Title: Its okay, hyungie

Rate: T

Gendre: Brothership/ family

Cast: Leeteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun

Chapter: 18

Brothership Leteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun/ its okay, hyungie/ sesuatu seperti ini dapat diubah, hubungan kita tidak bisa seperti ini selamanya hyung/ DENGARKAN AKU!/

Saat ini Leeteuk memang seorang diri tanpa Heechul, Donghae maupun Kyuhyun. Semoga keputusan Leeteuk ini adalah keputusan yang terbaik untuk membuat semua dongsaengnya kembali padanya bukan malah membuat mereka semua pergi menjauhinya. Begitulah pikir Leeteuk.

Dari jauh terlihat Kangin yang tengah memperhatikan Leeteuk. Kangin membawa sebuah amplop dan hendak menemui Leeteuk namun hal itu ia urungkan mengingat Leeteuk yang terlihat lelah dan kacau.

"aku akan memberitahumu saat semua keadaan ini mulai membaik..." gumam Kangin sambil melihat amplop yang dia bawa.

Selanjutnya...

Didalam ruang operasi, semua dokter nampak sibuk dengan operasi yang mereka lakukan secara bersama-sama. Keputusan Leeteuk untuk memberikan transplantasi ginjal pada Kyuhyun membuat Donghae harus kehilangan satu ginjalnya. Leeteuk terus berdoa didepan ruangan Kyuhyun dan Donghae berharap kedua dongsaengnya dapat terselamatkan.

Kangin masih terus melihat Leeteuk dari jauh, sangat jelas terlihat jika Leeteuk sangat kacau karena keadaan dongsaeng-dongsaengnya. Kangin sangat ingin menemani Leeteuk namun dia harus mengurungkan niatnya mengingat masih ada yang harus dia lakukan untuk membantu sahabatnya itu. Kangin pun kembali ke kantornya dengan membawa amplop coklat yang sedari tadi dia bawa.

Kurang lebih 5 jam berlalu namun masih tidak ada tanda-tanda selesainya operasi tersebut membuat Leeteuk sedikit khawatir. Namun kekhawatirannya tersebut segera dia tutupi dengan doa yang selalu terucap untuk kedua dongsaengnya.

"dokter tekanan darahnya menurun" ucap dokter anastesi yang menangani Kyuhyun.

"bukankah ginjal mereka sama? Kenapa terjadi penolakan?" tanya asisten dokter kepada dokter Yeon.

"gwaenchana, tetap fokus pada operasinya.. tambahkan dosisnya" ucap dokter Yeon pada dokter anastesi yang bertugas mengawasi tanda vital saat operasi berlangsung.

"tekanan darahnya sudah stabil dokter, tetapi sangat lemah"

"awasi terus tekanan darahnya"

Dokter Yeon pun melanjutkan operasinya. Setelah beberapa saat, dokter Yeon sudah menyelesaikannya.

"bagaimana tanda vitanya?" tanya dokter Yeon pada dokter anastesi.

"lemah dokter, tetapi masih dalam batas aman"

"kerja bagus.. kalian lanjutkan sisanya" ucap dokter Yeon setelah sukses melakukan transplantasi ginjal pada Kyuhyun.

"dokter Yeon, kondisi Donghae menurun dan detak jantungnya sempat menurun" ucap dokter yang mengoperasi Donghae. Dokter Yeon pun segera berlari kearah Donghae dan menggunakan alat kejut jantung untuk meningkatkan kerja jantung Donghae yang semakin melemah.

"jebal... bertahanlah Donghae-shi demi Kyuhyun" gumam dokter Yeon memberikan semangat kepada pasien dihadapannya yang seolah memilih menyerah.

Dokter Yeon terus berusaha mengembalikan detak jantung Donghae dengan alat kejut jantung dengan menambah volt alat tersebut.

"jebal!" teriak dokter Yeon berharap Donghae dapat mendengarnya.

Tit tit tit

"dokter, detak jantungnya kembali"

"jinja, wahhh... syukurlah ternyata dia sangat kuat?" ucap dokter yang lainnya.

"Gomawo Donghae-shi..." ucap dokter Yeon senang karena Donghae dapat bertahan.

"pindahkan kedua pasien ke ruang rawat yang sama" perintah dokter Yeon.

Beberapa saat kemudian, dokter Yeon yang bertugas sebagai kepala jalannya operasi tersebut keluar.

"bagaimana dokter?" tanya Leeteuk tidak sabar.

"operasinya berhasil Leeteuk-shi" ucap dokter Yeon.

"kamsahamnida dokter, kamsahamnida" ucap Leeteuk.

"Donghae-shi sempat kehilangan detak jantungnya setelah operasi namun dia sangat kuat dan kembali bersama kita"

"jinja?"

"ne, meskipun operasinya berjalan lancar namun keduanya belum sadar"

"lalu kapan mereka bisa bangun dokter?"

"kita berdoa saja Leeteuk-shi karena aku juga tidak bisa memastikannya"

"wae? Apa terjadi kesalahan saat operasinya dokter?" tanya Leeteuk.

"anio, semua berjalan lancar bahkan Donghae yang sempat aku ragukan dapat bertahan pun masih kuat bertahan tetapi Kyuhyun..."

"Kyuhyun? kenapa dia dokter?"

"dia seolah menolak ginjal yang dia terima padahal ginjal tersebut sangat cocok padanya. Hal itu bisa berakibat sock dan mungkin bisa berpengaruh pada kesembuhannya" jelas dokter Yeon.

"lalu apa yang harus aku lakukan dokter?"

"berdoa saja, agar Kyuhyun cepat beradaptasi dengan ginjalnya sehingga dia dapat cepat sadar"

Ditempat lain, Heechul sedang berdiri memandang langit yang gelap dari atas atap Rumah Sakit. Sudah hampir 6 jam dia berdiri diatas atap tanpa melakukan apapun selain menatap gelapnya langit. Pikirannya terpenuhi dengan ketidakjelasan akan nasib kedua dongsaengnya. Tiba-tiba handphonenya berdering menandakan panggilan masuk yang tidak lain adalah dari Leeteuk.

"ottokhe hyung?" jawab Heechul langsung.

"arraseo, aku akan kesana" sambungnya lagi.

Heechul pun berlari keruang rawat Kyuhyun dan Donghae. Sudah ada Leeteuk disana yang menemani Kyuhyun dan Donghae.

"hyunggg..." panggil heechul pelan sambil mendekati Leeteuk.

Leeteuk pun langsung menghampiri Heechul dan memeluknya erat.

"wae? Kenapa kau menangis? Apa terjadi sesuatu dengan mereka?" tanya Heechul bingung.

Leeteuk tidak menjawab dan hanya memeluk Heechul kuat seakan meminta kekuatan pada Heechul. Heechul terdiam dengan sikap Leeteuk dan menepuk punggung Leeteuk pelan. Heechul seakan mengerti apa yang dirasakan Leeteuk tanpa harus ada penjelasan. Meskipun tadi dia sempat marah dengan keputusan Leeteuk namun dia sadar jika Leeteuk melakukan itu semua demi dongsaengnya meskipun hal itu bertolak belakang dengan hatinya.

"gwaenchana... mereka akan baik-baik saja kan hyung? Operasinya berhasil kan" tanya Heechul sambil mengelus pelan punggung hyungnya. Dapat dirasakan anggukan Leeteuk sebagai jawaban pertanyaan Heechul.

"lalu kapan mereka akan bangun?" tanya Heechul.

Kali ini Leeteuk melepaskan pelukannya terhadap Heechul dan memandangnya.

"molla... kondisi Donghae sudah mulai membaik karena sepertinya dia memiliki semangat untuk sembuh, tetapi Kyu..." ucap Leeteuk.

"kenapa dengan Kyuhyun?"

"saat operasi terjadi penolakan ginjal, dokter berharap jika Kyuhyun dapat cepat sadar agar tidak terajdi sock akibat penolakan tersebut" jelas Leeteuk.

"aishhhh, bocah itu selalu saja membuatku khawatir..." gumam Heechul sambil berjalan ke arah Kyuhyun.

Dipandangnya wajah yang putih pucat itu, berharap jika Kyuhyun dapat membuka matanya saat ini.

"hei bocah,, kapan aku bisa berhenti khawatir padamu? Bangunlah, apa kau tidak bosan memakai alat bantu pernapasan itu huh? Bahkan kondisi Donghae sekarang lebih baik dari pada kondisimu Kyu... " ucap Heechul sambil terus memandang wajah Kyuhyun.

Leeteuk yang mendengar ucapan Heechul hanya bisa tersenyum tipis. Meskipun ucapan Heechul terkesan kasar namun masih ada nada khawatir yang sangat ketara.

Leeteuk pun berjalan kearah Donghae dan duduk dikursi yang ada disebelah Donghae.

"Hae-ya... kenapa kau belum bangun juga" ucap Leeteuk sambil memijit pelan tangan Donghae.

"bagaimana kondisi Donghae?" tanya Heechul pada Leeteuk.

"dokter bilang jika kondisinya jauh lebih baik, mungkin dia akan segera bangun karena obat bius selama operasi hanya bertahan selama sehari" ucap Leeteuk.

"aku bersyukur jika operasinya berjalan lancar meskipun Hae sempat kehilangan detak jantungnya tetapi dia bisa kembali, dia sangat kuat... " lanjut Leeteuk.

"itu karena dia punya semangat hidup hyung" sambung Heechul

"hmmm, aku harap Kyuhyun juga seperti itu.." ucap Leeteuk.

Tanpa sadar, genggaman tangan Leeteuk terasa bergerak dan membuat Leeteuk memusatkan perhatiannya pada Donghae.

"Donghae-ya..." panggil Leeteuk.

"wae hyung?"

"tangan Donghae bergerak..." ucap Leeteuk.

"jinjja?" Heechul pun segera mendekati Donghae.

"Hae-ya... kau bisa mendengarku?" tanya Leeteuk pada Donghae. Donghae dengan perlahan membuka matanya.

"Heechul-ah, panggilkan dokter" perintah Leeteuk yang langsung dituruti oleh Heechul.

Beberapa saat kemudian dokter Yeon muncul dan memeriksa keadaan Donghae.

"Donghae-shi, apa anda bisa mendengar saya?" tanya dokter Yeon.

Donghae hanya mengangguk lemah dan berusaha untuk bicara.

"wae? apa kau ingin bicara?" tanya Leeteuk seakan mengerti gelagat Donghae.

Dokter pun membantu melepas alat bantu pernapasan pada Donghae sehingga memudahkan Donghae untuk berbicara.

"K..Kyu...hyun.." ucap Donghae lemah.

"kyuhyunie? Kau mencari dia?" tanya Leeteuk. Donghae mengangguk pelan.

"gwaenchana... dia baik-baik saja.." ucap Leeteuk.

"Kyuuuu..." Donghae kembali berucap dengan pelan dan menatap Leeteuk dengan mata yang berkaca-kaca.

"anda harus istirahat dulu Donghae-shi, jangan terlalu banyak bergerak" dokter Yeon menasehati Donghae.

"istirahatlah dulu, aku akan membawamu menemui Kyuhyun jika kau sudah sehat" ucap Leeteuk sambil membelai rambut Donghae.

Dengan wajah yang sedih, Donghae pun menuruti nasehat Leeteuk.

Setelah memeriksa Donghae, dokter Yeon berjalan kearah Kyuhyun yang memang terletak diruangan yang sama dengan Donghae. Donghae menikuti gerak dokter Yeon dan melihat tubuh seseorang terbaring diranjang sebelahnya.

"Kyuhyun-ah..." gumam Donghae. Leeteuk yang menyadarinya segera mengelus kepala Donghae bermaksud agar Donghae tidak melihat kearah Kyuhyun yang sedang diperiksa oleh dokter Yeon.

"hyunggg..." Donghae menatap Leeteuk sambil meraih tangan Leeteuk yang menggenggam tangannya. Mata Donghae kembali berair. Leeteuk mengerti arti tatapan Donghae, dongsaengnya itu ingin melihat keadaan Kyuhyun.

"gwaenchana... Kyuhyun baik-baik saja... uljima Hae,, jangan seperti ini... tidurlah,, hyung akan menemanimu disini" ucap Leeteuk sambil terus mengelus kepala Donghae agar dongsaengnya merasa lebih tenang.

Sedangkan Heechul memilih untuk menjaga Kyuhyun sambil sesekali melihat kearah Donghae. Heechul merasa senang jika Donghae sudah sadar. Kini perhatiannya dia curahkan ke Kyuhyun yang masih belum menunjukkan tanda-tanda pergerakan dan kesadaran.

Heechul duduk dan menatap tangan Kyuhyun berharap tangan itu bergerak seperti Donghae.

"apa kau tidak lelah tidur terus Kyu? Donghae sudah bangun sejak tadi,, apa kau ingin Donghae melihatmu seperti ini?" ucap Heechul sambil memegang tangan Kyuhyun.

Donghae dan Leeteuk bisa mendengar apa yang diucapkan Heechul pada Kyuhyun meskipun Heechul berucap dengan sangat pelan.

Donghae tidak tidur, dia hanya memejamkan matanya saja. Tidak bisa dipungkiri jika dia tidak bisa tenang sebelum melihat keadaan Kyuhyun. Donghae tahu jika keadaan Kyuhyun tidak baik-baik saja.

"hyungggg..." panggil Donghae pelan.

"wae? kenapa kau bangun? Apa kau merasa tidak enak badan lagi? Apa perlu aku panggilkan dokter?" tanya Leeteuk yang khawatir dengan Donghae yang tiba-tiba bangun.

"anio.." jawab Donghae sambil menggeleng pelan.

"lalu kenapa kau bangun?"

"aku bermimpi hyung..." ucap Donghae.

"mimpi?"

"mimpi yang sangat panjang hyung, aku bertemu Kyuhyun dimimpiku.." ucap Donghae. Selama koma, Donghae merasa sedang tidur sangat lama.

"jinjja? Apa yang kalian lakukan?" tanya Leeteuk.

"tidak ada... tetapi..." Donghae menggantungkan kalimatnya.

"tapi Kyuhyun menolak ginjalku hyung..." lanjut Donghae.

"mwo?" Hati Leeteuk seakan berhenti berdetak. Bagaimana bisa Donghae bermimpi seperti kenyataan. Saat ini,tubuh Kyuhyun juga menolak ginjal Donghae itulah kenapa Kyuhyun masih belum bangun juga. Tubuh Kyuhyun masih mengalami penyesuaian dengan ginjal barunya.

"anio, itu pasti hanya dalam mimpiku hyung.. bukankah kita belum melakukan operasi transplantasi itu.." ucap Donghae.

Leeteuk hanya diam saja, dia enggan berbicara dan membahas masalah itu. Leeteuk masih dihantui rasa bersalah terhadap Donghae. Dia lebih memilih Kyuhyun daripada Donghae disaat-saat yang mendesak seperti sebelumnya. Menurut Leeteuk, kesembuhan Donghae merupakan mukjizat Tuhan. Leeteuk begitu berterimakasih kepada Donghae karena dia mampu bertahan dan kembali sembuh namun rasa bersalah itu belum bisa pergi darinya.

"ahhh, ne... Kyuhyun akan baik-baik saja, dokter bilang dia akan baik-baik saja" ucap Leeteuk yang berbohong kepada Donghae.

Heechul pun hanya diam saja mendengar penjelasan Leeteuk pada Donghae. Heechul pun berpikir jika Donghae tidak perlu tahu dulu tentang keadaan yang sebenarnya karena yang paling penting saat ini adalah kesembuhan Donghae dan Kyuhyun.

Tiba-tiba handphone Leeteuk berdering menandakan ada panggilan masuk.

"nde Kangin-shi?"

"wae? apa kau menemukan buktinya? Ne, aku akan segera ke kantormu.."

"Donghae dan Kyuhyun sudah membaik, arraseo.."

Leeteuk memandang Donghae sambil tersenyum.

"wae hyung?" tanya heechul menghampiri Leeteuk.

"Kangin, dia akan membantu kita" ucap Leeteuk senang.

"hyung..." panggil Donghae.

"pak Kim... dia mengirim email padamu.." lanjut Donghae. Meskipun luka yang parah pada kepalanya namun Donghae tidak mengalami amnesia dan dia ingat jika pak Kim pernah bercerita jika dia mengirimkan email sebagai bukti kejahatan tuan Choi pada email Leeteuk saat mereka disekap.

"mwo? jinjja?" tanya Leeteuk.

"ne, itu adalah bukti kejahatan tuan Choi, pak Kim mengirimkannya padamu" ucap Donghae.

"mwo? tunggu dulu Hae, bagaimana kau bisa tahu hal itu?" tanya Heechul.

"itu... pak Kim berusaha menyelamatkan aku dan Kyuhyun saat itu, dia ikut disekap karena rencananya untuk menyelamatkan kami diketahui oleh tuan choi... dia melakukan ini karena dia ingin menebus kesalahannya selama ini hyung, dia ingin kau merebut kembali perusahaan itu" jelas Donghae.

"tetapi kami tidak menemukan pak Kim saat itu" ucap Heechul.

"mungkinkah pak Kim sudah..." Leeteuk tidak sanggup melanjutkan ucapnnya.

"Heechul-ah, kau jaga meraka nde? Aku akan menemui Kangin" ucap Leeteuk dan kemudian meninggalkan ruangan.

Leeteuk pun segera menuju ke tempat Kangin mengunakan taxi. Sesampainya disana dia langsung menuju kantor Kangin. Dan sesuai dugaannya, Kangin sudah menunggunya dengan beberapa orang yang Leeteuk kenal sebagai pengacara pribadi Kangin.

"Leeteuk-ah, masuklah.." ucap Kangin menyambut Leeteuk. Leeteuk pun langsung duduk disamping Kangin dan didepan dua orang pengacara.

"Kangin-ah,, pak Kim mengirimkan email padaku mengenai bukti kejahatan tuan Choi" ucap Leeteuk secara tiba-tiba.

"mwo? maksudmu pak Kim punya bukti lainnya?" tanya Kangin.

"mollayo, sebaiknya kita cek sekarang di emailku" ucap Leeteuk.

Leeteuk pun memeriksa emailnya bersama dengan Kangin dan kedua pengacara mereka.

"benar-benar ada.." gumam Kangin setelah memastikan jika benar-benar ada email dari pak Kim.

"sebenarnya aku juga sudah menemukan bukti tersebut dan ingin memberitahumu kemarin tetapi keadaan masih kurang mendukung, mianhae..." ucap Kangin menyesal.

"jadi maksudmu, kau menemukan bukti seperti ini juga?" tanya Leeteuk.

"nde, maka dari itu aku menyuruh kedua pengacaraku membantumu" ucap Kangin.

"gomawo Kangin-ah... gomawo..." ucap Leeteuk senang dan memeluk Kangin.

"sama-sama, bukankah sesama teman harus saling membantu.." ucap Kangin.

Dengan bukti yang dikirimkan pak Kim dan yang ditemukan oleh Kangin tentang pemalsuan dokumen perusahaan yang dilakukan oleh tuan Choi sehingga membuat Leeteuk harus kehilangan perusahaannya, kini mereka dapat menuntut tuan Choi dan merebut kembali perusahaan mereka.

"ternyata perusahaan yang kamu pimpin tidak pernah mengalami kebangkrutan, ini memang ulah pak Kim yang memanipulasi laporannya sehingga seolah-olah kau berutang banyak pada tuan Choi" ucap Kangin.

"ne, aku tidak menyangka pak Kim dan tuan Choi menusukku dari belakang" ucap Leeteuk.

"kenapa mereka melakukan itu?" tanya Kangin.

"molla, sampai saat ini aku juga tidak mengerti kenapa mereka melakukan ini kepada appa dan eomma.. tuan Choi bilang jika appa melakukan kesalahan padanya, dia bilang dulu appa sudah menipunya" ucap Leeteuk sambil meminum secangkir kopi yang disuguhkan Kangin.

"ahhh, aku yakin appamu tidak melakukan itu.. mungkin mereka salah paham satu sama lain.. aku sangat bersyukur karena pak Kim mengirimkan bukti itu padamu, karena bukti itu sangat kuat dan terdapat rekaman suara tuan Choi sedang menyuruh pak Kim membunuh dan mencelakai orangtuamu" ucap Kangin.

"ne, padahal ajjushi Choi dulu sangat dekat dengan appa dan sudah seperti saudara sendiri untuk appa.. sedangkan pak Kim..." Leeteuk menghentikan ceritanya.

"wae?"

"sepertinya dia meninggal dalam ledakan pabrik setelah berhasil menyelamatkan Kyuhyun dan Donghae"

"mwo? apa kau yakin?" tanya Kangin.

"Donghae sudah menceritakan semuanya padaku tentang pak Kim yang berusaha menyelamatkannya dan Kyuhyun serta tentang email itu karena pak Kim merasa bersalah pada appa dan eomma.. saat perjalanan menuju kesini, aku juga sudah menelpon pihak kepolisian dan ternyata, polisi menemukan jasad pak Kim yang ada didalam gedung dan terbakar" ucap Leeteuk sedih.

Kangin hanya diam saja mendengar cerita Leeteuk. Bagaimanapun juga Leeteuk dan pak Kim pernah dekat dan bahkan Leeteuk sudah menganggap pak Kim seperti appanya karena pak Kim selalu membantunya dalam mengatasi perusahaan.

Dirumah sakit, Heechul masih menjaga Donghae dan Kyuhyun. Donghae masih tidak mau tidur dan lebih memilih memainkan hp ditangannya.

"Hae-ya, berhentilah main-main.. istirahatlah.." ucap Heechul.

"aku baik-baik saja hyung, aku hanya ingin mengecek sms dari Eunhyuk, dia sangat khawatir" jawab Donghae.

"arraseo, arraseo... kalian memang sahabat sejati" ucap Heechul. Donghae hanya tersenyum lemah karena memang luka dikepalanya belum pulih sepenuhnya dan membuatnya belum boleh banyak bergerak.

Seorang perawat masuk kedalam kamar.

"Annyeonghaseyo Heechul-shi, dokter Yeon menyuruh anda menemuinya diruangan beliau" ucap perawat menyuruh Heechul menemui dokter Yeon.

"ahh ne, khamsahamnida" ucap Heechul dan berlalu keluar ruangan.

Perawat itu pun memeriksa Kyuhyun lalu beralih ke Donghae.

"Donghae-shi, bagaimana perasaan anda?" tanya perawat tersebut.

"baik" jawab Donghae singkat dan meletakkan hp ke nakas disebelahnya.

Perawat tersebut mengecek dan mencatat keadaan Donghae sambil melihat infus yang ada ditangan Donghae.

"hmmmmm, aku ingin bertanya" ucap Donghae.

"nde?" jawab perawat tersebut.

"bagaimana keadaan Kyuhyun?" tanya Donghae.

"ahhh, Kyuhyun-shi? Keadaannya masih sama seperti setelah operasi transplantasi ginjal kemarin" ucap perawat tersebut.

"operasi? Transpalntasi ginjal?" Donghae bingung dengan jawaban perawat tersebut. Yang Donghae tahu, Kyuhyun belum menjalani trnasplantasi ginjal, itulah yang Leeteuk bilang padanya tadi.

"ne, transpantasi ginjal dari anda Donghae-shi.."

"mwo? jelaskan apa maksud anda... transplantasi dariku? Jadi aku sudah mendonorkan ginjalku?" tanya Donghae.

"ne, apa ada masalah? Apa anda merasa tidak sehat setelah operasi itu?"

"ehhh tunggu,, kapan aku mendonorkannya? Aku tidak ingat,, lalu Kyuhyun?" ucap Donghae semakin bingung, seolah mimpinya sangat nyata sehingga dia bingung membedakan mana yang mimpi dan mana yang nyata.

"untuk kapan dilakukan operasinya saya kurang tahu, lebih baik anda tanyakan sendiri ke dokter Yeon, dia adalah dokter kepala yang menangani operasi kalian berdua" ucap pearawat tersebut.

"lalu apa ginjalnya cocok? Kenapa Kyuhyun belum bangun?" tanya Donghae khawatir jika mimpinya nyata.

"menurut catatan medis yang saya terima, ginjal kalian cocok namun tubuh Kyuhyun-shi sempat mengalami penolakan dan mungkin butuh penyesuaian itulah kenapa dia belum bangun karena dia pernah mengalami sock"

"bagaimana jika dia tidak bangun juga?" tanya Donghae.

"selama dia tidak mengalami sock lagi maka dia akan segera sadar maka dari itu dia harus selalu dipantau, jika saat operasi dia tidak mengalami sock mungkin saat ini dia sudah sadar" jelas perawat wanita.

Donghae terlihat terkejut dengan ucapan perawat itu, bagaimana bisa Kyuhyun menolak ginjalnya? Mimpi Donghae benar-benar nyata. Perawat tersebut meninggalkan ruangan Kyuhyun dan Donghae. Donghae menoleh menatap Kyuhyun yang berbaring di ranjang tepat disebelahnya.

"Kyu... wae? kenapa kau menolaknya?" gumam Donghae sambil terus menatap Kyuhyun dari atas ranjangnya. Ingin sekali dia menghampiri Kyuhyun namun tubuhnya seakan lemas dan tak bertenaga bahkan hanya untuk duduk dia belum bisa melakukannya.

TBC..