Title: Its okay, hyungie

Rate: T

Gendre: Brothership/ family

Cast: Leeteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun

Chapter: 7

Brothership Leteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun/ its okay, hyungie/ sesuatu seperti ini dapat diubah, hubungan kita tidak bisa seperti ini selamanya hyung/ DENGARKAN AKU!/

"gagal ginjal... jelaskan padaku apa maksud dari semua itu Kyu!" ucap Heechul pelan namun masih dapat didengar dengan jelas oleh Kyuhyun. kata-kata Heechul penuh penekanan dan membuat sorot mata Kyuhyun yang awalnya memandang Heechul dengan amarah berubah melemah dan terkesan terkejut.

"jelaskan apa maksud dari hasil tes kesehatan tersebut Park Kyuhyun!"

Selanjutnya...

Kyuhyun membelalakkan matanya mendengar pertanyaan Heechul. Namun Kyuhyun hanya diam saja dan sama sekali tidak berniat menjawab dan memberikan alasan pada hyungnya itu. Kyuhyun berusaha melepaskan tangan Heechul yang berada di lengannya namun Heechul dengan sigap mencengkeram kerah piyama biru Kyuhyun. Kyuhyun begitu terkejut dengan sikap Heechul. Hatinya sakit mendapati hyungnya memperlakukannya seperti ini meskipun Heechul sudah mengetahui kebenaran penyakitnya. Kyuhyun pun memandang Heechul dengan lelah. Heechul pun menjadi melemah karena tatapan sayu yang diperlihatkan Kyuhyun. Dia pun melepaskan cengkraman itu.

"sejak kapan?" tanya Heechul sambil menatap Kyuhyun. Kyuhyun pun menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata Heechul.

"jawab aku KYU!" Heechul masih berusaha menahan emosinya.

Kyuhyun semakin menundukkan kepalanya. Heechul pun mendekati Kyuhyun dan mengguncangkan tubuh Kyuhyun agar Kyuhyun mau menjawab pertanyaannya.

"jawab aku..." ucap Heechul sambil memegang kedua pundak Kyuhyun dan mengguncangkannya pelan.

"sejak satu bulan yang lalu hyung.." ucap Kyuhyun takut-takuut.

"mwo?selama itu kau hanya diam saja dan tidak memberitahu semua hyungmu?" tanya Heechul emosi.

"mianhae tapi situasinya..."Kyuhyun tidak jadi melanjutkan ucapannya. Heechul mengusap wajahnya dengan kasar. Bagaimana bisa dongsaengnya menyembunyikan penyakitnya yang parah itu dan bahkan tidak melakukan pengobatan maupun cuci darah sebagaimana seharusnya.

"situasi? Situasi seperti apa? apa kau ingin mati dengan cepat? Apa kau lebih memilih mati karena kau tidak mau hidup miskin dengan kami? Apa seperti itu situasinya?" tanya Heechul.

"hyung, pelankan suaramu..." Kyuhyun masih berusaha menahan emosi Heechul agar kedua hyungnya yang lain tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.

"Wae?apa kau takut ketahuan oleh Leeteuk hyung dan Donghae?" tanya Heechul kesal.

"mereka berhak tahu karena mereka saudaramu Kyu" Heechul memarahi Kyuhyun habis-habisan.

"hyung...tapi..."

"mwo?tapi apa?" Heechul segera memotong ucapan Kyuhyun. Kyuhyun tidak jadi melanjutkan ucapannya.

"kau menyembunyikannya dari kami semua, apa kau tidak menganggap kami saudaramu?" bentak Heechul.

"aku harus memberitahu Leeteuk hyung!" Heechul segera berjalan untuk keluar namun Kyuhyun segera menahan langkah Heechul dengan memeluk lengan Heechul dengan kuat.

"jebal hyung, jangan kasi tahu Leeteuk hyung dan Hae hyung" ucap Kyuhyun memohon pada Heechul. Heechul tidak memperdulikan rengekkan Kyuhyun dan berusaha untuk melepaskan pelukan Kyuhyun yang ada dilengannya. Heechul benar-benar marah saat dia tahu jika gagal ginjal adalah sesuatu yang disembunyikan Kyuhyun selama ini. Heechul terus berusaha melepaskan lengan Kyuhyun namun Kyuhyun juga tidak kalah kuat untuk menahan lengan Heechul.

"geurae hyung,, jika kau memberitahu mereka, akan aku pastikan kau tidak akan melihatku lagi!" ancam Kyuhyun dengan serius. Hal itu mampu membuat Heechul terdiam sejenak. Bagaimana bisa dongsaengnya berbicara seperti itu padanya. Bagaimana mungkin dongsaengnya itu mengancamnya dengan hal-hal seperti itu?

"jika kau bergerak selangkah saja dari kamar ini maka aku akan mati sekarang! Aku akan menahan napasku sampai aku mati!" ucap Kyuhyun yang sukses membuat Heechul terjerat dalam ancaman maut Kyuhyun.

"arraseo Kyu, kau menang" ucap Heechul pasrah. Bagaimanapun juga dia tidak bisa menganggap remeh ucapan bocah setan yang ada dihadapnnya saat ini.

Heechul paham jika sifat Kyuhyun sangat mirip dengannya. Mungkin situasinya akan lain jika Donghae yang mengancamnya saat ini. Andaikan Donghae yang mengancam Heechul dengan kata-kata seperti itu maka Heechul tidak akan menaggapinya dengan serius karena bagaimanapun juga Donghae masih berpikiran waras berbeda sekali dengan Kyuhyun.

Heechul menatap Kyuhyun yang saat ini masih menggenggam lengannya dengan erat. Mata Kyuhyun bekaca-kaca setelah mengucapkan hal tersebut.

"bagaimana aku bisa meninggalkan hyungdeul,, akupun takut dengan hal itu hyung..." ucap Kyuhyun masih berusaha menahan tangisnya sampai hidungnya memerah. Heechul yang menyadari hal tersebut segera memeluk Kyuhyun dengan sayang. Heechul menepuk-nepuk punggung Kyuhyun untuk memberikan kekuatan pada dongsaengnya itu. Heechul pun menyesali ucapan dan sikapnya yang sangat kasar pada Kyuhyun tadi.

"maafkan hyung Kyu, aku terlalu terkejut tadi... tidak seharusnya hyung bersikap seperti tadi, seharusnya hyung lebih mengerti kondisimu Kyu... kau jauh lebih terguncang daripada aku... mianhae..." ucap Heechul dengan memeluk Kyuhyun.

"jebal hyung, jangan memberitahu Leeteuk hyung dan Hae hyung, aku takut... hiks..." ucap Kyuhyun sambil menangis.

"anio, mereka tetap harus tahu Kyu" ucap Heechul.

"hyungggg..." Kyuhyun mendongakkan kepalanya seraya memohon agar hal itu tidak terjadi.

"tetapi bukan aku yang memberitahu mereka melainkan kau sendiri yang harus bilang pada mereka Kyu..." ucap Heechul.

"tapi hyung..."

"sudahlah Kyu, sekarang istirahatlah dan jangan pergi kekampus dulu hari ini" ucap Heechul. Kyuhyun hanya menuruti apa yang diucapkan Heechul. Kadang Kyuhyun bersyukur karena penyakitnya ini, Heechul berubah lebih perhatian padanya. Dia juga bersyukur karena rumah mereka harus dijual karena dia bisa sekamar dengan Heechul dan memperbaiki hubungan mereka. Bukankah semua itu harus disyukuri karena dibalik setiap musibah pasti ada hikmahnya.

Kyuhyun pun memilih tidur dan beristirahat karena dia sendiri merasa sangat lelah. Heechul keluar kamar dan melihat rumah sudah kosong. Leeteuk dan Donghae ternyata sudah pergi duluan tanpa pamitan padanya dan Kyuhyun.

"ahhh, mereka sudah pergi ternyata.. syukurlah mereka tidak mendengarkan pertengkaranku dan Kyuhyun tadi..." gumam Hechul. Heechul pun menuju kedapur dan membuatkan susu coklat untuk Kyuhyun dan membawakan makanan untuk dongsaengnya itu. Heechul pun kembali menuju kamar Kyuhyun.

"makanlah dulu Kyu, kemarin malam kau juga tidak makan..." ucap Heechul sambil menaruh makanan dan susu coklat itu dimeja belajar yang berada disamping tempat tidur Kyuhyun. Kyuhyun pun duduk dan melihat apa yang dibawakan Heechul untuknya. Kyuhyun hanya memandangi makanan itu, sama sekali dia tidak nafsu untuk memakan makanan yang ada dihadapannya.

"wae? Apa kau tidak suka makanan ini? Apa ada makanan yang kau inginkan?" tanya Heechul yang melihat ekspresi tidak suka Kyuhyun terhadap makanan yang ada didepannya.

"anio hyung,, aku sama sekali tidak ingin makan apapun saat ini" ucap Kyuhyun malas. Heechul sedikit kecewa dengan jawaban Kyuhyun.

"kalau begitu setidaknya minum saja susu coklat ini agar perutmu terisi makanan meskipun hanya seikit" ucap Heechul penuh perhatian. Kyuhyun memandang Heechul.

"kau tidak marah padaku hyung?" tanya Kyuhyun sambil menatap Heechul.

"mwo? marah? Kenapa aku harus marah?" Heechul balik bertanya.

"karena aku pilih-pilih makanan seperti saat ini" ucap Kyuhyun. Heechul berpikir sejenak tentang ucapan Kyuhyun. Dia pun sadar jika dia sering sekali memarahi Kyuhyun karena dia selalu pilih-pilih makanan dan kadang tidak mau makan karena makanannya tidak sesuai seleranya.

"kau ingin aku memarahimu?"

Kyuhyun dengan cepat menggelengkan kepalanya.

"anio,, aku hanya bertanya hyung" ucap Kyuhyun kesal karena Heechul menanggapinya dengan tatapan serius.

"arraseo arraseo..." ucap Heechul sambil memberikan susu coklat yang dia buat agar Kyuhyun meminumnya. Kyuhyun pun meminum susu yang diberikan Heechul. Tidak ada pembicaraan diantara mereka.

"mianhae Kyu, selama ini aku selalu kasar padamu dan suka memarahimu" ucap Heechul tiba-tiba.

"kenapa kau bicara seperti itu hyung, itu sama sekali bukan gayamu..."

"mwo? aku hanya ingin meminta maaf saja padamu, apa tidak boleh?" ucap Heechul kesal karena Kyuhyun membuatnya gagal untuk bersikap manis.

"arraseo hyung, aku ini jenius jadi aku bisa membaca pikiranmu, jangan meminta maaf begitu membuatku takut saja..." goda Kyuhyun.

"aishhh bocah setan ini..." ucap Heechul sambil mengambil gelas yang dipegang Kyuhyun untuk menaruhnya dimeja.

"hyung...?"

"hmmm?"

"beri aku waktu untuk bilang pada Leeteuk hyung dan Hae hyung tentang penyakitku nde?" ucap Kyuhyun berharap Heechul menyetujui ucapannya.

"wae?"

"aku hanya ingin mencari waktu yang tepat untuk bilang pada mereka, aku..."

"terserah padamu Kyu" potong Heechul.

"terserah padamu ingin bilang kapan saja pada mereka tetapi aku harap kau tidak terlalu lama menyimpan semua ini, hyung hanya takut jika kau.." Heechul terdiam tidak mau melanjutkan ucapannya.

"jangan khawatir hyung, aku akan lebih kuat dan ini bukan sesuatu yang parah seperti kanker atau penyakit yang parah lainnya" ucap Kyuhyun memberikan penjelasan agar hyungnya itu dapat lebih tenang.

"jangan menghiburku Kyu karena aku tahu seperti apa penyakit yang kau alami itu.." ucap Heechul.

"mianhae hyung,, hanya saja jangan terlalu khawatir karena semua itu membuatku tidak nyaman"

"apa karena itu juga yang membuatmu marah pada perhatian Leeteuk hyung tadi?"

Kyuhyun hanya terdiam mendengar pernyataan Heechul yang sangat tepat sekali. Heechul pun paham arti sikap diam Kyuhyun itu. Dia pun mengalihkan topik pembicaraannya.

"ahh, aku harus pergi mencari pekerjaan Kyu hari ini, kau tidak apa-apa kan aku tinggal sendirian?" tanya Heechul.

"owh, ne hyung gwaenchana... kau harus mendapatkan pekerjaan jika pulang nanti" ucap Kyuhyun untuk menyemangati Heechul.

"arraseo bocah, kau tenang saja... " ucap Heechul sambil membereskan sarapan Kyuhyun yang sama sekali tidak dimakan Kyuhyun. Heechul pun beranjak pergi.

"kau jaga rumah nde? Jangan bermain game saja, istirahat yang benar Kyu" pesan Heechul sebelum pergi.

"hyung?" panggul Kyuhyun sebelum Heechul pergi.

"wae?"

"kapan kau pulang?" tanya Kyuhyun.

"entahlah, kenapa?" tanya Heechul.

"anio, tidak apa-apa" jawab Kyuhyun namun Heechul tahu jika Kyuhyun tidak suka rumah yang sepi jadi itulah kenapa Kyuhyun bertanya kapan dia pulang.

"Hae dan Leteuk hyung akan segera pulang Kyu, jadi tunggulah mereka,, mungkin aku akan pulang telat" ucap Heechul lagi.

"ne hyung,,, hati-hati" ucap Kyuhyun. Heechul hanya tersenyum dan pergi. Kyuhyun pun beristirahat untuk memulihkan keadaannya.

Heechul berjalan kesana kemari untuk mendapatkan pekerjaan namun tidak seorangpun yang membutuhkan karyawan dikantor mereka.

"aishhh, kenapa dengan semua orang disini? Begitu banyaknya kantor dikota ini tetapi kenapa sulit sekali mencari pekerjaan" gumam Heechul. Dia menjadi teringat kata-kata Leeteuk beberapa hari yang lalu agar dia mencari pekerjaan yang mau menerima dia, pekerjaan apapun itu. Heechul menjadi berpikir untuk mencari pekerjaan yang seadanya. Dilihatsekelilingnya,, disana ada club hiburan yang biasanya dia kunjungi sewaktu bersama teman-teman kuliahnya dulu. Dia pun mendatangi tempat tersebut dan betapa terkejutnya dia saat salah seorang temannya menyapa dirinya.

"hai, Heechul-ah? Lama tidak bertemu ya.. apa kau kesini untuk mentraktir kami?"

"anio, aku kesini untuk mencari pekerjaan" ucap Heechul.

"mwo kerja? Apa aku tidak salah dengar? Kau ingin cari kerja?" tanya temannya itu.

"ne, memangnya ada yang salah jika aku ingin cari pekerjaan?" tanya Heechul seolah menulikan pendengarannya dari ejekan temannya itu. Heechul sejak awal memang sudah sadar bahwa dia memang dimanfaatkan oleh teman-temannya jadi dia juga sudah siap jika harus menerima perlakuan seperti ini. Dia selalu teringat kepada kedua orangtuanya maka dari itu dia selalu mencari hiburan agar dia tidak terlalu bersedih dan tidak kesepian.

"apa kau bangkrut?" tanya temannya itu to the point.

"ne, apa kau punya pekerjaan untukku?" tanya Heechul.

"punya, kau bisa bekerja dibarku ini" ucap temannya itu.

"jinja?"

"ne,, apa kau pikir aku sama dengan teman-temanmu yang sering kau traktir kemari itu eoh?" ucap temannya itu. Heechul hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan temannya itu.

"apa mereka masih sering datang kesini?" tanya Heechul pada temannya yang ternyata adalah pemilik club malam/ bar yang dulu selalu dibuat Heechul nongkrong dan mentraktir teman-temannya.

"anio,, kabar kau jatuh miskin sangat cepat meluas dan kau tahu sejak saat itu tidak ada satupun dari temanmu itu yang datang kemari..hahahaha, jelas saja mereka tidak datang kemari karena tidak ada yang mentraktir mereka lagi" ucap teman Heechul.

"ne, kau benar... mereka memang hanya ada saat aku punya uang saja... hahaha" ucap Heechul miris.

"mereka tidak pantas disebut teman Heechul-ah.."

"kau benar, tidak ada yang benar-benar teman didunia ini" ucap Heechul.

"anio,, aku temanmu... Hongki..." ucap teman Heechul yang bernama Hongki tersebut. Heechul memandang Hongki,, dia pun tersenyum pada temannya itu. Heechul tidak menyangka jika hanya Hongki yang masih mau menjadi temannya disaat seperti ini. Hongki memang tidak berpendidikan tinggi seperti Heechul namun dia mempunyai keahlian dalam berbisnis dan sperti saat ini, Hongki sudah mampu mendirikan bar yang besar dipusat kota Seoul. Dan saat ini Heechul bekerja pada orang yang status pendidikannya lebih rendah darinya. Ini membuktikan bahwa pendidikan yang tinggi tidak menjamin seseorang sukses didunia kerja.

"gomawo, Hongki-ya... aku akan bekerja dengan keras disini dan kau pasti tidak akan menyesal telah memilihku bekerja disini" ucap Heechul.

"hahaha, santai saja Heechul-ah,, ngomong-ngomong dimana sekarang kau tinggal dan bagaimana kuliah S2 yang kau jalani?" tanya Hongki.

"aku tinggal tidak jauh dari sini,, dan aku sekarang mengambil cuti untuk membantu Leeteuk hyung bekerja" jelas Heechul.

"ahhh, aku turut sedih dengan keadaanmu... hmmm, tetapi semua pasti bisa kau lalaui dengan mudah,, kau kan pelanggan setia tempatku ini jadi aku sudah mengenal sifatmu..." ucap Hongki penuh percaya diri.

"hahaha, kau terlalu berlebihan Hongki-ya... kapan aku bisa mulai bekerja?" tanya Heechul.

"besok sore... karena pelanggan akan bertambah banyak jika malam hari maka dari itu kau kerja sore sampai malam nde?" ucap Hongki.

"arraseo..."jawab Heechul.

"kalau begitu, sekarang aku akan mentraktirmu minum untuk menghiburmu" ajak Hongki. Heechul pun sempat menolak tetapi dia tidak enak jika harus mengecewakan Hongki dan Heechul pun menemani Hongki minum.

Donghae sedang bersiap untuk pulang namun karena tugasnya yang banyak, diapun memilih untuk mengerjakannya bersama dengan sahabatnya Eunhyuk. Kabar bangkrutnya perusahaan Donghae sudah menyebar kepenjuru kampus. Para gadis yang mengejar-ngejar Donghae menjadi membicarakan Donghae dan menjauhi Donghae. Donghae sempat kecewa namun dia berusaha kuat dan tegar karena dia tahu bahwa gadis yang dia sukai pasti tidak akan meninggalkannya. Donghae pun mencari yeoja yang selama ini dekat dengannya untuk melihat wajah yeoja itu. Donghae dan Eunhyuk berjalan bersama-sama untuk mencari yeoja itu.

"ahh itu Sica,, dia disana Hae" ucap Eunhyuk pada Donghae.

Langkah Donghae terhenti saat dia melihat seorang namja sedang berjalan mendekati Jesica dan menggandeng Jesica. Hati Donghae begitu terluka saat tahu jika Jesica juga meninggalkannya. Jesica dan Donghae memang dekat akhir-akhir ini karena Jesica selalu mendekati Donghae sehingga membuat Donghae menaruh hati padanya. Bahkan Donghae menampar Kyuhyun hanya untuk membela Jesica didepan Kyuhyun. Donghae benar-benar terluka.

"Hae?"panggil Eunhyuk.

"owh?"

"gwaenchana?" tanya Eunhyuk.

"mwo? aku tidak apa-apa... bukankah aku dan dia memang tidak punya hubungan spesial" ucap Donghae dan berlalu meninggalkan Eunhyuk.

"Ya! Tunggu..." panggil Eunhyuk sambil berlari mengejar Donghae.

Donghae dan Eunhyuk pun memilih pergi keperpustakaan kampus untuk mengerjakan tugas mereka. Eunhyuk sesekali mendapati Donghae yang melamun.

"Hae?" panggil Eunhyuk untuk menyadarkan Donghae.

"mwo?" tanya Donghae.

"jangan melamun terus, lihatlah Handphonemu berbunyi..." ucap Eunhyuk sambil menunjuk Hp Donghae yang bergetar menandakan panggilan yang masuk dari Leeteuk.

"yeoboseyo hyung?"

"owh ne... ne... aku juga pulang malam hyung karena aku masih ada tugas yang harus aku selesaikan... ne..." Donghae kembali mematikan .

"waeyo?" tanya Eunhyuk ingin tahu.

"Leeteuk hyung harus lembur dikantor dan dia ijin pulang telat... tetapi aku juga harus mengerjakan tugas jadi aku juga pulang telat" ucap Donghae.

"hmmm, begitu... kalau begitu kita cepat selesaikan tugas ini dan pulang dengan cepat"

"ne, arraseo" jawab Donghae semangat.

Dirumah,, Kyuhyun yang tadi mendapat telepon dari Leeteuk jika dia pulang telat menjadi kecewa. Kyuhyun pun mengirim SMS ke Donghae berharap Donghae akan pulang cepat namun dia pun harus kecewa kembali saat Donghae juga bilang jika dia juga pulang larut karena ada tugas kelompok. Satu-satunya harapan Kyuhyun adalah Heechul. Kyuhyun pun mengirim SMS ke Heechul

Hyung, kapan kau pulang?

Heechul yang mendapat SMS tersebut menjadi sadar jika dia sudah terlalu lama berbicara dan menemani Hongki minum.

"ahh, mianhae Hongki-ya sepertinya aku harus pulang... ini sudah mulai malam dan dongsaengku sedang menungguku sekarang" Heechul berpamitan pada Hongki. Heechul pun berjalan kaki menuju rumahnya. Jarak rumah dan bar itu memang dekat tetapi jika dilalui dengan berjalan kaki hal itu lumayan jauh. Heechul pun menghubungi Kyuhyun.

"wae Kyu? Apa Leeteuk dan Donghae belum pulang? ne, hyung sedang dalam perjalanan sekarang...ne..." ucap Heechul yang sedang menelpon Kyuhyun. Heechul mempercepat langkahnya agar cepat sampai dirumah. Dugaannya jika Hae dan Leeteuk pulang cepat ternyata salah dan itu semakin membuat Heechul khawatir mengingat Kyuhyun juga sedang sakit saat Heechul meninggalkannya pagi tadi.

Rumah keluarga Park yang terletak didalam gang kecil pun terlihat juga oleh Heechul. Heechul menajamkan penglihatannya saat dilihatnya sosok Kyuhyun yang sedang duduk didepan pintu pagar rumah mereka. Kyuhyun duduk dengan kepala yang ditaruh dilengannya. Heechul pun setengah berlari untuk mnemui Kyuhyun.

"apa yang kau lakukan disini? Diluar sangat dingin Kyu" ucap Heechul. Kyuhyun memandang Heechul dengan mata yang mengantuk.

"aku menunggumu hyung..." ucap Kyuhyun. Heechul pun berjongkok didepan Kyuhyun.

"kaja kita masuk..." Heechul mengulurkan tangannya untuk membantu Kyuhyun berdiri.

"hyung?" panggil Kyuhyun.

"ne?"

"aku harus membeli obat dulu diapotik" ucap Kyuhyun dengan sedikit takut. Hanya pada Heechul Kyuhyun berani meminta obat karena Heechul yang tahu kondisinya dan Kyuhyun juga tidak punya uang untuk membeli obat itu sendiri jadi mau tidak mau Kyuhyun harus minta dibelikan Heechul.

"owh baiklah, naiklah..." ucap Heechul sambil menyodorkan punggungnya agar Kyuhyun naik. Kyuhyun hanya diam saja tidak mengerti maksud Heechul.

"naiklah, aku akan membelikanmu obat" ucap Heechul.

"anio hyung aku masih bisa jalan" tolak Kyuhyun.

"apa kau mau berjalan sambil tidur, kaja naiklah jika kau memang ingin membeli obat,aku tidak tahu obatnya jika aku yang membelinya sendiri bagaimana jika salah obat?" ucap Heechul. Kyuhyun pun menuruti Heechul dan naik kepunggung Heechul. Heechul sedikit tersenyum miris mengingat dia tidak ingat kapan terakhir dia menggendong Kyuhyun. Tubuh Kyuhyun terasa ringan untuk Heechul.

"apa aku berat hyung? Turunkan saja aku" ucap Kyuhyun.

"ne kau berat sekali Kyu, " ucap Heechul tetapi tidak berniat menurunkan Kyuhyun.

Kyuhyun pun menikmati momen-momen kebersamaan mereka. Saat kembali dari apotik pun Heechul kembali menggendong Kyuhyun meskipun Kyuhyun menolaknya tetapi Kyuhyun tidak bisa melawan tubuhnya yang memang masih lemas dan lelah. Kyuhyun pun tertidur didalam gendongan Heechul sepanjang jalan menuju rumah mereka. Heechul pun menjadi sedih mengingat kenyataan bahwa disaat sakit seperti ini, Heechul tidak bisa berbuat banyak untuk Kyuhyun. Hanya lewat obat inilah mungkin Heechul dapat membantu Kyuhyun meskipun dia harus membayar mahal untuk satu resep obat itu.

"mianhae Kyu,, hyung masih harus mengumpulkan uang untuk pengobatanmu jadi bertahanlah untuk itu" gumam Heechul pada Kyuhyun yang tidur dipunggung Heechul.

TBC...

Sudah author panjangin dikit ini chingu FFnya...hehehe...

Bagaimana sikap Hae setelah tahu Jesica meninggalkannya?

Bagaimana dengan pekerjaan Leeteuk?

Bagaimana nasib Kyuhyun selanjutnya?

Mianhae author hanya kepikiran nama Jesica untuk ceweknya Hae tetapi gak ada maksud apa-apa kok... gomawo yang udah review dan yang mau baca FF ini... author sudah berusaha memperpanjang ceritanya...hehehe maaf jika banyak typo...