Title: Its okay, hyungie

Rate: T

Gendre: Brothership/ family

Cast: Leeteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun

Chapter: 20 END

Brothership Leteuk, Heechul, Donghae, Kyuhyun/ its okay, hyungie/ sesuatu seperti ini dapat diubah, hubungan kita tidak bisa seperti ini selamanya hyung/ DENGARKAN AKU!/

"anio, aku memang lumpuh Kyu, aku tidak bisa berdiri... setengah tubuhku tidak bisa digerakkan" ucap Donghae dengan menahan tangis.

Sangat jelas ketara nada Donghae yang menahan tangisnya membuat Kyuhyun mengentikan tawanya. Kyuhyun menoleh kearah Donghae yang juga tengah berbaring diranjang sampingnya. Dapat dilihat jika air mata jatuh menetes melewati wajah Donghae meskipun Donghae berusaha menghapusnya dengan cepat tetapi Kyuhyun dapat melihat jika Donghae sedang menangis meratapi keadaannya.

Selanjutnya...

"hyungg..." gumam Kyuhyun pelan menyerupai bisikan sambil terus melihat Donghae.

Donghae yang mengusap airmatanya menjadi sadar jika dia tengah menangis dan bermaksud untuk menutupinya dari Kyuhyun. Namun Kyuhyun sudah lebih dahulu tahu jika Donghae sedang menangis.

"apa semua ini karena aku hyung?" Kyuhyun menjadi merasa bersalah karena dia berpikir jika Donghae lumpuh karena Kyuhyun. Donghae sedikit terkejut dengan pernyataan Kyuhyun dan Donghae segera menyanggahnya.

"anio, apa yang kau bicarakan Kyu. Ini bukan salahmu" ucap Donghae.

"bohong!" ucap Kyuhyun dengan nada sedikit menyentak. Hal tersebut membuat Donghae terkejut dengan respon yang ditunjukkan Kyuhyun. Donghae bingung harus menanggapi seperti apa ucapan Kyuhyun karena Donghae enggan untuk berdebat dengan Kyuhyun. Suasana hatinya juga tidak cukup baik setelah mengetahui jika dia lumpuh.

"sejak awal, ini memang sebuah kesalahan. Kenapa kau mendonorkan ginjalmu untukku? Bukankah kau harus meminta persetujuanku dulu agar bisa melakukan operasi?" ucap Kyuhyun dengan sekuat tenaga yang dia miliki saat ini.

Donghae masih diam dan mencerna setiap ucapan Kyuhyun. Pikirannya sangat kacau saat ini, bahkan dia juga sempat berpikir jika ini semua memang salah Kyuhyun namun Donghae berusaha menepis pikiran tersebut.

"aku tidak suka jika kau membahayakan dirimu hanya untuk menyelamatkanku hyung. Bahkan sampai saat ini aku masih menyesal saat kau dipukul dengan balok hanya untuk melindungiku. Apa kau tidak tahu seberapa takutnya aku saat melihatmu penuh dengan darah?" ucap Kyuhyun mengingat terakhir kali dia bersama Donghae diculik dipabrik tua.

"aku senang bisa menyelamatkanmu Kyu" kali ini Donghae menanggapi ucapan Kyuhyun.

"aku tidak suka dengan hal itu" potong Kyuhyun.

"aku tidak akan pernah memaafkan diriku jika kau terluka didepan mataku Kyu" ucap Donghae.

"lalu kau pikir bagaimana perasaanku saat melihatmu terluka didepan mataku hyung" Kyuhyun membalas ucapan Donghae. Dan memang seperti yang dipikirkan Donghae jika meladeni ucapan Kyuhyun hanya akan memperpanjang masalah. Inilah mengapa Donghae sangat enggan meladeni ucapan Kyuhyun.

"kyuhyun-ah..." Donghae mulai resah saat dia tidak diberi celah oleh Kyuhyun untuk memberikan pengertian.

"hyung, apa kau memang seperti ini?" tanya Kyuhyun yang mengundang kebingungan untuk Donghae.

"apa maksudmu Kyu?" Donghae bertanya balik pada Kyuhyun.

"apa memang seperti ini dirimu hyung? Apa kau hanya memikirkan dirimu sendiri tanpa memikirkan bagaimana perasaanku?" tanya Kyuhyun.

Donghae semakin bingung, kenapa disaat dia ingin menyelamatkan dongsaengnya justru saat ini dia disalahkan karena hal itu.

"Kyuhyun-ah, biarkan aku menjelaskan semua ini" ucap Donghae yang mulai menyerah. Disaat seperti ini Donghae sangat bingung, apa dia harus marah atau dia harus meminta maaf.

"aku tidak mau mendengar ucapanmu hyung" ucap Kyuhyun sambil mengalihkan kepalanya kearah dimana dia tidak bisa melihat wajah Donghae dan menutup telinga dengan kedua tangannya.

Donghae yang melihat Kyuhyun seperti itu hanya dapat menghela napas. Donghae mengalihkan pandangannya ke arah langit-langit kamar. Meskipun Kyuhyun menutup telinganya namun Donghae tetap melanjutkan ucapan yang ingin dia sampaikan pada Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah, sebenarnya siapa yang pantas marah dengan keadaan ini? Kau tahu, aku sama sekali tidak menyesali tindakan yang aku lakukan untuk menyelamatkanmu. Semua hyung didunia ini akan melakukan hal yang sama jika mereka ada diposisiku jadi janganlah menyalahkan dirimu" ucap Donghae mencoba sekuat tenaga agar terlihat kuat untuk meyakinkan Kyuhyun.

"aku memang lumpuh karena pukulan keras dikepalaku tetapi semua ini hanya sementara asalkan aku punya semangat sembuh. Padahal aku sangat ingin kau membantuku untuk bisa berjalan lagi Kyu, tetapi kau malah memarahiku" ucap Donghae sedih.

Kyuhyun yang sedari tadi mendengar ucapan Donghae atau lebih tepatnya berpura-pura tidak mendengar ucapan Donghae menjadi semakin merasa bersalah. Namun Kyuhyun masih enggan menatap Donghae dan tetap pada posisinya.

"maaf, jika aku tidak meminta ijinmu lebih dulu sebelum melakukan operasi transplantasi itu. Aku bahkan tidak tahu jika kita sudah melakukan operasi transplantasi itu" ucap Donghae yang membuat Kyuhyun terkejut. Kyuhyun ternyata sudah salah paham dan ternyata Donghae juga tidak tahu jika dia sudah melakukan operasi tersebut.

"aku tidak bisa merasakan sakit karena kelumpuhanku, bahkan Leeteuk hyung juga tidak berkata apapun padaku.. aku tahu jika aku sudah melakukan operasi dari seorang perawat yang merawat kita" ucap Donghae.

Kyuhyun kini mengerti jika Donghae juga tidak tahu apapun tentang transplantasi ginjal yang mereka lakukan.

"jika ada yang harus marah, orang itu adalah aku Kyu" ucap Donghae sambil tersenyum tipis.

"tetapi aku mencoba melupakan semua ini selama keluarga kita selamat, aku tidak pernah menyesal dengan apa yang sudah aku lakukan padamu. Aku sangat takut saat melihatmu terbaring dengan mata terpejam seperti kemarin. Aku takut jika kau meninggalkanku" ucap Donghae sambil memejamkan matanya yang sudah terasa panas.

Ucapan Donghae kali ini dapat membuat Kyuhyun menatapnya kembali. Kyuhyun melihat Donghae yang memejamkan matanya.

"mianhae hyung..." Kyuhyun meminta maaf kepada Donghae.

Donghae mendengarkan permintaan maaf dari Kyuhyun yang terdengar begitu tulus untuk Donghae. Hal tersebut membuat Donghae tak sanggup lagi menahan air matanya yang memang sudah siap meledak sedari tadi. Donghae masih memejamkan matanya dengan airmata yang mengalir deras diwajahnya. Donghae menutup mulutnya agar suara tangisnya tak terdengar memilukan.

"mianhae hyunggggg... mianhae..." kali ini Kyuhyun yang melihat Donghae seperti itu menjadi ikut menangis.

Cukup jelas jika Kyuhyun menyesal sudah berkata kasar pada Donghae dan menyalahkan hyungnya itu. Kyuhyun menyalahkan Donghae hanya untuk menenangkan hatinya yang merasa bersalah pada Donghae. Tidak seharusnya Kyuhyun melimpahkan kesalahan pada Donghae karena Donghae sudah berkorban cukup besar untuknya.

"maafkan aku hyung, tidak seharusnya aku menyalahkanmu karena kau sudah berkorban banyak untukku" ucap Kyuhyun. Donghae kini menatap Kyuhyun dengan wajah yang sudah dipenuhi airmata.

"gwaenchana Kyu..." gumam Donghae ditengah tangisnya.

Donghae tersenyum karena Kyuhyun tidak marah lagi padanya. Bagi Donghae, kesembuhan Kyuhyun dan kebahagiaan kedua hyungnya adalah hal yang dia utamakan.

Leeteuk dan Heechul yang sudah selesai makan menuju ke kamar Kyuhyun dan Donghae dengan wajah yang lebih ringan daripada sebelumnya. Leeteuk dan Heechul memasuki ruangan Kyuhyun dan Donghae dan melihat Kyuhyun serta Donghae yang sedang tertidur.

Leeteuk menatap Donghae yang sedang tertidur. Leeteuk dapat melihat bekas airmata diwajah Donghae. Leeteuk mendekati Donghae dengan perlahan, Heechul hanya diam saja dan memilih duduk pada sofa panjang yang ada diruangan tersebut.

Leeteuk mengambil tisue yang ada dinakas lalu mengelap wajah Donghae dengan perlahan. Donghae yang memang baru saja tertidur dapat merasakan usapan lembut Leeteuk. Donghae membuka kedua matanya dan melihat Leeteuk tersenyum didepannya.

"apa aku membangunkanmu?" tanya Leeteuk sambil tersenyum.

Donghae hanya menggelengkan kepalanya dan menutup kembali kedua matanya.

"tidurlah..." ucap Leeteuk sambil membelai rambut lurus Donghae yang tidak terkena perban.

Donghae menggenggam tangan Leeteuk yang sedang mengelus wajahnya. Leeteuk sempat terkejut dengan sikap Donghae namun dia membiarkan Donghae tidur dengan menggenggam tangannya. Leeteuk tahu jika Donghae sedang ingin ditemani tidur seperti saat dia tidur bersama dengan Leeteuk dirumah.

Heechul yang melihat pemandangan seperti itu menjadi senang karena keluarganya dapat semakin dekat dan lebih mengerti satu sama lainnya. Heechul melihat Kyuhyun yang tengah tertidur.

"Melihatmu tertidur seperti itu membuatku ingin memelukmu Kyu. Mianhae karena aku belum bisa menjadi hyung yang baik buatmu" batin Heechul.

Heechul berpikir seperti itu karena disaat-saat terakhir dia bahkan tidak berpikir dengan jernih dan lebih khawatir dengan Donghae. Heechul juga menjadi sadar jika seharusnya dia dulu memang lebih memilih Kyuhyun seperti apa yang dilakukan Leeteuk. Cukup sulit berada diposisi Leeteuk dan Heechul pada saat itu, namun jika disuruh memilih seharusnya Heechul juga memilih Kyuhyun. Heechul mengerti jika Leeteuk juga tidak ingin kehilangan Donghae maupun Kyuhyun seperti dirinya waktu itu. Leeteuk juga tidak punya maksud untuk lebih menyayangi Kyuhyun karena lebih memilih menyelamatkannya saat itu daripada menyelamatkan Donghae. Semua dia lakukan karena kemungkinan terburuknya adalah dia kehilangan seorang dongsaengnya daripada harus kehilangan keduanya.

Dua hari kemudian, Leeteuk mendapatkan panggilan dari Kangin yang menyatakan jika tuan Choi akan melakukan persidangan hari ini dan Kangin meminta Leeteuk untuk melihat persidangannya.

"siapa hyung?" tanya Dongahae saat melihat Leeteuk menerima panggilan dari seseorang.

"panggilan dari Kangin, dia menyuruhku untuk menghadiri persidangan tuan Choi" ucap Leeteuk.

"apa buktinya cukup kuat hyung untuk memenjarakan tuan Choi? Lalu pak Kim?" tanya Donghae yang kembali teringat tentang pak Kim yang sudah membantu menemukan bukti tersebut.

"bukti ini sangat kuat Hae, aku dan Kangin yakin jika ini dapat mengembalikan semuanya. Dan pak Kim, keluarganya sudah memakamkan jenazah pak Kim" ucap Leeteuk.

"aku tidak menyangka jika pak Kim berbuat seperti itu" ucap Donghae yang kini tengah duduk diatas tempat tidurnya ditemani dengan Leeteuk yang sedang menyuapi Donghae.

"berbuat seperti apa hyung?" tanya Kyuhyun yang baru kembali dari kamar kecil ditemani oleh Heechul yang menuntun Kyuhyun dengan perlahan-lahan karena memang Kyuhyun masih sulit jika harus berjalan dengan cepat.

"jangan membicarakan orang yang sudah meninggal" ucap Heechul.

"hyung, seharusnya kau tidak membiarkan Heechul hyung mengantarku ke kamar mandi, dia memaksa ikut masuk kedalam toilet dan membuat keributan" protes Kyuhyun.

"mwo? kau ini... Aigooo, kau itu yang menyusahkanku... lain kali pergilah sendiri" ucap Heechul ketus dengan nada yang tidak mau kalah dengan Kyuhyun.

"siapa suruh toilet dikamar ini rusak.. huh" ucap Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya.

"sudah lama sekali tidak mendengar kalian bertengkar seperti ini" ucap Leeteuk yang masih menyuapi Donghae.

"ne, aku juga merindukan berdebat dengan bocah setan ini" ucap Heechul sambil mengacak rambut Kyuhyun yang kini duduk diatas sofa panjang diruangan itu.

"apa, perutmu masih sakit Kyu?" tanya Leeteuk.

"anio hyung, aku bahkan sudah berjalan cukup jauh hari ini" ucap Kyuhyun sambil memainkan PSP ditangannya.

"syukurlah jika kau semakin membaik" ucap Leeteuk.

"hyung, aku juga ingin belajar berjalan" ucap Donghae tiba-tiba. Ucapan Donghae membuat Leeteuk, Heechul dan Kyuhyun terkejut.

"biarkan lukamu sembuh dulu Hae.." ucap Heechul.

"semangatmu sungguh luar biasa hyung..." goda Kyuhyun.

"ne, sebaiknya biarkan dulu lukamu sembuh..." ucap Leeteuk membenarkan saran Heechul.

"aku harus kepersidangan sebentar lagi, kau jaga mereka ya.." ucap Leeteuk pda Heechul.

"hari ini ya hyung persidangannya?" tanya Heechul.

"ne, hari ini adalah persidangannya dan semuanya akan kembali pada kita" ucap Leeteuk senang.

"jinjja?" tanya Donghae tidak kalah senang.

"ne, Kangin sudah mengurus semuanya kemarin jadi secepatnya perusahaan dan rumah yang diambil oleh tuan Choi akan kembali pada kita" ucap Leeteuk.

"Leeteuk hyung..." panggil Donghae.

"nde?"

"gomawo" ucap Donghae.

"gomawo sudah menepati janjimu padaku untuk merebut kembali rumah kita" Donghae tersenyum tulus pada Leeteuk.

Leeteuk sangat senang melihat senyum diwajah Donghae. Senyum Donghae sangat menenangkan hatinya.

"terima kasih juga Hae karena kau sudah bertahan untuk hyung" batin Leeteuk sambil membalas senyum Donghae.

Saat persidangan tengah berlangsung, tuan Choi menatap Leeteuk penuh amarah. Tuan Choi sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mendapatkan hukumannya dan dia mendapatkan hukuman seumur hidupnya. Tuan Choi tidak bisa mengelak meskipun dia mempunyai pengacara yang sangat hebat namun bukti yang dibawa Leeteuk sangat kuat. Tuan Choi menjadi semakin geram saat hakim membacakan keputusan hukuman yang diterimanya. Leeteuk menatap tuan Choi dan pada saat itu pula tuan Choi tersenyum sinis pada Leeteuk sambil mengucapkan sesuatu tanpa suara. Leeteuk melihat gerak bibir tuan Choi sehingga Leeteuk dapat membaca apa yang diucapkan tuan Choi tanpa suara itu. Saat Leeteuk sadar jika apa yang diucapkan tuan Choi adalah "mereka akan mati".

"mwo?" Leeteuk dengan reflek langsung berdiri dan mendekati tuan Choi namun Kangin segera menghadangnya.

"wae? kenapa kau seperti ini?" tanya Kangin yang terkejut dengan sikap Leeteuk yang tiba-tiba.

"apa kau tidak dengar apa yang diucapkannya?" tanya Leeteuk pada Kangin.

"apa? aku tidak mendengar apapun" ucap Kangin.

Kini Leeteuk semakin yakin dengan apa yang diucapkan tuan Choi adalah untuk dirinya. Kangin memang tidak mendengarnya karena memang tuan Choi berucap tanpa suara dan hanya Leeteuk yang sejak awal fokus pada tuan Choi.

"dia bilang jika mereka akan mati" ucap Leeteuk.

"kapan dia bilang seperti itu?" tanya Kangin lagi.

"dia hanya berucap tanpa suara dan aku yakin gerak bibirnya berkata seperti itu" ucap Leeteuk. Leeteuk kembali menatap tuan Choi dan dia kembali melihat senyum sinis tuan Choi. Leeteuk merasa tidak tenang dan dia pun berjalan keluar ruang sidang sambil mencoba menghubungi Heechul.

"wae? ada apa Laateuk-ah?" tanya Kangin yang menjadi bingung dengan sikap Leeteuk.

"anio, perasaanku tidak enak Kangin-ah" ucap Leeteuk sambil terus menghubungi Heechul.

Dirumah sakit, Heechul sedang membelikan makanan untuk Donghae dan Kyuhyun. Sedangkan Donghae dan Kyuhyun berada ditaman rumah sakit untuk jalan-jalan dan mencari udara segar. Donghae duduk diatas kursi roda sedangkan Kyuhyun berjalan meskipun dengan perlahan dan dengan bantuan Heechul.

"jangan berjalan jauh-jauh Kyu" Donghae mengingatkan Kyuhyun yang berjalan-jalan sendirian disekitar taman rumah sakit. Donghae khawatir karena Kyuhyun berjalan tanpa bantuan Heechul.

"gwaenchana hyung, aku harus cepat sembuh untuk menemanimu berlatih berjalan" ucap Kyuhyun dari jauh.

"aishhh anak itu" gumam Donghae namun dia senang karena Kyuhyun begitu perhatian padanya.

Tiba-tiba ponsel Heechul yang dipegang oleh Donghae berbunyi menandakan panggilan masuk.

"Leeteuk hyung?" ucap Donghae kemudian mengangkat telepon Heechul.

"yeo..." Donghae belum sempat menjawab telepon Leeteuk namun segera dipotong oleh Leeteuk dengan nada yang khawatir.

"Heechul-ah,, Kyuhyun dan Donghae dimana? Jangan sampai kau meninggalkan mereka sendirian arra? Sepertinya tuan Choi masih mempunyai rencana untuk mencelakakan mereka" ucap Leeteuk menjelaskan kekhawatirannya.

"m..mwo?" tanya Donghae.

"Donghae-ya?" Leeteuk sadar jika yang menjawab telepon Heechul adalah Donghae.

"hyunggg, apa maksudmu?" ucap Donghae dengan nada sedikit gemetar.

"YA! Dimana Heechul? Kau dimana sekarang? Jangan keluar kamar!" ucap Leeteuk semakin khawatir.

"aku ditaman dan Heechul hyung sedang..." Donghae tidak jadi melanjutkan ucapannya saat dia tidak sengaja melihat sebuah motor yang berjalan mendekati Kyuhyun yang sedang berjalan dengan perlahan dipinggir jalan rumah sakit tersebut.

"wae?" tanya Leeteuk yang penasaran karena Donghae tidak melanjutkan ucapannya.

Donghae terus melihat motor yang dia yakini jika motor tersebut sengaja melaju dengan cepat untuk mencelakakan Kyuhyun. Seharusnya jika melewati jalan tersebut harus memacu dengan pelan karena banyak pasien rumah sakit yang sedang berjalan-jalan disekitar taman rumah sakit.

Donghae semakin membelalakkan matanya saat motor tersebut semakin mendekati Kyuhyun.

"KYUHYUN-AH..." teriak Donghae.

Namun Kyuhyun tidak menyadari teriakan Donghae.

Leeteuk yang mendengar Donghae memanggil Kyuhyun menjadi semakin khawatir karena dia yakin jika Kyuhyun dan Donghae tidak baik-baik saja. Leeteuk segera berlari meninggalkan Kangin dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

Motor tersebut semakin dekat dengan Kyuhyun, namun sebuah tangan berhasil menarik Kyuhyun dan membuat keduanya terjatuh kepinggir jalan.

Dari jauh Heechul dapat melihat jika motor tersebut berusaha menabrak Kyuhyun yang berjalan dipinggir jalan.

"Kyuhyun-ah!" teriak Heechul sambil berusaha melihat plat motor tersebut.

Heechul terkejut dengan apa yang dia lihat saat tangan Donghae berhasil meraih lengan Kyuhyun dan menariknya. Heechul melihat Donghae yang berusaha berjalan dengan kakinya untuk menyelamatkan Kyuhyun.

"Donghae-ya!" ucap heechul dan segera berlari menghampiri Donghae dan Kyuhyun yang terjatuh kepinggiran taman.

Kyuhyun merasakan rintihan Donghae tepat disebelahnya. Kyuhyun membuka matanya dan melihat Donghae yang tengah terbaring didepannya.

"Hae hyung, gwaenchana? Hyung?" ucap Kyuhyun khawatir dengan Donghae yang ternyata sudah menyelamatkannya.

"Donghae-ya... gwaenchana? Hae-ya?" ucap Heechul sambil sedikit mendorong Kyuhyun yang berada disampingnya.

"apa yang kau lakukan Kyu?" Heechul menyalahkan Kyuhyun atas apa yang terjadi.

Kyuhyun menjadi semakin merasa bersalah. Lagi-lagi Kyuhyun membuat Donghae celaka karena ulahnya. Heechul menatap Kyuhyun dengan kesal dan menggendong Donghae yang tengah kesakitan.

Leeteuk segera mencari Kyuhyun dan Donghae ditaman rumah sakit. Namun dia hanya menemukan Kyuhyun yang sedang duduk disebuah bangku panjang dibawah pohon.

"Kyuhyun-ah? Gwaenchana? Apa kau terluka?" Leeteuk langsung memberikan pertanyaan pada Kyuhyun karena terakhir kali dia mendengar jika Donghae memanggil nama Kyuhyun.

"hyung?" Kyuhyun manatap Leeteuk dengan mata yang sudah basah.

"wae? apa yang terjadi?" Leeteuk langsung memeluk Kyuhyun sambil mengelus punggung dongsaengngnya.

"Hae hyung, dia terluka karena aku hyung.." ucap Kyuhyun sedih.

"mwo? lalu dimana dia? Apa kau juga terluka?" tanya Leeteuk sambil melihat tubuh Kyuhyun karena takut jika dongsaengnya itu terluka.

Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya.

"kajja, kita lihat dia.. kau juga harus istirahat Kyu wajahmu mulai pucat" ucap Leeteuk saat melihat wajah Kyuhyun yang memucat.

"aku ingin disini hyung" ucap Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya.

"wae?" tanya Leeteuk.

Kyuhyun hanya diam saja namun Leeteuk mengerti jika Kyuhyun merasa bersalah terhadap Donghae.

"Donghae akan semakin sedih jika kau tidak menemaninya Kyu.." bujuk Leeteuk pada Kyuhyun.

"lihatlah dirimu, kau sendiri juga butuh istirahat.. ayo kita masuk" Leeteuk merangkul lengan Kyuhyun dan membantunya berjalan dengan perlahan. Kali ini Kyuhyun menuruti ucapan Leeteuk karena dia juga khawatir dengan keadaan Donghae.

Donghae mendapatkan perawatan dari dokter Yeon.

"apa yang terjadi padanya?" tanya dokter Yeon pada Heechul.

"dia berusaha menyelamatkan Kyuhyun yang hampir tertabrak sebuah motor saat berjalan dijalanan rumah sakit" jelas Heechul.

"lalu apakah dia berlari?" tanya dokter Yeon.

"anio, dia berjalan namun dia seolah memaksakan kakinya untuk berjalan" ucap Heechul.

"gwaencahana, dia tidak apa-apa.. jika dia sudah mulai berjalan berarti dia sudah mampu melawan batasnya dan punya semangat untuk sembuh" ucap dokter Yeon.

"apa maksud dokter?" tanya Heechul.

"semangat dia untuk menyelamatkan Kyuhyun membuatnya bisa berjalan secara tidak sadar dia sudah mampu melakukannya, karena ini adalah lumpuh secara sementara dan jika ada kemauan dari pasien maka kesembuhan dapat cepat terjadi dan saat ini Donghae-shi mampu melakukannya berkat Kyuhyun-shi" ucap dokter Yeon.

"hyungggg" panggil Donghae yang mulai bangun.

"Hae... kau sudah bangun?" tanya Heechul.

"dimana Kyuhyun?" tanya Donghae.

Tiba-tiba dari arah pintu Leeteuk datang dengan menggandeng Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah..." panggil Donghae. Kyuhyun berhenti dan menatap Donghae yang tengah terbaring diatas ranjangnya.

"hyung, mianhae, sudah membuatmu terluka lagi... aku sangat menyesal" ucap Kyuhyun sedih.

"mianhae Heechul hyung karena aku membuat Donghae hyung terluka" ucap Kyuhyun pada Heechul. Heechul menjadi terkejut dengan apa yang diucapkan Kyuhyun, Heechul menyadari kesalahannya yang sempat marah terhadap Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah..." panggil Heechul.

"aku yang harusnya meminta maaf padamu, hyung sempat menyalahkanmu tadi" ucap Heechul.

"tidak ada yang harus disalahkan disini, aku yakin jika tuan Choi yang sudah merencanakan semua ini" ucap Leeteuk.

"tuan Choi?" tanya Heechul.

"ne, aku tadi menghubungimu tetapi Donghae yang menjawabnya. Sepertinya tuan Choi memang sudah merencanakan hal ini" ucap Leeteuk.

"bukankah dia sudah dipenjara hyung?" tanya Heechul.

"ne, dia tidak akan bisa melakukan hal ini lagi pada kita karena aku tidak akan membiarkan dia melakukannya lagi pada kita" ucap Leeteuk.

"bagaimana keadaanmu Hae?" tanya Leeteuk.

"berkat Kyuhyun, Donghae mulai bisa berjalan lagi hyung" jawab Heechul.

"benarkah?" tanya Leeteuk terkejut namun raut wajahnya terlihat sangat senang.

"ne hyung,, begitulah kata dokter Yeon" ucap Heechul.

Kyuhyun memandang Donghae dengan senang karena Donghae sembuh lebih cepat dari apa yang diperkirakannya.

"kenapa kau menatapku seperti itu Kyu?" tanya Donghae.

"anio hyung, cepatlah sembuh karena aku akan mengajakmu jalan-jalan seperti dulu" ucap Kyuhyun mengingat saat dia berjalan berdua dengan Donghae dulu. Hal itu adalah sebuah moment yang langka untuk mereka berdua.

Beberapa minggu kemudian, disebuah kamar seseorang dengan pakaian rapi dengan jas hitam yang sangat mahal dan cocok dengan wajahnya yang tampan sedang memandangi sebuah foto keluarga yang ada dimejanya.

"appa... eomma... akhirnya aku bisa kembali kesini lagi" ucap namja yang tidak lain adalah Leeteuk.

"appa, apa kau bangga padaku sekarang? Kau lihat kan jika aku memang bisa kau andalkan.. mianhae sempat membuatmu kecewa dan terima kasih sudah membantuku dan mereka untuk tidak menyerah menghadapi semua itu" ucap Leeteuk sambil memandang foto yang terdapat eomma, appa, Kyuhyun, Donghae dan dirinya sendiri.

"Hyung, sudah waktunya kita..." ucapan Heechul terpotong saat dia masuk ke kamar Leeteuk dan mendapati hyungnya itu sedang memandangi foto keluarganya.

Leeteuk terkejut dengan kehadiran Heechul yang tiba-tiba dan tanpa mengetuk pintu.

"YA! Tidak bisakh kau mengetuk pintu? Kau merusak suasana saja" ucap Leeteuk mengomeli Heechul.

"mwoya? Kau sedang curhat eoh? Pada sebuah foto?" ucap Heechul sambil menghampiri Leeteuk.

"anio, aku hanya merindukan mereka dan aku sangat bersyukur karena kita bisa mempertahankan perusahaan yang sudah dibangun appa, dulu aku bahkan berpikir jika aku tidak sanggup untuk..." ucap Leeteuk.

"sekarang kau punya aku hyung"potong Heechul. Leeteuk memandang Heechul.

"aku akan disisimu jadi kau bisa percaya padaku saat tidak ada orang yang bisa kau percaya diperusahaan nanti" ucap Heechul. Leeteuk benar-benar terharu saat Heechul mengucapkan hal itu.

"aigoooo... kau ini..." Leeteuk gemas dengan ucapan Heechul yang menjadi serius dan dia pun merangkul pundak Heechul sambil memukul kepalanya.

"HYUNG! Kau merusak my style" ucap Heechul merapikan tatanan rambut dan bajunya.

"mworago?" Leeteuk kurang jelas mendengar ucapan Heechul yang terkesan semaunya sendiri.

Sedangkan ditempat lain, Kyuhyun dan Donghae sedang berdiri didepan makam kedua orang tuanya.

"eomma... appa... terima kasih sudah melindungi kita dari sana.. aku harap kalian terus bahagia.. meskipun kami tidak bisa melihat kalian tetapi kami sangat menyayangi kalian" ucap Donghae.

"eomma... kami kembali kerumah itu... leeteuk hyung juga sudah kembali merebut perusahaan appa lagi jadi jangan khawatir lagi pada kami" ucap Kyuhyun.

"appa... jagalah eomma..." ucap Kyuhyun lagi.

Donghae yang berada disamping Kyuhyun hanya dapat tersenyum dengan apa yang diucapkan dongsaengnya itu.

"kajja Hyung..." ucap Kyuhyun setelah berdoa untuk kedua orang tuanya.

"eh?"

"kita jalan-jalan, seperti janjiku.." ucap Kyuhyun.

Kyuhyun dan Donghae pun berjalan-jalan berdua ditempat yang dulu pernah mereka lalui setiap hari.

"tunggu Kyu.." tahan Donghae.

"wae?"

"ini kan?"

"ne kau benar hyung, ini adalah jalan dimana kita pulang bersama waktu itu sebelum kita bertemu tuan Choi" ucap Kyuhyun.

"eyyyyyy, kenapa kau mengingat hal buruk?" ucap Donghae mengingat jalan tersebut adalah jalan dimana Kyuhyun dan Donghae dipukuli sebelum mereka diculik.

"anio, ini bukan hal yang buruk hyung.. dari sinilah kebenaran terungkap dan dengan seperti inilah kita akan mengakhiri hal yang buruk itu" ucap Kyuhyun sambil terus berjalan perlahan-lahan.

Terlintas dalam benaknya saat dimana dia dipukuli dan diculik ditempat ini. Tujuan Kyuhyun hanya ingin menghapuskan trauma dan ketakutannya akan hal yang sempat membuat keluarganya dalam bahaya.

"aku masih dapat melihat kejadian itu hyung dan dengan cara inilah aku melawan ketakutanku" ucap Kyuhyun dan berhenti tepat dimana dia jatuh saat itu. Donghae mengikuti gerak Kyuhun namun dia enggan untuk mengikutinya. Donghae juga masih menyimpan kenangan yang buruk ditempat ini. Maka dari itu Kyuhyun mengajak Donghae untuk menghapus kenangan buruk itu dengan melawannya.

"nado Kyu, aku juga masih mengingat kejadian itu tetapi..." Donghae tidak melanjutkan ucapannya.

"lawanlah hyung maka kau akan semakin kuat.. bukankah kita mempunyai banyak kesamaan sekarang ini?"

"kita punya dua orang hyung yang sama, punya ginjal yang sama, dan..."

"punya kenangan yang sama" Donghae memotong ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun memandang Donghae dan tersenyum pada hyungnya.

"apa kau pikir aku sangat penakut seperti itu Kyu? Hahahaha" Donghae berlari ke arah Kyuhyun dan merangkul pundak Kyuhyun.

"aku rasa kita akan menjadi anak kembar sekarang.." ucap Donghae penuh percaya diri.

"mwo? kembar? ANIO! Kau sangat menjijikan hyung... aishhhhh apa kau pikir karena kita mempunyai banyak kesamaan lalu kita bisa jadi saudara kembar?" protes Kyuhyun.

"memangnya itu salah?" tanya Donghae dengan wajah polosnya.

"salah! Sangat salah! Lihat wajahmu yang tua itu mana bisa kau samakan dengan wajahku yang tampan ini" ucap Kyuhyun sambil melepaskan tangan Donghae yang ada dipundaknya kemudian berjalan meninggalkan Donghae.

"wae? memangnya wajahku tidak tampan?" gerutu Donghae.

Kyuhyun yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum.

"kau tampan hyung, sangat tampan" gumam Kyuhyun sambil terus berjalan meninggalkan Donghae sendirian.

Sulit memang bilang sayang terhadap seseorang yang kamu sayangi namun semua itu akan mudah jika rasa sayang itu kau tinjukkan dengan sebuah sikap yang manis dan penuh perhatian. Bukan seberapa kamu dekat dengan orang yang kamu sayangi tetapi seberapa banyak yang kamu mengerti tentangnya. Mengertilah jika seseorang berkata tidak bukan berarti mereka membencimu tetapi mungkin itulah cara mereka menunjukkan seberapa besar mereka menyayangimu.

END

Maaf ya jika endingnya kurang pas dihati. Bingung harus mengakhirinya seperti apa hehehe ^^ terima kasih yang sudah menunggu dan membaca FF ini. Cerita dengan gendre brothership/ family/ friendship itu memang terkesan membosankan dan hanya seperti itu itu saja tetapi author sangat suka sama gendre seperti itu. untuk FF selanjutnya masih dengan gendre yang sama tetapi bakal author mantapin lagi deh biar gak membuat readernya menunggu lama hehehe. Sekali lagi terima kasih ^^