jahil.

"Nggak Yun, aku tau kok maksud kamu. Udah ganti dulu, nanti sakit," tolak Jaejoong.

Tidak lama kemudian, Heechul pun datang.

"Aaah ne, Joongie yeoppo! Kamu pakai baju rancanganku, ne?" puji Heechul.

"Haha, jeongmal gomawo Eonnie. Ne, cocok kan?" tanya Jaejoong.

"Ne, cocok sekali! Nanti aku buatkan lagi ne, jadi modelku lagi yaaa," kata Heechul.

"Bolehkah? Aaaaah saranghaeyo Eonnie!" kata Jaejoong sambil memeluk Heechul.

Setelah puas berpelukan, mereka pun menuju mobil Heechul.

"Noona, hati-hati. Jaga istriku, ne? Kalau ada apa-apa.." ucapan Yunho terputus karena deathglare Heechul.

"Kalau ada apa-apa beritahu aku. Ne, have a nice day!" sambung Yunho.

Setelah Jaejoong melambaikan tangannya, mobil Heechul pun melaju.

Yunho pun pergi dari rumahnya untuk pergi bersama Hankyung, meninggalkan Changmin sendirian.

"Appa pergi.. Aku sendiri.." ratap Changmin. Padahal ia sudah menyiapkan rencana untuk pergi bersama Kyuhyun. Namun yang ada, Kyuhyun pergi bersama Sungmin.

Akhirnya Changmin memutuskan untuk berjalan-jalan. Jalan-jalan sendiri mungkin tidak masalah sesekali.

Setelah memarkirkan mobilnya, Changmin berjalan kaki. Pikirannya menerawang pada Kyuhyun. Sampai suatu saat..

"Itu.. Kyunnie kan? Kok ada namja yang kemarin lagi?" pikir Changmin.

Changmin pun mendekati Kyuhyun, namun ia memutuskan untuk mengamati keadaan terlebih dahulu.

"Minnie, jadi kau memilih ia daripada aku? Apa salahku Minnie, apa?" sahut Kyuhyun lirih.

"Tak ada alasan, Kyu. Aku memang lebih memilih Siwon. Mian Kyunnie, namun pilihanku takkan berubah," sahut Sungmin sambil menggandeng tangan Siwon.

"Jadi kau mengajakku kesini.. hanya untuk ini?" tanya Kyuhyun.

"Ne, aku lelah hidup dalam kebohongan. Aku lelah berpura-pura senang di hadapanmu, Kyu. Aku lelah dengan semuanya, mungkin ini memang harus berakhir sampai disini," jelas Sungmin.

"Tak bisakah kau memberikanku kesempatan, Minnie?" pinta Kyuhyun.

"Aniya, ini sudah saatnya, Kyu. Carilah orang lain. Siwonnie, kajja!" ajak Sungmin.

"Bukankah dulu kita bahagia?" lirih Kyuhyun. Ia membalikkan tubuhnya dan berlari dari tempat itu.

"Tunggu!" sahut Siwon sambil mengejar Kyuhyun.

"Siwonnie?" panggil Sungmin.

"Ne Minnie, sebentar. Ada yang harus aku jelaskan!" jawab Siwon lalu kembali mengejar Kyuhyun.

Saat Kyuhyun sedang berlari, ia merasa ada yang memegang pergelangan tangannya, menutupinya dengan hoodie, dan menariknya ke dalam pelukannya.

"Ia sudah pergi. Kyunnie, gwenchana?" tanya Changmin sambil masih memeluk Kyuhyun.

"Changminnie.." lirih Kyuhyun. Ia memeluk Changmin erat.

"Gwenchana, Kyu. Jangan sok kuat di hadapanku. Aku tahu kau sakit Kyu, namun berjanjilah untuk membagi lukamu bersamaku.." jawab Changmin.

Dan semburat senja sore itu menjadi saksi. Saksi Sungmin yang menyakiti Kyuhyun. Kyuhyun yang dicampakkan Sungmin. Dan Changmin yang selalu ada untuk Kyuhyun.

Jadi sebenarnya apakah yang terjadi pada Kyuhyun?

flashback:

Di malam saat Changmin melihat Kyuhyun tertawa dari balkon rumahnya, ternyata Kyuhyun sedang menelepon Sungmin.

"Jadi besok kamu ngajak aku jalan? Jangan dibatalin lagi yaaa," ujar Kyuhyun.

"Ne, tak usah khawatir, Kyu. Ada hal penting besok yang harus aku beritahukan," jawab Sungmin dari seberang sana.

"Aah, aku jadi nggak sabar. Besok kita have fun, ne?"

"..."

"Ming? Masih disana kan?"

"Ne, aku tutup dulu ya, Kyu.."

"Ne, saranghae Minnie.."

Yang Kyuhyun tak sadari, Sungmin tak membalas perkataannya. Ia hanya terlalu senang karena Sungmin mengajaknya pergi, tak seperti biasanya. Dan akhirnya, kita tahu apa maksud Sungmin. Di pagi hari ketika Changmin melihat Kyuhyun begitu bahagia dengan Changmin, itu menjadi pagi terakhir hubungan Kyuhyun dan Sungmin sebagai sepasang kekasih. Roda kehidupan memang berputar begitu cepat, dan dunia ini terlalu picik untuk tertebak. Sungmin mempertemukan Kyuhyun dengan Siwon di tempat tujuan mereka. Sungmin lebih memilih Siwon daripada Kyuhyun. Mengabaikan semua perasaan Kyuhyun dan retaknya hati Kyuhyun. Cinta memang terkadang kejam jika kita memberikannya pada orang yang salah. Namun apa cinta bisa disalahkan? Manusia tak bisa mengatur perasaannya. Hati yang memilih. Akibatnya, harus ada pihak yang tersakiti.

Dark and lightless (since the day you left)
Dark and lightless (since the day you dumped me)
Since the day you left me
I have died a little

[Super Junior – Daydream]

Saat malam tiba, Changmin mengantar Kyuhyun pulang ke rumahnya. Saat sampai di depan rumahnya, Kyuhyun masih menunduk sedih.

"Kyu, jangan gini dong. Kalo Hee Ahjumma nuntut aku gara-gara bikin anaknya sedih gimana?" ujar Changmin berusaha menghibur Kyuhyun.

"Gwenchana, Min. Nan gwenchana.." sahut Kyuhyun.

"Kyu.." panggil Changmin sambil menggenggam tangan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya balas menatap Changmin.

"Dengar. Aku nggak janji bisa menyembuhkan lukamu, tapi aku janji aku akan selalu ada di saat kau butuh penopang, aku akan selalu ada untukmu membagi lukamu, aku nggak janji bisa membawa senyummu kembali, tapi aku janji aku akan selalu ada untuk tempatmu bersandar saat menangis," ucap Changmin tulus.

"Gomawo Min, kamu berharga banget buat hidup aku.." kata Kyuhyun sambil memeluk Changmin.

Changmin memeluk balik sosok Kyuhyun erat.

"Kamu sahabat terbaik aku, Min.. Aku nggak tau bakal gimana kalo nggak ada kamu.." ucap Kyuhyun.

Changmin hanya bisa tersenyum lirih saat mendengar ucapan Kyuhyun. Sahabat? Hanya sahabat. Satu kata yang harusnya membahagiakan namun karena perasaan yang berbeda, kata itu berubah menjadi menyakitkan.

Changmin melepaskan pelukannya pada Kyuhyun lalu menepuk bahunya pelan.

"Nah, masuklah Kyu. Kau butuh istirahat," ujar Changmin.

"Jeongmal gomawo Minnie," Kyuhyun berkata sebelum menutup pintu mobil Changmin.

"Aku pulaaaaang," ucap Changmin sambil memasuki ruang tengah rumahnya.

"Minnie, itu ada kue di dalam kulkas, tadi Umma beli.." ucapan Jaejoong terputus karena Changmin memeluknya tiba-tiba.

"Jung Jaejoong, saranghaeyoo!" ucap Changmin sambil memeluk Ummanya.

"Main peluk-peluk istri orang aja kamu!" kata Yunho sambil menarik Jaejoong ke dalam pelukannya.

"Ih Appa pelit!" protes Changmin yang diabaikan Yunho.

Memang susah ya jadi yeoja cantik satu-satunya di rumah, diperebutkan para namja, apalagi itu ternyata suami dan anakmu sendiri -.-

"Minnie jangan iseng! Yunnie jangan lebay! Kalian nggak bisa ya nggak ribut kalo di rumah?" protes Jaejoong.

"Eh Appa pake tindikan lagi ya? Keren Appa!" puji Changmin.

"Ne, Appa memang keren. Makanya Ummamu mau juga kkk~" cengir Yunho.

Dari kejadian ini kita tahu bahwa yang menurunkan cengiran Changmin itu adalah Yunho *fakta apa -.-

"Aku pake tindikan juga ah!" kata Changmin.

"Nggak usah, Min. Maksud kamu pengen jadi keren kan? Kayak gitu aja tadi udah meluk-meluk Kyuhyun di mobil kan?" celetuk Jaejoong jahil.

"Umma kok tau sih? Ih Umma ngintip ya!" tuduh Changmin.

"Kalian aja yang keasyikan sampe nggak sadar kalo Umma sama Hee Ahjumma di depan mobil kalian. Kamu udah jadian sama Kyu?" tanya Jaejoong penasaran.

"Jadian apanya, aku lagi nenangin dia yang diputusin pacarnya juga!" bela Changmin.

"Nah Min! Itu kesempatan bagus! Gimana kalo kamu pedekate ama Kyu! Han Ahjussi juga pasti mendukung Min! Gampang kan, nggak kayak Appa yang harus tarung dulu sama Harabojimu itu!" kata Yunho.

"Ya itu nasib aja Yun, suruh siapa ngedeketin aku terus ngaku jadi ketua klub Hapkido. Ya iyalah diajak tarung!" jawab Jaejoong acuh.

"Boo.. Kamu tega ngeliat aku babak belur?" sahut Yunho sambil memeluk Jaejoong.

"Nggak kok, Yunnie Bear. Kamu tau kan aku nangis sambil meluk Umma pas kamu dipukul Appa?" jelas Jaejoong lalu mencium bibir Yunho sekilas.

"Mataku iritasi.. mataku! Aku harus menyelamatkan diri!" kata Changmin dramatis lalu berlari ke dapur.

"Bilang aja kamu mau buka kulkas kan, Minnie? Dikiranya Umma nggak tau apa, Umma tau kamu kan nggak cuma setahun dua tahun, tapi sembilan belas tahun! Untung Umma nggak bosen liat kamu tiap hari juga," celetuk Jaejoong sadis.

"Okey Umma, terserah. Yang penting aku nggak ngeliat adegan iritasi itu!" kata Changmin sambil membuka kulkas.

"Okey Min, Umma juga terserah! Tapi kamu jangan ngabisin stok belanjaan Umma ya!" kata Jaejoong.

"Okey Umma, tinggal belanja lagi aja kali," kata Changmin.

"Udah, nonton TV aja yuk Boo, ayo ayo.." sahut Yunho sambil menarik Jaejoong ke depan TV.

Setelah bosan merampok harta karun di kulkas (bukan bosan, tapi habis), akhirnya Changmin pergi ke kamarnya, dan seperti biasa menyempatkan diri untuk melihat jendela kamar Kyuhyun dari balkon kamarnya. Kamar itu terlihat gelap.

Tanpa Changmin sadari, dari balkon rumahnya yang lain pun Kyuhyun melihat Changmin.

"Dia selalu begitu, pasti memastikan bagaimana keadaanku," pikir Kyuhyun. Ia pun mengambil ponselnya.

*sudut pandang ponsel (apaan ini istilahnya -_-) dari hpnya Changmin aja ya. Aku nggak ngintipin hpnya Kyuhyun sih hehehe.

from : Gaemgyu

aku nggak di kamar, kamu nyariin?

Tak perlu waktu lama untuk Changmin untuk membalas sms Kyuhyun. Bagi Changmin, segala yang berhubungan dengan Kyuhyun adalah nomor satu, tapi posisi nomor satu di hati Changmin berganti-ganti antara Kyuhyun dan makanan -_-

to : Gaemgyu

kamu baik-baik aja kan? kamu harus baik-baik aja.

Setelah membacanya, Kyuhyun membalas sms Changmin.

from : Gaemgyu

aku janji suatu hari nanti aku akan baik-baik aja. Aku cuma butuh waktu.

Melihat balasan sms dari Kyuhyun, Changmin hanya tersenyum tipis.

to : Gaemgyu

aku ngerti kok.

Kyuhyun mulai merasa kedinginan. Ia pun membalas lagi sms dari Changmin. Dinginnya malam takkan sedingin hati Changmin bila tanpamu, Kyu.

from : Gaemgyu

ne, sekarang masuklah. di balkon dingin.

Changmin sebenarnya berharap untuk berlari sekarang dan memeluk Kyuhyun, namun itu tak mungkin untuk saat ini. Maka ia hanya bisa membalas sms Kyuhyun..

to : Gaemgyu

aniyo, kau juga tidurlah. jangan memperparah dirimu, Kyu.

Kyuhyun kedinginan, namun hatinya masih terasa sakit. Andai saja rasa dingin malam itu dapat memulihkan hatinya.. Kyuhyun hanya ingin terbebas dari rasa sakit itu, sebentar saja.

from : Gaemgyu

Ani Min, aku masih mau disini. Aku masih ingin melihat bintang.

Changmin hanya tersenyum maklum. Ia mengerti apa yang Kyuhyun rasakan, bahkan mungkin ia terlalu mengerti. Understand a thing too much can hurt you so much. Hati Changmin sakit melihat Kyuhyun seperti ini. Jemarinya mulai menari di atas layar ponselnya dan mengetik sebuah pesan..

to : Gaemgyu

Kamu tau bintang Sirius? Walaupun gelap, dia selalu bersinar. Ialah bintang paling terang di langit malam. Yang namanya bintang itu nggak boleh redup, Kyu. Kamu adalah bintang untuk orang-orang yang sayang kamu. Sekarang istirahat, aku nggak nerima penolakan.

.. dan ternyata pesan yang Changmin kirim sangatlah ampuh untuk membuat Kyuhyun menyerah.

from : Gaemgyu

Cerewet! Ne, jalja. Gomawo, Minnie.

Changmin tak membalas pesan Kyuhyun. Sebelum masuk ke kamarnya, ia melihat sekilas ke arah langit.

"..dan kamulah Sirius di langit malamku, Kyu. Sirius tak akan dan tak boleh redup," batin Changmin.

I want to become the wind and envelop you in my arms
and fly to the world you're in
because I want to see you, I want to see you
I'll be waiting, I'll be waiting..

[DBSK – Wasurenaide]

Jika saja Changmin bisa, mungkin sekarang ia akan memeluk Kyuhyun dan menenangkannya dalam tidurnya. Hanya saja, mungkin kali ini belum saatnya. Menunggu saat yang tepat memang menyakitkan. Namun setiap penantian pasti akan terjawab, asalkan kita sabar menanti, karena waktu akan selalu datang untuk menjawab dan menyembuhkan setiap luka.

TBC

qyu said : nah ini chap 5! makin gejekah? Yang request banyak Changkyu nya gimana nih? hehehe. Semoga kalian nggak bosen dan kecewa sama tulisan aku. Well, buat ntar kayaknya bakal agak lama update karena aku lagi sibuk buat tanggal 7 Juli. Ada manggung angklung di luar pulau, jadi sibuk latihan dan jadi humas plus marketing. Udah ada bahan untuk Unreachable selanjutnya dan Arisan! juga sih, cuma belum sempet ngetik. Ada yang nanya kenapa Sungmin ama Siwon selingkuhnya? Tenang, tunggu chap berikutnya. Hehehe. Nah, ditunggu banget reviewnya, aku ngehargain banget kalian yang ngefollow, ngefavorite, dan ngereview. Review kalian beneran semangat buat aku ^^~ jadi semoga makin kesana makin banyak review yaaah.

Jeongmal gomawo buat yang udah ngefollow, favorite, dan review. Your support is such an immortal spirit for me, guys :]

Balasan review chap 4..

- anne : hahaha aku jangan didemo! ini Changkyu sudah muncul XD

- wonkyufa : maksudnya purist apa ya? -_- kalo maksudnya putus, udah putus kok tuh. heheheh X)

- riekyumidwife : iyaaa galau melulu nih, banyak cobaannya. Udah dibanyakin disini Changkyunya :D

- FiWonKyu0201 : adududuh anarkis nih jambak Sungmin :)) iya nih, masih harus berjuang ya Changminnya untuk dapetin Kyu :)

- Jejekyu Red Sapphire : iya, untung hatinya Changmin kuat ya :]

- Vic89 : iyaaa selalu semangat ! Changmin bakal terus semangat kok X)