Title: Its okay, hyungie

Rate: T

Gendre: Brothership/ family

Cast: Leeteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun

Chapter: 4

Brothership Leteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun/ its okay, hyungie/ sesuatu seperti ini dapat diubah, hubungan kita tidak bisa seperti ini selamanya hyung/ DENGARKAN AKU!/

"aku tidak mau pindah hyung!" ucap Donghae tiba-tiba.

"Hae hyung..."

"Aku tidak akan pindah hyung!aku tidak mau!" ucap Donghae yang kemudian berlari menuju kekamarnya.

Selanjutnya...

"Donghae-ya!" Leeteuk berlari mengejar Donghae yang berlari kekamarnya.

Leeteuk mengetok pintu kamar Donghae namun kamarnya terkunci dari dalam. Hal itu membuat Leeteuk sedikit kecewa.

"Donghae, jangan seperti ini... keluarlah Hae atau paling tidak bukakan pintunya..." ucap Leeteuk dari luar kamar.

"andwe,, hyung selalu memikirkan diri sendiri.. aku tidak bisa meninggalkan rumah ini hyung..." teriak Donghae dari dalam kamar. Heechul pun mencoba membujuk Donghae untuk keluar dari dalam kamarnya.

"Hae keluarlah sebentar, kau tidak bisa seperti ini. Bagaimana bisa kami memahamimu jika kau seperti ini pada kami." Ucap Heechul dari dalam kamarnya.

Tidak ada jawaban dari Donghae dan hal itu membuat Leeteuk dan Heechul sedikit khawatir. Kyuhyun datang dengan membawa kunci cadangan yang dia ambil dikamar Leeteuk.

"ini hyung pakai kunci ini untuk masuk" usul Kyuhyun namun hal itu ditolak oleh Leeteuk.

"anio, kita biarkan saja dia Kyu, kaja kita pergi dari sini" ucap Leeteuk.

Leeteuk, Heechul dan Kyuhyun pun pergi dari depan kamar Donghae.

Didalam kamar Donghae

Donghae memilih tidur diatas tempat tidurnya saat ini sambil memegang foto keluarganya yang masih lengkap bersama kedua orangtuanya, Leeteuk, Heechul, Kyuhyun dan dirinya.

"eomma... appa... mianhae... nianhae kami tidak bisa menjadi anak yang baik buat kalian.. mianhae kami harus meninggalkan rumah ini... aku tahu kalian pasti sangat kecewa pada kami... mianhae jeongmal mianhae..." Donghae menangis sambil memandangi foto keluarga kecilnya itu.

Setelah acara makan pagi tersebut kini Kyuhyun memutuskan untuk pergi menuju kekamarnya. Dia tidak melakukan apapun saat ini, dia hanya melamun sambil duduk diatas kursi belajarnya. Matanya menangkap foto yang sama seperti yang Donghae pegang.

"Hae hyung... aku sangat memahami perasaanmu... kau begitu rapuh dan sensitif dan hal itulah yang membuatku khawatir padamu... aku tahu alasanmu kenapa kau sampai berbuat seperti ini tetapi kau harus ingat jika bukan hanya kau saja yang tidak ingin mengalami hal ini tetapi juga aku dan hyungdeul" Kyuhyun bergumam sambil memandangi foto itu.

"kenapa Heechul hyung begitu manis jika dia ada difoto dan diam seperti itu?" Kyuhyun tersenyum sambil menunjuk foto Heechul.

"kita jauh lebih baik jika berfoto seperti itu, terlihat akur sama lain" gumam Kyuhyun sambil tersenyum miris mengingat bagaimana sikap Heechul padanya saat ini.

Kyuhyun kemudian mengambil amplop yang dia letakkan dilaci mejanya. Dia baca lagi kertas itu dengan hati-hati. Dia masih berharap jika hal itu tidak benar dan tidak akan terjadi padanya.

"eomma, apa yang akan terjadi padaku jika aku tidak melakukan operasi ginjal?" ucap Kyuhyun.

"aku harap ini semua hanya mimpi eomma...hiks" Kyuhyun berusaha menahan suara tangisnya namun hal itu sangat sulit buatnya. Bagaimana tidak sulit jika dia harus menanggung semua kenyataan ini sendirian dan bahkan dia tidak berani untuk menceritakan semua ini pada hyungdeulnya.

Leeteuk dibantu dengan Heechul mengemasi barang-barang mereka untuk dipindahkan ketempat mereka yang baru.

"Hyung,, apa kau tidak mau melihat Donghae lagi?" tanya Heechul disela aktivitasnya.

"sudahlah nanti Donghae akan merasa baik sendiri kok, kita biarkan saja dia sendiri untuk menenangkan dirinya" ucap Leeteuk meskipun dia juga sedikit khawatir dengan Donghae.

"kenapa kita sudah berbenah-benah hyung bukankah kita masih punya dua hari lagi" tanya Heechul.

"semakin cepat kita pindah semakin baik untuk Donghae dan Kyuhyun"ucap Leeteuk.

"arraseo hyung, nanti aku juga akan bekerja untuk membantumu mencari uang hyung dan aku akan mengambil cuti untuk kuliahku" ucap Heechul.

"mwo?andwe...kau tidak boleh berhenti kuliah Heechul-ah...aku yang akan bekerja untuk kalian semua" ucap Leeteuk.

"hyung,, aku sudah banyak mendapatkan sesuatu darimu maka ini adalah saat yang tepat untukku membantumu, jebal jangan tanggung semuanya sendirian lagi nde?" ucap Heechul pada Leeteuk.

"anio, kau harus tetap kuliah..."

"hyung, aku masih bisa mendapatkan kerja yang bagus meskipun menggunakan ijazah S1 dan aku masih bisa melanjutkan kuliahku jika aku sudah siap lagi hyung" ucap Heechul dengan nada memohon.

"jika kau tidak mengijinkan aku membantumu maka aku akan berhenti kuliah dan tidak mengambil cuti. Pilihlah hyung antara aku mengambil cuti atau aku berhenti kuliah ditengah jalan?" ancam Heechul. Leeteuk tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi jika sudah beradu mulut dengan Heechul.

"ahh geurae,, hyung akan menuruti ucapanmu, sepertinya Kyuhyun meniru keahlian bicaramu yang suka membuat orang terpojokkan. " ucap Leeteuk.

"hahaha, apa benar begitu?"

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 6sore. Semua barang pun sudah siap diangkut dan dikirim kealamat yang baru namun yang membuat semuanya khawtir adalah Donghae yang belum juga keluar kamar.

"Kyu, ambilkan kunci yang tadi kau bawa nde? Donghae tidak bisa dibiarkan seperti ini terus" ucap Leeteuk. Kyuhyun pun mengambil kunci yang ada disaku jaketnya dan memberikannya pada Leeteuk.

Leeteuk dan Heechul pun naik keatas menuju kamar Donghae. Kyuhyun yang hendak menyusul kedua hyungnya menjadi menahan langkahnya karena rasa sakit dibagian perutnya.

Kenapa ini, eomma appo... arghh... batin Kyuhyun sambil meringis memegang perutnya. Kyuhyun berusaha menahan sakitnya dengan susah payah.

Leeteuk maupun Heechul tidak menyadari jika Kyuhyun sedang menahan sakit. Mereka berdua menuju kekamar Donghae dan membuka pintu kamarnya.

Begitu gelap kamar tersebut ketika Leeteuk dan Heechul masuk. Donghae terlihat bersandar dipinggiran tempat tidurnya sambil memeluk kedua kakinya dan menatap kehadiran Heechul dan Leeteuk didalam kamarnya dengan mata berkaca-kaca.

"Hae, gwaenchana?" tanya Leeteuk sambil mendekati Donghae.

"hyung..." Donghae memanggil Leeteuk dengan nada manja. Leeteuk pun segera mendekati Donghae dan memeluknya memberikan ketenangan pada dongsaengnya itu. Buat Leeteuk, Donghae jauh seperti anak-anak dibandingkan dengan adiknya Kyuhyun.

"uljima Hae, berhentilah menangis nde..." ucap Leeteuk.

"aku tidak mau pergi hyung" ucap Donghae.

"arraseo, hyung janji jika hyung punya uang lagi hyung akan membeli rumah ini lagi nde?" ucap Leeteuk.

"berhentilah berbicara omong kosong hyung, aku bukan anak kecil lagi yang bisa kau bohongi" ucap Donghae yang masih setia dalam pelukan Leeteuk.

"ahhh kau benar Hae, hyung lupa jika kau sudah besar tetapi kenapa kau bersikap begini jika kau sudah besar?" ucap Leeteuk.

"tempat ini adalah tempat yang penuh kenangan hyung... kenangan eomma dan appa... bagaimana aku bisa pergi dari sini jika tempat ini sangat berarti untukku" ucap Donghae.

"hyung tahu Hae, hyung mengerti perasaanmu... ini memang salah hyung sehingga kita harus kehilangan tempat penuh kenangan ini tetapi hyung minta kau juga mengerti bagaimana situasinya saat ini Hae" ucap Leeteuk memberikan penjelasan.

Donghae hanya diam mendengarkan ucapan Leeteuk dan mencoba bersikap lebih dewasa.

"ya Donghae-hyung,,, kau manja sekali eoh? Minggirlah, aku juga ingin dipeluk Leeteuk hyung" ucap Kyuhyun tiba-tiba dan mendorong Donghae menjauh dari Leeteuk.

"Kyuhyun-ah, neo?!" Donghae mencoba memisahkan Kyuhyun dari pelukan Leeteuk dan tanpa sengaja siku tangan Donghae mengenai pinggang Kyuhyun yang tadi dilanda sakit. Kyuhyun sempat meringis namun dia mencoba menahannya karena tidak mau merusak situasi yang sedang terjadi saat ini.

"lebih baik sekarang kita tidur disini saja bersama-sama karena mulai besok kita akan melakukan hal-hal yang berat bersama" ucap Heechul.

"ide yang bagus" ucap Donghae sudah kembali bersemangat.

"kaja kita tidur" ucap Leeteuk.

Leeteuk tidur diantara Kyuhyun dan Donghae sedangkan Heechul tidur disebelah kiri Donghae. Semuanya merasakan kebahagiaan meskipun mereka tahu jika hari esok akan jauh lebih berat dari hari ini karena semua kemudahan yang mereka miliki tidak akan mereka nikmati lagi mulai besok.

TBC...

Sejak FF pertama yang author buat memang dengan chapter yang pendek-pendek jadi author minta maaf jika ada yang tidak puas sama isi FF ini...

author juga bilang jika membuat FF adalah sebuah hobi yang author sukai.. hobi itu dilakukan jika tidak mengganggu kegiatan yang lainnya kan? Bukannya author tidak bertanggung jawab dengan FF yang author buat... apa hanya karena FF updatenya lama dan hanya berisi sedikit itu berarti bukan orang yang bertanggung jawab? orang yang tidak bertanggung jawab adalah orang yang membuat FF tetapi terhenti ditengah jalan dan tidak melanjutkannya... author juga tidak memaksa orang buat baca FF author kok, jika suka ya silakan baca dan jika tidak suka ya diam saja... maaf ya... terimakasih bagi yang udah review dengan kata-kata yang baik dan sopan, saranghaeyo ^^