Chapter 6

Sudah tak terhitung berapa lama Akashi pacaran dengan Kuroko. Mungkin… sekitar 7 bulan kah? Walau sudah lama berpacaran, Kuroko merasa waktu yang mereka habiskan sangat sebentar. Mereka berdua terbuka dengan anggota Kiseki no Sedai soal hubungan mereka, jadi semua anggota Kiseki no Sedai tahu kalau Kuroko Tetsuya adalah milik Akashi Seijuuro dan begitu juga sebaliknya.

20 Desember yang lalu, Kuroko merayakan ulang tahun Akashi berdua saja dengannya. Mereka pergi kencan ke taman hiburan dan Kuroko memberikan hadiah syal rajutan sendiri untuk Akashi. Dengan senang hati, Akashi menerima syal pemberian Kuroko. Begitu juga tanggal 31 Januari, Akashi dan Kuroko merayakan ulang tahun Kuroko yang ke 15. Akashi memberikan sebuah cincin yang diukir namanya dan Kuroko dan digantung pada sebuah rantai sebagai kalung untuk Kuroko, sepasang dengan miliknya.

Musim gugur sudah digantikan dengan musim dingin. Sekarang, bulan Februari. Artinya Valentine. Hari dimana semua orang menyatakan perasaan sayangnya ataupun memberi hadiah pada orang yang spesial bagi mereka. Tak jauh berbeda dengan Kuroko. Valentine nanti, ia berencana untuk memberi Akashi coklat buatannya sendiri.

Sore itu, Kuroko pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan coklat. Ia akan membuat sebuah kue coklat, menggunakan bahan dasar dark chocolate karena dia tahu Akashi tidak terlalu suka makanan manis. Setelah semua bahan yang dibutuhkan dibeli, Kuroko kembali ke tempat tinggalnya. Ia langsung menuju ke dapur dan memasak kue untuk Akashi besok. Kini, Kuroko tinggal sendirian saja di sebuah apartemen yang berjarak 15 menit dari sekolah. Ia merasa, akan lebih mudah jika ia tinggal dekat mulai dengan mencincang coklat batangan yang ia beli lalu melelehkannya. Setelah itu, ia mulai membuat adonan cake dan memanggangnya di oven. Begitu matang, ia mendinginkan sebentar cake itu sebelum menghiasnya. Kuroko juga tak lupa membuat coklat untuk anggota Kiseki no Sedai walaupun lebih sederhana dibanding yang akan ia berikan untuk Akashi. Wajar bukan? Akashi pacar Kuroko, jadi ia berhak mendapat lebih. Begitu semuanya beres, ia memasukan kue dan coklat yang akan ia berikan ke dalam lemari es supaya tidak meleleh. Kuroko pun lalu mencuci peralatan masak yang ia gunakan dan mandi serta tidur. Ia tak sabar menunggu esok untuk menyerahkan coklat itu pada Akashi dan kawan-kawannya.

Pagi ini, Kuroko bangun lebih awal dari biasanya. Ia memasukan kue yang akan ia berikan pada Akashi ke dalam sebuah kotak merah dengan pita emas dan memasukan coklat untuk teman-temannya ke dalam plastik bening diikat oleh pita merah. Setelah memasukan semua coklat itu ke dalam sebuah kantung, Kuroko menaruhnya di atas meja makan lalu mandi. Selesai mandi, ia sarapan dan segera berangkat ke sekolah. Karena sudah masuk musim dingin, Kuroko memakai jaket yang tebal dan tak lupa memakai syal serta sarung tangan. Ia berjalan ke sekolah sambil bersenandung. Kuroko memutuskan akan memberikan coklat ini saat latihan basket nanti siang.

Waktu berjalan dengan lambat menurut Kuroko. Mungkin karena ia sudah tak sabar untuk menyerahkan coklat pada sang kekasih tercinta, Akashi Seijuuro yang absolut. Akhirnya, bel pulang sekolah berbunyi. Kuroko bergegas mengambil tasnya dan kantung yang berisi coklat keluar kelas menuju ke gym. Ia pergi ke gym sambil bersenandung dan langkah yang terburu-buru. Suara lantang Kise yang menggema di gym menyambut Kuroko.

"Minna! Happy Valentine!" Kise berteriak sambil memberikan coklat bagi teman-teman satu timnya. Aomine, Murasakibara, Midorima, dan Akashi menerima coklat dari Kise. Jangan lupakan fakta bahwa Akashi merupakan siswa paling populer di Teiko, ia mendapat segunung coklat dari para siswi di sekolah.

"Ah! Kurokocchi! Ini coklat untukmu-ssu!"

"Arigatou, Kise-kun. Aku juga punya coklat untukmu." Kata Kuroko sambil menyerahkan coklat yang ia buat pada Kise.

"Arigatou, Kurokocchi!"

"Ah, minna-san.. aku juga punya coklat untuk kalian semua." Kuroko lalu menyerahkan coklat untuk Aomine, Midorima, dan Murasakibara.

"Sankyu, Tetsu!"

"Hmph.. arigatou."

"Arigatou, Kuro-chin~"

"Tetsuya, mana bagianku?"

"Eh.. uhm.. ini.." Kuroko menyerahkan kantung berisi sekotak kue coklat untuk Akashi yang ia buat.

"Arigatou, Tetsuya. Aishiteru yo.."

"Uhmn.. Sei-kun.."

Lalu Akashi mencium kening dan bibir Kuroko dengan mesra, membuat anggota Kiseki no Sedai yang lain memalingkan muka mereka.

.

.

.


Tak terasa, waktu berjalan dengan cepat. Kuroko and anggota Kiseki no Sedai sebentar lagi akan lulus dari SMP. Minggu depan, mereka akan mengikuti tes sekolah untuk menentukan kelulusan mereka. Karena itulah, mereka menggelar acara belajar bersama di apartemen Kuroko malam ini. Kenapa harus apartemen Kuroko? Karena tempat tinggal Kuroko lah yang paling dekat dari sekolah.

Flashback

"Minna, sebentar lagi kan ulangan, bagaimana kalau kita belajar bersama-ssu?" usul Kise.

Siang itu seluruh anggota Kiseki no Sedai makan bersama di taman sekolah. Begitu mendengar usul Kise, mereka menghentikan semua aktivitas mereka.

"Bejalar bersama? Kenapa tiba-tiba, Kise-kun?"

"Hm.. Supaya lebih ramai?"

"Alasan payah, Kise." Balas Aomine sambil memakan bento nya.

"Aominecchi hidoi.." rengek Kise.

"Hm.. Kalau begitu kau mau belajar di mana?" tanya Midorima

"Di.. perpustakaan?"

"Tidak mungkin, Kise." Jawab Midorima lagi

"Kenapa tidak mungkin-ssu?"

"Tentu saja karena kau bakal ribut, Kise. Baaakaaa." Ejek Aomine sambil menjulurkan lidahnya kea rah Kise.

"Aominecchi!"

"Kalian berdua diamlah." Akashi tiba-tiba menyahut— atau lebih tepatnya menyuruh mereka untuk diam. Seketika itu, Aomine dan Kise yang sedang bertengkar langsung menutup mulut mereka, dengan alasan masih sayang nyawa masing-masing.

"Aku sih terserah di mana saja, yang penting ada makanan." Jawab Murasakibara sambil memakan snack karena bento miliknya sudah habis.

"Anou, minna-san.. bagaimana kalau di apartemenku saja?"

"Eh? Di apartemenmu, Kuro-chin?"

"Iya. Kebetulan apartemenku dekat dari sekolah."

"Boleh, juga. Bagaimana, Akashi?" tanya Midorima yang sudah setuju.

"Hm.. boleh saja."

"Baiklah.. nanti sore kita ke apartemen Kurokocchi!"

Flashback End

Karena minggu depan ulangan, latihan basket pun ditiadakan. Sepulang sekolah, tepatnya pukul setengah 3 sore, anggota Kiseki no Sedai berkumpul di depan gym menunggu Kuroko sebagai tuan rumah. Midorima, Kise, Aomine, dan Murasakibara menunggu di depan gym selama beberapa menit. Dinginnya angin yang berhembus membuat mereka hampir beku, namun karena sudah janjian di depan gym dan tidak mau membuat kapten mereka marah, mereka semua tetap menunggu di depan gym sambil mengencangkan jaket masing-masing.

"Mou.. Kurokocchi sama Akashicchi kok lama banget sih-ssu.." Kise pun mulai protes karena sudah kedinginan.

"Sana, kau cari saja mereka, Kise."

"Eeeeh? Kenapa cuma aku-ssu?"

"Haah.. ya sudah ayo kita cari. Murasakibara, kau tetap di sini. Kalau Akashi dan Kuroko sudah datang, beritahu aku." Ujar Midorima sambil menghela nafas menghadapi kelakuan Kise yang seperti anak kecil.

"Ha'i~ Mido-chin.."

"Ayo.. Aomine, Kise.."

Mereka bertiga pun berjalan menyusuri koridor sekolah di lantai 1 untuk mencari Akashi dan Kuroko yang telat 35 menit dan 46 detik berkumpul. Saat itu mereka melewati ruang kesehatan dan mereka sayup-sayup dapat mendengar suara Akashi serta Kuroko dari dalam.

"Se..Sei-kun..Ah!"

"Tetsuya.. diam dulu.."

"Ah, mereka di dalam-ssu.."

"Ayo kita masuk." Ajak Aomine.

Aomine pun membuka pintu ruang kesehatan berwarna putih itu.

"Oi, Aka—"

Aomine tidak dapat melanjutkan kalimatnya karena pemandangan yang dilihat matanya itu. Kuroko merebahkan diri di tempat tidur ruang kesehatan dan Akashi ada di atas Kuroko, bertumpu pada kedua lututnya. Baju Kuroko pun berantakan. Kancing pada kemeja birunya terbuka sehingga tubuh Kuroko terekspos dengan jelas, jas Teiko nya tergeletak begitu saja di lantai, sedangkan dasi hitamnya dilepas oleh Akashi dan digunakan untuk mengikat kedua pergelangan tangan Kuroko supaya tangannya tak dapat berkutik sedikitpun. Jangan lupakan wajah Kuroko yang memerah, entah akibat 'perbuatan' Akashi padanya atau karena ia dipergoki oleh Aomine dan teman-temannya. Kiss mark di leher Kuroko pun tak luput dari penglihatan Aomine, Kise, dan Midorima.

"A.. Ah.. maaf mengganggu." Aomine pun dengan canggung menutup— lebih tepatnya membanting pintu ruang kesehatan.

"Kise, Midorima.. sebaiknya kita kembali dan menunggu.. 'aktivitas' mereka itu selesai."

"Ehm.. iya-ssu.. lebih baik begitu."

"Kali ini aku setuju denganmu, Aomine."

Dengan atmosfer canggung, mereka bertiga berjalan menyusuri koridor untuk kembali ke gym. Mereka bertiga berjalan tanpa ada yang berusaha memecah keheningan, masih teringat kejadian yang mereka lihat di ruang kesehatan tadi.

"Are? Mido-chin, Mine-chin,Kise-chin.. cepat sekali.. mana Aka-chin sama Kuro-chin?"

"Murasakibara, jangan sebut nama mereka dulu."

"Eh? Kenapa?"

"Jangan.. pokoknya jangan."

"Hm~"

Mereka menunggu Akashi dan Kuroko selesai melakukan 'kegiatan' mereka. Setelah menunggu 10 menit, Akhirnya mereka berdua datang sambil menenteng tas masing-masing.

"Ah~ Aka-chin.. Kuro-chin.."

"Ah, sumanai.. kalian sudah lama?"

"Belum, Akashicchi."

'Maunya sih jawab udah lama banget..' batin Aomine.

"Ayo, kita berangkat sekarang, minna-san."

"Ayo!"

Setelah itu mereka belajar bersama di apartemen Kuroko. Hari Senin, mata pelajaran yang akan diujikan adalah Bahasa Inggris dan Matematika, jadi mereka pun mempelajari kedua mata pelajaran itu. Acara belajar mereka didominasi oleh rengekan Kise yang tidak bisa plus diejek oleh Aomine, padahal dia juga tidak lebih baik,kok dari Kise.


Seminggu berlalu. Kiseki no Sedai sudah berhasil mengikuti ujian sekolah. Kini, mereka tinggal menunggu nilai dan keputusan naik kelas mereka. Hari itu, nilai ujian akan diumumkan, seluruh anggota Kiseki no Sedai bergegas menyelesaikan makan siang mereka supaya bisa cepat melihat hasil ujian, namun kelulusan akan diumumkan 2 minggu lagi. Setelah selesai makan siang di atap, Kiseki no Sedai berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ke papan dimana hasil ujian mereka ditempel.

"Uwaa.. Akashicchi dan Kurokocchi hebat-ssu!" ujar Kise begitu melihat hasil ujian. Akashi mendapat peringkat 1 dengan nilai 500 dari 500, diikuti Kuroko di peringkat 2 dengan nilai 498 dari 500. Sedangkan yang lain? Midorima di peringkat 4 ( waktu itu dia kehilangan lucky item jelas Midorima ), Murasakibara peringkat 12, Kise peringkat 45, dan Aomine peringkat 60. Setelah melihat hasil ujian mereka pulang ke rumah karena tidak ada pelajaran lagi maupun latihan basket.

Kuroko sedang berjalan menyusuri koridor sekolah yang mulai sepi karena sebagian besar murid sudah pulang. Kuroko menggosok kedua tangannya yang terasa dingin dan mengencangkan jaket yang ia kenakan akibat udara Tokyo musim itu. Saat itu ia lewat di depan sebuah kelas di lantai 2 dan sayup-sayup ia bisa mendengar 2 suara yang familiar sedang berbicara. Kuroko menggeser pintu kelas itu sedikit, rupanya Akashi dan Kise sedang mengobrol di dalam kelas.

'Apa yang sedang mereka obrolkan? Jarang-jarang mereka berdua akrab begini' batin Kuroko

.

.

.

TBC


Author's note: berhubung ini sudah mulai masuk plot, author Kuhaku bakal update agak lama, ya.. tolong review, kalo ada yang kurang menarik atau perlu diperbaiki, kritik dan saran sangat diterima, arigatou minna-san..