Sengaja, update kilat :3
Wikwikwikwikwik xD soalnya, ada sa - am - ting. Alah, maksudnya Something *-*
'Apan tu?!'
'Mau tau aja lu -_-'
Okeh. Kita baca aja lanjutannya, sebelum saya makin GESrek. Dan, sebelum Boboiboy dkk menjemput saya pakai onta.
So, Enjoy '-'
.
.
.
.
.
#5) Awkward Moment.
Berenang telah usai. Membersihkan diripun sudah beres. Kini, waktunya Fang mengganti pakaiannya di ruang ganti lelaki yang berada dalam kawasan tempat itu.
Semua pintu terlihat tertutup. Yang berartikan, sudah terkunci, dan pasti sudah berisi. Ia melihat sekelilingnya, dan aha! Ada 2 ruang yang terlihat kosong disana. Fang pun memutuskan untuk memasuki salah satunya.
.
.
###
Ying. Ia sedang gelagapan. Panik. Karena ruang ganti wanita sudah penuh. Ia takut jika tidak buru - buru ganti baju, ia akan ditinggal. Baiklah. Mungkin, ini yang harus seorang gadis lakukan. Ganti baju di ruang ganti pria.
Wajahnya, ia berusaha menutupinya oleh handuk yang ia bawa, agar tidak terlalu kelihatan bahwa ia adalah perempuan. Bersyukur, masih terdapat 1 ruang yang kosong disana.
Ying pun mulai masuk. Dan tanpa ia sadari, rok mininya, ia gantung pada sebuah papan yang saling menghalangi, atau menyekat setiap ruang ganti tersebut.
.
.
###
Sudah siap, beres, selesai, Fang pun akhirnya keluar. Pakaiannya sudah rapih. Badannya sudah bersih. Wajahnya sudah tampan. Cool, seperti biasa.
Ia pun bertemu dengan kedua kawannya, yang kebetulan juga sudah berganti pakaian.
"Pfffttt." Gopal berusaha menahan tawa, dan menyikut teman yang berdiri dipinggirnya itu, agar ia juga terikut, atau peka dengan apa yang Gopal kini sedang lihat.
"Hahahahahahahahahahah.." Boboiboy mengerti. Ia pun jadi ngakak sendiri.
Fang terheran melihat tingkah kedua sobatnya yang sudah mulai gila tersebut. Keningnya mengkerut - kerut. Ia kira, mungkin mereka kehabisan obat.
"Fang cantik, cantik, dari hatimuuu..."
Saat Gopal menyanyikan lagu beserta koreo grafinya itu, tanpa diduga, semua lelaki yang sudah beres berganti pakaian, bersamaan keluar dari ruangnya masing - masing.
"Woy semua! Lihat! Personil JKT 48 yang baru! Namun, kakinya berbulu..!" sorak Boboiboy sembari menunjuk ke arah Fang.
"Hahahahahahahahahahah.." semuanya pun menjadi tertawa dibuatnya.
Fang makin tak mengerti.
"Ada apa kalian? Seperti orang gila! Kalian tau?!"
"Liat bawahan lu ko*lok!" Lanjut Boboiboy lagi.
Perlahan, Fang mulai menunduk, menuruti apa yang diperintahkan oleh kawannya itu.
Dan,
O-ow.
Ini awkward moment banget untuk Fang. Ia salah ambil kebawahan tadi.
Waktu bersamaan, seorang gadis pun berteriak, dari salah satu ruangan ganti laki - laki. -Ying-.
"Somplak! Rok aku mana?!" Rewelnya menjerit.
Whut?! Berarti, yang dipake kebawahan Fang ini, adalah...
Roknya? Y - ying!
Njiss, 'Cu co' XD
.
.
.
.
.
#6) Korban Begal.
"Motorku kena begal kemarin.." ucap Boboiboy sejak memasuki kelas, dan menghadap para sahabatnya. Terdengar sangat lirih, sedih, dan sendu dalam kalimatnya. Perlahan, ia menunduk. Menatap nanar sebuah kunci motor cadangan yang ia pegang kini. Tak ada harapan lagi. Benda untuk dikendarainnya pun sudah tidak ada.
"Ya udah sayang ga apa. Pulang nya bareng aku aja.."
"Whut?!"
Pasti. Tubuh Boboiboy menegang langsung. Canggung. Matanya membulat. Dan mungkin, wajahnya mulai memanas. Ia dapat rasakan, kedua tangan yang perlahan memeluk pinggangnya dari belakang. Perkataan yang tadi pertama terucap, Boboiboy bisa mengira, bahwa itu adalah suara, -Fang-.
Berarti, yang meluk ini?...
"Sabar ya sayang. Aku disini ko. Nyaman ya meluk kamu itu.."
"Aaaa! Fang! Lepas - lepas - lepassss!"
Boboiboy berusaha memberontak. Namun, dekapan Fang makin erat.
Gopal dan Ying hanya bisa tertawa geli melihat aksi itu. Sementara Yaya, hanya menggeleng, dan dengan bijak menghentikan aksi gila Fang.
"Ayo Fang, kita ke UKS." Ucap Yaya seraya menyeret lawan yang diajak bicaranya.
"Ya udah deh. Dah Boboiboy, my lovely handsome boyy.. mucc mucc.. muachh. Love you more bebepp." ucap Fang seraya memberi salam 'kiss bye' pada Boboiboy dengan mesranya. Ia pun beranjak pergi.
"Ihh naj*s. Mit amit ya allah.. mimpi apa aku semalam! " berkali - kali, Boboiboy mengetuk kepalanya. Masih tidak percaya, apa yang barusan saja terjadi. Dan berdo'a, bahwa jangan sampai kalau nanti dia nikah sama— ihh.
"Kenapa sih si Fang?!"
"Kau tau? Fang itu, kemarin juga kena begal motor! Terus, tadi pagi, dia dipaksa makan biskuit Yaya sama pemiliknya. Wkwk.. jadinya stress. Gila bener ntu anak xD" lanjut Gopal. Ia pun tak bisa berhentinya tertawa. Sampai, guling - guling di lantai kelas.
"Pantas. Kaya kesambet si Fang tadi itu tau! Kaget sumpah!"
.
.
.
.
.
#7) Anzrit!
"Yaya, nyalain aja lampunya.. Ga apa - apa. Ga bakal pada bangun ko, jamin!" Seru Ying, dengan nada berbisik. Ia meyakinkan Yaya, bahwa apa yang ia ucapkan tadi, memang benar. Kini, dia dan teman sekaribnya itu, akan menjahili ke - 3 kawan mereka yang lainnya. Siapa lagi kalau bukan, Boboiboy, Fang, dan Gopal.
"Baiklah.."
Ckrek!
Berhasil. Saat Yaya menyalakan lampu dalam kamar yang ditiduri ke3 lelaki itu, mereka memang benar - benar tidak bangun. Masih asik dengan dunia mimpinya masing - masing.
Widih, pules bener dong -_-
"Lipstik merah sama bedak taburnya mana tadi?"
"Nih.."
Yaya memberikan 2 alat make up kepada sahabatnya, seraya membantu Ying untuk melancarkan aksi jahil mereka yang sebelumnya sudah direncanakan.
"Baiklah. Ayo kita dandani trio kampret ini.."
Secara perlahan, hati - hati, dan penuh waspada, Ying mulai menaburkan segenggam bedak tabur, pada wajah Gopal. Sesampai, hanya kepalanya saja yang putih dibuatnya. Namun tubuh, masih saja hitam.
"Ying! Lihat wajah si Gopal! Kayak mochi!" Yaya ikut geli setelah mendapati kawan ber ras india itu, didandani oleh Ying, namun tidak telaten. Malah amburadul -_-
"Baiklah, kita tulis sesuatu di kening Gopal, memakai lipstik."
Mochi Gosong.
Seperti itulah. 2 kata yang Ying tulis di atas kepala Gopal. Lebih tepatnya, di keningnya.
"Nah, sekarang si Fang." Sama seperti sebelumnya. Namun, dandanan wajah Fang hanya ditambah goresan lipstik di pipi, dan di kelopak mata. Oh ya, tak lupa juga di di bibirnya.
Selesai, kini tinggal menulis sederet kalimat pendek pada keningnya:
Bencong Paltiga
"Hihihiihihhiihihhihihihi..." Yaya dan Ying membungkam mulut rapat - rapat. Karena, tak tahan melihat Fang setelah didandani mirip -bencong mungkin-. XD
"Biar aku yang dandani Boboiboy!" Seru Yaya.
"Baiklah, nih.."
Gadis berkerudung itu, mulai menggoreskan lipstik merahnya pada kening Boboiboy. Ia ingin menulis:
Superhero asalole asik asik oy!
Mungkin sangat panjang. Tapi kocak. XD
"Siap - siap Yaya, nanti pagi, rumahmu pasti ramai oleh jeritan massa!"
"Haha! Tidak apa Ying. Ayo kita pergi dari sini.."
Beruntung, Boboiboy dan yang lainnya memilih tidur di rumah Yaya malam minggu ini. Rumahnya yang terletak di ujung perumahan, membuat aman, jika ada yang berteriak, mungkin akan sulit didengarkan masyarakat.
.
.
###
Pagi yang cerah, indah. Cahaya pun mulai memasuki sela - sela ventilasi kamar, membuat ke 3 insan pemuda ini, terbangun secara bersamaan.
"Hoaaahh..."
Awalnya, mereka tidak sadar dengan wajah yang sudah amburadul.
Namun, akibat penyimpanan cermin yang saling bersebrangan dengan kasur, membuat setiap orang, jika bangun, pasti akan melihat pantulan dirinya pada benda tersebut.
Seperti Boboiboy, Gopal, Fang.
"Anzriiiiiiitttttttttt muka gua kenapa ancur begini!" Teriak mereka bersamaan.
.
.
.
.
.
#8) Pantun Sarap.
"Kita main pantun sarap yu."
"Ayuk!"
Semua, serempak mengikuti apa pendapat yang baru saja Yaya ucapkan. Menurut Boboiboy, Fang, Gopal, dan Ying, mungkin seru juga memainkan permainan itu, di keadaan kelas yang sedang tak ada guru ini.
"Oke, baiklah. Fang buatkan pantun untuk Ying. Aku buatkan pantun untuk Yaya. Gopal buatkan pantun untuk Fang, Yaya buatkan pantun untukku, dan Ying buatkan pantun untuk Gopal.. siap?"
Jelas Boboiboy.
"Siiipp..."
.
.
###
"Sudah?" Tanya Gopal.
Semuanya kompak menjawab, "Sudah."
"Baiklah, dimulai dari Boboiboy."
Lelaki yang ditunjuk, mulai berdiri dari kursinya, dan membacakan pantun karyanya, yang dikatakan untuk Yaya. Sang gadis pujaan hati. #plakk.
"1 titik, 2 koma,
Yaya cantik, Boboiboy yang punya."
"Anzrit, Ke - PD an! Wkwkwkwkwkwkwkwk..." bukan malah memberikan tepuk tangan, namun hanya sorak bully- yan yang dilempar oleh Fang, Gopal, dan Ying pada lelaki bertopi jingga itu. Bagaimana tidak? Enteng sekali Boboiboy mengucapkan deretan kalimat - kalimat tadi.
Sang gadis, -Yaya-, hanya bisa tertawa kecil setelah mendengar pernyataan pantun yang ditujukan padanya tersebut. "Hihihi.." ia cukup tersipu malu.
Karena mereka duduk secara melingkar, jadi yang disebelah kanan Boboiboy lah, yang menjadi urutan kedua.
Yaitu, -Fang-.
"Burung jelatik makan sekoteng.
Cocok bila dicampur pake selasih.
Ying cantik, Fang ganteng.
Cocok bila jadi sepasang kekasih."
Plak!
"Lu juga Ke - PD an Pe' A'!" Satu jitakan keras, mendarat tepat di atas kepala lelaki berambut acak itu. Boboiboy melakukannya, karena ia rasa, hal yang tengah dirasakan dirinya itu sama seperti Fang kini.
"Apa kau bilang Koplo—?!"
"Sudah! Jangan ribut! Sekarang giliran aku yaa.." sang gadis berkerudung pink menyentak, berhasil menghentikan aksi Fang yang baru saja akan memberontak. Untung saja Yaya dengan cepatnya, langsung mebengkam mulut pria tersebut.
"Makan sekoteng pake topi koboi.
Super hero ganteng, ya Boboiboy."
"Acieeeeeeeeeee..." yang lain bersorak ria.
Disitu, Boboiboy hanya bisa menunduk, sehabis mendengar pantun yang Yaya buat, dan memang ditujukan untuk dirinya. Ia berusaha menutupi wajah yang mulai memerah itu.
Plak!
Kini, giliran Fang menjitak kepala Boboiboy.
"Acie, super hero ganteng, tapi BEloonya minta ampunn..." ucapnya dengan menyikut kawannya itu. Terdengar mengejek dalam setiap katanya.
"Apa kau bilang?!"
"Oy! Sekarang, aku pula!"
Lagi - lagi, pertengkaran macan sama kucing garong harus terhenti. Disaat, Ying mengepis celah - celah permusuhan yang akan muncul diantara mereka.
Kini, memang giliran gadis itu.
"Kelapa sabut, sudah berbulu.
Gopal gendut, tapi lucuuuu."
Pantun Ying, yang diakhiri dengan mencubit gemas kedua pipi Gopal, dan lelaki yang dikatakan memang kocak tersebut, spontan memeluk gadis yang baru memujinya itu.
"Terima kasih Ying. Terima kasih. Akhirnya ada yang sadar juga, bahwa wajahku memang lucu.."
"Oy! Gopal! Mau berhenti?! Atau pulang - pulang mau bawa satu tangan doang?!" Seru Fang geram. Hatinya memanas. Bayangan hitam pun sudah menyelubungi dirinya. Kedua tangan mulai mengepal. Inilah sisi jahannam Fang. Wuhahahahahahahah.
" Suka - suka Gopal dong Fang.. wlee. Hihihihihi..."
JLEB!
Walau memang pasti bercanda, namun perkataan Ying tadi, berhasil membuat bayangan satu panahan yang ceritanya menusuk hati Fang saat ini. Sakiiitt sekaliiii.
"Ouuu..."
Melihat ekspresi wajah Fang yang cemberut, gadis yang baru saja menjahilinya tersebut, angkat bicara lagi.
Posisi badannya merukuk, lalu tangan kanannya mengusap lembut rambut lelaki didepannya itu. Kemudian berucap, seraya dengan senyuman manisnya,
"Bercanda koo.."
Disitu, tubuh Fang menegang. Matanya mendadak membulat sempurna. Jantung berdebar tidak karuan. Dan mungkin, kulitnya sudah berubah putih pucat kini.
'Tuhan! Mimpi apa aku semalam! Perasaan cuman mimpi ketiban karung beras. Tapi, bidadari sudah ada di depan mata!' Teriaknya dalam hati.
.
.
###
Terakhir, giliran, Gopal.
"Buah limau. Buah semangka. Buah mengkudu. Buah sirsak.
Si Fang cocok mangkal di Pal tiga."
"Apa lu bilang sengklekkk!"
"Kaburrrrrrrrrrrrrrr"
.
.
.
.
.
Kyaaa :3
First, saya ucapkan terima kasih banyak atas reviews para readers yaak :3
Sangat bersyukur sekali, jika kalian dapat tertawa setelah membaca ff gua :3
So, i'm feel so sorry, if you not be laugh, after read this story.
Maafkan jika garing yakkk :v
Mungkin ini bakal ada lanjutannya, namun bakal ngaret updatenya :'v huu huu huu
TAPI, MUNGKIN yakk xD
oke, see yaaa~
#kaboooooorrrrrrrrr
#Digaplok Daun Pisang.
