Title: My New Idol

Main Cast: Byun Baekhyun

Xi Luhan

Kim Taehyung

Kim Seok Jin

And other..

Author: BLAUESKI

Genre: Romance/ Humor

Rate: Sudah Ki tetapkan FF ini akan menjadi Rating T yang nyerempet-nyerempet dikit ke M kkeke~

BLAUESKI Present~ DLDR!

Happy Reading , Chapter 3 is Here..

Mobil Audy yang katanya Jin milik majikannya –tentu saja bohong, mana ada majikan sebaik itu meminjamkan mobil mewahnya pada pembantunya, kan? Dasar saja memang Kim Taehyung itu terlalu mudah percaya pada orang lain- itu berhenti di depan sebuah rumah yang cukup luas dan bersih. Jin dan Taehyung keluar bersamaan.

" Jadi ini rumahmu? " Tanya Jin sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling rumah yang terlihat cukup nyaman itu.

" Bukan, ini rumah pamanku " jawab Taehyung seadanya lalu mengambil koper yang diberikan sang supir, dan membungkuk seakan mengatakn terima kasih sambil tersenyum yang dibalas sama oleh sang suopir

" Jadi dimana rumahmu? Kau baru pindah? " Tanya Jin –lagi- yang seakan penasaran dengan sosok disampingnya.

" Di bucheon, aku hanya berlibur selama 2 minggu di sini " Jawab Taehyung menjelaskan tujuannya sedangkan Jin hanya mengangguk-angguk mengerti dengan mulutnya yang membentuk huruf 'o' .

" Masuklah " kata Jin sambil –lagi-lagi- tersenyum menawan kearah Taehyung. Sedangkan Taehyung? Jangan ditanya ia tengah merona.

" Kau tidak ingin mampir hyung? " tawar Taehyung saat hendak membuka gerbang.

" Bolehkah? " ragu Jin, Taehyung mengangguk mantap sambil memberikan senyuman manisnya yang membuat Jin ikut tersenyum.

Ting Tong

" Eh, kukira Chanyeol ahjussi tidak ada dia kan sedang di – " ucapan Taehyung terpotong dengan terbukanya pintu rumah Chanyeol.

" Eh, nyuguya? " Tanya seorang bocah cilik mungkin sekitar berumur 5-7 tahun. Taehyung berjongkok memperhatikan bocah cilik yang ternyata sangat imut itu sedangkan sang bocah juga memerhatikan wajah Taehyung.

' GREP '

Tiba-tiba Taehyung memeluk bocah itu erat dan menggendongnya sambil berputar-putar dan tertawa sedangkan sang bocah tentu saja ikut tertawa kan? Dia tidak mengerti apa-apa.

" Astaga, Kookkie~~ kau sudah besar ne? " ucap Taehyung sambil menghentikan acara putar-putarannya – masih tetap menggendong sang bocah yang dipanggil Kookkie – sambil mencubit hidung mungilnya. sedangkan Kookie atau nama aslinya Jungkook itu menatap Taehyung bingung.

" Nyugu? "

" Kkeke~ aku tau kau tidak mungkin kenal aku kau kan masih bayi saat itu hehe.. perkenalkan namaku Taehyung, panggil TaeTae hyung, arrasseo? " kekeh Taehyung sedangkan Jungkook hanya mengangguk pasrah dan Jin yang tersenyum melihat kelakuan Taehyung.

" Siapa yang datang Kookkie? " Tanya suara dari dalam.

" TAETAE HYUNG UMMAA! " teriak Jungkook, lalu tidak sampai setengah menit seorang namja cantik berumur 3O-an muncul dengan apron yang melekat dibajunya.

" Omoya, Taehyung? " Kagetnya sambil melihat Taehyung.

" Ah, nde ahjumma " lalu Taehyung menurunkan Jungkook dan menghambur memeluk yeoja cantik –istri Chanyeol-, Do Kyungsoo atau sekarang berubah menjadi Park Kyungsoo.

" Oh, Taehyung sudah datang " Taehyung melepas pelukannya kemudian menatap Chanyeol yang berdiri dibelakang ahjumma Park sambil tersenyum lebar.

" Ahjussi, kenapa ada disini? Bukannya ahjussi kerja? "

" Ah tuan muda Kim " ucap Chanyeol berlalu menghiraukan pertanyaan Taehyung dan membungkuk di hadapan Jin yang juga ikut membungkukkan badannya, mereka sama-sama tersenyum. Taehyung menatap heran kedua orang diambang pintu dengan alis yang menyatu heran.

" Panggil Jin saja, hyung " Chanyeol mengangguk, Jin memang anak yang baik menurutnya tapi pada kenyataannya Jin kan memang baik.

" Ahjussi kenal Jin hyung? " Tanya Taehyung pada Chanyeol yang kini balik menatapnya masih dengan senyum lebarnya yang membuat Taehyung sedikit takut.

" Tentu saja, ahjussi kan kerja di KIM CORP " jelas Chanyeol, Tpi Taehyung tetap menyatukan alisnya tidak mengerti maksud Chanyeol yang malah membahas tempat kerjanya.

" Jin itu anak pemilik perusahaan KIM CORP dan satu minggu lagi ia akan menjadi CEO disana " jelas Chanyeol –lagi- yang membuat Taehyung membulatkan mata berhias eyeliner-nya.

" T-tapi .. di stasiun.. kenapa jadi… pe-petugas kebersihan? " Tanya Taehyung tergagap dengan nada tidak percayanya.

" Ah benarkah? Kau memang anak baik, Jin " puji Chanyeol sambil mempersilahkan Jin masuk, Taehyung yang merasa tidak ditanggapi menyimpulkan bahwa Jin itu ingin coba-coba saja. lalu mereka berlima – Taehyung, Jin, Chanyeol, Kyungsoo, Jungkook – duduk di sofa ruang tamu Chanyeol.

" Oh, astaga Taehyung bukankah kau kesini bersama Baekhyun lalu kemana anak satu itu? " Tanya Chanyeol yang seakan sadar tidak mendapati suara berisik Baekhyun.

" Dia ada urusan maksudku masalah, dan katanya akan menginap disana sampai liburan berakhir " jelas Taehyung sambil merengut kesal yang membuat Jin terkekeh tanpa suara.

" Astaga anak ceroboh itu tidak berubah, kau tidak menelponnya? "

" aku sedang kesal, dia meninggalkanku sendiri " - astaga Kim Taehyung, apa yang kau katakan? Bukankah kau sendiri yang meninggalkan Baekhyun bersama Luhan eoh?.

" Apa dia sudah memberitahu ibunya? "

" kurasa… belum. Kejadiannya sangat mendadak sekali tadi" balasnya sambil mengusap-usap surai halus Jungkook yang ada dipangkuannya sedang bermain psp.

" Berikan ahjussi nomor ponselnya, nanti ahjussi yang menghubungi "

" Hhmm… "

" Jin-ah bagaimana kalau makan malam disini? Ahjumma menyiapkan makan malam yang cukup banyak tapi kurasa kalian harus mandi terlebih dahulu "

" Ne, Kookkie jugha mencium bau yang tidak thedap " tambah Jungkook polos sambil menutup hidungnya berpose seakan akan memang menghirup bau yang sangat tidak sedap sedangkan Taehyung dan Jin hanya cengengesan. Taehyung beranjak setelah mengusak surai halus Jungkook.

MY NEW IDOL – BLAUESKI

" Dasar, tidak berperi kemanusiaan " omel namja manis yang tengah memegang pel sambil mengepel lantai yang sudah ia sapu terlebih dahulu. Siapa lagi kalau bukan Byun Baekhyun kesayangan Ki? Eh, kesayangan Shiners? . Ia mengepel tidak beraturan, kadang kekiri kekanan kekiri lagi lalu maju mundur maju lagi mundur lagi cantikk.. -,- bibirnya yang mengerucut lucu sudah dipastikan bahwa moodnya sedang buruk. Terus saja bibir itu mengeluarkan umpatan-umpatan yang tidak pantas keluar dari bibir mungilnya.

" Aku akan membalasmu! " Baekhyun menyeringai, lalu terkikik geli menghiraukan tatapan seseorang yang menatapnya aneh.

" Sedang apa kau? " Tanya seseorang yang sudah dipastikan itu Luhan dari lantai atas.

" Menurutmu aku sedang apa? Kau tidak lihat? " ketus Baekhyun sambil melanjutkan acara –mari mengepel- nya.

" Astaga kau masih marah padaku soal tadi? Aku kan hanya – "

" Tetap saja, pantatku sakit pabo! " Baekhyun masih merengut kesal.

" Apa aku terlalu keras tadi? "

" Kenapa masih Tanya? "

Mereka berkata ambigu, astaga jangan berpikiran yang macam-macam mari kita kembali ke kejadian beberapa menit yang lalu.

Flashback

" Jadi kau ingin tidur disini atau.. kutiduri hm? " ucap Luhan dengan seringaian pervertnya.

" tentu saja aku ingin tidur disini kau menyuruhku tidur dikamar sebelah? Kau ingin aku mati dengan hewan peliharaanmu menggigitiku? "

" hewan peliharaan? Seingatku aku tidak punya hewan peliharaan. " gumam Luhan yang mampu didengar oleh telinga 'sensitif' Baekhyun.

" Bukankah kecoa dan laba-laba dikamar sebelah itu hewan peliharaanmu? " sindir Baekhyun lalu berjalan menuju king size milik Luhan dan merebahkan tubuhnya disana setelah meletakkan kopernya tepat didepan lemari yang cukup besar.

" Ahh.. leganya~ duduk berjam-jam dikereta membuatku ingin menyelami mimpi indahku dan bertemu dengan pangeran tan ku~~ " Baekhyun bermonolog sendiri sambil mengguling-gulingkan badannya di ranjang Luhan.

" Hei, apa yang kau lakukan bocah? Menyingkir dari ranjangkuuu! " Luhan berteriak kesal yang dibalasi mehrong oleh Baekhyun. Lalu Baekhyun memeluk guling Luhan yang ternyata lebih empuk daripada guling dikamarnya, Luhan yang kesal pun langsung membaringkan tubuhnya disamping Baekhyun ia mendorong-dorong Baekhyun dari belakang membuat Baekhyun hampir terhuyung. Baekhyun yang tidak terima langsung membalikkan badannya dan memukul-mukulkan guling itu pada wajah Luhan. Melihat Luhan yang lengah Baekhyun langsung mendorong punggung Luhan sekuat tenaga membuat Luhan terhuyung jatuh dari kasurnya.

" Ahahaha… " Baekhyun tertawa nista melihat Luhan terjatuh, sedangkan Luhan menatap Baekhyun tajam. Baekhyun yang mengerti segera berbaring memunggungi Luhan tidak lupa ia menarik selimut untuk menutupi seluruh bagian tubuhnya. Dengan kesal Luhan langsung menendang pantat Baekhyun dengan tenaga penuhnya membuat Baekhyun terjatuh.

" Akh.. " Baekhyun meringis sambil mengusap-usap pantat sexy-nya yang dengan tidak elitnya mencium lantai yang dingin itu.

" Kau! – " Baekhyun menuding Luhan marah sebelum melanjutkan kata-katanya Luhan sudah menertawainya.

" HAHAHAHA.. " Dan tawa Luhan seakan pecah melihat cara Baekhyun terjatuh yang lebih parah dari cara jatuhnya tadi.

" Ugh.. pantatku yang malang " Baekhyun berujar lirih, sedangkan Luhan masih asik menertawakan Baekhyun.

" Ahaha.. Kau sudah membersihkan apartemenku? Cepat sekali " Luhan berucap setelah tawanya mereda. Baekhyun menggeleng.

" Belum " jawabnya santai.

" Mwo? Kalau begitu cepat bersihkan atau aku akan membuat pantatmu semakin parah. " Lalu Luhan menampakkan seringai mesumnya. Dengan tergesa tapi tertatih Baekhyun berjalan sambil menghentak-hentakkan kaki pendeknya.

Flashback END

" Hehe, maafkan aku eng.. siapa namamu tadi? " Baekhyun serasa ingin menjedukkan kepala Luhan yang sudah benjol itu ketembok terdekat.

" Baekhyun, Byun Baekhyun! " Baekhyun masih setia memunggungi Luhan yang entah sedang apa sambil melanjutkan mengepelnya.

" Eng, Baekhyun-ssi kurasa kita tidak perlu menggunakan bahasa formal " kata Luhan memikirkan ia akan tinggal dengan Baekhyun selama dua minggu.

" Ya " Baekhyun berujar singkat, masih kesal atas kejadian tadi yang membuat pantatnya sedikit nyeri sampai sekarang.

" Ini sudah jam makan malam, bisa kau buatkan makan? " perintah Luhan dengan nada 'sok' bossy-nya, Baekhyun memutar bola matanya jengah mendapati perilaku Luhan yang selalu sok - sok di matanya.

" Tapi aku belum selesai " jawab Baekhyun malas, seenaknya saja menyuruhnya menyapu, mengepel, lalu memasak? Bahkan mengepel pun belum selesai tapi Luhan sudah menyuruhnya memasak?

Oh God, bunuh saja aku, eh tidak aku belum bertemu Kai.

" Tak apa, nanti aku bisa menyewa orang untuk membersihkannya " ucap Luhan enteng, dengan sesegera mungkin Baekhyun berbalik menatap tidak percaya pada Luhan yang kini tengah menuruni tangga. Demi tuhan, ingin sekali Baekhyun mencakar-cakar wajah tampan Luhan.

Tunggu—apa? Tampan? Kau tidak salah Baek? Kau mengatakan Luhan tampan?

Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya bertubi-tubi agar pikiran aneh yang melintas otaknya menghilang membuat Luhan yang melihatnya mengernyitkan dahi heran.

" Kau kenapa? " Tanya Luhan.

" AARRGH! Akan ku bunuh kau sekarang juga! " Baekhyun yang kekesalannya sudah mencapai ubun-ubun langsung mengejar Luhan yang kini tengah berlarian mengelilingi apartemen, tidak tau kenapa Baekhyun tiba-tiba mengamuk.

" Awas jika kau kutangkap, akan kulempar kau kesungai Han! " Baekhyun masih tetap menggerutu sambil bekejar-kejaran dengan Luhan yang kini semakin menambah kecepatannya.

" Baek, Hei Baekhyun apa salahku? Kenapa kau mengejarku? Hei! " Luhan berkata masih sambil menghindari amukan Baekhyun yang seperti ibu-ibu tidak diberi uang belanjaan suaminya.

" KENAPA KAU MENYURUHKU MEMBERSIHKAN APARTEMENMU JIKA KAU BISA MENYEWA ORANG UNTUK MEMBERSIHKANNYAAA? " Baekhyun berteriak lantang sambil menghentikan acara kejar-kejarannya, ia menunduk menetralkan nafasnya yang memburu. Luhan berhenti berlari, menghadap Baekhyun yang tengah menunduk. Ia juga sama-sama menetralkan nafasnya yang tak beraturan masih sambil menatap Baekhyun yang masih setia menunduk, tiba-tiba Baekhyun merosot –duduk. Ia jadi SEDIKIT merasa bersalah karena mengerjai Baekhyun. Lalu Luhan berjalan menghampiri Baekhyun dan berjongkok tepat didepannya.

" Baek-ah? Kau tidak apa-apa? " Tanya Luhan sambil memegang pundak sempit Baekhyun, sedangkan Baekhyun hanya diam tidak merespon membuat Luhan jadi SEDIKIT khawatir padanya.

" Baek-ah? Aku kan ha- "

' SRET ! '

' BRUG ! '

" YAK! " Luhan berteriak saat tiba-tiba Baekhyun menangkup tangannya lalu mendorongnya keras hingga telungkup di lantai dan menduduki punggungnya.

" Haha.. kau tertipu " Baekhyun langsung mengacak-acak rambut rapi Luhan dengan brutal.

" YA! BYUN BAEKHYUN, HENTIKAN! " Luhan memprotes merasakan pusing dikepalanya.

" Tidak. akan " Baekhyun berucap penuh penekanan sedangkan Luhan kini meringis saat tidak sengaja kuku Baekhyun mengenai kulit kepalanya tidak itu saja Baekhyun langsung memukul-mukul kepala hingga punggungnya, Luhan menggeram. Dengan sekali dorongan kini Luhan sudah membalik posisi, hanya saja kini posisi Baekhyun telentang menghadapnya dengan kedua tangan Baekhyun yang ia kunci diatas kepala namja itu dan ia yang berada diatas tubuh Baekhyun, Luhan menopangkan kedua lututnya dilantai agar tidak sepenuhnya menidih tubuh Baekhyun dan juga agar Baekhyun tidak berontak. Sedangkan Baekhyun kini membelalakkan matanya.

' Xi Luhan tidak pernah dan tidak akan kalah' batin Luhan.

Tampak seringai diwajah tampannya saat memikirkan kata-kata yang selalu ia ucapkan. Seringainya semakin lebar saat mendapati Baekhyun yang memelototkan mata sipitnya.

" Sekarang giliranku "

TBC

Thanks yang udah berkenan meninggalkan jejak, KI CINTAA KALIAN *alaydeh.. Fast update kan? Soalnya Ki kan mau masuk sekolah senin besok, dan mungkin akan jaaaaraaang update *ah sok sibuk* tapi nggak mungkin jarang baca FF, keknya dah hobi.

Oh iya, ada yang Tanya Baekhyun ketemu Kai kan, tentu sajaaa IYA! Tapi bukan chap ini, nggapapa dong buat selingan kan aku juga suka KaiBaek tapi ini tetep jadi LuBaek kok :v

Sekian dari Ki, akhir kataaaa Review juseyooo~