Chapter 3
Kuroko bangun lebih awal. Hari ini akan ada test untuk masuk ke first string yang merupakan posisi incaran Kuroko. Dari pagi, ia sudah berlatih di lapangan basket dekat rumahnya. Setelah latihan basket, ia kembali ke rumahnya untuk sarapan. Mandi, sudah.. sarapan sudah. latihan sudah.. tas dan buku sekolah, sudah. Merasa semuanya sudah lengkap, ia pergi menuju sekolah berjalan kaki. Hari itu, ia mengikuti pelajaran dengan begitu antusias, jauh lebih antusias dibanding hari-hari sebelumnya. Ia tidak sabar menunggu jam pulang sekolah.
Akhirnya, yang ditunggu-tunggu Kuroko pun datang. Jam sekolah sudah usai dan sekarang para anggota klub basket akan mengikuti test masuk first string. Kuroko berjalan menuju lokernya. Ia membuka loker berwarna biru tua itu lalu meletakan tas miliknya di dalam loker sebelum mengganti baju seragamnya. Kuroko lalu keluar dari ruangan loker itu dan berjalan ke tempat test akan dilaksanakan. Ia melihat Akashi dari jauh membuat gerakan yang menyemangatinya. Kuroko yang melihat itu tersenyum ke arah Akashi. Satu persatu nama anggota klub dipanggil, akhirnya tiba giliran Kuroko. Mereka menggunakan test model bermain per tim. Kuroko pun menunjukan keahliannya dalam passing yang sudah diajarkan oleh Akashi dan ia sempurnakan sendiri.
Ketika semua anggota sudah mendapat giliran masing-masing, para coach pun mengumumkan nama-nama yang masuk first string dan second string. Kuroko begitu senang begitu mendengar namanya masuk ke first string. Latihannya dengan Akashi tidak sia-sia dan membuahkan hasil. Begitu pengumuman selesai, mereka diperbolehkan pulang. Akashi yang sedari tadi menonton di pinggir lapangan menghampiri Kuroko.
"Tetsuya."
"Ah, Akashi-kun."
"Kau sangat hebat. Bagus kalau begitu. Dengan ini, kau resmi menjadi anggota first string Teiko Basketball. Omedetou"
"Arigatou, Akashi-kun." Balas Kuroko dengan wajah yang bersemu merah akibat pujian dari Akashi yang ia terima.
Sore itu, Akashi mentraktir vanilla milkshake untuk Kuroko yang berhasil masuk first string. Sudah masuk first string, ditraktir vanilla milkshake pula, apalagi yang dapat membuat Kuroko lebih bahagia dari ini?
Akhirnya, mereka mendapat libur musim panas. Akashi menggunakan kesempatan ini untuk mengadakan training camp sekaligus memperkenalkan Kuroko pada anggota first string di grup nya. Grup milik Akashi atau lebih sering disebut dengan Kiseki no Sedai terdiri dari 5 orang. Kise Ryouta – small forward, Midorima Shintarou – shoot guard, Aomine Daiki – power forward sekaligus ace Kiseki no Sedai, Murasakibara Atsushi – center, Akashi Seijuuro – point guard sekaligus kapten mereka. Siang itu mereka berkumpul di gym first string sebelum berangkat ke tempat training camp. Akashi adalah orang yang pertama sampai di gym. Ia lalu duduk di bangku menunggu teman-temannya yang lain. Satu persatu temannya datang.
"Akashi-kun, doumo" Kuroko datang kedua. Dilanjutkan dengan Midorima dan Murasakibara datang hampir bersamaan. Lalu anggota mereka yang kelewat ceria, Kise Ryouta akhirnya datang.
"Akashicchi! Minna!" Kise menyapa mereka dari pintu gym sambil berlari ke arah mereka. Akhirnya mereka menunggu orang terkahir, Aomine Daiki yang masih saja belum datang. Mereka janji berkumpul jam 7, namun kini jam sudah menunjukan pukul setengah 8 pagi dan Aomine masih belum tampak. Tiba-tiba.. Seorang pemuda bersurai navy masuk dari arah pintu gym dengan santainya dikejar oleh seorang gadis surai pink.
"Aomine, kenapa kau telat-nodayo? Kita sudah lama menunggu kau."
"Ah.. Gomen. Aku bangun kesiangan."
"Mou.. Dai-chan.. jangan berlari terlalu cepat!"
"Ah, Satsuki.. gomen."
"Ah, lalu.. Aka-chin, siapa dia?" tanya Murasakibara sambil menunjuk ke arah Kuroko.
"Hm? Ah.. aku akan memperkenalkan anggota baru grup ini."
"Hajimemashite. Kuroko Tetsuya desu. Yoroshiku onegaishimasu." Ucap Kuroko sambil membungkukan badannya.
"Ore wa Midorima Shintarou."
"Ore wa Kise Ryouta."
"Ore wa Aomine Daiki."
"Murasakibara Atsushi."
"Atashi wa Momoi Satsuki"
"Yoroshiku, Kuroko/ Kurokocchi/ Tetsu/ Kuro-chin/ Tetsu-kun!" ucap mereka serempak.
"Uwaa… Kurokocchi kawaii!" Seru Kise sambil tiba-tiba memeluk Kuroko dengan sangat erat.
"E..eh? Kise-kun?" Kuroko tampaknya kaget dengan perlakuan Kise padanya yang tiba-tiba.
"Ryouta, lepaskan Tetsuya. Dia tidak bisa bernafas." Ujar Akashi.
"Ah! Gomen, Kurokocchi.." Kise pun melepaskan pelukannya pada Kuroko.
"Unm.. tidak apa-apa, Kise-kun."
Akhirnya, mereka langsung berangkat menuju tempat training camp mereka. Mereka menggunakan villa milik keluarga Akashi untuk acara training camp. Sampai di tempat training camp, mereka langsung membagi kamar, yaitu Aomine-Kise, Murasakibara-Midorima, Akashi-Kuroko, dan Momoi sendirian. Begitu selesai meletakan barang-barang mereka di kamar, mereka langsung memulai latihan mereka. Kuroko mendapat arahan dari Akashi untuk latihan pertamanya, dan yang akan menerima pass Kuroko adalah Aomine. Mereka pun latihan dengan sangat serius. Latihan dimulai pukul 11 siang dan selesai pukul 2 siang, mereka mengambil istirahat untuk makan siang lalu mereka mulai latihan lagi pukul 4 hingga pukul 7 malam. Akhirnya, mereka pun selesai dan masuk ke tempat penginapan.
"Aah.. aku capek-ssu.." ucap Kise sambil mengelap keringatnya dengan handuk.
"Berisik, Kise."
"Aominecchi hidoi-ssu!"
"Siapa yang mau mandi duluan? Kamar mandi hanya ada dua, aku akan mandi duluan."
"A—" belum Kuroko selesai berbicara, Aomine dan Kise menyela
"Aku/Aku-ssu!" seru mereka bersamaan.
"Oi, Kise! Aku akan mandi duluan. Kau nanti saja!"
"Enak saja-ssu! Aku yang duluan!"
"Tidak! Aku duluan!"
"Aominecchi! Kenapa kau tidak mau mengalah?!"
Pertengkaran mereka ini tak akan selesai jika tak ada Akashi yang menghentikan mereka ( dengan gunting nya)
"Diamlah. Kalian berisik." Ucapan Akashi membuat Kise dan Aomine langsung diam.
"…"
"Tetsuya, kau bisa mandi duluan."
"Eh? Tapi.. Aomine-kun dan Kise-kun bagaimana?"
"Biar mereka mandi terkahir, itu hukuman."
"E..eh… baiklah, Akashi-kun."
Akhirnya, Akashi dan Kuroko mendapat giliran mandi pertama, Midorima dan Murasakibara kedua, dan Aomine serta Kise yang terakhir. Kuroko selesai mandi pertama. Ia pergi ke dapur untuk memasak makanan bagi anggota timnya. Kuroko mengambil bahan makanan dari kulkas. Ia memutuskan untuk memasak kare bagi semuanya. Ia mulai dengan memotong bawang, wortel, lalu mengupas kentang. Ia lalu menanak nasi secukupnya. Setelah itu, sambil menunggu nasi matang, ia memasak kare, tanpa bumbu instan. Akashi, Midorima, Murasakibara, Kise, dan Aomine selesai mandi. Mereka dan juga Momoi berkumpul di ruang tengah selesai mandi.
"Na, Tetsuya mana?"
"Eh? Aku tidak lihat Kurokocchi-ssu dari tadi.."
"Tetsu-kun tadi sepertinya ke… dapur?"
"Dapur? Untuk apa, Sacchin?"
"Hm.. entah?"
"Ah, minna-san.." Kuroko tiba-tiba muncul.
"Tetsuya, kau kemana?"
"Aku di dapur, Akashi-kun."
"Kau ngapain, Tetsu?"
"Aku masak untuk kita semua. Lebih baik sekarang kita semua makan malam dulu."
"Ah.. benar. Ayo, kita makan."
Mereka bertujuh pun berjalan ke ruang makan. Kuroko sudah meletakan mangkok berisi nasi bagi mereka dan lauk pun tersusun rapi di tengah meja makan. Ada kare dan Kuroko juga membuat salad.
"Uwaa.. kelihatannya enak sekali-ssu!"
"Kau membuat ini semua sendiri, Tetsu?"
"Ha'i, Aomine-kun. Ah, sumimasen bila karenya tidak enak, aku baru pertama kali memasak kare."
Mereka pun duduk di kursi dan mulai makan.
"Itadakimasu!" seru mereka bersamaan.
"Hmm.. Karenya enak, Kuro-chin."
"Honto?" tanya Kuroko dengan wajah moe yang berbinar-binar.
"Ohok..ohok.." Kise yang lagi makan tersedak ketika melihat wajah moe Kuroko.
"Eh? Kise-kun? Apa kau baik-baik saja?" tanya Kuroko sambil memberikan segelas air pada Kise.
"Tch.." Akashi mendecih pelan melihat Kuroko yang membantu Kise namun pelan agar tak ada yang mendengarnya.
"Ada apa, Akashi-kun?"
"Hm? Tidak ada apa-apa, Tetsuya. Lanjutkan makan malammu."
"Ha'i"
Selesai makan, mereka langsung pergi tidur karena besok mereka harus bangun pagi pukul 6 dan langsung latihan. Mereka tidur dengan posisi Midorima-Murasakibara-Aomine-Kise-Akashi-dan Kuroko yang diapit Akashi dan dinding. Khusus malam pertama mereka menginap, mereka tidur bersama di ruang tengah.
"Ngh.." Kise terbangun tengah malam. 'Ugh.. Aominecchi…' Akibat posisi tidur Aomine yang berantakan, kini kakinya berada di atas kaki Kise dan Kise merasa terganggu sehingga ia terbangun. Saat itu, ia merasa selimut di sampingnya, atau lebih tepat Akashi, kapten mereka sepertinya terbangun. Kise menyembunyikan setengah wajahnya di balik selimut. Di situ Kise melihat, kapten mereka Akashi menampakan wajah yang begitu lembut, wajah yang tak pernah ia perlihatkan pada siapapun kecuali pada Kuroko yang kini tengah dipandanginya. Di sisi lain, Kuroko sedang tidur dengan lelap. Pemandangan Akashi yang mencium kening Kuroko dengan lembut tak luput dari penglihatan Kise. Ia pun bergegas kembali tidur sebelum Akashi sadar bahwa ia melihat perbuatannya. Dengan cepat, ia terlelap kembali.
"Oyasumi.. Tetsuya.." adalah kata terakhir yang didengar Kise sebelum ia kembali terlelap.
.
.
.
TBC
