Title: Its okay, hyungie
Rate: T
Gendre: Brothership/ family
Cast: Leeteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun
Chapter: 15
Brothership Leteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun/ its okay, hyungie/ sesuatu seperti ini dapat diubah, hubungan kita tidak bisa seperti ini selamanya hyung/ DENGARKAN AKU!/
"Pergi! Pergilah susul eomma dan appa! Itukan yang kamu mau?" ucap Heechul lagi dengan nada yang bergetar. Didalam hatinya, dia takut kehilangan Kyuhyun, dia tidak ingin kehilangan keluarganya lagi. Tapi emosi dan ego yang dipancing oleh ucapan Kyuhyun membuatnya berbicara kasar seperti itu. Kali ini Kyuhyun benar-benar terkejut dengan kata-kata Heechul dan membuat matanya berair.
"akan lebih baik seperti ini hyung, daripada aku harus menyusahkan kalian semua. Aku tidak ingin membuat Hae hyung hidup dengan satu ginjal. Aku tidak ingin Leeteuk hyung dan Heechul hyung bekerja keras hanya untuk penyakitku ini, aku tidak ingin hyung" ucap Kyuhyun dengan mata yang merah menahan tangis.
"Kyuhyun-ah..." panggil Leeteuk.
"lebih baik kalian membenciku hyung,, naneun gwaenchana hyungie..."
Nan gwaenchana hyung
Selanjutnya...
Setelah pertengkaran antara Heechul dan Kyuhyun yang terjadi dimeja makan tadi, Leeteuk terlihat sangat menyesal dengan hanya duduk dikursi meja makan seorang diri. Sebagai hyung dia tidak dapat berbuat banyak. Pikirannya sangat kacau apalagi saat mendengar Kyuhyun yang menolak transplantasi ginjal itu. Ucapan Heechul terhadap Kyuhyun juga mengejutkan Leeteuk, padahal baru beberapa hari kemarin dia mengintip pembicaraan Kyuhyun dan Heechul yang sangat menguras perasaannya. Leeteuk berpikir jika Kyuhyun akan berubah menjadi Kyuhyun yang dulu setelah Heechul memberinya nasehat tetapi semua sia-sia. Kejadian yang menimpa keluarganya memang cukup sulit ditambah karakter para dongsaengnya yang sulit ia pahami.
"appa... eomma... bantu aku..." ucap Leeteuk sambil memandang langit-langit rumahnya.
Donghae tidur dikamarnya dengan Heechul disampingnya. Memang sejak pertengkarannya dengan Kyuhyun, Heechul menjadi enggan untuk satu kamar dengan Kyuhyun. Leeteuk sengaja menyuruh Heechul tidur bersama Donghae sedangkan dia akan tidur disofa didepan TV. Leeteuk sengaja membiarkan Kyuhyun tidur sendiri karena Leeteuk berpikir jika Kyuhyun butuh waktu untuk merenung.
"huft...!" dengusan Heechul begitu keras sambil mengusap wajahnya kasar. Heechul memang tidak bisa tidur malam ini. Memang tidak akan ada yang bisa tidur malam ini.
"kenapa? Kenapa Kyuhyun sangat keras kepala hyung?" ucap Donghae pelan yang membuat Heechul tersadar jika Donghae belum tertidur sama sepertinya.
"kau belum tidur Hae?" tanya Heechul.
"kenapa Kyuhyun bersikap seperti itu? padahal aku sama sekali tidak keberatan memberikan ginjalku, aku sangat kecewa padanya" ucap Donghae tanpa menghiraukan pertanyaan Heechul.
Heechul diam dan tidak berniat menjawab pertanyaan Donghae. Bukannya tidak punya niat namun dia sendiri juga tidak tahu jawaban dari pertanyaan Donghae tersebut.
Keesokan harinya, Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sangat rapi dan membawa tas ranselnya.
"kau mau kemana Kyu?" tanya Leeteuk halus.
"aku mau kuliah hyung" jawab Kyuhyun singkat.
"bukankah kau harus istirahat lebih lama Kyu? Jangan memaksakan dirimu untuk kuliah" ucap Leeteuk lagi.
"biarkan saja hyung, biar dia melakukan apa yang dia inginkan,, bukankah kemarin dia sudah bilang padamu.." sahut Heechul yang baru keluar dari kamar mandi. Kau membuatku melakukannya lagi padamu, Kyu batin Heechul. Kyuhyun memang membuat Heechul menjadi benci terhadap Kyuhyun tetapi kali ini Heechul yang tidak bisa melakukannya lagi untuk kedua kalinya. Hatinya cukup sakit mengatakan hal itu tetapi dia harus melakukannya lagi karena kali ini Kyuhyunlah yang memintanya. Mulutnya memang kasar namun hatinya begitu penyayang, sangat menyayangi Kyuhyun, begitulah Heechul.
Kyuhyun memasang wajah datarnya lagi, dia memang sudah mempersiapkan diri jika hyungdeul akan membencinya setelah kejadian kemarin malam.
"aku juga harus pergi kuliah hyung,, aku akan pergi dengannya. Kali ini aku akan menjaganya dengan baik" ucap Donghae sambil menggandeng lengan Kyuhyun dan tersenyum lebar padanya. Kyuhyun memandang Donghae dengan heran. Seolah amnesia, Kyuhyun lupa jika hyungnya yang satu ini memang tidak bisa membenci orang. Maka dari itu, Donghae dapat bersikap ceria dan seolah tidak terjadi apa-apa meskipun kemarin telah terjadi pertengkaran yang hebat.
"kajja Kyu, kita pergi..." ajak Donghae.
"apa kalian tidak sarapan dulu?" teriak Leeteuk.
"nanti aku akan makan dikantin dengan Kyuhyun" ucap Donghae membalas teriakan Leeteuk.
Heechul dan Leeteuk memandang kepergian Kyuhyun dan Donghae dengan wajah yang sulit diartikan.
"apa mereka akan baik-baik saja Heechul ah? Kenapa aku jadi khawatir dengan mereka?" ucap Leeteuk.
"apa yang kau bicarakan hyung? Mereka pasti akan baik-baik saja.." jawab Heechul seadanya. Tidak bisa dipungkiri jika dia sendiri merasa khawatir, apalagi beberapa hari yang lalu Kyuhyun sempat membuat hyungdeulnya kelabakan karena hilang mendadak.
Setelah Kyuhyun dan Donghae pergi, Heechul hendak pergi kekamarnya namun langkah itu kembali terhenti saat Leeteuk mengajaknya bicara.
"Heechul ah,, aku sudah menemukan sesuatu yang dapat membantu kita.." ucap Leeteuk.
"mwo? apa maksudmu hyung?" tanya Heechul dengan mendekati Leeteuk yang saat ini mulai duduk dikursi meja makan.
"Kangin, dia sudah memastikan hal yang kita curigai waktu itu memmang benar Heechul-ah, pak Kim memang terlibat dengan rencana tuan Choi, dia sudah menemukan bukti-bukti yang menguatkan dugaan tersebut" ucap Leeteuk.
"benarkah hyung? Syukurlah jika seperti itu.. jadi kita bisa merebut perusahaan appa lagi kan hyung?" tanya Heechul yang tidak bisa berhenti tersenyum.
"ne Heechul-ah, Kangin akan membantu kita untuk merebut kembali perusahaan appa.." ucap Leeteuk.
"lalu apa rencana kita selanjutnya hyung?" tanya Heechul.
"nanti aku akan menemui tuan Choi dengan membawakan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan Kangin" ucap Leeteuk.
"aku akan menemanimu hyung" ucap Heechul.
Leeteuk nampak berpikir, apakah dia harus mengajak Heechul atau tidak mengingat jika adiknya tersebut sangat penuh emosi dan sulit mengendalikan emosinya.
"ne, kau temani aku" ucap Leeteuk setelah sedikit berpikir.
Saat diperjalanan menuju kampus, Kyuhyun hanya diam saja. Donghae sedari tadi bolak-balik menoleh dan menatap ke Kyuhyun berharap dongsaengnya mengajaknya bicara.
"wae hyung? Kenapa kau menatap mukaku terus?" tanya Kyuhyun pada akhirnya.
"hmmm? Ehhh... anio..." ucap Donghae terbata-bata. Dia terkejut karena Kyuhyun mengajaknya bicara.
Keadaan pun kembali hening dan canggung karena antara Kyuhyun dan Donghae tidak ada pembicaraan lagi. Perjalanan menuju kampus mereka kembali hening tanpa adanya percakapan.
"Kyu, nanti aku akan menunggumu didepan kelasmu jika kelasku sudah selesai.. jangan kemana-mana, arraseo?" ucap Donghae seakan sedang menasehati anak kecil. Kyuhyun hanya mengangguk polos mendengar ucapan Donghae. Hyungnya itu benar-benar seperti anak kecil, pikir Kyuhyun sambil menatap kepergian Donghae.
Hari ini Changmin menginterogasi Kyuhyun yang dalam beberapa hari tidak masuk kuliah. Changmin begitu khawatir dengan Kyuhyun, begitu juga eomma Changmin yang memang dekat dan menganggap Kyuhyun seperti anaknya.
"kau kemana saja eoh? Kau sudah tertinggal pelajaran banyak Kyu.." ucap Changmin.
"aigoo, kau cerewet sekali sih.. aku lelah" ucap Kyuhyun cuek sambil membaringkan kepalanya diatas tangannya bersiap untuk tidur diatas mejanya.
"yah, Kyuhyun-ah.. kenapa kau malah tidur? Ini kan waktunya jam pelajaran" ucap Changmin menasehati Kyuhyun.
Namun Kyuhyun tidak memperdulikan ucapan Changmin, tubuhnya memang terasa lelah setelah berjalan cukup jauh dari halte bus menuju kampusnya. Kyuhyun sengaja mengambil tempat duduk yang paling belakang agar dia bisa tidur disaat jam pelajaran. Selain pelajarannya yang membosankan, dosen mata kuliah tersebut juga tidak asik dimata Kyuhyun. Dosen tersebut memang sudah tua dan sangat sabar, hanya masuk dan menyuruh mahasiswanya membaca buku, bahkan dosen tersebut tidak menghiraukan absensi mahasiswanya. Maka dari itu Kyuhyun begitu tenang meskipun dia harus tidur didalam kelas.
Changmin hanya membiarkan Kyuhyun yang memang sudah tertidur begitu saja. Ditatapnya wajah Kyuhyun yang pucat.
"kau pasti sedang sakit kan Kyu?" ucap Changmin pelan seakan mengerti keadaan sahabatnya itu tanpa harus diberitahu.
Sepulang dari kelas terakhirnya, Donghae sudah menunggu Kyuhyun didepan kelas Kyuhyun. Mata Donghae mencari sosok Kyuhyun yang belum juga keluar sampai pada akhirnya Donghae masuk dan mendapati Kyuhyun yang tidur dan Changmin yang menjaga disamping Kyuhyun.
"ahhh, Changmin-ah... Kyuhyun tidur?" tanya Donghae sambil menunjuk Kyuhyun yang masih setia dengan posisinya sejak awal.
"ne hyung, sejak awal masuk kelas Kyuhyun sudah tidur" ucap Changmin menjelaskan.
"hmmm, biarkan saja dulu dia tidur sepertinya dia kelelahan" ucap Donghae.
"apa Kyuhyun sedang sakit hyung? Dia sering tidak masuk akhir-akhir ini" tanya Changmin langsung pada Donghae.
"ah itu... ne dia sedang sakit" ucap Donghae sambil menatap Kyuhyun sedih.
"sakit apa?" tanya Changmin yang masih tidak puas dengan jawaban Donghae.
"dia ..." Donghae hendak menjawab pertanyaan Changmin kalau saja Kyuhyun tidak bangun dari tidurnya. Sepertinya Kyuhyun sudah bangun sejak pelajaran diakhiri tadi dan dia sengaja tidak bangun karena dia ingin beristirahat sebentar. Dan dia sengaja bangun saat Donghae hendak menceritakan sakitnya pada Changmin. Kyuhyun tidak ingin orang lain tahu penyakitnya, buatnya cukup hyungdeulnya saja yang tahu.
"hyunggggg,,, kau berisik sekali sih" gumam Kyuhyun sambil bangun dari tidurnya. Donghae hanya menatap Kyuhyun yang sedang mengucek kedua matanya.
"aigoo... apa tidurmu nyenyak eoh?" goda Donghae sambil mengambil tas Kyuhyun dan hendak membawakannya.
"kajja, kita makan... apa kau mau ikut dengan kami Changmin-ah?" ajak Donghae pada Kyuhyun dan Changmin sambil membawakan tas Kyuhyun.
"ehh,, anio hyung, aku harus pulang.. eomma sudah menungguku" ucap Changmin.
"benarkah? Sayang sekali,, jika kau tidak bisa ikut" sesal Donghae.
"bukankah lebih baik jika dia tidak ikut hyung, makannya Changmin banyak dan kau kan rugi jika mengajaknya makan" ucap Kyuhyun sambil berlalu meninggalkan Changmin dan Donghae yang masih mematung mendengar ucapan kasar Kyuhyun.
"YA! KYU...AWAS KAU!" teriak Changmin.
Donghae hanya tersenyum melihat sikap Kyuhyun, sudah lama dia tidak melihat dan mendengar Kyuhyun bersikap kasar seperti itu. Donghae dan Kyuhyun pun berjalan mencari makanan yang ingin mereka makan.
Dikantor tuan Choi nampak seorang namja tua tengah berdiri didepan pintu sebuah ruangan yang cukup besar. Namja tua itu sejak tadi berdiri didepan ruangan tersebut, nampaknya dia sedang menguping pembicaraan yang ada didalam sana.
Didalam memang sudah terjadi sedikit ketegangan semenjak dua orang namja muda yang tidak lain adalah Heechul dan Leeteuk yang sedang bersitegang dengan tuan Choi.
"bersiaplah anda tuan Choi, bukti ini sudah menguatkan jika andalah dalang dibalik bangkrutnya perusahaan appa" ucap Heechul geram.
"apa maksudmu nak? Aku bisa menuntutmu balik jika bukti itu salah" ucap tuan Choi sambil tersenyum yang membuat Heechul semakin geram.
"bukti itu!" ucap Heechul sambil menunjuk sebuah map yang memang sejak tadi sudah ada dimeja didepan tuan Choi duduk dan bahkan belum disentuh sama sekali oleh tuan Choi.
"bukti itu adalah bukti dimana anda telah melakukan manipulasi data agar perusahaan yang dipimpin Leeteuk hyung kala itu mengalami kebangkrutan karena berhutang padamu.. anda sengaja memanipulasinya melalui pak Kim kan? Anda menjadikan pak Kim kaki tangan anda dan memanipulasi data perusahaan appa sehingga appa yang kala itu tidak tahu apa-apa menjadi berhutang pada anda dan saat Leeteuk hyung memimpin perusahaan sudah diambang kebangkrutanm karena hutang perusahaan pada anda dan dengan tega anda mengambil alih perusahaan yang dulu dipimpin sahabat anda sendiri" ucap Heechul panjang lebar tanpa memberikan kesempatan tuan Choi untuk membela diri.
"sahabat? Hahaha... didalam sebuah bisnis tidak ada yang namanya sahabat nak.. bahkan appa kalian juga menerapkan hal itu padaku" ucap tuan Choi yang kembali mengingat kejadiannya dulu bersama rekan bisnisnya itu.
"apa maksud anda?" tanya Leeteuk yang berusaha tenang.
"kalian memang anak yang tidak tahu apa-apa, tetapi kalian berani memarahiku" ucap tuan Choi.
"seharusnya kalian juga mencari tahu penyebab kenapa aku seperti ini pada perusahaan appa kalian nak" ucap tuan Choi.
Leeteuk dan Heechul saling memandang satu sama lain karena mereka merasa tidak mengerti dengan sikap tuan Choi.
"geurae, akan aku jelaskan pada kalian secara perlahan agar kalian mengerti" ucap tuan Choi dengan beranjak dan berdiri memandang keluar jendela.
"dulu, aku dan appa kalian memang bersahabat baik. Tetapi appa kalian telah menipuku jadi inilah balasan atas sikap appa kalian padaku" ucap tuan Choi.
"mwo? anio, ini tidak benar. Appa kami tidak mungkin seperti itu" ucap Heechul.
"kalian tidak pernah tahu apa yang appa kalian lakukan untuk mengembangkan perusahaannya. Dunia bisnis begitu kejam nak, tidak ada sahabat sejati didunia bisnis. Bahkan jika kalian punya sahabat disekolah, kalian akan bersaing dengannya jika sudah mesuk dunia bisnis." Ucap tuan Choi.
"anda pasti alah paham, appa tidak mungkin seperti itu" ucap Leeteuk mengulangi ucapan Heechul.
"apa karena itu anda membunuh appa?" tanya Heechul tajam langsung pada pokonya.
"mwo? membunuh? Hahaha, aku memang akan melakukannya dan aku memang menyuruh seseorang untuk meracuni orang tua kalian tetapi aku tidak jadi melakukan itu. Bukan aku yang membunuhnya, tetapi pak Kim yang sudah membunuhnya" ucap tuan Choi.
Namja didepan pintu itu mengepalkan kedua tangannya mendengar apa yang diucapkan tuan Choi, bagaimana bisa tuan Choi mengungkapkan hal itu didepan Leeteuk dan Heechul. Tuan Choi sudah meningkari janjinya terhadap pak Kim. Tuan Choi berjanji tidak akan memberitahu siapapun tentang pembunuhan keluarga Park. Memang tuan Choi memberikan jabatan yang tinggi juga diperusahaannya saat ini namun janji yang lain agar merahasiakan jika dia yang membunuh keluarga Park sudah diingkari oleh tuan Choi.
"Kembalilah jika kalian sudah punya bukti yang kuat untuk menjatuhkanku.. kalian hanya membuang-buang waktuku dengan pembicaraan tidak penting ini" ucap tuan Choi yang kemudian beranjak pergi keluar ruangannya menyisakan Heechul dan Kyuhyun. Sementara itu pak Kim segera bersembunyi setelah mendengar langkah tuan Choi menuju pintu.
Dikoridor kantor tuan Choi berhenti sejenak dan mengeluarkan Handphonenya dan terlihat menghubungi seseorang.
"kali ini, kalian harus benar-benar menjalankan rencana B" ucap tuan Choi.
"kali ini jangan gagal" sambungnya lagi kemudian pergi menuju lift.
Tanpa sepengetahuan tuan Choi ternyata pak Kim sudah mendengar rencana yang akan dilakukan tuan Choi.
"rencana B?" pak Kim pun mencoba mengingat apa maksud rencana B itu dan saat dia ingat, pak Kim pun langsung membelalakkan matanya.
"andwe, aku harus menolongnya.. ini tidak boleh terjadi lagi" pak Kim pun kemudian beranjak pergi untuk menyusul Heechul dan Leeteuk yang baru saja keluar dari ruangan tuan Choi dengan wajah kusut dan kesal.
"tuan..." panggil pak Kim pada Heechul dan Leeteuk.
"pak Kim?" Leeteuk tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
"mwo? YA! Berani-beraninya kau menampakkan diri didepan kami, apa maumu sebenarnya? tidak puaskah kau telah menghancurkan keluraga kami?" bentak Heechul.
"mian, mianhae tuan tetapi kali ini anda harus mendengarkan penjelasanku dulu. Anggaplah ini sebagai tanda permintaan maafku pada kalian. Tadi aku sempat dengar jika tuan Choi menyuruh anak buah mereka melakukan rencana B dan rencana B itu adalah mencelakai keluarga kalian, aku yakin saat ini kalian semua dalam bahaya" ucap pak Kim tergesa-gesa.
"MWO? ajjushi jangan bercanda lagi dengan kami!" ucap Heechul geram namun berbeda dengan Leeteuk yang masih fokus dengan ucapan pak Kim. Dia sudah cukup lama mengenal pak Kim dan kali ini dia melihat ketulusan pak Kim dari cara dia bicara.
"tuan percayalah padaku, dimana tuan Donghae dan Kyuhyun? " tanya pak Kim yang baru menyadari jika Kyuhyun dan Donghae mungkin adalah incaran tuan Choi selanjutnya.
"mereka sedang kuliah..."
"cepat hubungi mereka dan lindungi mereka" potong pak Kim dan kemudian bergegas pergi.
"anda mau pergi kemana pak Kim?" teriak Leeteuk saat melihat pak Kim yang berlalu pergi.
"aku akan menuju suatu tempat dan akan memastikan jika rencana tuan Choi gagal, kalian lindungi saja dongsaeng kalian" ucap Pak Kim kemudian pergi kesuatu tempat yang pak Kim ketahui sebagai bagian dari rencana B tuan Choi.
Leeteuk dan Heechul kemudian menghubungi dongsaeng mereka sesuai perintah pak Kim.
"angkat Hae... angkat... dimana kalian?" ucap Leeteuk.
"Kyuhyun tidak mengangkat teleponnya hyung..." ucap Heechul yang menghubungi Kyuhyun.
"ne, Donghae juga tidak mengangkat teleponnya"
Rasa khawatir Leeteuk dan Heechul kembali meningkat mengingat jika dongsaengnya tidak mengangkat panggilan telepon mereka.
Disebuah kedai dipinggir jalan, Kyuhyun dan Donghae sudah selesai dengan makan mereka. Mereka berdua pun berjalan pulang tanpa menyadari adanya panggilan telepon dari kedua hyungnya karena memang sedang adanya pembicaraan yang serius diantara Kyuhyun dan Donghae.
"rasanya sudah lama kita tidak menghabiskan waktu berdua seperti ini ya" ucap Donghae. Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi ucapan Donghae.
"kenapa kau tersenyum saja? Apa aku terlihat sangat berlebihan dengan mengatakan hal itu? aigooo... ini memang terasa sangat lama buatku Kyu" ucap Donghae lagi.
"jangan lebay hyung.. " ucap Kyuhyun singkat.
"hahahaha... begitu ya..." ucap Donghae menyadari jika ucapannya berlebihan dimata Kyuhyun.
"aku ingin suatu hari nanti kita menghabiskan waktu bersama lagi seperti ini Kyu.." ucap Donghae yang mulai serius. Kyuhyun hanya diam menyimak kata demi kata yang Donghae ucapkan. Langkah mereka tanpa sadar semakin melambat karena mereka berjalan sambil berbincang dari hati kehati.
"aku harap kau selalu sehat dan aku harap kau bisa sembuh.." sambung Donghae lagi.
"hyung, jangan memulainya lagi" ucap Kyuhyun datar.
"memulai apa?" tanya Donghae yang polosnya sangat keterlaluan.
"memulai pertengkaran diantara kita" ucap Kyuhyun santai.
"aku memang tidak mengajakmu bertengkar kok Kyu, aku hanya mengatakan apa yang ingin aku katakan" ucap Donghae yang menanggapi kalimat ambigu Kyuhyun dengan pikirannya yang polos.
"arraseo Donghae hyung" ucap Kyuhyun menyerah karena Donghae sangat lama dalam mengerti sebuah kalimat pernyataan darinya.
"kau mau kan menerima ginjalku? Ahhh... jangan marah dulu Kyu, maksudku itu..."
"itu yang aku maksud jangan memulai pertengkaran hyung" potong Kyuhyun cepat.
"aku hanya memintamu untuk menerima ginjalku, apa aku salah?" tanya Donghae lagi.
"NE! Kau salah hyung, kau selalu salah.." ucap Kyuhyun kesal namun hal itu begitu membuat Donghae terkejut.
"arraseo Kyu, aku tahu hal itu..." ucap Donghae sedih. Kyuhyun pun menoleh pada Donghae dan merasa tidak enak pada hyungnya karena telah berkata kasar.
"ahhh hyungggggg... kenapa wajahmu seperti itu?" ucap Kyuhyun manja seakan enggan melihat jika Donghae jadi sedih.
"terimalah ginjalku Kyu,, aku akan baik-baik saja jika kau mau menerimanya.. aku kan kuat Kyu? Jadi kita akan sama-sama mempunyai satu ginjal bukankah itu menyenangkan?" Donghae kembali membujuk Kyuhyun dengan kata-kata tulusnya yang terkesan polos.
"menyenangkan?" Kyuhyun heran dengan kata-kata Donghae.
"ne, menyenangkan karena kita akan melakukan segala sesuatu bersama-sama dengan satu ginjal. Kita akan berlari bersamam meskipun itu dilarang karena kita akan cepat kelelahan. Aku juga masih bisa bermain bola denganmu. Kemampuan tubuh kita akan sama, kita akan bersepeda bersama meskipun itu dilarang. Bukankah itu menyenangkan?" ucap Donghae senang.
Kyuhyun benar-benar tidak habis pikir, bagaimana Donghae begitu polos dan baik seperti itu.
"hyunggg,,"
"jebal Kyu" ucap Donghae dengan mata teduhnya.
"aku ingin sekali jika suatu hari nanti kita dapat menghabiskan waktu bersama-sama seperti ini lagi" ucap Donghae.
Kyuhyun kembali menatap Donghae, terlihat kesungguhan dan ketulusan didalam mata itu.
"ahhhh... kita lihat saja nanti hyung, aku akan memikirkannya jika hal itu menyenangkan maka aku akan menerimanya" ucap Kyuhyun sambil sedikit mempercepat langkahnya mendahului Donghae.
Donghae yang mendengar kalimat Kyuhyun menjadi senang.
"jinjjayo? Jeongmal kau akan memikirkannya?" ucap Donghae dengan mata berbinar-binar sambil menggandeng Kyuhyun senang. Langkah mereka kembali sama dan berjalan berlahan-lahan.
Setelah beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba dari arah belakang.
BRAKK
BRAKK! BUG!
Satu, dua pukulan melayang mengenai tubuh Kyuhyun dan Donghae secara bersamaan. Dalam seketika tubuh mereka limbung dan pandangan mereka menjadi kabur.
"Kyuu..." panggil Donghae seolah mencari keberadaan Kyuhyun dan berusaha memegang tangan dongsaengnya meskipun pandangannya mulai tak jelas. Donghae tidak bisa melihat Kyuhyun disampingnya. Kakinya terasa lemas dan tak bertenaga sehingga membuatnya jatuh terbaring ditanah.
Donghae masih berusaha membuka matanya saat didengarnya suara panggilan yang sangat dia kenal.
"hyungggg..." panggil Kyuhyun pelan menyamai bisikan.
Kali ini Donghae melihat Kyuhyun disampingnya, mata Kyuhyun juga hampir terpejam sama sepertinya. Ingin Donghae memanggil nama Kyuhyun namun dia tidak punya tenaga lagi. Dan beberapa saat kemudian semua menjadi gelap.
Donghae pov
Aku mendengar suara yang cukup keras namun tiba-tiba kepalaku terasa sangat sakit dan seluruh tubuhku seolah kehilangan keseimbangan. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Aku sempat melihat samar-samar orang berbaju hitam didepanku. Sepertinya orang ini melakukan sesuatu padaku. Saat itu juga aku mencari keberadaan Kyuhyun yang sudah tidak ada disampingku. Pandanganku mulai kabur dan lututku sangat lemas sehingga membuatku terjatuh. Aku mendengar Kyuhyun memanggilku, aku mencoba terus sadar dan melihat Kyuhyun juga sama sepertiku. Aku ingin memanggil namanya namun semua terasa sulit dan semua menjadi gelap. Apa mungkin aku dan Kyuhyun akan segera bertemu appa dan eomma dengan cara seperti ini?
Kyu... Kyuhyun-ah... bertahanlah saeng... ya Tuhan tolong kami...
Leeteuk hyungggg...
Hechul hyungggg...
Tolong kami hyunggg
TBC
Apa yang terjadi pada Kyuhyun dan Donghae selanjutnya?
Tunggu next chapter ya ^^
Gomawo, ternyata banyak review yang masuk dan suka FF ini. Semoga saya bisa membuat FF brothersip yang lebih bagus lagi. Fighting Super Junior! Fighting ELF! Fighting SparKyu! Fighting author FF, saya banyak belajar dari FF buatan kalian ! Fighting buat kita semua #hehehe maafkan jika saya lebay#
