Yi xing berlarian tanpa suara di lorong.
Ia bangun kesiangan. dan ini sudah 10 menit sejak bel sekolah dibunyikan. Dalam perjalanannya, ia berdoa dalam hati bahwa semoga guru yang mengajar di jam pertama belum hadir. Selain itu, sesekali Yi xing juga berhenti di tempat dan menyentuh bokongnya dengan lembut; ia merasa kesakitan. Dan lebih tepatnya, dia merasakan kesakitan di bagian lubang analnya; tempat dimana ia bermain dengan vibrator elektrik milik Baekhyun.
Mengingat hal itu, perlahan – lahan wajahnya memerah. Mengingat – ingat bahwa malam itu menjadi malam dimana dirinya sedikit out of character. Sedikit nakal. Yi xing menggelengkan kepalanya; mencoba untuk tidak mengingat malam itu lagi.
(atau dia sebaiknya pergi ke uks saja untuk jam pertama?)
"itu bukan ide yang buruk!" bisik Yi xing senang.
.
.
.
.
Curious
.
Aliceao96
.
M
.
Zhang Yi xing | Kim Joonmyun
.
Yaoi/ BL/ Be eL/ Alternative universe! With typo
.
Summary! :
Yi xing adalah namja polos tipe orang yang penasaran dan cepat bosan. Suka dengan hal yang menarik; dan kebetulan saat ia mendengar temannya bercerita tentang sebuah 'mainan' yang menyenangkan dan membuat ketagihan, Yi xing pun penasaran.
Sebagai teman yang baik, sahabatnya pun meminjami 'mainan' yang dimaksud.
Apa yang akan dilakukan Yi xing dengan 'mainan' itu…?
|Innocent&Curious!Yi Xing with Possesive&pervert!Joonmyun|
.
.
.
.
Chapter : 2/3
.
Karenanya, tujuan utama kedua kaki Yi Xing bukan lagi kelasnya yang berada di lantai tiga; tapi ruang uks yang berada di lantai dua. Dengan hati yang bahagia karena ia akan merasakan empuknya ranjang uks untuk penyembuhan lubang analnya, ia berlari dengan langkah riang dan ringan. Sesekali, ia bernyanyi tanpa lirik dengan suara yang kecil. Agar tidak mengganggu proses KBM dan agar tidak ketahuan oleh guru lain jika ia terlambat masuk ke kelas, tentu saja.
Ketika ia sampai di depan pintu uks, tanpa aba – aba ia langsung membukanya. Lalu kembali menutup pintu itu masih dengan gumaman nyanyian tanpa lirik; dan langsung pergi menuju salah satu ranjang uks yang terdapat tirai sekat di sana. Begitu Yi xing sampai di sana, ia langsung menggantung tasnya di tiang kepala ranjang dan langsung mencari posisi nyaman untuk tidur.
Mengabaikan seorang pria tampan yang saat itu menjadi guru piket penunggu uks yang sedang duduk bengong di tempatnya. Beberapa menit jatuh dalam situasi hening yang aneh, ia berdeham kecil.
Tanpa sepengetahuan Yi xing (yang saat itu sedang mendengarkan music dari ponselnya), pria tampan berambut hitam malam itu berjalan menghampiri ranjang di mana yi xing berada.
Angin pagi yang membawa beberapa helai daun dari pohon terdekat masuk ke dalam ruangan itu; seolah menghentikan pergerakan sang pria yang teridentifikasi sebagai guru untuk berhenti mengganggu kenyamanan si cantik penyuka Unicorn. Tapi sayang, meskipun sesekali pria itu merintih kecil karena matanya kemasukan debu, ia tetap melanjutkan niatnya.
SRRAAKKKK….!
pip!
"yak! apa yang kau lakukan—"
Pria itu tersenyum lembut pada Yi xing. Membuat wajah Yi xing yang tadinya memerah kesal karena lagu yang sedang ia dengarkan dimatikan; kini memerah malu karena ia telah berteriak kepada gurunya.
"apa yang kau lakukan di jam pertama ini, Zhang Yi xing..?" ucapnya lembut. Pria itu; yang tadinya sedikit membungkuk, kini meneganggakan kembali tubuhnya. Kedua tangannya ia lipat dan letakkan di dada bidangnya yang tertutup kemeja berwarna baby blue.
Yi xing berkeringat dingin. Bukan karena ia telah ketahuan membolos, tapi karena senyum dan nada ramah yang biasa pria itu lakukan pada yang lainnya.
Yi xing berkedip.
tapi, entahlah—
—kenapa ia merasa sedikit ada yang janggal dari suara guru pria di hadapannya?
"Yi xing-ssi..?"
"ah, eh..?! um! a, apa, saenim..?" pria yang ada di hadapannya mengernyitkan dahi. "kau melamunkan apa, hm..?" pria itu memberanikan diri untuk menyentuh pipi merona Yi xing. seandainya murid namja cantik dihadapannya tahu bahwa ia ingin sekali menggigit pipinya.
Yi xing tersentak. tubuhnya terasa memanas dan rona pipinya semakin mencolok. Kedua telapak tangannya yang mencengkram selimut semakin erat. Mereka bergetar kecil. Yi xing tak berani bergerak lebih. dan yang bisa ia lakukan adalah menunduk dengan perlahan dan membiarkan telapak tangan dari gurunya makin berinvasi di pipi. Tak lupa dengan otaknya yang terus memerintahkan sang jantung agar berdetak dengan normal; takut – takut jika pria yang menemaninya di uks ini mendengar.
Sadar atau tidak, wajah pria tampan yang menjadi salah satu guru favorit di sekolah swasta tempatnya mengajar ini semakin mendekati wajah Yi xing. Menerpakan nafasnya ke wajah cantik khas lelaki cina yang dimiliki anak didiknya.
"kenapa kau tidak masuk ke kelasmu, hm..?" Tanya pria itu kembali. Dan tanpa sadar sepenuhnya, Yi xing menutup mata menikmati belaian lembut di pipi dan menjawab, "aku sakit, saenim."
Tiba – tiba, pria itu menempelkan dahinya ke dahi Yi xing. Yi xing terpekik kaget. Kedua telapak tangannya reflex menahan mulutnya yang ingin menjerit histeris. Yi xing berkedip berkali – kali. Menikmati pahatan indah yang terpampang di wajah pria yang sedang mengukur suhu tubuhnya. Beberapa menit kemudian, dahi sekaligus telapak tangan yang membelai pipi Yi xing menjauh. Membuat Yi xing kecewa dalam hati.
"tapi suhu tubuhmu tidak panas. kau berbohong pada saenim, ya..?"
Yi xing membulatkan matanya. Lalu kedua tangannya secara tak sadar mencengkram kemeja depan sang guru. "tidak! aku benar – benar sakit saenim! aku tidak bohong!" bantah Yi xing ingin menangis. Dituduh sejahat itu oleh orang yang disukai memang sedikit menyakitkan.
Pria yang dipanggil saenim itu terkikik. lalu ia mendaratkan tangannya lagi ke tubuh Yi xing; ke surai pirang jeraminya yang terpotong rapi. "arraseo, arraseo. kau tidak bohong. Aku tahu; karena tadi tubuhmu sedikit panas."
(seandainya pria itu tahu bahwa suhu tubuh Yi xing yang memanas adalah karena dirinya.)
Keheningan kembali melanda uks.
Yi xing yang kembali menikmati belaian di surainya. Sementara pria yang kini duduk di pinggir ranjang dan menghadap Yi xing pun, menikmati sensasi kulitnya yang tersentuh oleh surai lembut Yi xing. Pria itu tersenyum ketika ia tahu, sesekali Yi xing menggerakkan kepalanya seolah sedang meminta dirinya untuk mengelus di sisi kepala yang lain. Seperti kucing saja, batin pria berusia dua puluh delapan tahun itu.
Pria itu kembali mendengar ucapan lirih Yi xing. "saenim..," bisiknya.
Membuat pria yang dipanggil harus mendekatkan wajahnya untuk benar – benar dapat mendengar apa yang diucapkan siswa cantik di hadapannya. "apa?"
"aku sakit.." tangan Yi xing yang belum beranjak dari kemeja sang guru, kembali mengerat.
"aku tahu—"
"—di dada saya. di jantung saya. Saya merasa sakit saat jantung saya berdebar kencang. saat saenim tersenyum dan dekat dengan saya seperti sekarang.. dan saat saenim menjauh dari saya dan berada di tengah – tengah murid dan guru yeoja ganas di sana."
Yi xing mengutarakan hatinya. Matanya yang tampak sayu karena terlarut dengan keadaan uks yang hening dan sesekali angin menyapa tubuhnya dari tirai yang tersibak membuatnya merasa mengantuk.
Pria itu menhentikan elusannya. menatap lurus pada wajah Yi xing yang telah memerah sempurna. Jujur saja, wajah Yi xing yang seperti ini membuatnya sedikit merasa bergairah. Belum lagi dengan terpaan nafas yang terdengar berat dan bibir kissable Yi xing yang sedikit terbuka. Seperti mengundang lidahnya untuk bertamu ke dalam.
"Joonmyun saenim, aku menyukaimu."
.
.
.
.
Yi xing menelungkupkan wajahnya ke bantal. Ia menangis dalam diam.
Setelah ia menyatakan perasaannya pada sang guru yang ia panggil Joonmyun, sang guru justru beranjak pergi dari tempat. Ia keluar dari uks tanpa sepatah kata apapun. Meninggalkannya dalam keheningan sakit hati yang perlahan demi perlahan melubangi hatinya.
Yi xing mengakui, dirinya terlalu banyak berharap pada gurunya.
Tentu saja.
Belum tentu jika Joonmyun belum punya pacar;
"hiks!—kau bodoh, Yi xing…,hiks!"
Belum tentu jika Joomyun belum punya istri;
"se.., seharusnya kau tidak perlu—..hiks!— me.., mengatakan hal itu.. hiks!"
Dan belum tentu pula jika Joonmyun 'sama' seperti dirinya.
"kau.. bodoh sekali.., Yi xing.. hiks! hiks! huuhuu… hiks!"
Tapi sungguh, jika ia tidak ingin menerima pernyataan cintanya, setidaknya ia tidak harus pergi dengan mulut yang tertutup rapat. Kalau pun ia merasa jijik dengan pernyataan cintanya, setidaknya ia mengatakan beberapa kalimat umpatan sebelum pergi menjauh. pergi menjaga jarak darinya.
Yi xing menggigit bibir bawahnya. Membuat bengkak dan sedikit berdarah. Kedua tangannya mencengkram dan meremas kemeja sekolahnya; tepat di jantungnya yang berdetak kecil. Ia menutup mata rapat – rapat; mencoba menahan rasa sakit yang terus menujam hatinya yang telah rapuh. Dan berusaha untuk tidak meneteskan air mata.
Tapi tetap saja, sekuat apapun ia mencoba, air mata itu tetap keluar dan merembes ke bantal. Bersama saliva dari mulutnya yang menggigit bantal itu. Untuk meredam isakannya.
Menstabilkan emosi. Yi xing menghirup nafas dengan perlahan dan ia hembuskan pula dengan perlahan.
Yi xing bangun dari posisinya. Lalu ia membalikkan bantalnya yang terasa basah, ke sisi lain. Setelah menyiapkan bantalnya, ia membuka selimut sedikit lebih lebar. Bersamaan dengan selimut yang ia kibaskan ke udara, Yi xing memposisikan tubuhnya menjadi terlentang. Ia menatap langit – langit uks yang berada di atasnya dengan mata sedikit sembab.
Yi xing tersenyum kecil dan menghapus sisa – sisa air matanya yang masih terkumpul. Kemudian ia jatuh tertidur dengan tubuh yang menghadap ke dinding uks. Ia tertidur dengan masih menahan rasa sakit di lubang analnya dan di hatinya.
Ia tertidur pulas membelakangi pintu tempat Joonmyun pergi meninggalkannya.
Dan berharap, ketika ia bangun nanti; semua rasa sakit yang mendera hatinya bisa menghilang. Dan semua yang terjadi beberapa waktu sebelumnya di uks hanyalah mimpi.
Hanyalah bunga tidurnya.
.
.
[To be Continued]
.
.
A/N :
BackGroundMusic : River flows in you – Yiruma
Serius, Al mengetik ff ini sambil dengan instrument diatas benar – benar menyesakkan sekali. apalagi yang bagian Yi xing menangis… *sobs*| rasanya itu ya, cekit – cekit, cekit – cekit.. #berasaiklanobat
Buat kalian yang baca ff ini, silahkan dengar lagunya juga, ya…biar feelingnya kena..
#pukpukUmmaXingie
jaa,
want to review..? :'3
A/N hanya sampai di sini~
