Title: Its okay, hyungie
Rate: T
Gendre: Brothership/ family
Cast: Leeteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun
Chapter: 16
Brothership Leteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun/ its okay, hyungie/ sesuatu seperti ini dapat diubah, hubungan kita tidak bisa seperti ini selamanya hyung/ DENGARKAN AKU!/
Donghae pov
Aku mendengar suara yang cukup keras namun tiba-tiba kepalaku terasa sangat sakit dan seluruh tubuhku seolah kehilangan keseimbangan. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Aku sempat melihat samar-samar orang berbaju hitam didepanku. Sepertinya orang ini melakukan sesuatu padaku. Saat itu juga aku mencari keberadaan Kyuhyun yang sudah tidak ada disampingku. Pandanganku mulai kabur dan lututku sangat lemas sehingga membuatku terjatuh. Aku mendengar Kyuhyun memanggilku, aku mencoba terus sadar dan melihat Kyuhyun juga sama sepertiku. Aku ingin memanggil namanya namun semua terasa sulit dan semua menjadi gelap. Apa mungkin aku dan Kyuhyun akan segera bertemu appa dan eomma dengan cara seperti ini?
Kyu... Kyuhyun-ah... bertahanlah saeng... ya Tuhan tolong kami...
Leeteuk hyungggg...
Hechul hyungggg...
Tolong kami hyunggg
Selanjutnya...
Disebuah tempat yang jauh dari keramaian kota Seoul, nampak sekali beberapa orang berjas hitam dan berkacamata hitam tengah berdiri didepan sebuah pintu. Tempat tersebut seperti sebuah gudang yang sudah tidak terpakai lagi. Jika dilihat dari depan maka orang yang lewat akan mengira jika tempat tersebut adalah bekas pabrik yang sudah bangkrut.
Sebuah mobil mewah hitam berjalan masuk menuju halaman depan tempat tersebut. Nampak seseorang turun dari dalam mobil tersebut.
"maaf tuan, anda siapa?" tanya orang berjas hitam tersebut.
"mwo? apa kau tidak mengenalku? Tuan Choi menyuruhku masuk kedalam untuk memeriksa apakah kalian melakukan tugas dengan benar atau tidak" ucap Pak Kim yang ternyata adalah orang yang sedang berdebat dengan penjaga tersebut.
"kapan aku memerintahkanmu Kim?" ucap namja yang sangat dihapal suaranya oleh pak Kim. Pak Kim pun berbalik dan melihat tuan Choi yang ternyata sudah ada dibelakangnya. Pak Kim nampak terkejut karena usahanya untuk mengelabuhi penjaga tersebut sia-sia dengan kedatangan tuan Choi.
"ehh tuan Choi, anda disini" ucap pak Kim gugup.
"apa kau mencoba bermain-main denganku Kim?" tanya tuan Choi dengan nada mengancam.
Pak Kim yang sudah terpojok karena ketahuan berbohong pun menjadi sedikit takut. Tuan Choi nampak memberikan isyarat pada pengawalnya. Tiba-tiba dari arah belakang sebuah pukulan pun melayang bertubi-tubi menghantam tubuh pak Kim. Pak Kim yang memang sudah tua dan tidak bisa bela diri akhirnya pasrah menerima pukulan dari para pengawal berjas hitam tersebut. Pukulan yang keras dan bertubi-tubi membuat pak Kim kualahan dan terluka parah.
Didalam ruang gedung yang gelap dan pengap, Donghae mulai sadar dan membuka matanya namun gerakannya sangat terbatas. Donghae sadar jika kini tubuhnya tengah terikat dan Donghae sedikit meringis saat dirasakan perih yang menyerang kepalanya dan darah yang sudah menutupi mata kirinya. Pusing dan sakit, itulah yang dirasakan Donghae namun semua itu sirna saat teringat dongsaengnya Kyuhyun. Donghae menoleh dan mendapati Kyuhyun yang tengah terbaring didekatnya. Donghae berusaha membangunkan Kyuhyun dengan memanggil Kyuhyun dan mengguncangkan tubuh Kyuhyun dengan kakinya.
"Kyuhyun-ah... irona! Kyu... Kyuhyun-ah, jangan membuatku khawatir Kyu" ucap Donghae dengan mata yang merah karena takut dan menahan tangis.
Kyuhyun masih tetap tidak bergerak dan menambah kekhawatiran Donghae. Tiba-tiba pintu yang ada sedikit jauh didepan Donghae terbuka lebar menampakkan cahaya yang memang hanya berasal dari pintu tersebut. Hae kembali pura-pura pingsan dengan menutup kedua matanya. Pak Kim pun didikat dan dimasukkan kedalam ruangan yang sama dengan Donghae dan Kyuhyun berada saat ini. Nampak luka-luka dan darah masih jelas terlihat dari tubuh pak Kim. Pak Kim hanya bisa berbaring sambil meringis kesakitan.
Donghae kembali membuka matanya saat pintu tersebut kembali terkunci dan mencoba melihat sosok yang baru saja dibawa masuk. Saat sadar jika itu adalah pak Kim, Donghae pun terkejut.
"Kim ajjushi?" panggil Donghae pelan.
Pak Kim sadar jika ada yang memanggilnya, dia pun mencoba membuka matanya dan mencari sosok yang memanggilnya tadi.
"tuan Donghae..." panggil Pak Kim pelan sambil tersenyum saat dia sadar jika dia berada diruangan yang sama dengan Hae dan Kyuhyun.
"kenapa anda..." Donghae tidak melanjutkan perkataannya karena dia masih terkejut dengan kehadiran pak Kim. Bagaimana bisa tangan kanan tuan Choi ikut disekap juga bersama dengannya dan Kyuhyun. Donghae masih berusaha berpikir akan hal itu.
Leeteuk dan Heechul tengah mengikuti arah GPS yang dikirimkan pak Kim pada mereka. Mereka berpikir jika pak Kim sedang memberikan petunjuk tentang keberadaan Kyuhyun dan Donghae. Kangin sengaja meminjamkan mobilnya kepada Leeteuk dan Heechul agar memudahkan mereka mencari keberadaan Donghae dan Kyuhyun. Sebelum meluncur ketempat yang dituju pak Kim ternyata Leeteuk meminta bantuan pada Kangin. Leeteuk memang tidak bisa asal percaya pada pak Kim apalagi pak Kim sudah menghianatinya dan keluarganya. Leeteuk sudah mengatur rencana bersama dengan Kangin sebelum memutuskan pergi ketempat tersebut. Leeteuk pergi karena dia percaya jika tempat itu adalah tempat Kyuhyun dan Donghae disembunyikan tetapi dia curiga jika pak Kim akan menjebaknya dengan mengatasnamakan keselamatan Kyuhyun dan Donghae.
Mobil Leeteuk dan Heechul berhenti dipinggir jalan karena tempat yang pak Kim tuju sudah dekat dengan keberadaan mereka. Tempat tersebut begitu sepi, hanya jalan dan ladang yang terlihat disepanjang jalan, namun mata mereka tertuju pada sebuah bangunan yang terlihat kosong dari depan.
"hyung, bukankah itu mobil pak Kim?" ucap Heechul yang melihat mobil pak Kim berada didepan gedung tersebut.
"ne, kau benar Heechul-ah..."
"siapa orang-orang itu? apa mereka anak buah tuan Choi?" tanya Heechul. Leeteuk hanya diam saja sembari mengamati gedung tersebut.
"hyung, mobil pak Kim menuju arah kita" ucap Heechul.
"cepat, pakai topi ini" ucap Leeteuk sambil memakaikan sebuah topi pada Heechul dan sebuah topi untuknya sendiri. Heechul hanya diam saja dan membenarkan topi yang dikenakannya.
Mobil pak Kim pun melewati mobil Leeteuk dan Heechul. Namun mobil itu berhenti dan sosok didalam mobil itu keluar sambil berjalan menuju mobil Leeteuk dan Heechul.
Tok... tok... tok...
Orang berjas hitam yang mengendarai mobil tersebut mengetuk pintu mobil Leeteuk. Leeteuk yang duduk disebelah kanan kursi mengemudi pun membuka kaca jendela mobilnya.
"ne tuan?" tanya Leeteuk.
"apa yang anda lakukan disini?" tanya namja berjas hitam tersebut.
"ahhh... itu... kami... kami sedang tersesat tuan dan sepertinya kami salah jalan" ucap Leeteuk mencari alasan.
"putar baliklah tuan, karena jalan ini menuju hutan dan tidak ada kota setelah ini" ucap namja berjas tersebut.
"ahhh benarkah? Jadi kita benar-benar salah jalan ya.. kamsahamnida tuan sudah memberitahu kami" ucap Leeteuk berusaha setenang mungkin agar tidak membuat curiga.
"apa pabrik itu adalah bangunan terakhir dijalan ini tuan?" Leeteuk kembali bertanya pada orang tersebut.
"itu bukan pabrik tuan, itu hanya bangunan kosong dan tidak ada yang menghuninya" jawab orang berjas tersebut.
"benarkah? Apa anda pemiliknya?" Leeteuk kembali bertanya.
"anio, sebaiknya anda pergi dari sini tuan karena hari akan gelap" ucap orang berjas tersebut.
Leeteuk pun menuruti perkataan orang berjas hitam yang mengendarai mobil pak Kim tersebut. Heechul pun memutar balik mobil yang mereka tumpangi dan terlihat dari kaca spion mobil mereka jika mobil pak Kim yang dikendarai orang berjas hitam itu juga melaju dibelakang mereka.
"hyung... aku yakin jika Kyuhyun dan Donghae ada disitu" ucap Heechul sambil tetap fokus mengemudi.
"aku juga berpikir seperti itu Heechul-ah melihat gelagat yang mencurigakan dari orang yang membawa mobil pak Kim itu, tetapi dimana pak Kim?" ucap Leeteuk.
"apa pak Kim membohongi kita hyung?" tanya Heechul asal.
"molla, tetapi aku curiga dengan gedung itu" ucap Leeteuk yang kemudian menelpon Kangin meminta saran. Dan setelah mendengar saran dari Kangin, Leeteuk pun menyuruh Heechul menghentikan mobil mereka didepan sebuah minimarket yang letaknya lumayan jauh dari gedung kosong tersebut. Mobil pak Kim pun juga sudah tak terlihat keberadaannya.
"kenapa kita berhenti disini hyung? Apa kita tidak kembali ke gedung tadi?" ucap Heechul sedikit emosi.
"kita tunggu Kangin datang, Heechul-ah" ucap Leeteuk.
"buat apa hyung? Disana sudah tidak ada yang berjaga.. orang berjas tadi juga sudah pergi membewa mobil pak Kim, mereka juga tidak curiga dengan kita hyung" ucap Heechul yang heran dengan sikap Leeteuk.
"ne Heechul-ah, tenanglah dulu..." ucap Leeteuk.
"bagaimana aku bisa tenang hyung, bukankah kau juga curiga jika dongsaeng kita ada didalam gedung itu?" ucap Heechul yang mulai emosi.
"geurae, aku memang curiga tetapi kita harus tetap waspada Heechul-ah... dengarkan aku! " ucap Leeteuk sedikit memberikan jeda agar Heechul mendengarkan ucapannya.
"Kangin sedang dalam perjalanan kemari membawa polisi, kita akan mengepung dan melihat kedalam gedung tersebut melalui polisi. Jika kita gegabah dan langsung masuk tanpa ijin maka kita bisa dilaporkan kepolisi dengan tuduhan masuk tanpa ijin ke tempat orang" ucap Leeteuk menjelaskan rencananya dan Kangin.
"tempat orang? Itu tempat kosong hyung..."
"anio, disana ada yang menjaga Heechul-ah.. sebelum kita pergi tadi, aku melihat seseorang berjas hitam masuk ke gedung itu dan aku yakin mereka adalah anak buah tuan Choi dan mengenai pak Kim..." Leeteuk menghentikan ucapannya.
"wae?" tanya Heechul.
"meskipun dia menghianati kita tetapi entah kenapa kali ini perasaanku mengatakan jika pak Kim berada dipihak kita, Heechul-ah" Lanjut Leeteuk.
Heechul hanya diam saja dan mencerna setiap ucapan Leeteuk karena dia sendiri juga beranggapan seperti Leeteuk.
Diruangan dimana Kyuhyun, Donghae dan pak Kim disekap. Kyuhyun nampak mulai sadar dan membuka matanya.
"Kyu? Kau sudah sadar?" tanya Donghae yang sedari tadi memandangi Kyuhyun dalam diam dan tidak membuka percakapan sama sekali dengan pak Kim meskipun pak Kim mencoba berbicara pada Donghae.
"hyungg..." ucap Kyuhyun lemah sambil mencoba untuk duduk dari posisinya.
"gwaenchana? Apa kau bisa duduk?" tanya Donghae khawatir.
"ne" jawab Kyuhyun singkat sambil berusaha duduk.
Kini Donghae dan Kyuhyun sama-sama duduk dengan tangan terikat kuat.
"hyung, kita ada dimana?" tanya Kyuhyun.
"molla, saat aku bangun kita sudah ada disini" ucap Donghae.
"hyung, kepalamu?" ucap Kyuhyun khawatir karena melihat darah yang menutupi mata kiri Donghae.
"gwaenchana Kyu, jangan khawatir" ucap Donghae.
"apa kalian berdua terluka parah?" pak Kim yang sedari tadi duduk bersandar didinding pun mencoba membuka pembicaraan lagi.
"ajjushi?" ucap Kyuhyun terkejut.
"kau? Kenapa kau ada disini dan terikat seperti kami?" tanya Kyuhyun lagi.
"aku dipukuli dan ditangkap saat mencoba menyelamatkan kalian" ucap pak Kim.
"wae? Kenapa kau mau menyelamatkan kami? Bukankah kau tangan kanan tuan Choi?" tanya Kyuhyun lagi. Donghae hanya diam saja, tetapi pertanyaan Kyuhyun sudah mewakili setiap pertanyaan yang ingin dia tanyakan tadi. Tetapi Donghae enggan untuk bertanya pada pak Kim dan lebih memilih fokus pada Kyuhyun.
"Kyu, sudahlah jangan bertanya lagi padanya.. apa kau masih percaya pada setiap ucapannya?" ucap Donghae kesal.
"hyunggg..." Kyuhyun heran dengan sikap Donghae.
"gwaenchana, kalian berdua memang mempunyai hak untuk tidak percaya padaku lagi... aku memang melakukan sesuatu yang salah pada kalian, mianhae tuan" ucap pak Kim menyesal.
"tetapi kali ini dengarkan perkataanku tuan" ucap pak Kim untuk meyakinkana Donghae dan Kyuhyun.
"kalian harus lari dari sini, karena disini sudah dipasang bom yang siap diledakkan kapan saja jika tuan Choi mau" ucap pak Kim yang mampu membuat Donghae dan Kyuhyun membelalakkan mata mereka.
"mwo? Bom?" ucap Donghae.
"ne, aku sudah hapal semua rencana tuan Choi dari merebut perusahaan appa kalian sampai rencana menghancurkan hidup kalian" ucap pak Kim dengan serius.
"aku sudah mengirimkan email ke tuan Leeteuk tentang semua bukti kejahatan tuan Choi ada disitu, kalian harus merebut kembali perusahaan appa kalian sehingga aku dapat pergi dari dunia ini dengan tenang" ucap pak Kim.
"anio, apa yang kau bicarakan pak Kim" ucap Donghae yang mulai tidak tega dengan pak Kim.
"aku yakin kedua hyung kalian akan menyelamatkan kalian karena aku sudah memberikan petunjuk tempat kalian berada jadi kalian harus keluar dengan selamat, arra?" ucap pak Kim dengan mata yang merah.
"ajjushi..." panggil Donghae.
"apa yang kau katakan ajjushi,, kita harus keluar bersama-sama" ucap Kyuhyun mantap.
"ayo hyung, kita berusaha melepaskan ikatan ini" ucap Kyuhyun sambil menyodorkan tangannya yang terikat dibelakangnya. Donghae pun dengan semangat menuruti ucapan Kyuhyun dan berbalik juga untuk melepakan ikatan tangan Kyuhyun. Ikatan tangan yang ada dibelakang tubuh mereka membuat mereka harus ekstra keras melepaskannya. Setelah lama berusaha akhirnya ikatan tersebut dapat dilepaskan.
Mereka pun melepaskan ikatan pak Kim juga namun saat itu juga beberapa orang berjas hitam membuka pintu. Kyuhyun, Donghae dan pak Kim sangat terkejut dengan kedatangan tiba-tiba anak buah tuan Choi.
"HAHAHA... apa kalian semua berusaha melarikan diri HUH?!"
"tuan Choi?" ucap Pak Kim.
"wae? Apa kau terkejut dengan kedatanganku Kim? Aku sejak tadi ada digedung ini menyiapkan Bom untuk kalian" ucap tuan Choi.
"akan aku pastikan kalian tidak akan bisa melarikan diri lagi" ucap tuan Choi.
Kyuhyun, Donghae dan pak Kim kalah banyak jika harus berhadapan dengan anak buah tuan Choi yang berkisar sepuluh orang.
"hyunggg, bagaimana ini?" ucap Kyuhyun yang cemas.
"kita hadapi mereka Kyu,," ucap Donghae.
"tapi aku..."belum sempat Kyuhyun melanjutkan ucapannya salah satu anak buah tuan Choi sudah menghajar Donghae dan perkelahian antara Donghae dan anak buah tuan Choi pun tak bisa dihindari.
Tuan Choi berjalan keluar dari gedung tersebut diikuti tiga orang anak buahnya.
Kyuhyun, Donghae dan pak Kim menghadapi tujuh orang yang sangat lihai dalam bela diri. Meskipun Donghae tidak punya keahlian bela diri namun Donghae yang jago dalam olahraga membuatnya cepat dalam mengelak pukulan dan bertahan dengan beberapa pukulan. Donghae melihat pak Kim yang sudah jatuh tersungkur dengan dua orang namja yang sedang memukulinya dan Donghae hendak menolongnya namun nasib Kyuhyun juga tidak jauh beda dengan pak Kim. Donghae pun memilih menolong Kyuhyun yang akan dipukul dengan balok kayu besar oleh seorang namja. Donghae memeluk Kyuhyun dan pada akhirnya balok kayu itu terbelah menjadi dua mengenai kepala Donghae. Luka dikepala Donghae bertambah parah dengan bertambahnya pukulan tersebut.
"Hae hyungggg!" teriak Kyuhyun dan menopang tubuh Donghae yang semakin kehilangan kesadaran.
"gwa...en..chaa...naaa" Donghae masih berusaha memastikan jika Kyuhyun tidak terluka ditengah kondisinya yang mengenaskan.
"hyungggg,, bertahanlah hyung..." ucap Kyuhyun sambil memeluk Donghae erat.
"cepat kita keluar, bos akan meledakkan tempat ini" ucap seorang namja mengajak kawannya yang lain. Mendengar hal itu pak Kim berusaha bicara pada Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah... pall...palliwa... bawa... Hae ke..lu..ar... palli" ucap pak Kim terbata-bata.
Kyuhyun tidak mendengarkan pak Kim karena terlalu khawatir dengan keadaan Donghae yang dipenuhi darah.
"Kyu... hyunnie...!"
Diluar gedung nampak iring-iringan mobil polisi yang melaju semakin cepat saat melihat gerombolan orang keluar dari dalam gedung yang berada ditengah lapangan dan jauh dari keramaian penduduk.
"hyung,, mereka?" tanya Heechul pada Leeteuk yang saat ini berada satu mobil bersama Kangin juga.
"bukankah itu tuan Choi?" ucap Kangin.
Semua polisi segera mengepung tempat tersebut. Tuan Choi pun menjadi terkejut dengan kedatangan polisi yang sangat tiba-tiba. Tuan Choi tidak bisa melarikan diri karena suara tembakan polisi mampu membekukan setiap gerak anak buah tuan Choi dan tuan Choi sendiri.
"JANGAN BERGERAK!" ucap polisi sambil menodongkan senjata mereka.
Leeteuk, Heechul dan Kangin segera menghampiri tuan Choi namun dihalangi oleh polisi.
"KYUHYUN-AH! DONGHAE-YA!" teriak Heechul yang tidak sabar untuk melihat keadaan dongsaengnya.
"dimana mereka?" tanya Leeteuk pada tuan Choi.
"mwo? apanya yang dimana?" tuan Choi balik bertanya.
"kau..."
"disini..." tuan Choi memotong ucapan Heechul sambil menunjukkan sebuah alat.
"mereka semua akan mati disini" tuan Choi berucap sambil tersenyum dan menekan tombol yang ada dialat tersebut. Dan saat itu juga
BOOOOOOMMMMMMMM
BOOOMMMMMM
BOOOOMMMM
Ledakan pun tidak bisa dihindari, gedung tersebut telah meledak.
Semua orang yang ada disana terkejut dengan ledakan gedung tersebut, begitu juga dengan Leeteuk dan Heechul karena mereka yakin jika Kyuhyun dan Donghae masih ada didalam gedung itu.
"ANDWEEEE!" teriak Leeteuk.
"KYUHYUN-AH!"
"DONGHAE-YA!"
TBC
Andwee, KyuHae? Bagaimana nasib Leeteuk dan Heechul selanjutnya?
Next chap or End?
