Title: Its okay, hyungie

Rate: T

Gendre: Brothership/ family

Cast: Leeteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun

Chapter: 19

Brothership Leteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun/ its okay, hyungie/ sesuatu seperti ini dapat diubah, hubungan kita tidak bisa seperti ini selamanya hyung/ DENGARKAN AKU!/

"Kyu... wae? kenapa kau menolaknya?" gumam Donghae sambil terus menatap Kyuhyun dari atas ranjangnya. Ingin sekali dia menghampiri Kyuhyun namun tubuhnya seakan lemas dan tak bertenaga bahkan hanya untuk duduk dia belum bisa melakukannya.

Selanjutnya...

Cukup lama waktu yang Donghae gunakan hanya untuk memandangi wajah Kyuhyun. Tidak ingin sedetikpun dia memalingkan wajahnya dari Kyuhyun. Donghae takut jika Kyuhyun akan meninggalkannya, dia takut jika Kyuhyun tidak akan pernah bangun. Pikiran yang buruk pun selalu menghantuinya maka dari itu dia tidak ingin memalingkan wajahnya.

"bangunlah Kyu..." gumam Donghae.

Namun tiba-tiba alat penunjuk jantung dan tekanan darah Kyuhyun berbunyi dan hal itu mampu membuat Donghae terkejut. Tubuh Kyuhyun sedikit tergunjang. Dengan tubuh yang lemas dan kepala yang diperban, Donghae mencoba menghampiri Kyuhyun. Rasa khawatir Donghae terhadap Kyuhyun membuat Donghae menjadi panik dan bingung dengan apa yang harus dia lakukakan untuk dongsaengnya itu. Sakit memang namun tubuhnya seolah mati rasa, dia mencoba turun dari tempat tidurnya namun gagal. Donghae terjatuh tersungkur dilantai.

"kyuuuu..." Donghae mencoba memanggil Kyuhyun dengan mata yang berkaca-kaca. Donghae ingin menekan tombol alarm namun dia tidak bisa berdiri dan menggerakkan kedua kakinya. Donghae melihat kearah kakinya.

"ada apa dengan kakiku?" gumam Donghae.

"Kyuhyun-ah, betahanlah..." Donghae berusaha menggerakkan kakinya mendekati Kyuhyun namun usahanya tidak membuahkan hasil.

"aishhh, sial" gumam Donghae mengutuk kakinya yang tidak bergerak sedikitpun.

"HYUNGGGGGGG!" akhirnya Donghae berteriak sekuat tenaganya.

Heechul yang berjalan kearah ruangan Donghae dan Kyuhyun menjadi terkejut saat dia mendengar teriakan Donghae yang terdengar sampai luar.

"Wae?" tanya Heechul ikut panik.

"Kyuhyun... panggil dokter hyung" ucap Donghae yang masih jatuh terduduk dilantai.

Heechul dengan sigap langsung menekan alarm yang ada diatas ranjang Kyuhyun setelah menyadari jika Kyuhyun tidak baik-baik saja. Dan tanpa menunggu lama para dokter yang tidak sengaja lewat depan ruangan tersebut langsung menghampiri ruangan tersebut dan memeriksa keadaan Kyuhyun.

Heechul pun segera menghampiri Donghae yang terjatuh dilantai.

"gwaenchana?" tanya Heechul khawatir.

"Kyuhyunie..." Donghae menghiraukan pertanyaan Heechul dan lebih fokus pada Kyuhyun yang sedang diperiksa oleh dokter.

"Donghae-ya, kau berdarah!" Heechul terkejut saat tahu jika baju pasien dengan warna putih yang dikenakan Donghae menjadi merah dibagian perutnya.

Donghae yang mendengar hal itu menolehkan pandangannya pada bagian perutnya.

"hyunggggg..." Donghae memegang bagian perutnya tersebut dan memandang Heechul dengan mata yang sudah basah oleh air mata.

"aku tidak merasakan apapun" lanjut Donghae.

Waktu terasa berhenti saat Donghae mengatakan hal itu pada Heechul. Heechul pun terdiam mendengar apa yang dikatakan Donghae.

"aku tidak merasakan sakit hyung... aku... aku juga tidak bisa berdiri..." Donghae berucap sambil meneteskan air matanya.

"mwo, apa maksudmu?" tanya Heechul sedikit terkejut dengan ucapan Donghae.

Para dokter sedang sibuk menangani Kyuhyun tetapi tiba-tiba dokter Yeon muncul lalu ikut memeriksa Kyuhyun. Dokter Yeon menyuruh seorang dokter untuk memeriksa keadaan Donghae yang terlihat tidak baik-baik saja.

"Kyuhyun-shi, apa kau mendengarku.. Kyuhyun-shi" ucap dokter Yeon keras seolah mencoba membangunkan Kyuhyun. Namun masih tidak ada respon dari Kyuhyun.

"hyung, bawa aku ke Kyuhyun, aku ingin melihatnya" ucap Donghae yang khawatir melihat Kyuhyun.

"Donghae-shi, jahitan anda terbuka.. aku akan mengobati anda terlebih dahulu" ucap dokter yang akan memeriksa Donghae.

"anio, aku tidak bisa merasakan apapun dokter jadi ini tidak akan berpengaruh padaku, jebal... aku ingin melihatnya... aku takut jika..." Donghae tidak melanjutkan ucapnnya.

"Hae-ya, jangan keras kepala seperti ini... aku juga khawatir pada Kyuhyun tetapi kau juga terluka.. jebal, jangan seperti ini Hae... " ucap Heechul.

"hyungggg..." rengek Donghae namun Heechul dengan sigap langsung menggendong tubuh Donghae dan membaringkannya lagi agar Donghae mendapatkan perawatan atas lukanya.

Heechul segera menghubungi Leeteuk agar hyungnya dapat kembali ke Rumah Sakit mengingat kondisi Kyuhyun yang kembali drop.

"Heechul-shi?" panggil dokter Yeon.

"dimana Leeteuk-shi?" tanya dokter Yeon.

"ahh, hyung sedang dalam perjalanan kesini dokter. Apa terjadi hal yang buruk pada Kyuhyun?" tanya Heechul.

"Kyuhyun-shi, tubuhnya sudah menerima transplantasi itu.. dia sangat ahli membuat orang khawatir.. hahaha" ucap dokter Yeon setengah bercanda.

"apa maksud dokter?" tanya Heechul yang masih tidak mengerti maksud dokter Yeon.

"dia sudah sadar, tadi adalah respon atas tubuhnya yang kembali stabil.. temuilah dia" ucap dokter Yeon dengan senyum yang menghiasi wajahnya.

"jinjja?" Heechul segera menghampiri Kyuhyun dan meninggalkan dokter Yeon begitu saja.

"Kyuhyunie?" Donghae yang mendengar hal tersebut ikut senang. Namun dokter Yeon berjalan mendekati Donghae.

"bagaimana keadaan anda Donghae-shi" tanya dokter Yeon pada Donghae.

Senyum Donghae menjadi pudar saat mendengar pertanyaan dokter Yeon.

"sepertinya dia mengalami mati rasa dokter" ucap dokter yang mengobati Donghae.

"ini lumpuh sementara, hal seperti ini memang wajar terjadi karena luka pada kepala anda cukup parah Donghae-shi.. anda tahu kan kepala adalah pusat dari semuanya?" ucap dokter Yeon sambil menatap Donghae dengan tersenyum.

"biasanya orang akan amnesia tetapi pada kasus anda adalah kelumpuhan. Tetapi semua akan kembali dengan cepat asal anda mempunyai semangat untuk sembuh dan aku yakin anda punya semangat itu Donghae-shi... jangan sedih dan jangan khawatir, arraseo?" ucap dokter Yeon menyemangati Donghae.

"apa aku bisa berjalan lagi dokter?" tanya Donghae sedih.

"aigoooo,, bukankah aku sudah bilang jika kau akan sembuh jika kau punya semangat?" ucap dokter Yeon.

Donghae hanya diam saja mendengarkan penjelasan dokter Yeon karena dia sendiri masih tidak yakin dengan ucapan dokter Yeon.

"sebaiknya anda istirahat agar keadaan anda lebuh baik.." ucap dokter Yeon lagi kemudian berjalan keluar ruangan.

Ditengah perjalanan, Leeteuk menelpon Heechul dan menanyakan keadaan Donghae dan Kyuhyun. Leeteuk senang mendengar jika Kyuhyun sudah sadar namun hatinya masih tidak bisa tenang karena belum melihat kondisi Donghae dan Kyuhyun.

Leeteuk berlari melewati lorong-lorong rumah sakit. Beberapa kali dia mendapatkan teguran karena ulahnya itu sangat mengganggu ketenangan rumah sakit. Leeteuk sangat ingin segera menemui Kyuhyun dan Donghae dan memastikan sendiri jika kedua dongsaengnya baik-baik saja.

Leeteuk pun tiba didepan kamar Donghae dan Kyuhyun. Leeteuk membuka pintu dengan perlahan setelah sebelumnya dia mengambil napas dalam-dalam agar lebih stabil.

Leeteuk melihat Kyuhyun yang saat ini tengah terbaring dan sudah tidak menggunakan alat bantu pernapasan lagi. Mata Leeteuk dan Kyuhyun bertemu dan sangat jelas sekali jika Leeteuk sangat mengkhawatirkan kondisi Kyuhyun. Leeeteuk berjalan mendekati Kyuhyun dengan perlahan. Heechul yang sedari tadi duduk disamping Kyuhyun hanya melihat Leeteuk dengan senyumnya yang tidak bisa ditahan.

"hyung.." panggil Kyuhyun pelan.

"Kyuhyunie... kau... gwaenchana?" tanya leeteuk sambil memegang tangan Kyuhyun sambil terus menatap Kyuhyun.

"ne, gwaenchana..." jawab Kyuhyun.

Leeteuk memeluk Kyuhyun erat seolah Kyuhyun sudah sangat lama meninggalkannya.

"hyung, jangan seperti itu nanti Kyuhyun akan kesulitan bernapas" Heechul berusaha melepaskan Kyuhyun dari pelukan Leeteuk.

Leeteuk melepaskan pelukannya setelah mendengar ocehan heechul.

"hyung, bagaimana keadaan Donghae?" tanya Kyuhyun pelan.

"panggil dia hyung" ucap Heechul meralat ucapan Kyuhyun.

"dia baik-baik saja Kyu, dia juga menanyakanmu saat dia pertama sadar" ucap Leeteuk.

"hyung, bisakah kita bicara diluar sebentar?" ucap Heechul saat teringat sesuatu tentang kondisi Donghae. Leeteuk sedikit mengerutkan keningnya saat Heechul meminta bicara berdua dengannya. Namun Leeteuk tidak banyak protes, dia juga ingin membicarakan sesuatu dengan Heechul.

"geurae, kita bicara diluar" ucap Leeteuk.

"kau tidurlah Kyu, jangan main-main terus" ucap Heechul yang nada perhatiannya terkesan lucu dan tidak serius.

"arraseo..." ucap Kyuhyun pelan.

Leeteuk menutup pintu ruangan Kyuhyun dan Donghae dan mereka memilih berbicara dikantin lantai bawah rumah sakit tersebut.

"kita juga harus makan, jadi makanlah dulu Heechul-ah.." ucap Leeteuk sambil menyodorkan makanan dan minuman didepan Heechul.

"gomawo hyung" ucap Heehcul.

Leeteuk duduk didepan Heechul sambil memakan makanannya.

"hyung, ini tentang Donghae.." ucap Heechul yang mulai serius dengan ucapannya.

"makanlah dulu, lalu bercerita..." ucap Leeteuk sambil memakan makanannya.

Heechul sedikit kesal dengan sikap Leeteuk.

"apa hanya Kyuhyun yang kau pedulikan hyung? Apa kau sama sekali tidak peduli terhadap Donghae?" ucap Heechul sambil menatap Leeteuk.

"apa maksudmu Heechul-ah?" ucap Leeteuk sambil menatap Heechul.

"Donghae... dia lumpuh hyung..." ucap Heechul sedih.

Leeteuk terdiam sesaat mendengar ucapan Heechul.

"memang bukan lumpuh total tetapi hanya lumpuh sementara, meskipun begitu jika dia tidak ada semangat untuk sembuh maka semua bisa menjadi lumpuh total hyung" jelas Heechul.

"apa itu yang dikatakan dokter?" tanya Leeteuk yang menjadi khawatir.

"ne hyung..." ucap Heechul.

"apa Kyuhyun tahu hal ini?" tanya leeteuk lagi. Heechul sedikit mengerutkan keningnya mendengar tanggapan Leeteuk.

"wae? kenapa kau selalu memperhatikan Kyuhyun? bahkan disaat-saat terakhir pun kau lebih memilih dia padahal kau tahu jika Donghae juga masih punya kesempatan untuk bertahan? Kenapa selalu Kyuhyun?" ucap Heechul kesal dengan sikap Leeteuk.

"Heechul-ah, kenapa kau membahas hal itu lagi" ucap Leeteuk sedih.

"asalkan kau tahu hyung, semua yang terjadi saat ini hanyalah sebuah keberuntungan. Donghae kembali sadar saat semua orang sudah menyerah menghadapinya. Kau tahu kan bahwa Kyuhyun menolak ginjal Donghae tetapi kau memaksanya dan kau lihat dia mengalami syok. Kau mengorbankan Donghae demi Kyuhyun, apa yang akan terjadi jika Donghae tahu?" Heechul kembali emosi mengingat kejadian sebelum operasi Kyuhyun dan Donghae.

"anio... dia sudah tahu... aku yakin Donghae sudah tahu jika ginjalnya sudah didonorkan untuk Kyuhyun. Kau tahu hyung, Donghae bahkan tidak merasakan sakit setelah operasinya dan kau bahkan tidak memberitahu dia tentang operasi ginjalnya. Dia tadi terjatuh saat akan menolong Kyuhyun dan dia tidak merasakan sakit meskipun jahitan diperutnya terbuka. Donghae sudah menderita karena Kyuhyun" lanjut Heechul.

Leeteuk hanya diam mendengarkan ucapan Heechul. Leeteuk memang sengaja diam agar Heechul dapat mencurahkan apa yang ada dihatinya karena Leeteuk sangat mengerti jika Heechul merasa tertekan dengan semua kejadian yang menimpa keluarga mereka.

Heechul menghentikan ucapannya saat menyadari jika Leeteuk hanya diam saja dan tidak menanggapi ucapnnya.

"apa kau sudah selesai Heechul-ah? Jika masih ada yang mengganjal dihatimu maka aku akan mendengarkannya untukmu" ucap Leeteuk.

"hyungggg..." Heechul kembali kecewa dengan sikap Leeteuk yang tidak menganggap ucapnnya.

"aku mendengarnya dengan baik, aku mengerti apa yang kamu rasakan Heechul-ah tetapi..." Leeteuk mulai bersuara saat Heechul sedikit lebih tenang.

"arraseo, aku memang salah saat itu aku juga tidak punya pilihan lain selain memilih Kyuhyun karena kita juga harus menyelamatkan dongsaeng kita. Apa kau tega melihat kedua dongsaengmu pergi begitu saja? Bukankah kita setidaknya mencoba menyelamatkan meraka dulu? Bukankah dokter menyarankan agar memilih Kyuhyun yang peluangnya lebih besar?" ucap Leetek sambil memandang Heechul.

"Donghae itu seperti aku, aku yakin dia senang jika dia bisa menyelamatkan Kyuhyun, aku juga tahu Kyuhyun menolak ginjal Donghae karena dia tidak mau Donghae terluka hanya karena menyelamatkannya. Bukankah sangat sulit memilih diantara keduanya? Tetapi aku yakin, mereka akan senang jika bisa menyelamatkan satu sama lain. Apa Donghae marah saat tahu jika gijalnya sudah didonorkan?" Leeteuk masih menatap Heechul yang kini sedang mencerna setiap ucapan Leeteuk.

"tapi kau..."

"Heechul-ah..." Leeteuk memotong ucapan Heechul.

"janganlah kita berpikiran negatif kepada dongsaeng kita sendiri. Bukankah saat ini mereka jauh lebih baik? Saat ini mereka sudah membuka kedua mata mereka kembali, mereka berdua bertahan untuk kita. Jadi jangan kau ungkit masalah itu lagi, arraseo? Bukankah kita harus menata hidup kita lagi?" ucap Leeteuk. Heechul menatap Leeteuk sejenak.

"arraseo hyung... mianhae..." ucap Heechul yang menyadari kesalahannya terhadap Leeteuk.

Leeteuk tersenyum melihat respon Heechul.

"kita fokuskan pada keadaan mereka berdua Heecul-ah, jangan lagi kita bertengkar hanya karena masalah ini lagi, yang terpenting adalah kesehatan mereka berdua" ucap Leeteuk.

"lalu, bagaimana dengan tuan Choi?" tanya Heechul yang membuat Leeteuk kembali teringat tentang tindakannya dan Kangin.

"ahhhh, aku hampir saja lupa... Kangin akan membantu kita untuk merebut kembali perusahaan appa.. kita sudah punya bukti yang kuat yang tidak dapat disangkal lagi oleh tuan Choi" ucap Leeteuk.

"jinjja?"

"ne.. percayalah pada hyung.."

"memang apa buktinya hyung?" tanya Heechul.

"rekaman suara tuan Choi yang menyuruh pak Kim membunuh appa dan eomma serta catatan pemalsuan dokumen perusahaan yang dilakukan pak Kim" ucap Leeteuk.

"jadi kita bisa kembali kerumah kita lagi hyung?" tanya Heechul yang tidak sanggup menyembunyikan kebahagiaannya.

"ne, kita bisa merebut semuanya kembali" ucap Leeteuk sambil tersenyum senang.

"Donghae dan Kyuhyun pasti senang mendengar hal ini hyung" ucap Heechul.

"ne, aku akan memberitahu mereka setelah Kangin mengurus semua persidangan tuan Choi dan surat-surat pengalihan hak perusahaan kepadaku lagi" ucap Leeteuk.

Didalam ruang rawat, Kyuhyun enggan menutup matanya. Dia tidak mau tidur karena baginya dia sudah lama tertidur. Kyuhyun pun memutuskan untuk memandangai Donghae yang sedang tidur diranjang sebelahnya. Kyuhyun ingin duduk namun badannya sangat lemah dan ditambah sakit yang menyerang bagian perutnya. Kyuhyun menjadi curiga dengan sakit yang menyerang perutnya. Kyuhyun membuka bajunya dan melihat balutan perban yang melilit menutupi bagian perutnya.

"mungkinkah?" Kyuhyun berpikir jika Donghae mendonorkan ginjalnya.

"hyunggggg..." panggil Kyuhyun dengan tubuh yang sama-sama terbaring diranjang seperti Donghae.

"apa kau mendonorkan ginjalmu untukku?" Kyuhyun langsung bertanya to the point.

"hyung, aku tahu kau tidak tidur, jadi cepat jawablah..." Kyuhyun berucap sambil menolehkan kepalanya karena tubuhnya yang masih sulit digerakkan karena masih lemah.

Donghae hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun.

"hyunggggg, apa kau benar-benar tidur?" tanya Kyuhyun lagi.

"tidak bisakah kau tidur Kyu? Aku juga pasien yang butuh istirahat" ucap Donghae dengan nada yang pelan.

"aigoooo,, kau memang tidak tidur hyung? Hahaha... aargghhhh..." Kyuhyun menghentikan tawanya saat dirasakannya sakit pada perutnya saat dia tertawa.

"wae? kau kenapa kyu?" Donghae khawatir karena mendengar Kyuhyun merintih kesakitan.

"gwaenchana sepertinya aku tidak boleh tertawa lagi hyung... karena operasi ini.." ucap Kyuhyun berpura-pura sedih.

"mwo? kau harusnya berterima kasih padaku Kyu,, kau harusnya tertawa.." ucap Donghae.

"memang benar hyung, kau sudah mendonorkan ginjalmu?" tanya Kyuhyun lagi.

"apa kau tidak suka? Apa kau ingin melemparkan kembali padaku? Tapi maaf Kyu, barang yang sudah diambil tidak bisa dikembalikan" ucap Donghae polos.

Kyuhyun terdiam dengan ucapan Donghae. Kyuhyun diam karena menahan tawa mendengar ucapan Donghae.

"hyung,, jebal... jangan membuatku tertawa.. appo..." protes Kyuhyun.

"geurae, tapi jangan bahas ginjal lagi didepanku" jawab Donghae.

"hyung,, " panggil Kyuhyun.

"hmmmm..." jawab Donghae sambil memejamkan matanya.

"gomawo..." ucap Kyuhyun.

Donghae kembali membuka matanya. Matanya serasa panas mendengar ucapan Kyuhyun.

"apa kau ingin menangis hyung mendengar ucapanku?" ucap Kyuhyun dengan percaya diri.

"anio,, aku tidak selemah itu Kyu.." ucap Donghae tidak mau kalah.

Sejenak mereka terdiam setelah perbincangan yang cukup panjang.

"hyung, kemarilah.. apa kau tidak ingin melihatku? Aku tidak bisa bangun" ucap Kyuhyun.

"mwo?"

"kemarilah hyung,, apa kau masih tidak bisa jalan, apa kau masih sakit? Bukankah kau sudah sembuh?" tanya Kyuhyun.

"aku tidak bisa jalan Kyu.." ucap Donghae.

"apa kau masih sakit hyung? sepertinya efek operasi kita sama hyung... hehe" ucap Kyuhyun yang mengira jika Donghae masih lemas sehingga tidak bisa berjalan.

"aku lumpuh semantara Kyu.." ucap Donghae.

Kyuhyun sejenak terdiam dengan ucapan Donghae.

"hahahaha, jangan bercanda hyung..." ucap Kyuhyun yang menganggap ucapan Donghae dengan santai.

"anio, aku memang lumpuh Kyu, aku tidak bisa berdiri... setengah tubuhku tidak bisa digerakkan" ucap Donghae dengan menahan tangis.

Sangat jelas ketara nada Donghae yang menahan tangisnya membuat Kyuhyun mengentikan tawanya. Kyuhyun menoleh kearah Donghae yang juga tengah berbaring diranjang sampingnya. Dapat dilihat jika air mata jatuh menetes melewati wajah Donghae meskipun Donghae berusaha menghapusnya dengan cepat tetapi Kyuhyun dapat melihat jika Donghae sedang menangis meratapi keadaannya.

"hyungg..." gumam Kyuhyun pelan menyerupai bisikan sambil terus melihat Donghae.

TBC..

Bagaimana akhir cerita ini? Next chap end...

Hahaha, terimakasih yang sudah merevisi tulisan author.. maaf ya khilaf ini mah, FF ini dipublish tanpa editing jadi harap maklum ya jika ada typo dimana-mana... terimakasih yang masih setia baca n komen disini.. bakal saya akhiri dichap 20 dan bakal memikirkan FF brothership yang lain... gomawo chingu ^^ mau baca FF gak jelas milik author..hehehe