Title: Its okay, hyungie Rate: T Gendre: Brothership/ family Cast: Leeteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun Chapter: 17

Brothership Leteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun/ its okay, hyungie/ sesuatu seperti ini dapat diubah, hubungan kita tidak bisa seperti ini selamanya hyung/ DENGARKAN AKU!/

"disini..." tuan Choi memotong ucapan Heechul sambil menunjukkan sebuah alat.
"mereka semua akan mati disini" tuan Choi berucap sambil tersenyum dan menekan tombol yang ada dialat tersebut. Dan saat itu juga BOOOOOOMMMMMMMM BOOOMMMMMM BOOOOMMMM Ledakan pun tidak bisa dihindari, gedung tersebut telah meledak.
Semua orang yang ada disana terkejut dengan ledakan gedung tersebut, begitu juga dengan Leeteuk dan Heechul karena mereka yakin jika Kyuhyun dan Donghae masih ada didalam gedung itu.
"ANDWEEEE!" teriak Leeteuk.
"KYUHYUN-AH!"
"DONGHAE-YA!"
Selanjutnya...

Kepulan asap yang mengebul akibat ledakan gedung begitu menyesakkan siapa saja yang berada didekat lokasi tersebut. Seluruh orang yang ada ditempat tersebut membeku karena kejadian yang begitu tiba-tiba tersebut. Mereka merasa bersyukur karena ledakan tersebut hanya ledakan kecil namun bisa memporak-porakkan gedung besar yang hanya berjarak puluhan meter dari mereka berada.
"Kyuhyun-ah... Donghae-ya..." Leeteuk berucap sambil meneteskan air matanya. Kakinya begitu lemas dan tidak kuat menahan berat tubuhnya sendiri. Leeteuk pun jatuh tersimpuh ditanah sambil memandang kobaran api yang sudah menghabiskan gedung dimana kedua dongsaengnya berada.
Sedangkan Heechul segera berlari mendekati gedung tersebut tanpa rasa takut sedikitpun. Polisi yang ada ditempat tersebut segera menangkap tuan Choi dan seluruh anak buahnya. Polisi yang lainnya segera menelpon pemadam kebakaran dan sebagian lagi kembali kekantor kepolisian dengan membawa tahanan meraka.
Heechul pun berlari mengelilingi gedung tersebut berharap jika kedua dongsaengnya masih bisa diselamatkan. Rasa khawatir nampak jelas diwajah Heechul.
"Kyuhyun-ah... Donghae-ya... kalian dimana?" Ucap Heechul sambil terus mencari dengan menutup hidungnya karena memang asap begitu hitam dan mengganggu pernapasan mereka.
Namun semua tindakan Heechul segera dihentikan oleh beberapa orang polisi karena memang tempat tersebut telah hancur dan tidak mungkin orang yang ada didalam gedung tersebut dapat hidup.
"mianhae tuan, sebaiknya serahkan semua ini pada pihak kepolisian dan tidak mungkin juga orang dapat hidup dengan ledakan tersebut" ucap salah seorang polisi sambil menahan gerakan Heechul.
"lepaskan aku! Aku yakin mereka masih hidup!" ucap Heechul keras dan mencoba melepaskan pegangan polisi tersebut.
"biarkan pemadam kebakaran melakukan tugas mereka tuan, jika anda..."
"LEPAS KATAKU!" Heechul memotong ucapan polisi tersebut sambil menghempaskan pegangan yang begitu mengganggunya.
Heechul kembali berjalan memutari gedung tersebut meskipun kepulan asap sangat mengganggu pernapasan dan penglihatannya.
"jebal bertahanlah... aku tahu kalian sangat kuat" ucap Heechul dengan mata yang sudah memerah menahan air matanya agar tidak jatuh. Langkah Heechul pun terhenti sejenak dan berusaha memfokuskan pandangannya melihat sesuatu yang sangat aneh di belakang pohon yang ada dibelakang gedung tersebut. Dia berjalan perlahan sambil tetap fokus pada apa yang dia lihat. Semakin dekat dan "KYU!" teriak Heechul sambil berlari saat disadari jika sosok yang tengah terbaring ditanah adalah Kyuhyun.
Heechul mengguncangkan tubuh Kyuhyun pelan berharap dongsaengnya dapat sadar.
"Kyu... irona saeng..."
Kyuhyun sedikit membuka matanya sambil menahan sakit pada seluruh tubuhnya.
"Hae.. hyung..." ucap Kyuhyun sambil menunjuk arah yang menunjukan keberadaan Donghae. Heechul mengikuti arah tangan Kyuhyun, namun kesadaran Kyuhyun pun semakin melemah dan Kyuhyun kembali pingsan.
"Kyuhyun-ah! Bertahanlah Kyu.." ucap Heechul sambil memeluk tubuh Kyuhyun yang ada didepannya.
Heechul pun mencari sosok Donghae dengan petunjuk Kyuhyun tadi. Namun kondisi Donghae membuatnya lebih khawatir karena kepala Donghae yang dipenuhi darah dan Donghae yang tidak sadar meskipun Heechul berusaha membangunkannya.
"bertahanlah Hae... hyung ada disini dan akan menyelamatkan kalian" ucap Heechul sambil berlari mencari bantuan dari orang-orang yang ada.

"HYUNGGGGGGGG!" Heechul muncul dari belakang gedung sambil berlari.
"wae?" tanya Kangin karena Leeteuk sendiri sejak tadi hanya menangis disamping Kangin.
"Kyuhyun dan Donghae, mereka ada dibelakang gedung.. palliwa selamatkan mereka! PALLI!" ucap Heechul tidak sabar.
"MWO?" Sontak seluruh polisi berlari untuk menyelamatkan Kyuhyun dan Donghae. Heechul sendiri juga kembali dan menunjukkan keberadaan Kyuhyun dan Donghae. Leeteuk yang mendengar tentang kedua dongsaengnya pun ikut menyusul ketempat dimana Kyuhyun dan Donghae berada.
Saat Leeteuk sudah ada ditempat tersebut, Leeteuk pun berlari kearah Kyuhyun yang memang lebih dekat dengan tempatnya.
"Kyuhyun-ah..." Leeteuk langsung memeluk tubuh Kyuhyun.
Tubuh Kyuhyun pun dibawa kedalam mobil ambulans.
"dimana Donghae?" ucap Leeteuk.
"disini hyung... aku akan menemani Donghae, kau temani Kyuhyun" ucap Heechul. Leeteuk pun naik kedalam mobil ambulans dimana Kyuhyun berada sedangkan Heechul menemani Donghae.

Didalam mobil ambulans, Leeteuk tidak henti-hentinya menangis ambil memegang tangan Kyuhyun.
"bertahanlah Kyu..." ucap Leeteuk.

Sesampainya dirumah sakit, Kyuhyun dan Donghae langsung mendapatkan penanganan oleh dokter yang ada. Mereka diletakkan pada ruang yang sama.
Leeteuk dan Heechul begitu khawatir dengan keadaan kedua dongsaengnya.
"tenanglah, mereka pasti bisa bertahan" ucap Kangin menenangkan Leeteuk dan Heechul.
Beberapa saat kemudian, salah satu dokter yang menangani Kyuhyun dan Donghae keluar.
"apa anda keluarga tuan Kyuhyun?" ucap dokter tersebut.
"ne dokter... bagaimana keadaannya?" tanya Heechul khawatir.
"dia harus mendapatkan transplantasi ginjal segera karena kondisi ginjalnya sudah memburuk ditambah kondisinya yang lemah" ucap dokter tersebut dengan serius.
"mwo? tetapi diantara kami tidak ada ginjal yang cocok dengannya dan hanya Donghae yang cocok sedangkan dia ada didalam, dia..." Leeteuk tidak melanjutkan ucapnnya.
"begitukah? jadi pasien tersebut adalah hyung dengan ginjal yang cocok dengan Kyuhyun?" tanya dokter tersebut.
"ne dokter, tidak bisakah menunggu Donghae sembuh dulu dokter... dulu kami sudah membicarakan ini dengan mereka berdua" ucap Leeteuk menjelaskan.
Namun tiba-tiba keluar seorang perawat dari dalam ruangan Kyuhyun dan Donghae.
"dokter, pasien Donghae kondisinya semakin melemah.. dokter Yeon, memanggil anda.."ucap perawat tersebut.
Dokter yang berbicara dengan Leeteuk dan Heechul pun ikut masuk untuk melihat kondisi Donghae.
Leeteuk dan Heechul menjadi semakin panik saat mengetahui jika kondisi Donghae memburuk. Mereka melihat dari kaca pintu ruang IGD saat dokter memeriksa kondisi Donghae.
"Donghae-ya" gumam Leeteuk sambil meneteskan air matanya.
"hyungggg, dia akan selamat kan?" bisik Heechul pada Leeteuk. Namun Leeteuk hanya diam saja, saat ini dia sendiri ingin ada seseorang yang membuatnya yakin jika kedua dongsaengnya akan baik-baik saja.
1 jam berlalu, Waktu yang sangat lama untuk Leeteuk dan Heechul demi menunggu hasil pemeriksaan kedua dongsaengnya. Gumaman doa selalu Leeteuk dan Heechul panjatkan agar keadaan kedua dongsaengnya membaik. Beberapa saat kemudian seluruh dokter yang menangani Donghae dan Kyuhyun keluar dari ruang IGD.
"dokter bagaimana keadaan Donghae dan Kyuhyun?" tanya Leeteuk saat menghampiri beberapa dokter yang menangani Kyuhyun dan Donghae.
"sebaiknya kita bicarakan ini diruangan saya tuan" ucap salah seorang dokter yang diketahui adalah kepala team dokter.
Leeteuk dan Heechul pun mengikuti doter tersebut menuju ruangan milik dokter tersebut.
"silahkan duduk tuan" ucap dokter tersebut.
Leeteuk dan Heechul pun duduk berhadapan dengan dokter Yeon yang tidak lain adalah kepala team dokter . Mereka menanti apa yang akan dikatakan oleh dokter tersebut mengenai keadaan dongsaeng mereka.
"begini Leeteuk-shi, Heechul-shi... sebelumnya kami meminta maaf tetapi kami sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua dongsaeng kalian" ucap dokter tersebut memulai pembicaraan. Pikiran Leeteuk dan Heechul pun semakin tak karuan saat dokter tersebut mengucapkan permintaan maaf.
"dokter bagaimana keadaan mereka? Katakan pada kami dan jangan membuat kami semakin cemas" ucap Heechul sedikit emosi dan tidak sabar.
"ah mian tuan, mianhae.." ucap dokter tersebut merasa tidak enak dengan Heechul. Sedangkan Leeteuk hanya diam sembari menunggu apa yang akan dokter tersebut katakan.
"saat ini, kondisi kedua dongsaeng kalian dalam kondisi yang sama.. mereka kritis.." ucap dokter tersebut dengan wajah menyesalnya.
"mwo? tidak mungkin dokter,, apa maksud anda?" ucap Heechul menanggapi ucapan dokter tersebut.
"Kyuhyun-shi,, kondisinya akan memburuk jika dia tidak segera mendapatkan donor ginjal karena dari hasil pemeriksaan kondisi ginjalnya sudah rusak sepenuhnya jadi ginjal tersebut harus segera diganti" ucap dokter memberikan penjelasan.
"seburuk itukah dokter tetapi kami belum lama ini melakukan pemeriksaan dan Kyuhyun selalu meminum obat tersebut" ucap Leeteuk menjelaskan.
"apakah dokter yang menangani penyakit Kyuhyun-shi tidak menyarankan untuk operasi?" tanya dokter tersebut. Leeteuk dan Heechul hanya diam.
"mereka pasti sudah menyarankan operasi karena saya lihat kerusakan ginjalnya sudah semakin parah" ucap dokter tersebut.
"lalu bagaimana dengan Donghae dokter?" tanya Heechul.
"maafkan kami, Donghae-shi mengalami koma karena cidera yang serius dikepalanya.. kemungkinan dia dapat selamat hanya 20%..." ucap dokter tersebut penuh penyesalan.
Leeteuk dan Heechul bagaikan terkena pukulan yang begitu besar dalam hidupnya saat mendengar jika Donghae koma dan Kyuhyun juga tidak jauh beda dengan kondisi Donghae.
"maafkan kami tuan, saran saya sebagai dokter adalah dengan membiarkan Donghae melakukan transplantasi ginjal agar Kyuhyun dapat selamat..." "lalu bagaimana dengan Donghae?" tanya Heechul.
"kemungkinan dia hidup sangat kecil, kita bisa memberikan kesempatan hidup kepada Kyuhyun-shi 50% jika kita melakukan transplatasi ginjal.. jika kita membiarkan Donghae-shi dan Kyuhyun-shi seperti ini terus maka kemungkinannya adalah mereka berdua tidak ada yang selamat" ucap dokter tersebut memberikan saran yang menurut Leeteuk dan Heechul bukalah saran yang baik.
"mwo? jadi maksud anda kami harus merelakan Donghae demi kesembuhan Kyuhyun?" tanya Heechul.
"ne, hanya itulah salah satu cara yang dapat saya berikan"
"apa tidak ada cara lain dokter?" tanya Leeteuk.
"tidak ada Leeteuk-shi,, jika saja kondisi Donghae tidak koma maka transplantasi ginjal tidak akan mempengaruhi hidupnya tetapi kenyataannya saat ini Donghae sedang dalam kondisi koma dimana hidup dan mati hanya beberapa lapis saja, maka dari itu kalian pikirkan lagi saran yang saya berikan" ucap Dokter tersebut.

Leeteuk dan Heechul berjalan keluar dari ruang dokter tersebut dengan perasaan yang sangat sedih. Bagaimana bisa saat ini mereka harus memilihkan kehidupan untuk kedua dongsaengnya sendiri.
Heechul memutuskan untuk duduk dibangku didepan ruangan Kyuhyun dan Donghae berada saat ini. Terdengar bunyi alat penunjuk detak jantung yang saling beradu. Alat tersebut menunjukkan detak jantung kedua dongsaengnya. Leeteuk berdiri mematung sambil memeperhatikan Kyuhyun dan Donghae yang berada didalam ruangan yang sama.
"mereka benar-benar kompak kan hyung?" ucap Heechul sambil menerawang dengan mata yang memerah mengingat kondisi kedua dongsaengnya.
"ne,, " jawab Leeteuk singkat sambil mengusap air matanya yang sudah jatuh sedari tadi.
"apa yang harus kita lakukan hyung? Haruskah kita melakukan transplantasi itu?" tanya Heechul.
Leeteuk hanya diam saja sambil memandang wajah Donghae.
"aku akan melihat kondisi mereka dulu Heechul-ah" ucap Leeteuk sambil masuk kedalam ruang IGD. Tidak lupa dia menggunakan pakaian kusus sebelum masuk ruangan tersebut.
Leeteuk berjalan mendekati kedua dongsaengnya karena jarak Kyuhyun dan Donghae yang tidak begitu jauh dan hanya terpisah oleh beberapa alat bantu pernapasan saja.
Leeteuk memandang Kyuhyun sebelum berjalan dan duduk disebelah Donghae.
"Donghae-ya.." kini Leeteuk memegang tangan Donghae sambil menatap wajah Donghae.
"mianhae... jeongmal mianhae Hae-ya..." Leeteuk berucap sambil berurai air mata.
"apa yang harus aku lakukan Hae? Hyung sangat bingung... hyung sangat menyesal tidak bisa menjaga kalian dengan baik... hyung tidak bisa membiarkan kalian pergi begitu saja... banyak yang ingin hyung lakukan bersama kalian... jebal bertahanlah Donghae-ya... aku tahu kau kuat, bukankah kau ingin mendonorkan ginjalmu untuk Kyuhyun.. jadi kau harus kuat arra?" ucap Leeteuk lagi seakan memberikan kekuatan pada Donghae.
Setelah memberikan kekuatan pada Donghae, Leeteuk pun mendekati Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah... apa kau sangat suka membuat hyungmu ini khawatir eoh? Kali ini kau harus menerima ginjal Donghae, arraseo? Jika kau tidak mau maka itu akan semakin menyakiti semua hyungdeulmu.. kau bilang jika kau baik-baik saja, maka bangun dan buktikan jika kau baik-baik saja dengan semua ini.. Donghae akan sedih jika kau tidak mau menerima ginjalnya.. dia sudah memberikan hal yang berharga dalam hidupnya, kau tahu kan dia sangat menyayangimu? Cepatlah sembuh dan berterimakasihlah pada Donghae.." ucap Leeteuk dengan air mata yang tidak bisa dia kendalikan lagi.
Setelah melihat keadaan Donghae dan Kyuhyun, Leeteuk pun keluar dan menemui Heechul.
"Heechul-ah..." panggil Leeteuk sambil menutup pintu ruangan.
Heechul menoleh dengan tatapan yang datar.
"wae hyung? Bagaimana kondisi mereka?" tanya Heechul.
Leeteuk tidak menjawab pertanyaan Heechul dan dia memilih duduk disebelah Heechul.
"aku sudah membuat keputusan Heechul-ah" ucap Leeteuk serius.
"apa keputusanmu hyung?"
"aku akan membiarkan Donghae dan memilih Kyuhyun" ucap Leeteuk.
"mwo? hyungggg..." Heechul sangat terkejut dengan ucapan Leeteuk. Bagaimana bisa hyungnya memutuskan dengan cepat seperti ini. Meskipun Heechul tahu jika keputusan Leeteuk adalah keputusan yang terbaik sesuai saran dokter namun dirinya tidak habis pikir jika Leeteuk setega itu dengan Donghae.
"ini yang terbaik Heechul-ah... Donghae pasti bisa mengerti kenapa kita melakukan ini.. dia pasti akan mengambil keputusan yang sama jika dia ada diposisi kita.." "tapi hyung,," Heechul tidak tahu harus mengatakan apa dan harus berbuat apa. Pikirannya sangat kacau, bagaimana bisa situasi seperti ini menimpa keluarganya?
"ini keputusan yang terbaik Heechul-ah, Donghae pasti bisa bertahan" ucap Leeteuk meskipun dia sendiri sangat tidak yakin akan hal itu. Leeteuk pun berjalan menemui dokter untuk membicarakan mengenai keputusannya namun langkahnya ditahan oleh tangan Heechul.
"andwee hyung,, jangan lakukan hal itu..." ucap Heechul sambil menahan tangan Leeteuk.
"lalu apa kau lebih tega membiarkan mereka berdua meninggal?"
"ne,, itu lebih baik hyung" ucap Heechul dengan penekanan dalam nada bicaranya.
PLAKKK!
Satu tamparan diterima Heechul yang tidak lain berasal dari tangan hyungnya sendiri. Heechul diam saja menerima tamparan itu, buatnya itu jauh lebih baik jika Leeteuk memukulnya karena setidaknya pukulan itu dapat meringankan beban Leeteuk.
Leeteuk hendak mencoba melepaskan pegangan Heechul namun dia mengurungkan niatnya karena dia melihat segerombolan dokter dan perawat tengah berlri kecil menuju arah mereka. Leeteuk dan Heechul pun menyadari jika alarm dari ruangan Kyuhyun dan Donghae sedang berbunyi menandakan jika kondisi salah satu dongsaengnya sedang kritis. Bebrapa dokter berpencar sesuai tugas mereka masing-masing, ada yang melihat kondisi Kyuhyun dan ada yang melihat kondisi Donghae.
Namun dokter yang menangani Kyuhyun berbicara pada kepala team dokter yang tidak lain adalah dokter Yeon yang Leeteuk dan Heechul temui tadi. Setelah itu, dokter Yeon keluar ruangan menemui Leeteuk dan Heechul yang sedang melihat proses pemeriksaan kedua dongsaengnya.
"kondisi Kyuhyun-shi melemah, saya butuh keputusan kalian berdua" ucap dokter Yeon.
"lakukan transplantasinya dokter" ucap Leeteuk singkat.
"andwee! Jangan lakuka itu" sela Heechul.
"lakukan dokter, aku yakin Donghae bisa bertahan ditengah kondisinya saat ini..." ucap Leeteuk mantap.
"hyung!" BUGGG!
Sebuah pukulan kali ini mendarat diwajah Heechul sehingga membuat Heechul jatuh tersungkur menahan sakit.
"lakukan dokter dan selamatkan mereka berdua jika bisa" ucap Leeteuk dengan wajah memohon.
Dokter tersebut masuk kedalam ruangan lagi dan mempersiapkan operasi trnsplantasi ginjal. Leeteuk menghampiri Heechul yang masih tersungkur akibat pukulannya tadi. Leeteuk hendak membantu Heechul berdiri namun Heechul menghempaskan tangan Leeteuk dan berjalan meninggalkan Leeteuk. Leeteuk hanya memandang kepergian Heechul dengan sedih.
"kalian semua membiarkan aku sendirian disini tetapi aku harap kalian akan kembali padaku dengan cepat setelah ini" ucap Leeteuk pelan.
Saat ini Leeteuk memang seorang diri tanpa Heechul, Donghae maupun Kyuhyun. Semoga keputusan Leeteuk ini adalah keputusan yang terbaik untuk membuat semua dongsaengnya kembali padanya bukan malah membuat mereka semua pergi menjauhinya. Begitulah pikir Leeteuk.
Dari jauh terlihat Kangin yang tengah memperhatikan Leeteuk. Kangin membawa sebuah amplop dan hendak menemui Leeteuk namun hal itu ia urungkan mengingat Leeteuk yang terlihat lelah dan kacau.
"aku akan memberitahumu saat semua keadaan ini mulai membaik..." gumam Kangin sambil melihat amplop yang dia bawa.

TBC Terima kasih yang masih memberikan reviewnya... apa alurnya kecepetan? Hehehe.. dibaca sajalah ya, namanya juga FF iseng-iseng jadi ya banyak kekurangan disana-sini.. harap maklum ya... next chapter menuju end chapter ^^