Title: Its okay, hyungie
Rate: T
Gendre: Brothership/ family
Cast: Leeteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun
Chapter: 11
Brothership Leteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun/ its okay, hyungie/ sesuatu seperti ini dapat diubah, hubungan kita tidak bisa seperti ini selamanya hyung/ DENGARKAN AKU!/
Selanjutnya...
Heechul pun menemani Kyuhyun yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh dokter. Setelah beberapa saat diperiksa, dokter tersebut pun menyusruh keduanya untuk duduk. Dokter tersebut meletakkan kacamata yang dia kenakan tadi.
"sejak kapan anda mengetahui jika anda menderita gagal ginjal?" tanya Dokter tersebut.
"kira-kira sudah 1 bulan yang lalu..." jawab Kyuhyun.
Heechul hanya diam mendengar jawaban Kyuhyun, dia bahkan baru tahu penyakit yang diderita Kyuhyun beberapa waktu yang lalu.
"darimana anda mendapatkan hasil pemeriksaan itu?" tanya Dokter tersebut.
"ah itu..." Kyuhyun sedikit ragu untuk melanjutkan kalimatnya.
"waktu diadakan tes di kampus saya dok, memang selalu ada tes kesehatan tiap tahunnya jadi seluruh siswa wajib untuk mengikutinya" jawab Kyuhyun. dokter tersebut hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"ahhh, apa anda tahu penyakit seperti apa gagal ginjal itu?" tanya dokter tersebut.
"saya tahu dokter..." jawab Kyuhyun.
"anio, jelaskan padaku dokter" jawab Heechul. Dokter tersebut tersenyum dengan sikap Heechul yang ingin tahu.
"gagal ginjal adalah kerusakan sistem kerja hati, dalam kasus tuan Park Kyuhyun ini ginjal yang mengalami kerusakan memang belum terlalu parah dan mungkin anda sudah meminum obat untuk memeperlambat kerusakannya jadi saya juga akan memberikan resep obat untuk memperlambat kerusakannya. Selain itu anda juga harus melakukan secara rutin untuk mengetahui proses penyembuhan penyakit anda karena dikhawatirkan penyakit itu akan semakin parah dan membutuhkan trnasplantasi ginjal" ucap Dokter tersebut.
"apa obat itu harus diminum setiap hari dokter?" tanya Kyuhyun.
"ne, setiap hari jika anda tidak meminumnya sehari saja maka kerusakannya mungkin akan semakin parah jadi sebisa mungkin anda harus meminumnya selama menjalani pengobatan " ucap Dokter tersebut.
Raut wajah Kyuhyun berubah menjadi sedih saat mendengar penjelasan dokter tersebut. Selain dia sangat muak jika harus meminum obat, dia juga sedang memikirkan biaya yang akan dikeluarkan hyungdeulnya untuk membeli obatnya mengingat harga obat yang sangat mahal hanya untuk beberapa hari.
Setelah mendengarkan nasehat dokter tersebut, Heechul dan Kyuhyun pun menuju ke apotik didekat rumah sakit tersebut untuk membeli obat.
Saat perjalanan pulang, Kyuhyun mengajak Heechul untuk pulang dengan naik bus daripada naik taxi karena dia tidak enak saat tahu jika obat yang dibelikan hyungnya untuk dirinya begitu mahal.
"hyung, apa kau masih punya uang?" tanya Kyuhyun saat mereka sudah berada didalam bus.
"punya, apa kau ingin membeli makanan Kyu?" jawab Heechul.
"anio... aku sedang tidak ingin apapun hyung" ucap Kyuhyun.
"kenapa, apa kau merasa tidak enak badan?" tanya Heechul yang berubah seperti Leeteuk disaat seperti ini.
Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya sambil memandang keluar jendela bus.
Heechul menatap Kyuhyun dengan sedih lalu mengacak rambuk Kyuhyun dengan gemas. Kyuhyun hanya diam saja menerima perlakuan hyungnya itu. Kyuhyun begitu terpikul dengan apa yang dokter bicarakan tadi. Bagaimana mungkin mereka bisa menjalani hidup jiak seluruh uang yang dihasilkan hyungnya harus habis untuk membelikan dia obat. Heechul terus memandang Kyuhyun, dia begitu kasihan pada maknaenya itu. melihat Kyuhyun yang seperti itu membuat Heechul menjadi ingin dan semakin ingin melindungi Kyuhyun dan menyyanginya.
Sesampainya dirumah, Kyuhyun langsung pergi kedalam kamarnya mendahului Heechul.
"apa kau ingin hyung masakkan sesuatu Kyu?" teriak Heechul.
Kyuhyun tidak merespon ucapan Heechul. Heechul pun menyusul Kyuhyun untuk masuk kedalam kamar.
"kau ingin makan apa malam ini Kyu?" tanya Heechul lembut.
"terserah padamu hyung, aku capek... aku ingin istirahat" ucap Kyuhyun.
"arraseo, tidurlah" ucap Heechul yang kemudian beranjak keluar kamar yang sebelumnya sudah merapikan selimut Kyuhyun agar Kyuhyun lebih nyaman untuk istirahat.
Tanpa sadar Kyuhyun meneteskan airmatanya setelah Heechul menutup pintu kamar tersebut. Kyuhyun pun menarik selimutnya sampai menutupi seluruh kepalanya.
"eommaaaaaa..." lirih Kyuhyun. Disaat seperti ini, dia hanya ingin melupakan apa yang terjadi hari ini dan dia ingin tidur serta berharap setelah bangun nanti semua ini hanyalah mimpi buruk unruknya.
Diluar kamar, Heechul pun memilih duduk disofa didepan TV. Dia terus menerus memindah chanel TV yang ada tanpa berniat untuk melihatnya sedikitpun. Saat ini pikirannya hanya terfokus pada Kyuhyun dan cara untuk membantu pengobatan adiknya.
"aishhhhh..." Heechul mematikan TV. Dia pun beranjak menuju kekamarnya untuk melihat Kyuhyun. Setelah itu Heechul pun pergi menuju tempatnya bekerja.
Dikampus, Donghae sedang berjalan menuju kekantin bersama Eunhyuk saat tiba-tiba seseorang berdiri didepannya.
"ahhh, jadi ini dia Park Donghae? Apa hebatnya dia?" ucap namja didepan Donghae tersebut sambil berkata sinis.
"apa kalian punya masalah denganku?" tanya donghae yang tidak mengerti dengan sikap namja didepannya.
"kau sudah jatuh miskin tetapi nada bicaramu masih sangat sombong sekali ya" ucap namja itu lagi.
"ya! Siapa kau berani-beraninya berbicara seperti itu pada Donghae?" ucap Eunhyuk.
"mwo?kau tidak tahu aku? Aku Kwon Jiyong... kau mau menantangku eoh?" teriak Jiyong sambil mendorong tubuh Eunhyuk. Eunhyuk yang jauh lebih kurus daripada Jiyong pun jatuh kelanjtai. Melihat sahabatnya diperlakukan seperti itu membuat Donghae menjadi marah.
"Ya! Apa yang kau lakukan padanya?" ucap Donghae.
"hahaha, urusanku memang bukan dengan dia tetapi denganmu Park Donghae" ucap Jiyong.
"memangnya aku membuat masalah apa?" tanya Donghae polos.
"kau masih berpura-pura tidak tahu eoh?" Jiyong pun tanpa basa-basi langsung memukul Donghae yang menyebabkan Donghae terjatuh dan sudut bibirnya berdarah.
Eunhyuk yang melihat hal itu pun berusaha membantu Donghae namun dua orang teman Jiyong menahan Eunhyuk sehingga dia tidak dapat bergerak dan membantu Donghae. Jiyong pun segera memukuli Donghae namun Donghae yang memang tidak bisa berkelahi hanya pasrah saja menerima perlakuan Jiyong yang sedang emosi dan bahkan Donghae tidak tahu apa yang menjadi alsan Jiyong memukulinya. Dari sisi yang lain muncullah sosok wanita yang berusaha menghentikan aksi Jiyong yang memukuli Donghae.
"Hentikan Kwon Jiyong! Hentikan kataku..." ucap wanita itu sambil memgang tangan Jiyong agar dia berhenti memukuli Donghae.
"anio, dia pantas mendapatkannya karena berani menipumu Sica..." ucap Jiyong.
Donghae yang berbaring diatas lantai hanya bisa meringkuk menahan sakit sambil berusaha mendengarkan pembicaraan Jiyong dan Sica.
"sudah hentikan... jangan mengurus laki-laki ini" ucap Sica sambil terus menahan tangan Jiyong. Jiyong pun melangkah mendekati Donghae yang masih berusaha menahan sakitnya.
"aku tidak tahu apa motifmu mendekati Sica tetapi aku sangat marah jika kau menipu Sica hanya karena dulu kau pernah dekat dengannya" ucap Jiyong.
"mwo? me... nipu?" ucap Donghae terbata-bata.
"seharusnya kau malu sebagai laki-laki yang sudah tidak punya harta apapun meminta kembali uangnya yang sudah diberikan kepada wanita yang dulu didekatinya... apa kau pantas disebut laki-laki?" ucap Jiyong dan kemudian pergi sambil menggandeng Sica.
"Mwo? argggghhhh..." Donghae merasa sangat kesakitan akibat pukulan yang diterimanya. Eunhyuk langsung menghampiri Donghae yang tergeletak dilantai.
Sica sesekali melirik memandang Donghae yang sedang kesakitan. Mungkin Sica merasa iba dan bersalah pada Donghae.
"Hae, apa yang dia lakukan padamu? Apa maksudnya menipu?" ucap Eunhyuk.
"ahhh molla..." ucap Donghae sambil berusaha bangkit dibantu dengan Eunhyuk.
Dikantor, Leeteuk sedang menemui kepala cabang perusahaannya. Leeteuk begitu terkejut saat kepala yang dia temui adalah tuan Choi yang sudah merebut perusahaan appanya.
"lama tidak bertemu, anak muda...hahahahaha... apa kabarmu baik?" tanya tuan Choi setengah mengejek.
"ne tuan, senang bertemu anda kembali" ucap Leeteuk sedikit menahan kesal karena ejekan orang tersebut.
"ahhhh, kau harus memulainya dari bawah lagi nde? Sangat disayangkan sekali ya, anak yang berbakat sepertimu harus kehilangan semuanya diusia muda..." ucap tuan Choi meremehkan Leeteuk.
"anio, aku tidak kehilangan semuanya.. hal yang aku lakukan sudah tepat dan aku merasa puas dengan apa yang aku lakukan" ucap Leeteuk.
"apa kau masih berusaha sombong padaku, eoh? Huh... tetapi aku tidak akan memecatmu hanya karena ini... suatu hari nanti kau akan berterima kasih padaku, anak muda" ucap tuan Choi.
"khamsahamnida tuan atas kepercayaan anda" ucap Leeteuk dengan sedikit kesal.
Dibar, Heechul sedang bekerja namun dia tidak sengaja memecahkan gelas saat dia membersihkannya.
"ahh, mianhae Hongki,," ucap Heechul menyesal karena sudah memecahkan gelas.
"gwaenchana Heechul-ah... apa kau sedang ada masalah? Aku lihat kau tidak konsen bekerja hari ini.." tanya Hongki.
"anio, tidak ada apa-apa kok.." ucap Heechul.
"jinjayo? Kau bisa cerita padaku jika ada masalah.." ucap Hongki.
"ne, gomawo Hongki... mungkin belum saatnya aku cerita padamu.." ucap Heechul.
"ne, arraseo... lanjutkan kerjamu" ucap Hongki. Heechul pun melanjutkan pekerjaannya. Pikirannya yang tidak fokus membuatnya menjadi melakukan kesalahan saat dia bekerja.
Tanpa terasa hari sudah semakin sore, Kyuhyun pun memutuskan untuk mandi dan duduk disofa sambil menunggu hyung-hyungnya pulang.
Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 namun ketiga hyungnya tidak ada yang pulang.
"kemana sih hyungdeul? Kenapa mereka lama sekali?" batin Kyuhyun.
Tiba-tiba pintu pun terbuka dan menampilkan sosok Leeteuk yang masuk dengan membawa barang belanjaan.
"Leeteuk hyung? Sini hyung biar aku bawakan" ucap Kyuhyun sambil mengambil barang yang dibawa Leeteuk.
"wahhh, ada apa denganmu hari ini Kyu? Tidak biasanya kau seperti ini" ucap Leeteuk.
"aku kesepian hyung, kalian lama sekali tidak datang-datang" ucap Kyuhyun.
"jinja? Aigoooo... kasihan sekali uri dongsaeng yang satu ini..." ucap Leeteuk sambil mengacak-acak rambut Kyuhyun.
"ahhhh hyungie..." Kyuhyun berucap sambil memeluk Leeteuk manja.
"duduklah, hyung akan membuat makan malam dulu" ucap Leeteuk. Kyuhyun pun duduk dikursi meja makan sambil melihat Leeteuk yang sedang membuat makan malam.
"bagaimana hasil periksa tadi Kyu?" tanya Leeteuk.
"gwaenchana hyung... aku kan anak yang kuat... kau tidak perlu khawatir hyung" ucap Kyuhyun sambil bemain PS ditangannya.
"jinja? Baguslah kalau begitu tetapi kau harus minum obatmu kan?" tanya Leeteuk.
"anio, aku tidak perlu minum obat hyung..." ucap Kyuhyun.
"begitukah?" tanya Leeteuk.
"ne hyung, karena penyakitku tidak terlalu serius dan akan sembuh" ucap Kyuhyun.
"ohh begitu, tetapi tadi Heechul bilang padaku jika kau harus meminum obat setiap hari" ucap Leeteuk dengan enteng karena sebelumnya dia sudah menelpon Heechul tentang kondisi Kyuhyun yang sebenarnya. Leeteuk begitu yakin jika Kyuhyun akan menyembunyikan lagi hal-hal yang penting darinya.
"aishhh, Heechul hyung benar-benar..." ucap Kyuhyun.
"hahahahaha... apa kau benar-benar akan berbohong seperti itu jika seandainya aku benar-benar tidak tahu hal ini dari Heechul?" tanya Leeteuk.
"mollayo... itu bisa saja terjadi jika kau mudah tertipu hyung.." ucap Kyuhyun.
"kau memang pintar bersilat lidah Kyu, aku tidak akan mudah percaya padamu lagi.." ucap Leeteuk.
"mwo? hyung, kau harus percaya padaku.. cukup Heechul hyung saja yang tidak percaya padaku.
"hahahaha,... arraseo..." ucap Leeteuk.
Donghae berjalan menuju rumahnya dengan perlahan-lahan. Sakit akubat pukulan dari Jiyong benar-benar membuat Donghae mati-matian menahan sakit karena dia benar-benar tidak bisa jika harus menahan sakit walaupun hanya luka kecil.
Tanpa disadari, Heechul pun menepuk pundak Donghae.
"HAE-ya!" panggil Heechul sambil merangkul pundak Donghae. Donghae begitu terkejut dengan kehadiran Heechul yang tiba-tiba.
"owh Heechul hyung, kau dari mana?" tanya Donghae sambil berusaha menyembunyikan wajahnya.
"bekerjalah Hae, aku baru pulang bekerja.." ucap Heechul.
"oh ne..."
"tunggu Hae, kenapa dengan wajahmu eoh?" ucap heechul sambil menahan tangan Donghae yang berusaha menutupi lukanya.
"ya... ya... ya... siapa yang melakukan ini padamu?" tanya Heechul.
"anio hyung, aku tadi terjatuh saat bermain bola.." elak Donghae.
"Hae-ya... kau itu tidak pandai berbohong... siapa yang berani melakukan ini padamu?" tanya Heechul lagi.
"sudahlah hyung, aku lelah.." ucap Donghae sambil berlalu.
Heechul segera menyeret Donghae untuk segera pulang. Donghae berusaha menolak saat tarikan Heechul terasa menyakitkan untuk tubuhnya yang memang sedang terluka.
"hyung appo..." ucap Donghae yang berjalan mengikuti langkah cepat Heechul. Heechul tetap menarik tangan Donghae. Heechul hanya diam saja dan tidak luluh dengan rengekan tersebut. Bahkan langkah Heechul semakin cepat.
Sesampainya dirumah, Heechul segera menerik Donghae untuk masuk dan membanting pintu tersebut.
BRAK!
Bantingan tersebut membuat Kyuhyun dan Leeteuk yang sedang ada dirumah menjadi terkejut. Heechul pun mendorong Donghae sehingga Donghae terjatuh kelantai.
"arghh..." rintih Donghae yang mendapat perlakuan kasar dari Heechul.
"sejak kapan kau mulai senang berkelahi?" tanya Heechul setengah berteriak.
Leeteuk dan Kyuhyun yang ada didapur menjadi saling berpandangan kemudian berjalan kearah pintu masuk.
"kau berkelahi kan Hae? Dan kau sekarang mencoba untuk mengelak dari pertanyaanku kan? Apa itu yang pernah hyung ajarkan padamu? Apa kau ingin menjadi jagoan dengan berkelahi seperti itu?" ucap Heechul penuh emosi.
"ya, ada apa ini?... Ommo Hae-ya? Ada apa dengan wajahmu?" ucap Leeteuk yang segera menghampiri Donghae yang masih terduduk dilantai.
"Heechul hyung?" Kyuhyun memandang Heechul yang memarahi Donghae.
"Hae, ada apa denganmu? Apa kau berkelahi?" tanya Leeteuk dengan lembut.
"itu sudah pasti hyung, lihat saja wajahnya" uca Heechul.
"hyung, biarkan Hae hyung bicara dulu" sela Kyuhyun.
"jelaskan apa yang terjadi Hae..." pinta Leeteuk lagi.
"molla hyung... aku tidak tahu.. hiks..." Donghae enggan menjelaskan apa yang dialaminya kepada hyungdeulnya. Begitu sakit hatinya saat ini melebihi luka-luka yang dia dapat.
"polos dan lemah, itulah kau Hae.." ucap Heechul.
"ne hyung, kau benar... aku memang bodoh dan tidak bisa apa-apa" ucap donghae.
"sudah... sudah, nanti saja kau jelaskan semua ini pada kami Hae, sekarang kita obati dulu lukamu." Ucap Leeteuk sambil memapah Donghae menuju kesofa.
Heechul pun lebih dulu berlalu menuju kekamarnya meninggalkan yang lainnya.
Donghae hanya menatap sedih hyungnya itu dengan mata yang sudah basah oleh air mata.
TBC...
Ahhh, author tidak tahu harus menulis seperti apa... hehehehe jika semakin jelek alurnya, maafkan saja ya... dibaca sajalah...hehehehe ^^ ... makaci buat yang masih menunggu next chapternya...
