Title: Its okay, hyungie
Rate: T
Gendre: Brothership/ family
Cast: Leeteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun
Chapter: 12
Brothership Leteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun/ its okay, hyungie/ sesuatu seperti ini dapat diubah, hubungan kita tidak bisa seperti ini selamanya hyung/ DENGARKAN AKU!/
"polos dan lemah, itulah kau Hae.." ucap Heechul.
"ne hyung, kau benar... aku memang bodoh dan tidak bisa apa-apa" ucap donghae.
"sudah... sudah, nanti saja kau jelaskan semua ini pada kami Hae, sekarang kita obati dulu lukamu." Ucap Leeteuk sambil memapah Donghae menuju kesofa.
Heechul pun lebih dulu berlalu menuju kekamarnya meninggalkan yang lainnya.
Donghae hanya menatap sedih hyungnya itu dengan mata yang sudah basah oleh air mata.
Selanjutnya...
Leeteuk sedang sibuk mengobati luka-luka Donghae yang memang lumayan parah. Sedangkan Heechul masih setia berada didalam kamarnya. Heechul benar-benar menyesali setiap sikap dan ucapannya pada Donghae. Dia hanya ingin agar Donghae dapat lebih kuat dalam menghadapi semua masalah yang terjadi dalam hidup ini.
"hyung?" panggil Kyuhyun yang tadi masuk untuk menyusul Heechul.
"hmmm..." Heechul hanya bergumam untuk menyahuti panggilan Kyuhyun.
"gwaenchana?" tanya Kyuhyun.
Namun Heechul hanya diam saja tidak mau menanggapi ucapan Kyuhyun. Kyuhyun pun tidak lagi melanjutkan ucapannya. Mereka berdua pun hanya diam saja tanpa ada yang mau untuk membuka pembicaraan. Tiba-tiba pintu kamar Kyuhyun dan Heechul terbuka menampilkan sosok hyung tertua mereka.
"Kyu?" Leeteuk berucap sambil memberikan kode agar Kyuhyun meninggalkan Leeteuk berdua dengan Heechul. Kyuhyun yang memahami hal tersebut pun segera keluar untuk memberikan kebebasan kepada kedua hyungnya untuk berbicara.
Setelah Kyuhyun keluar dari kamar tersebut, Leeteuk pun mendekati Heechul.
"Heechul-ah..." panggil Leeteuk.
"arraseo!... arraseo hyung... aku yang salah.." ucap Heechul yang menyadari apa yang akan Leeteuk katakan.
Leeteuk sedikit terkejut dengan sikap Heechul yang sedikit uring-uringan.
"ada apa denganmu? Apa kau ada masalah yang membuatmu seperti itu pada Donghae?" tanya Leeteuk.
"dia sudah pantas menerimanya hyung karena dia mencoba menyembunyikannya dariku jika aku tidak mengetahui luka-luka itu" ucap Heechul sedikit emosi dan kecewa.
"apa hanya karena masalah itu?" tanya Leeteuk lagi yang masih mencoba bersikap lembut.
"aku sangat benci kebohongan hyung, bahkan mengenai masalah penyakit Kyuhyun. jika bukan dia yang meminta pasti aku sudah bilang padamu lebih dulu mengenai penyakit itu"
"apa kau tertekan dengan masalah Kyuhyunie?" tanya Leeteuk lagi.
Heechul pun hanya diam saja.
"arraseo Heechul-ah, aku memahami perasaanmu. Bahkan tadi Kyuhyun juga masih berusaha terlihat baik-baik saja dan dia juga sepertinya akan berbohong lagi jika saja kau tidak menelponku dan melaporkan mengenai kondisi Kyuhyun yang sebenarnya" ucap Leeteuk yang juga kecewa.
"apa dikeluarga kita semua memang suka berbohong hyung?" tanya Heechul.
"apa maksudmu Heechul-ah?" tanya Leeteuk.
"kau... kau juga berbohong kan pada kami semua?" tanya Heechul.
"mwo? berbohong tentang apa?" tanya Leeteuk.
"sudahlah hyung, kau dan Donghae itu sama-sama tidak bisa berbohong dan menyembunyikan sesuatu" ucap Heechul. Leeteuk masih tidak mengerti dengan apa yang Heechul maksudkan.
"sejak awal, kau bekerja diperusahaan appa kan?" tanya Heechul.
Leeteuk sedikit terkejut dengan apa yang diucapkan Heechul.
"kau tidak perlu terkejut seperti itu hyung, aku sudah tahu hal itu sejak kita pindah ketempat ini" ucap Heechul.
"huh...!" Heechul menghembuskan napasnya dengan kencang.
"aku memang tidak tahu apa alasanmu bekerja disana dan memulai dari bawah lagi tetapi apa kau tidak tahu malu hyung? Apa kau tidak sakit hati pada Choi Jongkook? Apa kau tidak ingat sikap yang sudah dia perbuat pada appa dan eomma?" ucap Heechul geram.
"hentikan Heechul-ah, hentikan ucapanmu" ucap Leeteuk.
"wae? Apa kau ingin bekerja dibawah orang seperti dia? Apa kau ingin bekerja dibawah orang yang membuat appa dan eomma pergi?" tanya Heechul lagi.
"cukup! Dengarkan aku bicara!" ucap Leeteuk.
"semua ini aku lakukan untuk appa dan eomma.. kau tahu, para pemegang saham saat ini sedang melirik kinerjaku sebagai pegawai meskipun mereka tahu jika dulu aku adalah pemiliknya" ucap Leeteuk memulai penjelasannya.
"bahkan pak Kim masih setia mendampingiku dan berusaha agar aku bisa merebut kembali perusahaan kita, hanya dengan cara ini aku bisa memantau perkembangan perusahaan kita dan aku akan mencari cara agar perusahaan appa kembali ketangan kita" ucap Leeteuk lagi.
"apa kau sudah menemukan caranya hyung?" tanya Heechul.
"sedikit demi sedikit Heechul-ah... maka dari itu bersabarlah dengan keadaan kita yang seperti sekarang ini dan jadilah hyung yang baik untuk Donghae dan Kyuhyun. bukan hanya kau yang tertekan tetapi kita semua juga tertekan jadi cobalah mengendalikan emosimu" ucap Leeteuk.
"ne hyung, arraseo... tetapi aku sedikit khawatir dengan rencanamu itu hyung" ucap Heechul.
"tenang saja, percayalah padaku dan pak Kim... kau jaga saja Donghae dan Kyuhyun.." ucap Leeteuk menenangkan Heechul.
"ne hyung..."ucap Heechul.
"minta maaflah pada Donghae, dia pasti sangat terkejut dengan sikapmu padanya tadi" perintah Leeteuk.
Diruang tengah, Kyuhyun sibuk merajuk pada Donghae agar dia diperkenankan untuk mengobati luka Donghae namun Donghae menolaknya sehingga terjadilah sedikit keributan diantara Donghae dan Kyuhyun.
"HYUNG... ayolah, kita obati lukamu" ucap Kyuhyun.
"anio! Menjauhlah dariku!" bentak Donghae.
Kyuhyun pun menghentikan kegiatannya dan memandang Donghae dengan tatapan sebal.
"geurae! Geurae! Aku tidak akan memaksamu lagi hyung" ucap Kyuhyun.
Heechul pun duduk didekat Donghae dan mengambil obat yang ada ditangan Kyuhyun. Donghae pun hanya memperhatikan setiap sikap Heechul. Saat Heechul akan mengobati luka pada wajah Donghae, Donghae sedikit menjauhkan badannya kebelakang dan membuat Heechul menghentikan kegiatannya.
"wae? Kenapa kau menjauh?" tanya Heechul dengan memandang wajah Donghae yang tertunduk takut.
"..." tidak ada jawaban dari Donghae.
Heechul pun menarik tangan Donghae dan mulai mengobati luka Donghae dengan hati-hati. Tidak ada perlawanan dari Donghae, dia hanya memejamkan matanya menahan rasa sakit akibat obat yang mengenai lukanya.
"mianhae..." ucap Heechul
Donghae pun membuka matanya namun dia masih enggan untuk memandang Heechul.
"maafkan hyung, Hae..." ucap Heechul tulus. Namun Donghae masih diam dan tidak berniat menjawab permintaan maaf Heechul. Kyuhyun yang merasa jika Heechul dan Donghae perlu waktu untuk berbicara berdua pun akhirnya meninggalkan kedua hyungnya.
"apa kau marah padaku Hae?" tanya Heechul yang merasa diacuhkan oleh Donghae.
Tiba-tiba setetes air jatuh diatas tangan Donghae yang sedang diobati oleh Heechul. Hechul pun memandang Donghae yang ternyata sudah menangis terisak.
"waeyo? apa lukanya sangat sakit? Apa aku menyakitimu?" tanya Heechul sambil menghentikan kegiatannya mengobati Donghae.
Donghae hanya menggelengkan kepalanya dan terus saja menangis. Heechul yang tidak tega melihat dongsaengnya yang seperti itu pun memeluk Donghae. Donghae pun menangis sejadi-jadinya dipundak hyungnya.
Heechul pun sebenarnya bingung harus bersikap seperti apa pada Donghae yang sedang menangis seperti ini. Dia hanya berusaha menenangkan Donghae dan terus menepuk punggung Donghae agar dia lebih tenang.
Kyuhyun dan Leeteuk pun hanya bisa melihat dari balik tembok dan tidak berniat untuk mengganggu mereka berdua.
"apa kau sudah merasa lebih tenang Hae?" tanya Heechul setelah beberapa saat Donghae sudah terlihat tidak menangis lagi.
Donghae pun hanya menganggukkan kepalanya.
"apa kau mau memaafkanku?" tanya Heechul lagi.
Donghae pun kembali mengangguk sebagai jawabannya.
"ahhhhh geurae, gomawo saeng.." Heechul pun merasa lebih baik saat Donghae mau memaafkannya. Heechul pun kemudian kembali mengobati luka Donghae yang berada diwajahnya.
"hyung..." panggil Donghae.
"ne?"
"mianhae" ucap Donghae.
"waeyo? Kenapa kau minta maaf?" tanya Heechul yang tidak tahu maksud dari ucapan Donghae.
"aku tidak bisa menceritakan darimana luka ini berasal, mianhae hyung" ucap Donghae.
"arra... arraseo Hae, gwaenchana.." ucap Heechul. Donghae pun merasa senang dengan tanggapan Heechul. Donghae memang tidak bisa menceritakan kejadian yang sesungguhnya karena dia pun tidak mengerti kenapa harus dia yang mendapat pukulan itu.
Sejak saat itu, Donghae pun enggan untuk mendekati Sica dan lebih memilih menghabiskan hari-harinya bersama Eunhyuk dan tidak memikirkan wanita. Donghae sadar jika tidak ada wanita yang benar-benar tulus mendekatinya, seperti kata Kyuhyun padanya dulu.
Tiba-tiba handphone Leeteuk berdering manandakan ada panggilan masuk dari seseorang. Leeteuk pun pergi menjauh dari Kyuhyun yang memang ada disebelahnya. Selama Leeteuk menerima telepon, Kyuhyun pun memasang wajah curiga terhadap Leeteuk karena ekspresi Leeteuk yang berubah serius.
"telepon dari siapa hyung?" tanya Kyuhyun.
"eh? Ehmmm... dari klien Kyu, ada perubahan jadwal pertemuan besok" ucap Leeteuk bohong.
"benarkah?" tanya Kyuhyun yang masih tidak puas dengan jawaban Leeteuk.
"ne, memangnya kenapa Kyu?" Leeteuk balik bertanya.
"anio, tidak apa-apa kok hyung"
"tidurlah, bukankah besok kau harus kuliah" ucap Leeteuk.
"ne hyung, arraseo" jawab Kyuhyun.
Kyuhyun pun menuju kedalam kamarnya tanpa protes sedikitpun.
Leeteuk pun menemui Heechul dan Donghae dan menyuruh mereka berdua istirahat juga, karena jam yang memang sudah menunjukkan pukul 23.00. Setelah memastikan semua dongsaengnya beristirahat, Leeteuk pun pergi kekamarnya dan mencoba untuk tidur.
Leeteuk terus berusaha untuk memejamkan matanya namun hal itu sangat sulit dia lakukan. Saat ini pikirannya sedang melayang-layang memikirkan cara yang tepat agar dia bisa mengambil alih kembali perusahaan kedua orang tuanya.
Pikiran Leeteuk pun semakin bertambah berat saat dia mengetahui jika dongsaeng terkecilnya harus menderita gagal ginjal dan berusaha menyembunyikannya. Sebagai hyung tertua, memang menjadi beban tersendiri baginya. Leeteuk harus melihat Heechul mengambil cuti kuliah demi membantunya bekerja meskipun dia harus rela bekerja di bar temannya.
"mianhae Heechul-ah... mianhae Kyuhyunie.." lirih Leeteuk dalam lamunannya.
Kini matanya beralih menatap Donghae yang sedang tertidur dengan manis disebelahnya. Wajah polos Donghae benar-benar membuatnya tenang.
"bagaimana eomma bisa melahirkan anak setampan dia? Dia benar-benar mirip denganmu eomma" gumam Leeteuk sambil terus memperhatikan Donghae yang sedang tidur dengan wajah yang terluka dibeberapa sisi.
Wajah Leeteuk berubah menjadi serius saat dia mengingat panggilan telepon yang beberapa waktu lalu dia terima. Dia menerima panggilan dari sahabatnya, Kangin.
Leeteuk benar-benar bersyukur jika dia masih mempunyai sahabat yang bisa dia andalkan seperti Kangin. Kangin adalah rekan kerjanya sekaligus pemilik perusahaan yang tidak kalah besar dengan perusahaan Leeteuk sebelumnya. Bahkan perusahaan mereka menjalin kerjasama cukup lama. Leeteuk benar-benar terkejut dengan ucapan Kangin jika pak Kim ikut andil dalam rencana jahat tuan Choi. Kangin menyebutkan jika pak Kim berperan besar dalam bangkrutnya perusahaan yang Leeteuk pimpin.
"appa... bagaimana bisa? Bagaimana bisa orang yang aku percaya?" ucap Leetauk pelan.
Pikirannya benar-benar kacau, bagaimana bisa orang kepercayaan appa dan kepercayaannya adalah orang yang berperan besar dalam kasus ini. Leeteuk pun harus menemui Kangin untuk mengetahui lebih jelasnya.
Keesokan harinya
"aku berangkat dulu hyung..." ucap Donghae.
"aku juga hyung" sambung Kyuhyun.
"ne, hati-hati dijalan dan kau harus menjaga Kyuhyun, Donghae-ah" ucap Leeteuk.
"arraseo hyung, tenang saja" ucap Donghae.
"aishhh kenapa kau lebay sekali sih hyung, aku kan bukan anak kecil lagi, seharusnya aku yang menjaga Donghae, dia bahkan tidak bisa berkelahi" sahut Kyuhyun kesal.
"sudahlah Kyu, kau bisanya cuma protes saja, panggil dia hyung! Dia itu hyungmu" ucap Heechul.
"aigooo daripada kau hyung, cerewet seperti ajumma saja.." balas Kyuhyun.
"YA! PARK KYUHYUN!"
Kyuhyun pun segera berlari sebelum mendapatkan umpatan dari Heechul.
Sepeninggal Kyuhyun dan Donghae, Leeteuk pun membersihkan meja makan dibantu oleh Heechul. Wajah Leeteuk pun menjadi sedih dan tangannya lemas sehingga membuat gelas yang dipegangnya jatuh.
Prangggg!
Heechul pun menjadi terkejut dengan suara tersebut.
"Hyung... kau tidak apa-apa?" tanya Heechul sembari membantu Leeteuk membersihkan pecahan gelas tersebut.
"tidak apa-apa, aku baik-baik saja" ucap Leeteuk.
"benarkah? Pasti ada sesuatu yang terjadi" ucap Heechul yang memang selalu tepat.
"..." tidak ada jawaban dari Leeteuk.
"HYUNG!" bentak Heechul. Leeteuk pun meneteskan air mata didepan dongsaeng tertuanya tersebut. Dia tidak sanggup lagi menahan semua masalah ini sendirian.
"wae? Ada apa?" tanya Heechul lagi.
"mianhae Heechul-ah... aku tidak pantas menjadi hyung buat kalian semua" ucap Leeteuk sambil terus menangis.
"kenapa kau berbicara begitu hyung? ada apa? katakan padaku!" ucap Heechul sedikit keras.
"pak Kim adalah orang suruhan tuan Choi untuk menghancurkan perusahaan kita, Heechul-ah" ucap Leeteuk.
"..." tidak ada respon dari Heechul tentang pernyataan Leeteuk.
Leeteuk pun mencoba memandang Heechul dan membuat mata mereka saling bertemu.
"kata siapa hyung?" ucap Heechul dengan dingin.
"kata Kangin-si, dia sudah menyelidikinya Heechul-ah" ucap Leeteuk.
"apa ada buktinya hyung?" tanya Heechul lagi.
"aku akan menemui Kangin setelah ini untuk melihat bukti serta penjelasan dari Kangin" ucap Leeteuk sambil menatap Heechul.
"aku akan ikut denganmu hyung!" ucap Heechul mantap.
"Heechul-ah..."
"jika memang dia yang membuat kita seperti ini maka aku tidak akan tinggal diam saja hyung, jadi aku akan ikut dengamu untuk memastikannya sendiri" ucap Heechul.
Leeteuk pun mengangguk mantap, entah mengapa tetapi Leeteuk sedikit tenang jika sudah membagi bebannya dengan Heechul dan Leeteuk merasa tenang jika Heechul disisinya dan membantunya.
"Kyu!" panggil changmin.
"oh, minie" sahut Kyuhyun.
"kemana saja kau, apa kau sudah merasa baikan?" tanya Changmin.
"ne min, apa ada tugas selama aku tidak masuk?" tanya Kyuhyun.
"anio, tidak ada tugas kok" jawab changmin.
"hmmm begitu, syukurlah" ucap Kyuhyun.
"Kyu?"
"ne?"
"bagaimana keadaan keluargamu saat ini?" tanya Changmin yang memang sudah tahu bagaimana keadaan keluarga Kyuhyun saat ini. Bahkan eomma Changmin sering menanyakan dan khawatir tentang keadaan Kyuhyun dan hyungdeulnya.
"baik kok" jawab Kyuhyun singkat. Changmin pun tahu dan mengerti jika Kyuhyun sedang tidak ingin membahas hal tersebut karena jawaban singkat Kyuhyun sudah mempunyai banyak arti.
"ahhh syukurlah, eomma selalu menanyakanmu.. dia bahkan lebih menganggapmu sebagai anaknya daripada aku yang jelas-jelas anak kandungnya" ucap Changmin.
"hahaha, apa yang kau katakan min? Kau ini ada-ada saja" ucap Kyuhyun.
Kyuhyun pun berjalan mendahului Changmin yang berada dibelakangnya. Jujur didalam hatinya, Kyuhyun begitu merindukan sosok eomma disaat-saat seperti ini.
Didalam sebuah restautant terlihat tiga orang sosok yang sedang melakukan pembicaraan yang serius. Ketiganya nampak mengatur rencana yang memang hanya mereka yang tahu. Tanpa disadari oleh ketiganya ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dari jauh dan orang tersebut nampak menghubungi seseorang.
"mereka sudah mengetahuinya..." ucap namja yang memata-matai Leeteuk, Heechul dan Kangin.
"jalankan rencana selanjutnya.." ucap seseorang yang berada diseberang telepon tersebut.
"ne.."
TBC...
