Title: MY NEW IDOL

Author: BLAUESKI

Main Cast: Byun Baekhyun

XI Luhan

Kim Taehyung

Kim Seok Jin

And other.

Genre: Romance/ Humor

Rate: belum pasti T / M, minta pendapat readersdeul dulu aja.

Disclaimer: pemain milik Tuhan dan keluarga, cerita murni milik Ki!

BLAUESKI PRESENT~ DON'T LIKE? DON'T READ! HAPPY READING..

Chapter 2

Baekhyun melotot menyadari seseorang yang masuk kebiliknya dengan penampilan yang aneh –menurutnya- karena orang yang diyakini Baekhyun adalah namja itu memakai pakaian serba hitam dengan syal merah marun beserta kacamata hitam dan masker hitamnya dan juga topi hitam polos yang ia pakai , persis seperti penjahat yang pernah ditontonnya di TV. Baekhyun sempat bersyukur didalam hati karena ia sudah menyelesaikan panggilan alamnya. Ia mulai melempari apapun yang berada di sekitarnya. 'orang itu' meringis merasakan sedikit sakit saat Baekhyun melemparinya dengan sepatu boot yang Baekhyun sendiri juga tidak tahu ia mendapat itu darimana.

" Hey! Hentikan! " 'orang itu' menangkis benda apapun yang dilemparkan Baekhyun.

" Kau! dasar mesum! Cepat pergi! " Baekhyun melempari 'orang itu' dengan tissue yang berada didalam bilik itu.

" HYAAA! Rasakan ini! " Baekhyun tetap melemparkan apapun yang berada disekitarnya sementara 'orang itu' langsung cepat maju kearah Baekhyun dan..

"HUWAAAmmpptt—" Membungkam mulut tipis Baekhyun -yang sungguh suaranya memekakkan telinga- menggunakan tangannya yang berbalut sarung tangan hitam dengan motif rusa ditengahnya.

' TUK ' Baekhyun meraih selang dengan besi diujungnya dan memukul kening 'orang itu' yang tertutupi poninya dengan keras hingga bungkaman dimulutnya terlepas.

" ARRGH! " 'orang itu' mengerang sakit dan memegangi keningnya, ia hendak menyumpahi Baekhyun sebelum pintu bilik yang semula tertutup terdobrak dengan kasar dari luar.

'BRAK! '

Baekhyun bersorak dalam hati saat mengetahui yang mendobrak pintu adalah Taehyung. Ia langsung berlari menubruk 'orang itu' hingga jatuh dan langsung bersembunyi dibalik punggung Taehyung.

" Taetae, dia mau berbuat hal yang tidak-tidak padaku! " bisik Baekhyun pada Taehyung tapi terdengar ditelinga 'orang itu' yang langsung bangkit dan menatap Baekhyun marah.

" Apa maksudmu, bocah nakal? " tuding 'orang itu'

" Begini tuan, maafkan sepupu saya yang memang sedikit mempunyai gangguan jiwa—"

" YA! APA MAKSUDMU? " potong Baekhyun merasa tidak terima dan mendeath glare Taehyung.

" Aku tidak mau tau, kau harus mengganti rugi, jika tidak.. aku bisa saja melaporkan pada polisi atas tindak kekerasanmu " ucap 'orang itu' sambil bersidekap dan menatap Baekhyun remeh yang kini memelototkan mata sipitnya.

' apa-apaan? Polisi? Hell yeah.. aku ingin bertemu Kai bukan polisi! '

" E-ehem.. sebaiknya kita bicarakan masalah ini baik-baik tuan "

L
U
B
A
E
K

Dan disinilah mereka, Caffe Park. Caffe yang paling dekat dari stasiun kereta, rencananya Taehyung memang akan menyelesaikan masalah ini baik-baik lagipula jika pemuda didepannya ini meminta ganti rugi dapat darimana mereka uang?

" Emm.. mianhamnida tuan, sepupu saya mungkin hanya reflek – "

" reflek katamu? Kau tidak lihat? – "

" lihat apa? Badanmu terbungkus dengan kain hitam sudah seperti pencuri saja " cibir Baekhyun, dengan kekesalan tinggi 'orang itu' membuka kacamata, masker, dan juga syalnya. Menampakkan wajahnya yang membuat Baekhyun melongo. Bukan, bukan karena tonjolan merah didahi 'orang itu' tapi itu.. LUHAN –main vocal EXO- dan lagi dia adalah couplenya Kai! Astaga demi tuhan, meskipun Luhan bukan idolanya tapi tetap saja Baekhyun kaget bisa bertemu artis yang naik daun tapi ia juga tidak suka Luhan sih, Luhan selalu dekat-dekat dengan Kai-nya! Ia lebih suka Kai dekat dengan Kris –leader EXO-, Kai jadi tampak manis jika bersama Kris yang tampan. Ah, lupakan Baek! Sekarang pikirkan masalah Luhan!

" L-luhan.. " dengan gugup Baekhyun malah tersenyum idiot didepan Luhan yang mendengus kesal.

" Kau mengenalku? Ahya tentu siapa yang tidak mengenal Xi Luhan eoh? " bangga 'orang itu' yang ternyata Xi Luhan – EXO –

' Ish, ternyata Luhan aslinya tidak manis seperti yang digambarkan di fanfict KaiLu '

" Hehe, L-luhan-ssi mian atas perlakuan kasarku tadi. A-aku hanya terkejut " ucap Baekhyun sambil memberikan cengiran anehnya.

" Tidak, kau harus ganti rugi " ucap Luhan sambil menyilangkan tangannya didepan dada.

' ternyata Luhan asli tidak se-baik yang digambarkan di fanfict KaiLu, aku sudah yakin itu. KrisKai jjang! ' batin Baekhyun malah berfanboying ria memikirkan beberapa fanfict KaiLu dan KrisKai yang pernah ia baca.

" T-tapi Luhan-ssi, aku tidak punya uang " mohon Baekhyun sambil menangkupkan tangannya didada dan memasang wajah sememelas mungkin disertai bibir yang maju beberapa senti, biasanya ini akan berhasil.

" Itu. Bukan. Urusanku " tegas Luhan menekankan setiap katanya. Baekhyun mengubah posisi duduknya menjadi tegap dan menatap Luhan kesal, persetan dengan ganti rugi! Ia kesal, kenapa Luhan meminta ganti rugi? Padahal ia kan sudah kaya! Itulah yang dipikirkan Baekhyun saat ini.

" Kau kan sudah kaya! Kenapa meminta uang padaku? " kesal Baekhyun sambil bersidekap menirukan gaya Luhan yang dimatanya terlihat 'sok' cool itu.

" siapa yang meminta uang padamu? Melihat penampilanmu saja sudah meyakinkan bahwa kau memang tidak punya uang " santai Luhan sambil menatap Baekhyun dari kepala hingga pinggang –daerah pinggang kebawah tertutup meja- . Sedangkan Baekhyun menggeram marah sudah seperti anjing terlantar yang diinjak-injak.

" Yasudah, apa maumu tuan Xi Luhan yang terhormat? " Tanya Baekhyun sopan meskipun wajahnya menunjukkan ketidak sukaannya pada Luhan.

' Luhan memang pengacau dihubungan KrisKai '

" Karena kau tidak punya uang, kau harus menggantinya dengan tenagamu "

" maksudmu? " bingung Baekhyun dengan alis terangkat sebelah, sedangkan Luhan kini tersenyum misterius yang disalah artikan oleh Baekhyun sebagai senyum 'sok' cool.

" Baekhyun hyung harus bekerja? " Tanya Taehyung yang sedari tadi diam sebagai pendengar yang baik, Luhan mengangguk menyetujui kecepatan berpikir Taehyung daripada Baekhyun yang sangat lamban mencerna kata-kata.

" Apa? Aku disini untuk liburan lagipula 2 minggu lagi liburan sudah selesai. Lagipula mana ada orang yang mau menerimaku bekerja, aku kan belum lulus SMA " cerocos Baekhyun tidak terima tujuan awalnya kesini adalah ingin menonoton konser EXO –lebih tepatnya saat Kai bersolo dance dengan baju terbuka- yang diselenggarakan satu hari sebelum ia masuk sekolah dan waktu sisanya ia gunakan untuk liburan tapi apa? Luhan –si orang ketiga dalam hubungan KrisKai- malah mengacaukan liburannya dan menyuruhnya untuk bekerja.

" Baiklah, aku memberimu dua pilihan. Pertama kau harus menjadi pembantuku selama 2 minggu penuh, 24 jam atau– "

" MWOYA? " Tentu saja Baekhyun tidak terima dengan keputusan sepihak Luhan.

" – mendekam dibalik jeruji besi " Baekhyun mendelik tidak terima dan Taehyung pun begitu, Luhan hanya tersenyum setan melihat reaksi Baekhyun yang sungguh berlebihan.

" T-tapi .. maksudku 24 jam? .. a-aku .. " gagap Baekhyun yang langsung dipotong Luhan.

" Tidak masalah, kau akan tinggal diapartemenku tapi ingat sebagai pembantuku dan juga merawat luka yang kau buat di wajah tampanku "

' astaga demi telinga pamannya yang lebar melebihi kelinci, Luhan benar-benar kejam seperti fanfict KrisKai dengan selingan KrisLu '

Tentu saja Baekhyun tidak mau menghabiskan waktunya dengan memakai apron saat memasak, mencuci baju, mengepel lantai, membersihkan kaca, disuruh ini itu.

AAAAA DEMI KOLEKSI FOTO KAI-NYA YANG RATA-RATA BER-RATE-M IA TIDAK MAAUUUU!

" Aku. Tidak. Mau " ucap Baekhyun dan menekankan setiap katanya, ia hendak beranjak pergi bersama Taehyung dan hidup damai tapi suara mengejutkan Luhan membuat ia langsung terdiam kaku.

" – Ya ahjussi, ada seseorang yang bertindak tidak sopan padaku. Tolong urusi dia dan pastikan ia mendekam dipenjar—" dengan gerakan tergesa-gesa Baekhyun langsung merebut ponsel Luhan dan menekan tombol merah lalu mengembalikannya diatas meja. Baekhyun mendengus kesal menatap Luhan yang menatapnya dengan wajah 'sok' polos.

" Aku kalah " pasrah Baekhyun sambil menunduk.

' Ya, dan Xi Luhan tidak pernah dan tidak akan kalah ' batin Luhan bangga.

" Aku tidak mau ada seseorang yang memasuki apartemenku sembarangan " ucap Luhan sambil melirik Taehyung.

" ah, baiklah. Baek hyung, aku ke rumah Chanyeol ahjussi duluan, Nanti aku hubungi. Bye~ "

" HEI! TAEHYUNG! YAK KIM TAEHYUNG! " Tapi sayang teriakan melengking Baekhyun tidak dihiraukan oleh Taehyung malah membuat semua pengunjung café menatap kearahnya dengan pandangan menusuk dan menatap Luhan yang sudah memakai alat penyamarannya dengan pandangan ' apa yang kau lakukan, tenangkan pacarmu '

" Ayo pergi! " dengan seenak jidatnya Luhan menarik paksa pergelangan tangan Baekhyun, Baekhyun yang masih dalam keadaan bingung langsung mengikuti Luhan dan tidak lupa juga menggeret kopernya.

Luhan's Apartement

Luhan menekan beberapa kode, memutar knop dan membukanya. Baekhyun sudah berpikir bahwa apartemen artis akan sangat teramat mewah dan juga mengagumkan. Tetapi ia salah, SALAH BESAR! Memang sih apartemen Luhan itu mewah, berkelas, dan luas tapi sungguh tidak bisa dipercaya keadaan ruangan sudah seperti trotoar pasar yang ugh sungguh menjijikkan. Baiklah Ki ceritakan bagaimana keadaan apartemen Luhan, di awal pintu terbuka Baekhyun sudah dapat melihat banyak sepatu, ya sepatu-sepatu mewah tapi sayangnya meletakkannya yang tidak benar, beberapa pasang sepatu berserakan dilantai ada juga yang hanya sepasang dan entah sepasangnya kemana. Di rung tamu/ televise tidak ada bedanya banyak bungkus-bungkus cemilan tercecer dimana-mana, botol-botol mineral ataupun soda yang sudah tidak ada isinya memenuhi meja panjang yang ada diruang tamu. Di dapur yang paling 'sedikit' bersih meskipun banyak debu sepertinya memang dapur ini tidak pernah dipakai oleh yang punya tapi masih untung piring, gelas, mangkok dan peralatan dapur lainnya masih tersusun rapi di rak-rak yang ada. Baekhyun membuka lemari pendingin panjang dipojok ruangan dapur indoor ini, dia dibuat kagum dengan lengkapnya bahan-bahan makanan yang ada didalam lemari pendingin itu, daging, sayur, buah, minuman-minuman kaleng, cup-cup ramen, susu, dan ada juga ice cream di freezer. Eh tunggu? Ice cream? Baekhyun meneliti ice cream beraneka rasa yang tersusun rapi didalam freezer lalu ia berhenti disatu titik ice cream cup berwarna pink yang Baekhyun yakini itu adalah rasa kesukaannya –strawberry. Tidak disangka Baekhyun, dari sekian banyak ice cream strawberry yang pernah Ia rasakan hanya ice cream ini yang terasa lembut ilidahnya dan meleleh dengan gerakan seolah menggoda Baekhyun untuk cepat-cepat menghabiskannya, dengan tidak sabaran Baekhyun menyuap ice cream itu kedalam mulutnya.

" Hei! Apa yang kau lakukan, bocah? " Baekhyun berbalik menatap Luhan yang memakai kaus oblong dengan celana pendek selutut beserta handuk yang tersampir dipundaknya lagi-lagi dengan bersidekap dan menempelkan punggungnya ditembok. terlihat 'sok' cool bagi Baekhyun.

" Hehe, mianhae Luhan-ssi. Ice cream ini yang menggodaku untuk mencicipinya " ucap Baekhyun dengan nada polos andalannya.

" Alasan. Ingat tugasmu! Kau harus membersihkan apartemenku dan harus bersih sebelum jam makan malam "

" MWO? Kau gila? Apartemenmu itu luas dan sungguh berantakan, kau ingin aku membersihkannya seorang diri dan apalagi sebelum jam makan malam? " omel Baekhyun tidak terima sambil melirik jam dinding yang ada diatas pintu dapur yang menunjukkan pukul empat sore.

" Itu bukan urusanku, dan ohya kamar tamunya kujadikan gudang karena tidak terpakai jika kau mau kau bisa membersihkannya ah tapi aku juga tidak keberatan jika kau ingin tidur seranjang denganku " ucap Luhan menjelaskan dengan diakhiri wink setelahnya lalu keluar menuju kamarnya yang ada dilantai atas meninggalkan Baekhyun yang melongo meratapi nasib sialnya. Kenapa ia harus terkena masalah dengan Luhan? Kenapa bukan Kai yang notabenenya adalah idolanya? Kenapa? Poor, Baekhyun.

Baekhyun menyeret kopernya menuju lantai atas, ada dua kamar bersebelahan, ia tidak tau mana kamar Luhan dan mana kamar tamunya. Dengan asal ia membuka pintu disebelah kiri, ia mengangakan mulutnya. Tempat ini luas tapi demi kulit sexy Kai , Baekhyun bersumpah tempat ini sungguh menjijikkan bagaimana Luhan bisa tidak membersihkannya, dia benar-benar jorok. Banyak sarang laba-laba beserta laba-labanya dipojok-pojok ruangan ada kig size ditengah ruangan yang terdapat banyak karus-kardus tak layak pakai, lemari disisi kiri yang sudah bolong-bolong digigiti rayap, disisi kana nada meja rias yang banyak kecoa. Baekhyun bergidik ia bukannya takut dengan kecoa hanya saja ia geli atau jijik mungkin? Tiba-tiba ia merasakan sesuatu bergerak-gerak dikakinya yang memakai sandal rumah milik Luhan, dengan gerakan kaku ia melihat kebawah lalu berjengit kaget dan melompat-lompat tidak jelas serta berteriak ' AAA ' ' KYAA ' dan lain sebagainya ia langsung berlari menuju pintu sebelah kanan dan membukanya lalu menutupnya dengan bantingan yang cukup keras. Baekhyun menghela nafas lega.

" Ada apa? " Baekhyun berbalik saat suara Luhan terdengar di telinga sensitifnya, lalu ia membelalak melihat tubuh atas Luhan yang tidak mengenakan apapun, ia dapat dengan jelas melihat otot bisep trisep di kedua lengan Luhan dan sedikit abs yang terbentuk di perut datarnya, Baekhyun bahkan tidak punya itu semua. Baekhyun menundukkan kepalanya bukan lagi merenungi nasibnya tapi ingin menyembunyikan wajahnya yang entah kenapa tiba-tiba menjadi panas. Jujur saja ia membayangkan yang tidak-tidak, tentu saja Baekhyun bukan anak polos lagi ia sudah sering membaca fanfict KrisKai atauun HunKai yang ber-rating dewasa bahkan KaiLu juga pernah tapi ia tidak pernah menonton yang berbau-bau yadong. Luhan yang menyadari Baekhyun tengah berblushing ria pun menampakkan smirknya. Dengan gerakan slow ia mendekati Baekhyun dan memegang pundaknya.

" Jadi kau ingin tidur disini atau.. kutiduri hm? "

oOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo MY NEW IDOL OOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo

Taehyung berjalan dengan kaki yang dihentak-hentakkan, ia merutuki dirinya yang tidak akan tahan denga aegyo Baekhyun jika ia tahan mungkin ia tidak akan terjebak di kota asing ini apalagi sendirian, ia tidak suka sendirian. Ia menyeret kopernya dan menyebrang jalan menuju halte yang berada tepat didepan café Park.

' DUK ' Taehyung mendudukkan pantatnya dihalte yang cukup sepi hanya ada dirinya dan seorang kakek yang tengah membaca Koran. Ia menekan nomor yang sudah ia hafal diluar kepalanya.

Nomor Canyeol ahjussi.

' tut! '

" Yeoboseyo? " sahut suara di seberang telepon.

" Ahjussi, jemput Taehyung di halte depan café Park dekat stasiun " ujar Taehyung singkat dan mendengus saat melihat Luhan yang menyeret Baekhyun keluar café.

" Oh, kau sudah sampai? Ahjussi memperkirakan kau sampai satu jam lagi "

" oh ayolah ahjussi, Taehyung capek ingin istirahat "

" ah ya tunggulah satu jam lagi, ahjussi masih ada urusan kantor sebentar lagi akan selesai. "

' pip ' taehyung melotot kearah smartphone-nya, satu jam lagi katanya? Bisa jamuran ia menunggu disini. Ingin sekali ia memaki Baekhyun yang notabene adalah biang dari masalah ini dan juga Chanyeol yang seenak telinga lebarnya menyuruhnya menunggu selama satu jam di tempat asing. Ia ingin berteriak tapi ia masih ingat tempat, pasti Taehyung sudah dikatakan tidak waras jika berteriak di halte.

" Hah.. aku ingin pulang " lirihnya sambil menghela nafas panjang mencoba meredakn emosinya yang tadi melua

" perlu tumpangan? " Taehyung menoleh cepat kearah kirinya yang tadi diduduki seorang kakek yang kini menjelma menjadi namja tampan yang tengah tersenyum menawan kearahnya. Seperinya Ia harus mengecek dulu sebelum menyimpulkan ia seorang kakek atau namja tampan, jelas saja wajahnya tertutupi Koran tadi.

" Kau.. yang di stasiun? " Tanya Taehyung ragu, orang itu mengangguk singkat.

" kau butuh tumpangan? Aku bisa mengantarmu sampai tujuan " jujur saja, Taehyung ingin mengangguk karena ia sudah sangat teramat lelah apalagi disuruh menunggu Chanyeol satu jam lamanya. tapi ia tidak bodoh atau pun idiot , mana ada orang asing yang tidak kau kenal tiba-tiba menawarkanmu tumpangan gratis. Mungkin ini modus pencopetan, Taehyung mengeratkan genggamannya pada kopernya. Atau mungkin ini modus penculikan lalu meminta bayaran pada bumonimnya? Hell, Taehyung menggelengkan kealanya mengusir pikiran – pikiran aneh yang entah dari mana asalnya tiba-tiba menghinggapi pikirannya

" Apa kau bisa dipercaya? " Taehyung merutuki ucapan konyolnya tapi ia juga merasa harus mengucapkan ucapan yang ia anggap konyol itu. sedangkan namja itu hanya mengangguk dan tersenyum yang lagi-lagi diakui Taehyung itu senyum menawan.

" Kau boleh memasukkanku kepenjara jika terjdi sesuatu padamu " ucap namja itu dengan nada se-serius mungkin. Taehyung akhirnya mengangguk setuju, ia sudah lelah dan ingin membaringkan tubuhnya dikasur empuk Chanyeol. Lalu ia mengirim pesan pada Chanyeol, menanyakan alamatnya dan beberapa detik kemudian pesan balasan tentang alamat rumah Chanyeol ia terima.

" nah itu, sudah datang kajja " Taehyung melongo saat namja itu menariknya menuju mobil audy hitam yang berhenti tepat didepan halte. Bagaimana bisa petugas kebersihan memiliki mobil semewah ini. Itu adalah pertanyaan awal Taehyung masih ada banyak pertanyaan yang dimulai dari kata ' bagaimana ' di benak Taehyung tapi ia menyimpannya karena sudah terlalu lelah bercakap – cakap.

" ini mobilmu? " hanya dua kata itu yang mewakili semua pertanyaan Taeyung setelah memasuki mobil audy hitam yang sungguh mewah, baru pertama kali ia menaiki mobil semewah ini biasanya ia hanya melihatnya saja dilayar tv.

" maaf ingin kemana tuan? " Tanya sang sopir sopan yang mendapatkan death glare dari namja disebelah Taehyung –yang entah apa maksudny, Taehyung pun tidak mengerti- . Lalu Taehyung menyebutkan alamat rumah Chanyeol yang diangguki oleh si supir, setelah itu mobil melaju dengan kecepatan standar.

" Bukan, ini milik majikanku. Dia berbaik hati meminjamkannya untukku. " jawab namja itu sambil melirik Taehyung yang mengangguk-anggukkan kepala meskipun dalam hati ia memuji majikan namja disebelahnya yang berbik hati meminjamkan mobil untuk bawahannya, sungguh baik hati.

" Oh ya, Aku Taehyung. Kim Taehyung " ucap Taehyung setelah sadar ia belum memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya kearah namja tampan yang lagi – lagi tersenyum. Sekarang Taehyung bahkan ingin menanyakan apakah ia tidak lelah terus-terusan tersenyum? Pertanyaan konyol!.

" Kim Seok Jin, kau bisa memanggilku Jin hyung "

TBC

Mian update luaaammma haha.. Ki bingung mau bikin ceritanya gimana makanya dibutuhkan review reardersdeul yang membangun biar Ki lancar updatenya kkeke~ Ratingnya juga belum Ki tentuin, menurut reaedersdeul T/M ? Kritik dan Saran juga diperlukan, review yang banyaaak~

BIG THANKS TO::

ViviPExotic46 , neli amelia , dayeol182 , darkhyuners shinning , NaturalCandy1994 , Eth'V'baby , .739 , xiubaekhan , kaibaekshipper , rachel suliss , Guest , parklili , Guest , bumkeeyk , LuBaekShipper , Baeklinerbyun , YOONA , leekyukie , mybabyV , Guest , PokerBaconDeer , naruru loveCB , Enjieee .

Udah kejawab kan pertanyaan-pertanyaannya, Baekhyung nggak dicium kok :v