Yi xing tersenyum kecil dan menghapus sisa – sisa air matanya yang masih terkumpul. Kemudian ia jatuh tertidur dengan tubuh yang menghadap ke dinding uks. Ia tertidur dengan masih menahan rasa sakit di lubang analnya dan di hatinya.

Ia tertidur pulas membelakangi pintu tempat Joonmyun pergi meninggalkannya.

Dan berharap, ketika ia bangun nanti; semua rasa sakit yang mendera hatinya bisa menghilang. Dan semua yang terjadi beberapa waktu sebelumnya di uks hanyalah mimpi.

Hanyalah bunga tidurnya.

.

.

.

.

Curious

.

Aliceao96

.

M

.

Zhang Yi xing | Kim Joonmyun

.

Yaoi/ BL/ Be eL/ Alternative universe! With typo

.

Summary! :

Yi xing adalah namja polos tipe orang yang penasaran dan cepat bosan. Suka dengan hal yang menarik; dan kebetulan saat ia mendengar temannya bercerita tentang sebuah 'mainan' yang menyenangkan dan membuat ketagihan, Yi xing pun penasaran.

Sebagai teman yang baik, sahabatnya pun meminjami 'mainan' yang dimaksud.

Apa yang akan dilakukan Yi xing dengan 'mainan' itu…?

|Innocent&Curious!Yi Xing with Possesive&pervert!Joonmyun|

.

.

.

.

Chapter : 3/3

.

Untuk yang kesekian kalinya, angin mampir ke sebuah ruangan yang dinamai uks. Masih membawa beberapa dedaunan yang tidak kuat mempertahankan diri dari tamparan sang angin. Ia menelusuri setiap sudut ruangan dengan menjatuhkan dedaunan di tempat. Memberi sapa pada seseorang yang masih tertidur manis di ranjang.

Yi xing masih tertidur nyaman. Tubuhnya bergelung seperti kucing, dan raut wajahnya yang terlihat damai (dan sesekali wajahnya merengut dan sesekali pula ia mengingau lucu tentang boneka unicorn koleksinya) membuat orang lain yang ada di sana terlihat gemas.

Ya, Yi xing tidak sendirian di sana. Ada orang lain yang semenjak lima belas menit tenggelam dalam mimpi tidur, ia masuk ke ruang uks.

Matanya yang terlindungi oleh kacamata, menyadari bahwa ada aliran saliva yang mengalir di ujung bibir kissable Yi xing. Dengan tangan yang sedikit gemetar dan berkali – kali menelan kegugupan yang tersangkut di kerongkongan, ia mengusap saliva Yi xing dengan ibu jarinya. Yi xing merasa ada yang mengganggunya tidur. karenanya, ia menggeliat pelan. membuat orang itu berjengit kaget. Dengan cepat orang itu menarik kembali tangannya.

Yi xing bangun dari posisi tidurnya. Ia mengucek mata dengan tubuh yang menyender dinding uks. "nghhh.., haus.." igaunya.

Orang itu lantas mengambil gelas yang tergeletak di meja nakas. Disodorkannya gelas itu kepada Yi xing. Dan Yi xing menerimanya tanpa menyadari siapa orang yang menyodorkan air putih. Diminumnya air itu dengan terburu – buru, membuat beberapa air putih mengalir di lehernya. Membuat orang itu meneguk saliva dengan gugup.

"leganya..—"

Yi xing melotot.

Sosok yang ada dihadapannya membuat kelu lidahnya. Sosok yang berdiri tegak dengan senyum terukir di wajah. Dengan sebuah kacamata biasa yang tergantung di hidung; Membuatnya tampak lebih tampan dari yang sebelumnya. Yi xing meneguk saliva gugup, manakala sosok yang membuat wajahnya tampak berantakan karena jejak air mata yang mengering, memposisikan diri duduk di hadapannya.

Yi xing menempelkan punggungnya ke dinding lebih rekat. padahal ia tahu jika seberusaha apapun ia bergerak mundur, itu tidak akan mengurangi jaraknya dengan orang yang ada di hadapannya. Tangannya yang menggenggam gelas gemetaran.

"jo, joonmyun saenim..?"

"wajahmu kusut sekali, Yi xingie..."

"eh..?" Yi xing terkaget. Ia mendengar namanya disebut dengan manis oleh Joonmyun. Yi xing menunduk. "I, itu karena saya baru bangun tidur, saenim."

"kau menangis, hm..?" Yi xing merasa ada yang melingkupi wajahnya. Dan sekarang, ia melihat wajah Joonmyun dengan jarak yang sedikit lebih dekat. Bahkan Yi xing bisa merasakan deru nafas Joonmyun di kulit wajahnya.

Yi xing berdebar lagi. tapi dalam hati ia memohon agar dirinya tidak salah sangka dan jatuh ke dalam jurang yang lebih dalam. Agar ia tidak merasakan sakit hati karena apa yang Joonmyun lakukan hanyalah sebatas skinship biasa.

(atau mungkin karena rasa kasihan? karena ia tanpa sadar telah dibuat menangis oleh Joonmyun beberapa waktu lalu?)

Yi xing membuka mulutnya yang tertutup rapat. Sedikit risih ketika ia merasakan bahwa ibu jai tangan Joonmyun berinvasi di pipinya. Bergerak seperti sedang menghapus jejak air matanya yang mengering.

(kalau ia melakukannya atas dasar rasa iba dan kasihan, sebaiknya jangan lakukan!)

"bisa dilepaskan, saenim..?"

"eh? apanya?"

Yi xing terdiam sesaat. "pipi saya. tolong jangan sentuh pipi saya, saenim."

"memangnya kenapa kalau aku menyentuh pipimu, hm..?" Joonmyun mendekatkan wajahnya. Yi xing menutup mata erat – erat. ia bisa lebih merasakan deru nafas Joonmyun yang hangat. "aku 'kan hanya menyentuh, bukan melukai—"

"tolong jangan lakukan ini, saenim! lepaskan—hiks! hiks!—aku…, hiks!—kalau saenim melakukan ini padaku, saenim justru membuatku..—hiks! hiks!—terluka.. hiks!"

Joonmyun melepaskan sentuhannya pada kedua pipi Yi xing. Lalu tangan kanannya bergerak untuk mengambil gelas yang Yi xing genggam. Dan berjalan menjauh menuju pintu setelah meletakkan gelas itu di meja nakas.

Yi xing terisak. Ia membawa kedua telapak tangannya untuk menutupi telinga; agar ia tidak mendengar suara pintu yang tertutup. lagi. Meskipun itu akan sia – sia karena tetap saja gelombang suara bisa menembus hambatan.

Tapi, bukan suara pintu yang tertutup yang Yi xing dengar.

Melainkan suara kunci pintu uks. suara kunci pintu tertutup.

Ada yang menghempaskan kedua tangan Yi xing yang menutupi telinga.

Ada yang menarik dagu Yi xing.

Dan ada yang menciumnya dengan lembut—

—sampai – sampai Yi xing terhanyut oleh kelembutan manis yang terasa lembab di kedua belah bibirnya. Membuatnya meleleh.

"ah..!" Yi xing merasa sakit pada bibir bawahnya. Setelahnya, ia merasa rasa asin dan mencium bau amis.

Yi xing membawa kedua tangannya pada perut sosok yang menciumnya. Kedua tangannya gemetar kecil. Meraba perut itu dengan gerak lembut. perlahan – lahan, tangannya mulai berinvasi keatas; ke dada bidang pria yang mencium mesra dirinya, lalu beralih ke pundak tegap dan berhenti di tengkuk. meremas kecil rambut belakang pria itu.

"ah.., ngh.., saenimmhh…"

Kecup mesra itu terlepas. Menyisakan saliva yang terbutus antara mereka dan mengalir di sudut bibir Yi xing.

Yi xing menatap sayu wajah yang ia panggil saenim. Dan itu adalah Joonmyun yang sedang tersenyum lembut padanya. Joonmyun mengusap saliva di bibir Yi xing, dan menyatukan ujung hidung mereka. Digerakkannya kepala Joonmyun, mengirimkan getaran geli di hidung mereka; yang membuat Yi xing terkekeh geli.

"uljima yo, nae sarang.."

"eh..?"

Joonmyun tersenyum. Ia mendekatkan dirinya kembali ke wajah Yi xing yang merona. Kembali merasakan rasa manis yang tercecap di mulut dan lidahnya dari bibir kissable milik Yi xing; muridnya yang berusia tujuh belas tahun.

.

.

.

.

"rrmmh..hhnngghh.. saenimmhh~" Yi xing mengadahkan kepalanya keatas.

Mengekspos leher jenjangnya dan memibiarkan Joonmyun bermain di sana. Sedangkan Joonmyun, ia terus mencecap, menjilat, mengigit, dan menghisap kulit Yi xing yang terbaring lemas di bawahnya. Salah satu tangannya ia gunakan untuk membuka kancing seragam Yi xing; dan sesekali, tangannya mengusap lembut kulit tubuh yi xing yang berwarna putih susu. Yi xing menggeliat geli saat Joonmyun bermain di ceruk lehernya pada bagian belakang. karena di sana adalah titik lemahnya.

"aahh.. aahh.. aannghh~ sa, saenimmm.., jangannhh.. ngh~"

Joonmyun tetap pada kegiatannya. Joonmyun mencium, menjilat, menggigit dan menghisap ceruk leher Yi xing. seragam atas yang telah dilempar entah kemana, menyebabkan tubuh Yi xing topless. Telapak tangan Joonmyun masih memiliki pekerjaan lain.

Yaitu memanjakan kedua puting Yi xing yang telah mencuat.

Disentuhnya puting Yi xing dengan perlahan, "hh.. hh.. aahh~"

Ditekan puting itu ke dalam, lalu dipencet oleh ibu jari dan jari telunjuknya. "aah! aannh~"

Dipelintir puting itu hingga memerah dan semakin mencuat menggoda, "owh~ uuaah~ aah.. hhmmph!"

Invasi bibir Joonmyun semakin ke bawah. Ke tempat dimana collar bone terlihat; dan digigitnya collar bone itu hingga menimbulkan bercak merah. Yi xing mendesis geli. kedua tangannya yang semula berada di kedua bahu tegap Joonmyun, kini sedang membuka kancing kemejanya satu per satu. Memperlihatkan dada bidang dan abs yang lumayan timbul di tubuh seksi sang guru. Yi xing membuka paksa kemeja sang guru, dan setelahnya ia lempar entah kemana.

"suka dengan apa yang tanganmu rasakan, cantik..?" goda Joonmyun dengan nada huskynya. Yi xing meneguk saliva gugup. Ia menatap sayu perut dan dada gurunya yang ia raba dengan lembut.

Yi xing mengangguk malu. Ia mengigit kecil bibir bawahnya yang telah membengkak. "uhum.., saenim terlihat.., seksi. Saya suka." jujurnya dengan malu – malu.

"kalau begitu, apa yang kau sentuh menjadi milikmu penuh, love."

Joonmyun menjelajahi dada Yi xing. tanpa meminta izin, mulutnya bermain di putting sebelah kiri Yi xing. Membuat Yi xing mendesah agak keras dan salah satu tangannya bermain di rambut sang guru. Meremas rambut di daerah tengkuk sang guru; mengirimkan pesan tersirat bahwa ia menyukai apa yang Joonmyun lakukan.

Puting itu dijilat dengan lidah yang kasar, " ah..! ah..! oowhh..! saenimhh..! saenimmhh..!"

Puting itu digigit dengan gemas, "arrh! angh! angh! hh! hh! ah~"

Puting itu dikulum dan dihisap sekeras mungkin. membuat Yi xing mencondongkan dadanya karena sensasi yang timbul. "oohh~! aah~! ngh! mo, moreehh~! moreehh~!"

Joonmyun melakukannya berkali – kali; bahkan di puting Yi xing yang lainnya. Ia terus membuat Yi xing mendesah nikmat dan memohon agar Joonmyun memberikan lebih. Sambil melakukan pekerjaannya di dada Yi xing, kedua tangan Joonmyun mencoba melepas celana Yi xing. Sekaligus hotpants dan celana dalamnya.

kkttrrzz! kkrrttzz! kkrrttzz!

"ah! oh! oh! angh! owh! ngh! sa, saenimhh! ah!" Yi xing memejamkan matanya dengan erat. merasakan sensasi yang timbul akibat remasan pada penisnya yang dilakukan oleh tangan nakal Joonmyun.

Joonmyun menyudahi acara menyantap puting Yi xing. setelah puas melihat puting Yi xing yang terlihat membengkak dengan saliva yang tercecer di sekitarnya, Joonmyun menatap wajah Yi xing yang berkeringat dan merona hingga ke telinga.

"lihat, baby. penismu mulai menegang di tanganku. kau menyukainya, hm..?" goda Joonmyun dengan seduktif. Di dekatkannya wajah Joonmyun ke telinga sebelah kanan, berbisik dengan nada berat dan menggoda.

"ah! ah! yeaah~ hmmph! saenimh! saenimh! ngh~"

"jangan. Panggil aku Joonmyun, Xingie baby.. hm? ngh?"

"ah! unh!—Jo, Joonmyun gegeehh..—unh! angh~ aaahhh~~~!—Jo, Joonmyun geehh~!"

"ya.., panggil namaku, sayang. panggil namaku dengan desah seksimu, darling.. Buat aku merasa horny dan ingin segera menyantapmu dalam – dalam~"

Joonmyun menambah kecepatan meremas dan mengocok penis Yi xing. Membuat Yi xing menjerit nikmat dan membuka kakinya lebar – lebar. Joonmyun berada diantaranya. kepalanya semakin lama semakin ke bawah, dan begitu wajahnya sejajar dengan penis Yi xing yang berkedut – kedut, tanpa aba – aba ia langsung melahap penis Yi xing.

Yi xing menjerit dan mendesah nikmat. Kedua tangannya menjambak surai hitam milik Joonmyun dan ia mengangkat pinggulnya. Kepalanya menggeleng – geleng dan suhu tubuhnya semakin memanas.

"ah! ah! ah! oohh! oohh~~! ngaahh..! ah! hyyaahh~~! gegeehh! gegehh!"

"hmph! ammhhpph! nggnnhh~~" Joonmyun menggeram. Mengirimkan getaran yang membuat Yi xing mendesah lebih liar.

"nnggggaaahhh~~~! aahhh! aahh! ngghh~~! gegeehh~! Joonmyun gegeehh~~! akh, akhuuu.., ma, maauuuhh~ ngh!" Yi xing meracau. kakinya semakin terbuka lebar dan menggantung di udara.

Yi xing mengadahkan kepala. Ia merasa pusing, perutnya merasa terkocok, dan pinggulnya mengilu. Yi xing menutup matanya rapat – rapat. Ia menangis karena merasakan kenikmatan tiada tara yang diberikan oleh Joonmyun.

"ah! ah! gegeeehh~! ah! JOONMYUN GEGEEHH~~~~~!"

.

.

.

.

"owh! ngh! ah! ah! ah! gege! gege! ah! yeaahh~ ah! yeaah~ di.., di sanaahh! ah!"

Yi xing tersentak – sentak. Tubuhnya yang menungging, membuat Joonmyun menambah bercak merah di punggung dan tengkuknya. Yi xing mencengkram erat bantal dan sesekali kepalanya terngadah setiap ujung penis Joonmyun yang berada di lubang analnya menyentuh prostat.

Yi xing menutup matanya erat – erat. salivanya masih mengalir sejak awal permainan panas mereka di ranjang uks yang berderit – derit. Kedua tangannya yang berada di bantal, diremas oleh kedua tangan Joonmyun yang berkeringat. Tubuh mereka memanas dan mengirimkan sensasi menggelitik yang membuat mereka kecanduan.

Di sekeliling mereka pun ikut merasakan panas; walaupun AC ruangan telah menyala dan angin – angin selalu mampir bertamu.

Tak lupa, Yi xing meminta Joonmyun untuk melakukannya dengan hati – hati; sebab di mulut lubang analnya, ia masih merasa sakit.

Sebelumnya, ketika Joonmyun hendak menjilat lubang anal Yi xing sebelum proses penyatuan mereka, Joonmyun membelalakkan matanya dan menggeram marah pada Yi xing. Karena ia melihat beberapa goresan dan warna merah kecoklatan di sekitar lubang anal Yi xing.

Joonmyun bertanya dengan nada kesal dan tatapan marah yang tak biasa, siapa orang yang beraninya membuat mulut lubang anal Yi xing menjadi terluka dan membengkak seperti ini. Joonmyun yang saat itu berkoar – koar akan memberi perhitungan pada orang yang telah mengambil kesucian namjachingunya dengan umpatan kasar, membuat Yi xing kalut dan menangis ketakutan. Yi xing panik begitu mendengar geraman posesif dari Joonmyun.

Maka, dengan tubuh yang gemetar, Yi xing memeluk erat Joonmyun dan menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang mengambil kesucian lubangnya. Ia menjelaskan bahwa terlukanya lubang anal dikarenakan ia bermain dengan vibrator milik Baekhyun yang ia pinjam. Ia juga menjelaskan bahwa sebelum memasukkan vibrator itu, ia telah melumuri seluruhnya dengan saliva, namun entah kenapa ia tetap merasakan kesakitan.

Bukannya menjadi tenang, Joomyun semakin kesal. Dengan nada posesif yang semakin bertambah, ia bertanya pada Yi xing siapa yang menjadi model permainan solonya. Karena Yi xing tak ingin membuat kesalahpahaman di awal mereka berpacaran, maka dengan lugas, jujur, dan malu – malu (lagi) Yi xing menjawab bahwa itu adalah Joonmyun. Setelah itu, barulah Joonmyun tenang. Walaupun ia masih menggumam kesal dan berkata – kata dengan nada dan kosakata posesif untuk Yi xing.

Joonmyun menggeram, "aah.., Xingieehh~ ugh! your hole is so tight, babe~~"

"hhmmph! hhmmppaahhhh! aahh~! aanngghh~! gegeehh~ gegeehh~ ah!"

Joonmyun mengecup lembut tengkuk Yi xing. Tepat di salah satu bercak merah yang terpampang di sana, "Yi xinggghh.., you're mine.., you're mine, love~ uh! ugh!"

"yeah~ yeah~ I'm youurrss.., gegeeh! ah! aanngghh~~! I, I wanna cummhh~"

Joonmyun memperlambat genjotannya. Membuat yi xing meleguh kecewa karena ia akan merasakan klimaks yang entah keberapa kali. Joonmyun yang mendengar leguh kecewa murid cantiknya, menyeringai mesum. Yi xing yang melihat itu sedikit berjengit dan merasakan perasaan aneh. Yi xing bahkan baru sadar, jika posisinya kini terlentang di bawah kukungan posesif sang guru.

"Joonmyun gege..?"

"saranghae. jeongmal saranghae, Yi xingie~"

Dengan perlahan, Joonmyun mengeluarkan penisnya hingga ujungnya mencium mulut lubang anal Yi xing. Sedetik kemudian, ia memasukkannya ke dalam dengan bertenaga hingga Yi xing menjerit nikmat.

"ouh! ooh! aannghh~~! aannhh! ngh! hmmph! haahh~~! aaaa~~~! gegeehh~! gegeh~~!"

"ugh! Yi.. xinghh… ugh! ouh!"

"yeah~! Moreeh..! moreehh, gegeeehh..! hmph! hmmph! aaa…!"

"ugh! aah!"

"gegeehh.., I wanna.. cumh! cummh~! angh!"

"together, love~ ah! ah! with.., meehh~"

"ah! ah! angghh! kyyaahhh~~!"

"YI XINGGGGGHHH…!/ JOONMYUNNNHHH GEGEEHH~~"

teriakan melengking itu disusul dengan semburan cairan kental yang keluar dari penis Yi xing dan membasahi perutnya dan Joonmyun; dan semburan cairan kental yang melesak masuk ke dalam rectum rapat Yi xing dari penis Joonmyun.

.

.

.

.

Joonmyun menatap rupa Yi xing yang tertidur pulas di dadanya.

Sesekali, ia mengecup sayang pelipis kanan Yi xing yang berkeringat, dan mengelus surai coklat karamelnya yang berantakan dan sedikit lembab.

Lalu, jemari tangannya mengusap pipi Yi xing yang masih sedikit merona; dan beralih ke bibir kissable murid cantiknya tercinta.

Joonmyun tidak menyangka, bahwa kisah percintaannya tidaklah bertepuk sebelah tangan. Ia pikir, Yi xing adalah straight; mengingat ia selalu berdekatan dengan beberapa murid peempuan di kelasnya. Namun ketika ia mendengar pernyataan cinta dari mulut sang murid sendiri, ia sedikit kaget. Dan rasanya ia ingin berteriak bahagia dan memamerkan pada dunia bahwa pujaan hatinya juga memiliki rasa dengannya.

Ketika ia mendengarnya, ia merasa jantungnya berdebar. Karena itu, untuk menormalkan detak jantungnya yang menggila, ia pergi keluar uks; sekaligus untuk meminta izin pada wali kelas Yi xing bahwa Yi xing tidak bisa hadir ke kelas karena tubuhnya kurang baik. Dan sang guru langsung mengabsen Yi xing dengan tanpa curiga.

Joonmyun tersenyum gemas melihat Yi xing yang tertidur dengan wajah manis. Sesekali, Yi xing menggerum dan mengingau hingga membuat Joonmyun terkikik dan mencubit kecil hidungnya dengan gemas.

"kau milikku, Zhang Yi xing. kau milikku, bukan orang lain. Dan aku akan segera melamarmu supaya kau lebih cepat terikat denganku. saranghae.., jeongmal saranghae."

setelah mengatakan hal itu, ia langsung menyusul Yi xing ke dalam bunga tidur. berharap bahwa ketika mereka membuka mata, mereka tidak akan melupakan apa yang terjadi di ruangan uks kedap suara yang terletak di ujung lorong.

.

.

[The end]

.

.

A/N :

BackGroundMusic : Bad Romance – Lady Gaga

ini chapter terakhirnya. bagaimana? apa kalian puas? apa Mature scene-nya kurang? :D

kalau iya, lain kali Al buatkan lagi, deh~

ada yang mau request untuk SuLay fic lain kali? kalau nggak ada ya, sudah~ :3

jaa,

want to review? :3

A/N selesai sampai di sini~